Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949

Pdt. Jusak Widjaja Hendra - GPTKK, Malang

Kita masih tetap mempelajari injil Matius 24 dengan membahas nubuat yang ketiga yaitu nubuat tentang pencobaan atas anak-anak TUHAN.

Matius 24: 9-14
9. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10. dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
13. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
14. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Kalau kita rangkumkan, akan ada tiga macam pencobaan yang dihadapi oleh anak-anak TUHAN diakhir jaman ini yaitu:
  • kebencian --> ay 9 kita menghadapi kebencian dan pembunuhan, ini dilancarkan oleh setan.
  • kemurtadan --> ay 10 & ay 1,kemurtadan ini dilancarkan oleh nabi palsu.
  • kedurhakaan --> kasih kebanyakan orang akan menjadi semakin dingin. Kedurhakaan ini dilancarkan oleh antikrist.
Jadi pencobaan-pencobaan yang kita hadapi menjelang kedatangan YESUS Yang ke dua kali/menjelang kiamat adalah pencobaan-pencobaan yang dahsyat sebab dilancarkan oleh setan tritunggal, sehingga banyak anak-anak TUHAN dan hamba-hamba TUHAN yang kecewa, putus asa bahkan menyangkal TUHAN dan meninggalkan TUHAN.

Sebagai contoh adalah Petrus yang sudah pernah menyangkal TUHAN sebab ia tidak mampu menghadapi pencobaan-pencobaan dan ini akan terjadi di akhir zaman. Kita menghadapi pencobaan-pencobaan yang dilancarkan oleh iblis tritunggal sehingga banyak nanti anak TUHAN dan hamba TUHAN yang tidak kuat sehingga menjadi yang kecewa, putus asa bahkan menyangkal TUHAN/meninggalkan TUHAN dan itu berarti kehilangan keselamatan = masuk kebinasaan yang kekal.

Tetapi untuk menghadapi pencobaan-pencobaan yang dilancarkan oleh setan tri tunggal, maka TUHAN memberikan jalan keluar, tetapi kita harus:
  • ayat 13 --> "tetapi orang yang bertahan sampai kepada kesudahannya akan selamat" . Jadi yang pertama adalah kita harus bertahan.
  • ayat 14 --> "dan injil kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya" yang kedua adalah kita harus bersaksi. Jadi, kita harus bertahan dan bersaksi.
Salah satu contoh adalah Yusuf ketika ia menghadapi pencobaan-pencobaan yang dilancarkan setan tritunggal, Yusuf tetap bertahan dan bersaksi sehingga TUHAN menyertai Yusuf; begitu juga dengan kita, kalau kita bisa bertahan dan bersaksi, maka TUHAN akan menyertai kita, sebab ini merupakan janji TUHAN kepada kita.

Sekarang, kita akan membahas satu persatu di ay 13, tentang bertahan.

Ada dua macam bertahan yaitu:
  1. bertahan menghadapi pencobaan-pencobaan --> Yakobus 1: 12, Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Ayat 12: "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan sebab apabila ia sudah tahan uji" --> yang bertahan dalam pencobaan itu disebut tahan uji.

    Proses bertahan dalam pencobaan/tahan uji adalah: bertahan dalam iman = mempertahankan iman sebab banyak iman yang nanti akan gugur = banyak orang yang gugur dalam iman berarti dia tidak selamat/binasa untuk selama-lamanya.
    Kita harus bertahan dalam iman itu, juga dituliskan di dalam surat Yudas --> Yudas 1: 3, Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

    Berjuang untuk mempertahankan iman. Banyak perjuangan kita didunia ini untuk mencari uang, mencari ilmu, tetapi mari hari-hari ini, kita harus berjuang untuk bertahan dalam iman agar kita jangan gugur dari iman, sebab kalau kita gugur dari iman berarti tidak selamat = binasa.

    Apa artinya bertahan dalam iman?
    • tidak bimbang saat menghadapi ajaran-ajaran sesat tetapi kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Kaum muda perhatikan, banyak ajaran-ajaran sekarang yang mengenakan daging, dan kaum muda senang disitu. Saudara harus berhati-hati, banyak ajaran sesat tentang hiburan-hiburan dunia, tentang kemuliaan dunia, tetapi kita jangan bimbang, tetapi kita tetap berpegang teguh kepada pengajaran yang benar.

    • tidak bimbang, tidak kecewa, tidak putus asa saat menghadapi pencobaan-pencobaan, tetapi tetap percaya kepada YESUS. Kalau kita dapat bertahan dalam iman/iman kita tidak akan gugur saat pencobaan, tetapi justru iman kita semakin murni seperti emas murni = iman yang sempurna/yang permanen, yang tidak dapat goyah oleh apa-pun juga.

      1 Petrus 1: 5-7
      5. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
      6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
      7. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api --sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

      TUHAN mengijinkan pencobaan terjadi, supaya kita dapat bertahan dalam pencobaan itu, maka prosesnya, kita bertahan dalam iman/tetap mempertahankan iman apa-pun yang terjadi dalam hidup kita. Mari, menghadapi ajaran-ajaran sesat, kita jangan bimbang, jangan putus asa tetapi kita tetap percaya kepada TUHAN, maka hasilnya, iman kita menjadi iman yang teruji = emas murni = iman yang permanen/yang sempurna, iman yang tidak bisa digoyahkan lagi. Semoga kita dapat mengerti.

