English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 24 Agustus 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2016 (Sabtu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Malang, 30 Januari 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:10-14
2:10 Lalu...

Ibadah Doa Surabaya, 20 April 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Februari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 16 November 2010 (Selasa Malam)
Keluaran 1: 22
1:22. Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Desember 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 09 Desember 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang IV, 27 Oktober 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2012 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran III Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Disertai dengan puasa

Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali petrus menyangkal Yesus...

Ibadah Doa Malang, 06 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Desember 2009 (Senin Sore)
Markus 10: 45
Efesus 4: 8

Yesus datang untuk memberi nyawaNya, dimana...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juni 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 04 Desember 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau KITAB SUCI (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016).
Itu dari takhta sorga, bukan dari pengetahuan manusia, tetapi wahyu/ilham dari TUHAN.

2 Timotius 3: 15-17
3:15. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
3:16.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Kitab Suci atau alkitab merupakan tulisan yang diilhamkan--diwahyukan; dibukakan rahasianya--oleh TUHAN kepada kita.

"Bukan ilmiah. Kalau matematika, fisika, ilmu pengetahuan, sosial, itu ilmiah. Tetapi ini merupakan ilham/wahyu dari TUHAN; pembukaan rahasia firman Allah."

Kitab Suci berguna untuk (dterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 November 2016):

  1. Mengajar; disebut dengan firman pengajaran.
  2. Menyatakan kesalahan/menunjukkan dosa-dosa; disebut dengan firman penyucian.
  3. Mendidik orang dalam kebenaran sehingga kita diperlengkapi dengan segala perbuatan benar dan baik ('memperbaiki kelakuan')--perbuatan iman--sampai mencapai kesempurnaan; ini disebut dengan firman pengajaran atau firman penyucian.

Ibrani 4: 12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Istilah 'ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya' artinya: firman pengajaran/firman penyucian sama dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan sebelah dalam dan sebelah luar dari kehidupan kita--menyucikan lahir dan batin kita.

Keadaan lahir dan batin manusia dalam Kolose 3, yaitu:

  1. Kolose 3: 5-7
    3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4) dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
    3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
    3:7. Dahulu kamu juga
    melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

    'melakukan hal-hal itu' = perbuatan dosa.
    Ini adalah enam dosa secara lahir (di luar); ditandai sampai dengan penyembahan berhala.


  2. Kolose 3: 8-9
    3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4) dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu(5).
    3:9. Jangan lagi kamu saling
    mendustai(6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Ini adalah enam dosa secara batin (di dalam).
    Semua yang dari hati, keluar ke mulut.

Jadi, demikianlah keadaan manusia secara lahir dan batin. Ada dua belas dosa yang menguasai lahir dan batin manusia. Kalau dua belas dosa dipertahankan, hubungan kita dengan TUHAN akan terputus.

Tadi, dusta merupakan penutup dosa, artinya jika pelayan/hamba/anak TUHAN masih berdusta, berarti seluruh hidupnya--lahir batin--masih dikuasai dosa.
Ini deteksinya, apakah lahir batin kita sudah bersih atau masih dikuasai dosa.

Kalau lahir dan batin masih dikuasai dosa, akibatnya terpisah dari TUHAN.

"Kita harus berhati-hati dengan dosa dusta. Kesaksian tadi, supaya urusannya mudah, tinggal bilang saja: Sedang di Singapura. Sudah beres, tidak bisa diurus lagi. Memang sekarang mudah, tetapi urusan selanjutnya tidak mudah, sebab dikuasai oleh dosa. Jadi, jangan sampai ada dusta lagi! Ini menyebabkan kita putus hubungan dengan TUHAN."

Yesaya 59: 1-3
59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
59:2. tetapi yang merupakan
pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
59:3. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

'tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan'= perbuatan dosa.
'mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan' = dusta--dosa di dalam batin--; sebagai penutup dosa.

Kalau kita berdusta, berarti enam dosa secara lahir dan enam dosa secara batin masih ada, dan akibatnya: doa tidak dijawab oleh TUHAN. Di ayat 1 tadi, sebenarnya TUHAN bisa mendengar doa kita dan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita, tetapi kalau ada dosa-dosa sampai dusta, doa kita tidak dijawab oleh TUHAN, artinya kita putus hubungan dengan TUHAN--tubuh putus hubungan dengan kepala (doa menunjuk pada leher--hubungan terdekat--).

Hati-hati dengan enam dosa yang menguasai lahir dan enam dosa yang menguasai batin--ditutup dengan dusta--! Ini membuat kita putus hubungan dengan TUHAN; kita tidak bisa menyembah TUHAN--kering rohani dan mati rohani--, berarti kita sudah berada di daerah maut. Kalau dibiarkan, akan membawa pada kematian kedua di neraka.

