English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu Paskah Surabaya, 20 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 22 Juni 2012)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Agustus 2010)
Tayang: 19 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 31 Juli 2008)
Tayang: 14 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam I-Minggu Sore, 04 November 2012)
Tayang: 28 Desember 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VI-Rabu Sore, 14 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Selasa Sore, 24 Agustus 2010
Tempat: Ambon
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 09 September 2010

Markus 7 : 37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Ia/YESUS menjadikan segala-galanya baik. Ini merupakan tema kita selama ibadah persekutuan di kota Ambon.
Sebenarnya di awal penciptaan (ktb Kej), TUHAN sudah menjadikan semuanya/segalanya baik --> TUHAN menciptakan terang dan terang itu baik, dstnya. Jadi, pada awal penciptaan, semuanya baik, tetapi setan merusak semuanya sehingga menjadi hancur dan khususnya setan merusak manusia lewat dosa sampai dengan puncak dari dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.
Salah satu bentuk/contoh dari manusia yang sudah dirusak oleh setan/oleh dosa adalah manusia yang tuli dan bisu --> YESUS menjadikan semuanya baik --> yang tuli dapat mendengar dan yang bisu dapat berkata-kata.
Secara medis/ilmu kedokteran, jika seseorang sejak lahir sudah tuli, pasti juga bisu sebab tuli dan bisu ini merupakan satu saluran. Kalau tidak salah saluran itu bernama saluran eustachius.

Ada dua pengertian dari tuli dan bisu yaitu:
  1. tuli dan bisu secara jasmani,
    Tuli =
    • Tidak dapat mendengar perkataan orang lain/perkataan sesama. Ini disebabkankondisi dari telinga itu memang sudah rusak/cacat.

    • Dapat juga sudah menjadi karakter --> kondisi dari telinga/pendengarannya baik tetapi tidak mau mendengar perkataan orang lain. Sebagai contoh:
      1. Orang tua memberi nasihat agar anak belajar, tetapi anak tidak mau mendengar/menurut.
      2. Guru di sekolah memberi nasihat, tetapi murid-murid tidak mau menurut dlsbnya.

    Bisu
    =
    • tidak dapat berkata-kata/berkomunikasi dengan orang lain karena cacat atau karena perkataannya tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Sebab bisu ini bukan berarti ia tidak mengeluarkan suara, ia mengeluarkan suara, tetapi tidak dapat di mengerti.

    • Tetapi bisu itu juga karena karakter/kekerasan hati sebab kehidupan itu memaksa kehendaknya sehingga orang lain tidak dapat mengeri apa yang di kehendaki.

    Jadi, dapat disimpulkan, orang yang bisu tuli secara jasmani adalah orang yang putus hubungan (tidak dapat mendengar orang lain berkata-kata, juga tidak dapat berbicara kepada orang lain dan orang lain juga tidak dapat mengerti apa yang dibicarakan) dengan sesama dan ini merupakan suatu penderitaan. Sekali-pun memiliki rumah yang besar, memiliki banyak mobil.

  2. tuli dan bisu secara rohani,
    Tuli =
    • Tidak mau mendengarkan Firman TUHAN terutama Firman pengajaran/makanan keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan ini banyak yang ditolak oleh orang Kristen dengan alasan Firman terlalu keras, terlalu tajam dan juga pemberitaannya terlalu lama sehingga tidak mau mendengarkan/tuli. Pemberitaan Firman ini ada dua yaitu:
      1. Firman penginjilan ( yang oleh rasul Paulus dikatakan sebagai injil keselamatan yaitu Firman/injil/susu) bagi orang-orang berdosa yaitu bagi orang yang belum percaya kepada YESUS, mereka diinjili supaya percaya kepada YESUS sehingga diselamatkan. Seperti saya yang bukan dari keturunan orang Kristen dan dulu kami menyembah berhala dan saya juga pernah tidur di kuburan dll. Tetapi lewat Firman penginjilan --> YESUS mati bagi kita, dan kita sekalian dapat percaya dan diselamatkan. Tetapi ada juga

      2. Firman pengajaran/makanan keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Memang kalau kita minum susu dalam waktu yang singkat, susu habis, tetapi kalau makanan keras harus dikunyah terlebih dahulu dan ini berarti memerlukan waktu.

    • Tidak dapat mengerti dan ini berbahaya
    • Tidak dapat taat dengar-dengar-an --> tidak dapat mendengar dan juga tidak dapat dengar-dengaran pada Firman pengajaran sehingga tidak dapat mempraktekkan Firman TUHAN.

    Sesungguhnya, Firman itu adalah panggilan TUHAN tetapi jika anak TUHAN/hamba TUHAN tidak mau mendengarkan Firman, berarti kehidupan itu tidak mau menerima panggilan TUHAN.

    Kalau dulu, TUHAN secara langsung memanggil Musa dan juga memanggil Samuel; mungkin sekarang ada juga yang mendengarkan namanya dipanggil oleh TUHAN, tetapi secara umum, panggilan TUHAN lewat pemberitaan Firman.

