English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan tabernakel menunjuk tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2010 (Senin Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam II
Tema di Jakarta "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

Matius 25: 16-17, 19-21
25:16. Segera pergilah...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 02 April 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Sengsara salib mengenai pemakaman-Nya/penguburan-Nya.
Markus 15:42-45
20:42 Sementara itu hari mulai malam, dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Mei 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 31 Agustus 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang pelita emas/ kaki dian...

Ibadah Doa Malang, 26 Juli 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3

Ibadah Raya Malang, 19 Mei 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 13 Januari 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dua kali Musa menjadi penolong bangsa...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Malam)
Puji Tuhan, kita menggunakan waktu malam ini untuk bertelut dibawah kaki Tuhan, baik untuk keperluan pribadi...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 08 November 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kisah Rasul 13:2-3,5
13:2 Pada suatu hari ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Natal Malang, 24 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia. Ini...

Ibadah Doa Malang, 27 April 2010 (Selasa Sore)
Kegunaan doa puasa:
Untuk mengalami urapan Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 07 Juli 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 27:1-2
27:1 "Haruslah engkau membuat mezbah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 27 Juli 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 17
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu:

  1. Ayat 15b-16: membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita mulai sekarang sampai naungan kekal di takhta sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2018).


  2. Ayat 17: Tuhan tampil sebagai Gembala yang baik untuk menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan/sungai air kehidupan, itulah takhta kerajaan sorga yang kekal selamanya; tempat penggembalaan terakhir (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018).
    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Sungai air kehidupan mengalir dari takhta Allah, berarti mata air kehidupan ada di takhta Allah.

AD. 2
Tuhan menggembalakan dan menuntun kita ke takhta Allah di mana tidak ada setetespun air mata--'Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka'.

Wahyu 21: 4
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Tidak ada air mata lagi sama dengan tidak ada lagi maut.

Praktik tidak ada maut lagi--tidak ada lagi air mata--adalah mengasihi saudara dan Tuhan.
1 Yohanes 3: 14
3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita.
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

1 Yohanes 4: 20-21
4:20. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21. Dan perintah ini kita terima dari Dia:
Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Kalau mengasihi saudara, harus mengasihi Tuhan, begitu juga sebaliknya.

Jadi takhta sorga--tempat di mana tidak ada air mata dan tidak ada lagi maut--adalah mengasihi Tuhan dan sesama. Ini sama dengan dua loh batu.

Di mana kita mendapatkan kasih Tuhan? Salah satunya lewat doa penyembahan. Manusia darah daging tidak punya kasih, tetapi hanya daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, emosi, dan ambisinya.

Doa penyembahan artinya kita sedang memandang wajah Tuhan yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik--kasih yang sempurna--, sehingga kita mengalami kasih Tuhan untuk bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri (bahkan bisa mengasihi orang yang memusuhi kita). Inilah dua loh batu; takhta sorga.

Kalau kurang mengasihi--ada jarak dengan Tuhan--, di situlah sumber air mata, dan maut masuk. Kita harus mengasihi Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.

Kalau memiliki dua loh batu--mengasihi Tuhan dan sesama--, hasilnya:

  1. Mengalami kebahagiaan sorga.
    Dua loh batu terdiri dari loh batu pertama dan loh batu kedua:


    • Loh batu pertama, berisi empat hukum yang mengatur hubungan kita dengan Tuhan.
      Keluaran 20: 3-11
      20:3. (1)Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
      20:4.
      (2)Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
      20:5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
      20:6. tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
      20:7.
      (3)Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
      20:8.
      (4)Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
      20:9. enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
      20:10. tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
      20:11. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

      'Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat' = beribadah kepada Tuhan.

      Kalau hubungan kita dengan Tuhan baik--tidak ada ilah lain, tidak menyembah patung, tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, dan ingat hari sabat (ingat ibadah kepada Tuhan)--, kita akan mengalami kebahagiaan sorga yang utama (pertama).


    • Masih ada loh batu kedua, berisi enam hukum yang mengatur hubungan kita dengan sesama (Keluaran 20: 12-17).