Oleh sebab itu, mari, kita harus menerima pekerjaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, supaya kita mengalami penyucian lahir dan batin (tadi dikatakan: 'tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar dan menyucikan kita semua'). Di dalam Ibrani 4: 12, firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menusuk hati dan pikiran, sendi dan sumsum, sampai perbuatan dan perkataan--lahir dan batin.

Dalam ibadah, kita harus beralih dari firman penginjilan ke firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Memang masih disebutkan firman penginjilan, untuk jiwa-jiwa baru, tetapi sudah harus ditingkatkan/beralih ke firman pengajaran.
Kita yang sudah di pengajaran, jangan malah mundur lagi ke penginjilan! Sangat berbahaya, sebab bisa tidak ada kesempatan untuk kembali lagi.
Sedangkan sekarang, sudah banyak orang yang mencari/membutuhkan firman pengajaran. Kalau kita yang sudah bertahun-tahun dalam pengajaran, lalu kembali lagi ke penginjilan--supaya mendapat banyak jiwa dan lain-lain--, akan terjadi seperti istilah dalam alkitab: 'Yang terdahulu menjadi terkemudian, yang terkemudian menjadi terdahulu,' artinya tidak ada kesempatan untuk kembali lagi.

"Saya nasihatkan untuk diri saya sendiri. Dulu saya di luar TUHAN, lalu sudah menerima penginjilan, percaya Yesus, bertobat, baptisan air, lalu oleh kemurahan TUHAN bisa mendengar pengajaran (sudah ditingkatkan). Kalau saya kembali lagi ke penginjilan dan meninggalkan pengajaran, bisa tidak ada kesempatan untuk kembali lagi."

Jangan lepaskan pengajaran! Sebab semua akan mengarah pada pengajaran. Kalau dari pengajaran kembali lagi ke penginjilan, salah arah! Bisa terjadi: Yang terdahulu menjadi terkemudian, yang terkemudian menjadi terdahulu, tidak ada kesempatan untuk kembali lagi ke pengajaran.
Saat-saat inilah, kita berdoa kepada TUHAN supaya di dalam setiap ibadah harus ada pedang firman.

Proses penyucian lahir batin oleh pedang firman:

  1. Proses penyucian lahir-batin yang pertama: pedang firman menusuk hati dan pikiran kita; menunjukkan kesalahan dan dosa kita secara lahir dan batin, sampai hati tertusuk/terharu. Jangan marah!
    Artinya kita bisa menyadari dosa, menyesali dosa, lalu mengaku dosa kepada TUHAN--vertikal--dan sesama--horisontal. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi--bertobat; mati terhadap dosa; berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN.

    "Harus ada pedang firman yaitu firman yang menusuk hati. Kalau firman yang hanya tertawa-tawa saja, tidak bisa. Sekarang setan pandai, kita mau datang beribadah dihalangi, tetapi tidak bisa. Sekarang saat dalam ibadah, dihalangi dalam mendengar pedang firman, yaitu firman diganti dengan lawakan dan lain-lain--seperti Simson disuruh melawak. Tidak ada faedahnya bagi kita. Harus mencari pedang yang menusuk, sampai hati kita terharu/bertobat!"


  2. Proses penyucian lahir-batin yang kedua: sesudah hati terharu/bertobat, kita masuk baptisan air.
    Baptisan air yang benar hanya ada satu, yang sama dengan bahtera Nuh--satu tubuh satu baptisan.

    "Seandainya bahtera Nuh ada lima: Nuh punya bahteranya sendiri, isterinya sendiri, ketiga anaknya masing-masing satu bahtera, isteri dan tiga anak serta menantunya akan mati semuanya. Tinggal Nuh saja yang selamat. Hanya satu bahtera, tidak ada yang lain!"

    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Ayat 2 = syarat baptisan air yang benar adalah bertobat/mati terhadap dosa.
    Ayat 4 = pelaksanaan baptisan air yang benar.

    Kolose 2: 12
    2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, lalu keluar/bangkit dari dalam air bersama Yesus (di dalam Matius 3:16, Yesus keluar dari air juga dan langit terbuka), untuk mendapat hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--, yaitu hidup dalam kebenaran dan kesucian--kita sudah tidak berbuat dosa lagi; kita betul-betul tegas untuk membuang dosa.


    "Kalau kita tidak keluar dari dalam kuburan air, langit tidak akan terbuka, tetapi hanya mandi biasa. Setelah kita keluar dari kuburan air, barulah langit terbuka dan kita mendapat hidup baru."

Kalau ada dua belas dosa lahir dan batin, kita terputus dari TUHAN, tidak bisa menyembah TUHAN, kering dan mati rohaninya--ada di daerah maut--, tinggal satu langkah lagi menuju kematian kedua--neraka--selamanya. Hati-hati!
Sebab itu harus menerima pedang supaya kita bisa disucikan secara lahir dan batin--seperti gulungan kitab yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya.
Prosesnya: bertobat dan baptisan air.

