English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (RAbu, 26 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 23 Juli 201420140723)
Tayang: 08 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 25 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 14 April 2014)
Tayang: 30 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 14 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 13 Juni 2007)
Tayang:
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 21 Agustus 2013)
Tayang: 04 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 06 November 2013)
Tayang: 13 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 27 Juni 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 April 2010

Kita tetap akan membahas Matius 24, yang menunjuk pada penghukuman TUHAN atas dunia yang terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Dunia berserta isinya akan hancur oleh api penghukuman dari TUHAN dan yang lazim disebut dengan kiamat. Itu sebabnya kita mempelajari Matius 24 ini dengan sungguh-sungguh, supaya kita tidak ikut masuk dalam penghukuman dari TUHAN bersama dengan dunia ini.

Matius 24 : 1, 2, pandangan terhadap ibadah yang tua/yang jasmani.
1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
2. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

Sudahlah jelas, murid-murid yang mewakili orang Israel. Jadi, ibadah dari orang Israel, hanya memegahkan/membanggakan bait ALLAH yang jasmani/perkara-perkara yang jasmani.

Di dalam injil Yohanes 2, dituliskan, kalau ibadah itu hanya memegahkan dan puas dengan perkara-perkara yang jasmani/berkat-berkat yang jasmani, maka ibadah itu adalah ibadah taurat. Yohanes 2 : 19 - 21,
19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

46 --> saya sering mengatakan bahwa: Angka 4, menunjuk pada dua loh batu yang pertama yang berisi dengan empat hukum dan angka 6, menunjuk pada dua loh batu yang kedua, yang berisi enam hukum = hukum taurat. Jadi, ibadah yang hanya memegahkan perkara-perkara jasmani yaitu hanya puas dengan perkara-perkara jasmani = senilai/sama dengan ibadah sistim taurat. Semoga kita dapat mengerti.

Ibadah dengan sistim taurat ini, terlihat tersusun rapi oleh peraturan-peraturan manusia, menejemen juga diatur dengan rapi --> semuanya rapi seperti batu yang tersusun dengan rapi. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab banyak orang hanya puas dengan gedung gereja, dengan uang dllnya, diatur sedemikian rupa tetapi tidak memiliki nilai rohani yaitu kebenaran, apalagi kesempurnaan dan inilah ibadah taurat.

Galatia 3 : 11
Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."

Tidak ada orang yang dapat melakukan seluruh hukum taurat sehingga tidak dapat menjadi benar, apalagi menjadi sempurna dan ini berarti akan tetap binasa bersama dengan dunia.

Ibrani 10 : 1
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.

Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Jadi, sudah jelas! ibadah sistim taurat tidak membenarkan/tidak dibenarkan dan juga tidak ada kesempurnaan dan ini berarti tetap binasa bersama dengan dunia. Semoga kita dapat mengerti.

Kita kembali ke Yohanes 2 --> YESUS mengatakan: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Tiga hari ini menunjuk pada kematian TUHAN/Korban Kristus. Sebab YESUS mengetahui, ibadah yang hanya membanggakan hal yang jasmani/ibadah taurat, tidak akan membawa kepada kebenaran dan juga tidak membawa kepada kesempurnaan.

Ay 21, Tubuh-Nya Sendiri --> YESUS harus rela mati di kayu salib untuk merombak ibadah sistim taurat menjadi ibadah sistim kemurahan. Jadi, angka tiga berarti Korban Kristus = kemurahan --> Korban Kristus senilai dengan kemurahan yaitu pembangunan Tubuh Kristus/bait ALLAH yang rohani. Ini yang harus kita perhatikan dihari-hari ini yaitu kepada bait ALLAH yang rohani, sebab di dalam pembangunan Tubuh Kristus/bait ALLAH yang rohani di mana bangsa kafir dapat masuk ke dalamnya. Sebab kalau dengan sistim taurat, bangsa kafir tidak dapat masuk ke dalam pembangunan Tubuh Kristus sehingga ibadah sistim kemurahan adalah sistim yang cocok bagi bangsa kafir.