  2. bertahan dalam pengharapan, bertahan dalam pengharapan = hanya berharap kepada TUHAN.
Jadi mengapa TUHAN mengijinkan kita menghadapi pencobaan?
Supaya:
  • iman kita menjadi murni. Banyak orang yang mengatakan bahwa ia percaya kepada YESUS --> karena dia diberkati sehingga mengatakan bahwa YESUS hebat, YESUS baik. Tetapi bagaimana kalau menghadapi pencobaan? Seringkali YESUS sudah tidak hebat, YESUS tidak baik, tidak adil dan menjadi bimbang. Sebenarnya TUHAN itu baik dengan mengijinkan pencobaan untuk menguji iman kita, agar jangan sampai kita hanya beriman karena kita diberkati, tetapipercaya kepada YESUS dengan iman yang teruji.

  • berharap hanya kepada TUHAN disaat-saat mengalami pencobaan. Mengapa kita diijinkan mengalami pencobaan? supaya kita benar-benar hanya berharap kepada TUHAN. Lain kali kalau gaji naik, pekerjaan lancar, kita sudah berharap gaji dan tidak sadar, sehingga berpikir --> biar tidak ke gereja, tidak mengapa, sebab gaji lancar, toko lancar. Tetapi jika diijinkan terkena p h k, maka mulai berseru --> TUHAN, tolong! = mulai berharap kepada TUHAN.
1 Korintus 10: 13, 14
13. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
14. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

Ayat 13 --> "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa" --> orang yang tidak mengenal TUHAN -pun mengalaminya. Pencobaan biasa itu pencobaan yang menyangkut kebutuhan hidup sehari-hari kita seperti dalam hal ekonomi, dalam kesehatan dllnya.

Ay 13 --> "Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya" --> inilah berharap hanya kepada TUHAN.

Ay 14 --> Istilah jauhilah penyembahan berhala/jauhilah ilah asing. Ilah asing = pengharapan di luar TUHAN --> bisa berharap orang tua kita sebab masih ada orang tua yang dapat menolong, berharap macam-macam di luar TUHAN = berhala. Jauhilah penyembahan berhala itu = jangan berharap kepada yang lain selain kepada TUHAN/hanya berharap kepada TUHAN saja.

Praktek dari hanya berharap TUHAN adalah setia dalam ibadah pelayanan. Kalau kita hidup hanya berharap kepada TUHAN, maka wujud/prakteknya itu adalah setia kepada TUHAN = setia dalam ibadah pelayanan. Baik ibadah di rumah secara pribadi yaitu dengan setia membaca Firman, kemudian setia di dalam ibadah bersama dengan sidang jemaat. Ini perwujudan bahwa kita hanya berharap kepada TUHAN yaitu setia dalam ibadah pelayanan.

Kalau kita hanya berharap kepada TUHAN sekalipun pencobaan diijinkan oleh TUHAN datang, dan kita tetap:
  1. berharap kepada TUHAN,
  2. setia kepada TUHAN maka hasilnya:
    • TUHAN juga setia untuk menjaga kita supaya pencobaan tidak melampaui batas kekuatan kita. Sebab banyak orang-orang yang mengalami pencobaan, akan membunuh diri, ini berarti melampaui batas kekuatannya.

      Ada banyak sekali orang-orang yang dalam pencobaan mereka membunuh diri --> mereka adalah orang diluar TUHAN dan juga banyak orang pandai, begitu mereka gagal, mereka membunuh diri. Kita membaca di koran, bahwa banyak orang kaya membunuh diri. Orang di dalam TUHAN/orang Kristen, mereka juga membunuh diri. Ini berarti pencobaan sudah berada diluar batas kemampuan, apa TUHAN Yang bersalah --> bukan!! Tetapi kehidupan itu yang bersalah, sebab dia tidak berharap kepada TUHAN, dia tidak setia kepada TUHAN.

      Sebab kalau kita setia kepada TUHAN, hasilnya TUHAN juga setia kepada kita. Dia tetap melindungi kita supaya pencobaan-pencobaan yang kita hadapi tidak melampaui batas kekuatan kita/kemampuan kita, TUHAN jaga hal itu --> "Dia tidak membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu".

      Inilah berharap kepada TUHAN yaitu kita harus setia, dan ini tidak akan sia-sia, banyak orang mengatakan bahwa percuma saya setia, buktinya ada pencobaan. Seandainya dia tidak setia, jangan-jangan dia sudah menjadi gila, sebab tidak kuat, tetapi karena dia setia, dia masih tetap dapat bertahan karena TUHAN menjaga-nya, sebab TUHAN juga setia untuk menjaga dia.

      Banyak dari kita meremehkan ibadah hanya karena perkara-perkara yang bersifat jasmani, dengan mengatakan mana buktinya kalau kita setia dalam tiga macam ibadah, pencobaan tidak akan datang, tetapi pencobaan datang juga. Buktinya ada, yaitu kita kuat sebab tidak menghujat TUHAN dan juga tidak menyangkal TUHAN, tetap berharap TUHAN. Itulah hasil dari kesetiaan/ hasil berharap kepada TUHAN.

