English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Juni 2012 (Senin Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Doa Malang, 18 Mei 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Raya Malang, 06 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Juni 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Februari 2013 (Senin Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 November 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Mei 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Januari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:1-20 adalah tentang Yohanes Pembaptis....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 April 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13]...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Februari 2010 (Kamis Sore)
Matius 24:45-51 adalah tentang berjaga-jaga.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Yesus kedua kali...

Ibadah Paskah Medan I, 28 April 2009 (Selasa Pagi)
Wahyu 22:20, 'Ya Aku datang segera' menunjuk pada kesiapan kedatangan Yesus kedua kali...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan III Surabaya, 15 Mei 2014 (Kamis Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Kesaksian:
"Puji Tuhan, tidak terasa kita berada pada kebaktian ketiga/kebaktian terakhir dalam rangka Paskah persekutuan tubuh Kristus kabar mempelai untuk kesempatan ini. Didoakan supaya ini berlanjut seperti kesaksian tadi, saya sudah bersaksi, Paskah ini saya ditekankan seperti ada suatu kelanjutan ketika bapak pendeta Pong Dongalemba almarhum berkotbah 'ini paskah yang terakhir' tahun 2002. Sesudah itu beliau menegor saya 'ada cacatan dari PPI-PPI supaya disimpan, karena itu adalah hartamu yang sangat berguna'. Dari situ saya kaitkan ini melanjutkan Paskah persekutuan. Dan juga tentang Lempin-El, kurang 1 bulan sebelum beliau meniggal, beliau selalu berkata 'kalau Lempin-El masih ada, kamu harus sungguh-sungguh'. Dan ternyata, pada tahun 2002, om Pong meninggal, 2003 tidak ada Lempin-El lagi. Baru 2004, saya sebagai salah satu guru memberanikan diri untuk didukung oleh lulusan-lulusan Lempin-El/alumni-alumni Lempin-El angkatan 1 sampai waktu itu angkatan 26 yang berkumpul di Batu, Malang. Mereka mendukung supaya Lempin-El ini tetap ada dan sampai sekarang Tuhan sudah memberkati. Semoga ini berkelanjutan, kebaktian Paskah persekutuan diikuti pembukaan Lempin-El. Kemudian nanti di Malang bulan 7, kebaktian persekutuan tubuh Kristus diikuti penamatan Lempin-El. Semoga ini menjadi agenda tahunan, Surabaya dan Malang didoakan supaya Tuhan tolong dan kita semua mohon kemurahan Tuhan."

Kita kembali ke tema
Lukas 24: 34
24:34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."

Tema: 'sesungguhnya Tuhan telah bangkit'.
'sesungguhnya'= benar-benar demikian (tidak perlu diragukan) atau sebenar-benarnya, sebab ada kabar bohong yang sampai hari ini beredar di Israel bahwa mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya, sehingga banyak orang Yahudi yang tidak percaya Yesus sampai hari ini.
Hati-hati dengan kabar/berita! Kalau tidak benar betul-betul menyesatkan.
Bukti utama bahwa Yesus sudah bangkit:

  1. kubur Yesus yang kosong (Lukas 24: 1-12). Tadi malam sudah kita pelajari pada Ibadah Paskah Persekutuan I Surabaya, 14 Mei 2014.
  2. Yesus menampakan diri kepada murid-murid (Lukas 24:13-35).
    Yesus menampakkan diri kepada 2 murid Yesus di Emaus (sudah diterangkan pada Ibadah Paskah Persekutuan II Surabaya, 15 Mei 2014 Pagi).
    2 murid ini dalam keadaan muka muram.
    Hati-hati! Muka muram ini tidak ada kemuliaan/tidak bisa dipermuliakan dengan Tuhan.
    Muka muram ini terjadi sebab gangguan dalam ibadah pelayanan, nikah rumah tangga, dalam hidup sehari-hari (seringkali, pencobaan-pencobaan yang membuat kita kecewa dan putus asa).
    Muka muram ini membuat kita jauh dari Tuhan dan ketinggalan saat Yesus datang.
    Biarlah kuasa kebangkitan membuat wajah kita berseri bahkan wajah kemuliaan seperti Yesus untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


  3. Yesus menampakkan diri kepada semua murid (Lukas 24: 36-49).

Malam ini kita mempelajari yang ketiga.
Lukas 24: 36-38
24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Murid-murid berada disuatu ruangan dan semua pintu terkunci, tapi tiba-tiba Yesus ada ditengah-tengah mereka.

Keadaan semua murid-murid dalam keadaan ragu-ragu/bimbang terhadap Yesus yang sudah bangkit.
Ketika Yesus mengatakan 'damai sejahtera', mereka ragu-ragu, ini hantu atau Tuhan. Tuhan dianggap hantu, hantu dianggap Tuhan.
Bahaya besar bagi orang ragu/bimbang.

