English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 12 Maret 2008)
Tayang: 06 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam II-Senin Sore, 05 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VI-Rabu Sore, 14 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 26 Agustus 2010)
Tayang: 24 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam III-Rabu Sore, 07 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Agustus 2010)
Tayang: 19 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 29 Juli 2008)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu Paskah Surabaya, 20 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Penataran Imam IV-Minggu Sore, 11 November 2012
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Januari 2013

Kita masih melanjutkan ibadah kita ini dalam rangka penataran imam-imam dengan membaca Firman TUHAN yang terdapat di dalam kitab Keluaran 28 : 1, 2,
1. "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
2. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.


Jadi, pelayanan yang benar/tahbisan yang benar, tidak dapat dipisahkan dari pakaian kudus. Seorang yang telanjang karena tidak memiliki pakaian, maka kehidupan itu tidak dapat dan tidak boleh melayani TUHAN.

Ada tujuh bagian dari pakaian pelayanan/pakaian imam-imam yaitu:

  1. Baju efod
  2. Sabuk
  3. Tutup dada
  4. Gamis baju efod
  5. Kemeja beragi (kemeja yang berlubang-lubang/memiliki mata)
  6. Serban
  7. Patam (seperti topi pramuka yang diberi logo kelapa)

Tujuh pakaian imam-imam ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: klik untuk lihat gambar

Kelompok pertama --> Baju efod ini merupakan pakaian dalam tanda kematian/salib dan terdiri dari empat warna yaitu merah, putih, ungu/biru laut dan ada sulaman emas --> di balik salib ada kuasa Roh.Kudus/Roh kemuliaan yang akan menolong kita.

Kelompok kedua --> gamis baju efod --> pakaian dalam tanda kebangkitan berwarna biru laut untuk mengalahkan dosa = pakaian pengampunan.

Jadi yang pertama, kita harus memiliki pakaian salib, sebab tanpa pakaian salib, kita tidak dapat melayani TUHAN. Dan yang kedua, kita harus memiliki pakaian pengampunan/penyelesaian dosa-dosa dengan memohon ampun kepada TUHAN/penyelesaian dosa dengan TUHAN, mau-pun penyelesaian dosa dengan sesama. Hutang dosa itu tidak dapat kita bayar; kalau kita masih ingat, ada yang berhutang sebanyak 600. 000.000 dinar, padahal upah satu tahun 300 dinar. Jadi,
kalau hendak membayar dengan semua upah, kira-kira selama 200.000 tahun baru dapat lunas dan ini berarti tidak dapat terlunaskan hutang dosa itu. Hanya YESUS Yang dapat melunaskan hutang dosa itu. Itu sebabnya kita harus memakai pakaian pengampunan/penyelesaian dosa-dosa.

Kelompok ketiga --> kemeja beragi/bermata-mata, serban dan patam --> pakaian dalam tanda kemuliaan.

Sekarang ini, kita masih membahas kelompok yang ketiga yaitu kemeja beragi/pakaian putih bermata-mata/pakaian putih berjala-jala/pakaian dalam berjala-jala/bermata-mata. Jadi, pakaian dari seorang imam terdiri dari tiga lapis yaitu:

  • dari luar adalah pakaian salib/kematian,
  • pakaian pengampunan/kebangkitan,
  • pakaian putih beragi/pakaian putih berjala-jala/bermata-mata = pakaian kesucian dan kemuliaan. Semoga kita dapat mengerti.

Kemarin kita membahas injil Matius 18 tentang pakaian pengampunan --> orang yang berhutang kepada raja dan dilunaskan oleh raja. Tetapi temannya yang hanya sedikit berhutang kepada dia, dia cekik.

Sedangkan di dalam injil Matius 19 secara keseluruhan, menunjuk tentang pakaian putih/pakaian kesucian dan kemuliaan. Jika saudara melihat judulnya, maka Matius 19 ini berbicara tentang nikah dan dimulai tentang:

  • perceraian, kemudian dilanjutkan dengan
  • YESUS memberkati anak-anak/buah nikah
  • orang muda yang kaya/di masa muda, kemudian
  • upah mengikuti YESUS --> berbicara tentang pelayanan

Jadi, nikah dan pelayanan/tahbisan tidak dapat dipisahkan. Ada banyak rahasia di dalam alkitab, tetapi dua rahasia agung/besar adalah rahasia ibadah/pelayanan dan juga rahasia nikah dan kedua ini tidak dapat dipisahkan.

Matius 19 ini terkena pada pakaian putih berjala-jala/bermata-mata/pakaian dalam bermata-mata = persoalan nikah dan juga persoalan tahbisan.