    Sebaliknya dengan bisu secara jasmani yang tidak dapat berkata-kata kepada sesama, tetapi secara rohani berarti orang bisu itu tidak dapat berkata-kata kepada TUHAN = tidak dapat berdoa dan juga tidak dapat menyembah TUHAN atau doa nya tidak dijawab oleh TUHAN = putus komunikasi/putus hubungan dengan TUHAN.

    Zakharia 7 : 12, 13
    12. Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
    13. "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.

    Ay 13 --> waktu memanggil = berdoa, TUHAN juga tidak mau mendengar, sebab TUHAN tidak mengerti apa yang diucapkan.

    Jadi, bisu dan tuli secara rohani berarti putus hubungan dengan TUHAN sehingga kerohaniannya menjadi kering = kerohaniannya mati sehingga mendatangkan penderitaan.Secara jasmani, kalau kita kurang minum/kekurangan air/dehidrasi, akibatnya kita akan menderita bahkan dapat mati. Demikian juga secara rohani, kalau kita menyanyi, mendengarkan Firman dan juga kalau kita menyembah TUHAN, tetapi kita tidak merasakan apa-apa, ini berarti kerohanian kita kering sampai hidup nikah menjadi kering, semuanya menjadi kering dan menderita.
Itu sebabnya, kita jangan main-main, dehidrasi/kering secara jasmani, akibatnya sudah dahsyat, apalagi kekeringan secara rohani, akibatnya akan lebih dahsyat.

Demikian juga dengan para hamba-hamba TUHAN, kalau kerohanian saudara sudah menjadi kering, maka semuanya menjadi kering --> nikah, pelayanan sampai kantong pun menjadi kering. Sehingga banyak hamba-hamba TUHAN meminta-minta dan berhutang di sana-sini; bagaimana hamba-hamba TUHAN itu dapat memberitakan Firman, sebab dirinya sendiri kering? Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan penyakit bisu dan tuli ini, sebab secara jasmani --> putus hubungan dengan sesama dan juga secara rohani --> putus hubungan dengan TUHAN.

Jadi kesimpulan dari manusia yang sudah dirusak oleh setan/oleh dosa = manusia bisu dan tuli = manusia yang putus hubungan dengan TUHAN dan juga dengan sesama. Akibatnya: segala sesuatu menjadi tidak baik/menjadi buruk/hancur bahkan dapat binasa selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.
Saya akan memberi contoh, tadi tentang manusia secara umum, tetapi sekarang contoh secara khusus yaitu dari anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang putus hubungan dengan TUHAN dan dengan sesama.

Di dalam perj. lama yaitu: Ayub, ia seorang yang hebat dan sangat dberkati oleh TUHAN, tetapi ia dapat menjadi bisu dan tuli/putus hubungan dengan TUHAN dan juga putus hubungan dengan sesama.

Ayub 19 : 13 - 19
13. Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku.
14. Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku.
15. Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing.
16. Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya
dengan kata-kata manis.
17. Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku.
18. Bahkan kanak-kanak pun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku.
19. Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku.

Ay 17 --> jangankan untuk berkata-kata, isterinya saja merasa jijik dengan nafas Ayub, sehingga isterinya melarikan diri --> hubungan suami isteri menjadi begitu rusak. Jadi, di sini sudah jelas, Ayub putus hubungan dengan sesama.

Ayub 19 : 7 - 10
7. Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan.
8. Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap.
9. Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku.
10. Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya.

Ayub putus hubungan dengan TUHAN.

Akibatnya --> Ayub 19 : 20, Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku.

Keadaan Ayub sangatlah menderita, sebab ia habis-habisan dan juga diancam maut sebab tubuhnya hanyalah tinggal tulang dan kulit dan juga gusi.

Jika kita membaca tentang Ayub mulai pasal satu, dikatakan bahwa ia adalah orang yang suci, saleh dan sangat diberkati oleh TUHAN, tetapi mengapa TUHAN mengijinkan ia mengalami ujian sampai habis-habisan dan juga putus hubungan dengan TUHAN dan juga putus hubungan dengan sesama sampai ia dibiarkan sendiri?

Ayub 19 : 25
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Supaya Ayub dapat melihat TUHAN sebagai Penebus Yang Hidup = Ayub dapat mengalami kuasa kebangkitan.

Mari! Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, demikian juga dengan saya kalau TUHAN ijinkan kita mengalami ujian habis-habisan, juga dengan sidang jemaat apa yang menjadi prakteknya supaya kita dapat melihat TUHAN Sang Penebus Yang sudah bangkit sehingga kita mengalami kuasa kebangkitan? Jika kita sepertinya ditinggal sendiri dan serasa mati --> ini sudah benar! Seperti YESUS di taman Getsemani, Ia merasa seperti mati sehingga tidak merasa kuat --> ini sudah benar, sebab maksudnya supaya dapat melihat YESUS sebagai Penebus Yang bangkit/melihat kuasa kebangkitan. Tetapi untuk dapat melihat YESUS sebagai Penebus dan Yang bangkit ada prosesnya --> Ayub 42 : 5, 6,
5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Di saat Ayub berada di dalam ujian dan ia habis-habisan, maka ia berkata --> mataku sendiri memandang Engkau.