Ragu/bimbang, artinya:

  1. ragu/bimbang terhadap pribadi Yesus yang sudah bangkit = Firman pengajaran benar yang diwahyukan/diilhamkan/dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Oleh sebab itu, dalam fellowship ini banyak baca kitab suci, bukan banyak lawak, dan lain-lain.


  2. ragu/bimbang terhadap kuasa kebangkitan Tuhan, sehingga banyak berharap kepada yang lain (kita banyak berharap kepada manusia, pendeta, anak berharap kepada orang tua, orang tua berharap kepada anak, dan lain-lain).

Kalau kita ragu/bimbang terhadap pribadi Tuhan dan kuasa kebangkitan, maka Tuhan disebut hantu dan hantu disebut Tuhan.

KALAU RAGU/BIMBANG PASTI SALAH PILIH DAN MEMILIH YANG SALAH.
Jangan bilang kita kuat! Tidak mungkin!
Sebagai bukti, Hawa mendengar suara Tuhan dan suara ular, akhirnya Hawa memilih suara ular karena bimbang.
Salomo mendengar suara Tuhan, Salomo punya pedang dari muda (tidak punya pengalaman) sampai tua (punya pengalaman hebat), tapi dengar suara istri (suara lain), akhirnya ia melepaskan pedang.

Keadaan orang yang bimbang: seperti laut bergelombang yang diombang-ambingkan oleh angin pengajaran palsu.

Akibatnya:

  1. Yakobus 1: 6-8
    1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


    • tidak tenang hidupnya, tidak ada damai sejahtera, dalam keadaan ketakutan (murid-murid dalam keadaaan takut), stress (murid mengunci pintu-pintu), letih lesu dan beban berat.
      Kalau damai, semua enak dan ringan. Kalau tidak damai, kita menjadi letih lesu beban berat, semua berat (melayani berat, dalam nikah berat dan bekerja berat).

      Sekarang banyak orang mengunci pintu gereja terhadap pengajaran yang benar, termasuk Yesus yang bangkit tidak boleh masuk.
      Banyak kami gembala-gembala mengunci pintu terhadap pengajaran yang benar karena takut domba-domba/sidang jemaat dicuri.
      Sebenarnya tidak demikian. Firman pengajaran benar bukan untuk mencuri domba-domba, tapi yang benar untuk mempersatukan domba-domba dalam satu tubuh Kritus yang sempurna.

      Kalau Firman yang kita beritakan merupakan pengajaran yang benar, kita tidak perlu takut. Pengajaran yang benar dibawa pada fellowship yang benar, domba-domba akan semakin mantap (tidak keluar-keluar) dan masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.


    • tidak mendapat apa-apa (seperti murid-murid yang tidak menangkap apa-apa), seperti carang yang tidak berbuah (tidak bisa berbuat apa-apa), tidak berguna, kosong, tidak berbuah dan gagal total.


    Jangan bimbang terhadap pengajaran yang benar, apalagi kalau pengajaran itu sudah kita kotbahkan, saksikan alami.
    Kalau sekarang kita masih bimbang dan mencari-cari mana yang benar, kita bisa tertinggal saat kedatangan Yesus kedua kali, sebab kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.
    Oleh sebab itu sekarang ini kita sudah HARUS mantap.


  2. Wahyu 17: 1, 15
    17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
    17:15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

    'tempat yang banyak airnya'= laut.
    Ada wanita Babel/pelacur besar yang menduduki tempat yang banyak airnya.
    'bangsa-bangsa'
    = segala bangsa= bangsa kafir. Sebenarnya, hanya ada 2 bangsa didunia ini, yaitu bangsa Yahudi/bangsa Israel secara jasmani (umat pilihan Tuhan) dan diluar itu adalah bangsa kafir.

    Yesaya 17: 12-13
    17:12 Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
    17:13 Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.

    Akibat kedua: bangsa kafir dalam keadaan bimbang/ragu terhadap pribadi Yesus yang sudah bangkit (Firman pengajaran yang benar) dan kuasa kebangkitan, maka dia akan dikuasai/diduduki oleh Babel (pelacur besar).

    Wahyu 18: 2

    18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Babel = roh jahat dan roh najis:


    • roh jahat => ikatan akan uang/akar kejahatan= keinginan akan uang yang membuat kita kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak orang lain dan Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus).

      Sering kali hamba Tuhan menjadi penipu ulung yaitu:


      1. berkotbah tentang perpuluhan, tapi dirinya sendiri tidak memberikan perpuluhan.
      2. menerima perpuluhan tapi tidak memberi makan sidang jemaat.

      Perpuluhan ada kaitan dengan makanan ('bawalah persembahan perpuluhan supaya ada makanan dirumah Tuhan').