Jadi, pakaian kesucian dan kemuliaan yang dikaitkan dengan nikah dan juga dengan pelayanan = pakaian putih berkilau-kilau yang dipakai dalam perjamuan kawin Anak Domba = nikah yang rohani/nikah yang sempurna saat YESUS datang kembali kedua kali. Perjamuan kawin Anak Domba ALLAH = nikah yang rohani = nikah yang sempurna antara YESUS dengan kita/sidang jemaat yang sempurna pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Semoga kita dapat mengerti.

Darimana asalnya pakaian putih berjala-jala/pakaian kesucian dan kemuliaan ini?
Matius 19 : 1, Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Jadi, pakaian putih berjala-jala/pakaian kesucian dan kemuliaan berasal dari

  1. pekerjaan Firman pengajaran yang benar dan dari
  2. seberang sungai Yordan. Sesudah YESUS mengajar, Ia akan menghadapi persoalan nikah yang harus mencapai nikah yang rohani. Seberang sungai Yordan = percikan darah; sungai Yordan = sungai kematian. Itu sebabnya jika kita mau melayani TUHAN, maka kita harus menerima Firman pengajaran yang benar dan juga harus menerima percikan darah barulah kita mendapatkan pakaian putih berjala-jala/bermata-mata/pakaian dalam berjala-jala/pakaian kesucian dan kemuliaan.

Jadi, melayani TUHAN itu tidak begitu saja; setiap hamba TUHAN/pelayan TUHAN jika menolak Firman pengajaran yang benar/menolak percikan darah/salib, maka ia telanjang dan sebenarnya kehidupan itu juga tidak boleh melayani TUHAN dan jika ia memaksa melayani TUHAN, maka ia tidak melayani TUHAN tetapi melayani diri sendiri dan juga melayani setan. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah saudaraku, jika kita mau melayani TUHAN dan supaya kita tahan sampai TUHAN datang, maka dibutuhkan Firman pengajaran dan juga dibutuhkan nyala api siksaan/percikan darah seperti jubah Yusuf yang dicelup di dalam darah. Semoga kita mengerti.

Kita bandingkan dengan perjanjian lama --> Maleakhi 3 : 1 – 4,
1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
2. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.
4. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Ay 2 --> siapa yang dapat tahan pada hari kedatangan-Nya = siapa yang dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali dan masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba dengan pakaian kesucian dan kemuliaan = pakaian putih berkilau-kilau/pakaian putih berjala-jala/bermata-mata.

Jadi, di sini jelas saudaraku, untuk dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali di awan-awan yang permai, maka hamba TUHAN/pelayan TUHAN/Lewi, harus memiliki pakaian putih berkilau-kilau/pakaian putih berjala-jala lewat pekerjaan sabun tukang penatu dan juga api pemurni logam. Ini sama dengan injil Matius 19 yaitu lewat Firman pengajaran dan juga lewat sungai Yordan = percikan darah.

Jadi saya gabungkan Matius 19 dengan Maleakhi 3 adalah proses untuk mendapatkan pakaian putih berkilau-kilau/berjala-jala adalah:

  1. lewat pekerjaan Firman pengajaran --> selesai mengajar, YESUS selesai dengan pengajaran-Nya = lewat Firman pengajaran yang benar atau lewat sabun tukang penatu untuk membersihkan/menyucikan pakaian pelayanan kita dari noda-noda dosa. Terutama (di dalam Matius 25) noda jahat dan malas. Ini yang paling menonjol.

    Matius 25 : 26, 30,
    26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Noda jahat dan malas ini harus di sabun dengan sabun tukang penatu. Saya seringkali mengatakan bahwa orang mencuci pakaian ketika mencuci itu, maka sabun itu digerakan maju, mundur, maju, mundur = dikucak maju, mundur, maju, mundur; tidak mungkin sabun itu hanya maju saja, tetapi lebih diperdalam dengan maju, mundur. Noda jahat dan malas ini disucikan terutama di dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci.

    Di dalam ibadah pendalaman alkitab ini, kita betul-betul dikucak supaya pakaian pelayanan ini terlepas dari noda-noda jahat dan malas. Kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini (saya tidak membicarakan tentang gereja lain) di kalangan kita G.P.T ini sudah mulai ada tanda-tanda untuk meniadakan ibadah pendalaman alkitab dan ini merupakan siasat dari setan, sebab tanpa ibadah pendalaman alkitab, saya-pun tidaklah mungkin memiliki pakaian putih sebab pasti bernoda. Sehebat apa-pun seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN tetapi jika ia tidak tekun di dalam ibadah pendalaman alkitab, tidak mungkin ia memiliki pakaian putih, pasti ada noda jahat dan malas. Semoga kita dapat mengerti.

