English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging supaya kita bisa menjadi manusia rohani seperti Yesus. Tetapi, doa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Januari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 Yesus dimuliakan di atas gunung.
Lukas...

Ibadah Doa Puasa Malang Session III, 23 Desember 2008 (Selasa Sore)
Matius 24:29 "Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x", yaitu terjadi...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 15-25= Nubuat ke-4, tentang antikris.
ay. 21-25= keadaan pada masa antikris: ...

Ibadah Raya Malang, 08 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Mei 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Juga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay. 45-47=...

Ibadah Raya Malang, 20 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Oktober 2011 (Sabtu Sore)
Dalam Alkitab ada 4 Injil yang menceritakan tentang Tuhan Yesus Kristus.
Mengapa 4 Injil? Sebab...

Ibadah Raya Surabaya, 20 September 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Doa Malang, 30 Agustus 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-17
7:15 ...Dan Ia yang...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Mei 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 23 Juni 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 14
9:14. dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah
keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."

Ayat 13-21 adalah PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah atas manusia di dunia, yaitu sepertiga dari umat manusia akan terbunuh--mati secara tubuh, jiwa, dan roh; binasa--lewat peperangan besar; tidak bisa kembali ke Firdaus dan tidak bisa masuk Yerusalem baru (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019).

Kita masih mempelajari ayat 14 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 Juni 2019).
Ayat 14: 'terikat dekat sungai besar Efrat itu'= empat malaikat peperangan terikat di dekat sungai Efirat--sungai Efrat berada di taman Eden.

Kejadian 2: 10-14
2:10. Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11. Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14. Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah
Efrat.

Di taman Eden ada empat macam sungai: Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat, yang secara rohani menunjuk pada empat Injil.
Jadi kalau mau ke Firdaus harus mencari firman.

Empat Injil sama dengan Injil sepenuh yang terbagi menjadi dua bagian:

  1. Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Yang pertama: Injil keselamatan/firman penginjilan/susu/kabar baik, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia.

    Ini adalah penebusan dan pembaharuan yang mula-mula.


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Yang kedua: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/firman pengajaran yang benar/makanan keras/kabar mempelai, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan membaharui kehidupan yang sudah selamat, sampai sempurna seperti Yesus; menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita kembali ke Firdaus dan masuk Yerusalem baru selamanya.

    Ini adalah penebusan dan pembaharuan sampai sempurna.

Jadi, kalau mau kembali ke Firdaus kita harus menerima Injil keselamatan--penebusan dan pembaharuan mula-mula--, sudah selamat dan hidup benar, setelah itu lanjutkan pada firman pengajaran, supaya kita terus disucikan dan dibaharui sampai sempurna seperti Yesus--tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita kembali ke Firdaus dan masuk Yerusalem baru selamanya.

Tadi, empat malaikat peperangan terikat di dekat sungai Efrat, berarti juga menguasai tiga sungai yang lain--empat malaikat peperangan menguasai empat sungai di taman Eden--, artinya: empat malaikat peperangan menghalangi proses penebusan dan pembaharuan sehingga manusia berdosa tidak bisa kembali ke taman Eden, dan tidak bisa menjadi tubuh Kristus yang sempurna sehingga tidak bisa masuk Yerusalem baru, tetapi masuk bagian dari sepertiga manusia yang binasa--mengalami penghukuman sangkakala.

"Sekarang, mau mendengar Injil keselamatan dihalangi. Sampai hari ini banyak penginjil yang ditangkap bahkan dibunuh. Memberitakan firman pengajaran juga ditolak oleh orang kristen sendiri karena dianggap terlalu lama. Benar-benar diganggu oleh empat malaikat peperangan untuk menghalangi proses pembaharuan. Justru yang benar yang dihalangi oleh empat malaikat peperangan."

Inilah keinginan dari malaikat perang, yaitu terus membuat perang.
Karena itu dalam nikah jangan ada 'peperangan'. Musuh kita bukan darah dan daging, tetapi empat malaikat perang.

