English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum (Minggu Pagi, 14 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 05 Agustus 2007)
Tayang: 18 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 20 April 2008)
Tayang: 21 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu, 11 Mei 2008)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 18 November 2007)
Tayang: 03 September 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 22 Juli 2007)
Tayang: 09 Mei 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 24 Februari 2008)
Tayang: 06 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 September 2007)
Tayang: 07 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 September 2007)
Tayang: 01 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 02 Desember 2007)
Tayang: 16 Oktober 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 12 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum
Tanggal: Minggu Pagi, 28 Oktober 2007
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 04 April 2011

Kita masih membaca di dalam inijl Matius 24 : 6-8, nubuat tentang bangsa-bangsa.
6. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
7. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
8. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Nubuat tentang bangsa-bangsa, merupakan nubuat/tanda dari kedatangan YESUS Yang kedua kalinya/kiamat dan terjadi kegoncangan-kegoncangan di segala bidang yang melanda seluruh bangsa di dunia yang mengakibatkan ketakutan, kegelisahan bahkan sampai pada kebinasaan. Ini yang harus kita waspadai.

Ada tiga macam kegoncangan yaitu:
  • peperangan,
  • kelaparan dan
  • gempa bumi.
Ini sudah mewakili semua kegoncangan-kegoncangan yang melanda semua bangsa-bangsa di bumi.

Kita masih akan tetap mempelajari tentang PEPERANGAN yang terjadi dalam peperangan antar suku, antar bangsa/antar negara yang semakin meningkat dan menjadi semakin membesar sampai pada peperangan yang dahsyat yang akan melibatkan dua ratus juta tentara dari seluruh muka bumi dan menewaskan sepertiga manusia yang ada di bumi. Tetapi peperangan ini akan terus meningkat, sekali-pun sudah diupayakan agar ada perdamian, tetapi tetap sulit untuk berdamai, sebab ini sudah dinubuatkan.

Dan peperangan akan terjadi sampai pada perang yang dahsyat/yang besar sebab melibatkan dua ratus juta tentara berkuda dan ini berarti sudah melibatkan tentara dari seluruh dunia dan juga menewaskan sepertiga manusia di bumi. Kira-kira dua miliar manusia yang tewas dan ini tidak dapat dibayangkan.

Wahyu 9 : 16, 18
16. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.
18. Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.

Senjata yang digunakan adalah:
Api = senjata api --> perang dunia pertama.
Asap = bom atom --> perang dunia kedua
Belerang --> yang akan kita pelajari.

Belerang ini yang diambil adalah gas yang terkandung di dalamnya dan menjadi senjata biologis. Waktu perang teluk sempat disebutkan bahwa mereka memakai senjata biologis sehingga mengakibatkan ketakutan dan banyak yang memprotes.
Belerang ini diambil gasnya untuk dijadikan senjata biologis untuk mematikan sekali-gus semua manusia tanpa disadari/tanpa sadar. Misalnya: di dalam satu ruangan ada sepuluh orang, kemudian diberi gas beracun, maka tanpa disadari, kesepuluh orang itu mati seketika. Yang jasmani, sudah menjadi kengerian dan ketakutan sekali-pun negara besar.

Sekali lagi, setan bukan hanya membunuh manusia secara jasmani saja, tetapi ia juga mau membunuh manusia secara jiwa dan roh manusia --> membunuh tubuh, jiwa dan roh manusia sampai di neraka. Itu sebabnya, setan juga menggunakan senjata biologis/belerang secara rohani.

Apa yang dimaksud dengan senjata biologis secara rohani?
Wahyu 20 : 14, 10
14. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
10. dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Senjata belerang ini, dekat dengan api dan belerang = senjata api dan belerang membinasakan tubuh, jiwa dan roh manusia sampai di lautan api dan belerang = neraka.

Jadi, kalau ay 14 dan ay 10 digabung, maka senjata belerang adalah maut. Waktu yang lalu sudah diterangkan bahwa senjata api adalah lidah, sedangkan senjata asap adalah dosa/sengat maut. Tetapi, senjata belerang adalah maut lewat pengajaran-pengajaran sesat yang mematikan kerohanian dari anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN secara tidak sadar sehingga masuk dalam api dan belerang.

Orang yang terkena pengajaran sesat ini tidak sadar, bahkan merasa lebih suci, merasa sudah berhasil, lebih hebat, lebih benar dari yang lain. Ini benar-benar berbahaya sebab merasa dipakai oleh TUHAN, padahal kerohaniannya sudah mati.

