English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 15 November 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Malang, 17 Februari 2009 (Selasa Sore)
Kebaktian Penataran Imam-imam Malang II

Matius 24:29-31 adalah...

Ibadah Raya Malang, 06 Januari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Desember 2013 (Senin Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Ciawi II, 28 Juli 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala...

Ibadah Doa Malang, 26 November 2019 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Jika diutus Tuhan, berarti...

Ibadah Raya Malang, 29 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:16-30 adalah SIKAP TERHADAP TALENTA.

Sikap yang positif diwakili oleh hamba...

Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 28 Juni 2019 (Jumat Malam)
Kita belajar tentang ukuran Tabernakel: panjang: 100 hasta, lebar: 50 hasta.
Pengertian ukuran Tabernakel:

Panjang: 100 hasta.
100= 10 x 10.
10...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Agustus 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 30-35
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka:...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Juni 2015 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, kita membaca di dalam Matius 25: 6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= tentang 10...

Ibadah Raya Malang, 07 April 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 16 Maret 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala...

Ibadah Raya Malang, 08 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Raya Malang, 16 Januari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 23 Agustus 2020 (Minggu Pagi)

Bersamaan dengan pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XLII

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11: 15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Sangkakala ketujuh menampilkan tiga hal:
  1. Ayat 15-17 = pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi, itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru selamanya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2020 sampai Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2020).

  2. Ayat 18 = murka Allah atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2020).

  3. Ayat 19 = tabut perjanjian, gereja yang sempurna, mempelai wanita Sorga.

ad. 2.
Wahyu 11:18
11:18. dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."

Sangkakala ketujuh menampilkan hukuman Allah atas dunia dan orang-orang yang layak menerimanya dalam bentuk tiga kali tujuh penghukuman, kiamat, sampai neraka selamanya.
Tetapi Tuhan juga memberikan upah kepada orang-orang yang layak menerimanya.

Jadi, sangkakala ketujuh menampilkan pribadi Yesus sebagai Hakim yang adil.

Siapa yang layak untuk menerima upah dari Tuhan?
  1. 'hamba-hamba-Mu' = hamba Allah (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 13 Agustus 2020).

  2. 'nabi-nabi' = kehidupan yang mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2020).

  3. 'orang-orang kudus' = menjadi orang kudus (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Agustus 2020).

ad. 3.
Pengertian dari orang-orang kudus adalah orang-orang yang dapat memahami, mengerti, merasakan, dan mengalami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya, dan dalamnya kasih Kristus.

Efesus 3:18
3:18. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

Tanpa kasih semuanya akan menjadi sia-sia, bahkan binasa selamanya.

Praktik memahami, mengerti, merasakan, dan mengalami kasih Kristus:
  1. Tinggi dan dalamnya kasih Kristus.
    • 'Tinggi'= naik.
    • 'Dalam'= turun.

    Efesus 4:8-12
    4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    4:9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    4:10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Yesus telah turun ke bagian bumi paling bawah (alam maut) sampai mati di kayu salib untuk membebaskan manusia berdosa dari tawanan maut/ kebinasaan. Ini adalah dalamnya kasih Kristus.

    Jadi, memahami sampai mengalami dalamnya kasih Kristus artinya kita manusia berdosa harus terlepas dari tawanan dosa, terutama dari tiga dosa yaitu:
    • Dosa dusta.
      Yesaya 28:15
      28:15. Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"

      Berdusta sama dengan tanda tangan kontrak dengan maut. Dalam hal apa pun, jangan berdusta. Orang berdusta memang tidak bisa dijamah oleh manusia dan Tuhan, tetapi hanya berada di dalam tangan setan untuk dibinasakan.

      Kalau kita memahami sampai mengalami kasih Kristus, sekarang juga kita harus terlepas dari dosa dusta, yaitu bisa berkata benar dan baik.

    • Tidak mengasihi sesama, sama dengan berbuat jahat dan merugikan sesama, apalagi sesama imam.
      1 Yohanes 3:14-15
      3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
      3:15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

      Hofni dan Pinehas menyakiti pelayan-pelayan Tuhan, dan akibatnya terjadi Ikabod. Bahaya!
      Tidak mengasihi sama dengan membenci, membalas kebaikan dengan kejahatan.

    • Dosa Babel, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin-mengawinkan (percabulan lewat perkataan, pikiran, pandangan, dan perbuatan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sah, hubungan sejenis, hubungan dengan binatang).
      Amsal 5:3,5
      5:3. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
      5:5. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.