"Mengakhiri tahun 2016 ini, mendadak sontak, TUHAN gerakkan saya untuk mengadakan baptisan air lagi. Sebenarnya waktunya tidak memungkinkan, tetapi tidak apa-apa. Tanggal 13 Desember baptisan air, sesudah itu penataran calon imam dan imam-imam. Sebelum tahun baru, yang belum melayani, bisa melayani. Tadi di Malang juga disampaikan: 'Mulailah masuk tahun yang baru dengan jubah indah.' Itu pelayanan. Hidup ini tidak akan pernah indah, sebelum ada jubah indah. Kaum muda seperti bunga yang sedang berkembang, jika ada jubah indah. Tetapi kalau jubah dilepas, akan layu sebelum berkembang. Kita harus berhati-hati! Mari, memasuki tahun yang baru sungguh-sungguh dengan penyucian lahir-batin dan jubah indah."

1 Yohanes 3: 6

3:6. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

'tetap berada di dalam Dia' => tadi, putus hubungan dengan TUHAN sana dengan di luar TUHAN.
'setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi' = hidup benar dan hidup suci.
'setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia' = kalau tetap berbuat dosa, kita tidak bisa melihat Dia, sama dengan tidak bisa menyembah TUHAN.
Menyembah TUHAN sama dengan melihat TUHAN, muka dengan muka.
Kalau dosanya dibuang--hidup benar dan suci--kita tetap tinggal di dalam Dia; tidak terputus hubungan dengan TUHAN.

Kalau kita mengalami penyucian lahir batin--hidup benar dan suci--, terlepas dari dosa, maka TUHAN tetap ada di dalam kita, dan kita ada di dalam Dia, sehingga kita memiliki hubungan yang sangat erat dengan TUHAN--hubungan tubuh dengan kepala, yaitu leher, itulah hubungan doa penyembahan.
Kita berhubungan dengan TUHAN lewat ibadah dan pelayanan, tetapi harus memuncak sampai hubungan doa penyembahan; kita bisa menyembah TUHAN.

Kita tinggal pilih! Kalau tetap mempertahankan dosa-dosa, kita akan putus hubungan dengan TUHAN dan kita betul-betul berada di daerah maut.
Tetapi kalau kita mau disucikan lahir batin, kita akan memiliki hubungan yang paling erat dengan TUHAN, yaitu kita bisa menyembah TUHAN.

1 Yohanes 3: 24
3:24. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Bukti bahwa Allah ada di dalam kita, dan kita di dalam Dia yaitu kita menerima karunia Roh Kudus; kita menjadi bait/tempatnya Roh Kudus, bukan sarang penyamun. Roh Kudus digambarkan sebagai merpati. Sekarang, banyak merpati dijual dan hanya tinggal banyak ular.

Perbaiki lagi hubungan dengan TUHAN hari-hari ini! Mungkin kita merasa kering, mati rohani, mau beribadah melayani rasanya agak loyo, apalagi mau menyembah TUHAN--saat menyembah kita mengantuk atau bosan. Kalau kerohanian sudah terganggu/kering, yang paling membosankan ada dua, yaitu terganggu/bosan saat mendengar firman dan saat menyembah. Tidak ada gairah lagi dengan TUHAN, sudah jauh dengan TUHAN.

Perbaiki hubungan dengan TUHAN yaitu kita menerima penyucian lahir-batin, kita dilepaskan dari dosa-dosa, sehingga kita ada di dalam TUHAN dan Dia ada di dalam kita.
Buktinya: Roh Kudus dicurahkan ke dalam kehidupan kita.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Yesaya 11: 1-3
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2.
    Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya,
    kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Kegunaan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus membuat kita takut akan TUHAN.

    Ini kelebihan Yesus dari Lucifer. Sebenarnya Lucifer sama-sama punya Roh TUHAN, roh hikmat, roh keperkasaan dan lain-lain, tetapi hanya satu yang dia tidak punya yaitu roh takut akan TUHAN--yang ketujuh.
    Takut akan TUHAN adalah puncak urapan Roh Kudus.
    Lucifer melawan TUHAN, merasa sama dengan TUHAN, bahkan mau lebih tinggi dari TUHAN, akhirnya dia jatuh dan menjadi setan.

    Takut akan TUHAN sama dengan TAAT DENGAR-DENGARAN--'ya Abba, ya Bapa'. Hanya itu saja.

    Seringkali kita salah, yaitu hanya berbahasa Roh. Bagus, itu adalah salah satu tanda bahwa kita kepenuhan Roh Kudus. Tetapi tanda selanjutnya yang mengikuti adalah: ya, Abba, ya Bapa--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Kita taat dengar-dengaran kepada:


    • Orang tua jasmani = halaman Tabernakel.
      Sekalipun kita sudah besar, kaya, pandai, kita tetap harus taat dengar-dengaran kepada orang tua jasmani.


