English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Januari 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:8-11
10:8 Dan suara yang telah...

Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Juni 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Desember 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Malang, 20 September 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.
Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juli 2009 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Kisah Rasul 14: 22
Untuk bisa masuk kerajaan Surga, kita harus mengalami banyak sengsara,...

Ibadah Paskah Malang, 12 April 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:4
11:4. Mereka adalah kedua pohon...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2019 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih melanjutkan manfaat kenaikan Yesus ke Sorga:

Ibadah Raya Surabaya, 27 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Semarang II, 27 September 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Januari 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Matius 10 : 37
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Juli 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 8-13
25:8. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu,...

Ibadah Raya Surabaya, 03 September 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 26 Januari 2018 (Jumat Malam)
Puji Tuhan. Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Tuhan memberkati.

Markus 6: 7-8
6:7. Ia memanggil kedua...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 26 Juli 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Wahyu 11:15-17
11:15. Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."
11:16. Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,
11:17. sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

Sangkakala ketujuh menampilkan pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali ke dunia di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menegakkan/ memulihkan kerajaan Sorga di dunia, itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai nanti benar-benar masuk kerajaan Sorga, Yerusalem baru selamanya.

Kita lihat kerinduan Tuhan untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi dinyatakan lewat berdoa dan mengajarkan doa Bapa kami, yang tekanannya adalah 'jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'.

Matius 6:9-10

6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Jika kita merindukan kerajaan Sorga di bumi sampai Yerusalem baru, kita juga harus berdoa seperti yang diajarkan oleh Yesus.
'jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'. Artinya kita harus melakukan kehendak Tuhan apa pun yang kita hadapi dalam hidup kita di dunia.

Salah satu kehendak Allah adalah percaya kepada Yesus yang diutus Allah, sama dengan percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Yesus yang adalah utusan Allah.
Yohanes 6:29
6:29. Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Jika kita melakukan kehendak Allah, yaitu percaya dan mempercayakan diri kepada Yesus, maka kerajaan Sorga di dunia bukan hanya doa tetapi menjadi kenyataan bagi kita, seperti yang telah dialami seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus.
Penjahat menunjuk pada manusia berdosa bahkan sampai puncaknya dosa.

Lukas 23:39-43
23:39. Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi
orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42. Lalu ia berkata: "
Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

'orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah' = dia percaya bahwa Yesus tidak berdosa.
'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja' = doa dari penjahat, ia yakin Yesus akan datang kembali.

Ada dua macam manusia berdosa:
  1. Ayat 39 = penjahat I, yaitu manusia berdosa yang punya keinginan untuk selamat dan masuk Sorga, tetapi sayang, ia ragu-ragu terhadap Yesus, sehingga tetap keras hati (mempertahankan dosa) sekalipun sudah menderita dan hampir mati.
    Ini berarti tetap di luar kehendak Tuhan, padahal kehendak Allah adalah keselamatan hanya ada di dalam Yesus, masuk Sorga/ Firdaus hanya lewat Yesus.

    Kisah Rasul 4:12

    4:12. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

    Penjahat I tidak percaya Yesus, akibatnya adalah mengalami hukuman Tuhan, tidak selamat sampai binasa selamanya, sejak di bumi sudah merasakan hukuman, tidak ada suasana Firdaus.

    Yohanes 3:18

    3:18. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

    Waspada, sekalipun sudah percaya Yesus bahkan berharap Dia, masih ada yang tidak selamat, itulah kehidupan yang sudah percaya dan beribadah melayani Yesus tetapi hanya untuk mencari perkara jasmani sampai menghalalkan segala cara, bukan mencari firman pengajaran yang benar/ penyucian.
    Nasibnya akan sama seperti penjahat I yang keras hati, yang akan dihukum.

    1 Korintus 15:19
    15:19. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

  2. Penjahat II = manusia berdosa yang bisa melembut terutama di saat penderitaan dan hampir mati, sehingga percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Yesus.
    Lukas 23:40-43
    23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    23:41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Penjahat II percaya dan mempercayakan diri kepada Yesus sebagai:
    • Juruselamat untuk menyelamatkan manusia berdosa.
      Praktiknya adalah mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Ini sama dengan menerima belas kasih Tuhan.
      Tidak berbuat dosa lagi = hidup benar, hidup dalam kehendak Tuhan, sehingga selamat dan tidak dihukum.

    • Ayat 42 = Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga yang akan datang kembali kedua kali untuk menyempurnakan kehidupan yang sudah selamat sampai menjadi mempelai wanita Sorga, lewat Kabar Mempelai. Sesudah itu, mempelai wanita akan diangkat ke awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba dan kembali ke kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), bahkan sampai masuk Yerusalem baru.

      Praktik menerima Yesus sebagai Raja adalah menerima Kabar Mempelai, mendengar dan dengar-dengaran pada Kabar Mempelai. Ini sama dengan menerima belas kasih Tuhan, dan kita akan mengalami penyucian seluruh hidup kita secara terus-menerus sampai sempurna seperti Yesus untuk layak kembali ke Firdaus, kerajaan Sorga di bumi.

