English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 Februari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 01 April 2007)
Tayang: 12 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Senin, 13 Januari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2010

Puncak dari kebahagiaan adalah 'berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'.
Ini terjadi pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali dan merupakan pertemuan antara Yesus/Mempelai Pria Surga dengan kita/Mempelai Wanita.

Jadi, jika kita mau menikmati pesta nikah Anak Domba, maka kita harus menjadi Mempelai Wanita. Sebab pesta nikah Anak Domba merupakan pertemuan antara Yesus/Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat/Mempelai Wanita.

Akan terjadi pertemuan di udara antara Yesus (Mempelai Pria Surga) dengan kita (Mempelai Wanita Tuhan) di awan-awan yang permai. Ini yang disebut dengan pesta nikah Anak Domba untuk selanjutnya kita dibawa masuk ke dalam kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus). Sesudah itu kita masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal (Yerusalem Baru). Ini merupakan puncak kebahagiaan.

Jadi syarat kalau kita ingin masuk ke dalam pesta nikah Anak Domba adalah kita harus menjadi Mempelai Wanita Tuhan (kehidupan yang tidak bercacat cela) = sempurna seperti Yesus.

Sekarang kita belajar siapa yang dapat masuk ke dalam kerajaan 1000 tahun damai.
Wahyu 20 : 6
Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Penghuni kerajaan 1000 tahun damai adalah Mempelai Wanita Tuhan dan juga imam-imam dan raja-raja. Jadi, Mempelai Wanita Tuhan/Tubuh Kristus = imam-imam dan raja-raja.

Wahyu 22 : 3-5
3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Jadi, syarat untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba, kita harus menjadi Mempelai Wanita Tuhan dan sekaligus menjadi imam-imam dan raja-raja. Ini harus, tidak bisa tidak. Semoga kita dapat mengerti.

1 Petrus 2 : 9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Imamat yang rajani = imam-imam dan raja-raja.

Apa arti/pengertian dari IMAM?
Di dalam bahasa asli berarti kohen. Artinya:
  • Seorang yang beribadah dan melayani Tuhan.
    Jadi seorang imam itu dwifungsi, bukan hanya beribadah, tetapi juga harus melayani atau bukan hanya melayani, tetapi juga harus beribadah. Ada yang berkata bahwa ia sudah beribadah --> ini masih kurang! Juga harus melayani. Ada juga orang yang hanya melayani, sebagai contoh: mengikuti paduan suara, sesudah menyanyi, langsung pergi keluar atau sesudah bermain musik, langsung pergi keluar sebab mereka berpikir mereka sudah melayani. Padahal pikiran seperti itu salah/keliru sebab menjadi imam itu dwifungsi: beribadah dan melayani Tuhan.

  • Seorang yang memangku jabatan pelayanan.
    Seorang imam itu memiliki jabatan, entah sebagai gembala, guru sekolah Minggu, dan lain-lain. Bukan kalau bisa ia melayani, kalau tidak bisa, tidak melayani.

  • Seorang yang berdiri di antara Allah dan manusia dan ikut dalam pelayanan pendamaian.
    Yang mendamaikan antara Allah dengan manusia berdosa adalah Yesus tetapi imam-imam ikut dalam pelayanan pendamaian. Kita jangan sampai menjadi imam tetapi kita mengadu domba. Jangan! Sebab imam bukan seperti ini, tetapi ia ikut dalam pelayanan pendamaian. Semoga kita dapat mengerti.
Arti dari RAJA:
Mazmur 20 : 7, 10
7. Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan
yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
10. Ya Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!
= orang yang diurapi dan yang berkemenangan.

Jadi, mengapa disebut imam dan raja?
Sebab Tuhan tidak menghendaki seorang imam yang lemah/yang kalah di saat menghadapi dosa, tetapi imam yang selalu menang terhadap dosa sehingga doa kita selalu dijawab oleh Tuhan. Dan kalau doa dijawab oleh Tuhan, berarti segala masalah diselesaikan oleh Tuhan. Inilah indahnya menjadi imam-imam dan raja-raja. Apalagi bagi kami sebagai full-timer yang sudah tidak mengharapkan apa-apa, hanya ke atas. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang. siapa yang boleh menjadi imam-imam dan raja-raja?
Keluaran 19 : 5-6
5. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Jadi sebenarnya yang boleh menjadi imam dan raja adalah orang Israel asli keturunan Abraham, Isak dan Yakub.