Dan maut lewat pengajaran sesat ini mengancam hamba-hamba TUHAN/orang pilihan --> Matius 24 : 24, Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Mengapa orang-orang pilihan/hamba-hamba TUHAN yang dipakai oleh TUHAN juga dapat disesatkan? Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini banyak orang Kristen yang cenderung mencari mujizat secara jasmani, sehingga kehidupan itu menjadi sasaran empuk dari pengajaran sesat/senjata belerang. Sebab mereka memakai tanda yang ajaib bahkan sampai menurunkan api dari langit.

Contoh, dari orang pilihan yang diancam maut adalah bayi Musa -->
Keluaran 2 : 1, 2,
1. Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
2. lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

Jadi, Musa lahir sebagai anak laki-laki yang cantik, untuk sekarang berarti kehidupan yang lahir baru --> bertobat, lahir baru, masuk dalam baptisan air dan baptisan Roh.Kudus = lahir baru dari darah, air dan Roh = hidup benar sehingga selamat. Ini seperti bayi Musa yang lahir dan selamat.

Kemudian cantik = kehidupan yang dapat memuliakan TUHAN --> kalau ada sesuatu yang indah, maka kita dapat berkata 'puji TUHAN'. kehidupan yang dipakai oleh TUHAN untuk memuliakan TUHAN.

Kalau ada gadis yang cantik, tentu banyak di datangi orang = menarik banyak jiwa-jiwa. Jadi Musa lahir sebagai anak yang cantik dan untuk sekarang merupakan gambaran dari hamba-hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang :
  • lahir baru,
  • selamat,
  • dipakai untuk memuliakan TUHAN,
  • dipakai untuk membawa jiwa-jiwa datang kepada TUHAN.
Kita harus ingat! Sekali-pun kita sudah dipakai menjadi hamba-hamba TUHAN tetapi tetap diancam oleh maut lewat pengajaran-pengajaran sesat --> perintah dari firaun untuk melemparkan bayi-bayi laki-laki orang Israel ke sungai Nil. Inilah pengajaran sesat sebab mengajar orang lain untuk membunuh. Kita harus berhati-hati dengan senjata gas.

Saya selalu memberi contoh ucapan dari alm. bpk.pdt Pong yang berkata --> kalau seorang hamba TUHAN berzinah, maka hamba TUHAN itu sendiri yang masuk neraka, sedangkan sidang jemaat tidak apa-apa. Tetapi kalau hamba TUHAN membawa gas beracun/ajaran sesat, maka seluruh sidang jemaat akan mati termasuk hamba TUHAN itu. Ini betul-betul berbahaya, itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Ada tiga cara untuk meloloskan diri dari maut yang disebabkan oleh pengajaran sesat yaitu:
  1. Keluaran 2 : 2, lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

    Musa disembunyikan selama tiga bulan, ini berarti diisi dengan Firman pengajaran.

    Jadi, kehidupan yang dipakai TUHAN, belumlah cukup, harus diisi dengan Firman pengajaran yang benar supaya tidak disesatkan.

  2. Keluaran 2 : 3-6
    3. Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan t'er, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;
    4. kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. 5. Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
    6. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

    Musa dibuang ke sungai Nil, ini berarti pengalaman kematian bersama YESUS. Ini merupakan hikmat dari TUHAN. Kalau kita tidak mau dijamah oleh pengajaran sesat/tidak mau dijamah oleh setan, maka kita harus masuk dalam pengalaman kematian = salib. Tetapi sekarang ini justru salib ditolak di dalam gereja, dan mereka menciptakan ibadah yang cocok dengan daging/ibadah yang mengenakan daging, justru di situlah bertumbuh ajaran-ajaran sesat.

    Tetapi di mana ada salib --> saudara merasakan kesulitan dan berat seperti Musa yang dibuang ke sungai Nil, maka ajaran sesat/maut tidak dapat menjamah.
    Kita harus berhati-hati sebab sekarang ini semuanya dipermudah. Contoh: kalau berpuasa, diperbolehkan minum air. Semuanya dipermudah supaya daging jangan sakit.

  3. Keluaran 2 : 7-10
    7. Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?"
    8. Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.
    9. Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
    10. Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

    Musa ini diberi air susu ibu/asi --> ibunya dipanggil untuk menyusui Musa. Sekali-pun Musa sudah lolos dari sungai Nil, tetapi kalau ia tidak diberi asi, pasti akan mati.

    Jadi, Musa diberi minum asi, arti rohaninya adalah, ibu ini menunjuk pada gembala dan Musa diberi minum air susu ibu, untuk sekarang berarti kehidupan kita harus tergembala supaya tidak disesatkan.

    Mulai dari seorang gembala, harus tergembala; demikian juga sidang jemaat/domba-domba juga harus tergembala. Jika seorang gembala tidak tergembala, bagaimana domba-domba dapat tergembala?