    Kalau kita terlepas dari tiga dosa ini, kita bisa hidup benar dan suci. Inilah yang disebut sebagai orang-orang kudus yang memahami, mengerti, merasakan, sampai mengalami dalamnya kasih Kristus.

    Efesus 4:8,11-12
    4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Yesus naik ke tempat yang tinggi di sebelah kanan takhta Allah Bapa untuk memberikan jabatan pelayanan kepada orang kudus, sama dengan mengangkat orang-orang kudus menjadi imam-imam dan raja-raja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini sama dengan tingginya kasih Kristus. Dari tawanan maut kita menjadi tawanan Roh.

    Wahyu 1:5-6
    1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
    1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    'telah melepaskan kita dari dosa kita' = dalamnya kasih Kristus.
    'membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah' = tingginya kasih Kristus.

    Kisah Rasul 20:22
    20:22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

    Jadi, tingginya dan dalamnya kasih Kristus membebaskan kita dari tawanan maut untuk menjadi tawanan Roh.
    Ini yang harus kita alami hari-hari ini. Jangan terus menjadi tawanan maut! Jangan tunggu besok, tetapi sekarang sudah terlepas dari sedikitnya tiga dosa di atas, dan kita akan dipakai Tuhan, bukan setan.

    Tanda tawanan Roh:
    • Pelayan Tuhan yang rendah hati.
      Kisah Rasul 20:17-20,22-24
      20:17. Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.
      20:18. Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
      20:19. dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
      20:20. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
      20:22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
      20:23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
      20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

      'kuberitakan dan kuajarkan' = firman penginjilan dan firman pengajaran.

      Rendah hati artinya:
      1. Kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      2. Kemampuan untuk mengakui kelebihan orang lain, sehingga bisa bekerja sama. Tidak usah iri kalau ada orang yang memiliki kelebihan, ikuti pengajaran dan teladannya saja.
        Kalau sombong, akan menyendiri dan tidak bisa bekerjasama.

    • Pelayan Tuhan yang melayani dengan cucuran air mata, bahkan banyak mencucurkan air mata, artinya:
      1. Kesungguhan hati/ tanggung-jawab dalam setiap pelayanan.
      2. Pengorbanan untuk Tuhan dan sesama, bukan mengorbankan Tuhan dan sesama.
      3. Banyak pergumulan di bawah kaki Tuhan menghadapi masalah apa pun, sampai Tuhan berbelas kasihan.
        Semua bisa Tuhan lakukan di dalam belas kasih-Nya.
        Bangsa kafir seharusnya binasa, tetapi lewat belas kasih-Nya di kayu salib, kita bisa diselamatkan.

      Mari, menghadapi apa pun kita banyak mencucurkan air mata. Usaha kita terbatas, tetapi tangan belas kasih Tuhan tidak terbatas di dunia, bahkan Dia bisa membuka pintu Sorga bagi kita. Jangan takut!

    • Ayat 20, 24 = setia dan berkobar sampai garis akhir, sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kembali.
      'tidak menghiraukan nyawa' = tidak mau sampai tidak bisa dihalangi oleh apapun.

  1. Panjang dan lebarnya kasih Kristus = memandikan kita dengan air dan firman.
    Efesus 5:25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Memandikan dengan air = baptisan air yang benar.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus untuk bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus, sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Memandikan dengan firman = air hujan firman pengajaran.

    Ulangan 32:2

    32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Firman pengajaran harus diulang-ulang secara berlimpah untuk memandikan kita. Itulah firman penggembalaan.
    Jadi, firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang secara berlimpah merupakan panjang sabarnya Tuhan, sama dengan panjang dan lebarnya kasih Kristus kepada kita, terutama imam-imam yang masih mengulang-ulang dosa dan puncaknya dosa.
    Kalau sudah tahu firman tetapi masih mengulang-ulang dosa, berarti bukan tanah liat tetapi batu keras (keras hati). Oleh karena itu harus disucikan secara dobel sampai pada kesempurnaan.

    Setelah kita menyelam dalam baptisan air, kita juga harus menyelam dalam air hujan firman pengajaran yang benar, terutama dalam ibadah pendalaman Alkitab.
    Tinggal pilih! Batu keras ditenggelamkan dalam baptisan air dan firman pengajaran atau ditenggelamkan di lautan api dan belerang karena mempertahankan dosa.

