English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 adalah tentang buli-buli emas berisi manna.

Ibrani 9:4
9:4 Di situ...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Mei 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:57-66 adalah tentang "Kelahiran Yohanes Pembaptis".

Lukas 1:65-66
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Desember 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Mei 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL (nubuat ke-6)
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 Maret 2019 (Rabu Malam)
Yohanes 20: 21-22
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian...

Ibadah Doa Surabaya, 13 April 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Raya Malang, 12 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 kali...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Oktober 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih membaca dalam kitab Wahyu 2: 9-10 (Jemaat SMIRNA: diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014)
2:9. Aku tahu
kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2: 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam
penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Keadaan sidang jemaat Smirna (sidang jemaat akhir zaman) secara jasmani (ayat 9) adalah:

  • dalam kesusahan,
  • dalam kemiskinan,
  • difitnah.

Namun, jemaat Smirna kaya secara rohani.
Dalam ayat 10, keadaan jemaat Smirna masih ditambah lagi dengan puncak penderitaan, yaitu:

  • dalam suasana penjara,
  • dicobai,
  • mengalami kesusahan selama sepuluh hari.

Kita sudah mempelajari kesusahan sepuluh hari yang dialami oleh Daniel supaya bisa hidup suci dan menerima hikmat Tuhan, dialami oleh Ribka untuk bisa tergembala dan jadi mempelai wanita/menjadi isteri Ishak. Jemaat Smirna juga mengalami kesusaahan selama sepuluh hari, artinya: mengalami penderitaan daging bersama Yesus untuk menerima kasih Allah (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Oktober 2014).
Angka 10 mengingatkan kita pada dua loh batu (kasih Allah).
Tuhan izinkan jemaat Smirna mengalami penderitaan selama sepuluh hari = penderitaan daging bersama Yesus untuk menerima kasih Allah.
Kasih Allah ini penting bagi kita.

Matius 24: 12
24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Di akhir zaman, kasih ini justru menjadi dingin dan kedurhakaan bertambah.
Kita sangat membutuhkan kasih Allah di akhir zaman, sebab di akhir zaman akan terjadi krisis kasih. Dan ini merupakan krisis terbesar, kasih akan menjadi dingin (beku seperti es) = hati yang keras dan api kedurhakaan juga makin meningkat yang membuat hukuman Tuhan turun atas dunia akhir zaman.

Jadi, Tuhan ijinkan kesusahan selama sepuluh hari bukan untuk membuat kita hancur, tetapi supaya kita menerima kasih Allah.
Ini sudah pernah terjadi dan merupakan nubuatan.

Keluaran 9: 23-24
9:23. Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir.
9:24. Dan turunlah
hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa.

= tulah ketujuh. Saat Israel hendak keluar dari Mesir, maka terjadi tulah hujan es dan api yang menyambar-nyambar.
Nanti di akhir zaman, ini akan terjadi lagi.

Wahyu 16: 17, 21
16:17. Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
16:21. Dan
hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Pada akhir zaman, pada saat gereja Tuhan hendak keluar dari dunia ini untuk bertemu Tuhan di awan-awan yang permai, maka akan terjadi hujan es yang dahsyat dan disertai dengan api juga.

2 Petrus 3: 10
3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Oleh sebab itu, sekarang ini kita harus memelihara kasih Allah dalam kehidupan kita, supaya kita tidak ditimpa hujan es dan nyala api dari langit.

Kalau Tuhan menyatakan hukumanNya pada dunia, maka Ia menyediakan tempat yang aman bagi kita. Tinggal kita mau atau tidak. Jadi, kalau ada orang yang kena hukuman, itu salahnya sendiri, berarti dia betul-betul keras hati/beku hatinya.

Ada tiga tempat untuk memelihara kasih Allah, jangan sampai dingin dan jangan sampai durhaka:

  1. Keluaran 9: 18-20
    9:18. Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini.
    9:19. Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa
    ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati."
    9:20. Maka siapa di antara para pegawai Firaun yang takut kepada firman TUHAN, menyuruh hamba-hambanya serta ternaknya lari ke rumah,

    'besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat'= sebelum hukuman datang, Tuhan sudah lebih dulu menyatakan FirmanNya.

    Tempat memelihara kasih Allah yang pertama: nikah rumah tangga ('berkumpul ke rumah').
    Biarlah kita memperhatikan nikah rumah tangga kita masing-masing.

    Praktik memelihara kasih Allah dalam nikah rumah tangga:


    • Kolose 3: 18
      3:18. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

      Mulai dari isteri. Semua selalu di mulai dari isteri, karena yang jatuh dalam dosa lebih dulu adalah Hawa.
      Jadi, kalau ada masalah dalam rumah tangga, isteri harus memperbaiki diri lebih dulu.
      Isteri tunduk pada suami dalam segala sesuatu.

      Kalau isteri melawan (tidak tunduk pada suami), berarti kasihnya sudah menjadi dingin (beku, hatinya keras) dan ada api pendurhakaan yang akan dihukum oleh Tuhan.

      Contoh penundukan isteri adalah Sara.
      Sara tetap tunduk pada Abraham sekalipun diberikan pada laki-laki lain sebanyak dua kali. Tetapi hasilnya, Tuhan membela Sara dan membuka pintu rahim Sara yang mandul.
      Artinya: pembukaan pintu masa depan yang indah sampai pembukaan pintu Surga.

      Selama isteri tunduk kepada suami (ada kasih Allah), berarti ada pembelaan dari Tuhan, sehingga nikah rumah tangga masih bisa diharapkan dan ada pembukaan pintu masa depan yang indah sampai pembukaan pintu keselamatan/pembukaan pintu Surga.