    Ada dua noda jahat:


    • 1 Timotius 6 : 10, Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      Cinta akan uang = hatinya terikat oleh keinginan akan uang sehingga kosong dari kasih TUHAN --> yang dicinta bukanlah TUHAN. Sekali-pun kehidupan itu melayani TUHAN, tetapi bukan untuk melayani TUHAN, hanya untuk mendapatkan uang.

      Praktek memburu uang adalah:


      • mencari uang dengan cara tidak halal/tidak sesuai dengan Firman TUHAN,
      • mencari uang sampai meninggalkan ibadah dan pelayanan kepada TUHAN,
      • beribadah dan melayani TUHAN bahkan menjadi seorang hamba TUHAN, tetapi hanya untuk mencari uang. Untuk ini banyak bukti-bukti; seringkali kita meninggalkan tugas kita sebagai seorang hamba TUHAN, yang penting uang masuk. Seandainya di dunia ini, jika seorang pegawai tidak pernah masuk, bukannya uang yang ia dapatkan tetapi surat teguran yang ia dapatkan. Tetapi seorang hamba TUHAN itu enak, tidak masuk/melayani, tetapi uang tetap masuk sekarang ini dan ini merupakan gejala dari noda kejahatan.


      • serakah --> mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Ini semua merupakan noda kejahatan. Mari kita sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.


      Mari, lewat:


      • pekerjaan Firman pengajaran yang benar,
      • sabun tukang penatu --> terutama ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab disertai dengan perjamuan suci, kita sedang dikucak dan disikat dari noda kejahatan dan dari noda malas.


      Yakobus 3 : 5, 6,
      5. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
      6. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

      Jadi, lidah = api = dunia kejahatan yaitu ?lidah yang didorong oleh api hawa nafsu daging.

      Prakteknya:


      • bersungut-sungut,
      • menghasut satu dengan yang lain sehingga menimbulkan kegerakan yang mengacau dllnya di dalam rumah tangga, di dalam pelayanan di gereja TUHAN. Saya seringkali mengajarkan, kalau saudara tidak setuju dengan sesuatu, hendaknya berdiam diri dan berdoa kepada TUHAN. Apalagi yang menyangkut seorang gembala, sebab itu merupakan urusan gembala dengan TUHAN. Jika saudara yang mengurus gembala, enak, sebab sama-sama manusia, tetapi kalau dengan TUHAN, maka gembala itu berada dalam keadaan berbahaya. Kalau saudara bersungut-sungut, menghasut, sehingga menimbulkan gerakan kekacauan, dan gembala berdiam diri, maka saudara berada dalam keadaan berbahaya sebab saudara akan berhadapan dengan TUHAN. Itu sebabnya lebih baik kita sama-sama menjaga lidah agar lidah ini tidak menjadi seperti api dan juga seperti dunia kejahatan yaitu lidah yang didorong oleh api hawa nafsu daging.


      • Berdusta,
      • memfitnah --> yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Di dalam pengajaran kita Matius 27, waktu kubur YESUS disegel dan dijaga, apa kata imam-imam kepala/orang Parisi? Mereka mengatakan bahwa YESUS ini Seorang penyesat sebab mengatakan bahwa dalam tiga hari Ia akan bangkit --> Yang benar, dikatakan sesat, sedangkan yang sesat dikatakan benar dan ini nanti akan terjadi sebab didorong oleh hawa nafsu daging/terkena api yang semakin hari semakin besar.


      • menghujat --> menghujat pengajaran yang benar dllnya dan ini seperti lidah milik antikrist. Semoga kita dapat mengerti.


      Wahyu 13 : 5, 6,
      5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
      6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

      Kemah kediaman-Nya = tabernakel/pengajaran tabernakel yang sekarang ini bukan hanya dihujat oleh orang luar, tetapi orang dalam sekarang ini juga mulai menghujat dan juga mereka menghujat orang-orang yang dipakai dan sudah tidak yakin lagi pada pengajaran tabernakel. Ini yang harus kita waspadai sebab merupakan kesombongan.

      Inilah noda kejahatan yaitu:


      • hati yang dikuasai oleh keinginan akan uang/terikat/cinta akan uang dan
      • juga mulut yang dikuasai oleh api hawa nafsu daging sehingga kata-katanya menghanguskan lewat berdusta, lewat memfitnah, menghujat, bersungut-sungut dllnya.


      Itu sebabnya, biarlah setiap pelayan TUHAN/hamba TUHAN selalu mengucap syukur kepada TUHAN sebab ini yang baik. Semoga kita dapat mengerti.


    • noda malas. Noda malas = noda tidak setia.