Tanda dari ibadah sistim kemurahan adalah:
  1. 2 Korintus 4 : 1
    Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    Tidak tawar hati = tidak kecewa dan berputus asa sehingga meninggalkan ibadah pelayanan = tidak pernah meninggalkan ibadah pelayanan. Sebab sebagai bangsa kafir, jika dapat melayani TUHAN, maka semua itu hanya karena kemurahan Hati TUHAN dan selama kita mengakui bahwa kita dapat beribadah dan melayani TUHAN, maka kita tidak akan pernah meninggalkan ibadah pelayanan sampai pembangunan Tubuh Kristus selesai/sempurna dan akan menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

    Orang yang mudah tersandung, kecewa dan putus asa itu karena merasa berjasa. Itu sebabnya kita juga harus berhati-hati, sebab lawan dari rasa kecewa adalah rasa bangga. Jadi, merasa tidak bangga adalah ibadah sistim kemurahan; sebab kalau merasa bangga, akan menuntut hak seperti Korah yang bangga karena ia juga sama-sama berasal dari bani Kehat seperti Musa sehingga ia menuntut hak dan ia binasa. Mari! tidak kecewa dan juga tidak merasa bangga adalah ibadah sistim kemurahan.

  2. Roma 12 : 1, 2
    1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Kita dapat mempersembahkan tubuh/kehidupan kita kepada TUHAN. Jadi, ibadah sistim kemurahan itu, dimulai dari mempersembahkan tubuh/kehidupan kita kepada TUHAN yang dimulai dengan mempersembahkan yang terkecil terlebih dahulu yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Persepuluhan
    ini merupakan pengakuan bahwa kita dipelihara oleh TUHAN = kita hidup dari kemurahan TUHAN. Sekalipun kita memiliki ijazah, memiliki perusahaan, memiliki gaji, tetapi begitu kita menerima gaji, mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka kita mengaku bahwa kita hidup dari kemurahan Hati TUHAN. Saya berulang kali mengatakan, kalau kita tidak mengakui bahwa kita dipelihara oleh TUHAN, maka tidak ada gunanya memberikan persepuluhan itu; sebab TUHAN tidak membutuhkan uang. Yang TUHAN butuhkan adalah pengakuan kita. Apalagi kita sebagai bangsa kafir, sebab di luar kemurahan TUHAN, maka bangsa kafir akan binasa. Dasar dari persepuluhan adalah kebenaran, sebagai contoh: jika kita mendapatkan berkat seratus, maka persepuluhan dari seratus adalah sepuluh.

    Persembahan khusus
    adalah persembahan suka rela dan ini adalah ucapan syukur bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN = hidup dari kemurahan TUHAN. Arah dari persembahan khusus adalah pembangunan tabernakel/pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.Waktu Musa diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat tabernakel, maka langkah pertama, TUHAN katakan untuk mengumpulkan persembahan khusus/persembahan dari orang-orang yang terdorong hatinya/yang rela hatinya. Jadi, dasar dari persembahan khusus adalah kerelaan/tidak dapat ditargetkan harus memberi berapa. Sebab kalau ditargetkan, tentu akan ada orang yang bersungut-sungut, sebab yang ditentukan/ditargetkan itu berbeda-beda sehingga semuanya tidak akan ada gunanya. Sekali lagi, bukan uangnya, dan arah dari persembahan khusus adalah pembangunan tabernakel/pembanguan Tubuh Kristus yang sempurna.

    Jadi, ibadah sistim kemurahan --> memiliki persembahan sampai dapat mempersembahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN yang dimulai dari:
    • yang terkecil yaitu persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, kemudian
    • mempersembahkan seluruh hidup kepada TUHAN sebagai persembahan yang hidup. Jadi syarat dari mempersembahkan tubuh adalah tubuh yang hidup.

    Waktu bangsa Israel membawa binatang untuk dipersembahkan, maka mereka tidak boleh membawa binatang yang mati, atau setengah mati bahkan yang pingsan.
    Hidup = dikuasai oleh Roh.Kudus, sehingga dapat menjadi aktif dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan.

    Tubuh yang kudus
    = dikuasai oleh Firman terutama oleh Firman pengajaran sehingga tidak tercemar oleh dosa.

    Tubuh yang berkenan kepada TUHAN
    = dikuasai oleh kasih yaitu taat dengar- dengaran.

    Inilah ibadah sistim kemurahan yaitu dapat mempersembahkan seluruh kehidupan kita kepada TUHAN yaitu
    :
    • dimulai dari mempersembahkan sepersepuluh dan persembahan khusus
    • dapat mempersembahkan tubuh yang hidup, yang kudus dan yang berkenan = yang taat dengar-dengaran kepada TUHAN. Ini merupakan kunci yaitu sampai dapat taat dengar-dengaran sehingga kita diakui oleh TUHAN --> inilah Anak-Ku Yang Ku-kasihi, kepada Nya Aku berkenan, dengarkanlah Dia.