Dulu, pada saat Ayub diberkati, pandangannya kurang kepada TUHAN, demikian juga dengan kita, di saat-saat kita diberkati, kita masih banyak bergantung pada harta dllnya. Demikian juga dengan hamba-hamba TUHAN, di saat sidang jemaat berjumlah banyak sehingga pandangan hamba TUHAN itu hanya kepada sidang jemaat dan ia merasa tenang karena mendapatkan persepuluhan dalam jumlah yang besar sehingga anaknya masih dapat bersekolah. Ini berarti masih belum dapat memandang TUHAN dengan jelas.

Tetapi di saat habis-habisan, sungguh-sungguh harus berkata --> sekarang aku dapat memandang TUHAN Yang Bangkit. Inilah prosesnya yaitu harus melewati ujian habis-habisan. Ayub duduk di atas debu tanah liat dan mengaku bahwa ia hanyalah manusia debu tanah yang diciptakan. Ia tidak mengaku bahwa ia hebat --> tidak!! TUHAN ijinkan Ayub mengalami ujian habis-habisan supaya Ayub duduk di atas debu dan mengaku bahwa ia hanyalah tanah liat.

Mari! Bagi kita yang datang --> jika saudara dalam keadaan diberkati dan sebagai hamba TUHAN, saudara berhasil memiliki gereja yang besar dan sidang jemaat yang banyak --> silahkan!! Tetapi saudara harus tetap mengaku bahwa saya hanyalah debu tanah liat.

Terlebih di saat-saat ini, saudara sebagai hamba TUHAN tidak memiliki apa-apa --> sidang jemaat habis sebab gereja dibakar dan mungkin belum dibangun kembali. Kemudian di kantor, saudara terkena p.h.k. dlsbnya. Ini merupakan kesempatan yang besar untuk dapat duduk di atas debu.


Arti dari debu tanah liat adalah:
  1. mengaku tidak mampu/tidak berdaya.
    Apa yang dapat dilakukan oleh tanah liat? Selain hanya diinjak-injak dan dikepal-kepal, tetapi sekali-pun begitu, kita masih dapat berharap pada belas kasihan TUHAN. Inilah arti dari duduk di atas debu --> kita hanya berharap kepada belas kasihan TUHAN, tidak berharap kepada manusia.

  2. mengaku bahwa saya tidak layak. Tanah liat ini sekali-pun sudah dibuatkan pot bunga yang bagus, bejana yang bagus, tetapi jika terbentur sedikit saja, ia sudah retak bahkan dapat hancur. Mengaku bahwa saya tidaklah layak untuk melayani karena saya adalah manusia berdosa. Mari saudaraku! Di saat kita mengalami ujian sebagai seorang hamba TUHAN, jangan mengatakan bahwa sidang jemaat itu sebagai pemberontak, tetapi saya/gembala yang bersalah. Inilah manusia tanah liat yaitu mengaku bahwa sayalah yang bersalah.
Ayub dikatakan sebagai orang yang jujur, saleh, tetapi ia berbuat dosa, dan dosa apa yang ia lakukan?

Ayub 32 : 1, 2
1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

Dosa dari Ayub yaitu dosa kebenaran diri sendiri = merasa lebih benar dari TUHAN dan juga merasa lebih benar dari sesama. Ini merupakan dosa putih tetapi kusta dan dosa ini yang sering tidak di sadari. Kita mengetahui bahwa dosa itu berwarna hitam, merah tetapi ini putih tetapi kusta.

Apa arti dari dosa kebenaran diri sendiri? Yaitu manusia berdosa yang menutupi dosa dengan cara:
  • Menyalahkan orang lain
  • Pura-pura berbuat baik --> mungkin suami membelikan isterinya perhiasan berlian, tetapi pemberian itu sebenarnya untuk menutupi perselingkuhannya. Demikian juga dengan hamba TUHAN yang berbuat baik sehingga ia dipuji, tetapi sesungguhnya hamba TUHAN itu sudah menyimpan suatu kesalahan dan ia tutupi dengan berbuat baik. Bahkan sampai
  • Menyalahkan TUHAN/menyalahkan Firman pengajaran yang benar.
Ayub sampai harus duduk di atas debu dan ia mengaku bahwa ia tidak mampu dan juga tidak layak sehingga ia disucikan/dilepaskan dari dosa kebenaran diri sendiri, barulah ia dapat melihat TUHAN dan berkata bahwa --> selama ini aku hanya mendengar dari orang, tetapi sekarang baru aku dapat melihat TUHAN Yang bangkit/Penebus Yang bangkit. Semoga kita juga dapat terbuka mata seperti Ayub yang duduk di atas debu sehingga ia mengalami kuasa kebangkitan.