    • kalau kita berharap kepada TUHAN saja, maka hasil kedua TUHAN memberikan jalan keluar untuk menghadapi pencobaan-pencobaan itu. Jalan keluar dari TUHAN, jangan cari jalan sendiri. Kalau dalam pencobaan, kita mencari jalan sendiri dan juga berharap kepada yang lain, maka kita akan menghadapi jalan buntu yaitu keputus-asaan dan kekecewaan. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi ini bertahan dalam pencobaan yaitu:
      1. bertahan dalam iman,
      2. bertahan dalam pengharapan kepada TUHAN/hanya berharap TUHAN dengan bukti/praktek kita setia --> saat diberkati, kita tetap setia, saat diijinkan TUHAN kita goyah --> mungkin ekonomi goyah, nikah goyah, kita tetap setia/tetap berharap TUHAN maka TUHAN akan menjaga agar pencobaan itu tidak melampaui kekuatan kita,

      3. TUHAN akan memberi jalan keluar kepada kita semua, jalan keluar dari segala pencobaan. Semoga kita mengerti.

    • Yakobus 1: 12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

      Bertahan dalam pencobaan = bertahan untuk tetap mengasihi TUHAN. Praktek dari mengasihi TUHAN itu adalah 'siapa yang menuruti perintah-Ku, dia yang mengasihi Aku' = taat dengar-dengaran kepada Firman. Saat menghadapi pencobaan, kita jangan melanggar Firman, tetapi justru kita harus taat dengar-dengaran, banyak mendengar Firman, jangan bosan. Tetapi kita mendengarkan Firman sampai taat dengar-dengaran.

      Ada orang-orang datang kepada saya dengan berbagai macam pencobaan, saya hanya mengatakan kepada mereka untuk datang ke gereja dan mendengarkan Firman. Sebab saya yakin saudaraku, dimana ada pembukaan Firman, maka disitu ada pembukaan jalan.

      Jangan memakai rumus dunia yang berbunyi: " dimana ada uang, disitu ada segalanya" --> belum tentu!! tetapi dimana ada pembukaan Firman disitu ada jalan.
      Praktek dari mendengar Firman dan dengar-dengaran kepada Firman adalah bertahan dalam mengasihi TUHAN. Jangan diluar Firman, sebab kalau diluar Firman, kita justru akan menghadapi jalan buntu.

      Hasilnya bukan hanya jalan keluar, tadi kalau kita taat, hasilnya akan ada kuasa kemenangan atas sumbernya pencobaan itulah setan tri tunggal.
Filipi 2: 8-10
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Ayat 9 --> Nama diatas segala nama = Kuasa diatas segala kuasa,

Ayat 10 --> 'supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit' --> bertekuk lutut segala yang ada dilangit itu setan.

"dan yang ada di atas bumi" --> itu nabi palsu.

"dan yang ada di bawah bumi"? di dalam laut itu antikrist.

Inilah kuasa kemenangan atas setan tri tunggal, yang merupakan sumber pencobaan. Tetapi kita jangan puas kalau hanya ada jalan keluar dengan mengatakan bahwa saya ditolong --> ini bagus! tetapi harus dilanjutkan sampai kita taat dengar-dengaran sehingga akan ada kuasa kemenangan yang mengalahkan setan tri tunggal.

Kemenangan ini, di alkitab identik dengan mahkota --> siapa yang menang mendapat mahkota (tadi Yakobus 1:12 --> 'siapa bertahan dalam pencobaan' akan mendapatkan mahkota kehidupan. Inilah maksud TUHAN mengapa kita diijinkan menghadapi pencobaan.

Yakobus 1: 12, Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan
Semoga kita dapat mengerti.

Orang yang gugur dari iman/orang yang kalah dalam pencobaan, putus asa, dan kecewa = tidak setia lagi/tidak taat lagi/ melanggar Firman itu gugur dari iman seperti orang gundul, dan tidak ada mempelai gundul. Yang ada mempelai itu memiliki mahkota, untuk pernikahan waktu YESUS datang kembali ke dua kali.

Kidung Agung 3: 11, puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.
Inilah mahkota kehidupan untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang kembali datang ke dua kali.

Saya ulangi prosesnya yaitu:
  • bertahan dalam iman,
  • bertahan dalam pengharapan, berharap hanya pada TUHAN,
  • bertahan dalam kasih = taat dengar-dengaran sampai kita menang atas sumber pencobaan itulah setan tritunggal dan kita menerima mahkota kehidupan untuk masuk pesta nikah Anak Domba saat YESUS datang ke dua kalinya = tidak hancur = kiamat bersama bumi, tetapi kita masuk pesta nikah Anak Domba = bertahan dalam pencobaan.
Di akhir jaman kita bertahan dalam dua hal, yang pertama bertahan dalam pencobaan, yang kedua bertahan untuk menghadap kedatangan TUHAN ke dua kali. Sekali-pun kita tahan dalam pencobaan, tetapi kalau tidak tahan menghadapi kedatangan TUHAN, tidak ada gunanya. Jadi, dua hal tentang bertahan ini penting.

Maleakhi 3: 1-3
1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

Jadi ini saudaraku bertahan untuk menghadapi kedatangan TUHAN YESUS Yang ke dua kali, apa yang harus kita lakukan? kalau tadi bertahan dalam pencobaan dengan proses bertahan dalam iman, bertahan dalam pengharapan, bertahan dalam kasih, maka kita akan mendapatkan mahkota kemuliaan, untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba.

Untuk menghadapi kedatangan YESUS Yang kedua kali, di dalam kitab Maleakhi, dikatakan bahwa kita harus menghadapi pekerjaan sabun tukang penatu dan api yang menyala-nyala dari api pemurni tukang logam --> ini untuk bisa bertahan menghadapi kedatangan YESUS yang ke dua kali. Gereja TUHAN, anak TUHAN, hamba TUHAN harus mengalami, nomor satu adalah pekerjaan sabun dari tukang penatu dan kedua pekerjaan dari pemurni logam yaitu api yang menyala-nyala.

Kita mulai membahas tentang sabun tukang penatu = mengalami pekerjaan sabun tukang penatu. Ini adalah pekerjaan atau penyucian oleh Firman pengajaran yang disampaikan secara terus menerus dan berulang-ulang untuk membersihkan noda-noda pada pakaian kita, pakaian sehari-hari maupun pakaian pelayanan terutama, karena tadi di Maleakhi ini titik beratnya bagi Lewi, ini pekerjaan sabun tukang penatu.