Halangan ini juga dialami oleh Yesus.
Lukas 13: 31-35
13:31. Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."
13:32. Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
13:33. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
13:35. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

'nabi'= firman nubuat; firman pengajaran yang benar.
'mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya'= persekutuan yang benar.
'rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi'= kering.

kalau tidak berada dalam persekutuan yang benar--mulai dari nikah--, akan kering. Begitu juga dalam penggembalaan dan fellowship.

"Saya selalu mawas diri, bukan marah, kalau ada orang yang bicara. Di Malang ada orang berkata: Gereja ini akan runtuh. Saya bergetar juga, takut. Yang menyampaikan kepada saya saja sampai menangis. Saya hanya menjawab: 'Berdoa saja.' Di sini juga, orang berkata: Nanti habis. Jangan salahkan orang tetapi berdoa. Kalau tidak berada dalam persekutuan yang benar--bagaikan membendung empat sungai--, memang akan kering. Kalau kita membendung empat sungai, mau bagaimanapun akan kering; kalau kita membendung firman pengajaran yang benar, kita akan kering sendiri.
Saya cerita ini, supaya sungguh-sungguh perjuangan kita. Begitu juga persekutuan di Medan, baru datang orang sudah berkata: Paling lama tiga bulan atau satu tahun, habis. Tetapi untunglah mulai dari 2005 sampai sekarang di Medan masih berlangsung, satu tahun empat kali. Semua bergantung pada sungainya. Kalau sungai dibendung, biar hebat, akan kering. Hati-hati dengan empat malaikat yang membendung sungai.
"

Wahyu 9 dinubuatkan oleh perjalanan Yesus yang terakhir ke Yerusalem.
Sekarang artinya kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna untuk kembali ke Firdaus dan masuk Yerusalem baru--kegerakan penebusan dan pembaharuan sampai sempurna seperti Yesus.

Tetapi kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna menghadapi Herodes dan Yerusalem--gambaran dari empat malaikat peperangan--:

  1. Herodes= setan tritunggal: setan, antikris, nabi palsu--tiga malaikat peperangan.
  2. Yerusalem= hamba/pelayan Tuhan bahkan yang sudah menerima pengajaran benar--dari Yerusalem muncul pengajaran--, tetapi menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang benar.
    Dalam nikah, penggembalaan--termasuk di sini--jangan cari persekutuan yang tidak benar. Rugi!

    Hamba Tuhan sudah menerima pengajaran yang benar, tetapi karena sesuatu: iri, benci, gosip dan sebagainya, dia menyimpang bahkan menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Sekalipun pengajarannya, kalau hatinya tidak benar, akan menjadi tidak benar, malah menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang benar.

Inilah empat malaikat peperangan yang menghalangi gereja Tuhan untuk kembali ke Firdaus dan masuk Yerusalem baru--dulu menghalangi Yesus pergi ke Yerusalem.
Kita harus hati-hati! Menghadapi setan tritunggal jelas kita kalah. Menghadapi hamba Tuhan yang menghambat pembangunan tubuh Kristus, kita juga tidak mampu, karena kekuatannya besar--ranting kering lebih banyak dari pada persekutuan yang benar. Kita tidak akan kuat.

Jalan keluarnya: Yesus harus menggenapi/menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam tiga hari. Tidak usah takut!
Lukas 13: 32
13:32. Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

Menghadapi empat malaikat peperangan, kita menggunakan sistem dari Yesus yaitu menyingkir, bukan melawan, memusuhi, atau memusuhi.

Pekerjaan tiga hari dari Yesus:

  1. Pekerjaan hari pertama: pekerjaan penebusan dan pembaharuan= 'sudah genap' yang pertama--di kayu salib.
    Yohanes 19: 30
    19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    Yesus mati di kayu salib untuk menyelesaikan penebusan dosa-dosa dan membaharui manusia berdosa--segala kutukan dan hukuman dosa sudah Dia minum. Sebenarnya manusia tidak perlu dihukum lagi, tetapi kalau ia berbuat dosa, menyembunyikan atau mempertahankan dosa, salahnya sendiri--meminum sendiri anggur asam bercampur empedu.