      Amsal 20 : 6, Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

      Sekarang ini, sulit untuk mencari orang yang setia, sedangkan orang yang baik hati itu banyak sebab selalu memberi ini dan itu, tetapi ‘setia’, jarang ditemukan. Kesetiaan ini di mulai dari seorang gembala tetapi jarang ditemukan; kalau baik menurut ukuran manusia, ada banyak. Seperti memperhatikan sidang jemaat dengan memberi uang, membezuk --> ini baik! Tetapi gembala sendiri, tidak setia dalam melaksanakan tugas-tugasnya di dalam ibadah pelayanannya.

      Itu sebabnya, kita semua harus berhati-hati --> banyak orang yang baik yaitu baik menurut ukuran manusia. Tetapi orang setia --> siapa menemukannya? Sudah sangat jarang, bahkan hampir-hampir sudah tidak ada lagi.

      Ini yang penting yaitu noda malas/noda tidak setia, kita mohon kepada TUHAN supaya ditemukan oleh TUHAN untuk menjadi seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang setia.

      Kalau melayani dengan malas --> masuk, tidak masuk = tidak setia, maka di dalam Amsal 18, bukannya membangun Tubuh Kristus, tetapi merusak Tubuh Kristus ?Amsal 18 : 9, Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

      Si perusak = setan yang:


      • merusak dunia,
      • merusak manusia,
      • merusak nikah yang suci di taman Eden.


      Jadi, kalau hamba TUHAN/pelayan TUHAN melayani dengan malas/tidak setia, maka kehidupan itu bukan membangun Tubuh Kristus tetapi justru merusak Tubuh Kristus. Jadi inilah perlunya Firman pengajaran.

      Di dalam injil Matius 19, menghadapi nikah dan menghadapi pelayanan supaya dapat berpakaian putih berkilau-kilau/berjala-jala/bermata-mata, maka YESUS harus terlebih dahulu mengajar. Sedangkan di dalam ktb Maleakhi 3, YESUS sebagai Imam Besar duduk = menggunakan waktu yang lama untuk mengucak pakaian Lewi/imam-imam/pakaian pelayan TUHAN dengan sabun tukang penatu. Terutama di dalam ibadah pendalaman alkitab dan di sertai dengan perjamuan suci, kita dikucak dari noda jahat dan dari noda malas.


    Akibat dari noda jahat dan noda malas --> Matius 25 : 30, Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Hamba yang jahat dan malas = hamba yang tidak berguna apa-apa.

    Di Lempin-El Kristus Ajaib, selalu guru-guru mengajarkan dan sekarang saya juga mengajar kepada murid-murid --> lebih baik seorang pengerja yang setia dan bertanggung jawab daripada seorang gembala yang tidak setia. Pengerja mungkin setiap pagi mengepel dan tidak ada yang melihat, seandainya pengerja mogok/tidak mau mengepel selama satu bulan --> kira-kira jemaat merasa nyaman ketika mendengarkan Firman? Seringkali kita tidak menghargai, tetapi justru yang kecil ini yang berharga dan harus di perhatikan seperti jantung yang kecil dan seandainya jantung tidak bekerja, maka seluruh tubuh akan mogok.

    Lebih berguna/lebih baik seorang pengerja yang setia daripada seorang gembala yang tidak setia dan ini merupakan sungguh-sungguh motto kami. Jadi menjadi seorang pengerja-pun harus setia, apalagi menjadi gembala harus setia, tidak bisa tidak setia; semua harus setia, baik ia seorang pemain musik, penyanyi, harus setia.

    Kalau tidak setia:


    • menjadi tidak berguna dan
    • dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap = ketinggalan saat YESUS datang kembali kedua kalinya/tidak tahan menyambut kedatangan TUHAN dan masuk dalam kebinasaan untuk selama-lamanya. Itu sebabnya hamba TUHAN/pelayan TUHAN jangan sampai menjadi jahat dan malas sebab tidak berguna.


    Tetapi kalau hamba TUHAN/pelayan TUHAN mau disucikan/dikucak, maka hasilnya akan menjadi lain --> Matius 25 : 21, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Jadi, kalau kita mau disucikan oleh Firman pengajaran yang benar/sabun tukang penatu = kalau pakaian pelayanan kita mau dibersihkan/disucikan lewat Firman pengajaran yang benar/sabun tukang penatu, maka kita akan menjadi seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang setia dan baik. Dan ini berada di hadapan TUHAN. Dibagian atas dikatakan, orang yang baik itu banyak, tetapi menurut ukuran manusia, tetapi menurut Pandangan TUHAN, harus setia terlebih dahulu, baru baik dan juga setia dan benar. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika setia dan baik, maka hasilnya akan dipercaya dalam pekerjaan yang lebih besar = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. TUHAN tidak mencari orang yang pandai dan kaya terlebih dahulu, sekali-pun hal itu penting, tetapi bukan itu yang utama. Yang dicari terlebih dahulu oleh TUHAN adalah hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang setia dan baik dan juga setia dan benar = setia dan bertanggung jawab dan akan merasakan kebahagiaan surga.