Arti dari penyucian oleh Firman pengajaran yang disampaikan terus menerus dan berulang-ulang untuk menyucikan kita dari noda-noda, untuk menyucikan pakaian kita dari noda-noda/menyucikan noda-noda dari pakaian pelayanan kita.

Kalau ibu-ibu sangat mengerti demikian juga dengan bapak-bapak, saya kira juga memiliki pengalaman mencuci baju. Mencuci baju itu harus di sabun, kemudian di kucak, maju mundur, maju mundur, sebab kalau tidak di kucak, nodanya tidak akan hilang, apalagi noda yang membandel, itu noda yang kuat, kalau tidak dikucak, tidak bisa hilang.

Inilah pentingnya Firman pengajaran yang di sampaikan terus menerus = Firman pengajaran yang disampaikan terus menerus dan berulang ulang = Firman penggembalaan. Penting, pakaian itu dikucak terus, maju mundur, maju mundur, maju sampai noda menjadi hilang.

Kita bersyukur/saya sangat bersyukur mendapatkan pelajaran tentang Firman penggembalaan ini, bagaimana seorang gembala dapat menyampaikan Firman untuk mengucak, untuk membersihkan noda secara terus menerus. Bukan ambil dari sini sana untuk mencoba membersihkan baju, untuk membersihkan kerahnya saja --> tidak bisa!! Harus terus menerus dikucak.

Firman disampaikan secara terus menerus dan diulang -ulang untuk membersihkan noda, bukan untuk membosankan, tetapi Firman di ulang untuk membersihkan noda-noda.

Firman yang seringkali diulang saja, masih dapat lupa --> murid-murid berapa kali sudah dikatakan oleh TUHAN --> Aku akan dibunuh, dikuburkan tetapi bangkit pada hari ke tiga, tetapi mereka lupa, banyak yang lupa, dan datang ke kuburan pada hari ke tiga --> ini merupakan pelayanan yang sia-sia = bawa rempah-rempah, bawa ini, bawa itu = sia-sia sebab YESUS tidak ada.
Begitu YESUS tidak ada, mereka menjadi bingung --> gampang disesatkan kalau kita tidak benar-benar teguh dalam Firman, sebab dapat lupa dan mudah disesatkan.

Dikucak = Firman itu terus menerus diulang = Firman penggembalaan untuk membersihkan dari noda-noda terutama dari pakaian pelayanan itulah noda tidak setia = malas dan jahat.

Ada pertanyaan --> oom, saya sudah melayani TUHAN, sudah beribadah dan melayani, tetapi mengapa, masih ada banyak air mata yang bercucuran terus seperti menghadapi masa yang gelap? Kaum muda perhatikan, saudara seperti menghadapi kegelapan = banyak air mata sekali-pun sudah melayani, sudah memiliki pakaian, tetapi karena masih ada noda yaitu noda malas dan jahat = tidak setia.

Matius 25: 26, 30
26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Malas:
  • tidak setia,
  • tidak berkobar-kobar, inilah noda dalam pelayanan,
  • tidak bertanggung jawab.
Termasuk saya juga dikoreksi, adakah noda malas, tidak setia, tidak bertanggung jawab, tidak berkobar-kobar lagi dalam pelayanan? Mungkin masih datang, tetapi sudah tidak berkobar lagi, sebab semuanya sudah menjadi kebiasaan, mendekati kebosanan --> mendengar Firman sudah merasa bosan, melayani sudah bosan, latihan menyanyi juga sudah bosan --> tidak setia dan tidak berkobar-kobar lagi.

Jahat: kalau sudah malas pasti jahat, itu sebabnya kita harus berhati-hati. Sebab kalau ada orang yang sudah malas mendengarkan Firman, pasti jahat; tidak mungkin dia diam, pasti dia akan mengajak orang lain untuk:
  • berbuat yang tidak baik.
  • menghakimi, kalau tidak mengajak, maka akan menghakimi orang lain, dan mulai memukuli hamba-hamba dan ini yang disebut seperti yang terdapat di dalam ay 30 --> "dan campakkanlah hamba yang tidak berguna" . Kalau kita melayani, tetapi dengan ada noda yaitu malas dan jahat = tidak berguna, dan itu akan menuju pada kegelapan yang paling gelap. Sekarang ini bagaikan menghadapi masa depan yang gelap, penuh kertak gigi dan ratapan, hidupnya penuh dengan tangisan.
Mari, sungguh-sungguh saudaraku, mulai dari saya diperiksa, kalau banyak air mata, sekali-pun sudah melayani --> periksa noda dalam pelayanan = noda tidak setia, malas dan jahat; pelayanan utama adalah mendengarkan Firman.

Kalau kita bandingkan Maria dan Martha, Martha kelihatan menyanyi mungkin ini boleh saja dan bagus, tetapi TUHAN mengukur pelayanan yang utama adalah mendengarkan Firman. Mari! mungkin untuk menyanyi kita masih setia, tetapi bagaimana jika mendengarkan Firman? sebab ini justru puncak pelayanan sampai kepada penyembahan.