    Coba dipikirkan tentang ajaran-ajaran sesat ini, sebab banyak orang yang tidak menyadari. Gembala selalu tidak pernah ada, tetapi domba-domba merasa tergembala --> tidaklah mungkin, sebab gembala harus terlebih dahulu tergembala, baru kemudian domba-domba tergembala. Inilah hebatnya gas beracun yang mengakibatkan manusia itu menjadi tidak sadar; sudah jelas dipermainkan oleh ajaran sesat, tetapi merasa hebat, pada hal dia sudah tidak tergembala/kerohaniannya sudah mati.
Semuanya ini dimulai dari saya yang harus bertanggung jawab, sekali-pun saya memiliki tugas untuk melayani di luar yang hampir setiap bulan satu kali, tetapi setelah selesai, saya segera pulang kembali. Kita berdoa, semoga tugas keluar ini untuk pembangunan tubuh Kristus, bukan untuk pergi berjalan-jalan, tetapi merupakan kelimpahan dari penggembalaan, sebab kalau kelimpahan di dalam penggembalaan ini tidak dibawa keluar, akan menimbun dan tenggelam di dalam rawa-rawa. Rawa ini hanya terus menerus menerima air dan tidak pernah dapat mengalir keluar dan satu waktu akan meledak.

Mari, saudaraku! Dihari-hari ini, saya dan saudara tergembala, sehingga kita menerima kelimpahan di dalam penggembalaan dan kelimpahan ini kita bawa keluar bagi pembangunan tubuh Kristus = menjadi berkat bagi gereja lain/bagi hamba-hamba TUHAN yang lain dan juga bagi anak-anak TUHAN yang lain.

Kita diisi lagi dengan kelimpahan seperti Abraham yang diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain, dan ini tidak pernah berhenti sebab merupakan hikmat dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Tanda dari kehidupan yang tergembala adalah:
1 Petrus 2 : 2, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Kehidupan yang tergembala/penggembalaan itu memiliki suasana kebangkitan. Kita dapat membayangkan, awalnya Musa ini disembunyikan dan ini sudah mengakibatkan kesusahan. Seandainya kita memiliki bayi yang terus disembunyikan di dalam kamar, sesudah itu dibuang ke sungai Nil/mengalami kematian; tetapi setelah ia tergembala, maka ia berada di dalam tangan dari puteri raja = suasana kebangkitan. Jadi, suasana penggembalaan = suasana kebangkitan. Kalau orang Kristen/hamba TUHAN tidak mau tergembala, maka ia tidak akan pernah mengalami kebangkitan dan ini sangat disayangkan sekali.

Sudah percaya YESUS, kemudian dipakai oleh TUHAN, mengalami pengalaman kematian bersama YESUS, tetapi mengapa tidak bangkit-bangkit? Sebab tidak tergembala/pergi kesana dan kesini.

Jadi, kehidupan yang tergembala selalu merindu/menginginkan Firman penggembalaan lebih dari perkara yang lain seperti bayi yang merindu air susu ibu. Seperti seorang bayi yang menangis dan menginginkan air susu ibu, tetapi ia diberi makanan lain yang harganya lebih mahal atau diberi kunci kontak dari mobil keluaran terbaru, tetapi ia tetap menangis sebab tidak ada yang dapat menggantikan air susu ibu. Inilah kehidupan yang tergembala yang berada di dalam suasana penggembalaan yang merindukan/menginginkan Firman penggembalaan lebih dari segala perkara yang ada di bumi dan pasti akan mendapatkan kebangkitan. Semoga kita dapat mengerti.
  1. Firman penggembalaan ini bagaikan air susu yang murni dan yang rohani, apa yang dimaksud dengan 'yang murni'? Yaitu:
    • Firman yang murni berarti tertulis dalam alkitab. Saya bersyukur, kalau saudara datang ke gereja membawa alkitab dan bagi yang tidak membawa alkitab, saudara masih dapat membaca di slide sehingga saudara dapat memeriksa apakah Firman yang disampaikan itu murni atau tidak.

