English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 04 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 02 Oktober 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 26 Mei 2014)
Tayang: 03 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 Juni 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 16 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 14 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 03 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 Maret 2014)
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 16 Januari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2010

Yudas 1 : 24-25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
7 penampilan dari Pribadi Yesus = 7 sinar kemuliaan yang kalau disinarkan kepada gereja yang benar, akan menghasilkan 7 kebahagiaan sejati.

Puncak kebahagiaan adalah berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba’ . Ini merupakan dambaan kita sekalian, tetapi dengan syarat kita harus menjadi Mempelai Wanita dan juga menjadi imam-imam dan raja-raja.

Berbahagia mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba = pertemuan antara Yesus Mempelai Pria Surga dengan kita Mempelai Wanita untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba, kemudian masuk kerajaan seribu tahun damai dan masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal.

Kita sudah mempelajari proses menjadi imam, yaitu:
  1. Kehidupan yang dipanggil, dipilih/disucikan dan ditetapkan oleh Tuhan. Ditetapkan = diberi jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus = kemampuan - kemampuan ajaib agar kita dapat melaksanakan jabatan pelayanan. Salah satu cara untuk mendapatkan karunia-karunia Roh Kudus adalah lewat penumpangan tangan dari gembala.
  1. Penampilan dari imam-imam, yaitu pakaian/jubah bulu unta seperti Yohanes Pembaptis yang adalah urapan Roh Kudus. Kemudian memakai ikat pinggang (kesetiaan dan kebenaran).
  1. Markus 1 : 6
    Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

    Makanan dari Yohanes Pembaptis adalah belalang dan madu hutan = makanan dari imam-imam.
    Belalang = terasa pahit, sedangkan madu terasa manis.
Apa arti rohaninya untuk sekarang ini? Wahyu 10 : 8-10
8. Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu."
9. Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
10. Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.

Jadi, belalang yang terasa pahit dan madu yang terasa manis = gulungan kitab yang terbuka = Firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat = Firman pengajaran yang benar.

Tetapi ada istimewanya di ay 8 : “…ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu.”

Gulungan kitab yang terbuka berada di tangan malaikat.
Malaikat adalah gembala (dalam kitab Wahyu dikatakan ‘tuliskan surat kepada malaikat jemaat Efesus dllnya).
Gulungan kitab yang terbuka berada di tangan malaikat = Firman pengajaran yang benar yang dipercayakan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat/domba-domba dan menjadi makanan bagi domba-domba/makanan imam-imam.

Jadi, makanan imam-imam adalah Firman pengajaran yang benar di tangan seorang gembala (Firman penggembalaan).

Setiap imam-imam harus tergembala, dimulai dari seorang gembala harus tergembala. Firman penggembalaan ini yang menentukan, sebab merupakan makanan bagi kita seperti setiap hari tubuh kita memerlukan makanan.

Jadi, Firman penggembalaan/makanan imam ini sangat menentukan:
  • Mati hidupnya seorang imam.
  • Kualitas rohani = kualitas pelayanan.
Jika kita memiliki gizi yang buruk, maka kita tidak dapat disuruh untuk melakukan pekerjaan yang berat dan kualitas kerja menjadi jelek sebab berada dalam kondisi sakit. Jadi kalau ada orang yang mengatakan pelayanan kami hebat, kita harus melihat terlebih dahulu makanannya. Kalau makanannya hebat, pasti kualitasnya juga hebat. Tetapi sekalipun pelayanannya hebat, kalau makanannya tidak hebat = bohong.
Sangat jelas! Kalau makanannya berkualitas, pelayanannya berkualitas, pasti rohaninya juga berkualitas. Ini yang menentukan mati hidup dari seorang imam sampai menentukan kesempurnaan.

Mazmur 23 : 1-2
1. Mazmur Daud. Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Takkan kekurangan:
  • Tidak bercacat cela = sempurna.
    Kalau kita dapat makan Firman penggembalaan sampai takkan kekurangan aku = sempurna.