      1. Keluaran 20: 12
        20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

        Ayat 12 = hukum kelima= mengatur hubungan anak dengan orang tua. Kalau hubungan anak dengan orang tua baik--anak taat pada orang tua, dan orang tua tidak membuat tawar hati anak (mendidik sesuai dengan firman)--, maka terjadi kebahagiaan yang kedua (setelah taat kepada Tuhan lalu taat kepada orang tua).


      2. Keluaran 20: 13
        20:13. Jangan membunuh.

        Ayat 13= hukum keenam= jangan membunuh= mengatur hubungan sesama saudara dalam nikah (antara kakak adik, saudara ipar, keponakan dan sebagainya).
        Jangan membunuh = jangan membenci.

        Kalau hubungannya baik, kita akan mengalami kebahagiaan ketiga.


      3. Keluaran 20: 14
        20:14. Jangan berzinah.

        Ayat 14= hukum ketujuh= jangan berzinah= mengatur hubungan sesama antara suami isteri. Kalau hubungannya baik--dalam kesucian dan kebenaran; tidak ada perselingkuhan, perzinahan, dan kekerasan--, akan mengalami kebahagiaan yang keempat.


      4. Keluaran 20: 15-17
        20:15. Jangan mencuri.
        20:16. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
        20:17. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

        Ayat 15-17: 'jangan mencuri, jangan berdusta, jangan mengingini...'= mengatur hubungan kita dengan masyarakat (di luar rumah). Kalau hubungan kita dengan masyarakat baik, kita akan mengalami kebahagiaan yang kelima.


    Kita mengalami lima kebahagiaan sorga yang berasal dari lima luka Yesus di kayu salib. Sebenarnya dunia ini sudah dikutuk sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan diusir ke dalam dunia, sehingga semua manusia hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa; kita hidup dalam dunia yang bersuasana kutukan--letih lesu, beban berat, susah payah, pahit getir--seperti minum anggur asam bercampur empedu.
    Kalau dibiarkan akan sampai pada kebinasaan; pahit getir dan ratap tangis selamanya di neraka.

    Tetapi bersyukur, Yesus harus mati di kayu salib dengan lima luka utama, Dia minum anggur asam bercampur empedu untuk memberikan anggur baru--kebahagiaan sorga--kepada kita semua.

    Mari, perbaiki hubungan dengan Tuhan sampai beribadah. Perbaiki hubungan dengan sesama (dengan orang tua, kakak adik, suami isteri, dan masyarakat). Inilah lima kebahagiaan sorga. Air anggur asam bercampur empedu diminum Yesus, dan Dia memberikan air anggur baru--lima kebahagiaan sorga--kepada kita.

    Jika kita dituntun ke mata air kehidupan--sekarang praktiknya yaitu mengasihi Tuhan dan sesama; memiliki dua loh batu--, maka ada kebahagiaan sorga.
    Lewat korban Kristus; lima kebahagiaan sorga, suasana kutukan di dunia akan dialihkan pada suasana takhta sorga. Kita semakin bahagia, air mata semakin dihapus, dan maut semakin menjauh, sampai kalau Tuhan datang kita mengalami kebahagiaan di sorga, tidak ada lagi air mata dan maut.

    Mulai sekarang sudah harus mengalami. Kalau masih pahit getir dan lain-lain, itu bukan karena miskin, tetapi masih ada dosa--ada hubungan yang tidak baik dengan Tuhan dan sesama. Perbaiki, supaya ada lima kebahagiaan sorga, dan air mata semakin dihapuskan.


  2. Markus 12: 28-34
    12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
    12:29. Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
    12:30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
    12:31. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
    12:32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    12:33. Memang
    mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    12:34. Yesus melihat, bagaimana
    bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    'mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan' = loh batu pertama.
    'mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri' = loh batu kedua.
    'Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah' = bersuasana kebahagiaan sorga.