    • Orang tua rohani = gembala--ruangan suci.
    • Orang tua sorgawi = TUHAN--ruangan maha suci.


    Hanya orang yang punya Roh Kudus yang bisa taat. Kalau daging, tidak bisa Tetapi kalau ada Roh Kudus, kita bisa taat sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.
    Pada ruangan maha suci, ada pintu tirai. Saat Yesus taat sampai mati di kayu salib, pintu tirai terobek.

    Pada kesmpeatan yang berbahagia ini kita mohonkan gulungan ktiab yang dipegang di tangan kanan TUHAN. Sekarang artinya alkitab--tulisan yang diilhamkan Allah--; firman pengajaran/firman penyucian yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan lahir dan batin kita sampai tidak ada dusta, supaya hubungan kita dengan TUHAN dekat/erat--Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia--; kita bisa menyembah Dia hari-hari ini.
    Buktinya: Roh Kudus dicurahkan di tengah-tenga kita.
    Kegunaan Roh Kudus: membuat kita takut akan TUHAN--taat dengar-dengaran.

    Hasil jika kita takut akan TUHAN:


    • Amsal 19: 23a
      19:23a. Takut akan Allah mendatangkan hidup

      Hasil yang pertama: 'mendatangkan hidup' = hidup secara jasmani terpelihara secara ajaib--seperti tunggul yang bertunas, berbunga, dan berbuah-buah.

      Tadi dalam kitab Yesaya disebutan: 'Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai.' Tunggul adalah sesuatu yang sudah dipanen dan tidak bisa tumbuh lagi; tidak berguna, tidak ada harapan, dan tidak bisa diharapkan--, tetapi di sini tunggul bisa bertunas, berbunga, dan berbuah. Ini sama seperti Yesus; Dia sudah mati, tetapi Dia bangkit dan naik ke sorga.


    • Hasil yang kedua: hidup kita berhasil dan indah pada waktunya.


    Sekarang sulit dna mustahil dalam pekerjaan, boleh memakai cara menurut ilmu ekonomi, tetapi selain itu, mari terima penyucian sampai hubungan kita dengan TUHAN erat; kita menjadi tempatnya Roh Kudus. Biar Rohh Kudus yang bekerja. Roh Kudus sanggup memberikan hidup jasmnai secara ajaib. Tunggul bisa bertunas, berbunga, dan berbuah, kemudian hidup kita menjadi berhasil dan indah.


  2. Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus menolong kita supaya bisa beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar; setia berkobar-kobar (Roh Kudus bagaikan api); setia dan baik' setia dan bertanggung jawab kepada TUHAN. Tanggung jawab kepada TUHAN, bukan manusia. Itulah kekuatan Roh Kudus.

    Bukan hebatnya pelayanan yang dinilai oleh TUHAN, tetapi KESETIAAN.
    Dalam Matius 25: 26, 30, kalau tidak setia, tidak ada gunanya.

    Matius 25: 26
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

    'malas'= tidak setia.
    'hamba yang jahat dan malas' = kalau tidak setia, pasti jahat. Jahat itu bermacam-macam: iri hati, dendam, tidak taat, gosip dan lain-lain.

    "Kalau tidak setia, apa yang mau dikerjakan? Kalau tubuh tidak bekerja, yang bekerja mulutnya--banyak bergosip, memfitnah dan lain-lain. Mungkin sekarang bukan mulutnya, tetapi lewat handphone. Sekarang kalau sedang menganggur, apa yang diambil? Handphone, lewat chatting dan sebagainya."

    Matius 25: 30
    25:30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Sehebat apapun pelayan TUHAN dan hamba TUHAN, kalau tidak setia--berarti tidak benar, tidak baik, tidak tanggung jawab, tidak berkobar-kobar lagi--apapun alasannya, itu berarti tidak berguna bagi tubuh Kristus; malah merusak tubuh Kristus.