Jika demikian, bagaimana dengan bangsa kafir?
1 Petrus 2 : 9-10
9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Bukan umat Allah = bukan umat pilihan Tuhan, bukan bangsa Israel keturunan Abraham, Ishak dan Yakub secara daging. Jangankan menjadi imam, menjadi umat Tuhan saja, bangsa kafir tidak dapat. Jadi bagi bangsa kafir secara garis keturunan, tidak dapat menjadi imam dan raja karena bangsa kafir bukanlah keturunan Abraham, Ishak dan Yakub.

Tetapi Tuhan membuka jalan lewat jalur kemurahan (belas kasihan) Tuhan yang senilai dengan Darah Yesus. Jadi, kalau bangsa kafir dapat menjadi imam dan raja, maka itu hanya karena kemurahan/kuasa Darah Yesus.

Wahyu 1 : 5-6
5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya
6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Jadi, darah Yesus selain melepaskan kita dari dosa-dosa, maka darah Yesus juga membuat kita menjadi imam-imam dan raja-raja.

Jadi sudah jelas bahwa kita dapat menjadi imam-imam dan raja-raja lewat jalur kemurahan Tuhan yang seharga dengan darah Yesus. Itu sebabnya jangan kita melepaskan jabatan imam dan raja, sebab melepaskan jabatan imam dan raja = kehilangan tanda Darah.

Kita ingat waktu bangsa Israel hendak keluar dari Mesir, rumah-rumah mereka harus ditandai dengan darah, tetapi rumah dari orang Mesir tidak ditandai dengan darah. Karena tidak ada tanda darah, sampai pada Firaun yang kaya dan hebat, rumah mereka berisi dengan tangisan sebab mengalami kematian dari anak sulung.

Begitu juga kalau kita meninggalkan jabatan imam dan raja, maka kita akan benar-benar kehilangan tanda Darah dan ini berarti tangisan dan kematian rohani/kering rohani. Mari kita mohon kepada Tuhan supaya harga dari imamat kita seharga dengan Darah Yesus dan kita harus benar-benar menghargai imamat kita ini.

Sekarang bagaimana proses untuk menjadi imam dan raja?
  1. 1 Petrus 2 : 9
    Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    = kita dipanggil oleh Tuhan, artinya dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib = dipanggil dari orang berdosa untuk dibenarkan/diselamatkan.
    Sebab upah dosa itu adalah maut. Jadi sebenarnya orang berdosa itu harus dihukum. Tetapi Tuhan memanggil bukan untuk menghukum. Inilah kemurahan Tuhan.

    Kisah rasul 2 : 36 - 40
    36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    38. Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    39. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
    40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

    Orang yang masih jauh = bangsa kafir.
    Kita harus berhati-hati sebab bangsa kafir ini sudah ditentukan jumlahnya (sebanyak yang yang akan dipanggil oleh Tuhan) dan kalau jumlahnya sudah cukup, maka tidak ada kesempatan lagi. Ini berarti kalau kita tidak menjadi imam dan raja, berarti tidak ada kesempatan lagi untuk masuk puncak kebahagiaan. Semoga sekarang ini Tuhan memanggil kita sekalian sebab sekarang ini kita masih diberi kesempatan untuk dipanggil dan dibenarkan.

    Bukti dari kita dipanggil untuk menerima keselamatan/kebenaran yaitu:
    • ay 36 --> Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." = percaya/iman kepada Yesus lewat mendengar Firman.

      Bertobat =
      1. berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
        Kita jangan mengulang-ulang berbuat dosa, sebab kalau kita mengulang-ulang berbuat dosa, berarti panggilan dan keselamatan kita masih samar- samar/masih tanda tanya --> kita 'merasa' dekat dengan Tuhan, padahal kita sudah jauh.