Kalau kita membaca Ayub 42 : 6, kemudian di ay 7, keadaan Ayub sudah dipulihkan dua kali lipat. Kuasa kebangkitan TUHAN memulihkan Ayub dua kali lipat dan sekarang juga akan memulihkan kita.
Arti dari memulihkan dua kali lipat itu bukan berarti kalau dulu memiliki aset sebanyak satu dan sekarang menjadi dua --> bukan ini yang dimaksud dengan dipulihkan dua kali lipat. Tetapi dua kali lipat ini berarti pemulihan secara jasmani dan juga terlebih pemulihan secara rohani dan ini berarti Ayub/kita tidak lagi putus hubungan dengan TUHAN dan juga dengan sesama = ada hubungan yang baik.

Inilah kuasa kebangkitan yang mampu memulihkan kita yang sekarang ini mungkin sudah habis-habisan dan hancur seperti Ayub, tetapi kalau kita dapat memandang TUHAN, maka benar-benar akan ada kuasa kebangkitan yang akan memulihkan dua kali lipat, baik secara jasmani maupun secara rohani sampai kita mencapai hidup yang kekal. Semoga kita dapat mengerti.

Kita harus berhati-hati!! sebab di saat kita diberkati, saat memiliki kedudukan yang tinggi --> harus berhati-hati sebab banyak yang tidak mau duduk di debu, seperti Ayub di saat ia hebat, ia tidak mau duduk di debu sehingga ia tidak dapat memandang TUHAN.

Saya akan memberikan contoh lain dari orang yang tidak mau duduk di debu tetapi ia duduk di tahta yaitu herodes. Di saat ia duduk di atas tahta, ia berkata --> tetapi bukan Suara TUHAN yang ia beritakan, dan rakyat yang di bawah mengatakan bahwa itu adalah Suara TUHAN sehingga herodes ditampar oleh malaikat dan seketika itu juga ia mati --> Kisah rasul 12 : 21 - 23,
21. Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
22. Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
23. Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.

Ini benar-benar berbahaya, sebab kalau bukan Suara TUHAN, jangan berkata bahwa itu adalah Suara TUHAN hanya karena ia adalah herodes/hanya karena kedudukan/hanya karena kehebatan --> jangan!! Kalau tidak cocok dengan Firman, itu bukanlah Suara TUHAN. Kita harus tegas, sebab kalau kita tidak tegas, maka kita akan ditampar oleh malaikat.

Sekali lagi, saya/Widjaja nomor satu, harus berhati-hati sebab:
  • Di saat kita diberkati oleh TUHAN
  • Di saat kita memiliki kedudukan yang tinggi di dunia maupun di bidang kerohanian. Kita harus berhati-hati, jangan sampai kita duduk di tahta raja dan bukan menyampaikan Suara dari TUHAN tetapi menyampaikan suara dari kebenaran diri sendiri. Demikian juga bagi orang yang berada di bawah, jangan mencari muka karena herodes. Seandainya yang berbicara itu tukang sapu istana, maka bisa-bisa, orang itu akan diseret dan dicincang sebab bukan Suara TUHAN sehingga tidak cocok dengan Firman. Tetapi yang berbicara itu herodes, maka mereka mengakui, bahwa itu adalah Suara TUHAN sehingga malaikat menampar pipi herodes.
Pipi = perasaan. Perasaan kita haruslah peka, apakah itu adalah Suara ALLAH atau suara manusia. Kalau kita tidak peka, kita akan ditampar oleh malaikat. Kalau kita menyama - ratakan Suara ALLAH dengan suara manusia hanya karena melihat figur, melihat kedudukan dan juga melihat kekayaan, maka kita akan ditampar oleh malaikat. Dan kalau kita tidak mau menjadi debu tanah, maka kita akan dimakan oleh cacing tanah dan binasa untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! Bagi yang sedang berada dalam ujian habis-habisan, saudara jangan berputus asa, tetapi lebih baik sekarang ini duduk di tanah dengan mengaku bahwa saya hanyalah debu tanah dan tidak mampu = memandang TUHAN sehingga saudara benar-benar mengalami kuasa kebangkitan/pemulihan dua kali lipat --> apa yang jasmani, kita dapatkan dan juga yang rohani, juga saudara dapatkan sampai masuk dalam kerajaan surga yang kekal.

Contoh di dalam perj. baru yaitu rasul-rasul/murid-murid TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN.
Murid-murid ini adalah orang-orang yang juga berada di dalam Firman pengajaran, tetapi juga harus berhati-hati sebab mereka juga dapat putus hubungan dengan TUHAN dan putus hubungan dengan sesama.

