English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Maret 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 29 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 05 Agustus 2007)
Tayang: 18 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 23 Maret 2008)
Tayang: 09 Oktober 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 Desember 2007)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 20 April 2008)
Tayang: 21 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 11 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 28 Oktober 2007)
Tayang: 04 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 16 September 2007)
Tayang: 26 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 22 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 12 Agustus 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 14 Juli 2010

Kita masih akan membahas bagian yang ke II tentang tujuh nubuat. Jadi, sebelum kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, ketujuh nubuat ini harus terjadi.

Matius 24 : 3 - 5, --> nubuat tentang penyesat-penyesat/pengajaran sesat.
3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu
5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Inilah saudaraku nubuat yang pertama tentang penyesat-penyesat atau pengajaran sesat, yang harus kita waspadai. Saya sudah mengatakan/ Firman Tuhan sudah mengatakan bahwa penyesatan atau pengajaran sesat ini lebih dahsyat, dari gempa, tsunami, bahkan lebih dahsyat dari nuklir, yang akan digunakan dalam perang dunia ketiga, ini sesuatu yang dasyat, tapi yang lebih dasyat lagi adalah pengajaran sesat. Sebab kalau gempa, tsunami, nuklir hanya bisa membunuh tubuh manusia, tetapi pengajaran sesat itu dapat membunuh/membinasakan baik tubuh, jiwa, roh manusia sampai di neraka selama-lamanya.

Ini yang harus kita waspadai hari-hari ini, sebab banyak penyesat-penyesat dan banyak yang disesatkan dan ini yang menekan saya dihari-hari ini sebab itu berarti hanya sedikit yang berpegang pada pengajaran benar, hanya sedikit gereja yang benar, lainnya merupakan gereja yang palsu.

Di dalam srt Yudas, sangatlah jelas perbedaan dari gereja yang benar dan gereja yang palsu, banyak penyesat dan juga banyak yang disesatkan, sehingga hanya sedikit gereja yang benar/hanya sedikit gereja yang berpegang pada Firman Pengajaran yang benar. Sehingga akan banyak dikecam dengan menyebut kelompok fanatik, kelompok ekstrim, kelompok eksklusif dll, sebab hanya sedikit. Tidak sama dengan yang lain, ini yang harus kita waspadai hari-hari ini.

Sekarang kita masih mempelajari siapakah penyesat itu termasuk orang yang disesatkan, penyesat atau orang yang disesatkan?
Di dalam srt 2 Yohanes ini yang harus kita pelajari, supaya kita jangan puas hanya menjadi orang Kristen, menjadi hamba TUHAN tetapi secara tidak sadar jangan-jangan kita termasuk dalam golongan penyesat atau yang disesatkan, kita harus hati-hati.

2 Yohanes 1 : 7- 11
7. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
8. Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.
9. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
10. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
11. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

Yang pertama ayat 7-8 --> kita sudah mempelajarinya, mereka itu adalah orang yang tidak mengaku bahwa YESUS Kristus telah datang sebagai manusia atau sebagai daging. Ayat 8 --> waspada supaya jangan kamu kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu.

Yang kedua --> 2 Yohanes 1: 9
Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ,tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Inilah penyesat yang pertama mereka adalah orang yang tidak mengaku YESUS Kristus telah datang sebagai Manusia atau Daging, yang ke dua orang yang melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar atau meninggalkan Firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup, dulu dia mengatakan --> saya diubahkan, saya diberkati, tetapi dia mulai melangkah keluar = meninggalkan pengajaran yang benar, ini berbahaya sekali. Semoga kita bisa mengerti.

Siapa mereka yang melangkah keluar dari Firman Pengajaran yang benar = meninggalkan Firman Pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman hidupnya? Mereka adalah kehidupan atau orang yang tidak puas dalam penggembalaan yang dibina oleh Firman Pengajaran yang benar.

Pada waktu yang lalu kita sudah melihat contoh dari Yudas yang di gembalakan oleh TUHAN YESUS Kristus Sendiri Yang tidak memiliki kesalahan, pengajaran-NYA juga benar, tapi Yudas tidak puas karena ia mempertahankan kebusukan dalam hati. Sekalipun dalam penggembalaan yang benar/Firman Pengajaran yang benar tetapi kalau kebusukan itu dipertahankan terus, lama-kelamaan kehidupan itu tidak akan kuat, sehingga ia akan melangkah keluar.
Sekarang ini contoh lain yang terdapat di dalam perjanjian lama yaitu Esau yang juga melangkah keluar dari Firman Pengajaran yang benar, melangkah keluar dari penggembalaan yang benar.

Mari kita memeriksa tentang Esau dengan membaca di dalam ktb
Kejadian 25 : 25
Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.