        Nanti akan banyak orang yang terkena penyakit 'merasa' seperti jemaat Laodikia yang merasa kaya tetapi Tuhan katakan 'miskin dan telanjang'.
        Kemudian di dalam injil Matius 7, 'merasa' dipakai --> aku sudah bernubuat, sudah melakukan mujizat tetapi Tuhan katakan 'enyahlah engkau'. Jadi bukti kalau kita sudah jauh dari Tuhan adalah kita selalu mengulang-ulang dosa dan tidak pernah bertobat.

      2. berhenti untuk menghakimi orang lain.

    • baptisan air = menghasilkan hidup baru karena mendapatkan kelepasan dari dosa.
      Artinya: sekalipun ada kesempatan, ada keuntungan sampaipun ada paksaan dan ancaman, kita tetap tidak mau berbuat dosa lagi. Baptisan air ini lebih tinggi dari bertobat. Sebab kalau hanya bertobat, kita masih dapat ke kanan dan ke kiri dan kita masih dapat digoda. Tetapi kalau baptisan air, biar digoda, dipaksa sampai dipukul dan dipenjara, kita tetap tidak mau berbuat dosa dan ini berarti kita sudah mendapatkan kelepasan dari dosa. Seperti Yusuf yang digoda oleh isteri Potifar, sekalipun ia dipaksa sampai pun dimasukkan ke dalam penjara, ia tetap tidak mau berbuat dosa. Bagi yang sudah dibaptis, kita mohon agar kita mendapatkan kelepasan dari dosa-dosa.

    • baptisan Roh Kudus = menghasilkan hidup di dalam kebenaran, sebab salah satu nama dari Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Sesudah kita dipenuhkan/diurapi dengan Roh Kudus, maka kita dapat hidup di dalam kebenaran. Tetapi kita masih harus hati-hati, sebab sekalipun kita sudah hidup benar, kita masih dapat disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat. Jadi dipenuhkan/diurapi dengan Roh Kudus/baptisan Roh Kudus akan menghasilkan hidup benar dan berpegang pada satu pengajaran Firman yang benar.

    Almarhum Bapak Pdt. Pong pernah mengatakan: rel kereta api, sekalipun hanya dibelokkan sedikit saja, maka tidak akan pernah dapat bertemu kembali. Bukannya kita ini fanatik, sebab ini merupakan cara setan yang dapat menggoda kita untuk kembali berbuat dosa dengan membelokkan kita dari Firman pengajaran yang benar sehingga kita akan kehilangan kebenaran.

    1 Yohanes 2 : 27
    Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

    Tidak perlu diajar ini bukannya tidak memerlukan seorang pendeta lagi, tetapi tidak perlu diajar lagi tentang antikris/soal ajaran sesat. Sebab semakin kita diurapi oleh Roh Kudus, kita menjadi semakin peka terhadap ajaran-ajaran sesat.

    Saya ingat dengan apa yang dikatakan oleh almarhum Bapak Pdt. Pong : satu waktu, orang itu tidak perlu berbicara/menyampaikan Firman, ia baru berjalan saja, kita sudah tahu, sebab hawanya sudah lain karena pori-pori kita sudah terbuka. Sampai sebegini jauh kepekaan oleh Roh Kudus. Sangatlah heran kalau kita mengatakan bahwa kita dipenuhkan dengan Roh Kudus, tetapi menganggap semua pengajaran itu sama saja.

    Inilah kepenuhan/urapan Roh Kudus, yaitu:
    • Hidup benar = tidak mau kembali lagi berbuat dosa
    • Berpegang pada satu pengajaran Firman yang benar supaya kita tidak disesatkan, sebab kalau kita disesatkan, maka kita tidak akan pernah sampai ke surga.

  2. kita dipilih untuk disucikan.
    Dari banyak orang benar, maka masih dipilih satu untuk disucikan.

    Keluaran 28 : 1
    "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.

    Keluaran 29 : 1
    "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Setelah dibenarkan, maka kita harus dikuduskan/disucikan. Jika saudara menjadi imam-imam, maka apa-apa yang tidak benar, harus dibuang, setelah itu barulah kita dapat dipilih untuk disucikan/dikuduskan. Jadi syarat untuk menjadi seorang imam adalah kesucian, bukan kepandaian, kehebatan.