    Semakin kita dipakai, semakin kita merasa berbahagia sampai pada puncaknya nanti adalah jika YESUS datang kembali kedua kalinya, kita akan masuk dalam puncak kebahagiaan di dalam pesta kawin Anak Domba ALLAH diawan-awan yang permai. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari, diperiksa sungguh-sungguh noda kejahatan dan juga noda kemalasan, semoga dapat dikucak/disucikan oleh Firman pengajaran dan juga ditambah dengan perjamuan suci di dalam ibadah pendalaman alkitab. Dengan perjamuan suci, maka membersihkannya akan menjadi lebih cepat lagi/lebih akurat.

    Kalau kita melayani TUHAN dengan setia dan baik = tidak ada noda jahat dan malas --> kita semakin disucikan, semakin dipakai dan juga menjadi semakin berbahagia sampai pada puncak kebahagiaan yaitu kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba ALLAH saat YESUS datang kembali kedua kalinya, kita bersama dengan Dia selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti ini.

    Inilah proses untuk mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan/pakaian berjala-jala/bermata-mata = pakaian kesucian yaitu lewat pekerjaan sabun tukang penatu.


  2. lewat percikan darah/api tukang pemurni logam = nyala api siksaan.
    Pakaian kesucian kita dapatkan lewat Firman pengajaran, sedangkan lewat percikan darah/nyala api siksaan, kita mendapatkan pakaian kemuliaan.

    1 Petrus 4 : 12, 13,
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

    Nyala api siksaan = api pemurni logam yaitu:


    • penderitaan/sengsara daging bersama YESUS,
    • penderitaan/sengsara daging tanpa dosa.


    Jadi, sudah suci, masih harus menderita daging/sengsara daging tanpa dosa bersama YESUS dengan hasil kemuliaan/keubahan hidup = pakaian kemuliaan; kalau dikucak/disucikan = pakaian kesucian/pakaian putih berjala-jala =


    • setia dan baik,
    • setia dan benar,
    • setia dan bertanggung jawab,
    • kita berbahagia sebab dipakai oleh TUHAN.


    Tetapi masih harus menghadapi nyala api siksaan/penderitaan daging bersama YESUS untuk mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS = kemuliaan.

    Banyak orang menilai kemuliaan TUHAN itu:


    • hanya dengan gereja yang besar dengan jumlah ribuan jemaat,
    • hanya dengan mendapatkan gaji yang besar, memiliki rumah yang besar dengan banyak mobil. Belum tentu!! Sebab orang dunia yang tidak mengenal YESUS, memiliki harta yang lebih banyak. Tetapi kemuliaan yang benar-benar berasal dari TUHAN adalah keubahan hidup dan ini tidak dapat ditiru oleh orang dunia bahkan setan-pun tidak dapat meniru.


    Saya tidak anti dengan gereja yang besar --> tidak!! di Malang kami berdoa untuk memperbesar gereja dan tidak mengapa, tetapi ini belum tentu berasal dari TUHAN.
    Keubahan hidup ini betul-betul berasal dari TUHAN, sekali-pun kehidupan itu miskin dan juga sebagai seorang hamba TUHAN tidak memiliki gereja dan juga sidang jemaat hanya mendapatkan gaji yang kecil/besar. Tetapi kalau ada keubahan hidup, maka ini betul-betul berasal dari TUHAN/kemuliaan dari TUHAN.

    Gereja besar dengan ribuan jemaat, tetapi kalau disertai dengan keubahan hidup, maka itu berasal dari TUHAN/kemuliaan dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Itu sebabnya kita harus menerima percikan darah seperti di dalam tabernakel yaitu di dalam ruangan maha suci ada percikan darah sehingga terjadi sinar kemuliaan/keubahan hidup. Jadi, semakin kita diubahkan, semakin kita dipermuliakan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti ini.

Jadi, kita harus mengingat dengan sungguh-sungguh, bahwa setiap penderitaan daging yang TUHAN ijinkan terjadi atas hidup kita, bukan tanpa tujuan yang rohani, tetapi sungguh-sungguh dengan tujuan rohani yaitu kita harus mengalami keubahan hidup.

Penderitaan ini dalam bentuk:

  • penyakit,
  • gaji diturunkan/omzet ekonomi menurun.

