English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 26 Mei 2011)
Tayang: 17 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 31 Juli 2008)
Tayang: 14 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam III-Rabu Sore, 07 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Mei 2011)
Tayang: 13 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Agustus 2010)
Tayang: 11 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Sabtu Pagi, 09 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 28 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 26 Agustus 2010)
Tayang: 24 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa, 11 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Rabu Pagi, 25 Mei 2011
Tempat: Poso-Meko
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Juni 2011

Kita kembali kepada tema kita yang terdapat di dalam injil Lukas 17: 32, Ingatlah akan isteri Lot!
Ayat ini sangat singkat, tetapi menyimpan atau memberikan sesuatu yang luar biasa bagi kita sekalian/suatu peringatan bagi kita.

Tadi malam kita sudah mendengar bahwa 'ingatlah akan isteri Lot' merupakan peringatan bagi orang yang sudah selamat --> yang sudah melayani TUHAN, yang sudah menjadi hamba TUHAN termasuk saya, tetapi masih diingatkan untuk mengingat akan isteri Lot.

Di dalam perj lama yaitu di dalam ktb Kejadian 19: 15-17, Lot sekeluarga sudah keluar dari Sodom dan Gomora/dari lingkungan dosa/dari puncaknya dosa = selamat, sebab ditarik oleh malaikat, tetapi TUHAN perintahkan untuk lari menuju ke pegunungan, supaya mereka tidak disusul oleh penghukuman ALLAH.

Lihat gambar disini: http://www.gptkk.org/images/radio/sodom-skrg.gif

Dalam perjalanan ini, isteri Lot menoleh ke belakang sehingga ia menjadi tiang garam = kehidupan yang tidak memiliki arti apa-apa/tidak berguna bahkan binasa untuk selama-lamanya.

Kemudian cerita ini dikuatkan lagi dengan cerita tentang bangsa Israel yang terdiri dari enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang laki-laki saja yang berusia duapuluh tahun ke atas, belum termasuk wanita dan anak-anak keluar dari Mesir/keluar dari perbudakan dosa = mereka sudah selamat tetapi mereka harus menuju ke Kanaan. Keluar dari Mesir = selamat ini tidak/belum berarti apa-apa sebab belum menuju pada tujuan akhir sebab harus menuju ke kota Kanaan. Dalam perjalanan, hanya tinggal dua yang masuk kota Kanaan, yang lainnya yang berjumlah ratusan ribu bahkan juta, harus berguguran di padang gurun.

Jadi, kita jangan terfokus pada jumlah, sekali-pun itu boleh, sebab kami juga merindu agar jumlah sidang jemaat bertambah --> silahkan! Tetapi hal ini jangan menjadi fokus kita, sebab kita harus menuju ke pegunungan dan ke Kanaan.

Di dalam ktb perj baru, manusia berdosa sudah selamat oleh Darah YESUS/kita ditebus dari dosa-dosa oleh Korban Kristus, tetapi kita masih berbuat dosa. Itu sebabnya kita harus mencapai pegunungan yang rohani yaitu kota Yerusalem Baru yaitu kehidupan yang sempurna seperti TUHAN/menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Kota Yerusalem Baru juga merupakan kerajaan surga. Inilah yang menjadi tujuan kita yaitu menjadi sempurna. Tetapi di tengah perjalanan --> masih tanda tanya.

Masih tanda tanya, juga berarti peringatan bagi kita semua. Di tengah perjalanan, kita sudah selamat, sudah menjadi hamba TUHAN, sudah menjadi pelayan TUHAN, tetapi ketika harus menuju pada kesempurnaan, menuju pada Mempelai Wanita, menuju kota Yerusalem Baru --> masih tanda tanya, apakah kita berhasil sampai di sana atau tidak?

Itu sebabnya kita jangan bangga menjadi hamba TUHAN yang mungkin memiliki gereja yang besar, mungkin dipakai dalam k.k.r --> jangan bangga! Masih harus berhati-hati --> 'ingatlah akan isteri Lot'. Tanda tanya itu berarti kita harus berjaga-jaga supaya jangan menjadi seperti isteri Lot.

Tadi malam kita sudah mendengar ada tiga hal yang harus diperhatikan menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, supaya kita jangan menjadi seperti isteri Lot yang binasa. Itu sebabnya kita harus mencapai Yerusalem Baru/kesempurnaan/Mempelai Wanita/kerajaan surga yang kekal --> ini yang menjadikan kita aman bersama dengan TUHAN.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya yaitu:
Yang pertama: Lukas 17: 24, Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.

Yang harus diperhatikan adalah kilat. Bukan manusia siapa-pun dia tetapi kilat yaitu kegerakkan di dalam Firman pengajaran yang benar. Ini yang akan menjamin kita tidak menjadi seperti isteri Lot.

Bagi saudara yang akan menikah, mari perhatikan kilat, jangan memperhatikan mobil dllnya sebab apa yang jasmani tidak memiliki kaitan dengan kedatangan TUHAN. Hanya Firman/kilat yang memiliki kaitan dengan kedatangan TUHAN sehingga kita tidak menjadi seperti isteri Lot. Semoga kita dapat mengerti.

Yang keedua: Lukas 17: 26-30,
26. Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
27. mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Yang kedua yang harus diperhatikan adalah keadaan dunia akhir jaman yang kembali seperti jaman Nuh dan jaman Lot.

Apa yang menjadi praktek dari keadaan dunia yang kembali seperti jaman Nuh dan jaman Lot?
  1. makan minum dan kawin mengawinkan (ay 27) artinya, manusia termasuk anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN hidup dalam dosa = tetap mempertahankan dosa sampai mencapai puncak dosa.