    "Selalu saya beri contoh tentang bagian-bagian tubuh ini. Biasanya mengangkat karung dengan dua tangan, lalu tangan kanan yang hebat, yang terus dilatih menjadi malas. Tinggal tangan kiri saja. Bisa dibayangkan, seharusnya diangkat dua tangan, tetapi hanya dengan satu tangan saja; itu merusak. Sebentar lagi tangan kiri bisa terkilir, karena tangan yang satu tidak setia. Mari, kita semua adalah tubuh Kristus; kalau gembala tidak setia, akan menyengsarakan dan merusak tubuh Kristus. Pemain musik kalau tidak setia, akan menyusahkan dan merusak tubuh Kristus. Misalnya, kursi pemain musik sudah ditata sekian jumlahnya, tetapi ada satu yang kosong terus. Saya merasa susah. Apalagi kalau dalam kesempatan kebaktian persekutuan tubuh Kristus. Kursinya sudah ditata, tetapi dia tidak ada. Saya yang merasa susah: 'Ke mana dia? Kenapa tidak izin saya? Biar bangkunya disingkirkan saja.' Kenapa harus ditata kursinya, padahal tidak ada orangnya. Susah! Gembala juga, kalau gembala tidak ada, jemaat susah. Oleh karena itu, mohon maaf, kalau saya harus pelayanan ke luar, bukan untuk jalan-jalan. Kalau bukan tugas memberitakan firman, saya tidak akan keluar-keluar. Tetapi ini tugas dari TUHAN--pelayanan antar penggembalaan. Selain itu, harus tetap ada di dalam sidang jemaat. Biar hebat, kalau tidak setia, tidak ada gunanya. Motto dari Lempin-El "Kristus Ajaib" dianggap kontroversial. Guru-guru saya dulu mengatakan: 'Lebih baik seorang pengerja yang setia mengepel, dari pada seorang gembala yang tidak setia.' Itu betul-betul motto Lempin-El. Sekalipun dianggap kontroversial, tidak apa-apa, itu dari TUHAN. Bukan kehebatannya, tetapi TUHAN ukur kesetiannya."

    Kalau tidak ada Roh Kudus, kita akan loyo. Jangan pikir karena usia! Sekalipun usia bertambah tua, kalau ada Roh Kudus--penyucian lahir-batin bertambah, Roh Kudus bertambah--, akan semakin setia berkobar-kobar.

    "Ada seorang hamba TUHAN di sini, sudah berusia 80 tahun lebih, biasanya selalu ikut di sini. Tetapi karena ibadah di sini diganti Minggu siang, beliau masih berkhotbah di Mojokerto. Biasanya setelah berkhotbah, beliau ibadah di sini sore harinya. Senin dan Rabu hadir, tetapi juga tetap berkhotbah, juga ikut ibadah kunjungan. Yang sudah berusia 80 tahun, bisa. Ada yang masih usia 15-16 tahun, tapi sudah loyo karena tidak ada Roh Kudus. Yang menentukan bukan usianya, tetapi penyucian dan Roh Kudus. Kita sungguh-sungguh hari-hari ini."

    Kalau tidak setia, tidak berguna, malah menyusahkan dan merusak tubuh Kristus.
    Perusak itu setan, berarti ia menjadi temannya setan--musuhnya TUHAN. Kita sungguh-sungguh.

    Kalau tidak berguna, ia akan dicampakkan ke dalam kegelapan, artinya hidupnya gelap, masa depannya gelap; sampai kegelapan yang paling gelap, itulah kematian kedua di neraka.
    Sekalipun kaya, tetapi hidupnya gelap: ada ketakutan, kegelisahan, stress, tidak tenang, masa depannya gelap.

    Sebaliknya, kalau kita mengalami penyucian lahir-batin dan--ada Roh Kudus--hasilnya:
    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


    • Hasil yang pertama: kita dipercaya perkara besar/perkara mulia artinya dipercaya dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kegerakan Roh Kudus hujan akhir--mulai dari dalam nikah.

      "Betapa bahagianya, jika mempunyai seorang suami yang betul-betul mengalami penyucian lahir-batin, betul-betul dipenuhi dan diurapi Roh Kudus; dia menjadi suami yang setia dan benar, setia berkobar-kobar, setia dan bertanggung jawab, setia dan baik. Sekalipun mungkin belum punya apa-apa, tetapi mereka sungguh-sungguh dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus. Isteri dan anak-anak juga setia."

      Sesudah dipakai dalam nikah, dipercaya lebih besar lagi, yaitu dalam penggembalaan. Kalau lebih disucikan, lebih setia lagi, dipercaya antar penggembalaan.

      "Saya selalu ingat perkataan pendeta In Juwono (almarhum) dan pendeta Pong Dongalemba (almarhum): 'Kalau gelas terus diisi air, lama-lama akan meluap. Pasti dan harus mengalir keluar. Kalau ditahan--egois--, akan meledak.' Oleh karena itu, saya minta maaf kalau di bulan Desember ini benar-benar penuh. Tetapi jangan takut, saya tetap sebagai seorang gembala. Tugas utama saya adalah gembala. Lebih baik saya tidak khotbah di luar, kalau tidak bisa berkhotbah di dalam. Apa gunanya? Dari dalam mengalir ke luar. Itu yang benar."