    Pandai berbicara pada waktu berkhotbah, tetapi jika tidak suci, tidak akan ada gunanya sebab sidang jemaat tidak akan mengalami penyucian sehingga menyampaikan Firman hanya seperti pidato saja.

    Bagi anggota paduan suara, sekalipun saudara pandai menyanyi, tetapi kalau tidak ada kebenaran/kesucian, maka tidak dapat menjadi berkat. Demikian juga dengan bermain musik. Saudara pandai/tidak pandai --> terserah! Yang penting adalah benar dan suci sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain.

    Berbicara tentang kesucian, maka terlebih dahulu kita harus berbicara tentang tempatnya terlebih dahulu. Sebab kalau kita mau disucikan, maka tempatnya harus benar.
    • Di mana tempat bagi kita agar kita disucikan? Di dalam tabernakel, yaitu di dalam ruangan suci/tempat suci.
      Setelah kita percaya (pintu gerbang),bertobat (mezbah korban bakaran) (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+korban+bakaran.html), kemudian masuk dalam baptisan air (kolam pembasuhan) (http://www.gptkk.orgtabernakel_bejana+pembasuhan+dari+tembaga.html), kemudian baptisan Roh Kudus (pintu kemah) (http://www.gptkk.org/tabernakel_pintu+kemah.html). Ketiga alat ini berada di halaman dari tabernakel.

      Kemudian setelah itu kita masuk di dalam ruangan suci = tempat suci. Imamat 21 : 12
      Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah Tuhan.

      Kita sudah sering belajar, bahwa di dalam ruangan suci ada tiga macam alat yaitu:
      Pelita emas --> Ibadah raya (http://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html), meja roti sajian --> ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci (http://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html), mezbah dupa emas --> ibadah doa penyembahan (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html).

      Ketiga macam alat ini merupakan tiga macam ibadah pokok kita.
      Di dalam ruangan suci ini kita mendapatkan minyak urapan Roh Kudus. Seorang imam yang tekun di dalam tiga macam ibadah pokok, ia mendapatkan urapan minyak Roh Kudus sehingga pelayanan kerohaniannya tidak akan kering = pelitanya tidak padam seperti lima gadis yang bodoh. Waktu Mempelai Pria Surga datang, mereka baru akan membeli minyak, tetapi mereka sudah terlambat sebab pintu sudah ditutup sehingga mereka tidak dapat masuk ke dalam pesta nikah Anak Domba.

      Itu sebabnya, di hari-hari ini kita harus berada di dalam ruangan suci sehingga ada minyak urapan dan kerohanian serta pelayanan kita tidak menjadi kering. Kalau kita melayani dengan minyak urapan, maka pelayanan kita semakin hari semakin meningkat. Inilah bedanya dengan pelayanan daging, kalau pelayanan daging, memang dapat meningkat, tetapi lama kelamaan dapat menurun.

      Contoh
      :
      Seorang anak kecil, masuk sekolah taman kanak-kanak, kemudian ia naik dengan memasuki sekolah dasar sehingga ia menjadi semakin pandai. Kemudian naik ke sekolah menengah pertama, berarti ia bertambah pandai. Kemudian naik masuk sekolah menengah atas sampai masuk ke perguruan tinggi dan menjadi seorang profesor. Tetapi setelah menjadi profesor, lama kelamaan menjadi linglung/pelupa. Inilah kalau pelayanan daging, semakin lama akan semakin merosot.

      Untuk ini, saudara dapat meneliti apakah saya melayani Tuhan dengan minyak urapan atau melayani dengan kemampuan daging. Kalau melayani dengan minyak urapan, pelayanan saudara akan semakin meningkat. Inilah tempat penyucian, yaitu ruangan suci dan seorang imam tidak boleh keluar dari tempat ini, sebab di dalam kitab lain dalam alkitab dikatakan, kalau keluar dari tempat itu, kerohanian akan mati. Semoga kita dapat mengerti.

    • Dengan apa kita disucikan? Kita disucikan dengan Firman pengajaran yang benar. Yohanes 15 : 3
      Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Ku = Yesus katakan = Firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat = Firman pengajaran yang benar = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Inilah perkataan Tuhan dan kita jangan menjadi ragu.