  • Pemeliharaan hidup sehari-hari dari Gembala Agung.
    Jadi seorang imam selain harus tergembala, juga harus dapat makan
    Firman penggembalaan sebab ini merupakan mati hidupnya seorang imam dan juga menentukan
    kualitas pelayanan, rohani sampai menentukan kesempurnaan dari seorang imam. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius terhadap Firman penggembalaan.
    Kalau dikaitkan dengan
    ay 2 : Ia membaringkan aku = ketenangan, berarti

  • mengalami,mendapatkan ketenangan (pemeliharaan) jiwa dan roh = kita hidup di dalam ketenangan sekalipun dunia berguncang.
Mari saudaraku! Sikap kita di dalam mendengarkan Firman penggembalaan menentukan nasib kita. Saya baru menjadi seorang gembala selama lima belas tahun, tetapi saya dapat melihat kalau seorang sidang jemaat/domba mulai bersikap aneh-aneh kepada Firman penggembalaan, maka hidupnya mulai tidak tenang, goncang.

Tetapi kalau kita dapat makan Firman penggembalaan --> ‘takkan kekurangan aku’:
  • Pemeliharaan secara jasmani dari Gembala Agung.
  • Mendapatkan ketenangan = pemeliharaan secara jiwa dan roh.
Sekarang kita akan membahas PENGERTIAN dari pahit (kematian) dan manis (kebangkitan), yaitu:
  1. Amsal 27 : 7
    Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.


    = sikap penerimaan kita pada Firman penggembalaan.
    Bagi orang yang lapar, segala yang pahit terasa manis.
    Jika kita mendengarkan Firman penggembalaan dengan sikap yang membutuhkan (lapar), sekalipun Firman itu terasa pahit (sakit bagi daging), maka akan menjadi manis di dalam hidup kita dan menjadi kegemaran dan sangat kita nikmati.

    Tetapi sebaliknya, kalau kita menerima Firman penggembalaan dengan sikap kenyang, maka kita akan menginjak-injak madu
    .

    Sikap kenyang:
    • Tidak membutuhkan.
    • Sudah tahu sebab selalu diulang-ulang. Baru membaca Firman, reaksinya sudah tahu.
    • Kebiasaan, sehingga Firman yang manis akan diinjak-injak = menghina Firman penggembalaan.
    Kalau sikap penerimaan kita kepada Firman penggembalaan manis, maka masa depan kita juga akan menjadi manis, tetapi kalau sikap penerimaan kita pahit, maka masa depan kita juga akan pahit.

  2. pahit dan manis = proses penyucian oleh Firman penggembalaan.
    Wahyu 10 : 9
    Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."


    Firman penggembalaan menyucikan:
    • perut hati yang mengandung: kepahitan-kepahitan.
      Markus 7 : 21–23
      21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
      22. perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
      23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      : kebenaran diri sendiri yang seringkali tidak kita sadari.
      Ayub 10 : 1-2
      1. "Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.
      2. Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku.

      Jangan mempersalahkan aku = aku tidak bersalah, aku benar. Kebenaran diri sendiri itu tidak mau ditunjuk kesalahannya oleh Firman, karena ia merasa benar.

      Ayub 32 : 1-2
      1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Inilah kebenaran diri sendiri, artinya:
      • Ayub 10 = tidak mau disalahkan oleh Tuhan lewat Firman, apalagi oleh sesama.
      • Ayub 32 = menganggap diri benar dengan cara menyalahkan orang lain sampai menyalahkan Tuhan.

      Inilah hati yang pahit.