Mendengarkan Firman sampai dengar-dengaran = penyembahan yang diperiksa, kalau kita tidak sungguh-sungguh, maka yang ada hanyalah air mata, dan juga kegelapan sampai yang terakhir adalah tangisan yang terakhir itu di neraka/kebinasaan. Mungkin keras saudaraku, tetapi ini sungguh-sungguh, harus di pertanggung jawabkan, kita melayani dengan setia, bertanggung jawab dan berkobar-kobar. Jangan sampai ada kesalahan dengan menganggap biasa saja --> jangan saudaraku! Sebab harus dipertanggung jawabkan dengan sungguh-sungguh dihari-hari ini sampai noda-noda itu harus dihapuskan.

Kalau kita setia dan baik serta bertanggung jawab dan juga berkobar-kobar, maka akan ada kebahagiaan untuk menanti kedatangan TUHAN. Sebab menanti kedatangan TUHAN, tidak bisa dengan air mata --> "berbahagia yang diundang".

Matius 25: 21, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Kalau noda dihilangkan dan kita bisa setia serta bertanggung jawab, berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, maka TUHAN Yang akan memberikan kebahagiaan sampai pun dalam pencobaan-pun, TUHAN masih mampu memberikan kebahagiaan kepada orang yang setia, bertanggung jawab dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

Inilah saudaraku, kita setia sampai pun dalam pencobaan, TUHAN masih mampu memberikan kebahagiaan surga/kebahagiaan pesta nikah. Apalagi saat kita diberkati sebab saat pencobaan-pun masih bisa berbahagia, apalagi saat-saat kita berkati oleh TUHAN, kita betul-betul berbahagia.

Saya selalu mengatakan kepada siswa-siswi Lempin-El, kalau dunia mengatakan bahwa jika kita memiliki banyak uang, maka kita akan berbahagia, tetapi ini hanya sekilas saja, sebab kebahagiaan itu tidak kekal. Tetapi letak kebahagiaan yang kekal adalah dengan menjaga pakaian agar jangan ada noda yaitu malas dan jahat, dan kalau kita bisa dibersihkan sehingga kita bisa setia, bertanggung jawab serta berkobar-kobar/sungguh-sungguh, maka bukan manusia tetapi TUHAN yang akan berkata 'ikutlah, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu" = kebahagiaan dari
TUHAN, bukan dari manusia, dan ini sampai kepada kebahagiaan pesta nikah Anak Domba.

Mari! dihari-hari ini, kita jangan sampai seperti Esau yang mencucurkan air mata karena ia jahat dan malas dan juga noda dari Esau yang seringkali meninggalkan baju yang indah, sebab ia suka berburu. Esau merupakan salah satu contoh dari kehidupan yang penuh dengan air mata, kertak gigi dan tidak ada kesempatan untuk memperbaiki.

Sekarang ini yang merupakan kebaktian pertama di tahun yang baru, TUHAN merindu memberikan kebahagiaan kepada kita lewat pembersihan noda, yang memang sakit sebab dikucak, tetapi TUHAN hendak memberikan kebahagiaan. Semoga kita bisa mengerti.

Kita jangan berburu sesuatu, di dunia seperti Esau berburu, yang mungkin berburu kebahagiaan sampai tidak setia lagi dalam pelayanan sehingga akan ada air mata dan penderitaan. Itu sebabnya jangan salah, kaum muda jangan salah dengan berburu sesuatu sampai tidak setia, tetapi justru sebaliknya akan penuh dengan air mata dan kegelapan. Semoga kita dapat mengerti.

Tidak di larang dan juga bukan berarti tidak perlu sekolah lagi, ayo! rajin sekolah, dan juga bekerja, tetapi lebih mengutamakan kesetiaan, berkobar-kobar, bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan sebab disitu letak kebahagiaan dan masa depan yang terang. Semoga bisa saudara yakin dan percaya akan ayat 21 ini.

Mungkin ada yang mengejek --> terserah!! tetapi saya mau katakan sekali lagi dengan kuat, kalau pakaian kita dibasuh dari noda sehingga kita dapat setia, berkobar-kobar dan bertanggung jawab dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, maka di situ letak kebahagiaan dan masa depan yang terang yang indah --> inilah kebahagiaan untuk menyambut kedatangan TUHAN --> 'berbahagia yang diundang ke pesta kawin Anak Domba'.

Pekerjaan api pemurni logam atau nyala api. Pekerjaan api pemurni logam atau nyala api, disebut pencobaan luar biasa, kalau pencobaan ekonomi dan lain-lain itu merupakan hal yang biasa sebab orang di luar TUHAN -pun mengalami itu.

1 Petrus 4: 12, 13
12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Ayat 12 --> pencobaan luar biasa itulah nyala api siksaan yang bagi kita merupakan sengsara tanpa dosa seperti Yusuf yang dibenci. Ia tidak bersalah tetapi dibenci sampai dijual oleh kakak-kakaknya dan lain sebagainya. Ini yang akan kita hadapi yaitu pencobaan luar biasa, sengsara daging tanpa dosa yang merupakan nyala api yang luar biasa. Untuk menghadapi kedatangan TUHAN Yang ke dua = untuk bertahan menghadapi kedatangan TUHAN Yang ke dua, harus ada sabun, dan juga harus ada nyala api, tidak bisa tidak.

Ini saudaraku, istilah di dalam tabernakel adalah menghadapi percikan darah untuk:
  • kita dapat bertahan menghadapi pencobaan dengan mempertahankan iman, pengharapan, kasih sampai dapat mahkota --> ini siap untuk pesta nikah, jangan gundul, sebab kalau gundul tidak bisa masuk dalam pesta nikah.

  • bertahan untuk menghadapi kedatangan TUHAN Yang ke dua, lewat pekerjaan sabun sebab noda-noda pakaian harus dibersihkan dan juga pekerjaan nyala api, penderitaan tanpa dosa.
Inilah saudaraku penderitaan Kristus, kita juga harus mengalami penderitaan = ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus, yaitu mengalami kematian bersama TUHAN.