      Kita disucikan terutama dari dosa Yudas.
      Yohanes 13 : 10-11
      10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
      11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

      kaki = perjalanan hidup yang paling kotor.
      Yudas adalah seorang imam dan raja, juga memiliki jabatan seorang rasul tetapi ia dapat gagal. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

      Dosa Yudas = Hati terikat akan uang, ingin akan uang dengan praktek:
      1. Ingin menjadi kaya sehingga menghalalkan segala cara.
        1 Timotius 6 : 10
        Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

        Kita sudah diangkat menjadi imam dan raja karena kemurahan Tuhan. Itu sebabnya kita jangan ingin menjadi kaya dengan menghalalkan segala cara sebab ini akan menghancurkan kita sebagai imam dan raja. Dosa Yudas ini bukan hanya terjadi di bidang bisnis, tetapi Firman Tuhan di Malang mengingatkan kita bahwa sekarang ini banyak saksi-saksi palsu yang dikuasai oleh roh jual beli. Sesungguhnya berjual beli itu terjadi di pasar, tetapi di dalam alkitab ditulis bahwa jual beli terjadi di dalam gereja. Gereja dijadikan pasar, gereja dibuat ramai dengan memasukkan cara-cara dunia dan banyak orang yang datang melakukan transaksi sehingga banyak uang yang mereka dapatkan. Inilah dosa Yudas yang membuat segalanya menjadi mudah/gampang dan terjadi di dalam gereja dan gereja dibuat menjadi pasar sehingga pelayanan bukan lagi dengan sistim tahbisan tetapi memakai sistim marketing/sistim manejemen.

      2. Mencuri.
        Yudas mencuri milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Persepuluhan itu bukanlah taurat, sebab di dalam Kejadian sudah ada persepuluhan, sedangkan taurat baru ada di dalam kitab Keluaran --> Musa menerima hukum taurat.

        Kejadian 14 : 17-20
        17. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
        18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
        19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
        20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

    Jadi, Abram disongsong oleh dua orang raja yaitu Melkisedek, raja Salem dan raja Sodom.
    Kita harus berhati-hati. Di saat kita diberkati oleh Tuhan, maka kita disongsong oleh dua orang raja, yaitu raja Salem dan raja Sodom. Mau pilih yang mana?
    Kalau kita memberi persepuluhan, berarti kita mengikuti raja Salem = ikut Yesus,Boss,Pimpinan kita. Sebab Boss/Pimpinan dari imam-imam adalah Imam Besar.

    Tetapi kalau kita tidak memberikan persepuluhan, maka itu berarti kita mengikuti raja Sodom seperti Yudas yang mencuri milik Tuhan (persepuluhan) sehingga ia hancur binasa bersama dunia. Yudas jatuh tertelungkup ke tanah sehingga perutnya pecah dan isi perutnya terburai keluar. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, kita mau mengikuti siapa?

    Persepuluhan itu bukanlah uangnya, tetapi pengakuannya yaitu:
    • kita mengaku bahwa kita diberkati oleh Tuhan, bukan dari dunia/dari setan. Bukan memberi persepuluhan agar kita diberkati.
    • kita mengaku bahwa kita mengikuti Imam Besar/Yesus.

    Sifat dari Yudas itu:
    • seorang pengkhianat = tidak setia.
      Ini juga harus disucikan. Imam-imam tidak boleh tidak setia. Sebab pengkhianat itu dimulai dari tidak setia.

    • Mulut Yudas berdusta.
      Matius 26 : 22, 23, 25
      22. Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
      23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
      25. Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

    Inilah saudaraku! Kalau kita mau menjadi imam-imam, maka kita harus:\
    • Dipanggil --> hidup benar dan berpegang pada Firman pengajaran yang benar. Kita jangan bimbang/mendua hati tetapi berpegang pada satu Firman pengajaran yang benar dan ini adalah imam yang benar-benar dipanggil.

    • Dipilih --> disucikan dan tempat untuk disucikan adalah di dalam ruangan suci = tempat penggembalaan/tergembala.