    Sekali lagi, ukuran keberhasilan dari melayani TUHAN itu bukan diukur dari pemakaian TUHAN seperti membuat mujizat dllnya, tetapi diukur dari ketaatan --> Matius 7 : 21, 22
    21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

    Kehendak Bapa-Ku = taat dengar-dengaran. Jika ukuran keberhasilan dari melayani TUHAN yang diukur, ini berarti TUHAN tidak adil, sebab ada yang dipakai untuk membersihkan gereja, ada yang menyampaikan Firman TUHAN. Kemudian ada yang dipercayakan oleh TUHAN sepuluh orang domba, ada yang sepuluh ribu domba dan ini dianggap berhasil, sedangkan yang sepuluh orang domba, tidak berhasil sebab berada di desa --> bukan seperti ini. Tetapi ukuran dari keberhasilan itu adalah taat dengar-dengaran, sebab ketaatan inilah yang akan membuka pintu surga dan jika pintu surga terbuka, berarti pintu-pintu yang lain juga pasti akan terbuka.

    Mari! Dihari-hari ini kita mempersembahkan tubuh kepada TUHAN sampai kita menjadi taat dengar-dengaran. Ujian bagi bangsa Israel pada waktu Musa naik ke atas gunung dan ia tidak turun-turun, kemudian bangsa Israel mencopot anting-anting = mereka menjadi tidak taat karena menyembah berhala.


    Begitu juga istilah 'Musa tidak turun' = YESUS belum datang kembali kedua kalinya = ujian ketaatan bagi kita. Dan untuk ini banyak yang tidak berhasil = banyak yang gugur.


    Ay 22 --> pada hari terakhir, banyak orang yang tidak berhasil di dalam ujian ketaatan. Keberhasilan dalam pelayanan adalah taat dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar = ukuran kita adalah Firman. Jika tidak cocok dengan Firman, kita jangan menuruti, sebab tidak akan ada gunanya sekalipun dipuji oleh orang sebab dahsyat, tetapi kalau tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar, maka TUHAN katakan 'enyahlah' = tidak diakui oleh TUHAN.

    Itu sebabnya dihari-hari ini kita harus sungguh-sungguh serius dan biarlah dengan ketaatan = kita mempersembahkan tubuh yang berkenan sehingga pintu surga terbuka dan pintu-pintu di dunia juga akan terbuka bagi kita.


    Bagi kaum muda, saudara jangan mempersulitkan diri di dalam dunia yang sudah sulit ini. Apa yang dimaksud dengan mempersulit diri? Tidak taat, ini yang mempersulit diri di dalam dunia yang sudah sulit, tetapi kalau saudara taat dengar-dengaran = pintu akan terbuka lebar-lebar. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Roma 12 : 2
    Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Jika menjadi serupa dengan dunia, akan dihukum oleh TUHAN bersama dengan dunia. Jadi, tanda ibadah sistim kemurahan yang ketiga adalah mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia yang rohani. Kalau taurat, tidak akan ada pembaharuan sebab hanya diatur begini dan begitu supaya terlihat baik dan rapi --> hanya terlihat luarnya saja yang masuk ke gereja tetapi tidak terjadi pembaharuan. Tetapi kalau sistim kemurahan TUHAN --> YESUS mati, tetapi IA bangkit, demikian juga dengan kita ? kita mati dan bangkit dalam hidup yang baru yaitu dari manusia daging menjadi manusia yang rohani bahkan satu waktu menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS.
Pembaharuan ini dimulai dari:
  1. hati/pembaharuan hati, jangan seperti dunia tetapi pembaharuan hati yang tulus. Waktu TUHAN YESUS selesai dibaptis oleh Yohanes Pambaptis, begitu IA keluar dari air, maka turunlah Roh.Kudus bagaikan burung merpati berada di atas-Nya. Merpati ini adalah gambaran dari ketulusan --> tulus seperti merpati. Kalau hati dari dunia adalah cerdik seperti ular, tetapi hati dari anak-anak TUHAN harus tulus seperti merpati. Sebab jika hati tulus, maka TUHAN memberikan kepekaan supaya dapat membedakan, terutama dimulai dari seorang gembala menerima karunia untuk menimbang roh. Itu sebabnya kalau kita memiliki hati yang tulus dan tidak munafik, ada iri hati, ada kepahitan, maka TUHAN akan memberikan kepekaan sehingga kita dapat membedakan mana pengajaran yang benar dan mana pengajaran yang palsu.

    Saya teringat salah satu khotbah dari alm.bpk.pdt Pong --> kalau satu saat kepekaan itu bertambah, maka bukan dari kata-katanya saja kita dapat membedakan, tetapi orang itu berjalan melewati kita saja, pori-pori kita dapat terbuka sehingga kita dapat mengetahui pengajaran dari orang tersebut tidaklah benar. Sekarang ini baru lewat mendengar saja.