    Tadi, tidak jauh dari sorga berarti mengalami kebahagiaan dan terus berjalan ke sorga (semakin dekat dengan sorga; air mata semakin dihapuskan dan semakin bahagia). Sampai satu waktu tidak ada air mata lagi, berarti sudah berada di sorga (kebahagiaan kekal selamanya).

    Hasil kedua: menerima hikmat kebijaksanaan.

    Ahli Taurat biasanya bertentangan dengan Yesus (dia mempertahankan Taurat sedangkan Yesus menggenapi Taurat). Sebenarnya hukum Taurat tidak ada yang salah, tetapi sudah digenapkan oleh Tuhan Yesus. Mereka terus berpegang pada perjanjian lama, tidak mau pembukaan firman/nubuatannya--Yesus sudah menggenapkan hukum Taurat tetapi ditolak terus. Tetapi sekarang ahli Taurat ini sekalipun keras hati (hati batu) bisa menerima dua loh batu--melembut.

    Malam ini, sekeras apapun kita, mari melembut. Kita ikuti hukum Taurat yang sudah digenapkan oleh Yesus. Dulu boleh membenci musuh, tetapi sekarang mengasihi musuh.
    Kalau tetap keras hati, tidak akan ada dua loh batu.

    Dua loh batu terbuat dari batu keras yang dipahat; ditulisi kasih Allah.

    Kegunaan hikmat sorga:


    • Wahyu 13: 16-18
      13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
      13:17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
      13:18.
      Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

      'Yang penting di sini ialah hikmat' = hikmat sorga, bukan hikmat S1, S2, atau S3.

      Kegunaan pertama: melindungi kita supaya:


      1. Tidak dicap 666 oleh antikris pada dahi dan tangan. Hikmat dari sorga adalah mengasihi Tuhan dan sesama, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.


      2. Tidak menyembah antikris. Kalau dicap 666 pada tangan dan dahi, pasti menyembah antikris.

        Dua hal ini kalau digabung artinya: hikmat Allah melindungi kita supaya tidak menjadi sama dengan antikris. Kalau sudah menyembah antikris demi sesuap nasi, maka kita sudah menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan. Karena itu jangan ada kebencian sedikitpun. Rasa tidak suka sudah harus dihilangkan.
        Hikmat antikris menggunakan kebencian; sedangkan meterai Tuhan adalah kasih--mengasihi Tuhan, sesama, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.


      3. Tidak menjadi mangsa antikris; tidak usah disiksa sampai dipancung kepalanya.


      Oleh sebab itu kalau tidak mau menjadi sama dengan antikris atau disiksa antikris, mulai sekarang perhatikan saat-saat mendengarkan firman Allah (firman pengajaran yang benar). Harus serius sungguh-sungguh, jangan main-main! Kalau main-main, nanti akan dipaksa oleh antikris.

      Kita memperhatikan firman dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan sehingga mengerti firman--firman pengajaran yang benar ditulis di dahi. Kemudian kita percaya/yakin pada firman--firman pengajaran yang benar ditulis di hati--, sampai praktik firman--ditulis di tangan--, sehingga seluruh hidup kita ditulisi firman pengajaran yang benar.

      Firman pengajaran yang benar mendarah daging dalam hidup kita, tidak bisa dicap lagi oleh antikris; kita bisa menyembah Tuhan. Kita dimeteraikan nama Tuhan (firman), dan menjadi milik-Nya selamanya.

      Jika tangan dicap firman, seluruh hidup dicap firman, maka firman mendarah daging itulah yang mendorong kita untuk menyembah Tuhan.

      Inilah kegunaan hikmat dari sorga lewat pemberitaan firman.


    • Pengkhotbah 10: 10
      10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

      'Jika besi menjadi tumpul' = krisis.

      Kegunaan kedua: hikmat menentukan keberhasilan; menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya, sekalipun kita menghadapi krisis total.


    • Amsal 9: 1
      9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

      Kegunaan ketiga: hikmat mendirikan rumah--rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan (fellowship), sampai tubuh Kristus (pembangunan rumah rohani).