    Dengan apa kita disucikan
    ? Dengan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Disucikan dari apa? Dari dosa Yudas yaitu:
    Hati = keinginan akan uang
    Tabiat/sifat = pengkhianat/tidak setia
    Mulut = suka berdusta.

    Ketiga hal ini bagaikan perjalanan hidup yang paling kotor --> 'kamu tidak perlu dibasuh lagi, kecuali kakimu'.

  3. kita ditetapkan oleh Tuhan.
    Markus 3 : 13-14
    13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.
    14. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

    Ditetapkan = diberi jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus.
    Efesus 4 : 11-12
    11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Saya selalu mengatakan, bahwa kita dipanggil, disucikan/dikuduskan, barulah diberi jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus.
    Jadi, yang diberi jabatan pelayanan adalah orang-orang kudus, bukanlah orang yang pandai/bodoh, kaya/miskin. Sebab kalau yang diberi jabatan adalah orang kaya/miskin, pandai/bodoh, maka ini ditetapkan oleh manusia.

    Kalau orang kaya datang kemudian diberi jabatan, maka ini ditetapkan oleh manusia. Seharusnya orang kaya itu dibiarkan duduk dulu untuk mendengarkan Firman Tuhan sampai terjadi panggilan oleh Tuhan sampai ia dapat hidup benar.
Kemudian ada pilihan Tuhan sehingga ia dapat digembalakan terlebih dahulu dan juga dapat disucikan dan pasti Tuhan akan menetapkan jabatan dan pelayanan kepada kita. Penetapan ini bukan oleh manusia/gembala.
Jika ada jabatan pelayanan, pasti akan ada karunia-karunia Roh Kudus, yaitu kemampuan ajaib agar kita dapat melakukan jabatan dan pelayanan.

Pertanyaannya: darimana karunia itu?
Salah satu pemberian karunia Roh Kudus itu lewat penumpangan tangan.

2 Timotius 1 : 6
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk
mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

Bukan mengorbankan, tetapi mengobarkan. Sebab sekarang ini banyak orang yang mengorbankan karunia Roh Kudus demi kuliah, demi pekerjaan dan sebagainya. Dan ini sangat berbahaya.

Bagaimana sikap kita terhadap karunia-karunia Roh Kudus?
  • Jangan meninggalkan jabatan dan karunia seperti Yudas yang binasa dan Esau yang mencucurkan air mata
  • Jangan lalai!
    Yeremia 48 : 10
    Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan Tuhan dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Jika lalai/sering lalai, maka kita akan terkutuk = hidup dalam kutukan. Setelah saudara merasa dipanggil, dipilih dan ditetapkan, jangan lalai apapun alasannya! Kecuali kalau kita dimutasi oleh Tuhan. Lalai ini belum meninggalkan tetapi kalau ia bisa melayani, maka ia akan melayani. Kalau tidak bisa melayani, ia tidak akan melayani = ia terkutuk sehingga hidupnya penuh dengan kesusahan dan air mata.

  • Setia dan berkobar-kobar dalam karunia dan jabatan bagaikan nyala api yang tidak pernah padam. Inilah pelayan Tuhan yang bagaikan nyala api.

    Ibrani 1 : 7
    Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Pelayan Tuhan bagaikan nyala api adalah pelayan Tuhan yang berkenan kepada Tuhan sebab diangkat oleh Tuhan.
Jadi hidup benar, suci, setia dan berkobar-kobar dalam karunia dan jabatan pelayanan = pelayan Tuhan bagaikan nyala api.

Wahyu 1 : 14
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

Pelayan Tuhan bagaikan nyala api. Mata Tuhan bagaikan nyala api. Berarti pelayan Tuhan yang suci, setia dan berkobar-kobar bagaikan mata Tuhan/biji mata Tuhan.

Inilah para imam-imam, jika mereka sungguh-sungguh masuk dalam proses yang benar yaitu:
  • Dipanggil = hidup benar
  • Dipilih = hidup suci
  • Ditetapkan = setia dan berkobar-kobar.
= kita sudah menjadi biji mata Tuhan yang hidup bukan dari uang, tetapi dari kasih setia, kemurahan Tuhan.