Esau ini tipe kehidupan yang diberkati oleh TUHAN, diberkati secara jasmani dan rohani, ia memiliki potensi di dalam TUHAN.
Tandanya: dia berwarna merah, warna merah ini menunjuk pada warna darah dan ini menunjuk pada kehidupan Kristen dengan tanda darah = ada tanda penebusan oleh Darah YESUS.
Sekali lagi saudaraku, Esau ini merupakan tipe kehidupan Kristen yang diberkati secara jasmani dan rohani punya potensi di dalam TUHAN.
Dengan tanda:
  • berwarna merah/ tanda darah = dia memiliki penebusan, kehidupan yang memiliki penebusan = kehidupan yang ditebus oleh Darah YESUS, memiliki penebusan oleh Darah YESUS
  • kemudian tubuhnya seperti jubah berbulu, ini menunjuk urapan Roh Kudus. Esau memiliki urapan Roh Kudus dan diberkati oleh TUHAN, ada potensi dalam TUHAN
  • kemudian dia lahir yang pertama = menjadi anak sulung/ memiliki hak kesulungan karena ada tanda penebusan, ada tanda urapan Roh Kudus dan dia juga memiliki hak kesulungan, Hak kesulungan ini adalah hak untuk menikah. Jadi untuk orang Israel, yang boleh menikah terlebih dahulu adalah anak yang sulung, Hak untuk menikah, yang untuk sekarang berarti hak untuk masuk dalam nikah rohani yaitu masuk Pesta nikah Anak Domba,
Inilah potensi Esau/berkat yang dimiliki Esau sudah dipersiapkan untuk:
  • masuk pesta nikah Anak Domba,
  • hak waris anak sulung untuk mendapatkan hak untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Beginilah berkat yang diterima oleh Esau dan juga potensi yang ada pada Esau ini adalah tipe kehidupan Kristen yang diberkati = ada potensi dalam TUHAN, ada warna penebusan, ada urapan Roh Kudus, ada hak sulung yaitu hak untuk masuk pesta nikah Anak Domba/ hak waris Kerajaan Surga.
Tetapi mengapa pada akhirnya Esau keluar/melangkah keluar dari Firman pengajaran yang benar/ dari penggembalaan yang benar? Jawabannya terdapat di dalam --> Kejadian 25 : 27, Lalu bertambah besarlah Ya kedua anak itu Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
Hal ini nanti membedakan keduanya. Dan juga sikap kita ini dalam hal kerohanian, apakah kita mau tinggal dipadang atau di kemah? sebab ini nanti yang akan menentukan, bahkan sangat menentukan.

Sekarang ini, kita akan membahas tentang Esau/mengapa Esau melangkah keluar dari Firman Pengajaran = tidak puas dalam penggembalaan yang benar, mengapa saudaraku? sebab Esau, suka berburu atau mengejar daging di padang. Esau tidak suka dikemah tetapi ia suka berburu atau mengejar daging di padang, artinya untuk sekarang adalah mencari/mengejar kepentingan daging sampai meninggalkan penggembalaan ini yang disebut berburu.

Kita mencari kepentingan daging dan memang kita manusia daging yang memiliki kebutuhan/kepentingan yaitu makan dan lain-lain, tetapi disebut berburu disebut mengejar kalau sampai meninggalkan penggembalaan, artinya kalau dulu Esau suka meninggalkan kemah untuk berburu/mengejar daging dipadang = tidak lagi suka tinggal di kemah sekarang artinya mencari atau berburu/mengejar kepentingan/kebutuhan daging sampai meninggalkan penggembalaan --> ini yang tidak boleh.
Kalau mencari kebutuhan daging = mencari sesuap nasi, dan memang harus kita cari di dunia ini. Dunia akhir jaman sekarang ini dimana-mana dikuasai oleh roh perburuan, saya ulangi --> dunia akhir jaman ini dimana-mana diseluruh dunia dikuasai oleh roh perburuan. Roh perburuan ini, ada dimana-mana --> diperdagangan, di sekolah, di masyarakat sampai di gereja TUHAN.

Saya akan berbicara dengan fokus pada gereja TUHAN/anak-anak TUHAN sebab Esau ini gambaran anak TUHAN, saya tidak berbicara tentang apa yang ada di dunia, sebab kita semua sudah mengetahui sendiri, bagaimana orang berburu uang, di perdagangan, ekonomi dan lain-lain sampai di gereja TUHAN ada roh perburuan. Anak-anak TUHAN juga berburu kepentingan daging/kebutuhan daging, untuk makan minum, sampai perburuan yang tertinggi nanti yang paling subur adalah perburuan jodoh/seks, dan pada akhirnya mereka meninggalkan penggembalaan. Untuk ini kita harus berhati-hati.

Anak-anak TUHAN/kehidupan Kristen yang berburu kepentingan daging, untuk hidup sehari-hari, untuk sekarang dan juga untuk masa depan, sampai pada perburuan yang paling subur, itulah perburuan jodoh/ seks. Hati-hati sebab nanti akan sampai pada meninggalkan penggembalaan.
Saya titip pesan buat kaum muda hati-hati, dimana saja di S.D, S.M.P di SMA, Universitas, sekarang ini, perburuan jodoh/perburuan seks ini begitu luas. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Titip pesan buat kaum muda --> berburu laki - laki, berburu perempuan itu sudah merupakan sesuatu yang jelek, seorang laki-laki berburu perempuan itu sudah jelek, apalagi kalau perempuan yang berburu laki-laki --> maafkan kalau saya katakan, itu sudah sangat jelek, dan itu berarti kehidupan itu sudah sangat hancur, sebab tega-teganya meninggalkan penggembalaan hanya untuk perkara - perkara itu.

Akibatnya, kalau Esau berburu daging, sampai meninggalkan penggembalaan/ kemah adalah:
  1. Kejadian 25 : 29, 30
    29. Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
    30. Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.

    Lelah = letih lesu beban berat, inilah kalau ada roh perburuan, sehingga menjadi letih lesu beban berat = tidak ada penyerahan. Mencari uang sampai berburu = tidak ada penyerahan kepada TUHAN, sehingga hasilnya lelah, letih lesu dan berbeban berat.

  2. lapar --> "berikan aku sup kacang merah itu" lapar, lelah. Lapar itu = tidak ada kepuasan, yang akan melanda dunia. Dunia ini bagaikan padang kering sehingga tidak ada kepuasan, apa yang ada di dunia itu kelihatan bagus, kelihatan memenuhi kebutuhan kita, tetapi tidak pernah memuaskan, tidak ada kepuasan yang sejati. Mari saudaraku! sungguh-sungguh serius untuk memperhatikan penggembalaan dihari-hari ini.