      Sidang jemaat juga sering mencuri milik Tuhan.
      Mengapa tidak perpuluhan? Karena bimbang, takut tidak cukup. Salah!
      Kita hamba Tuhan, pelayan Tuhan dan sidang jemaat bukan hidup dari perpuluhan yang diterima (bagi hamba Tuhan). Tapi, kita hidup dari perpuluhan yang kita kembalikan kepada Tuhan.

      Kalau perpuluhan dikembalikan, maka ada pembukaan Firman, kita praktik Firman dan tingkap langit terbuka, ada berkat dicurahkan, perlindungan dan kebahagiaan dalam hidup kita, ada berkat lagi, kemudian kita perpuluhkan lagi. Begitu seterusnya.

      Perpuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan.
      Ini adalah siklus surga yang tidak bisa diputus oleh krisis apapun didunia ini.

      Rekan hamba Tuhan, kalau diberkati jemaat cuma satu atau dua orang, kita bukan hidup dari jemaat, tapi kita hidup dari Tuhan lewat perpuluhan yang kita kembalikan kepada Tuhan supaya ada Firman (makanan). itulah kehidupan.

      Roh jahat juga menunjuk kehidupan yang malas, tidak setia dalam penggembalaan.
      Babel/pelacur => kehidupan yang tidak setia (pelacur bisa berganti-ganti pria setiap hari).
      Kalau ada gembala yang tidak setia, sidang jemaat mau dibawa kemana? Hanya dibawa ke Babel.
      Akibatnya: runtuh semuanya.

    • roh najis => dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.


    Akhibatnya: kehidupan yang bagaikan laut bergelombang, tidak tenang hidupnya, ketakutkan, tidak mendapat apa-apa, kosong, tidak berguna, dan terutama kita bangsa kafir dikuasai babel (jahat dan najis) akan tenggelam di lautan api belerang selama-lamanya.

    Wahyu 18: 21
    18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    'tidak akan ditemukan lagi'= binasa untuk selamanya.
    Inilah nasib bangsa kafir yang bimbang (dulu murid-murid), sekarang kita bangsa kafir. Kalau hati bimbang terhadap pribadi dan kuasa Tuhan, masih berharap yang lain, berbahaya! Keadaannya hanya bagaikan lautan bergelombang yang diombang-ambingkan oleh angin.

Tapi, Tuhan tidak mau murid-murid termasuk kita bangsa kafir bimbang sampai binasa.

Lukas 24: 39-43

24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Untuk menolong bangsa Israel dan bangsa kafir, kehidupan hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang bimbang seperti laut bergelombang supaya bisa percaya dan tidak tenggelam, maka Yesus menunjukkan 4 hal yang berkaitan dengan kuasa kebangkitan:

  1. ay. 39= 'Aku sendirilah ini' = Tuhan menunjukan HADIRATNYA.
    'Aku sendirilah ini', dalam terjemahan lain dikatakan 'Akulah Dia' atau 'Aku adalah Aku'.
    Ini menunjuk nama Tuhan.
    Didalam nama Yesus ada hadirat Tuhan.

    Keluaran 3: 13-14
    3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
    3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

    'AKU ADALAH AKU'= nama Yesus, nama yang kekal.
    Kalau kita sebut nama Yesus, disitu ada hadirat Yesus. Jangan ragu menyebut nama Yesus!
    Hadirat/kuasa nama Yesus tidak bisa dibatasi oleh waktu, tempat, jarak dan lain-lain.

    Kesaksian:
    "Seorang saudara zangkoor, sudah dipasang ventilator. Dokter katakan 'jangan dicabut'. Istrinya bilang 'tidak kuat dokter, bayar di ICU sudah berapa lama, sudah 100 juta lebih'. Tapi dokter mengatakan 'kalau kamu lepas, mati dia. Jangan!'. Pada saat itu, saya ada ibadah persekutuan di Ngawi atau Walikukun, kemudian saya telpon, istrinya menangis dan berkata 'gawat om gawat'. Saya katakan 'taruh telpon ditelinganya dan sebut Yesus...Yesus'. Namanya pak Rudi, saya katakan 'sebut Yesus pak Rudi Yesus...Yesus'. Tahu-tahu ventilatornya lepas dan tidak mati, malah sembuh. Besok sudah disuruh pulang dari rumah sakit. Dokter bilang kalau lepas ini berarti mati, tapi Yesus bilang nama Yesus berkuasa."

    Kuasa nama Yesus tidak hanya menyembuhkan, tapi lebih dari itu kuasa nama Yesus bisa menyelamatkan manusia berdosa.

    Kisah Rasul 4: 11-12
    4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
    4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

    Setiap kita menyebut nama Yesus, kita merasakan hadirat Tuhan.
    Kuasa nama Yesus adalah SATU-SATUNYA NAMA yang sanggup menyelamatkan manusia berdosa dari kebinasaan di neraka, apalagi hanya menyembuhkan, pasti bisa.
    Jangan tukar nama Yesus dengan apapun didunia ini!