    Kita sudah membahas tentang makan minum ini kemarin, tetapi tidaklah mengapa kita ulangi, supaya kita terlepas. Bagi pelayan-pelayan TUHAN --> sudah melayani TUHAN dalam bidang bermain musik dllnya, tetapi tetap hidup dalam dosa sampai pada puncaknya dosa. Makan minum ini dimulai dari merokok --> masih tetap merokok sekali-pun sudah melayani TUHAN. Mabuk, judi, narkoba, inilah jaman Nuh dan jaman Lot. Ini yang harus kita perhatikan.

    Di gereja, mari rekan-rekan hamba-hamba TUHAN, kita perhatikan diri kita, sidang jemaat, pelayan-pelayan TUHAN jangan membuat suasana gereja seperti suasana Nuh dan Lot sebab ini akan mendatangkan hukuman TUHAN.

    Demikian juga dengan suasana fellow-ship ini, mari! perhatikan, sampai pada hal yang kecil-kecil, supaya jangan fellow-ship ini kembali ke jaman Nuh dan ke jaman Lot. Demikian juga dengan rumah tangga kita, dan juga dengan penggembalaan masing-masing, perhatikan! Supaya jangan ada makan minum dan juga ada kawin mengawinkan. Ini menunjuk pada kehidupan yang dikuasai oleh setan dengan roh jahat dan roh najis sehingga tidak dapat hidup benar dan suci. Semoga kita dapat mengerti.

    Jaman Nuh tidak ditulis, oh di kota itu seperti jaman Nuh atau di desa itu seperti jaman Lot --> tidak! Berarti semuanya sama, di lembah dan di gunung-pun sama. Jadi, semuanya haruslah hidup benar sekali-pun itu merupakan hal yang sepele. Kehidupan yang dikuasai oleh roh jahat dan roh najis adalah kehidupan dari anak TUHAN, hamba TUHAN tanpa kasih = tanpa matahari = gelap/hidup dalam dosa.

  2. membeli dan menjual (ay 28).
    Wahyu 13: 16-18
    16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    17. dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Membeli dan menjual, menunjuk pada kehidupan yang dikuasai oleh roh jual beli/roh antikrist dengan cap 6.6.6. Saya tidak membicarakan orang luar, sebab ini adalah isteri Lot yang juga anak TUHAN, jadi kehidupan dari anak TUHAN dan hamba TUHAN yang dikuasai oleh roh jual beli/roh antikrist dengan cap 6.6.6.

    Bagaimana wujud hamba TUHAN yang sudah dicap dengan roh jual beli/ angka 6.6.6 atau yang belum dicap?

    Jika orang sudah dikuasai oleh roh jual beli maka wujudnya
    :
    • aktif di dalam ibadah pelayanan di tempat masing-masing atau fellow-ship, tetapi hanya untuk mendapatkan keuntungan secara jasmani.
      Keuntungan uang, kedudukkan, bertemu dengan teman, pujian, karena tidak pernah naik pesawat, sekarang dinaikkan pesawat dllnya, sehingga kehilangan yang rohani yaitu karunia-karunia Roh. Kudus. Apa artinya bagi seorang hamba TUHAN jika tanpa karunia-karunia Roh Kudus? Fellow-ship yang benar adalah tempat persemayaman bagi karunia-karunia. Atau bekerja tanpa jabatan dan karunia-karunia Roh. Kudus = tidak sesuai dengan jabatan dan karunia-karunia Roh Kudus.

    • tidak setia di dalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan/tinggalkan jabatan pelayanan hanya untuk mencari keuntungan jasmani.
      Bagi saudara yang dipakai oleh TUHAN sebagai gembala, jangan lupa dengan tugas utama kita di dalam penggembalaan. Sedangkan ibadah fellow-ship hanyalah kelimpahan dari penggembalaan tugas tambahan sehingga bukan ini yang menjadi kebanggaan tetapi di penggembalaan. Kita jangan salah! Bangga dengan fellow-ship, tetapi bagaimana dengan penggembalaannya? Kering kerontang? Itu sebabnya jangan salah. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah membeli dan menjual = kehidupan tanpa jabatan = tanpa karunia Roh Kudus dan juga tanpa urapan Roh Kudus = tanpa bintang/mahkota duabelas bintang/karunia-karunia. Ia bekerja keras, tetapi tanpa jabatan. Dia tidak bekerja sebab mencari yang duniawi sampai ia kehilangan jabatan seperti Yudas yang jabatannya diambil oleh Matias. Hidup ini betul-betul hancur sebab tanpa pengharapan = perutnya pecah. Yudas mendapatkan uang, tetapi uang itu hanya untuk membeli tanah kuburan, ia tidak dapat menikmati uang itu.

    Jadi kehidupan tanpa jabatan = tanpa karunia Roh Kudus = tanpa urapan Roh Kudus = tanpa pengharapan = tanpa bintang. Inilah dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

  3. Lukas 17: 28, Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.

    Menanam dan membangun. Menanam itu ladang, sedangkan membangun itu bangunan. Menanam dan membangun, menunjuk pada kehidupan yang dikuasai oleh roh nabi palsu --> ladang palsu, bangunan palsu.

    Apa wujud dari roh nabi palsu? Yaitu:
    • menunjuk pada ajaran-ajaran palsu yang tidak sesuai dengan apa yang sudah kita terima = tanpa pengajaran yang benar.
    • roh dusta yang banyak ditiupkan oleh nabi palsu = tanpa kebenaran sehingga mengarah kepada pelayanan yang palsu/ladang dan juga bangunan/pembangunan tubuh Kristus yang palsu itulah Babel yang akan dibinasakan.