    Lapar itu juga menunjuk kelaparan, --> kelaparan akan Firman yang akan melanda dunia ini, inilah akibat dari tidak tergembala.

    Berburu daging:
    • sehingga meninggalkan/ melangkah keluar dari penggembalaan/pengajaran yang benar
    • menjadi lapar tidak ada kepuasan yang sejati dan
    • masuk kelaparan akan Firman yang akan melanda dunia

  3. jatuh dan tidak bangkit-bangkit lagi. Inilah Esau, seorang yang punya potensi, yang diberkati tapi ia suka berburu sehingga ia meninggalkan penggembalaan, akibatnya hanya lelah, lapar dan jatuh dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.
Mari! saudaraku, kita memeriksa diri kita masing-masing, saya juga memeriksa diri, apakah kita ini sedang lelah, sedang lapar atau sedang jatuh dengan menelusuri langkah-langkah dari kejatuhan Esau.
Sekarang kita akan menelusuri tingkat/langkah-langkah kejatuhan Esau :
  1. Kejadian 25 : 31 -34
    31. Tetapi kata Yakub "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
    32. Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
    33. Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
    34. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

    memandang rendah/meremehkan bahkan menjual hak kesulungan, ini sudah merupakan langkah kejatuhan rohani, mulai dengan memandang rendah, meremehkan, bahkan menjual hak kesulungan. Maaf saudaraku istilah alkitab, orang yang semacam ini disebut dengan orang yang bernafsu rendah.

    Ibrani 12 : 16
    16, Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

    Ini orang cabul, karena memiliki nafsu yang rendah = orang yang meremehkan bahkan menjual hak kesulungan untuk mendapat sepiring makanan, artinya: selalu mengorbankan perkara-perkara rohani, untuk mendapat perkara jasmani di dunia ini.

    Artinya, dapat:
    • mengorbankan ibadah pelayanan hanya untuk mendapatkan sesuatu.
    • mengorbankan kebenaran hanya untuk mendapatkan uang tetapi dengan cara yang tidak benar, korupsi dan lain-lain = yang rohani/yang kekal itu dikorbankan hanya untuk mendapatkan yang sementara ini.

    Mari! sungguh-sungguh serius dihari-hari ini. Esau memiliki nafsu cabul/nafsu rendah yaitu mengorbankan yang rohani untuk mendapatkan yang jasmani. Contohnya:
    • mengorbankan ibadah pelayanan untuk mendapat sesuatu dari dunia,
    • mengorbankan kebenaran untuk mendapatkan sesuatu di dunia --> mendapatkan uang dan lain-lain dengan cara yang tidak benar. Celakanya, sudah caranya tidak benar lalu dia mengatakan Puji TUHAN, saya diberkati TUHAN, ini yang seringkali tidak kita sadari. Mari! sungguh-sungguh serius dihari-hari ini, kita diperiksa oleh TUHAN, agar jangan jatuh seperti Esau yang memandang rendah hak kesulungan, sebab itu adalah nafsu rendah/cabul.

    Mari hari-hari ini justru sebaliknya saudaraku, kita harus memperjuangkan/ mengutamakan yang rohani yaitu ibadah pelayanan lebih dari segala perkara, sebab di sini justru ada jaminan dari TUHAN

    1 Timotius 4 : 8 -10
    8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    Mari saudaraku perhatikan baik-baik, supaya sekarang ini kita jangan bernafsu cabul/nafsu rendah, tetapi kita sungguh-sungguh berjerih payah dan memperjuangkan ibadah, lebih dari segala perkara dibumi, sebab di situ kita mendapatkan jaminan dobel dari TUHAN yaitu jaminan untuk hidup ini, hidup sekarang sampai jaminan untuk hidup yang akan datang, tetapi juga jaminan untuk hidup kekal bersama TUHAN. Semoga kita mengerti.

    Mari, kita periksa mulai dari saya, kalau saya sering mengorbankan perkara rohani untuk kepentingan-kepentingan didunia ini --> untuk kepentingan keluarga/sedikit-sedikit ini untuk keluarga --> ini berarti saya sudah berada di dalam kejatuhan. Itu sebabnya kita harus hati-hati. Doakan saya, supaya TUHAN memberi kekuatan bagi saya, agar saya tidak meninggalkan ibadah pelayanan tanpa alasan yang jelas apalagi hanya untuk kepentingan daging. Ini jangan sampai terjadi, sebab sudah berbahaya = dalam kejatuhan seperti Esau = sudah mulai nafsu cabul, nafsu yang rendah.

  2. Kejadian 26 : 34 - 35
    34. Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het , dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
    35. Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.

    Ay 34 --> TUHAN sudah berpesan kepada Abraham agar jangan mengambil isteri dari orang Het.
    Kedua perempuan menimbulkan kepedihan hati. Jadi kejatuhan dari Esau yang kedua adalah memedihkan hati orang tua.

    Esau masuk nikah tetapi Esau masuk dalam kawin campur dengan orang Het. Kalau saudara sudah terlanjur menikah sebab dahulu tidak mengerti Firman --> sekarang minta ampun kepada TUHAN, dan nikah saudara didoakan, supaya TUHAN berkemurahan untuk menjadikan nikah saudara menjadi satu dalam TUHAN.

    Bagi kaum muda sebelum terlambat seperti Esau ini, mari! sungguh-sungguh berdoa supaya jangan sampai masuk di dalam kawin campur yaitu antara anak TUHAN dengan anak-anak manusia/kawin dengan orang yang tidak seiman. Sekarang ini biarlah kita tingkatkan kawin seiman, dan sepenggembalaan, satu iman, satu pengajaran, satu penggembalaan, supaya cepat masuk dalam kesatuan.