    • di ilhamkan/diwahyukan oleh TUHAN/dibukakan rahasianya oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain yang terdapat di dalam alkitab. Tidak dicampur dengan yang lain, dengan apa yang berasal dari dunia ini. Seperti yang tertulis di dalam (Keluaran 2 : 1) --> Lewi kawin dengan Lewi = tidak kawin campur. Bagi kaum muda, saudara jangan kawin campur sebab ini dibenci oleh TUHAN. Dikatakan Firman TUHAN, tetapi dicampur dengan apa yang dari dunia, sehingga dibenci oleh TUHAN --> yang rohani, jangan dicampur dengan yang jasmani = tidak diinginkan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

      Dan 'yang rohani', artinya dalam urapan Roh.Kudus. Yang membedakan kita menyampaikan Firman penggembalaan/Firman TUHAN Yang benar atau sekedar pidato, sekali-pun terdengar hebat. Jadi, yang membedakan, berada di dalam urapan TUHAN atau tidak. Saya menyampaikan Firman, harus berada dalam urapan Roh.Kudus, demikian juga saudara mendengarkan, juga harus berada di dalam urapan Roh.Kudus. Jika berada di dalam urapan Roh.Kudus, maka tidak akan dibatasi oleh apa-pun juga.

    Inilah arti dari Firman yang murni dan yang rohani = Firman penggembalaan. Kita harus berdoa supaya penyampaian Firman itu benar-benar berasal dari alkitab, diwahyukan oleh TUHAN dan diurapi oleh Roh.Kudus sehingga kita tidak dibatasi oleh waktu, oleh usia, oleh kepandaian dan juga oleh pengalaman. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Firman penggembalaan ini, juga seperti ibu yang menyusui anak --> air susu ibu terus menerus mengalir. Jadi, menyusui seorang anak itu tidak satu kali dengan mengatakan cukup satu kali saja sebab sudah kenyang sampai si anak berusia lima tahun --> tidak demikian. Harus terus menerus, bahkan sehari dapat beberapa kali diberi susu. Inilah Firman penggembalaan yang disampaikan dengan setia dan berulang-ulang oleh seorang ibu, bukan oleh banyak ibu, tetapi oleh seorang ibu/seorang gembala menjadi makanan bagi domba-domba. Semoga kita dapat mengerti.

    Saya akan menunjukan ayatnya bahwa Firman penggembalaan itu harus diberitakan hanya oleh seorang gembala --> Bilangan 27 : 15-17,
    15. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN:
    16. "Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang
    17. yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala."

    Berapa jumlah jemaat dari bangsa Israel, sudah berapa tahun mereka berada di padang gurun? Waktu berangkat keluar dari Mesir, jumlah mereka enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang laki-laki yang berusia duapuluh tahun keatas, belum termasuk wanita dan juga anak-anak, berarti sudah berjumlah jutaan orang, tetapi hanya diangkat seorang gembala. Inilah saudaraku, di dalam urapan Roh.Kudus, tidak dibatasi oleh apa-pun. Kalau secara manusia, maka harus dipecah menjadi beberapa bagian, tetapi di dalam urapan Roh.Kudus, TUHAN Yang bekerja. Semoga kita dapat mengerti.
Kegunaan dari Firman penggembalaan yang diulang-ulang dan disampaikan dengan setia:
  1. Filipi 3 : 1, 2
    1.Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
    2. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,
    3. karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

    Jadi Firman penggembalaan diulang-ulang untuk memberikan kepastian/keteguhan iman supaya tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat.

    Ajaran-ajaran sesat ini hanya mengarah kepada hal yang bersifat lahiriah saja --> yang rohani, semuanya dicampur dengan yang jasmani/lahiriah gas beracun. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

  2. 1 Petrus 2 : 1, Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

    Firman penggembalaan yang bagaikan susu yang murni dan diulang-ulang, bukan untuk membosankan tetapi untuk menyucikan kehidupan kita terutama dari lima dosa utama.

    Lima dosa ini dimulai dari kejahatan yang merupakan akar dari dosa dan itu adalah cinta akan uang --> 1 Timotius 6 : 10, Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Akar ini kalau mau dicabut harus betul-betul tercabut semuanya, sebab kalau tertinggal sedikit saja, maka akan tumbuh lagi. Itu sebabnya Firman itu diulang-ulang, supaya akar itu dapat tercabut semuanya.

    Akar dari kejahatan itu adalah cinta akan uang, itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan dosa mencuri milik sesama --> jangan merugikan sesama. Saya minta maaf untuk berkata ini sebab merupakan pengalaman saya karena saya dulu bekerja, jadi saya tahu --> justru yang berbahaya kalau sesama anak TUHAN yang bekerja sama, sebab banyak yang saling merugikan, ini disebabkan karena akar tidak bersih yaitu akar kejahatan berupa cinta akan uang.

    Dulu saya sangat senang kalau ada sesama anak TUHAN yang satu gereja menjalin kerja sama untuk berbisnis, tetapi sekarang saya was-was dan takut sebab banyak yang tidak mau masuk gereja lagi. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh mendengarkan Firman, supaya akar kejahatan/cinta akan uang itu dicabut, sebab akan menimbulkan pencurian milik sesama dan juga pencurian milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Jika akar ini tidak dicabut, maka dosa akan berkembang, menjadi bertunas yaitu menjadi tipu muslihat, kemunafikan dan kedengkian. Kalau sudah bertumbuh dan bertunas akan berbuah menjadi fitnah.