      Dari dalam nikah, mengalir ke penggembalaan, mengalir lagi ke antar penggembalaan, sampai nanti mengalir kepada Israel--Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      "Saya takut, tolong didoakan. Kalau saudara tidak setuju, doakan supaya TUHAN batalkan. Saya senang, supaya ada rambu-rambunya. Kalau tidak setuju, jangan bersungut! Saudara rugi, berdoa saja: 'Saya tidak setuju, TUHAN batalkan saja.' Saya senang, sebab ada ukuran bagi saya. Ini kehendak TUHAN atau bukan. Kalau bukan kehendak TUHAN, saya tidak apa-apa, malah lebih enak saya di dalam. Tetapi kalau kita tidak mengikuti kehendak TUHAN, yang saya takutkan: 'Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku di penjara, kamu tidak mengunjungi.' Oleh karena itu, mari saling mendoakan."


    • Hasil yang kedua: 'turutlah dalam kebahagiaan tuanmu' = kita merasakan kebahagiaan sorga--wajah berseri--, yaitu kebahagiaan yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia. Dalam penderitaan pun bisa bahagia--wajah berseri.

      "Sekali lagi, wajah berseri tidak usah dipelajari. Itu berasal dari penyucian lahir-batin; dari kesetiaan. Sekalipun suara saudara pas-pasan, tidak apa-apa, asalkan setia dan disucikan. Kita belajar setia. Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib. TUHAN tolong kita sampai wajah berseri. Saya juga. Saya bersyukur Lempin-El 'Kristus Ajaib' tidak diajari ilmu khotbah. Bagaimaana payahnya saya tiga kali khotbah. Biasa saja. Semua dari dalam. Pekerjaan kita adalah pekerjaan rohani--dari dalam. Kalau pekerjaan di dunia, seperti bekerja di bank, itu dari otak--dari luar. Tetapi kalau pekerjaan TUHAN, itu dari dalam hati. Harus ditusuk dengan pedang--disucikan."


    Mari, sungguh-sungguh! Dipakai dalam nikah, kita bahagia. Dipakai dalam penggembalan, bukan lebih berat, tetapi lebih bahagia, lebih enak dan ringan. Dipakai dalam ibadah kunjungan antar penggembalaan, bukan lebih berat, tetapi lebih bahagia, lebih enak dan ringan, wajah lebih berseri. Sampai terakhir, nanti wajah bercahaya bagaikan matahari, kalau Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna. Wajah kita seperti wajah Yesus saat Dia di atas gunung. Bukan berseri lagi, tetapi bercahaya bagaikan matahari yang terik untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. TUHAN tidak pernah menipu kita! TUHAN tolong semua.

    Yang pertama: Roh Kudus memelihara hidup jasmani kita sekalipun iktia tidak berdaya dan tidak ada harapan--seperti tunggul--, tetapi Roh Kudus bisa membuat hidup kita berhasil dan indah--tunggul bertunas, berbunga, dan berbuah. Tunggu waktu TUHAN dan tetap dalam penyucian!

    Yang kedua: setia dan benar, setia dan baik, setia dan berkobar, setia dan bertanggung jawab. Kita dipakai TUHAN dan mengalami kebahagiaan--wajah berseri.


  3. Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Ini puncaknya, hubungan yang tererat, tertinggi, dan terdalam dengan TUHAN adalah doa penyembahan.

    Kegunaan Roh Kudus yang ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah TUHAN dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan.

    Istilah di dalam kitab Wahyu adalah MENGELUH DAN MENGERANG.
    Artinya: menyembah TUHAN dengan hancur hati--mengeluh dan mengerang kepada TUHAN.
    Roh Kudus adalah Roh penolong. Penolong itu mempelai wanita, berarti Roh Kudus adalah rohnya mempelai wanita TUHAN.

    Wahyu 12: 1-3
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:2. Ia sedang mengandung dan
    dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah,
    seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    'keluhan'= mengeluh.
    'berteriak kesakitan'= mengerang.
    Sehebat apapun gereja TUHAN di akhir zaman, keadaannya hanya seperti:


    • Tunggul = tidak ada harapan dan tidak bisa apa-apa secara jasmani dan rohani.
      Kalau tidak ditolong TUHAN, tunggul akan dipakai oleh Firaun untuk membakar batu bata--menggunakan tunggul gandum--, untuk membangun kota Raamses dan Pitom. Sekarang menunjuk pada kota Babel. Ini bahayanya tunggul, yaitu bisa dipakai setan untuk pembangunan Babel.


    • Wanita mengandung yang hendak melahirkan--keadaan paling tidak berdaya--dan menghadapi naga.


    Keadaan gereja TUHAN di akhir zaman, benar-benar tidak bisa digambarkan. Sudah seperti tunggul yang diancam untuk dipakai oleh Firaun dan seperti wanita hendak melahirkan yang sudah diancam oleh naga lewat krisis ekonomi, dosa sampai puncaknya dosa, kejahatan, nikah-buah nikah mau dihantam dan sebagainya. Kita tidak berdaya, mau apa lagi?