    Saya selalu mengatakan, kita ini secara jasmani sudah memiliki banyak perbedaan, laki-laki dan perempuan sudah banyak bedanya, rambutnya sudah beda, makannya beda, semua berbeda, kemudian kalau hal yang rohani juga berbeda --> kapan dapat menjadi satu?

    Yang jasmani sudah berbeda, itu sebabnya biarlah perbedaan itu ditutup dengan hal yang rohani dengan mencari yang satu, sehingga perbedaan itu dapat menjadi satu kesatuan.

    Disebutkan bahwa kawin campur ini menimbulkan kepedihan bagi orang tua jasmani --> tidak cukup sampai di sini, sebab gembala/orang tua rohani, juga merasa pedih, tetapi lebih dari itu, kawin campur ini juga memilukan Tuhan Orang Tua surgawi.

    Kejadian 6 : 2, 5, 6
    2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
    5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

    Memedihkan hati orang tua jasmani, orang tua rohani/gembala, dan memilukan hati TUHAN --> ini yang harus kita jaga.
    Esau masuk dalam kawin campur, karena sudah memandang rendah hak kesulung- an, sehingga ia juga memandang rendah nikah. menikah, masuk dalam kawin campur yang memedihkan orang tua, dan memilukan TUHAN.

    Sekarang ini, mungkin nikah kita ini sudah menjadi satu di dalam TUHAN, sudah diberkati dan diteguhkan oleh TUHAN/bukan kawin campur sebab kalau kawin campur tidak diteguhkan dan juga tidak diberkati. Tetapi ini saya berbicara tentang nikah yang sudah diteguhkan dan diberkati oleh TUHAN, tetapi masih bisa memedihkan hati orang tua sesama, dan memilukan hati TUHAN, kapan? Kalau anggota dalam nikah itu tidak memenuhi kewajiban seperti yang ditunjukkan oleh Firman TUHAN.

    Contohnya:
    • suami tidak mengasihi istri dan berlaku kasar pada istri, sebenarnya menurut tuntutan Firman, suami harus mengasihi istri seperti diri sendiri dan jangan berlaku kasar, tetapi kalau suami tidak memenuhi kewajiban, tidak mengasihi istri bahkan berlaku kasar pada istri itu yang akan memedihkan hati istri, hati orang tua sebab istri mempunyai orang tua, terlebih lagi memilukan hati TUHAN.
      Mari! kawin campur dikoreksi oleh TUHAN, tetapi nikah yang sudah didalam satu kesatuan di dalam TUHAN, juga dikoreksi oleh TUHAN, supaya jangan jatuh kerohanian kita. Kalau suami terlebih saya sebagai seorang gembala berlaku kasar pada istri dan lain-lain, maka kerohanian akan merosot dan juga kerohanian dari jemaat juga akan merosot. Para suami-suami, saudara sebagai kepala dalam rumah tangga harus bersungguh-sungguh supaya semua jangan jatuh seperti Esau dan tidak bangkit-bangkit lagi.

    • istri, tuntutan Firman, istri tunduk kepada suami dalam segala hal, tetapi akan memedihkan dan memilukan, jika istri tidak tunduk pada suami dan kalau sudah tidak tunduk, pasti cenderung untuk menjadi kepala. Ini yang benar-benar, memilukan hati TUHAN, memedihkan hati suami, dan karena suami juga memiliki orang tua, hati orang tua juga akan pedih kalau anakya hanya menjadi orang suruhan/diperlakukan sebagai seorang pembantu.

    • anak, juga dapat memedihkan hati orang tua, memilukan hati TUHAN, kapan ? kalau anak tidak/taat tidak dengar-dengaran pada orang tua, saudaraku kita diperiksa, sebab ini merupakan kejatuhan rohani, sekalipun orangnya masih di gereja tapi sudah jatuh, kalau di dalam nikahnya memedihkan hati sesama/hati orang tua dan juga memilukan hati TUHAN. Semoga kita bisa mengerti.

  3. Kejadian 27 : 15
    Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya

    Pakaian yang indah/jubah adalah jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Sebenarnya apabila TUHAN memberikan jubah yang indah, maka itu merupakan suatu kepercayaan TUHAN kepada kita seharga Korban Kristus yang tidak dapat diganti dengan apapun juga. Semoga kita bisa mengerti.

    Mari! mulai sekarang kita menghargai jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus yang TUHAN berikan yang mungkin dipandang kecil oleh orang lain seperti satu talenta, tetapi itu adalah harga kepercayaan dan kemurahan TUHAN, yang seharga dengan Darah YESUS/Korban Kristus. Jangan seperti Esau yang tidak setia dan juga tidak dapat dipercaya. Semoga kita bisa mengerti.

    Tidak setia dan tidak dapat dipercaya, bukan tidak berakibat, ingat, kalau kita sudah tidak setia dan tidak dapat dipercaya dalam pelayanan --> disuruh latihan, tidak mau latihan, disuruh untuk berkumpul, tidak mau berkumpul --> bagaimana ini? mau apa ini? manusia saja menjadi bingung sampai dapat menyesal, apalagi TUHAN.

    Hati-hati jika sudah tidak setia dan tidak dapat dipercaya didalam jabatan dan pelayanan, maka sewaktu-waktu dia akan meninggalkan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Meninggalkan = telanjang = hilanglah segala keindahan hidupnya, sekalipun dia berburu didunia, mendapatkan gelar, mendapat pekerjaan, mendapatkan apa saja, tetapi dia kehilangan keindahan di dalam hidupnya, di dalam nikahnya, dan juga masa depannya, sebab Darah YESUS tidak dapat ditukar dengan apapun. Semoga kita dapat mengerti agar dapat sungguh-sungguh menghargai jubah yang indah, sebab manusia ini sebenarnya telanjang, hanya karena Darah YESUS, maka manusia diberi jubah yang indah.