      Kalau disucikan, mulai hari ini kita akan mengalami suasana Firdaus sampai nanti benar-benar masuk Firdaus, kerajaan Sorga di bumi.

    Sesaat sebelum mati, penjahat II sudah selamat dan menerima Firdaus bahkan kerajaan Sorga. Ini jalur khusus.

Pelajaran bagi kita:
  • Kalau mau selamat, kita harus berjuang, supaya mulai sekarang kita ada kepastian mendapatkan tempat di Firdaus. Jangan tunggu sampai hampir mati! Memang bisa, tetapi ingat, ada penjahat I dan penjahat II, ada yang keras hati, ada yang melembut.

  • Jika Tuhan izinkan kita mengalami penderitaan dan kesulitan bahkan hampir mati, maksud Tuhan adalah kita melembut dan menerima kehendak Tuhan apa pun yang harus kita korbankan, yaitu percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Yesus, tinggalkan dosa-dosa. Kita akan selamat, bahagia, sampai ke Firdaus.

    Jangan terus keras hati mengenai sekolah, pekerjaan, perjodohan dan sebagainya. Saat kembali pada kehendak dan anugerah Tuhan sekalipun bertentangan dengan kehendak daging, maka kita akan ditolong, selamat, dan bahagia.
    Kalau tetap keras hati, pasti menderita, semuanya menjadi tandus, sampai binasa selamanya.

Peringatan! Kehidupan yang sudah selamat dan menjadi pelayan Tuhan, akan berada dalam kehendak dan anugerah Tuhan. Tetapi kalau keluar karena mengikuti kehendak sendiri, mengejar perkara jasmani yang sesuai dengan keinginan daging bukan kehendak Tuhan, ia akan menderita dan binasa selamanya.
Contoh: Yudas Iskariot mengikuti keinginan akan uang sampai kikir dan serakah. Orang lain yang berkorban, dia marah, tidak mungkin dia berkorban sendiri.
Ini yang banyak terjadi. Petrus dari penjala manusia kembali jadi penjala ikan, untung masih bisa tertolong.

Cerita mengenai penajahat I dan perjahat II merupakan nubuatan yang sudah terjadi pada gereja hujan awal, dan pasti terjadi pada gereja hujan akhir, zaman kita. Kita harus hati-hati.
Contoh:
  1. Penjahat I = Yudas Iskariot yang keras hati, mempertahankan keinginan akan uang, sampai menolak belas kasih dan kehendak Tuhan. Ini sama dengan tidak percaya Yesus tetapi uang, sehingga binasa selamanya.

    Di akhir zaman, yang dicuri bukan lagi uangnya tetapi kepercayaan Tuhan kepada seorang gembala untuk menerima persepuluhan, sehingga tidak ada makanan di dalam sidang jemaat. Jemaat akan kering dan binasa. Dulu hanya Yudas yang binasa, tetapi di akhir zaman seluruh jemaatnya yang binasa.

  2. Penjahat II = Saulus menjadi Paulus.
    Kisah Rasul 9:1-2
    9:1. Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
    9:2. dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

    Saulus melayani tetapi di luar kehendak Tuhan. Ia tidak percaya Yesus sebagai Juru Selamat dan Raj, menolak Injil keselamatan dan Kabar Mempelai, sama dengan tanpa iman.
    Akibatnya adalah ia tampil seperti penjahat, artinya membenci, menyakiti orang lain secara lahir dan batin, sampai membunuh. Ini yang terjadi, imam-imam tetapi menjadi penjahat.

    Kalau diteruskan, akan binasa seperti penjahat I.

    Puji Tuhan, Saulus diizinkan menderita oleh Tuhan dan ia bisa melembut untuk menerima belas kasih dan kemurahan Tuhan. Ini sama dengan percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Yesus sebagai Juru Selamat dan Raja segala raja, dan ia menjadi rasul Paulus yang dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama Tuhan.

    Kisah Rasul 9:8-9
    9:8. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
    9:9. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

    Langkah-langkah dari Saulus menjadi Paulus:
    • Saulus percaya pada Yesus sebagai Juruselamat.
      Praktiknya adalah berani mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama bahkan mengaku ia yang paling berdosa, sehingga ia mendapat kasih karunia Tuhan, yaitu mendapatkan pengampunan dosa dari Yesus, dan tidak berbuat dosa lagi, tidak menghakimi orang lain. Ia bisa bertobat dan masuk baptisan air untuk menerima hidup baru, hidup dalam kebenaran, yaitu hidup dalam iman/ kehendak Tuhan, sehingga ia selamat dan diberkati Tuhan, tidak dihukum, bahkan menjadi teladan/ kesaksian untuk memuliakan Tuhan, yaitu membawa Firdaus kepada mereka yang hidup dalam dosa.