Saya yang menjadi bukti dari kasih setia Tuhan dan yang masih berdiri di depan saudara. Saya tidak pernah meminta, menelepon kakak yang sudah bekerja sekalipun saya tidak memiliki uang. Tetapi Tuhan dapat mencukupkan sampai hari ini. Sekalipun kita memiliki gaji / uang, tetapi kalau kita tidak memiliki kasih setia Tuhan, maka kita tidak dapat hidup.

Berapa gaji yang kita terima? 10 atau 20 juta sebulan? Tetapi kita sakit dan memerlukan dana sebesar 50 juta, maka semuanya akan habis kalau tidak ada kasih setia Tuhan. Itu sebabnya kita jangan tergantung pada gaji sekalipun kita memiliki toko atau memiliki apa saja, tetapi kita tetap hidup dari kasih setia Tuhan.

Mazmur 17 : 7-8
7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Menghadapi keadaan yang sudah tidak menentu, kita tidak perlu bingung. Kita boleh meningkatkan kepandaian, boleh menambah modal untuk usaha. Tetapi yang lebih penting, kita harus meningkatkan tahbisan pelayanan sampai kita diakui oleh Tuhan --> 'engkaulah biji mataKu'.

Kegunaan dari kasih setia Tuhan:
  1. melindungi dan memelihara kita secara ajaib di padang gurun dunia yang sulit sampai menyingkirkan/menerbangkan kita dengan dua sayap burung nazar ke padang gurun selama tiga setengah tahun sampai jaman antikris kita tetap dipelihara oleh Tuhan jauh dari mata ular. Di saat itu, ijazah, modal, deposito sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi, hanya kasih setia Tuhan yang memelihara kita.

  2. Mazmur 118 : 4-5
    4. Biarlah orang yang takut akan Tuhan berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    5. Dalam kesesakan aku telah berseru kepada Tuhan. Tuhan telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.

    Melepaskan dan menolong kita dari segala masalah, letih lesu dan berbeban berat serta memberikan kelegaan (perhentian) di padang gurun ini sampai pada perhentian/damai sejahtera yang kekal selama-lamanya. Perhentian kekal = kerajaan seribu tahun dan juga kerajaan surga.
    Kalau saudara melihat keadaan di padang gurun, maka keadaannya akan benar-benar sulit. Itu sebabnya di dalam alkitab dituliskan, tabut perjanjian berjalan di depan untuk mencari perhentian.

    Pada waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, berapa jumlah mereka? jumlah orang laki-laki yang berusia dua puluh tahun ke atas berjumlah enam ratus tiga ribu orang. Belum lagi yang berusia tua serta anak-anak maupun orang perempuan. Bagaimana mau mencari payung untuk orang sebanyak itu? Tentunya mereka akan mati karena kepanasan selama duabelas jam. Itu sebabnya perhentian itu sangat dibutuhkan sebab amat penting.

    Sekarang ini banyak orang yang gelisah, stress, kuatir, takut, tetapi kiranya Tuhan memberikan naungan dan perhentian/kasih setia Tuhan kepada kita.

  3. memberikan keajaiban-keajaiban di dalam hidup kita.
    Keajaiban secara jasmani = keberhasilan seperti Yusuf.
    Sekalipun ia berada di dalam penjara tetapi kasih setia Tuhan membuat ia berhasil di dalam segala hal bahkan ia berhasil menjadi perdana menteri.
    Di dalam penjara = segalanya terbatas/ tidak dapat leluasa bergerak dan juga tidak memiliki apa-apa. Tetapi kasih setia Tuhan memberikan keberhasilan.
Tetapi lebih dari keajaiban jasmani adalah keajaiban secara rohani, yaitu keubahan hidup sampai kita berhasil menjadi Mempelai Wanita Tuhan, yaitu kehidupan yang diubahkan menjadi sama mulia dengan Yesus untuk menyambut kedatanganNya yang kedua kali.
Inilah keajaiban/keberhasilan yang tertinggi. Kita jangan menjadi ragu, tetapi biarlah Tuhan menolong kita sebab Tuhan memanggil, memilih dan menetapkan kita menjadi biji mataNya yang hidup hanya dari kasih setia Tuhan.

Tuhan memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top