    Saya mau katakan, Esau kehilangan keindahan, tetapi untuk yang belum melayani, perhatikan --> selama manusia itu belum mendapatkan jubah yang indah dari TUHAN, ia belum memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, hidupnya juga belum indah. Kalau meninggalkan jabatan pelayanan seperti Esau, tidak setia sehingga tidak dipakai = mulai tidak indah sampai meninggalkan jabatan pelayanan = telanjang dan ini berarti kehilangan keindahan.
Mari! yang belum melayani mohon kepada TUHAN, sebab bukan saya yang memberikan, tetapi langsung pemberian dari TUHAN.
Berdoa supaya:
  • kita dapat memakai jubah yang indah dari TUHAN
  • supaya hidup kita indah,
  • supaya nikah kita indah,
  • masa depan kita juga menjadi indah. Semoga kita bisa mengerti.
Sebenarnya yang memiliki pakaian indah ini adalah Esau --> Esau yang memiliki semua potensi yaitu:
  • ia memiliki warna merah = tanda penebusan
  • ia memiliki urapan Roh Kudus
  • ia memiliki hak kesulungan,
  • ia memiliki jubah indah
Tetapi sayang, ia tidak setia dan juga tidak dapat dipercaya sehingga ia meninggalkan jubah indah.
Kita harus ingat! kerajaan surga tidak pernah kosong, kalau Esau meninggalkan jubah indah maka pakaian atau jubah indah itu sudah ditunggu oleh Yakub/sudah ditunggu oleh orang lain yang setia dalam penggembalaan. Yakub tinggal di kemah, sehingga satu waktu Yakub dapat memakai jubah indah milik Esau, dan Esau tidak pernah mendapatkannya lagi --> yang terdahulu menjadi terkemudian, dan tidak pernah kembali lagi.

Ingat saudaraku, sekali-pun saudara pindah gereja, pindah kota atau kemana saja, saudara tidak dapat melayani lagi, kalau jubah indah itu sudah ditunggu dan dipakai oleh orang lain yang setia dalam penggembalaan, Esau tidak pernah kembali memakai jubah indah itu.
Contoh di alkitab ?ada Yudas yang diganti oleh Matias, dan tidak pernah Matias diganti oleh Yudas, tidak pernah, tidak pernah kembali lagi kepada Yudas.
Mari! kita periksa mulai dari saya, periksa kejatuhan-kejatuhan, langkah-langkah kejatuhan rohani, kalau kita sudah sering mengorbankan yang rohani dan kita tidak merasa apa-apa lagi dan tidak merasa bersalah dan lain sebagainya --> bahaya, sebab:
  • di dalam nikah memilukan memedihkan hati TUHAN dan hati sesama,
  • dan soal pakaian yang indah kita sering lalai tidak setia, tidak dapat dipercaya dalam jabatan pelayanan. Sudah mulai kehilangan keindahan, sampai satu waktu tidak pernah indah lagi, sebab sudah dipakai orang lain berarti hidupnya tidak pernah indah lagi dan ini merupakan hal yang sunggh-sungguh serius.
Bagi yang belum mendapat jubah berdoa kepada TUHAN, semoga ada pelemparan jubah dari kayu salib untuk saudara sekalian, dan bagi yang sudah meninggalkan pelayanan, dapat mengambil formulir supaya dapat melayani kembali, sehingga dapat diketahui oleh saya dan didoakan. Sebab siapa saya yang mau menghalangi saudara untuk melayani, sedangkan TUHAN Sendiri sampai mau ditelanjangi supaya kita bisa memakai jubah indah. Siapa saya yang merasa hebat, jika ada yang mau melayani TUHAN kembali tetapi dengan syarat-syarat tertentu. Semoga kita mengerti.

Dan yang sudah melayani/sudah memakai jubah indah, saudara jangan merasa puas dulu, sebab jubah indah itu harus dicelup dalam darah supaya tidak dicopot/tidak dibuka dan tidak diambil orang lain. Ini sikap yang positif, artinya
kita setia dan dapat dipercaya dalam pelayanan sekalipun harus mengalami penderitaan daging tanpa dosa, sebab YESUS memberi jubah indah, Dia juga menderita daging tanpa dosa di kayu salib bahkan sampai mati di kayu salib.

Kita yang sudah mendapat jubah pelayanan, mari dilanjutkan, jangan puas sampai disini, tetapi harus dicelup dalam darah = kita setia dan dapat dipercaya dalam pelayanan, sekalipun harus mengalami penderitaan daging tanpa dosa, seperti Yusuf, tetapi bila jubah sudah dicelup di dalam darah, maka kita akan aman.
Kita rela menderita secara daging tanpa dosa untuk melayani TUHAN, mungkin pulang kantor harus kebaktian, tengah minggu ibadah pendalamaan alkitab, harus kebaktian doa penyembahan dan ini sakit bagi daging, tetapi ini semua demi jubah yang indah. Jika kita tidak setia dan tidak dapat dipercaya, maka sewaktu-waktu kita akan telanjang. Kita harus sungguh-sungguh serius dihari-hari ini, sampai ada tanda penderitaan/ada tanda darah dan ini berarti jubah itu aman, sebab sudah tidak dapat dilepas. Semoga kita dapat mengerti.
Bagi lulusan Lempin-El, dengarkan! Mengapa saudara dididik dalam salib/dalam kematian/percikkan darah? Supaya sekali saudara masuk Lempin-El, jangan saudara keluar sebab saudara tidak akan tahu apa yang akan terjadi.