      1 Timotius 1:13-16
      1:13. aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
      1:14. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
      1:15. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
      1:16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini,
      sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

      Teladan iman adalah hidup dalam kebenaran dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

    • Saulus percaya Yesus sebagai Raja.
      Praktiknya adalah menerima Kabar Mempelai, melakukan, dan memberitakan Kabar Mempelai, sehingga mengalami penyucian seluruh hidup.

      1 Timotius 1:17
      1:17. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

      Kisah Rasul 9:3
      9:3. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

      'cahaya memancar dari langit' = cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/ Kabar Mempelai.

      Penyucian dimulai dari hati, tidak ada keinginan jahat dan najis, dan kepahitan.
      Kemudian perkataan dan perbuatannya suci, sehingga ia diangkat menjadi rasul Paulus. Setelah disucikan akan diangkat menjadi imam-imam. Penjahat berubah menjadi imam dan raja, penghuni Firdaus/ warga kerajaan Sorga.

      Efesus 4:11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Wahyu 20:6
      20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Inilah yang kita doakan yaitu 'Aku mau di dalam kehendak-Mu' sekalipun sakit bagi daging.

      1 Timotius 1:12
      1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

      Sesudah diangkat menjadi imam dan raja, sikap kita adalah menjadi imam dan raja yang setia dan dapat dipercaya dalam jabatan pelayanan mulai sekarang sampai garis akhir. Kita menjadi batu hidup untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Batu hidup artinya bisa hidup di mana saja, kapan saja, situasi apa saja oleh kemurahan Tuhan, sampai hidup kekal.

    • Menyembah Yesus Sang Raja dengan kata "Haleluya".
      Kalau menyembah Yesus Raja segala raja, berarti kita hanya mengakui kekurangan dan kelemahan kita baik secara jasmani maupun rohani. Kita percaya bahwa kuasa Sang Raja sanggup menghapuskan kemustahilan.

      Kita menyembah Dia sebagai Mempelai, berarti kita tunduk dan mengasihi Dia lebih dari semua. Kita tidak menuntut apa-apa tetapi menyerah sepenuh kepada Tuhan.

      Hasilnya adalah:
      1. Kita mengalami kuasa penciptaan dari tidak ada jalan menjadi ada jalan, untuk menolong kita. Dari tidak ada menjadi ada, untuk memelihara kita. Yang mati menjadi bangkit.
        Yesaya 43:15-17
        43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
        43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
        43:17. yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

        Sang Raja mampu membuka jalan di laut dan darat.
        Pada saat itu Israel dalam keadaan tidak berdaya, seperti buluh yang terkulai dan sumbu yang berasap. Ke depan, belakang, kiri, dan kanan tidak bisa. Tidak ada harapan lagi, tetapi hanya satu kata: mati.
        Mungkin keadaan kita seperti itu, tetapi masih ada Sang Raja. Yang penting adalah serahkan semua dan tunduk, biar Sang Raja yang menangani.

        Sang Raja mampu memberikan pemeliharaan hidup secara ajaib, jalan keluar dari segala masalah, memberikan masa depan yang berhasil dan indah sekalipun sekarang ini kita seperti buluh yang terkulai dan sumbu yang berasap.

        Firaun hebat tetapi di luar kehendak Tuhan, sehingga ia mati.
        Sebaliknya, Israel hanya budak, tidak ada harapan, tetapi Tuhan mampu menolong.
        Jangan ragu-ragu terhadap Tuhan!

      2. Sang Raja mampu membuka jalan di langit.
        Zakharia 14:17-18
        14:17. Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.
        14:18. Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

        Kalau tidak menyembah Sang Raja, akan turun tulah.
        Kalau menyembah Sang Raja, kita akan mengalami hujan Roh Kudus yang menyucikan kita.

        Yesaya 6:5-7
        6:5. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
        6:6. Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
        6:7. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."

        Kalau dosa dibakar, kita akan mengalami hujan Roh Kudus.
        Kalau mulut sudah najis, berarti seluruh hidup najis, tidak ada harapan secara rohani, pasti tertinggal saat Yesus datang kembali.
        Tetapi jika kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, hujan Roh Kudus akan turun untuk menyucikan kita sampai mulut berkata jujur, benar dan baik (menjadi saksi), menyembah sang Raja, dan tidak salah dalam perkataan, sempurna.

        Kalau mulut sudah sempurna, sang Raja akan membuka pintu Firdaus.
        Lukas 23:43
        23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

        Mulai hari ini kita merasakan suasana Firdaus. Sang Raja sanggup melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya di dalam kasih-Nya yang tak terbatas. Semua ada di dalam Firdaus, sampai nanti kita benar-benar sempurna. Kita terangkat ke awan-awan yang permai dengan sorak sorai "Haleluya". Kerajaan Sorga di bumi menjadi kenyataan sampai kita masuk Firdaus.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top