Penderitaan tanpa keubahan hidup = konyol!! sebab hanya menuju pada kebinasaan. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh yaitu sejak kita menderita, maka kita harus berubah.

Mungkin sekarang ini ada yang menderita karena memang berbuat kesalahan/berdosa --> mari! akui dan tinggalkan dosa-dosanya serta berubah dan ini menjadi penderitaan tanpa dosa = percikan darah/api pemurni logam. Kita jangan mempertahankan dosa-dosa, sebab itu akan menjadi nyala api siksaan/percikan darah. Bahkan mungkin harus melalui penjara karena melakukan korupsi --> ini memang harus dilalui dan selagi berada di dalam penjara, maka ia dapat mengalami keubahan hidup.

Siksaan itu dapat dalam bentuk apa saja --> silahkan! Tetapi yang penting di dalam penderitaan/di saat mengalami penderitaan karena dosa, maka kita:

  • harus mengaku dosa,
  • berhenti berbuat dosa dan
  • berubah.

Tetapi kalau kita menderita yang memang diijinkan oleh TUHAN --> tidak bersalah, tetapi harus menderita, maka kita juga harus berubah. Ini nilainya sama yaitu mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS.

Pakaian kesucian yang kita dapatkan oleh pekerjaan Firman pengajaran disertai perjamuan suci --> kita dikucak sehingga kita menjadi:

  • setia dan benar,
  • setia dan baik dan juga,
  • setia dan bertanggung jawab sehingga kita dipakai oleh TUHAN dan menjadi
  • berbahagia di dalam TUHAN

Mari, kita sungguh-sungguh serius, bagi yang belum setia, mari setia. Demikian juga dengan saya yang kurang setia dan ini tidak saudara ketahui; saya setia dalam melayani, tetapi bagaimana dalam berdoa yang tidak kelihatan dan juga dalam membaca alkitab? Saudara tidak mengetahui saya setia atau tidak. Hanya TUHAN Yang mengetahui dan kalau kurang, maka TUHAN Yang akan mengucak. Itu sebabnya kita harus setia --> di gereja setia, tetapi di rumah juga harus setia dalam berdoa dan membaca alkitab.

Apa yang harus diubahkan lewat percikan darah/nyala api siksaan/api pemurni logam?
2 Korintus 4 : 16 – 18,
16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

  1. hati yang harus diubahkan, sehingga menjadi kuat dan teguh hati = tidak tawar hati = tidak mudah menjadi kecewa, putus asa ketika menghadapi segala sesuatu. Bagi para hamba-hamba TUHAN dan juga pelayan-pelayan TUHAN mau-pun siswa/i Lempin-El, harus memperhatikan, sebab yang dibutuhkan oleh seorang hamba TUHAN adalah ‘hati’ bukan otak.

    Musa yang sudah bersekolah di Mesir selama empat puluh tahun --> otak, hebat!, tetapi karena hatinya belum diubahkan, ia tidak mampu melayani dua orang saja, bahkan ia menjadi seorang pembunuh. Tetapi begitu hatinya diubahkan, ia dapat melayani.

    Itu sebabnya hati harus diubahkan menjadi kuat dan teguh hati yaitu:


    • tidak tawar hati,
    • tidak mudah kecewa,
    • tidak mudah putus asa menghadapi segala sesuatu, tetapi tetap berharap kepada TUHAN, tetap melayani TUHAN (jangan meninggalkan pelayanan). Bagi Lempin-El, istilah dari alm bpk pdt In Juwono --> ‘jangan gulung tikar’ sebab ini merupakan pelayanan di dunia yang membuka usaha, tetapi karena tidak laku, maka usaha itu ditutup/gulung tikar. Bagi TUHAN tidak ada istilah gulung tikar --> surga tidak pernah gulung tikar. Semoga kita dapat mengerti.


    Orang yang mudah kecewa/tawar hati, pada akhirnya akan menolak YESUS dan ini dimulai dari meninggalkan pelayanan sampai betul-betul akan meninggalkan YESUS.

    Kita harus berhati-hati, sebab menjadi tawar hati itu:


    • terutama di saat kita mengalami penderitaan,
    • di dalam nikah dan juga
    • di dalam pelayanan.


    Ini merupakan tiga tempat utama di mana hamba TUHAN dan pelayan TUHAN mudah menjadi tawar hati/kecewa. Di dalam penderitaan, saya sudah menjadi contoh --> masih sekolah selama tiga bulan, saya sudah mau lari hanya karena saya tidak makan dan juga tidak minum = saya menjadi kecewa sampai menyinggung panggilan di saat berada di dalam penderitaan.