    Dari pihak kita, bagaimana untuk bisa menerima kuasa nama Yesus dan diselamatkan?
    Roma 10: 9-10
    10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
    10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

    Yaitu: hati PERCAYA kepada nama Yesus dan mulut mengaku/menyeru nama Yesus.
    Jangan menyangkal nama Yesus apapun resikonya. Kalau menyangkal akan hilang keselamatan.


  2. Lukas 24: 39
    24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

    Hal kedua yang berkaitan dengan kuasa kebangkitan Yesus: Tuhan menunjukkan TANGAN DAN KAKINYA yang berlubang paku.
    Ini PEKERJAAN/usaha Tuhan untuk menebus manusia dari dosa yang telah Ia genapkan sepenuhnya di kayu salib dengan suatu teriakan 'sudah genap/sudah selesai' (usaha Tuhan sampai terakhir).
    Artinya: semua dosa sudah dan bisa diselesaikan dengan nama Yesus, kecuali dosa tidak percaya kepada Yesus dan dosa menghujat Roh Kudus.

    Pekerjaan Roh Kudus: menginsyafkan kita akan dosa-dosa, supaya kita bisa mengaku dosa.
    Jadi, menghujat Roh Kudus artinya tidak mau mengaku dosa= melawan pekerjaan Roh Kudus.
    Sementara Ia menginsyafkan akan dosa, kita tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain.
    Bagi hamba Tuhan, seringkali, mimbar ini digunakan sebagai pembenaran untuk salahkan hamba Tuhan lain.

    Yohanes 19: 32-34
    19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Ada 2 orang yang disalib bersama Yesus. Hari itu menjelang hari Sabat dan tidak boleh ada mayat tergantung di kayu salib pada hari sabat (harus diturunkan).
    2 orang disamping Yesus diperiksa dan belum mati, sebab itu dipatahkan kakinya supaya cepat mati dan mayatnya diturunkan, sehingga tidak mencemarkan hari Sabat. Ketika sampai kepada Yesus, karena Yesus sudah mati, tidak jadi dipatahkan kakiNya tapi ditombak lambungNya, sehingga ada luka yang terbesar, luka kelima yang mengeluarkan darah dan air.

    Jadi, Yesus sudah mati di kayu salib dengan 4 luka utama (2 di tangan dan 2 di kaki) untuk menebus bangsa Israel yang melanggar taurat/berdosa. Inilah kasih Tuhan bagi bangsa Israel.
    Sebenarnya, Tuhan diutus untuk domba-domba yang hilang dari Israel.

    Tapi ada luka ke 5 di lambung untuk menebus bangsa kafir yang berdosa (yang menusuk Yesus adalah prajurit Romawi/bangsa kafir).
    Inilah kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk bisa ditebus oleh Tuhan (Yesus sudah mati, tapi masih ingat bangsa kafir).

    Untuk menerima penebusan, bangsa kafir harus menerima tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus.


    • darah: dalam tabernakel, menunjuk, mezbah korban bakaran. Dulu bangsa Israel kalau berbuat dosa, membawa lembu, kambing, domba dan burung tekukur untuk disembelih, dagingnya dibakar, dan darahnya dioleskan di tanduk mezbah, ada yang dicurahkan untuk menghapus dosa.
      Sekarang tidak perlu lagi, karena korban binatang sudah digenapkan oleh korban Yesus.
      Jadi darah adalah BERTOBAT (diatas tadi sudah disebutkan 'hati percaya dan mulut mengaku'. Kalau sudah percaya, lanjutkan dengan bertobat).
      Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan (mati terhadap dosa).

      Memang sengsara untuk bertobat (sengsara bagi daging/sakit bagi daging) karena proses bertobat adalah mengaku dosa dulu kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

      Untuk mengaku dosapun juga berat, apalagi gembala mengaku pada jemaat atau pengerja, suami mengaku pada istri dan sebaliknya.

      Kesaksian:
      "Saya sudah mengalami, tunggu dulu, istri mau mengaku, jangan kira, tunggu dulu. Saat itu kami masih baru-baru menikah, saya seringkali mengalah. Setelah itu, saya katakan 'baik, untuk kali ini, saya tidak akan minta ampun, saya yang benar'. Saya kita istri saya waktu itu 'oh ya', tapi istri saya menjawab 'saya juga, saya tidak mau juga'. Saya pergi dan Tuhan bicara dalam hati, 'jemaat bagaimana?'. Rasanya, istri disitu dan saya disini, tetapi serasa naik gunung Golgota. Perasaan nanti kalau, malu aku, gengsi. Tapi begitu Tuhan dorong saya 'bagaimana jemaat yang dipercayakan, bagaimana kalau gembalanya saja seperti ini, bagaimana tanggung jawabnya?' Saya tidak kuat dan datang ke istri saya, saya katakan 'iya, saya yang salah'. Saya kira istri saya akan mengatakan 'lah..'. Tetapi, malah dia yang tergopoh-gopoh 'aku kok yang salah' dan saling rangkulan."