    Yang bisa kita lakukan oleh pertolongan Roh Kudus adalah mengeluh dan mengerang kepada TUHAN, seperti seorang wanita hendak melahirkan anak. Kita mengeluh dan mengerang hari-hari ini. Bukan untuk bergosip, berdusta dan lain-lain. Jangan!
    Gunakan mulut ini hanya untuk mengeluh dan mengerang kepada TUHAN, sebab hidup di akhir zaman ini sangat berat.

    "Dalam kesaksian tadi, sudah tidak bisa apa-apa. Dia hanya menyembah TUHAN dan TUHAN bisa menolong."

    Menghadapi apa sjaa, kita mengeluh dan mengerang sampai bisa melahirkan anak. Kalau belum melahirkan, kita mengeluh dan mengerang terus, jangan berhenti, apalagi tertawa-tawa.

    Ada dua pengertian melahirkan anak:


    • Pengertian yang pertama: melahirkan anak dalam arti rohani = kelahiran baru, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar.
      Ini nomor satu yang harus kita perjuangkan.

      Natal adalah Allah lahir menjadi manusia--bukan menjelma--, supaya manusia bisa dilahirkan baru menjadi sama dengan TUHAN. Ini yang penting. Ini mujizat terbesar.

      Kalau hanya mujizat jasmani: sakit jadi sembuh, setan juga bisa. Jarak jauhpun sekarang bisa, meniru di alkitab. Tetapi kalau kelahiran baru secara rohani--berubah menjadi manusia rohani seperti Yesus--setan tidak bisa. Kalau setan bisa berubah, sudah sejak dulu dia bertobat, sebab dia tahu bagaimana neraka. Oleh karena itu, dia menipu kita, karena dia tidak bisa bertobat: 'Mau dusta sedikit, tidak apa-apa.' Sekarang tidak apa-apa, nanti tiba-tiba kita sudah di neraka.

      Keubahan hidup belajar dari ibu yang melahirkan anak:


      1. Yang pertama: kuat dan teguh hati, supaya bayi bisa lahir.
        Artinya:


        1. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan TUHAN menghadapi apapun. Kalua mnausia di dunia, sedikit-sedikit kecewa.
        2. Tidak bangga dengan sesuatu, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN apapun yang kita hadapi.


      2. Yang kedua: sabar menunggu waktunya TUHAN.
        Jangan mengambil jalan keluar sendiri di luar firman! Itu bukan jalan keluar, tetapi jalan buntu dan menuju kebinasaan selamanya.
        Menghadapi apapun, serahkan kepada TUHAN! Jangan mengambil jalan yang salah!


      3. Yang ketiga: sabar dalam menderita, untuk menolong orang lain--menolong bayi yang di dalam.
        Mungkin ada suami atau isteri yang harus ditolong, mungkin dibawa dalam ibadah masih malas. Seperti ibu hendak melahirkan, kalau tidak sabar, bagaimana bayinya? Kita harus sabar dalam penderitaan untuk menolong orang lain.

        Mungkin di rumah masih ada anak yang sulit diajak beribadah, mari, pelan-pelan didoakan--mengeluh dan mengerang--: 'Tolong anak saya, TUHAN, supaya jiwanya tertolong juga.'


      Jadi, keubahan hidup adalah kuat teguh hati dan sabar.


    • Pengertian yang kedua: secara jasmani, melahirkan anak sama dengan mujizat secara jasmani, yaitu penyelesaian dari masalah yang besar, masalah yang mustahil, dan masalah mati-hidup.

      "Zaman dulu, ketika saya masih kecil tahun 60'an, kalau sudah dibilang tidak bisa melahirkan normal, tetapi harus dibawa ke kota untuk operasi caesar, sudah menangis semua, itu sudah seperti berkata 'selamat jalan'. Dari sepuluh atau seratus wanita, hanya satu yang selamat. Ada teman sekolah saya yang ibunya harus dioperasi caesar, dia menangis, itu persoalan hidup dan mati. Sebab itu, anak-anak jangan melawan orang tua! Bukan hanya kepada ibu, tetapi ayah juga. Sebab benihnya dari ayah. Kalau tidak ada ayah, ibu tidak bisa melahirkan kita. Kecuali TUHAN Yesus, tidak memakai benih manusia tetapi dari benih ilahi. Kita harus menghormati kedua orang tua kita."


    Masalah apapun siang ini, seperti menghadapi naga, kalau sudah tidak bisa, mau apa lagi? Kalau dipikir, akan stress.
    Kita hanya mengeluh dan mengerang kepada TUHAN, mohon belas kasih TUHAN, sampai mujizat betul-betul terjadi.
    Kita tetap sabar dan kuat teguh hati untuk menghadpai apa saja: menghadapi keubahan hidup, kita terus berubah; menghadapi kesulitan, kita kuat teguh hati dan sabar. Kita hanya mengeluh dan mengerang sampai bayi lahir--masalah selesai.