    Contoh: si A yang merugikan si B, tetapi diluaran sana si A ini membalikan fakta dengan berkata yang jelek tentang si B, padahal si A inilah yang menghabiskan milik si B.

    Akar berada di hati, sedangkan perkataan fitnah merupakan buah yang jahat dan yang najis (kalau soal penggembalaan di dalam injil Yoh 15, kita tergembala bagaikan carang yang melekat pada Pokok anggur). Kalau yang dihasilkan adalah fitnah, maka itu adalah buah anggur yang masam/yang kecut dan juga yang pahit.

    Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab kalau kelima dosa ini tidak disucikan, akan menghasilkan buah anggur yang asam/yang kecut dan juga pahit. Kehidupan dari hamba TUHAN, dari anak TUHAN itu betul-betul menjadi kecut, pahit dan getir sekali-pun ia sudah menipu dan mengambil milik orang lain.

    Tetapi kalau kita mau disucikan lewat Firman penggembalaan dengan mulai membuang kelima dosa ini, maka kita akan menghasilkan buah anggur yang manis. Buah anggur yang kecut, disucikan lewat mengaku dosa kepada TUHAN, tinggalkan dosa/bertobat = memberi TUHAN minum anggur asam di kayu salib waktu TUHAN YESUS haus, IA diberi minum air anggur asam. Jika kita mengaku dosa, maka TUHAN akan mengganti dengan air anggur yang manis, sehingga ada kebahagiaan.

    Kita harus memiliki kepastian terlebih dahulu, sebab kalau tidak ada kepastian, maka tidak mungkin kita akan disucikan. Seperti dahulu kita mengerjakan matematika, tetapi kita tidak memiliki kepastian untuk memakai rumus yang mana, maka sudah dapat dipastikan kita akan mendapat nilai nol. Tetapi kalau kita yakin dengan rumus yang kita pastikan, maka apa yang kita kerjakan akan mendapat nilai seratus.

    Begitu juga kita dengan pengajaran, kalau kita tidak memiliki kepastian terhadap pengajaran, bagaimana kita mau mendapatkan hasil dan penyucian --> tidaklah mungkin. Harus ada kepastian terlebih dahulu bahwa saya ini tergembala dan mantap, maka pasti ada hasil penyucian yaitu buah anggur yang manis yang bisa kita nikmati. Semoga kita dapat mengerti.

  3. 1 Petrus 2 : 2 - 5
    2.Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
    3. jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
    4. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
    5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Bertumbuh kerohaniannya --> jika seorang bayi memiliki ibu yang banyak --> hari ini pada pagi hari si bayi menyusui dari ibu A, siang hari dari ibu B, malam hari dari ibu C, kemudian keesokan harinya dari ibu D; kira-kira si bayi ini dapat bertumbuh atau tidak? Jangankan untuk diberi susu oleh ibu lain, tentu akan ditolak oleh ibu kandungnya, tidaklah mungkin ibu kandung mempersilahkan ibu-ibu lain untuk menyusui bayinya dan untuk ini tidak akan pernah ada.

    Harus satu gembala sehingga kerohanian kita dapat bertumbuh/mengalami pertumbuhan rohani yaitu menjadi imam-imam dan raja-raja = pelayan TUHAN yang aktif di dalam pelayanan pembangunan rumah rohani/pembanguan tubuh Kristus.
Mari saudaraku, kita tergembala dengan sungguh-sungguh sehingga kita:
  • menjadi yakin/ada kepastian pada Firman penggembalaan, sehingga kita
  • mengalami penyucian dari lima dosa yang merupakan akar yang harus dicabut, sebab jika tidak dicabut, akan menghasilkan buah yang tidak baik.
  • kalau semuanya dicabut, maka pasti kerohanian kita akan bertumbuh dan kita akan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.
Untuk menjadi seorang imam dan raja itu tidak perlu ditarik-tarik dan dipaksa-paksa, sebab kalau kerohanian kita sudah bertumbuh, maka segeralah ia akan melayani TUHAN/menjadi imam-imam dan raja-raja/pelayan TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus = memiliki jabatan pelayanan.

Memiliki jabatan pelayanan merupakan tempat kita di dalam tubuh Kristus. Jika tidak memiliki jabatan pelayanan = tidak memiliki tempat di dalam tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.

Keluaran 2 : 9, Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.