Demikian juga dengan kita sebagai imam-imam yang melayani paduan suara, pemain musik, saudara juga harus menderita tetapi bukan untuk menyiksa kita, tetapi supaya jubah dicelup di dalam darah.

Kalau jubah dicelup di dalam darah, maka:
  • setan tidak dapat merebut jubah itu/tidak dapat mengambil jubah itu untuk menelanjangi kita, sebab setan paling takut dengan Darah YESUS.
  • di dalam kitab Wahyu pasal 7 --> kalau jubah dicelup/dibasuh dalam darah, semakin hari jubah itu menjadi semakin putih sampai menjadi putih berkilau-kilauan = menjadi jubah mempelai. Semoga kita dapat mengerti ini.
Kalau ada yang mengatakan, bahwa ditempat lain boleh melayani TUHAN sekali-pun tidak beribadah --> terserah! Saya tidak menghakimi, tetapi di sini, kita melayani TUHAN sesuai Firman yaitu harus ada tanda darah. Jangan mencari yang enak bagi daging.
Mengapa jubah harus dicelup dalam darah?
  • Wahyu 12 : 10, 11
    10. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita
    11. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba

    Kalau jubah dicelup dalam Darah Anak Domba, setan tidak akan mampu untuk mencopot jubah dan menelanjangi kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita jangan mencari pelayanan yang enak, sebab itu namanya melayani di pasar, yang murah itu ada di pasar, sampai TUHAN cambuk. Tetapi sekarang ini gereja dijadikan pasar. Yang murahan, sebab boleh ini boleh itu --> ini namanya bukan gereja/bukan Bait ALLAH, tetapi pasar, sebab kalau bait ALLAH itu selalu ditandai dengan darah. Kita jangan menyesuaikan pelayanan dengan pekerjaan kita, sebab itu namanya enak untuk daging. Kita dapat saja melayani TUHAN, tetapi tanpa tanda Darah.

    Salah satu kelemahan dari pelayanan Kain adalah tanpa tanda darah, sedangkan pelayanan Habel, memiliki tanda darah. Kalau di dalam melayani TUHAN, saudara merasa sengsara, maka itu berarti sudah seratus persen benar sehingga setan tidak dapat menjamah dan mencopot jubah kita. Semoga kita dapat mengerti.

  • Wahyu 7 : 13, 14
    13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku : "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
    14. Maka kataku kepadanya : "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

    Jubah dicelup di dalam darah, sehingga menjadi putih, lebih putih, semakin putih sampai satu waktu menjadi jubah putih yang berkilau-kilauan = jubah Mempelai.

    Jadi jubah Mempelai ini berasal dari jubah imam/jubah pelayanan yang dicelup di dalam darah.
Perhatikan! pelayanan dengan Mempelai itu satu, kalau pelayanan kita tidak setia maka nanti sesudah menjadi Mempelai kita juga menjadi tidak setia. Itu sebabnya kita harus terlebih dahulu setia dan bertanggung jawab sehingga kita dapat dipercaya, barulah kita dapat menjadi Mempelai yang setia dan dapat dipercaya. Ini adalah rumus.
Itu sebabnya saya selalu mengatakan kepada siswa-siswi Lempin - El, yang dimulai di jalan Johor, saya takut kalau anda semua tidak berhasil disini menjadi hamba TUHAN = nanti tidak akan berhasil menjadi Mempelai. Celaka semuanya, ini doa saya untuk siswa/i Lempin- El. Doa saya bukan untuk memiliki gereja yang besar, punya ini dan itu --> bukan! Tetapi supaya tetap teguh dalam pengajaran dan pelayanan sampai menjadi Mempelai. Apa gunanya memiliki gereja yang besar tetapi tidak setia, tidak dapat dipercaya dan telanjang? Semoga kita dapat mengerti. Inilah tiga macam kejatuhan dari Esau.

Mari! kita mengoreksi dimulai dari saya dan saudara, apa kita sudah berada dalam
kejatuhan-kejatuhan? sebab kejatuhan ini berakibat yaitu:
  • kalau memandang rendah hak kesulungan cabul,
  • nikah yang memedihkan dan juga yang memilukan,
  • telanjang itu, ada akibatnya, yaitu di dalam kitab Kejadian.
Kejadian 27 : 33, Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."
Waktu Esau datang, supaya diberkati oleh Ishak, Ishak bertanya ?siapa kamu? saya adalah Esau, jadi siapa yang datang sebelum engkau datang sebab aku sudah memberkatinya dan sudah tidak dapat memberkati engkau lagi.
'Sebelum engkau datang', sudah didahului orang berarti Esau ketinggalan. Itu sebabnya bukan hal yang main-main jika melangkah keluar dari pengajaran yang benar/dari penggembalaan yang benar, akan dimulai dengan kejatuhan-kejatuhan yang berakibat:
  1. Ketinggalan dalam menerima hak sulung, dan untuk sekarang ketinggalan pada saat Yesus datang kembali kedua kalinya dan ini berarti masuk kiamat/masuk penghukuman bersama dunia, kiamat sampai hukuman kekal di neraka.

    Ketinggalan saat YESUS datang = masuk kiamat, masuk penghukuman bersama dunia, semua yang dia kejar, yang dia buru hari-hari ini semua hancur, tidak ada artinya pada saat itu.

  2. Kejadian 27 : 34
    Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!"

    Meraung-raung, penderitaan, cucuran air mata yang tiada henti.
    Inilah saudaraku! akibat kalau kita melangkah keluar dari Firman pengajaran yang sudah kita akui. Sudah menjadi pengalaman hidup, keluar dari penggembalaan yang benar, akan meraung-raung = berada dalam penderitaan dan cucuran air mata yang tiada henti.
Ada dalam kepahitan hati, ketika dalam cucuran air mata, dia teringat akan Yakub --> ini semua gara-gara Yakub. Inilah saudaraku! orang yang sudah jatuh itu --> dia yang bersalah tetapi menyalahkan orang lain sampai hatinya menjadi pahit dan dendam.