    Untuk kedua roh ini, kita harus berhati-hati Seperti Yudas, yang sudah keluar meninggalkan YESUS, murid-murid lain masih terkecoh dengan mengira bahwa Yudas hendak membeli apa-apa atau memberi kepada orang miskin, pada hal Yudas sudah ingin mengkhianati YESUS. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan roh nabi palsu dengan ajaran palsu dan juga dengan roh dusta/roh munafik sebab ini yang banyak mengecoh hamba-hamba TUHAN/kehidupan dari anak-anak TUHAN yang sudah senior dan hebat. Apalagi yang yunior/yang baru?

    Jadi, menjelang kedatangan YESUS, kita harus berhati-hati, sebab keadaan dari dunia ini adalah kembali seperti jaman Nuh dan jaman Lot. Dosa makan minum dan kawin mengawinkan bukan hanya dipertahankan oleh orang dunia saja, tetapi juga dipertahankan oleh hamba-hamba TUHAN dan juga anak-anak TUHAN.

    Kemudian persekutuan/fellow-ship dijadikan pasar/sarang penyamun --> roh jual beli = melayani hanya untuk mencari kepentingan jasmani sehingga menjadi seperti pasar. Sidang jemaat mau datang ke gereja dengan bertanya kepada sesamanya --> anda datang ke gereja itu, apa yang anda dapatkan? Beras sepuluh kilo! Lebih baik ikut saya saja, sebab di gereja itu anda mendapatkan beras sepuluh kilo + dua kilo ikan asin. Gereja menjadi pasar = sarang penyamun, bukan lagi menjadi rumah ALLAH/bukan lagi tubuh Kristus yang sempurna. Itu sebabnya kita harus berhati-hati. Widjaja bertanggung jawab, demikian juga panitia ikut bertanggung jawab dengan mengadakan ibadah semacam ini untuk diarahkan kemana?

    Roh jual beli = nabi palsu = roh dusta. Di dunia, banyak yang berdusta, tetapi di gereja TUHAN juga banyak yang berdusta dan ini akan menuju kepada pembangunan tubuh kristus palsu/pembangunan Babel. Ini menunjuk tanpa Firman pengajaran yang palsu, sebab ajarannya palsu = kehidupan tanpa kebenaran = tanpa iman = tanpa bulan. Iman itu kebenaran/bulan/penebusan sampai kita dibenarkan. Menghadapi masalah dengan berdusta, semuanya di hadapi dengan berdusta --> bagaimana kalau kita berdusta? Itu berarti iman saja tidak kita miliki, apalagi pengharapan dan kasih?
Jadi, kalau disimpulkan, menjelang kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, banyak hamba-hamba TUHAN/anak-anak TUHAN yang bersuasana seperti jaman Nuh dan Lot yaitu mereka dikuasai oleh setan, antikrist dan nabi palsu = tanpa iman/bulan, tanpa pengharapan/bintang dan tanpa kasih/matahari. Ini benar-benar keadaan yang sebenarnya yang tidak pandang di desa, di kota, di bawah jembatan sampai di dalam istana raja, semuanya ada.

Roh jual beli, keuntungan --> yang penting untung, sampai harus membunuh orang asal mendapatkan kepentingan jasmani. Demikian juga di gereja TUHAN, sampai TUHAN mengeluh --> 'rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu jadikan pasar'. Semuanya gampang = gampang-gampangan; murah = murahan --> bukan lagi kemurahan tetapi murahan. Itu sebabnya fellow-ship semacam ini janganlah murahan dengan membuatnya seperti pasar dan juga jangan untuk mencari keuntungan.

Kita harus berhati-hati dengan kepalsuan-kepalsuan --> bagi kaum wanita banyak yang tahu mana gelang yang palsu dan mana yang asli; dan antara yang palsu dan yang asli, coba dihitung mana yang paling banyak? Kenyataannya banyak yang palsu. Semuanya sekarang menuju kearah dusta dan kepalsuan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, fellow-ship yang benar dan yang palsu, lebih banyak yang palsu demikian juga gereja yang benar dan yang palsu, lebih banyak gereja yang palsu. Pendeta yang benar dan yang palsu, banyak pendeta yang palsu dan untuk ini termasuk saya yang harus dikoreksi. Itu sebabnya kita harus waspada agar jangan terkecoh seperti murid-murid terhadap Yudas. Semoga kita dapat mengerti.

Jika pada jaman Nuh dan jaman Lot, segera hukuman TUHAN datang dalam bentuk air bah dan api belerang. Dan untuk sekarang, apa akibatnya?
  1. Kisah rasul 27: 19, 20
    19. Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.
    20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

    Ay 19 --> Kalau kita mengejar hal yang jasmani seperti alat-alat kapal = barang-barang jasmani yang sekali-pun berharga mahal. Satu saat akan dibuang dengan tangan kita sendiri sebab tidak berarti apa-apa. Demikian juga kalau kita menikah dengan melihat hal yang jasmani, kemudian masuk gereja, hanya untuk melihat hal/keuntungan yang jasmani atau kalau kita menjadi gembala/hamba TUHAN, hanya untuk mencari hal yang jasmani, maka satu saat, jika sudah gelap, akan dibuang.

    Ay 20 --> Kalau tidak ada matahari dan bintang, maka kapal hidup kita/kapal pelayanan/kapal masa depan kita berada dalam keadaan berbahaya, sebab yang ada hanyalah badai.

    Jadi, akibat pertama adalah kita selalu menghadapi badai di tengah lautan dunia.
    Artinya, tidak ada ketenangan dan kedamaian. Mari! jika kita belum merasa tenang, belum merasa damai, lihatlah! Apakah masih ada matahari/kasih, masih ada bintang/jabatan pelayanan, apakah masih ada urapan Roh. Kudus atau sudah kering? Lihatlah iman/masih adakah pengajaran yang benar? Masih adakah hidup benar, perkataan yang benar? Periksa! Jika tidak ada, yang ada hanyalah suasana badai/tidak ada ketenangan dan juga tidak ada kedamaian. Banyak masalah yang tidak terselesaikan bahkan bertambah-tambah/bertumpuk-tumpuk sampai pada akhirnya putus pengharapan --> menjadi putus asa dan kecewa sehingga mulai suam-suam dalam melayani sampai dapat meninggalkan pelayanan dan juga meninggalkan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

  2. Wahyu 12: 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Inilah penampilan dari gereja TUHAN sebagai terang dunia --> perempuan = gereja TUHAN = Mempelai Perempuan TUHAN yang sempurna. Inilah penampilan dari gereja sebagai terang dunia, sebab ada matahari, bulan dan bintang = terang dunia ini, sudah dipakai oleh gereja TUHAN.