Kita harus berhati-hati, sebab puteri firaun ini suka memberi upah secara jasmani. Awalnya ibu Musa ini sangat ketakutan memiliki anak Musa, ia menyembunyikannya dan kalau ketahuan, maka matilah Musa. Tetapi pada akhirnya ada suasana kebangkitan, ibu Musa dipanggil untuk menyusui Musa sehingga ia tidak merasa takut lagi.

Inilah saudaraku, pelayanan di dalam penggembalaan/suasana kebangkitan seperti ibu Musa yang menyusui Musa --> pelayanan di dalam sistim penggembalaan/pembangunan tubuh Kristus = suasana kebangkitan seperti ibu Musa yang menyusui Musa.

Tandanya:
  1. tidak ada ketakutan/kekuatiran lagi bahkan tidak takut mati, yang ada hanyalah penyerahan diri sepenuh kepada TUHAN. Ibu Musa dibela oleh TUHAN.
  2. tidak memikirkan upah yang jasmani, tetapi hanya pengabdian diri kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    1 Petrus 5 : 2, ini merupakan suasana penggembalaan/suasana kebangkitan.
    Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, Tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

    Kalau kita melayani TUHAN hanya untuk mencari upah secara jasmani/senang dengan upah yang jasmani, maka kita akan kehilangan upah yang rohani dan ini merupakan kerugian yang besar. Tetapi sekarang hal di atas ini dihembuskan dimana-mana yaitu setiap pelayanan memakai daya tarik upah --> melayani musik, mendapatkan upah sekian, melayani ini dan itu, mendapatkan upah. Ini sangat berbahaya, sebab kelihatan pendetanya hebat karena tidak membutuhkan uang, tetapi sesungguhnya pendeta itu sudah menghilangkan upah yang rohani.

    Inilah gas beracun, itu sebabnya kita harus berhati-hati dan jangan memikirkan upah yang jasmani sebab gas beracun ini terlihat hebat, padahal pribadi itu sudah tersengal-sengal, tetapi kelihatan hebat, dan sesungguhnya, ia sudah mati secara rohani.

    Tetapi di dalam suasana kebangkitan, kita boleh melayani TUHAN tanpa upah, kita sudah bersyukur karena kita adalah bangsa kafir yang sesungguhnya tidak diijinkan untuk menjadi imam dan raja. Jika mendapatkan upah/berkat dari TUHAN, maka itu merupakan suatu kelimpahan. Semoga kita dapat mengerti.

    Termasuk saya, jangan mencari upah yang jasmani. Bagi siswa/i Lempin-El, saudara masuk sekolah alkitab ini karena tidak dapat kuliah dlsbnya, sehingga terpaksa masuk sekolah alkitab, maka akan sangat berbahaya, sebab pada akhirnya saudara akan mencari upah yang jasmani.

    Tetapi bukan hanya para full-timer, bagi saudara yang bekerja dan juga kaum muda yang masih kuliah, saudara datang ke gereja dan melayani supaya mendapatkan upah yang jasmani untuk mendapatkan tambahan uang saku, hal ini sangat berat. Itu sebabnya jangan memikirkan upah tetapi pengabdian. Sebab hak dan upah kita ada di dalam Tangan TUHAN dan tidak dapat diganggu gugat. Semoga kita dapat mengerti.

  3. 1 Petrus 5 : 3, Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

    Menjadi teladan, merupakan suatu didikan yang paling mutakhir, daripada kita mendidik dengan teori. Itu sebabnya di Lempin-El ini memakai sistim teladan. Dan sebagai seorang guru, bukan hanya mengajar, tetapi menjadi teladan; demikian juga di dalam melayani TUHAN, semua menjadi teladan, daripada memakai teori yang muluk-muluk --> 'menurut teori, menjadi seorang hamba TUHAN itu harus begini, harus begitu'.

    Paling sedikit, dimulai dari
    • teladan iman --> Ibrani 13 : 7, 8,
      7. Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
      8. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

      Teladan iman adalah hidup di dalam kebenaran, sebab iman itu adalah kebenaran. Itu sebabnya kita harus selalu benar --> kalau kita menjadi guru, tetapi hidup tidak benar, bagaimana? Kemudian menjadi pelayan TUHAN, juga tidak benar, bagaimana kalau dilihat oleh sidang jemaat? Bermain musik, menyanyi pada paduan suara dan juga berkhotbah, soal keuangan tidak benar, soal nikah juga tidak benar, bagaimana dapat menjadi teladan? Bahkan menjadi sandungan.
      Semoga kita dapat mengerti.