Untuk apa percikan darah/penderitaan tanpa dosa? Untuk:
  1. untuk menyucikan batin kita dari karat-karat dosa, kalau tadi sabun itu, untuk menyucikan bagian luar/pakaian, tetapi untuk nyala api/pemurni logam, saudara tahu seringkali logam-logam berkarat di bagian dalam, diluar masih kelihatan bagus, tetapi sudah berkarat di bagian dalam. Seperti mobil yang catnya masih bagus, tetapi mungkin saja ada cat yang sedikit tidak rata dan begitu di las, sudah hancur dalamnya sebab sudah berkarat.

    Mengapa TUHAN ijinkan kita menghadapi pencobaan luar biasa seperti kebencian, kemurtadan, kedurhakaan, penderitaan tanpa dosa --> kita tidak bersalah tetapi kita disiksa, tidak bersalah, dicaci maki? Untuk membersihkan karat-karat di dalam batin kita.

    Di dalam Maleakhi 3: 3, 'Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan' --> inilah pemurnian/penyucian sampai kedalam batin. Istilah pentahiran itu untuk penyakit kusta yang di dalam alkitab dikatakan kalau orang sakit kusta disembuhkan, namanya ditahirkan.

    • Kusta itu menunjuk kenajisan, kita harus berhati-hati saudaraku, jika di dalam hati ada karat dosa yaitu karat-karat kenajisan dan kejahatan = kusta. Belum diperbuat, belum dikatakan, tetapi sudah dipikir, sudah diangan-angan = karat yang berada di dalam.

      Keinginan najis mengarah kepada dosa seks dan makan minum, dan keinginan jahat itu adalah keinginan akan uang/ikatan akan uang, yang membuat kita tidak dapat mengasihi TUHAN lagi, kalau hati sudah berkarat sebab ada akar kejahatan dan kenajisan, maka tidak akan ada akar dari kasih ALLAH = tidak dapat mengsihi TUHAN = batin ini yang harus disucikan, lewat percikan darah.

    • Kusta itu juga menunjuk kebenaran diri sendiri, putih, tetapi kusta, benar tetapi kusta. Putih merupakan gambaran dari kebenaran; kebenaran diri sendiri yang ada di dalam batin manusia. Kebenaran diri sendiri itu = kebenaran dari orang berdosa yang didapatkan dengan cara menyalahkan orang lain, bahkan sampai menyalahkan TUHAN.

      Dia berdosa/dia bersalah, tetapi mendapat kebenaran dengan cara menyalahkan orang lain --> tidak pernah dia mengakui dosanya bahkan sampai menyalahkan TUHAN --> ini gara-gara TUHAN Yang tidak adil. Saya yang setia beribadah, tidak diberkati. Sedangkan yang tidak setia, diberkati. Inilah kebenaran diri sendiri = menyalahkan sesama sampai menyalahkan TUHAN.
      Termasuk Ayub, Ayub orang yang sudah jujur, saleh, ia diberkati oleh TUHAN, tetapi dia mempunyai karat. Ini yang berbahaya, sebab karat ini jarang diketahui, kalau tidak diberikan nyala api. Banyak pendeta dan anak TUHAN merasa tidak bersalah, buktinya gereja ku besar, buktinya diberkati, buktinya pekerjaan lancar semua, apa salahku? ternyata ada karat kebenaran diri sendiri.

      Ayub 1: 1, 3
      1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
      3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba.

      Kalau sekarang tujuh ribu ekor kambing domba ini menunjuk pada mobil sehingga Ayub itu adalah orang yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. Ini berbahaya sekali, sebab kebenaran diri sendiri itu dapat menimpa seseorang disaat-saat ia merasa saleh, jujur.
      Tetapi bisa juga disaat-saat tidak memiliki apa-apa/telanjang seperti Adam dan Hawa, begitu mereka telanjang/ sudah tidak memiliki apa-apa dan ketika TUHAN bertanya --> 'hai manusia, apa engkau makan buah pohon itu?', istriku yang Kau/TUHAN, yang Kau tempatkan disisiku, dia yang memberi = karat yang tidak bisa diketahui. Saat-saat orang diberkati --> bahaya!! Sebab ada karat kebenaran sendiri dan Ayub contohnya. Dan juga saat-saat orang telanjang/dalam penderitaan-pun, masih dapat membenarkan diri sendiri. Inilah karat yang harus disucikan.

      Ayub 32: 1, 2
      1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Menyalahkan sesama = merasa lebih benar dari sesama = sampai menyalahkan TUHAN. Sehingga TUHAN ijinkan Ayub mengalami ujian habis-habisan = percikan darah untuk memeriksa dan juga untuk memurnikan karat yang ada di hatinya/ kebenaran diri sendiri, sampai Ayub mengakui.

    Mari, jika kita menghadapi percikan darah dan nyala api sampai habis-habisan atau belum habis-habisan --> jangan tunggu sampai habis-habisan seperti Ayub sebab nanti saudara tidak akan tahan. Itu sebabnya lebih baik nyala api Firman sekarang ini yang membersihkan kita.

    Ayub 42: 5, 6
    5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    Ayat 6= "Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku" --> kalau orang memiliki kebenaran diri sendiri, maka perkataannya itu selalu menyalahkan orang lain, sampai menyalahkan TUHAN, selalu bersungut-sungut, maka perkataan itu harus dicabut semuanya. Kalau kebenaran sendiri/karat itu sudah disucikan, maka kata-kata kita menjadi kata-kata yang benar, lidah yang benar itu = bagaikan perak pilihan.