    Yohanes 19: 31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--sebagai kasih-Nya untuk menebus bangsa Israel, umat pilihan Tuhan--yang berhubungan dengan keselamatan hanya luka di tangan dan kaki, sedangkan luka di kepala dan bilur di punggung berbeda fungsinya.
    Tetapi seorang prajurit Romawi--bangsa kafir--menikam lambung Yesus dengan tombak yang mengakibatkan luka kelima--luka yang terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air.
    Ini merupakan kemurahan Tuhan untuk menebus bangsa kafir.

    Jadi permulaan penebusan dan pembaharuan dari bangsa kafir ditandai dengan darah dan air:


    • Darah--mezbah korban bakaran; dulu binatang korban dibakar untuk menghapus dosa, sekarang dosa dibakar lewat salib--= percaya Yesus dan bertobat lewat saling mengaku dan mengampuni--penebusan.
      Kalau bersalah kita mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Kalau benar kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa-dosa kita.
      Bertobat= mati terhadap dosa.


    • Air= baptisan air--pembaharuan.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka.


    Tadinya hidup dalam dosa dan binasa--anjing dan babi--, tetapi setelah menerima luka kelima dari Yesus--permulaan penebusan dan pembaharuan--, langit mulai terbuka; kita mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi.

    Yohanes 1: 28
    1:28. Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

    Tempat Yohanes membaptis adalah Betania, tempat penyeberangan.
    Dalam baptisan air ada dua macam pembaharuan--dikaitkan dengan tempat Yohanes membaptis--:


    • Yohanes 1: 28-32
      1:28. Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
      1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
      1:30. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
      1:31. Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
      1:32. Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat
      Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.

      Di Betania langit terbuka dan Roh turun dari langit seperti burung merpati.
      Merpati menunjuk pada hati yang jujur/tulus.

      Yang pertama: pembaharuan hati; dari hati nurani yang cenderung jahat dan najis menjadi hati nurani yang baik--hati merpati dari sorga--, itulah hati yang tulus ikhlas/jujur.

      Menghadapi empat malaikat--setan tritunggal dan hamba/pelayan Tuhan yang dulunya dalam pengajaran tetapi hatinya cenderung jahat dan najis--kita harus menjaga hati yang tulus. Biarpun pandai, kalau hati tidak baik, pasti akan menyimpang; pengajaran benar jadi tidak benar, yang tidak benar jadi benar.

      Modal hamba/pelayan Tuhan adalah hati. Ini adalah keadilan Tuhan.
      Kalau hati tidak tulus, pasti cenderung jahat dan najis.
      Jaga hati!

      Kita jujur terutama soal Tuhan/pengajaran yang benar. Kalau tidak, pasti tenggelam seperti dialami oleh Petrus.
      Titus 2: 7
      2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Kalau jujur soal Tuhan/pengajaran yang benar, maka kita bisa menjadi teladan dalam berbuat baik--mulai dari rumah tangga.
      Yang namanya menjadi teladan, pasti ada yang mengikuti.

      Kemudian jujur dalam nikah, keuangan, sampai jujur dalam segala hal, dan kita akan menjadi rumah doa--tempat hadirat Tuhan.
      Amsal 15: 8
      15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

      Segala kutuk sudah ditanggung Tuhan, dan Dia datang untuk memberi berkat sampai ke anak cucu, bahkan kita menjadi berkat bagi orang lain, dan Ia menyelesaikan semua masalah tepat pada waktunya. Itu sudah pasti!


    • Yosua 3: 14-17
      3:14. Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
      3:15. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai--
      3:16. maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
      3:17. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.

      Tempat Yosua menyeberang sama dengan tempat Yohanes membaptis.
      'menyeberangi sungai Yordan'= sungai Yordan merupakan tapal batas terakhir, begitu menyeberang sungai Yordan, berarti sudah meninggalkan Mesir untuk menuju Kanaan.

      Yang kedua: pembaharuan dari keduniawian--Mesir--; pemisahan antara dunia--Mesir--dan Kanaan--sorga.

      Tadi, pembaharuan hati, kita meninggalkan yang di bawah--hati nurani yang tidak baik; tulus--untuk naik ke atas/sorga--hati bagaikan merpati.
      Sekarang, kita meninggalkan Mesir untuk menuju Kanaan. Mari tinggalkan sistem Mesir, dan hidup dalam sistem Kanaan--sistem sorga.