    Tetapi sebaliknya, kalau tidak ada matahari, bulan dan bintang, maka akibatnya tidak dapat tampil sebagai terang dunia yaitu Mempelai Wanita TUHAN sehingga akan hidup di dalam kegelapan yang paling gelap = kegelapan yang dapat diraba itulah antikrist.

    Di dalam ktb Keluaran, waktu TUHAN menghukum Mesir dengan kegelapan yang dapat diraba, itulah antikrist yang menjadi wujud dari kegelapan. Menjadi antikrist = pengkhianat seperti Yudas yang tidak memiliki matahari, bulan dan bintang.

    Kita harus berhati-hati, sebab saya memberi contoh Yudas, sebab Yudas adalah rasul, dan juga bendahara/orang yang menjadi kepercayaan TUHAN, tetapi nasibnya seperti isteri Lot, jadi ia bukanlah orang yang berada di luar TUHAN. Siapa saya? Siapa kita?

    Itu sebabnya biarlah kita berpikir jernih sekarang ini, kalau TUHAN ingatkan --> 'ingat akan isteri Lot' --> ini betul-betul suatu ketegasan. Jangan menjadi seperti isteri Lot yang kurang tegas sehingga ia menoleh kebelakang, pada hal sudah diperintahkan oleh TUHAN agar jangan menoleh kebelakang.

    Banyak kali, kita berpikir hanya sedikit dengan menoleh kebelakang --> padahal sudah habis! Hanya menoleh sebentar, tetapi lari terus, sebab perintahnya untuk lari --> kita tidak dapat berbuat seperti ini.

    Seperti Yudas yang menjadi antikrist/pengkhianat Kristus --> Wahyu 12: 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Naga yang sudah dicampakkan ke bumi, akan menjadi antikrist yang akan menganiaya benih perempuan = anak-anak TUHAN/pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang ketinggalan pada saat penyingkiran kepadang gurun selama tiga setengah tahun pada saat antikrist berkuasa. Anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN nanti mereka akan menganiaya sesama, oleh sebab itu mulai sekarang, kita jangan saling menganiaya lewat perkataan, suka menjelek-jelekan orang lain yang kita tidak mengerti, suka menfitnah dan ini sangat berat sebab merupakan benih-benih dari antikrist. Menganiaya itu merupakan sistim kegelapan --> kita tidak jelas/tidak terang, tetapi kita berani untuk berbicara = tanpa matahari, bulan dan bintang = sistim antikrist.

    Tetapi kalau kita sistim terang --> saya ajarkan kepada siswa/i Lempin-El dan juga sidang jemaat di Malang dan Surabaya G.P.T Kristus Kasih, jika kita mendengar sesuatu dan hal itu tidak mengganggu, maka kita tidak perlu memberi reaksi. Tetapi kalau hal itu mengganggu, segeralah bertanya melalui telepon dlsbnya. Inilah sistim terang/matahari, bulan dan bintang. Semoga kita dapat mengerti.

    Siapa yang masuk dalam aniaya antikrist/ketinggalan saat penyingkiran selama tiga setengah tahun? Wahyu 12: 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Menuruti hukum-hukum ALLAH = meja roti sajian.
    Kesaksian YESUS = pelita emas.
    Tetapi kurang satu yaitu mezbah dupa = doa penyembahan. Kehidupan yang tidak mau menyembah TUHAN atau penyembahannya belum mencapai ukuran/dagingnya masih bersuara --> ini yang akan masuk ke dalam aniaya antikrist.

    Kalau masih masuk ke dalam aniaya antikrist, maka itu merupakan kemurahan TUHAN, supaya kita mengalami pemancungan kepala sehingga daging tidak bersuara lagi = untuk menggenapkan ukuran dari penyembahan. Di jaman antikrist, kehidupan yang tertinggal akan mendapatkan kemurahan TUHAN untuk menggenapkan ukuran penyembahan lewat darahnya sendiri. Kalau sekarang, lewat Darah YESUS agar daging tidak bersuara, tetapi kalau kehidupan itu tidak mau, maka kehidupan itu akan disiksa sampai dipancung; kehidupan itu tetap bertahan dengan menyembah YESUS tetapi harus dipancung sehingga kehidupan itu dapat dibangkitkan dan naik ke surga.

    Tetapi keadaan itu sulit, sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Apalagi yang ketinggalan, mereka akan kesulitan menghadapi antikrist. Kehidupan itu tidak boleh menjual dan membeli kalau tidak menyembah antikrist dan diberi cap 6.6.6. Itu sebabnya mulai sekarang, kita jangan mengikuti keinginan daging, tetapi daging ini harus dimatikan supaya tidak mengalami aniaya antikrist. Semoga kita dapat mengerti.

    Jaman antikrist ini, hanya sedikit yang dapat bertahan, itu sebabnya TUHAN perlu mengirimkan saksi untuk menguatkan kehidupan yang ketinggalan --> Wahyu 11: 2, 3,
    2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
    3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

    Ay 3 --> seribu dua ratus enam puluh hari = tiga setengah tahun = empat puluh dua bulan. Jadi selama tiga setengah tahun, TUHAN mengirimkan dua orang saksi untuk menguatkan kehidupan yang tertinggal pada jaman antikrist.