      Kalau tidak mampu mengaku dosa, gengsi, tidak mampu mengaku dosa, lihat lihat lambung yang tertikam dan kita pasti bisa bertobat.


    • air: BAPTISAN AIR = bahtera Nuh.
      Banyak bahtera waktu itu, tapi hanya 1 bahtera yang menyelamatkan, yaitu bahtera Nuh.
      Banyak babtisan, tapi hanya 1 babtisan yang menyelamatkan.

      Roma 6: 2, 4
      6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Orang mati/bertobat harus dikuburkan. Kalau tidak dikuburkan, bisa busuk.
      'mati bagi dosa'= bertobat.

      Jadi, baptisan air yang benar adalah baptisan yang sesuai dengan Alkitab dan seperti Yesus dibaptis kita harus dibaptis, karena Yesus kepala dan kita tubuh.

      Pelaksaan baptisan air yang benar: kita yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikuburkan bersama Yesus dalam babtisan air, sehingga kita keluar dari air bersama dengan Yesus/bangkit bersama Yesus, langit terbuka dan kita mendapat hidup baru/hidup Surgawi.
      Baptisan untuk manusia yang berdosa. Lalu mengapa Yesus dibabtis? Karena Yesus memberi teladan, bagaimana babtisan air yang benar.
      Lewat baptisan air, kita mendapat hidup baru/hidup surgawi yaitu hidup dalam kebenaran. Inilah keselamatan.
      Jangan bimbang terhadap baptisan air yang benar! Kalau bimbang, kita akan tenggelam.


    Mantapkan dasar kita, mulai dari iman, pertobatan dan baptisan air.


  3. Lukas 24: 39
    24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

    Hal ketiga yang berkaitan dengan kuasa kebangkitan Yesus: Tuhan menunjukkan DAGING DAN TULANGNYA
    supaya jelas perbedaan antaraTuhan dengan hantu dan malaikat.
    Tuhan punya daging dan tulang, beda dengan hantu dan malaikat.
    Tuhan memiliki daging dan tulang, berarti sama dengan manusia.
    Dia tidak sama dengan hantu dan malaikat, tetapi Ia mau sama dengan manusia, bangsa kafir yang najis.
    Dia akan mengerjakan kehidupan kita untuk menjadi sama dengan Dia.

    Kejadian 2: 21-24
    2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
    2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
    2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
    2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

    'Tulang dari tulangku,daging dari dagingku' => untuk menuju pernikahan.
    Yesus menunjukkan daging dan tulangNya yang sudah mulia, yang sudah dipermuliakan dalam keadaan tubuh dan daging yang sudah dipermuliakan untuk menjadikan kita mempelai wanitaNya.

    Adam mengatakan 'Tulang dari tulangku,daging dari dagingku' untuk Hawa (mempelai wanitanya), Yesus sebagai Adam terakhir mengatakan 'Tulang dari tulangku,daging dari dagingku' untuk kita/gereja Tuhan (mempelai wanitaNya).

    Jadi, Yesus menunjukkan daging dan tulangNya yang sudah mulia dalam kemuliaan untuk menjadikan kita mempelai wanitaNya yang mulia, sehingga kita bisa menjadi satu daging dengan Dia.
    Satu daging = satu daging yang mulia dengan Dia.

    Bagimana caranya bangsa kafir yang berdosa (hina dina), yang seperti anjing dan babi bisa menjadi sama mulia seperti Dia, bersanding dengan Dia dan masuk pernikahan yang rohani bersama dengan Dia?
    Efesus 5: 25-28, 31-32
    5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
    5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
    5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
    5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

    Yaitu: kita DIMANDIKAN 2 KALI (sudah dimandikan dengan baptisan air, tetapi masih belum cukup).
    Setelah kita dimandikan dalam baptisan air, kita dimandikan dengan air hujan Firman pengajaran yang benar sampai sempurna.

    Babtisan air = Firman Penginjilan (percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus)= Firman yang memberitakan kedatangan Yesus yang pertama kali untuk menyelamatkan kita (susu).

    Harus ditingkatkan yang kedua yaitu lewat Firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua (makanan keras)= air hujat pengajaran.

    Kita dimandikan 2 kali supaya tidak ada kusta.