      Siang ini kita belajar pemisahan Mesir dan Kanaan dilihat dari sistem hidupnya.
      Kalau sudah mempunyai hati yang tulus, sistem hidupnya harus jelas yaitu sistem hidup Mesir berubah menjadi sistem hidup Kanaan.

      Ulangan 11: 10-12
      11:10. Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
      11:11. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
      11:12. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

      Sistem hidup Mesir adalah kebun sayur/tanah rata--sistem jerih payah--, artinya: menggunakan kepandaian, pengalaman, bahkan menghalalkan segala cara--cari yang enak bagi daging--, mengabaikan ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
      Sistem Mesir akan berakhir dengan air mata, kegagalan, sampai kebinasaan.
      Bukan berarti tidak boleh kerja, silakan kerja, tetapi jangan tinggalkan ibadah. Tetap berjuang!

      Sistem Kanaan adalah lembah dan gunung--kematian dan kebangkitan; sistem salib.
      Praktiknya:


      • Tidak boleh ada dosa tetapi hidup dalam kebenaran.
      • Beribadah melayani dengan setia berkobar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
        Ibrani 9: 14
        9:14. betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

        Sebenarnya bangsa kafir tidak boleh beribadah kepada Allah. Tetapi Yesus mati di kayu salib, supaya kita bisa beribadah.
        Kalau tidak beribadah, apa yang kita lakukan di dunia sekalipun hebat dan luar biasa, akan menjadi sia-sia, tidak ada artinya, apalagi yang tidak hebat.

        Karena itu Tuhan mati untuk menebus kita dari perbuatan sia-sia, supaya kita bisa beribadah.


      • Taat.
        Filipi 2: 8
        2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


      Bekerja, sekolah, fulltimer, silakan, tetapi yang penting ada salib--tidak boleh ada dosa, dan ditambah dengan ibadah dan ketaatan.
      Ini yang akan menarik kemurahan Tuhan.

      Hasilnya:


      • 'mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya'= Tuhan yang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita untuk menurunkan hujan kemurahan-Nya yang besar kepada kita yang kecil tak berdaya di tengah dunia akhir zaman, sehingga kita terpelihara secara berkelimpahan.
        Ulangan 11: 12
        11:12. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

        Dipelihara sampai berkelimpahan artinya sampai kita mengucap syukur; saat dibutuhkan selalu ada.

        "Dulu saya mengalaminya. Saat tinggal di Gending, ada jemaat yang mau berhenti sekolah padahal mau ujian akhir nasional karena tidak ada uang. Dia harus bayar 90.000. Dia menangis, saya juga, lalu berdoa. Sore hari tiba-tiba ada orang datang membawa amplop isinya 100.000. 10.000 untuk persepuluhan, 90.000 untuk sekolahnya. Bisa lanjut. Ini salah satu contoh pengalaman saya yang kecil-kecil, yang penting tepat waktu dan selalu menjadi berkat bagi orang lain."


      • Tuhan memberikan damai sejahtera sehingga semua menjadi enak dan ringan.
      • Hujan kemurahan Tuhan yang besar bisa menyelesaikan masalah terbesar--dosa dan nikah--apalagi hanya masalah jasmani.


    Inilah seruan 'sudah genap' yang pertama yaitu di kayu salib.
    Penebusan dan pembaharuan ini harus terus berlanjut sampai puncaknya di Yerusalem baru.


  2. Pekerjaan hari kedua: puncak pekerjaan penebusan dan pembaharuan= 'sudah genap' di Yerusalem baru.
    Wahyu 21: 5-6
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    'Semuanya telah terjadi'= 'sudah genap'.
    Ini adalah puncak penebusan dan pembaharuan yaitu sampai kita sempurna seperti Yesus, untuk bisa berada di Yerusalem baru.