    Jika kita sudah dapat membedakan pengajaran yang benar dan yang palsu, maka kita juga dapat membedakan pelayanan yang benar dan yang palsu.


    2 Tawarikh 12 : 8
    Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."

    Ada seseorang yang diistilahkan sebagai wakil gembala dari sebuah gereja yang memiliki ribuan sidang jemaat. Satu waktu, setelah ia mendengarkan Firman pengajaran, kemudian ia bersaksi --> dulu saya berpikir Firman pengajaran ini eksklusif dan aneh-aneh, tetapi setelah bapak menyampaikan Firman pengajaran dan sesudah beberapa kali saya mendengarkan, kemudian saya berkata, tidak ada yang aneh dari Firman pengajaran ini dan saya dapat menerimanya. Kemudian ia mulai bercerita --> benar pak! Saya belum dapat membedakan, sekalipun saya melayani ribuan jemaat, semuanya saya tangani, dimulai dari musik dlsbnya, hanya saya tidak berkhotbah. Tetapi kemudian saya bertanya --> saya ini melayani TUHAN atau melayani gembala saya/manusia? Saya terkejut mendengarkan ia berkata seperti itu. Itu sebabnya, kalau kita sudah memiliki hati yang tulus, maka kita dapat membedakan pengajaran yang benar dan pengajaran yang tidak benar.

    Demikian juga dengan apa yang dikatakan oleh alm.bpk.pdt Totaijs, beliau mengatakan, kalau orang sudah menyamakan semua pengajaran, maka ia sudah mulai disesatkan. Untuk ini harus ada ketegasan sehingga ia dapat membedakan mana tahbisan/pelayanan yang benar dengan tahbisan/pelayanan yang tidak benar.


    Setelah itu, di dalam Roma 12, dapat membedakan mana yang baik, mana yang berkenan kepada ALLAH dan yang sempurna --> dapat membedakan sesuatu yang baik dan yang jahat sehingga kita tidak berbuat jahat sampai kita menjadi sempurna.

    Saya permisi berbicara --> kalau gembala/hamba TUHAN, anak-anak TUHAN tidak dapat membedakan pengajaran dan tahbisan yang benar dengan pengajaran dan tahbisan yang palsu, sudah dapat dipastikan, kehidupan itu juga tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar seperti orang di Niniwe yang tidak dapat membedakan mana tangan kanan dan mana tangan yang kiri, sekalipun ini jelas berbeda. Akibatnya perbuatan dosa mereka membumbung tinggi keatas untuk dihukum oleh TUHAN. Itu sebabnya pembaharuan hati itu penting yaitu menjadi hati yang tulus sehingga dapat membedakan mana pengajaran dan tahbisan yang benar dan mana pengajaran dan tahbisan yang palsu.

    Ada orang yang berkata bahwa berdusta demi kebaikan itu tidak mengapa --> ini adalah orang yang tidak dapat membedakan mana yang dosa dan mana yang tidak. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dan mohon kepada TUHAN agar mendapatkan hati yang tulus sehingga kita dapat membedakan pengajaran dan tahbisan yang benar dan yang tidak benar, sebab ini merupakan cikal bakal/awal.

    Jika ini bisa, maka semuanya juga bisa dan
    :
    1. kita tidak akan terperosok
    2. kita tidak akan tersesat dan
    3. tersandung. Kita tidak mengeksklusif/mengkhususkan diri --> tidak! Tetapi ini yang menentukan nasib kita. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Sesudah pembaharuan hati, maka selanjutnya adalah pembaharuan mulut --> Matius 21 : 16
    lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

    Apa yang dari hati, keluar di mulut. Kalau hati tulus seperti bayi, maka mulut juga akan seperti bayi. Sebab hati yang tulus = hati dari bayi yang masih polos. Inilah pembaharuan mulut sehingga mulut kita seperti mulut bayi yang hanya untuk memuji dan menyembah TUHAN.

    Bagaimana cara seorang bayi memuji dan menyembah TUHAN, sebab bayi tidak dapat menyanyi? Lewat menangis dan untuk kita sekarang, kita menyembah TUHAN dengan hancur hati = mengaku bahwa saya sebagai bangsa kafir yang tidak layak dan tidak mampu, tetapi hanya hidup dari kemurahan TUHAN.


    Kalau kita dapat menyembah TUHAN dengan hancur hati, maka akan menarik hadirat TUHAN datang/tahta TUHAN ada ditengah-tengah kita.