Yohanes 20 : 19, 20
19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Istilah pintu terkunci = tidak ada orang yang dapat masuk, artinya:
  • Putus hubungan dengan TUHAN dan juga dengan sesama
  • Berada di dalam suasana ketakutan, stress dan juga jalan buntu. Mungkin keadaan kita seperti rasul-rasul/pelayan-pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang hebat tetapi pintu dikunci karena ketakutan.
Dihari-hari ini, banyak ketakutan dan stress karena persaingan ekonomi di era globalisasi, keadaan dunia menjadi semakin sempit. Demikian juga dengan para hamba-hamba TUHAN yang ketakutan sebab ada gereja lain yang menjemput sidang jemaatnya untuk dibawa ke gereja lain. Juga dengan kaum muda yang ketakutan karena sudah semakin tua belum memiliki jodoh; sehingga ketika bertemu di angkutan umum dllnya segera di tabrak, yang penting mendapat jodoh. Semoga kita dapat mengerti.

Jika gereja TUHAN menutup pintu bagi YESUS/Firman pengajaran yang benar, sementara ada Firman pengajaran yang disampaikan, tetapi kita tidak mau hadir, maka:
  • Sidang jemaat berada dalam ketakutan, stress dan juga jalan buntu
  • Jika menutup pintu bagi Firman pengajaran yang benar, dapat dipastikan akan membuka pintu bagi pengajaran yang lain/pada pengajaran yang sesat dan ini sangat berbahaya.
Kalau seorang gembala itu berzinah, maka ia sendiri yang akan masuk ke dalam neraka, tetapi kalau gembala itu membuka diri bagi pengajaran yang lain/ajaran sesat dan ia khotbahkan ditengah sidang jemaat, maka seluruh jemaat akan tersesat.

Ada yang bertanya, bagaimana mungkin lima ribu orang, semuanya akan masuk ke dalam neraka? Sudah dapat dipastikan, orang yang bertanya itu tidak membaca alkitab; sebab di jaman Nuh, dari seluruh manusia yang ada di dunia, seluruh manusia binasa hanya delapan orang yang selamat. Itu sebabnya kita jangan main-main.

TUHAN Baik, tetapi kita jangan mengukur kebaikan TUHAN itu dengan mengatakan: biar banyak yang sesat, banyak yang berdosa tidaklah mengapa, asalkan banyak --> ini salah besar, sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih = banyak yang disesatkan di akhir jaman ini.

Itu sebabnya jangan mengunci pintu bagi pengajaran yang benar, sebab kalau ini terjadi, akan ada:
  • Ketakutan/stress
  • Jalan buntu dan akan
  • Menerima ajaran yang lain/ajaran sesat yang akan membinasakan.
2 Petrus 2 : 1
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Ajaran sesat ini merupakan racun yang membinasakan.

Kita jangan mengatakan banyak/sedikit, terutama di dalam ibadah fellow-ship semacam ini --> jika gembala-gembala yang datang di sini, kemudian mereka diberi racun yang akan mereka sampaikan kepada sidang jemaat = di antara kumpulan-kumpulan nabi ada sulur-suluran liar.

Jadi fellow-ship semacam ini sangatlah berbahaya, sebab:
  • nomor satu saya/Widjaja sebagai pembicara yang harus bertanggung jawab --> pengajaran apa yang saya bawa untuk disampaikan? Ada banyak gembala-gembala yang hadir dan mendengar, kemudian mereka sampaikan kepada sidang jemaat --> dikalikan berapa yang akan binasa?

  • Panitia juga bertanggung jawab, sebab pengajaran yang diperdengarkan?
Itu sebabnya jangan mengunci pintu bagi YESUS/bagi Firman pengajaran yang benar --> ini berbahaya sebab akan membuka diri bagi ajaran-ajaran sesat dan ini akan lebih berbahaya.

Sekali-pun kunci itu dibuat berlapis-lapis --> silahkan!! Tetapi YESUS tetap dapat masuk, artinya Firman pengajaran yang benar tidak dapat dibendung/tidak dapat dihalangi oleh siapa-pun. Bahkan akan terjadi kegerakan yang besar, yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat supaya menjadi sempurna sama seperti YESUS.

Dulu, kita sudah diselamatkan lewat Firman penginjilan/susu, tetapi ini belumlah cukup, sebab Firman penginjilan ini hanya membentuk bayi. Sedangkan bayi-bayi ini harus didewasakan lewat makanan keras/Firman pengajaran. Semoga kota Ambon ini merupakan gerimisnya dan kita menjadi mengerti.

Mengapa TUHAN mengijinkan murid-murid merasa ketakutan sehingga mereka mengunci pintu? Supaya mereka dapat melihat TUHAN Yang Bangkit.
Bagi kaum muda, mungkin saudara kuatir tentang jodoh dan juga untuk masa depan dan juga menghadapi jalan buntu sehingga menjadi stress.
Demikian juga bagi pelayan-pelayan TUHAN dan juga pengusaha yang menghadapi jalan buntu dan juga bagi siapa-pun juga. TUHAN ijinkan hal itu terjadi supaya kita dapat melihat YESUS/Sang Penebus Yang sudah bangkit dan untuk ini juga ada prosesnya.