Esau menjadi dendam kepada Yakub --> Ibrani 12 : 15, Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit

Agar jangan tumbuh akar yang pahit = hidup dalam kepahitan hati, dendam kepada
orang lain. Bisa didalam nikah, sebab Yakub ini adiknya dan itu berarti buah nikah,
Di dalam nikah, suami dapat merasa pahit hati kepada istri, istri kepada suami, anak kepada orang tua, kepahitan hati kepada sesama pelayan --> Yakub melayani Esau juga melayani.
Meraung - raung itu penderitaan yang tiada henti, cucuran air mata sampai juga mengalami kepahitan hati, dendam, orang pahit hati itu tidak akan senang, sebab seperti meraung-raung, tidak ada senyumnya. Orang yang memiliki kepahitan hati itu seperti meraung-raung/ kepedihan, penderitaan sampai tidak bisa diperbaiki lagi,

Ibrani 12 : 17
Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu , ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya , sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Sekalipun mencari dengan mencucurkan air mata, tidak bisa lagi, Esau mencucurkan air mata selama-lamanya itu berarti ia berada di dalam penghukuman di neraka,
Mari! saudaraku, Esau ini memiliki potensi, diberkati secara jasmani rohani, tetapi kalau melangkah keluar/salah dalam pertumbuhan rohani, sebab merasa kuat/ia melangkah keluar dari pengajaran yang benar/dari penggembalaan, betul-betul dia berada dalam kejatuhan-kejatuhan yang berakibat fatal dalam hidupnya, sampai cucuran air mata selama-lamanya neraka
Sekarang tentang Yakub, ia adalah seorang yang sederhana, sebab:
  • ia bukanlah anak sulung
  • tidak memiliki potensi, tetapi apa yang ia lakukan?
Kejadian 25 : 27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

Yakub ini gambaran kehidupan tipe Kristen yang sederhana, tidak memiliki potensi yang berlebihan, tetapi ia setia dalam penggembalaan --> ini bedanya dengan Esau, Esau berpotensi tetapi ia tidak setia, Yakub tidak memiliki potensi seperti Esau, sebab ia adalah anak kedua, dia sederhana sebab tidak disebut ini dan itu --> tidak, tetapi setia dalam penggembalaan.
Mari! saudaraku inilah Yakub, setia dan orang yang setia dalam penggembalaan pasti akan sangat menghargai hak kesulungan. Tetapi kalau Esau karena ia sudah keluar dari penggembalaan, ia tidak menghargai lagi hal yang rohani yaitu hak kesulungan. Tetapi Yakub sejak ia berada di dalam kandungan sudah terlihat, sebab waktu Esau mau keluar, tumitnya dipegang oleh Yakub --> sepertinya Yakub berkata 'aku mau mengejar dan menghargai hak kesulungan'.

Kejadian 25 : 26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau

Seperti tidak mau dilepaskan = biar aku tidak berhak, tetapi aku ingin mendapatkan hak itu.
Mari! kita sebagai bangsa kafir juga tidak memiliki hak kesulungan, sebab hak kesulungan itu hanya milik orang Israel, tetapi biarlah ada usaha dari orang yang setia dalam penggembalaan untuk menghargai dan merindukan hak kesulungan, lebih dari apapun. Yakub bukan ingin mendahului untuk mendapatkan susu dari ibunya --> tidak! Tetapi ia mendahului dengan memegang tumit/ingin hak kesulungan. Inilah orang yang tergembala, setia dalam penggembalaan, menghargai dan merindukan hak kesulungan lebih dari segala perkara apapun dibumi ini, yang sudah dimulai dari dalam kandungan.

Bagi ibu-ibu yang hamil, jangan karena hamil tidak datang ke gereja, ini salah besar. Tetapi dorong bayi dalam kandungan, anak-anak kecil, mari! dorong mereka kepada TUHAN, jangan seperti Esau, nanti pedih kalau terlambat.
Kaum muda dorong diri untuk memegang tumit, dan bagi orang tua --> dorong diri sendiri, pegang tumit, rindukan hak sulung, jangan sampai menyesal seperti Esau yang tiada gunanya. Saya tahu orang tua mendorong anak-anak untuk kuliah dan lain sebagainya. Ini bagus, tetapi lebih bagus kalau anak-anak didorong untuk menghargai yang rohani yaitu hak kesulungan, sebab ini yang paling bagus.

Saya dulu membuat kesalahan dan akibatnya harus saya tuai sampai sekarang. Waktu saya tinggal di gereja, saya mendoakan beberapa orang, tetapi seorang ini saya doakan agar tokonya diberkati, dia diberkati dan saya merasa puas sebab dia dapat menyumbang gereja. Tetapi saya lupa rohaninya, akibatnya sekarang rohaninya hancur, nikahnya juga hancur dan untuk ini saya ikut bertanggung jawab. Saya terus berdoa pagi, siang, malam, sebab dulu saya hanya puas dan menganggap ia seorang yang hebat dan dia dapat diandalkan. Sekarang saya sangat menyesal, karena ukuran saya hanya pada yang jasmani.