    Apa yang harus dibaharui?
    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Delapan dosa ini tidak boleh ada lagi.
    Penakut= takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan/pengajaran yang benar.
    Tidak percaya= termasuk bimbang.
    Pembunuh= dosa kebencian.
    Tukang sihir= dukun, jimat, termasuk ramalan-ramalan.
    Penyembah berhala= segala sesuatu--termasuk keluarga--yang membuat kita tidak bisa mengasihi/mengutamakan Tuhan lebih dari semua.
    'pendusta'= kalau ada dusta--penutup dosa--, berarti semua dosa ini ada dan tidak mungkin masuk Yerusalem baru.

    Puncak pembaharuan adalah delapan dosa ini tidak boleh ada lagi, sampai tidak ada dusta bahkan tidak salah dalam perkataan.
    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Tidak boleh ada dusta lagi, artinya kita jujur mengakui apa adanya, dan Tuhan akan menolong kita.
    Kalau tidak ada dusta, tidak akan ada lagi air mata. Selama ada dusta, air mata akan bercucuran. Percayalah!

    Tidak ada air mata artinya semua bahagia, berhasil, dan indah pada waktunya. Kita minum air anggur yang baru. Anggur asam sudah diminum Yesus. Mari minum air anggur yang baru. Tuhan tolong kita.


  3. Pekerjaan hari ketiga: penghukuman.= 'sudah genap' penghukuman dari Tuhan.
    Kalau menolak pekerjaan penebusan dan pembaharuan awal dan akhir, akan dihukum.

    Jadi jangan berkata: Tuhan jahat. Tuhan sudah memberikan pilihan, mau penebusan atau penghukuman.
    Wahyu 16: 17-19
    16:17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
    16:18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
    16:19. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur
    kegeraman murka-Nya.

    'Sudah terlaksana'= 'sudah genap'.
    Di sini, penghukuman sudah genap.

Pilih 'sudah genap' di kayu salib, yaitu pembaharuan oleh darah dan air, kemudian pembaharuan oleh kuasa firman, sampai masuk Yerusalem baru.
Kalau tidak mau mengalami pembaharuan, kita akan dihukum.

Sebaliknya, kalau sudah dibaharui tetapi masih kembali pada yang lama--masih ada kekurangan dan kelemahan--, mari pandang lambung-Nya pada siang ini. Dia akan memandang kita--memperhatikan dan mempedulikan kita.
Zakharia 12: 10-12
12:10. "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
12:11. Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido.
12:12. Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri;

'tersendiri'= tidak bisa ikut orang lain. Kita meratap secara pribadi--jujur di hadapan-Nya, lihat lambung-Nya dengan jelas, akui segala kekurangan--, dan Dia akan melihat kita; memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita sesuai dengan kebutuhan kita. Ada hujan kemurahan bagi kita.

Ada kekurangan secara jasmani dan rohani, lihat lambung-Nya, masih bisa ditolong.
Ada kemurahan dan perhatian serta pergumulan Tuhan untuk kita semua, sampai kita sempurna seperti Dia.

Apa yang tidak bisa dipikir dan diperbuat, masih ada kemurahan yang besar. Kalau sudah ditolong, ucapkan syukur kepada Tuhan.
Hati-hati dengan empat malaikat peperangan! Serahkan kepada Tuhan!

Kita meratap secara pribadi, tetapi bisa mendoakan keluarga kita. Di mana suami, isteri, anak, dan orang tua kita? Bukan dibuang, tetapi diselamatkan oleh Tuhan.
Jangan 'berperang' dengan manusia darah daging, tetapi meratap. Dari lambung Tuhan ada sumber pertolongan kita.
Kaum muda, jangan bergantung pada dunia, tetapi serahkan kepada Dia.

Mata memandang lambung-Nya, dan mata Tuhan akan memandang kita. Ia siap untuk menurunkan hujan kemurahan. Rohani dan jasmani tidak boleh kering! Jangan kering, jangan sunyi--ditinggal oleh Tuhan--, tetapi selalu ada hadirat-Nya di tengah kita untuk berkarya; melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan, sampai tidak ada lagi air mata dan kegagalan. Semua bahagia, berhasil, dan indah; kita minum air anggur yang manis--anggur asam sudah Dia minum, kita pulang dengan anggur baru.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top