Di bagian atas sudah diterangkan tentang proses bagaimana Ayub dapat memandang TUHAN/Penebus Yang bangkit yaitu lewat proses duduk di debu dan mengaku bahwa saya berdosa dan tidak layak dan juga tidak mampu sehingga TUHAN menolongnya. Ini contoh di dalam perj.lama.

Proses memandang TUHAN di dalam perj.baru yaitu:
  1. Yohanes 20 : 20
    Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

    Melihat Lambung TUHAN Yang ditombak sehingga mengeluarkan Darah dan Air.

    Yohanes 19 : 34
    tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Artinya: kita harus menerima tanda darah dan air.
    Darah = bertobat --> berhenti berbuat dosa/mati terhadap dosa sampai pada puncak dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan dan kembali kepada TUHAN. Puncak dosa ini sudah terjadi sejak jaman Nuh, Lot sampai sekarang di akhir jaman (Lukas 17).

    Dosa makan minum ini juga termasuk mabuk, menggunakan narkoba dan juga termasuk berjudi yang melanda manusia termasuk anak-anak TUHAN dan juga hamba-hamba TUHAN. Untuk ini harus bertobat dengan melihat Lambung YESUS.

    Sedangkan kawin mengawinkan adalah dosa sex dengan berbagai ragamnya lewat pandangan, pikiran dan perbuatan secara pribadi. Sedangkan dosa sex didalam nikah adalah kawin cerai sampai kawin mengawinkan.

    Air = baptisan air. Inilah lahir baru.
    Saat kita merasa ketakutan sehingga menjadi stress dan juga di saat kita menghadapi jalan buntu untuk menuju ke surga --> mari! Kita melihat YESUS Yang sudah bangkit dengan pertama, kita melihat LambungNYA yang mengeluarkan Darah dan Air yaitu kita harus bertobat dan masuk dalam baptisan air.

    Roma 6 : 2 - 4
    2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    3. Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
    4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Mati bagi dosa = bertobat.
    Orang mati itu harus dikubur sebab sekarang ini banyak orang yang belum mati, tetapi sudah disuruh untuk dibaptis karena jiwa itu adalah seorang yang kaya/kelas kakap supaya dapat menjadi anggauta gereja. Kalau orang yang belum mati, kemudian hendak dikubur, pasti akan memberontak dan pendetanya dapat ditinju.

    Jadi syarat orang yang akan dibaptis, bukanlah orang yang kaya/miskin tetapi orang yang mati/harus mati terhadap dosa = bertobat terlebih dahulu, barulah kemudian dikubur bersama YESUS di dalam baptisan air dan bangkit di dalam hidup yang baru yaitu jenis kehidupan surga.

    Apa yang dimaksud dengan kehidupan surga? Yaitu hidup di dalam kebenaran sebab kerajaan surga itu bukanlah soal makan dan minum, tetapi soal kebenaran. Di luar kebenaran = pintu terkunci/kita mengunci pintu = tidak ada YESUS. Jadi hidup di dalam kebenaran = melihat Lambung YESUS.

    Dulu kita dilahirkan oleh ibu dan hanya memiliki jenis kehidupan dunia yaitu jenis kehidupan darah dan daging yang tidak dapat mewarisi kerajaan surga. Itu sebabnya kita harus lahir baru lewat baptisan air --> kita dikubur bersama YESUS dan bangkit dalam hidup yang baru.

    Contoh sederhana dari hidup benar adalah:
    • Di saat membuat kartu tanda pengenal/k.t.p, kalau yang sederhana saja , kita banyak berdalih, maka kita tidak akan selamat, sebab kebenaran ini menyangkut keselamatan.

    • Demikian juga di dalam pelayanan --> kita melayani, bukan untuk mencari uang, tetapi harus melayani di dalam kebenaran.

    • Menikah juga harus benar, kalau benar, maka akan dipagari oleh TUHAN.

    Mazmur 5 : 13
    Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Orang benar/orang yang hidup di dalam kebenaran, akan mendapatkan perisai perlindungan dan juga berkat dari TUHAN, sehingga kutukan dllnya tidak dapat masuk di dalam kehidupan itu.

    Mari! Dimulai dari saya dan juga kita sekalian harus hidup benar. Saya mau bersaksi --> dulu sebelum saya membuka cabang di Surabaya, tetapi saya sering diundang untuk berkhotbah di Surabaya. Di dalam perjalanan dari Malang menuju Surabaya, sering terjadi kemacetan sehingga saya sering mengatakan kepada pengerja untuk mengambil jalan pintas yang sudah dilarang oleh polisi yaitu melewati garis lurus yang berwarna putih sebab saya sudah terlambat. Kemudian saya berkhotbah, tetapi ditengah-tengah berkhotbah, saya tidak dapat meneruskan/tidak dapat berkata-kata lagi; kemudian saya memohon ampun kepada sidang jemaat sebab saya dalam perjalanan menuju Surabaya sudah melanggar/sudah tidak benar dengan melewati jalan yang sudah dilarang oleh polisi.