    Imamat 14: 8-9
    14:8 Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    14:9 Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Sudah dimandikan satu kali, sudah bagus, tetapi orang kusta masih terpisah dari rumah tangganya.
    Harus dibasuh lagi, baru menjadi tahir.
    Inilah penyucian untuk bisa menjadi 'Tulang dari tulangku,daging dari dagingku', menjadi sama mulia dengan Tuhan (sempurna), menjadi mempelai wanitaNya yang siap untuk menyambut kedatanganNya kedua kali dan masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah yang rohani).
    Dulu, nikah yang jasmani (Adam dan Hawa) hancur. Tuhan mau membasuh kita 2 kali supaya nikah dan kehidupan yang hancur oleh dosa (anjing dan babi) bisa menjadi sama mulia dengan Tuhan dan masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah yang rohani).
    Korban perang dunia I dan II bisa dihitung. Tetapi korban nikah yang hancur, tidak bisa dihitung karena terlalu banyak. Sebab itu perlu dimandikan 2 kali, yaitu menerima Firman penginjilan (percaya Yesus, bertobat dan baptisan air= diselamatkan) dan dimandikan dengan Firman pengajaran (injil kemuliaan).
    Dari apa kita disucikan? Ini yang terakhir, yaitu kusta.

    'kusta'= putih tapi kusta.
    'putih'= kebenaran.

    Kusta => kebenaran diri sendiri. Inilah yang memisahkan kita.
    Kebenaran diri sendiri adalah


    • kebenaran diluar Alkitab/Firman.
      Ini yang memisahkan kita (yang satu kebenaran Firman dan yang satu kebenaran sendiri, sehingga tidak pernah ketemu sampai Tuhan datang kembali).
      Semua harus kembali kepada Alkitab!
      Kalau kita masih memperdebatkan kitab suci, berarti kita tidak sempurna. Kitab suci hanya tinggal di percaya atau tidak.
      Kalau masih berdebat, kapan mau masuk Surga? Tidak akan bisa!

      Kalau kita ragu pada kitab suci dan sibuk berdiskusi, bagaimana orang lain bisa diselamatkan?


    • orang berdosa tidak mau mengaku tapi menyalahkan orang lain, termasuk orang lain yang benar/yang dipakai oleh Tuhan, bahkan menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar.
      Inilah yang membuat kita pecah seperti kusta (orang kusta tidak boleh bertemu orang lain).

      Lewat baptisan air yang benar, kita HIDUP BENAR dan MEMILIKI HATI NURANI YANG BAIK.
      Kalau hati nurani baik, tidak mungkin kita bimbang terhadap Alkitab, menyalahkan orang lain, atau menyalahkan Tuhan.


    • kenajisan (penderita kusta harus berseru 'najis..najis..'): dosa makan-minum (merokok,mauk dan narkoba), dosa sex dengan berbagai ragamnya, penyimpangan sex, termasuk kawin-campur, dan nikah yang salah.
      Semua ini harus diperbaiki lewat mendengarkan Firman.


    Kalau disucikan, kita bisa menjadi satu daging yang mulia dengan Yesus dan tidak terpisah selama-lamanya.
    Menjadi hamba Tuhan yang dilihat bukan otak, tapi HATI NURANI YANG BAIK.
    Kita bisa membedakan mana yang benar dan yang salah,supaya jangan ada kebenaran diri sendiri.


  4. Lukas 24: 41-42
    24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
    24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.

    Hal keempat yang berkaitan dengan kuasa kebangkitan Yesus: Tuhan menunjukkan MAKANANNYA, yaitu ikan goreng.

    Ikan goreng ada kaitan dengan hasil penangkapan murid-murid (153 ekor ikan besar-besar).
    Disitu, Tuhan bicara soal penggembalaan.
    Petrus diminta untuk menjala manusia, tapi Petrus menjala ikan dan gagal.
    Untung ditolong oleh Tuhan dan Petrus bisa menangkap ikan.
    Inilah makanan ikan goreng yang ada kaitan dengan penggembalaan.

    Yohanes 4: 34
    4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Makanan Tuhan adalah 'melakukan kehendak Dia' => taat dengar-dengaran dan 'menyelesaikan pekerjaan-Nya' => setia sampai garis akhir.

    Jadi, makanan Tuhan adalah TAAT DAN SETIA.
    Inilah buah kasih, tahbisan/pelayanan mempelai.
    Taat itu karena mengasihi dan setia karena mengasihi.

    Bangsa kafir hanya seharga anjing dan babi yang begitu jahat dan najis, tetapi kalau bisa digembalakan, maka satu waktu, ia bisa menghasilkan buah kasih (taat dan setia), seperti Yesus taat sampai mati di kayu salib.

    Sebagai contoh, janda Sarfat.
    1 Raja-raja 17: 7, 12-13
    17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
    17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

    'buatlah lebih dahulu bagiku'= sudah tinggal sedikit, tapi disuruh untuk membuat bagi Tuhan dulu.
    Tahbisan mempelai (taat dan setia) bisa menembusi krisis jasmani dan rohani di akhir jaman= mempersembahkan roti bundar kecil yang matang/yang berkenan kepada Tuhan.