    Yohanes 16: 19-21
    16:19. Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
    16:20. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi
    dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
    16:21.
    Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

    Hati-hati! Istilah 'tinggal sesaat saja' adalah puncak penderitaan; ini saat-saat yang menentukan.
    Seperti ibu mengandung bulan pertama, bulan kedua lebih berat lagi, bulan ketiga sampai kesembilan makin besar dan makin berat lagi. Jalan susah, tidur susah, lebih menderita, sampai mau lahir, bukan tambah enak, tetapi lebih menderita dan tidak berdaya lagi.
    Ini istilah waktu tinggal sesaat dan ini yang menentukan: putus asa, kecewa dan tinggalkan TUHAN, atau tetap kuat teguh hati, sabar, dan menyerah sepenuh kepada TUHAN.

    Seperti Saul. Samuel sudah mengatakan: 'Tujuh hari lagi aku akan datang untuk membakar korban.' Saul sudah menunggu sampai tujuh hari, tetapi Samuel belum datang juga. Padahal jamnya belum.
    Saul melihat, rakyat sudah pergi, ia tidak sabar. Tinggal sesaat, dia putus asa dan tidak menunggu Samuel. Tetapi baru saja ia selesai membakar korban--'tinggal sesaat saja'--, Samuel datang.

    Mungkin tinggal sesaat. Kita tinggal pilih: mau putus asa, kecewa, dan meninggalkan TUHAN--memakai jalan sendiri--tetapi binasa, atau tetap kuat teguh hati, sabar, dan menyerah sepenuh kepada TUHAN.

    Kalau kita tetap kuat teguh hati, sabar, dan menyerah sepenuh kepada TUHAN, tangan belas kasih TUHAN akan menyelesaikan segala sesuatu tepat pada waktunya dan kita bersukacita selamanya.

    Inilah pengertian kelahiran baru secara jasmani dan rohani, kita mengalami mujizat jasmani dan rohani, sampai kalau TUHAN datang kedua kali kita mengalami mujizat terakhir.

    Mazmur 27: 14
    27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
    Tadi, mujizat rohani yaitu kuat teguh hati dan sabar sampai melahirkan anak, mujizat jasmani: semua ditolong oleh TUHAN.
    Kalau tetap kuat teguh hati dan sabar, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti TUHAN saat Dia datang kedua kali--mujizat terakhir. Kita menjadi mempelai wanita yang sempurna.
    Tandanya adalah tidak salah dalam perkataan.

    Oleh karena itu, jaga mulai sekarang! Mulai tadi, penyucian lahir-batin adalah tidak boleh ada dusta, gosip dan lain-lain. Jaga sampai tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2), yaitu mulut hanya menyeru: 'Haleluya'--seperti bayi menangis--untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan yang permai.

    Sorak sorai dari keempat penjuru bumi; semua bangsa dan bahasa, hanya satu bahasa--satu tubuh satu penyembahan, yaitu: 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
    Kita diangkat di awan-awan, sampai di takhta TUHAN, tempat di mana gulungan kitab dipegang di tangan kanan TUHAN, tetapi diwahyukan ke dunia.

    Gulungan kitab ada di tangan kanan TUHAN, tetapi diwahyukan ke bumi. Di bumi, alkitab bekerja untuk menulisi kita sebelah dalam dan sebelah luar--menyucikanlahir dan batin kita--, sampai kita sempurna. Kita kembali ke tempat di mana gulungan kitab berada--di takhta sorga--selamanya.

    Jadi, alkitab tidak perlu didiskusikan atau diseminarkan. Sebab ini dari sorga. Tinggal dibukakan rahasianya, dipercayai, dipraktikkan, dan TUHAN akan menolong kita semuanya.

Pada kesempatan ini, mengeluh dan mengerang kepada TUHAN, apapun keadaan kita. Jangan ragu! TUHAN akan menolong kita semuanya. Berseru kepada Dia!
Kaau sudah tidak bisa apa-apa--seperti ibu mau melahirkan--, tidak bisa berpikir, saatnya hanya menyerah, bukan putus asa. Tinggal sessaat! Hanya merrah pada TUHAN.

Dua macam kelahiran: secara rohani: mari berubah hidup ini, jangan tetap dalam dosa dan tabiat daging. Mari berubah sungguh-sungguh!
Yang jasmani: serahkan kepada TUHAN. Dia sanggup menolong kita.

Mungkin tidak ada yang tahu sampai kedalaman kandungan hati pikiran kita, tetapi TUHAN yang tahu siang ini. Kaum muda, serahkan hidupmu dalam tangan TUHAN! Yang sudah berhasil jangan bangga. Naga akan datang, antikris akan memblokir semuanya. Kita tidak bisa apa-apa, kita harus hidup dalam tangan kemurahan TUHAN. Kita hanya bisa mengeluh dan mengerang kepada TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top