    Bagaimana saya dapat berkhotbah kalau saya belum meminta ampun? Ini memang hal yang sederhana, tetapi dapat menipu sidang jemaat. Kita berkhotbah --> harus benar, benar! Tetapi ita sendiri tidak benar. Itu sebabnya, hidup benar ini harus dimulai dari hal yang kecil-kecil terlebih dahulu supaya pagar dari TUHAN itu akan menjadi semakin jelas.

    Apakah kita tidak merasa senang kalau pagar dari TUHAN menjadi semakin rapat, atau kita lebih senang pagar yang lebih lebar? Kalau pagar yang lebar, maka ular dapat masuk, tetapi kalau pagar itu menjadi semakin rapat, jangankan ular, angin-pun tidak dapat masuk. Luar biasa pagar dari TUHAN ini sebab akan melindungi dan juga memberkati kita.

  2. Yohanes 20 : 20
    Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

    Setelah melihat Lambung TUHAN, maka selanjutnya adalah melihat Tangan TUHAN.

    Tangan ini untuk bekerja, arti dari melihat Tangan TUHAN adalah kita bekerja seperti YESUS, kita melayani seperti YESUS melayani = kita bekerja dan melayani dengan:
    • Pengorbanan sebab Tangan YESUS ditusuk dengan paku dan ini terasa sakit. Bukan bekerja untuk mencari keuntungan. Kalau saya datang ke Ambon ini hanya untuk mencari uang, maka saya akan memohon ampun, sebab saya tidak akan datang sebab pelayanan saya di Jawa sudah banyak. Mari! Kita melayani di gereja masing-masing, bukan untuk mencari berkat dan keuntungan, tetapi untuk berkorban seperti YESUS. Gembala dan juga sidang jemaat harus berkorban. Banyak orang yang bertanya, seberapa besar gereja dari bapak Widjaja ini sehingga setiap bulan dapat kesana dan kemari dengan pesawat? Saya menjawab, bahwa gereja saya tidaklah terlalu besar, tetapi pelayanan saya tidak bergantung pada jumlah dari sidang jemaat, tetapi pelayanan saya adalah pelayanan yang melihat Tangan TUHAN sehingga TUHAN Yang menyediakan.

    • Melayani TUHAN dengan kesucian. Bukan orang yang kaya atau pandai, tetapi orang yang suci.

    Efesus 4 : 11, 12
    11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Bukan orang yang pandai/bodoh, kaya/miskin --> bukan! Tetapi orang kudus/suci yang dipakai dan diberikan jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Semua orang dapat dipakai oleh TUHAN untuk melayani TUHAN, asalkan ia suci.

    Karunia = kharis --> kemampuan ajaib (lebih dari ijazah, sekali-pun kita punya dan untuk ini kita bersyukur tetapi bagi yang tidak memiliki ijazah, tidak perlu merasa minder) yang menjadi bekal bagi kita sekalian.

    Kita jangan melayani TUHAN dengan jabatan yang tidak sesuai. Sebagai contoh: --> tangan mau menjadi kaki, ini dapat dilakukan kalau dipaksa, seperti pemain akrobat tetapi tidak akan bertahan lama, atau penyanyi yang mau menjadi gembala, sebab sekarang ini banyak orang yang ingin menjadi gembala.

    Tugas dari seorang gembala itu bukanlah membagi uang dan membagi beras tetapi memberi makan sidang jemaat. Sama juga dengan isteri, ada yang menganggap seorang isteri itu adalah seorang yang pandai memasak dan mencuci --> belum tentu ia adalah seorang isteri, sebab seorang koki lebih pandai memasak. Seorang isteri disebut isteri adalah yang tunduk pada suaminya. Begitulah seharusnya, kita jangan membalik-balik.

    Jabatan, pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus = jubah Yusuf yang maha indah, artinya, jika kita melayani TUHAN dengan kesucian + dengan jabatan dan karunia-karunia Roh Kudus, maka masa depan kita akan menjadi indah/hidup kita menjadi indah, sebab ini merupakan janji TUHAN.

    Jika kita melihat Lambung YESUS = hidup benar, maka kita akan:
    • dipagari/ada perlindungan dan
    • diberkati oleh TUHAN sehingga si jahat tidak dapat masuk.

    Jika kita melihat Tangan YESUS = hidup suci/melayani TUHAN dengan kesucian, maka hidup dan masa depan kita menjadi indah. Jika sekarang ini (saya permisi berbicara, saya datang ke sini bukan untuk menggurui) tetapi kalau ada hamba TUHAN di dalam pelayanannya tidak bertambah indah, tetapi bertambah telanjang = bertambah dipermalukan --> mari! Kembalilah melihat Tangan TUHAN = melayani seperti YESUS melayani.

  3. Yohanes 20 : 20
    Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

    Melihat TUHAN = melihat Wajah YESUS. Melihat Wajah YESUS digunung yang tinggi dan Wajah YESUS bersinar-sinar bagaikan matahari = melihat Wajah YESUS dalam kemuliaan = menyembah TUHAN.