    Demikian juga dengan pelayan-pelayan TUHAN yang juga mengalami penderitaan sekali-pun sudah melayani TUHAN sehingga kehidupan itu meninggalkan YESUS dan akan binasa untuk selama-lamanya.

    Kekecewaan ini juga dapat terjadi di dalam nikah --> hai bapak-bapak, jangan membuat anak-anak menjadi tawar hati (Kolose). Suami/istri menjadi tawar hati ketika melihat suami/istri; anak/orang tua menjadi kecewa melihat orang tua/anak. Itu sebabnya jangan saling berharap sebab akan menjadi kecewa. Berharap saja kepada TUHAN.

    Hati ini juga harus dijaga, jangan sampai menjadi bangga --> kecewa dan bangga, itu sama. Hati diubahkan sehingga tidak kecewa dan juga tidak bangga dengan sesuatu, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

    Tidak kecewa --> selalu berharap kepada TUHAN sekali-pun berada di dalam penderitaan.
    Jangan bangga --> tidak boleh bangga dengan sesuatu, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.


  2. perhatian juga harus diubahkan. Kami tidak memperhatikan perkara-perkara di bumi ini karena sifatnya fana, tetapi kami memperhatikan perkara-perkara yang di atas (2 Kor 4 : 18).

    Jadi, yang diubahkan adalah perhatian kita, menjadi hanya memperhatikan TUHAN/memperhatikan perkara-perkara rohani lebih dari perkara-perkara jasmani. Jangan dibalik, kita seringkali mengorbankan perkara-perkara yang rohani hanya untuk mendapatkan perkara-perkara yang jasmani dan contohnya adalah Esau sebab ini merupakan pandangan yang cabul sehingga hidupnya betul-betul hancur dan penuh dengan air mata.

Mari, kita bersungguh-sungguh dengan memiliki pandangan yang hanya kepada TUHAN/pandangan pada perkara-perkara yang rohani lebih dari perkara-perkara yang jasmani.

Dan, kita hanya memperhatikan kemurahan TUHAN --> Mazmur 107 : 43, Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

Mari, perhatian kita -->

  • mungkin kita memiliki banyak harta, jangan perhatian kita pada harta sebab nanti kita akan menjadi kecewa. Semua perhatian kita hanya pada TUHAN
  • mungkin kita berada di dalam penderitaan (kemiskinan/kekurangan, penyakit dll) perhatian kita hanya kepada TUHAN sebab ini merupakan kemuliaan. Di saat kita diberkati, perhatian kita tidak terpengaruh, sebab ini semua hanya merupakan kemurahan dari TUHAN/belas kasihan TUHAN dan ini merupakan kemuliaan. Apa-pun keadaan kita, semua merupakan kemurahan TUHAN/belas kasih TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita memiliki pakaian putih/pakaian berjala-jala/bermata-mata --> ada pakaian kesucian dan kemuliaan.
Pakaian kesucian --> tidak ada kejahatan dan malas = setia dan baik.
Pakaian kemuliaan --> kuat dan teguh hati dengan perhatian kita hanya kepada kemurahan TUHAN, maka Mata TUHAN juga tertuju kepada kita/ Mata Imam Besar sedang tertuju kepada kita sampai pada bagian yang terdalam.

Bagian yang paling dalam ini, mungkin tidak diketahui oleh istri/suami keadaan dari istri/suami demikian juga dengan anak/orang tua yang masing-masing tidak mengetahui keadaannya. Demikian juga dengan gembala yang tidak mengetahui keadaan dari jemaat yang paling dalam dan juga sebaliknya --> hanya Imam Besar Yang tahu/Imam Besar memperhatikan sampai pada hal yang terdalam.

Ada empat hal yang sangat diperhatikan oleh Imam Besar terhadap hamba-hamba TUHAN dan pelayan-pelayan TUHAN yaitu:
Matius 19 : 1 --> pakaian putih bermata-mata di dapat lewat pengajaran dan menyeberang sungai Yordan/percikan darah dan pandangan kita hanya kepada TUHAN, maka TUHAN juga akan memandang kita.

  1. Matius 19 : 2, Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Ia pun menyembuhkan mereka di sana.

    Yang sangat diperhatikan oleh Imam Besar adalah kesengsaraan hamba TUHAN dan pelayan TUHAN. Mungkin kesengsaraan ini lewat masalah penyakit, masalah ekonomi dlsbnya, TUHAN memperhatikan dan akan memulihkan semuanya sampai kepada masalah yang mustahil-pun, diselesaikan oleh TUHAN.