    • mulut yang pahit (Wahyu 10).
      Kalau hatinya pahit, pasti mulutnya juga pahit. Mulut yang pahit itu mengeluarkan perkataan yang sia-sia seperti bersungut-sungut dan berbantah-bantah, memfitnah, menjelek-jelek
      kan orang lain. Kalau hati dan mulut pahit, mengakibatkan kehidupan kita menjadi pahit. Hasil penyucian oleh Firman penggembalaan terhadap hati dan mulut yang pahit akan menghasilkan mulut yang manis/perkataan yang manis.
Waktu yang lalu:
  • Penampilan dari imam yang dimulai dari berpakaian secara jasmani termasuk rambut.
  • Kemudian pakaian secara rohani yaitu baju bulu unta.
  • Berikat pinggang .
Sekarang, penampilan terakhir adalah mulut yang mengeluarkan perkataan yang manis yang merupakan hasil penyucian oleh Firman penggembalaan.

Perkataan yang manis, dimulai dengan:
  1. tidak berdusta.
    Kita harus berhati-hati, sebab dusta ini benar-benar perkataan yang pahit. Apalagi di dalam nikah antara suami dan isteri berdusta dan baru ketahuan setelah bertahun-tahun
    , maka kepahitan ini melebihi pahitnya empedu.

    Mari kita menjaga penampilan kita dengan makanan yang tepat (Firman penggembalaan) sehingga kita mengalami penyucian sampai kita dapat tampil dengan mulut yang manis mulai di dalam rumah tangga, di dalam penggembalaan, di pekerjaan. Saya juga masih harus belajar untuk mengeluarkan perkataan/mulut yang manis.

  2. bersaksi.
    Wahyu 10 : 11
    Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."

    Kita bersaksi lewat perkataan, lewat perbuatan. Sebab bersaksi = menyinarkan sinar terang kepada orang-orang yang hidup di dalam kegelapan supaya mereka berpindah dari gelap kepada terangNya yang ajaib.

    Dulu, kita sudah mengalami dan sudah mempelajari di dalam 1 Petrus 2, yaitu kita dipanggil dari gelap menuju terangNya yang ajaib. Sekarang, mari kita membagikan dengan bersaksi lewat perkataan dan perbuatan kita = menyinarkan sinar terang Tuhan yang ajaib dan ini merupakan tugas kita.

  3. mulut menyembah Tuhan = perkataan manis.
    Mulut hanya untuk menyembah T
    uhan dengan berkata Haleluya.
    Sekarang menyembah T
    uhan, sebab nanti kita akan masuk dalam puncak kebahagiaan : ‘berbahagialah yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba’. Yesus tampil sebagai Mempelai Pria Surga dan juga sebagai Raja di atas segala raja. Ini berarti: mulai sekarang kita harus menyembah Yesus sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga dengan mengatakan Haleluya. Haleluya itu penyembahan kepada Yesus sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu untuk mengatakan Haleluya.
Wahyu 19 : 6-7
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Itu sebabnya kita harus membiasakan diri dengan menyembah Y
esus sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga, sebab banyak orang yang hanya tahu Yesus sebagai Juruselamat dan juga sebagai Penyembuh --> baik! Tetapi sesungguhnya puncak penampilanNya adalah Yesus sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga dan sekarang kita kumandangkan Haleluya, Haleluya. Semoga kita dapat mengerti.

Hasil dari mulut yang manis ialah:
Yesaya 43 : 15
Akulah Tuhan, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."

Menciptakan = ada kuasa penciptaan.
Di saat kita menyembah Tuhan dengan kata Haleluya, secara tidak sadar, karena kita tidak tahu, sebenarnya kita ini sudah menyembah Yesus sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga. Tetapi sekarang lewat Firman Tuhan kita sudah tahu bahwa kita menyembah Tuhan sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga dengan kata Haleluya, kita mengalami kuasa penciptaan.

Kata Haleluya ini bukanlah sembarangan, tetapi berdasarkan:
  1. Penyucian
  2. Pahit manis = mematikan yang lama dan membangkitkan yang baru.
Jika kita menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh berkata Haleluya, maka terasa ada pertemuan dengan Dia sebagai Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga sehingga kita mendapatkan ketenangan dan mengalami kuasa penciptaan.