    Sekarang kita hidup benar, melayani TUHAN dan menyembah TUHAN --> inilah proses melihat TUHAN Yang bangkit.

    Di saat kita menyembah TUHAN, maka disaat itulah kita mengalami keubahan hidup. Di saat kita melihat Wajah YESUS Yang mulia, maka wajah kita yang jelek karena dosa akan dibuang, maka Wajah YESUS Yang mulia Yang akan masuk dan kita akan mengalami keubahan dari manusia daging menjadi manusia yang rohani. Ini merupakan mujizat yang terbesar dan mujizat ini tidak dapat ditiru oleh setan, sebab kalau hanya sakit menjadi sembuh, miskin menjadi kaya, setan juga dapat memberi. Seperti sekarang ini ada banyak dukun-dukun yang juga dapat memberi kesembuhan mau-pun memberi kekayaan.

    Keubahan hidup ini merupakan hal yang sangat penting, bukan hanya masuk dan keluar gereja sebab keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani hanya dari menyembah YESUS/melihat TUHAN --> Efesus 4 : 23 - 25,
    23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Manusia baru itu tidak berdusta.
    Jadi, kalau ada yang bertanya, apakah saya sudah menjadi manusia baru? Jawabannya adalah jika tidak berdusta lagi. Selama masih berdusta, sekali-pun ia adalah pemimpin yang besar atau siapa-pun, maka ia belum dibaharui. Sekali-pun ia sudah bertahun-tahun melayani TUHAN, berkorban jutaan rupiah bahkan miliaran ruliah, tetapi kalau masih berdusta, maka ia bukanlah manusia baru tetapi masih manusia daging yang tidak mewarisi kerajaan surga. Itu sebabnya, kita jangan berdusta tetapi berkata benar sebab ini merupakan tanda dari manusia benar/memandang Wajah YESUS.
Dulu, murid-murid melihat Lambung, Tangan dan Wajah YESUS, dan mereka bersuka-cita sebab YESUS memang menampakkan Diri.

Untuk sekarang, bagaimana kita dapat :
  • memandang Lambung YESUS? Kita harus bertobat, masuk dalam baptisan air sehingga kita dapat hidup benar.

  • memandang Tangan YESUS? Kita harus melayani TUHAN dengan kesucian sehingga kita memiliki jubah yang indah = hidup menjadi indah sebab ada pagar dari TUHAN.

  • memandang Wajah YESUS? Tidak boleh ada dusta lagi. Petrus seorang pendeta senior dan hebat tetapi ia berdusta ketika ada seorang anak yang bertanya apakah ia mengenal YESUS? Ia menjawab, bahwa ia tidak mengenal YESUS. Kalau kita memandang Wajah YESUS dan YESUS masuk melalui pintu, maka akan ada damai sejahtera serta sukacita.
Mari sekarang ini, kalau kita dapat melihat Wajah YESUS sehingga:
  • yang berdusta menjadi jujur.
  • yang dulu kasar terhadap isteri, sekarang menjadi halus.
  • yang suka memukul, sekarang berhenti.
Inilah memandang Wajah YESUS sehingga hati menjadi damai sejahtera sebab sudah tidak ada lagi ketakutan.

Hasil dari memandang YESUS adalah:
  • hati menjadi damai sejahtera dan juga
  • ada kuasa untuk membuka pintu.
Roma 16 : 20
Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Jika sekarang kita memandang Wajah YESUS sehingga hati menjadi damai sejahtera, maka kuasa kebangkitan akan menghancurkan kuasa setan. Pintu-pintu yang terkunci, semuanya akan terbuka, masalah-masalah yang mustahi menjadi tidak mustahil, semuanya di selesaikan bahkan sampai pintu surga-pun terbuka bagi kita. Semoga kita dapat mengerti.

1 Tesalonika 5 : 23, 24
23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
24. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Kalau hati kita tidak damai, maka YESUS Raja Damai tidak dapat berbuat apa-apa. Tetapi kalau hati damai maka kuasa setan dikalahkan dan pintu-pintu terbuka sehingga kuasa pemeliharaan TUHAN, akan memelihara tubuh, jiwa dan roh kita di jaman yang sudah sulit ini. Dan juga ada kuasa penyucian yang akan menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita sedikit demi sedikit sampai satu waktu, kita menjadi sama dengan YESUS dan kita dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya.

YESUS akan segera datang kembali, bagaimana persiapan kita? Apakah hubungan kita masih terputus dengan TUHAN? atau masih seperti Ayub yang habis-habisan? Mari duduk di debu, supaya TUHAN akan pulihkan sehingga kita dapat melihat TUHAN.

Atau masih seperti murid-murid yang memiliki rasa takut dan kuatir sehingga mengunci pintu? Mari! Pandang Wajah YESUS sehingga hati menjadi damai sejahtera dan semua pintu akah dibukakan, kita dipelihara, disucikan sampai terangkat di awan-awan dan kita dapat memandang Wajah YESUS Muka dengan muka dan akan bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top