  2. tentang perceraian --> nikah dan juga anak-anak kecil yang dihalangi untuk datang kepada TUHAN dan juga orang muda yang kaya yang meninggalkan TUHAN. Inilah masalah nikah dan buah nikah --> TUHAN sangat memperhatikan nikah dan buah nikah. Yaitu nikah yang diancam dengan perceraian = nikah yang belum menyatu. Mungkin tidak satu iman, tidak satu pengajaran, tidak satu penggembalaan, tidak satu pelayanan bahkan sudah tidak satu hati lagi/sudah tawar hati dan dingin atau betul-betul sudah bercerai --> mari berdoa agar dapat menyiapkan pakaian putih dan mata kita hanya memohon kepada belas kasihan TUHAN dan juga pandangan kita hanya kepada TUHAN, maka TUHAN juga akan memandang kita sehingga nikah kita akan ditolong.

    Kemudian buah nikah/anak-anak kecil yang dihalangi untuk datang kepada TUHAN dan TUHAN katakan: ‘inilah yang empunya kerajaan surga’. Kita harus berhati-hati, jika anak kecil dihalangi untuk datang ke sekolah Minggu/datang kepada TUHAN supaya ia tidak memiliki kerajaan surga. Itu sebabnya, mari, bagi orang tua, bawa anak-anak kecil datang ke sekolah Minggu.

    Dan juga bagi anak muda yang kaya/yang berhasil, tetapi ia tidak selamat. Ini juga menjadi perhatian TUHAN. Apa gunanya keberhasilan? Sekali-pun ia baik dan juga kaya, tetapi ia tidak selamat sebab tidak mau dipakai oleh TUHAN/tidak mau beribadah melayani TUHAN. Saya sangat mendukung jika ada orang tua yang mendorong anak-anaknya untuk kuliah dan bekerja dengan keras --> ini bagus.

    Saya pernah bercerita, dulu kalau sudah waktu untuk pergi kesekolah, dan saya terlambat bangun, saya sampai ditarik dari tempat tidur oleh ayah saya sebab harus naik dokar ke sekolah yang jaraknya cukup jauh. Saya bersyukur, tetapi lebih dari itu, apa gunanya keberhasilan di dunia? Mari, bawa anak-anak muda sampai mereka dapat beribadah melayani TUHAN dan juga dipakai oleh TUHAN, sebab ini merupakan keberhasilan untuk selama-lamanya.


  3. langkah hidup kita, Ayub 31 : 4, Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?

    TUHAN selalu memperhatikan langkah hidup kita/setiap denyut nadi kita supaya kita tidak dikuasai oleh maut, sebab jarak maut dengan kita hanyalah satu langkah dan kita mendapatkan masa depan yang indah serta keberhasilan di dalam TUHAN.


  4. Mazmur 144 : 3, 4,
    3. Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
    4. Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

    Manusia yang lemah, hina dan juga tidak berharga, tetapi diperhatikan oleh TUHAN. Sejauh mana perhatian TUHAN kepada manusia yang lemah/tidak berdaya, hina karena selalu berbuat dosa? Mazmur 8 : 5, 6,
    5. apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
    6. Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

    Perhatian TUHAN kepada manusia adalah menyucikan, mengubahkan kita terus menerus sampai satu waktu kita menjadi sama mulia dengan ALLAH/dengan YESUS dan kita layak dengan pakaian putih berkilau-kilauan/pakaian putuh berjala-jala untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya diawan-awan yang permai.

Inilah saudaraku! Marilah kita melayani sebab tidak rugi, tetapi kita tidak boleh telanjang dan juga tidak bernoda; sebab itu bukanlah melayani TUHAN, tetapi melayani diri sendiri dan juga melayani setan.

Itu sebabnya kita harus:

  • menerima pengajaran = sabun tukang penatu yang akan memutihkan noda-noda/menyucikan supaya kita menjadi setia dan benar, setia dan baik dan juga setia dan bertanggung jawab di dalam pelayanan.


  • menerima nyala api pemurni logam = penderitaan tanpa dosa = percikan darah untuk mengubahkan dan memuliakan kita. Hati menjadi kuat dan teguh hati --> tidak tawar hati, tidak meninggalkan pelayanan, tetapi hanya berharap kepada TUHAN dan juga pandangan kita hanya kepada TUHAN/kepada belas kasih TUHAN, maka pandangan TUHAN juga tertuju kepada kita. Apa-pun yang kita alami baik itu nikah dan buah nikah yang sekarang ini sedang kalang kabut/belum baik/masih carut marut, mari! TUHAN akan menolong. Kemudian langkah hidup kita yang mungkin dibayang-bayangi oleh dosa-dosa dan maut sehingga langkah hidup kita belumlah indah, mari! pandang Dia sebab Dia Yang akan memperindah dan merapikan. Dan yang terakhir, manusia yang hina akan diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top