      Hikmat membangun rumah rohani dengan tujuh tiang, yaitu:
      Yakobus 3: 17
      3:17. Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni(1), selanjutnya pendamai(2), peramah(3), penurut(4), penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik(5), tidak memihak(6) dan tidak munafik(7).


      1. Murni= tidak bercampur apapun--tidak tercampur ragi ajaran-ajaran palsu--; kesucian sampai dalam hati. Hanya berpegang teguh pada satu pengajaran yang benar.


      2. Pendamai = selalu berdamai.
      3. Peramah (bukan pemarah).
      4. Penurut (tidak pemberontak).
      5. Penuh belas kasih dan buah-buah yang baik.
      6. Tidak memihak= adil. Kita hanya memihak Tuhan. Saat Musa dalam keadaan terjepit, semua orang Israel menyembah lembu emas (Keluaran 32), ia berkata: Siapa memihak Tuhan, sandang pedang. Dan suku Lewi menyandang pedang; satu suku menghadapi sebelas suku lainnya.

        Tidak takut kalau ada pedang--kalau ada pedang akan menang--, sampai tiga ribu orang mati--sampai kesucian dan kesempurnaan; tiga ribu menunjuk pada ruangan suci dan ruangan maha suci.

        Mulai dari rumah tangga kita harus memihak Tuhan, pengajaran yang benar. Di dalam penggembalaan dan fellowship juga memihak Tuhan, pasti adil dan benar. Kalau tidak memihak Tuhan, pasti banyak pertimbangan daging.

        "Saya ingat tanah di Malang, dulu kami masih kasih tetangga beberapa meter untuk jadi jalan, pikirnya enak, ternyata susah. Malam-malam, digedor minta kunci, mobil mau masuk. Om Pong hanya berkata: 'Garis yang tegas, kembali pada sertifikat.' Setelah kembali, memang tidak ada jalan, tetapi enak. Kalau masih ke sana ke mari, tidak enak hidup ini. Kalau memihak Tuhan, hidup itu akan enak, dan Tuhan beserta."


      7. Tidak munafik= tidak pura-pura; jujur.


      Inilah tujuh tiang. Kalau ada tujuh tiang, kita akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus; kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai sempurna (lebih membesar sampai sempurna).


    Tadi yang pertama: mengalami kebahagiaan sorga (tidak jauh dari sorga; semakin mendekat dengan sorga), kedua menerima hikmat kebijaksanaan sorga (untuk menentukan keberhasilan dan sebagainya).


  3. Markus 12: 34
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Hasil ketiga: tidak ada pertanyaan lagi= tidak ada masalah, berarti tidak ada air mata.

    Masalah terbesar adalah kita banyak bertanya-tanya tentang pribadi Yesus--pengajaran yang benar. Yang mana Yesus? Yang mana yang benar?

    "Karena itu saya tidak mau menghadiri seminar-seminar, diskusi tentang firman."

    Kalau ada pertanyaan berarti ada masalah.

    Kita harus berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran= mengulurkan tangan kepada Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semuanya--seperti Petrus mengulurkan tangan kepada Tuhan; siap mati untuk Tuhan--, berserah sepenuh pada-Nya, dan Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita.
    Artinya: Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita. Untuk apa?


    • Menyelesaikan masalah yang mustahil.
    • Menghapus air mata kita.
    • Menyempurnakan kita untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan permai, kita masuk Firdaus dan takhta sorga, benar-benar tidak ada air mata dan maut. Kita mengalami kebahagiaan selama-lamanya.

Mari, kita mengasihi Tuhan dan sesama.
Malam ini biar kita menerima kebahagiaan, hikmat, sampai bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan (mengasihi Tuhan lebih dari semuanya, bergumul dengan Tuhan, menyerah sepenuh kepada Tuhan). Begitu renggang sedikit, maut/setan masuk untuk memporak-porandakan nikah, ekonomi dan sebagainya.

Dia yang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.
Kalau ada dua loh batu, ada kasih dalam hati kita, Tuhan yang datang. Kalau ada kebencian, setan yang datang.

Jangan putus asa, jangan bangga! Mari mengasihi Dia dan sesama.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top