Untuk apa kuasa penciptaan ini? Yesaya 43 : 16
Beginilah firman Tuhan, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
  1. Untuk menciptakan jalan keluar dari segala masalah (dulu menciptakan jalan keluar melalui laut) yang sudah buntu, sudah mustahil sebab ke depan ada laut, di belakang ada firaun, kiri dan kanan tidak ada jalan, yang ada hanyalah padang gurun. Inilah kegunaan dari kuasa penciptaan. Di saat kita sebagai imam-imam dapat menyembah Tuhan, maka Tuhan akan benar-benar memperhatikan kita.

  2. Untuk menciptakan jalan yang indah bagi masa depan kita
Kita jangan merasa kuatir. Sebab kalau kita menjadi imam-imam dengan:
  • proses yang benar
  • penampilan yang benar
  • menyembah Tuhan
maka Tangan Tuhan akan diulurkan dengan kuasa kebangkitan untuk membuka jalan bagi kita ke masa depan yang indah. Sebab Tuhan tidak pernah menipu kita.
  1. Yesaya 43 : 17
    yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah -- mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu --,

    Waktu bangsa Israel menghadapi laut Kolsom, mereka sudah seperti sumbu yang sudah berasap dan juga seperti buluh yang sudah terkulai ke depan, sedangkan untuk kebelakang juga tidak dapat = sudah tidak bisa hidup. Demikian juga dengan Musa, sebab Musa yang dicari oleh firaun tetapi dengan kuasa penciptaan, mereka menjadi cemerlang. Jadi, kuasa penciptaan untuk mengangkat kehidupan yang sudah tidak memiliki harapan lagi. Seperti sumbu yang sudah pudar nyalanya dan juga seperti buluh yang sudah terkulai tetapi menjadi kehidupan yang cemerlang = kehidupan yang diberkati oleh Tuhan.

    Mari saudaraku! Mungkin kita sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi sebab kepandaian maupun modal kita juga kurang, tetapi mari, masih ada janji Tuhan yang akan membuat kita menjadi cemerlang, berharga, diberkati dan dipakai oleh Tuhan. Sedangkan firaun yang kaya, pandai, berkuasa dan cemerlang, tetapi ia mati seperti sumbu. Itu sebabnya kita berpegang pada janji Tuhan sebab itu adalah kuasa pengangkatan.

  2. kuasa penciptaan untuk mengubahkan/menciptakan kita menjadi ciptaan yang baru. Sedikit demi sedikit, kita diperbaharui sampai satu waktu jika Yesus datang yang kedua kalinya, kita diubahkan menjadi sama dengan Dia dan kita siap masuk dalam pesta kawin Anak Domba.
Inilah kuasa penciptaan:
  • membuat jalan keluar dan memberikan masa depan yang indah
  • sekalipun sudah tidak memiliki harapan lagi bagaikan sumbu yang sudah berasap dan juga seperti buluh yang sudah terkulai. Tetapi Tangan Tuhan mau menegakkan kembali/diangkat oleh Tuhan menjadi kehidupan yang berarti, diberkati dan dipakai oleh Tuhan = imam-imam yang berharga di hadapan Tuhan.

  • mengubahkan/menciptakan menjadi ciptaan baru, kita diubahkan menjadi sama dengan Dia. Akan terjadi penyembahan secara massal di udara : Haleluya, menyambut kedatangan Tuhan.
Wahyu 19 : 6-7
6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Ada suara Haleluya dari empat penjuru bumi = semua imam-imam dari empat penjuru bumi, benar-benar akan bertemu di udara dengan satu suara Haleluya dan ini merupakan satu penampilan yang dahsyat. Ini merupakan puncak dari penampilan dari seorang imam yaitu mulut dapat berseru Haleluya, kita bertemu untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! sekarang ini kita belajar dengan menjaga mulut dan menyucikan mulut agar:
  • tidak berkata dusta.
  • tidak berkata, kata yang pahit tetapi kita bersaksi dan menyembah Tuhan.
Apapun keadaan kita, kita sembah Dia Sang Raja dan Mempelai Pria Surga sehingga kuasa penciptaan akan dicurahkan ditengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top