    Tiga setengah tahun, tetapi disebut juga empat puluh dua bulan/seribu dua ratus enam puluh hari --> apakah ini pelajaran matematika atau pelajaran alkitab? Tidak! Ini mempunyai arti.

    Kalau disebut seribu dua ratus enam puluh hari, berarti tiada hari tanpa siksaan. Begitu juga dengan sekarang, berarti tiada hari tanpa penyembahan. Itu sebabnya gunakan hari-hari ini untuk menyembah TUHAN, lewat dorongan Firman dan Roh Kudus, kita menyembah TUHAN sehingga terjadi perobekan daging. Nanti, di jaman antikrist --> tiada hari tanpa siksaan, oleh sebab itu mulai sekarang tiada hari tanpa penyembahan = tiada hari tanpa perobekan daging sampai daging tidak bersuara.

    Sehari-hari, jika ada keinginan daging yang tidak sesuai Firman --> robek keinginan daging itu. Ada pelayanan, tetapi tidak sesuai Firman, sekali-pun menguntungkan --> robek! Supaya kita tidak masuk di dalam tiada hari tanpa siksaan. Lebih baik kita masuk dalam tiada hari tanpa penyembahan/perobekkan daging/penyaliban daging. Semoga kita dapat mengerti.

    Kedua saksi itu pada akhirnya dibunuh oleh antikrist, dalam pelajaran yang saya terima, maka kedua saksi ini adalah Musa dan Elia --> Wahyu 11: 7 - 9,
    7.
    Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
    8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
    9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.

    Bagaimana orang-orang dapat melihat mayat dari kedua orang saksi itu, sebab kejadiannya di Timur Tengah? Pdt In Juwono pernah mengatakan dan saya sendiri pernah mendengarkan, bahwa nanti orang-orang dapat melihat lewat televisi, tetapi sekarang ini lebih canggih dari televisi itulah internet. Jadi, benar bahwa antikrist itu menanamkan pengaruhnya lewat internet; oleh sebab itu alm.pdt Totaijs selalu mengatakan: 'saya berdoa secara khusus bagi anak-anak TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN yang bekerja di bidang komputer supaya mereka tidak dipakai oleh antikrist.

    Sekarang akan saya lanjutkan, sebab dulu pdt Totaijs hanya sampai di situ sebab pemberitaan Firman belum dilakukan melalui internet. 'saya berdoa secara khusus bagi anak-anak TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN yang bekerja di bidang komputer supaya mereka tidak dipakai oleh antikrist tetapi dipakai oleh TUHAN untuk memancarkan kilat/cahaya injil kemuliaan Kristus. Ini yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari! kita doakan, supaya kilat dapat segera memancar dan TUHAN segera datang kedua kalinya. Itu sebabnya kita jangan sampai menjadi gelap, sebab sekali-pun gelap itu hanya sedikit --> matahari, bulan dan bintang hilang, maka kehidupan itu benar-benar menjadi antikrist. Kita juga jangan menjadi antikrist, tetapi juga jangan menjadi sasaran dari antikrist sehingga masuk dalam aniaya. Itu sebabnya mari! tiada hari tanpa penyembahan/tanpa perobekkan daging.

    Kita jangan berkata, yang penting kita melayani, tidak mengapa berbeda sedikit --> ini suara daging dan berbahaya sebab akan menyesatkan kearah antikrist. Ya katakan ya, tidak katakan tidak = tegas = perobekkan daging = memiliki matahari, bulan dan bintang. Semoga kita dapat mengerti.

  3. 1 Korintus 13: 12, 13
    12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Jika kita memiliki matahari, bulan dan bintang, maka kita akan bertemu dengan YESUS Muka dengan muka waktu YESUS datang kembali. Berarti kebalikannya, jika kita tidak memiliki matahari, bulan dan bintang, maka kita akan ketinggalan saat YESUS datang kembali kedua kalinya. Kita tidak dapat terangkat.
Tadi, waktu jaman antikrist, kita menyingkir, tetapi sekarang, kita tidak dapat:
  • terangkat keawan-awan yang permai,
  • memandang YESUS Muka dengan muka.
Sehingga kita masuk hukuman ALLAH bersama dunia/masuk kiamat sampai masuk hukuman neraka/kebinasaan.

Dulu, jaman Nuh, dunia dihukum dengan air bah, jaman Lot dihukum dengan api belerang. Tetapi nanti, dunia ini akan dihukum dengan api sampai lenyap sebab masuk dalam api belerang yang kekal itulah neraka. Semoga dapat menjadi jelas perhatian kita ini dan jangan pada yang lain tetapi pada kilat dan juga pada keadaan akhir jaman yang kembali seperti jaman Nuh dan jaman Lot. Kita jangan sampai masuk ke sana sebab itu merupakan jaman kegelapan sebab tanpa matahari, bulan dan bintang.

Jaman kegelapan ini akibatnya dahsyat sebab hidup ditengah badai sehingga menjadi antikrist atau masuk aniaya antikrist dan akibat selanjutnya adalah ketinggalan saat YESUS datang dan kehidupan itu benar-benar akan mendapatkan penghukuman TUHAN yaitu api yang jatuh dari langit bersama dunia ini yaitu kiamat sampai pada hukuman neraka/api belerang yang kekal.
Ini tidak main-main, mungkin banyak yang mengejek tetapi ini adalah Firman nubuat. Semoga semuanya ini dapat di terima dengan iman.