    Amsal 10: 20a, Lidah orang benar seperti perak pilihan,

    Inilah Ayub yang sudah ditahirkan seperti perak, dia ditahirkan dari kebenaran diri sebab banyak perkataannya yang hanya menyalahkan orang, sampai menyalahkan TUHAN. Tetapi kalau sudah disucikan oleh api, lidah nya menjadi benar = bagaikan perak pilihan.

    Untuk apa lidah yang benar ini? Untuk:
    • mengaku dosa,
    • mengaku kegagalan-kegagalan, kekurangan kita,
    • menyembah TUHAN, hanya berseru haleluyah.

    Haleluyah =
    • pengakuan bahwa kita hidup dari kemurahan TUHAN, dan juga dari kasih setia TUHAN sebab kita tidak bisa berbuat apa-apa,
    • kita menyembah Sang Raja dengan berseru haleluyah.

    Jika dihari-hari ini, kita banyak menyebut haleluyah, maka kata sia-sia akansemakin berkurang; tetapi kalau kita kurang menyebut haleluya, dan jugakurang menyembah TUHAN, maka nanti kata sia-sia yang akan semakin banyak.
    Mari, mulai sekarang banyak menyembah dengan kata haleluyah, haleluyah --> mengaku bahwa saya hidup dari kasih setia dan kemurahan TUHAN, sampai satu waktu, waktu YESUS datang ke dua kali, maka dari empat penjuru bumi betul-betul ada sorakan haleluyah dan kita akan terangkat keawan-awan bersama-sama dengan YESUS.

    Hanya orang yang tahan waktu kedatangan TUHAN dan hanya orang yang lidahnya tidak berkata perkataan yang sia-sia dapat menyebut haleluyah, dan dapat menyembah TUHAN. Yang suka mengomel, yang suka menyalahkan orang, tidak akan dapat menyebut haleluyah.

    Wahyu 19: 6, 7
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Ada mahkota, ada kebahagiaan dan juga ada suara yang menyambut pengantin-Nya dengan berseru haleluyah, haleluyah, haleluyah = suara penyembahan. Hanya lidah yang seperti perak pilihan, dan banyak menyembah TUHAN dihari-hari ini dapat merasakan kasih setia dan kemurahan TUHAN/kemurahan dari Sang Raja untuk menolong kita.
    Ayub tertolong oleh TUHAN, ia dipulihkan secara dobel jasmani dan rohani ditolong; saat kita berseru haleluyah, YESUS, haleluyah, apapun penderitaan kita maka di saat itu TUHAN akan menolong kita, baik jasmani maupun rohani seperti Ayub yang menerima pertolongan/pemulihan yang dobel dari TUHAN.

    Kegunaan percikan darah pertama untuk memurnikan/mentahirkan karat yaitu:
    • batin kita yang berkarat,
    • kebenaran diri sendiri sampai
    • lidah ini hanya dapat menyembah dengan kata penyembahan haleluyah kepada TUHAN dengan mengaku saya yang salah, saya yang gagal, dan juga mengaku saya hanya hidup dari kemurahan kasih setia TUHAN. Beseru haleluyah untuk persiapan menanti kedatangan TUHAN.

  2. untuk kemuliaan dan untuk mengubahkan.
    2 Korintus 4: 16, 17
    16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Kemudian percikan darah itu juga berguna untuk mengubahkan --> inilah kemuliaan yang sesungguhnya. Sekali lagi saudaraku, kemuliaan TUHAN itu jangan diukur yang jasmani seperti memiliki gereja besar --> boleh saja. Tetapi kalau itu yang menjadi ukuran dari kemuliaan, kalau di banding dengan mall, tentu jauh sekali. Apalagi dibandingkan dengan gereja kita, apa yang mau disombongkan? Jadi, kemuliaan itu jangan diukur dengan hal yang jasmani.

    Kemuliaan itu adalah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia yang memiliki perhiasan mempelai yang di dapat lewat percikan darah. Misalnya kita tidak bersalah, tetapi tiba-tiba kita dimaki-maki = percikan darah. Tetapi kalau kita melawan, itu berarti kita tidak berubah, kita tetap menjadi manusia daging. Kalau manusia rohani, kita bisa lemah lembut, pendiam dan penurut = perhiasan mempelai.

    1 Petrus 3: 3-5
    3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah ; mereka tunduk kepada suaminya,

    Lemah lembut, pendiam dan penurut = emas, tadi di Maleakhi, Ia duduk dengan api pemurni logam, perak dan emas, perak itu lidah yang bisa menyembah haleluyah, sedangkan emas ini keubahan hidup = perhiasan rohani, mulai lemah lembut, pendiam, dan penurut.

    Ketiga hal ini yaitu lemah lembut, pendiam dan penurut, merupakan perhiasan seorang istri yaitu keubahan hidup, dan kalau terus dihiasi/kita diubahkan terus, maka nanti akan menjadi pakaian putih yang berkilau-kilauan. Tiga hal ini terlebih dahulu yaitu keubahan dari dalam sehingga akan berkilauan keluar; kalau dari dalam hati kita ada perhiasan lemah lembut, pendiam dan penurut akan berkilau keluar, maka orang akan tahu, kita tidak perlu mengatakan bahwa saya ini lemah lembut.

    Kalau saya masih kurang lemah lembut, apalagi kalau menghadapi pengerja saya masih kurang. Itu sebabnya saya masih perlu lagi dihiasi, saya masih perlu belajar, sebab pelajaran ini merupakan pelajaran yang belum tamat sampai TUHAN datang.
    Itu sebabnya, mari, berubahlah menjadi lemah lembut, pendiam dan penurut sebab itu akan disinarkan sebagai sinar yang berkilau-kilauan.