      Musa melihat teladan dari ibunya sekali-pun ia dikembalikan kepada puteri firaun, iman Musa tetap. Kalau ibu Musa mengajar bahwa ALLAH kita begini dan begitu, maka Musa dapat menjadi lupa dan begitu ia sampai di istana, ia tidak akan mengetahui tentang ALLAH, yang penting hidupnya senang. Tetapi karena ia melihat teladan dari ibunya, maka disitulah iman itu tertanam.
      1. Iman itu hidup di dalam kebenaran --> semua harus benar, tetapi juga harus teguh di dalam satu pengajaran yang benar sehingga tidak diombang-ambingkan/disesatkan.
      2. Iman itu juga tabah dalam menghadapi menghadapi segala masalah/pencobaan. Jangan terus-menerus mengeluh --> jika gembala terus menerus mengeluh karena sudah kehabisan beras dlsbnya, bagaimana dengan sidang jemaat? Atau imam-imam terus mengeluh saya begini, saya begitu --> bagaimana dengan sidang jemaat?
        Harus tabah dalam menghadapi pencobaan sebab itu adalah teladan iman.

    • Ada lagi teladan keubahan hidup dari rasul Paulus. --> 1 Timotius 1 : 14 - 16,
      14. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
      15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
      16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

      Teladan keubahan hidup ini, dimulai dari mengaku dosa. di dalam rumah tangga, mari! Kalau suami/isteri berbuat dosa --> mengaku dosa dan ini dilihat oleh anak. Demikian juga kalau suami/isteri bertengkar kerena mempertahankan kebenaran diri sendiri, juga dilihat oleh anak. Jangan salahkan anak jika ia bertumbuh menjadi besar, ia melawan kepada orang tuanya, sebab dulu, ia melihat teladan itu. Sekali-pun ia dididik sebagai seorang anak Kristen, harus begini, harus begitu, harus melihat kepada alkitab dengan ayat-ayatnya, tetapi kalau teladannya tidak seperti yang dikatakan oleh orang tuanya itu, maka tidak akan ada artinya. Sebab didikan yang paling baik adalah teladan.

      Demikian juga menjadi pimpinan di kantor, menjadi guru, jangan memerintah harus begini, harus begitu, tetapi harus terlebih dahulu menjadi teladan. Semoga kita dapat mengerti.

    • Kemudian teladan kasih. Melayani dengan dorongan kasih, bukan melayani karena mendapatkan upah dlsbnya, tetapi karena dorongan kasih. Perhatikan bagi guru-guru sekolah Minggu, kasih itu tidak kasar, anak-anak jangan saudara jewer telinganya, juga jangan dibentak, sebab kalau anak-anak itu tidak mau masuk sekolah Minggu lagi, maka saudara akan susah. Teladan yang hebat adalah kalau gembala bersalah, maka ia akui, sehingga semua menjadi beres.

      Tetapi mengapa bapak Widjaja membentak-bentak siswa/i Lempin-El? Ini berbeda, sebab mereka adalah hamba TUHAN, kalau tidak dibentak, maka mereka tidak akan menjadi seorang hamba TUHAN. Itu sebabnya guru sekolah Minggu jangan meniru cara saya mendidik siswa/i Lempin-El. Semoga kita dapat mengerti.
Inilah pelayanan dalam suasana penggembalaan/kebangkitan --> kalau kita melayani TUHAN dalam sistim penggembalaan/dalam suasana kebangkitan dengan tanda-tanda di atas tadi, maka posisi kita berada di dalam Tangan TUHAN Yang kuat dan ini sangatlah indah.

Itu sebabnya, mari kita merindukan susu Firman penggembalaan yang:
  • dapat memberi kepastian,
  • dapat menyucikan,
  • dapat menumbuhkan kerohanian kita sampai kita dapat melayani dengan pelayanan dalam suasana penggembalaan/kebangkitan,
  • memberikan teladan, maka posisi kita berada di bawah Tangan TUHAN Yang kuat. Sekali-pun di dunia yang serba sulit ini, tetapi TUHAN tidak akan mempersulit kita, asal kita sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.
1 Petrus 5 : 4-6
4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Jadi, teladan kasih adalah kasih kepada sesama seperti diri sendiri/merendahkan diri yaitu:
  • kita jangan kasar,
  • jangan merugikan sesama.
Dan juga kasih kepada TUHAN lebih dari segala sesuatu yaitu taat dengar-dengaran = merendahkan diri. Sehingga kita berada dibawah Tangan TUHAN Yang kuat = berada di dalam pelukan Tangan TUHAN Yang kuat.