Itu sebabnya, mari! mulai sekarang kita harus hidup di dalam terang supaya kita tidak masuk/tidak kembali ke jaman Nuh dan jaman Lot, kita harus hidup di dalam terang bulan, bintang dan matahari = kita hidup di dalam iman, pengharapan dan kasih yang sempurna kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Darimana kita bisa mendapatkan kalau kita mau hidup di dalam terang bulan, bintang dan matahari secara rohani? Iman, pengharapan dan kasih? Jawabannya dari sistim penggembalaan. Maafkan, kita jangan menjadi orang Kristen jalanan/jangan menjadi hamba TUHAN jalanan, tetapi kita harus tergembala.

Di mana kita dapat tergembala? Pada Pokok Anggur Yang Benar --> 'Akulah Pokok Anggur Yang Benar'= satu Firman pengajaran yang benar. Kalau saya menunjukkan pada satu Firman pengajaran yang benar, bukan menunjuk pada pribadi, sebab banyak yang salah --> bukan menunjuk hanya pada Widjaja --> tidak! Di mana ada pengajaran yang benar, baik itu dari Irian, maka itulah satu pengajaran. Begitu juga yang ada di Toraja, semuanya satu kalau pengajarannya benar. Tetapi kita jangan menerima kalau itu berbeda, sebab kita harus tergembala pada satu Firman pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada satu Pokok Anggur yang benar. Pokok = organisme bukan organisasi.
Firman pengajaran yang benar merupakan tempat dari bulan bintang dan matahari. Semoga kita dapat mengerti.

Dan kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan --> jangan beredar-edar/jangan menjadi Kristen/hamba TUHAN jalanan, tetapi kita harus berada pada satu Pokok dan satu kandang penggembalaan.

Di dalam tabernakel, maka kandang penggembalaan menunjuk pada ruangan suci yang dulu terdapat tiga macam alat di dalamnya yang harus dibuat dari emas dllnya tetapi sekarang di dalam arti rohani. Banyak orang yang salah dengan mengatakan bahwa tabernakel itu taurat, untuk apa dipelajari? Memang benar, bahwa tabernakel itu di jaman taurat, sehingga harus membuat segala alat-alat yang ada di dalam tabernakel. Tetapi sekarang kita tidak perlu membuat tabernakel secara jasmani, tetapi kita berada dalam arti yang rohani, berarti penggenapan taurat. Kita tidak berada di bawah hukum taurat/melakukan hukum taurat, tetapi kita menggenapkan hukum taurat = hukum taurat dipraktekkan. Ini arti rohani dari tabernakel.

Kisah rasul 2: 41, 42
41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan
mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Jaman Musa --> pelita emas.
Jaman hujan awal/rasul-rasul --> ketekunan di dalam persekutuan.
Jaman kita sekarang --> ketekunan dalam ibadah raya/termasuk ibadah persekutuan yang benar semacam sekarang ini.

Ibadah raya ini, biasanya pada hari Minggu. Ibadah raya adalah persekutuan kita dengan ALLAH Roh Kudus di sertai karunia-karuniaNYA/urapan Roh Kudus. Jika kita terus bertekun, karunia ditambah-tambah, maka pelita emas menjadi tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam = pengharapan yang sudah
permanen = mahkota duabelas bintang. Jadi, kita menerima sinar bintang adalah melalui pengharapan.

Kemudian ada alat kedua --> meja roti sajian.
Jaman hujan awal/rasul-rasul --> ketekunan di dalam pengajaran rasul-rasul dan pemecahan roti.
Jaman kita sekarang --> ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

Ibadah pendalaman alkitab, menunjuk pada persekutuan kita dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci/Korban-Nya. Kita mengalami penebusan-penebusan/hidup benar. Jika kita terus menerus hidup benar, iman bertambah-tambah maka meja roti sajian akan menjadi buli-buli emas berisi manna = iman yang permanen = sinar bulan/bulan yang berada di bawah kaki Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian alat yang ketiga --> mezbah dupa emas.
Jaman hujan awal/rasul-rasul --> ketekunan dalam doa.
Jaman kita sekarang --> ketekunan dalam ibadah doa penyembahan

Di dalam ibadah doa penyembahan, TUHAN mencurahkan kasih kepada kita. Jika terus ditekuni, maka kasih itu akan bertambah-tambah sampai menjadi dua loh batu = kasih yang sempurna/kasih yang permanen = menjadi sinar matahari.

Jadi, dari kandang penggembalaan/dari sistim penggembalaan = ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Seperti bangsa Israel yang memiliki tiga macam pesta utama:
  • meja roti sajian = pesta paskah = pendalaman alkitab.
  • ibadah Minggu/ibadah raya = pesta Pentakosta.
  • dan ibadah doa penyembahan = pesta pondok daun-daunan.
Karena ada tiga macam --> tiga macam ibadah dan tiga macam pesta, sehingga tidak monoton. Mengapa ada tiga macam ibadah dan juga ada tiga macam pesta? Supaya tidak monoton dan juga karena kemuliaan matahari, bulan dan bintang tidaklah sama/berbeda.

1 Korintus 15: 41, Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Jadi, di dalam ibadah ada tekanan masing-masing, sebab kalau sama, maka semuanya akan menghasilkan matahari atau bulan maupun bintang. Tetapi kalau ada bedanya, maka memiliki tekanan masing-masing sesuai dengan yang ditulis oleh alkitab sehingga menghasilkan tiga macam kemuliaan. Semoga kita dapat diyakinkan.

Jika kita sudah tekun di dalam penggembalaan, di dalam pengajaran yang benar, dan juga bertekun dalam kandang penggembalaan = di dalam tiga macam ibadah, maka kita akan tampil sebagai terang dunia/Mempelai Wanita.