Nanti orang tua akan merasa menyesal kalau hanya mendorong anak untuk kuliah dan lain sebagainya, tetapi tidak ada hak kesulungan. Diri kita juga akan menyesal kalau kita tidak mendorong diri kita sendiri untuk mendapatkan hak kesulungan, sebab tidak bisa diperbaiki lagi.
YESUS sebagai Gembala Yang Baik, mau menyerahkan Nyawa bagi domba, YESUS mati di kayu salib bagaikan tumit-Nya diremukkan oleh setan, tetapi kepala ular diremukkan oleh TUHAN. YESUS Gembala Yang Baik --> ini yang di dapatkan oleh Yakub dalam penggembalaan, sedangkan Esau mengandalkan kekuatan di luar penggembalaan yaitu kepandaian, kehebatan, pengalaman sehingga ia hancur. Tetapi Yakub tidak memiliki apa-apa, dia hanya mengandalkan Gembala Yang Baik yaitu kemurahan dan kebaikan Gembala Yang Baik.

Kejadian 3 : 15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

YESUS rela dari atas kayu salib diremukkan tumit-Nya. Gembala Yang Baik menyerahkan nyawa-NYA, mati di kayu salib bagaikan diremukkan tumit-Nya untuk menghancurkan kepala ular, supaya apa? supaya orang-orang yang setia dalam penggembalaan/orang-orang yang mau digembalakan mendapatkan kemurahan dan kebaikan TUHAN, untuk dijaga tumitnya, dijaga jangan dia yang dihancurkan, tetapi cukup YESUS Yang dihancurkan. Dia rela hak-Nya sebagai Anak Sulung hilang, supaya kita sebagai bangsa kafir yang sebenarnya seperti Yakub, tidak mendapat hak sulung tetapi mendapatkan hak kesulungan dan juga supaya hak kesulungan itu tidak hancur. Luar biasa kemurahan kebaikan.
Yakub merasa tidak memiliki apa-apa/tidak ada kelebihan apa-apa sehingga ia setia dalam penggembalaan = bergantung pada kemurahan dan kebajikan TUHAN yang ditulis oleh Daud dalam Mazmur 23 : 6 --> Kemurahan dan Kebajikan-MU mengikuti aku senantiasa.
Mari! saudaraku, sekarang ini, sekalipun kita tidak memiliki potensi atau memiliki potensi --> terserah! yang penting, jangan bergantung pada kekuatan, tetapi kita menjadi kehidupan yang setia dalam penggembalaan dan juga bergantung pada kemurahan dan kebaikan TUHAN.

Untuk apa kemurahan dan kebaikan TUHAN?
  • Yakub menjadi tenang, karena dia hidup dari kemurahan dan kebaikan TUHAN, ia tidak mengandalkan apa-pun, sehingga ia menjadi diam dan tenang yaitu hati yang damai.

    Waktu TUHAN menghadapi angin gelombang, IA berkata --> diam tenang! Ini kehidupan yang tenang, diam tenang dalam kedamaian, mengalami kemurahan dan kebaikan TUHAN untuk mengalahkan/meneduhkan segala angin gelombang yang menghantam perahu kehidupan.

    Mari! hari-hari ini saudaraku, angin dan gelombang itu datangnya sekonyong-konyong. Jadi! kapan kita dilindungi? jikalau kita setia di dalam penggembalaan/ hidup dalam kemurahan kebaikan TUHAN, maka TUHAN akan melindungi kita untuk meneduhkan angin dan gelombang yang menghantam kehidupan kita.

  • kemurahan kebaikan TUHAN membuat Yakub mendapatkan segala sesuatu dari TUHAN, baik yang jasmani dan juga yang rohani/hak kesulungan ia dapatkan, sekalipun dia tidak berburu/tidak mengejar. Itu sebabnya dihari-hari ini kita harus tenang, jangan berburu. Untuk ini bukan berarti saya mengajar saudara untuk malas --> bukan! tetapi perhatikan penggembalaan dan jangan berburu tetapi tenang.
Yakub sekalipun tidak mengejar tetapi oleh kemurahan kebaikan TUHAN, dia mendapatkan segala sesuatu sampai hak kesulungan yaitu hak untuk masuk pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang kembali kedua kali, itu sebabnya kita jangan bergantung pada apapun, tetapi dihari-hari ini, kita bergantung pada setetes
Darah yaitu kemurahan dan kebaikan dari Gembala yang Baik, jangan mengandalkan kekuatan seperti Esau sehingga ia tidak mau tergembala dan melupakan kemurahan kebaikan TUHAN, sekalipun tadinya dia memiliki apa yang baik yaitu potensi yang bagus tetapi akhirnya ia tidak lagi mendapatkan yang baik bahkan tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki sekali-pun ia meraung-raung.

Tetapi sekarang ini, andaikata ada yang seperti Esau --> dulu saya mendapatkan apa yang baik, dari kecil saya mendapat yang baik, tetapi gara-gara saya memakai kekuatan sendiri sehingga tidak mau tergembala, maka semuanya menjadi hancur. Sekarang ini masih ada kemurahan dan kebaikan dari Gembala Yang Baik untuk memperbaiki semuanya. Kita belum seperti Esau, sebab selama kita mendengarkan Firman, itu berarti masih ada kemurahan kebaikan dari Gembala Yang Baik untuk memperbaiki semua yang sudah hancur/yang sudah tidak baik dapat diperbaiki oleh kemurahan dan kebaikan TUHAN.

Bagi kaum muda, saudara jangan bergantung pada kekuatan sekalipun kau kuat seperti Esau dan juga memilik potensi, tetapi bergantung pada kemurahan kebaikan TUHAN. Sekalipun saudara berada di dalam lembah kekelaman, dan juga tidak ada potensi. Mungkin ijasah tidak saudara miliki, semua tidak ada --> jangan berputus asa tetapi setia seperti Yakub. Pegang kemurahan dan kebaikan TUHAN, apa yang sudah hancur, masih ada kemurahan kebaikan TUHAN untuk memperbaiki.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top