    Yesaya 57 : 15
    Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
Remuk hati = hancur hati. Sekali lagi, jika kita dapat menyembah TUHAN dengan:
  • hancur hati
  • mengaku tidak layak dan tidak mampu
  • hanya hidup dari kemurahan Hati TUHAN, maka maka menarik hadirat TUHAN/menarik tahta TUHAN ada ditengah-tengah kita sekalian.
Di dalam Yesaya 6 'dimana ada Tahta TUHAN, maka di situ ada Ujung Jubah TUHAN' --> Yesaya 6 : 1, Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Ujung Jubah TUHAN = kuasa dan kemurahan TUHAN dan untuk sekarang berarti bagaikan uluran Tangan TUHAN.

Apa kegunaan dari Ujung Jubah TUHAN/kemurahan dan kuasa TUHAN?
Di bagian atas disebutkan 'memenuhi bait suci'
Bait suci = kita sekalian.
Bait suci yang rohani = Tubuh Kristus.
Jadi arti dari Ujung Jubah memenuhi bait suci adalah:
  • melindungi dan memelihara kehidupan kita/gereja TUHAN/anak-anak TUHAN dari segala celaka mara bahaya dan kesulitan-kesulitan. Sekarang ini banyak orang yang mengeluh bahwa keadaan sangat sulit, siapa yang mampu bertahan? Yang mampu bertahan adalah kehidupan yang dilingkupi oleh Ujung Jubah TUHAN dan jika kita menjadi Tahta TUHAN/selalu hancur hati.

    Mari! kita banyak menyembah TUHAN dihari-hari ini supaya kita dapat hancur hati = selalu mengaku bahwa kita hanya hidup dari kemurahan TUHAN sehingga kita menjadi Tahta TUHAN = ada Ujung Jubah yaitu kuasa TUHAN yang dapat melindungi dan memelihara kita dari segala kesulitan dan mara bahaya = dari krisis di dunia ini. Sebab kita tidak dapat berbuat apa-apa dalam menghadapi segala masalah, tetapi hanya memohon supaya ada Ujung Jubah TUHAN. Itu sebabnya, sekarang ini kita pegang Ujung Jubah TUHAN sebab hanya ini yang dapat menolong kita.


  • Markus 5 : 25 - 29
    25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
    26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
    27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
    28. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
    29. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

    Ujung Jubah TUHAN/kuasa kemurahan TUHAN untuk menolong kita dari perkara-perkara jasmani yang sedang merosot bahkan menjadi lebih buruk. Mungkin kesehatan semakin memburuk seperti ibu yang sakit pendarahan, sudah banyak yang ia keluarkan bagi tabib, tetapi ia ditunggu untuk menjamah Ujung Jubah TUHAN. Pendarahan ini terjadi karena ada pembuluh darah yang pecah. Itu sebabnya, sekarang ini mari! kita mohon untuk menjamah Ujung Jubah TUHAN.
  • Markus 5 : 33, 34,
    33. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
    34. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

    Ay 33 --> inilah pengakuan dosa yang diakui kepada YESUS. Hidupnya mengalami pendarahan selama duabelas tahun sehingga berbau busuk. Jadi arti dari Ujung Jubah adalah untuk mengampuni dan menyucikan segala dosa kita. Sambil memegang Ujung Jubah TUHAN, kita mengakui kebusukan-kebusukan kita.

    Pergilah dengan selamat = jangan berbuat dosa lagi; sebab jika kita berbuat dosa lagi, berarti kita tidak selamat. Mari! kita menjamah Ujung Jubah TUHAN sehingga kita mendapatkan pengampunan dan penyucian tetapi kita jangan berbuat dosa lagi sampai satu waktu kita tidak dapat berbuat dosa lagi = sempurna seperti YESUS.

Ujung Jubah berarti berada paling bawah = banyak menyembah TUHAN = tempat yang paling bawah, tetapi satu waktu, kita akan ditinggikan diawan-awan sampai ke Tahta TUHAN dan bersanding bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Mari! sekarang ini, kita menggunakan waktu dengan sungguh-sungguh sehingga ibadah kita berubah dari sistim taurat kepada sistim kemurahan yaitu:
  • tidak menjadi kecewa, dan tidak merasa bangga
  • tidak mencari sesuatu di dalam ibadah tetapi mempersembahkan sesuatu kepada TUHAN sampai mempersembahkan tubuh sehingga kita menjadi taat dengar-dengaran
  • ada pembaharuan hati dan mulut dengan banyak menjamah Ujung Jubah TUHAN/berada di bawah Kaki TUHAN sehingga Ujung Jubah TUHAN melindungi dan menyelesaikan apa yang sudah busuk dan juga menyucikan sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS dan layak menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top