    Proses untuk membuat roti bundar kecil:


    • ay. 12= memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak.
      'segenggam tepung'= tepung dalam genggaman.
      'tepung'= Firman.
      'minyak'= urapan Roh Kudus.
      Artinya: kita mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus sampai masuk kedalam jantung hati kita (ukuran jantung adalah segenggaman tangan kita masing-masing).

      Pertanyaan bagi kita, apa yang ada didalam jantung hati kita? Mungkin uang dan lain-lain.

      Tuhan melihat apa isi jantung hati kita!
      Pertanyaannya dilanjutkan, apa yang kita cari di fellowship ini? Jawabannya adalah carilah Firman pengajaran benar yang mengisi jantung hati kita.
      Jangan dicampur ragi sedikitpun (contoh: ragi Farisi yang mengijinkan kawin cerai), sebab sedikit ragi menghancurkan seluruh adonan dan menghancurkan seluruh kehidupan dan pelayanan tahbisan kita.


    • harus praktik Firman (adonon diremas-remas, dicetak/dibentuk jadi roti bundar, tapi masih mentah).
      Memang harus membayar harga yang mahal untuk praktik Firman, ada pengorbanan-pengorbanan.
      Tapi akan lebih mahal lagi harga yang harus kita bayar kalau kita tidak praktek Firman/melawan Firman dan menuju kebinasaan.


    • harus dibakar (janda Sarfat tadi mengambil kayu api), yaitu nyala api siksaan ujian/sengsara daging tanpa dosa/salib.
      1 Petrus 4: 12, 14
      4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Sudah baik semua, mengapa harus ada sengsara tanpa dosa/percikan darah/salib?
      Supaya ada Roh Kemuliaan, sehingga kita tahan menghadapi salib bahkan mengucap syukur kepada Tuhan dan kita dipercaya untuk memberitakan cahaya injil kemuliaan Kristus/kabar mempelai.
      Kabar mempelai tanpa salib, tidak ada gunanya.
      "sebab itu, saya titip pesan pada jemaat supaya tidak ikut-ikut saat saya mendidik Lempin-El, karena didikannya berbeda. Saya juga pernah tidak punya obat gigi, sabun dan nahnya menggunakan tangan. Memang hamba Tuhan itu mulia, tetapi mulia hanya didapatkan lewat salib."

      Begitu juga kita. Kalau mau mendapat Roh Kemuliaan, harus rela memikul salib.

      Apa yang harus dibakar?


      1. yang tidak berkenan kepada Tuhan harus dibakar.
      2. egois, sifat bangsa kafir ('untukku, untuk anakku, dan mati'). Kepentingan diri sendiri harus dibakar.
        Kalau egois, akhibatnya mati, mati kerohaniannya dan mati pelayanannya.

        Kalau gereja hanya untuk kepentingan diri sendiri, lama-lama, gereja itu akan mati (mati rohani dan mati sungguhan/buyar). Harus ingat kepentingan pembangunan tubuh Kristus.

        "bapak Pdt In Juwono selalu mengatakan 'kalau saya kumpulkan uang PPI-PPI ini, saya bisa membangun gereja besar berapa. Tapi lebih penting pembangunan tubuh'."

        Kalau bekerja demi pelayanan tubuh Kritus, maka semua akan hidup, pelayanan hidup, sampai hidup kekal selamanya.


      3. kebimbangan dan kekuatiran harus dibakar.
        Kita hanya mantap pada pribadi Yesus yang sudah bangkit/pengajaran yang benar yang ada di Alkitab dan kita mantap terhadap kuasa kebangkitan Yesus, tidak berharap pada yang lain.


    Kuasa Kebangkitan berkerja didalam hidup kita sehingga kita bisa taat dan setia.

    Sekalipun kita tidak mampu, tidak berdaya, kecil (roti bundar kecil), tapi kalau taat dan setia, Tuhan akan berikan kunci Daud yang juga kecil.
    Kunci Daud itu kecil, tapi sering kali yang kecil-kecil itu diremehkan dan mencari yang besar-besar.

    Wahyu 3: 7-8
    3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    'kekuatanmu tidak seberapa'= kecil.
    'menuruti firman-Ku'= taat.
    'tidak menyangkal nama-Ku'= setia.

    Kesaksian:
    "Untuk mengadakan di Surabaya, saya maju mundur. Selisih 2 bulan dengan Malang, harus sediakan sekian ratus juta. Kami tidak ada sponsor dan tidak minta-minta sekalipun ada yang menyarankan untuk minta pada pemerintah. Kekucatan kecil, tapi yang penting ada kunci Daud."

    Kunci Daud adalah kemurahan dan kebajikan Tuhan untuk membuka pintu-pintu di dunia sampai pintu Surga terbuka bagi kita (kunci Daud itu kecil tapi punya kekuatan yang besar).
    Kemurahan dan kebajikan Tuhan seringkali dianggap kecil/remeh, tetapi inilah yang punya kekuatan besar untuk membuka segala pintu didunia sampai pintu Surga.