Wahyu 12: 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Jadi, lewat penggembalaan, maka kita ditampilkan sebagai terang dunia/Mempelai Wanita. Tetapi bagaimana keadaan dari Mempelai Wanita? Wahyu 12: 2-4,
2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan
melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Kita jangan sombong kalau kita sudah mengikuti tiga macam ibadah, sehingga dapat hidup suci dan terang --> boleh saja! Tetapi keadaan kita menghadapi dunia akhir jaman sekali-pun keadaan gereja besar dengan sidang jemaat yang berjumlah ribuan orang = dengan yang hanya memiliki dua/tiga orang sebab keadaannya seperti perempuan yang hendak melahirkan = tidak berdaya = tidak dapat melakukan apa-apa.

Inilah keadaan dari gereja TUHAN/gereja akhir jaman hanya seperti perempuan yang hendak melahirkan = tidak berdaya dan menderita. Dan juga ada naga yang berdiri di hadapan perempuan itu.

Itu sebabnya kita jangan bangga dengan gereja besar dan terdiri dari ribuan jemaat, demikian juga jika gereja kecil --> jangan dibicarakan, sebab nanti tidak akan ada gunanya tetapi yang harus dibicarakan adalah terang.

Demikian juga dengan gaji besar atau kecil, tidak perlu dibicarakan, sebab orang yang berada di luar TUHAN memiliki gaji yang jauh lebih besar. Tidak perlu dibicarakan, sebab tidak memiliki kaitan dengan kedatangan TUHAN. Kita jangan membicarakan hal yang jasmani, sebab keadaan kita semuanya seperti perempuan yang akan melahirkan, tidak berdaya, menderita dan juga berhadapan dengan naga. Semoga kita dapat mengerti.

Sedangkan wanita yang sehat, tidak akan kuat jika harus berhadapan dengan naga, apalagi yang akan melahirkan. Apa yang dibutuhkan? Lebih dari uang, lebih dari jemaat yang berjumlah ribuan yaitu naungan sayap dari TUHAN. Jika ada terang, pasti ada sayap.

Wahyu 12: 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Jadi, yang dibutuhkan oleh gereja TUHAN di akhir jaman dan dalam keadaan tidak berdaya, menderita dan juga menghadapi naga merah, kita hanya membutuhkan naungan sayap TUHAN = Tangan kasih setia dan ini jauh melebihi apa-pun juga.

Sebenarnya ada tiga macam naungan sayap TUHAN yaitu:
  1. naungan sayap induk ayam --> Lukas 13: 34, Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    Jadi, naungan sayap induk ayam = naungan dari YESUS Sang Gembala. Tangan kasih setia Gembala Agung, sanggup:
    • untuk memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya di tengah dunia yang sudah gelap/dunia yang penuh dengan pencobaan dan yang penuh dengan mara bahaya. Seperti anak ayam yang baru menetas, jangankan tidak ada makanan, ada makanan saja, anak ayam ini tidak dapat makan.

    • dan juga untuk menghangatkan dan membahagiakan kita. Bagi yang nikahnya tidak berbahagia, pelayanannya juga tidak berbahagia, ini semua bukan karena jumlah sidang jemaat hanya dua orang --> bukan! Atau berbahagia, karena jumlah sidang jemaat, dua ribu orang --> belum tentu! Persoalan merasa hangat dan bahagia adalah jika kita berada di dalam Tangan Sang Gembala atau kita berada di luar Tangan Sang Gembala. Kalau kita memiliki terang dan terang itu menjadi semakin terang, maka sayap akan menjadi semakin besar sehingga naungan itu semakin kita rasakan. Pemeliharaan dan perlindungan akan semakin nyata dan juga kebahagiaan akan semakin nyata.

    Banyak kali anak ayam menjadi sombong, sebab seringkali anak ayam itu memilih jagung daripada induk ayam/Gembala sebab merasa rugi karena hanya mendapatkan satu jagung, tetapi kalau di tempat lain ada banyak jagung. Tetapi anak ayam itu justru mati di tempat yang banyak jagungnya. Yang dibutuhkan oleh anak ayam bukan jagung tetapi induknya, sebab kalau ada induk, maka semuanya juga akan ada.

    Itu sebabnya kita jangan terkecoh dengan banyaknya jagung, tetapi tidak dapat dimakan sebab anak ayam memiliki paruh yang kecil, apalagi kalau jagungnya itu jenis jagung hibrida --> kalau datang ke sini akan mendapatkan sesuatu yang besar --> paruh kecil, diberi jagung hibrida dengan berkata jagung ini besar, tetapi anak ayam itu tidak dapat menikmati sampai ia mati --> mati rohani/mati pelayanannya. Itu sebabnya pilihlah induk.

    Bagi sidang jemaat, jangan pilih gaji besar dllnya, tetapi pilih induk, sebab di mana ada induk/Gembala, maka di situ kita merasakan naungan sayap. Demikian juga bagi yang baru merintis, mari pilih induk, jangan pilih jagung, sebab akan mati, tetapi pilih induk sebab kita akan terpelihara dan akan berbahagia.

  2. naungan sayap merpati --> Mazmur 55: 7 - 9,
    7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
    8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. S e l a
    9. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

    Sayap merpati = naungan dari YESUS sebagai Imam Besar. Bagaikan Tangan kasih setia Imam Besar Yang melindungi kita dari badai di dunia ini = memberikan ketenangan/kedamaian di tengah badai di dunia ini sampai meneduhkan badai dan juga perlindungan di tengah badai = menyelesaikan segala masalah kita sampai pada yang mustahil-pun dapat selesai. Naungan sayap ini yang kita butuhkan yaitu Dua Tangan Gembala dan juga Dua Tangan Imam Besar.

  3. naungan dua sayap burung nazar yang besar --> Wahyu 12: 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Dua sayap burung nazar ini = naungan dari YESUS sebagai Mempelai Pria Surga. Tangan kasih setia YESUS sebagai Mempelai Pria Surga mampu menyingkirkan kita ke padang gurun selama tiga setengah tahun jauh dari mata antikrist. Dulu Lot ditarik oleh dua orang malaikat, untuk kita sekarang, akan diberi dua sayap burung nazar/Tangan kasih setia YESUS sebagai Imam Besar Yang akan menyingkirkan kita ke padang gurun selama tiga setengah tahun jauh dari mata antikrist/jauh dari mata ular. Jangankan dijamah, dilihat saja tidak bisa.