    Yesus memandikan kita artinya:
    • Menyucikan kita secara dobel dari dosa lahir dan batin, sehingga kita tidak berdusta tetapi jujur dan tulus.
      Kolose 3:5-9
      3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4) dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
      3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
      3:7. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
      3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4) dan kata-kata kotor(5) yang keluar dari mulutmu.
      3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai(6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

      Ayat 5 = enam dosa secara lahir.
      Ayat 8-9 = enam dosa secara batin.
    • Membaharui.
      Firman pengajaran adalah lebih tajam dari pedang bermata dua. Tajam pertama untuk memotong dosa lahir dan batin, dan tajam kedua untuk membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Kolose 3:10-14

      3:10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
      3:11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
      3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan(1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4) dan kesabaran(5).
      3:13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian(6: saling mengampuni).
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih(7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

      Belas kasihan = tidak menghakimi orang berdosa, dan tidak mengelus-elus dosa, tetapi membawa kepada Tuhan.
      Kemurahan = dermawan.
      Lemah lembut = kemampuan untuk menerima firman Tuhan yang keras.
      Kesabaran = sabar menunggu waktu Tuhan.

      Ini adalah tujuh ciri manusia baru, dan puncaknya adalah kasih. Kita mengasihi Tuhan lebih dari semua (taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara).

    Inilah manusia baru yang memahami sampai mengalami panjangnya dan lebarnya kasih Kristus, yaitu menjadi pelayan Tuhan yang jujur dan taat. Ini yang dinilai oleh Tuhan.

    Jujur dan taat sama dengan berkata: 'ya Abba, ya Bapa.' Ini adalah doa penyembahan yang memuncak kepada Tuhan sampai penyerahan nyawa. Nilainya sangat tinggi. Banyak gadis cantik, tetapi Ester memiliki nilai tambah. Nilai tambah ini yang membuat Tuhan bergairah dan memilih kita.

Tuhan sedang menulis di hati bagaimana tingginya, dalamnya, panjangnya, dan lebarnya kasih-Nya kepada kita, supaya kita menjadi tawanan Roh sampai kita menjadi sempurna seperti Dia. Kita juga harus membuktikan bahwa kita jujur, tulus, dan taat apa pun yang terjadi terutama dalam penderitaan. Hanya itu yang ditunggu oleh Tuhan.

Kita hanya menyembah kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kepada kita secara pribadi untuk mengadakan mujizat di tengah kita, bukan menghukum.

Contoh: perempuan berzinah.
Yohanes 8:2-11
8:2. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6. Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
8:8. Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya
tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11. Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

'perempuan yang kedapatan berbuat zinah' = batu keras.
'tinggallah Yesus seorang diri' = penulisan kasih Allah dilakukan secara pribadi.

Keadaan batu keras adalah hidup dalam dosa dan puncaknya dosa, kehancuran nikah dan buah nikah, kegagalan dalam pekerjaan dan studi, dipermalukan, ketakutan, stres, dan tangisan, sampai jalan buntu dan kebinasaan selamanya.

'pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua' = hati-hati, banyak orang sadar bahwa ia berdosa, tetapi ia meninggalkan Yesus, bukan mengaku.

Perempuan berzinah bagaikan batu keras, tetapi mau ditulisi oleh Tuhan dua kali:
  • Yang pertama adalah tulisan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Perempuan ini mau mengaku dosa.
  • Yang kedua adalah tulisan panjangnya dan lebarnya kasih Kristus. Perempuan ini mau disucikan dan diubahkan sampai jujur dan taat.
Ini yang ditunggu oleh Tuhan. Kalau Tuhan izinkan sesuatu yang luar biasa terjadi pada kita, di luar logika dan kemampuan kita, tujuannya adalah supaya kita seorang diri mengalami pengalaman pribadi dengan Dia. Dia seorang diri di kayu salib sanggup melakukan keajaiban besar.

Mazmur 136:4
136:4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Tuhan rindu kita seorang diri mengalami kasih-Nya.

Ayub juga tidak pernah seorang diri mengalami kasih Tuhan, sampai akhirnya ia harus mengalami ujian habis-habisan, barulah ia bisa melihat Tuhan secara pribadi.

Ayub 42:5
42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Mari memandang tingginya, dalamnya, panjangnya, dan lebarnya kasih Tuhan. Jangan lihat yang lainnya. Kita tidak akan beranjak dari kasih Tuhan.

Di kayu salib Dia seorang diri mengadakan mujizat bagi kita, sampai kalau Dia datang kembali Dia akan mengubahkan kita jadi sempurna. Kita tidak salah dalam perkataan. Kita hanya bersorak-sorai "Haleluya" di awan-awan yang permai. Kita bersama Tuhan selamanya, dan tentu bersama keluarga kita.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top