    Wahyu 19: 8, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Saya ingin belajar agar dapat terus menjadi lemah lembut, pendiam, penurut sehingga terus menyinarkan sinar yang berkilau-kilau sampai sewaktu-waktu kita mendapat pakaian putih berkilau-kilau/pakaian mempelai, ini yang siap menghadapi kedatangan TUHAN = bertahan dalam pencobaan, ada mahkota, dan disabun = ada kebahagiaan. Diberi api, ada mulut/lidah --> perak = haleluyah = menyembah.

    Wahyu 19: 9, Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Kita harus menghadapi pencobaan biasa dan pencobaan luar biasa/ujian, tetapi jangan takut. Daud bukan menantang TUHAN, tetapi Daud tahu, kalau tanpa ujian:
    • maka dia tidak bisa memiliki semuannya ini,
    • dia tidak bisa memiliki suara haleluyah = penyembahan,
    • dia tidak bisa memiliki kebahagiaan,
    • dia tidak bisa memiliki pakaian,
    • dia tidak bisa memakai mahkota, itu sebabnya Daud katakan kepada Tuhan, "ujilah aku, cobalah" = bukan menantang, tetapi dia memohon supaya dia bisa mendapatkan pakaian mempelai dan juga mahkota. Semua ini untuk persiapan saat YESUS datang kembali.

      Mazmur 26: 1-3
      1. Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
      2. Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
      3. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

      Ayat 1 --> Tidak ragu-ragu, mari dalam ujian/pencobaan kita jangan ragu-ragu, sebab TUHAN tidak pernah menipu kita, kita tetap percaya, berharap dan mengasihi TUHAN.

    Itu sebabnya dalam ujian:
    • biarlah mata kita hanya tertuju kepada TUHAN,
    • mulut kita hanya menyembah TUHAN sampai
    • kasih setia TUHAN turun untuk menolong kita, untuk menguatkan kita sampai Dia datang, kita tetap bertahan dalam pencobaan, bertahan dalam menanti TUHAN, sampai TUHAN datang kita bersama Dia.

uhan memberkati.1



Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
    ... adalah memberi. Matius - Tetapi jika engkau memberi sedekah janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Bethsaida. Markus Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang ke Betsaida ...
  • Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2020 (Minggu Pagi)
    ... ditolak akan datang hukuman. Tinggal pilih mau menerima pedang firman untuk disucikan atau marah dan tidak mau bertobat. Sangkakala menjadi komando bagi bangsa Israel mengatur aktivitas bangsa Israel dan menuntun perjalanan bangsa Israel menuju Kanaan lewat pembangunan Tabernakel. Bilangan - . Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu ...
  • Ibadah Raya Malang, 05 Januari 2020 (Minggu Pagi)
    ... suatu kebutuhan rasa lapar seperti anjing menjilat remah-remah roti. Sekalipun pahit tidak enak bagi daging karena menunjuk dosa-dosa untuk menyucikan kita maka akan terasa manis seperti madu. Kita bisa mengalami kebahagiaan Surga. Hidup yang pahit akan berangsur-angsur menjadi manis. Pekerjaan firman penggembalaan menyucikan perut hati yang tersembunyi batin dan mulut perbuatan ...
  • Ibadah Raya Malang, 28 Juli 2013 (Minggu Pagi)
    ... rohani. Markus Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. ad. . Menjadi bayi secara rohani. Markus Ketika Yesus melihat hal itu Ia marah dan berkata kepada mereka Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku jangan menghalang-halangi mereka sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Bayi rohani ...
  • Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 01 Juni 2010 (Selasa Siang)
    ... ruangan suci. Kalau batin dan perasaan ini disucikan maka tidak sulit untuk bertekun dalam macam ibadah pokok bahkan bisa bergairah dalam macam ibadah pokok. Isi perut pencernaan makanan meja roti sajian https www. gptkk. org tabernakel meja roti sajian. html ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab. Ginjal untuk menyaring air pelita emas https www. gptkk. org ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 04 Oktober 2015 (Minggu Sore)
    ... lalui rumah tangga nikah diperhatikan paling kecil . Kalau rumah tangganya kacau tidak akan bisa menjadi rumah doa. Efesus . Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Tujuan menikah adalah menjadi SATU DAGING. Ini banyak salah apalagi hamba TUHAN. Mau menikah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Agustus 2017 (Rabu Sore)
    ... JUJUR. Yang membuat nikah tidak bisa jadi satu adalah tidak jujur soal tempat tidur dan keuangan. Syarat supaya nikah menjadi satu kesatuan Harus jujur soal tempat tidur. Artinya tidak boleh ada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini adalah akar kenajisan. Dosa makan minum merokok mabuk dan narkoba. Dosa kawin mengawinkan dosa percabulan dengan ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Mei 2019 (Selasa Sore)
    ... bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir untuk membunuh kami anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan . Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN katanya Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu Segala sesuatu yang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019 (Jumat Sore)
    ... bagaikan tiang api. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. AD. MUKANYA SAMA SEPERTI MATAHARIYesus rela sengsara sampai mati di kayu salib untuk menyinarkan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 September 2010 (Kamis Sore)
    ... ke pegunungan supaya engkau jangan mati lenyap. Lot sudah keluar dari Sodom-Gomora tetapi masih harus lari ke pegunungan supaya tidak mati lenyap. Wahyu - . Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu lalu ia berkata kepadaku katanya Marilah ke sini aku ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.