    Kalau kita hidup dari kemurahan dan kebajikan dari Tuhan,
    hasilnya:

    • Mazmur 23: 6
      23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      'mengikuti aku, seumur hidupku'= setiap detak jantung kita berisi kemurahan dan kebaikan Tuhan.

      Hasil pertama: kunci Daud membuka pintu pemeliharaan sampai berlimpah-limpah dan bisa mengucap syukur ditengah kesulitan dunia ('takkan kekurangan aku').

      "dulu kami jadi pengerja, tinggalkan semua, tidak punya jemaat, tetapi bisa hidup. Sekolah Alkitab juga hidup. Jadi pengerja juga hidup. Jadi gembala di Gending juga hidup. Sekarang, jemaat sudah lumayan, juga tetap hidup. Berarti kami tidak hidup dari jemaat, tetapi hidup dari kemurahan dan kebajikan Tuhan. Saudara juga punya pabrik besar atau kecil, gaji besar atau kecil, tetapi tetap hidup. Belum punya gaji, juga hidup. Itulah bukti bahwa saudara hidup dari kemurahan dan kebajikan Tuhan. Hargai!"

    • kunci Daud membuka pintu kemenangan atas masalah-masalah yang mustahil (Daud bisa menang melawan Goliat).
      Wujud kuasa kebangkitan:


      1. mengulurkan tangan (pada Ibadah Paskah Persekutuan I Surabaya, 14 Mei 2014),
      2. membuat kita tersungkur (pada Ibadah Paskah Persekutuan II Surabaya, 15 Mei 2014 Pagi),
      3. ada kunci Daud yang kecil (pada Ibadah saat ini).


    • kunci Daud membuka pintu masa depan yang berhasil, indah dan bahagia pada waktuNya (Daud bisa menjadi raja).
    • kunci Daud membuka pintu pengangkatan. Daud pernah jatuh dilembah kelam karena berzinah dengan Betsyeba. Ia mengambil istri orang dan membunuh suami orang (najis dan jahat).

      Lembah itu sulit dijamah/dijangkau apalagi lembah maut tapi masih bisa ditembus oleh secercah sinar kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      Malam ini, tantangan dari Tuhan. Percaya, jangan ragu! Mungkin kita di lembah yang dalam (gagal, hancur dan jatuh). Tetap masih ada secercah sinar kemurahan dan kebajikan Tuhan untuk mengangkat dan memulihkan kita.


    • sampai kunci Daud membuka pintu Surga, artinya menyucikan dan mengubahkan kita sampai kita sempurnah seperti Tuhan, sama mulia dengan Tuhan. Ini adalah 'daging dari dagingKu, tulang dari tulangKu'. Dan jika Yesus datang kedua kali, kita terangkat bersama Dia diawan-awan yang permai, membuka pintu perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai. Sesudah itu, membuka pintu Firdaus (kerajaan 1000 tahun damai), pintu Yerusalem Baru (kerajaan Surga yang kekal selamanya).

Kita taat dan setia:

  1. mulai dari percaya, sebut namaNya, jangan diperdebatkan.
  2. 'ini tanganKu, lambungKu'= bertobat, baptisan air, hidup benar, hati nurani yang baik. Hati nurani yang baik itu landasan untuk menerima berkat dari Tuhan secara jasamani dan rohani, dan untuk mengangkat ke Surga, meningkat pelayanan kita sampai ke Surga.
    Kuncinya di hati. Ini dasar untuk menerima Firman dan ada pembukaan Firman.
    Kita meningkat terus sampai ke Surga dan duduk disebelah kanan Allah Bapa, Imam Besar. Ini belum cukup.


  3. 'ini dagingKu, ini tulangKu'= kita harus dibasuh/dimandikan dengan air, diubahkan dengan air Firman pengajaran. Jangan ada kusta. Kusta itu juga dusta. Jangan ada dusta.
    Gehazi dusta dan akibatnya ia kusta. Sekarang ini banyak dusta secara pribadi. Kita hamba Tuhan banyak berdusta menghadapi jemaat, hamba Tuhan lain, dan organisasi, semua dusta/kusta, sehingga tidak bisa bertemu Tuhan, tidak bisa menjadi mempelaiNya.


  4. dan 'makananNya'= sudah disucikan, bisa menyediakan makanan, taat dan setia, roti bundar kecil, disitu ada kunci Daud didalamnya.

Malam ini sebagai oleh-oleh untuk pulang ke rumah.
Kalau ada apa-apa, kemarin malam, bapak, ibu, anak-anak angkat tangan saja.

Tadi pagi, kalau ada apa-apa, tersungkur saja, tidak usah lari sana lari sini, tetapi berlutut saja dan tersungkur 'saya tanah liat'.

Sekarang, ada KUNCI DAUD. Bawa pulang kunci Dauyang kecil tapi kuasanya besar.
Tuhan tolong kita semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top