    Dan selanjutnya, dua sayap burung nazar/Tangan kasih setia YESUS/Mempelai Pria Surga akan mengangkat kita keawan-awan yang permai dan bertemu dengan Dia Muka dengan muka. Sesudah itu kita masuk ke firdaus/kerajaan seribu tahun, sesudah itu masuk selama-lamanya ke tahta Yerusalem Baru yang merupakan Kota tujuan kita.
Itu sebabnya kita harus memiliki enam sayap yaitu:
  • naungan sayap induk ayam --> sayap dari Gembala Agung.
  • naungan sayap merpati --> sayap dari YESUS sebagai Imam Besar.
  • naungan dua sayap burung nazar yang besar --> sayap dari YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.
Harus lengkap sayap ini, barulah kita dapat masuk kota Yerusalem Baru. Kita pernah membaca di dalam Wahyu 4, ada empat makhluk yang masing-masing memiliki enam sayap, itu adalah kehidupan yang sudah terangkat ke surga. Sedangkan bagi kita, kita tinggal menunggu.

Wahyu 4: 8, Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Inilah empat makhluk yang merupakan kehidupan yang sudah terangkat ke surga dan mereka sudah mengalami enam sayap selama hidup di dunia, sehingga ia harus terangkat ke surga. Mereka adalah Henokh (Kej), Musa, Elia dan TUHAN YESUS. Itu sebabnya, kehidupan kita, jika kita mau terangkat, maka kita harus mengalami enam sayap = harus hidup di dalam terang, jangan hidup di dalam gelap.

Henokh dan Elia mewakili orang yang hidup sampai TUHAN datang --> tidak perlu mati, mereka langsung terangkat. Sedangkan Musa dan TUHAN YESUS mewakili orang yang meninggal dunia, tetapi dibangkitkan dan juga diangkat ke surga dan menjadi satu tubuh yang sempurna. Baik yang mati, mau-pun yang hidup, menjadi satu tubuh yang sempurna untuk terangkat ke Yerusalem Baru. Asalkan selama hidup, memiliki enam sayap = hidup di dalam terang. Tidak perduli, mati atau hidup --> terserah! Yang penting, selama kita hidup, kita memiliki
enam sayap/hidup di dalam terang --> 'Akulah Terang dunia' kita juga hidup dalam sayap/naungan enam sayap.

Saya mau menunjuk, tadi Musa dan Elia dan mereka dapat masuk kota Yerusalem Baru sekali-pun mereka memiliki kelemahan yaitu mereka berdua sempat putus asa/sayap mereka sempat terkulai, tetapi TUHAN menolong sehingga mereka masih dapat masuk Yerusalem Baru.

Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu, mungkin sekarang ini ada yang cenderung putus asa sebab memikirkan hidup di masa tua, memikirkan anak-anak, memikirkan pelayanan atau memikirkan apa saja sehingga cenderung menjadi kecewa. Ini sudah pernah di alami oleh Musa dan Elia tetapi mereka diberi kekuatan oleh TUHAN.

Yesaya 40: 28-31
28. Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Bagaimana keadaan sayap kita? Mungkin terkulai sebab merasa letih lesu dan berbeban berat, bosan. Saya berkhotbah setiap hari dan seringkali sebanyak dua kali, tetapi TUHAN memeriksa, bukan saudara yang diperiksa tetapi saya yang diperiksa --> saya berkhotbah dengan semangat seperti sekarang ini, tetapi apakah tidak pernah di dalam hati kecil, saya sudah merasa letih lesu, beban berat dan juga bosan bahkan jatuh dalam dosa, putus asa dan kecewa = sayap terkulai.

Musa yang sayapnya terkulai --> Keluaran 6: 8-11,
8. Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
9. Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
10. "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya."
11. Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"

Mungkin saudara sudah berputus asa di dalam pelayanan sebab sidang jemaat tidak mau mengerti sehingga tidak bertumbuh dan menjadi letih lesu, jatuh di dalam dosa. Juga kaum muda menjadi letih lesu demikian juga Musa pernah berputus asa tetapi ditolong dan di kuatkan oleh TUHAN.

Elia lebih lagi, ia baru menyembelih empat ratus lima puluh nabi, Izebel mengancam akan membunuh Elia --> Elia sudah berseru kepada TUHAN dan meminta mati. Kita jangan berdoa untuk meminta mati ketika menghadapi pengajaran sesat, menghadapi tekanan.

1 Raja-raja 19: 2-7
2. maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-
kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
3. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."
5. Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!"
6. Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
7. Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."

Dua kali Elia diberi makan roti sehingga Elia menjadi segar --> dari minta mati, menjadi segar. Sekarang bagi kita, jika sayap terkulai, di mana kekuatan kita? Letih lesu, beban berat, putus asa, jatuh dalam dosa, gagal, hancur. Di mana ada bangkai, maka di situ berkerumun burung nazar. Kekuatan kita juga dobel, Elia makan sebanyak dua kali, demikian dengan kita sekarang ini, juga makan dua kali --> roti pengajaran sudah kita makan, tinggal roti perjamuan suci.

Matius 24: 28, Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

Mari! kekuatan kita adalah Firman dan perjamuan suci. Tangan kasih setia, YESUS Gembala, YESUS Imam Besar dan YESUS Mempelai diulurkan di tengah kita untuk menolong, menguatkan dan juga memberi kedamaian dan juga semuanya dapat IA lakukan. Itu sebabnya kita jangan berputus asa.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top