Kita seperti bayi Musa yang tidak mampu melawan firaun/melawan maut, tetapi kalau kita betul-betul:
  • tergembala/minum a.s.i dihari-hari ini,
  • mengalami penyucian/kepastian di dalam penggembalaan sehingga mengalami pertumbuhan/melayani TUHAN dalam suasana kebangkitan, maka kita berada di bawah Tangan TUHAN/Tangan Gembala Agung Yang kuat = Tangan dengan kuasa kebangkitan/Tangan belas kasih/kemurahan dan juga kebangkitan yang tidak dapat dikalahkan oleh apa-pun juga = kita digendong sehingga maut tidak dapat menjamah kita.
Jika kita digendong/dipegang oleh Tangan belas kasih Yang kuat/dengan kuasa kebangkitan Yang tidak dapat dikalahkan. Siapa-pun kita, yang tua muda, besar kecil, maka hasilnya:
  1. Markus 6 : 34-37
    34.Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
    35. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
    36. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
    37. Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"

    Ay 34. Orang yang tidak tergembala itu sangat berat dan juga ngeri, sehingga YESUS berbelas kasihan kepada mereka. Itu sebabnya bagi yang sudah ada di dalam gereja, mari mantapkan di dalam Firman pengajaran sehingga betul-betul tergembala, sebab hidup akan sangat berat jika tidak tergembala.

    Ay 35. Menghadapi tempat yang sunyi dan hari sudah malam, apa yang dapat dikerjakan? Ini betul-betul sulit.

    Inilah saudaraku, jika kita hidup di dalam Tangan belas kasih TUHAN dengan kuasa kebangkitan, maka hasil pertama Tangan Gembala Agung Yang penuh belas kasih dan juga dengan kuasa kebangkitan mampu memelihara hidup kita sekeluarga sampai ke anak cucu, sekali-pun keadaan kita terbatas.

    Hanya ada lima roti dan dua ikan untuk menghadapi lima ribu orang = terbatas. Ijazah dan gaji juga terbatas tetapi TUHAN tidak melihat keterbatasan kita. Murid-murid sudah melihat keadaan yang sunyi/sepi, dan yang ada hanya lima roti dua ikan, tetapi TUHAN perintahkan kepada mereka untuk memberi makan orang-orang itu.

    'kamu harus memberi mereka makan' kalau kita hidup di dalam pelukan Tangan TUHAN. Dia mampu memelihara kehidupan kita --> kalau kita memiliki anak, cucu, sekali-pun kehidupan kita terbatas secara dunia. Lima roti dua ikan ini terbatas, tetapi belas kasih TUHAN/kuasa kebangkitan tidak terbatas oleh apa-pun.

  2. Matius 14 : 14, Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

    Tangan belas kasih dengan kuasa kebangkitan mampu menyembuhkan orang yang sakit/penyakit = menolong kita dari segala masalah sekali-pun sudah mustahil bagi manusia, tetapi tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.

    Seperti bayi yang tidak berdaya --> gaji hanya lima roti dua ikan, memiliki anak sampai dengan cucunya sebanyak lima ribu orang, bagaimana dapat memberi makan? Tetapi kalau bayi itu berada di dalam Tangan TUHAN, maka TUHAN Yang memelihara.

    Yang kedua, ada pencobaan/ada masalah yang sudah mustahil, tetapi kalau berada di dalam Tangan Gembala Agung, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

  3. 1 Petrus 5 : 6, Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Tangan Gembala Yang kuat, mengangkat kita di dunia ini/dipermuliakan di dunia ini. Mari! Bagi yang hidupnya masih di bawah/dijurang/di lembah dosa dan juga di lembah kesulitan, maka pada waktunya, TUHAN akan mengangkat kita/dari ketenggelaman, kalau kita berada di dalam Tangan TUHAN. Sampai satu waktu kalau YESUS datang kedua kali, kita akan diangkat di awan-awan yang permai dan Tangan Yang berbelas kasih memberikan mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu dan kita akan masuk ke dalam pesta nikah Anak Domba, kita bertemu dengan TUHAN untuk selama-lamanya.

    Saudaraku! Sayalah orang yang paling berbahagia menyampaikan Firman, sekali-pun saya merasa tidak sanggup, tetapi biarlah Tangan belas kasih TUHAN Yang tidak pernah berubah Yang memegang kita.

    Itu sebabnya mari kita tergembala dengan sungguh-sungguh. Bagi yang belum yakin dan pasti, mohon kepada TUHAN dan juga bagi yang belum disucikan sebab masih mempertahankan dosa, sekali-pun sudah dikocak/dikucek, mari lepaskan dosa. Dan juga bagi yang belum melayani TUHAN, mari melayani TUHAN, tetapi bagi yang sudah melayani TUHAN, mari sungguh-sungguh serius, sehingga semuanya dapat hidup di dalam Tangan belas kasih TUHAN dan kita akan menikmati hasilnya.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top