      Penundukan adalah sentral dari pengajaran Tabernakel.


    • Kolose 3: 19
      3:19. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

      = suami mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada isteri.
      Isteri adalah bejana tanah liat yang lemah. Kalau suami berkata kasar, isteri bisa retak hatinya. Tetapi kalau retak, masih bisa dipulihkan lewat permohonan ampun.
      Namun, kalau kasar dalam perbuatan (memukul dan lain-lain), hati isteri bukan retak, tapi hancur berkeping-keping (seperti bejana yang dibanting) dan sangat sulit untuk dipulihkan, kecuali hanya oleh kemurhaan Tuhan yang besar.

      Kaum muda juga harus hati-hati. Kalau masa pacaran sudah pukul-pukul, jangan lanjutkan, karena nanti saat sudah menikah bisa ditendang-tendang.

      Mengasihi adalah sentral dari pengajaran Mempelai.

      Jadi, kalau digabung: kalau istri tunduk pada suami dan suami mengasihi isteri seperti diri sendiri, maka nikah itu menjadi satu dan kita dipercaya untuk membawa kabar mempelai dalam terang Tabernakel = menjadi saksi tentang Kabar Mempelai. Nikah juga menjadi rumah doa, bukan menjadi sarang penyamun. Doa kita dijawab oleh Tuhan dan kita berbahagia. Kalau menjadi sarang penyamun, maka nikah menjadi susah payah.

      Matius 18: 19
      18:19. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

      'dua orang'= suami dan isteri.
      Ada banyak masalah dalam nikah (sakit, kurang uang dan lain-lain), tetapi masalah terberat dalam nikah adalah kalau nikah tidak menjadi satu.
      Kalau nikah menjadi satu, seberat apapun masalah, kita masih bisa berdoa dan Tuhan menjawab doa kita.
      Nikah tidak menjadi satu= terjadi perceraian, baik secara diam-diam seperti Yusuf mau menceraikan Maria (perceraian hati, sekalipun masih satu rumah, satu tempat tidur tetapi hati sudah tawar dan dingin)) sampai perceraian lewat surat secara sah.

      Kalau nikah bercerai, berarti rohaninya mati (kepala dan tubuh terpisah).
      Sebab itu, kalau isteri mau menceraikan suami, jangan ikut-ikut, biarkan saja. Demikian sebaliknya. Yang penting dari kita tidak mau bercerai. Terserah dia mau pergi atau apa, yang penting kita tetap menjaga supaya jangan mati rohani, sebab kalau sudah bercerai, itu sudah bersuasana neraka.

      Kalau sudah bercerai lagi, kemudian menikah lagi dengan yang lain, rohaninya menjadi busuk (sudah ada di neraka).


    • Kolose 3: 20
      3:20. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

      = anak-anak taat dengar-dengaran pada orang tua yang benar dan kita akan memiliki masa depan yang indah.
      Kalau pandai, kaya, belum tentu indah.
      Sekalipun kaum muda tidak mempunyai potensi yang hebat secara jasmani, tetapi kalau taat dengar-dengaran pada orang tua yang benar di rumah (halaman tabernakel), orang tua rohani yang benar/gembala (Ruangan Suci) dan Gembala Agung/Firman Allah (Ruangan Maha Suci), maka Tuhanlah yang memberikan masa depan yang indah.

      Sebaliknya, kalau potensi hebat, tetapi kalau tidak taat, potensi hebat itulah yang menggantung kehidupan muda (tidak ada masa depan yang indah) seperti yang dialami oleh Absalom.

      2 Samuel 14: 24-26
      14:24. Tetapi berkatalah raja: "Ia harus pergi ke rumahnya sendiri, jangan ia datang ke hadapanku." Jadi pergilah Absalom ke rumahnya sendiri dan tidak datang ke hadapan raja.
      14:25. Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya
      tidak ada cacat padanya.
      14:26. Apabila ia mencukur rambutnya--pada akhir tiap-tiap tahun ia mencukurnya karena menjadi terlalu berat baginya--maka ditimbangnya
      rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya, menurut batu timbangan raja.

      2 Samuel 18: 9
      18:9. Kebetulan Absalom bertemu dengan orang-orang Daud. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus.

      'rambutnya'= salah satu potensi hebat dari Absalom, tetapi justru potensi ini yang menggantung dia ('tersangkutlah kepalanya').
      'tergantung antara langit dan bumi'= terkatung-katung, tidak indah hidupnya sampai binasa.

      Itu sebabnya, Tuhan izinkan Smirna mengalami penderitaan selama sepuluh hari untuk menerima kasih Allah. Ini yang dibutuhkan, sebab di akhir zaman kasih menjadi dingin dan kedurhakaan bertambah-tambah, sehingga menarik hukuman Tuhan.
      Oleh sebab itu, malam ini, kita mohon kasih Allah sekaligus kita memelihara kasih Allah.


    • Kolose 3: 21
      3:21. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

      = sikap orang tua yaitu jangan membuat anak menjadi tawar hati.
      Membuat tawar hati anak, artinya:


      • orang tua memaksakan kehendak yang tidak sesuai dengan Firman Allah, terutama soal jodoh. Mungkin anak menurut, tetapi hatinya sudah menjadi tawar.


      • orang tua yang mengikuti kehendak anaknya yang tidak sesuai Firman Allah (tidak pernah menegor dan menasihati), seperti imam Eli terhadap anak-anaknya. Sudah tahu tidak benar, tetapi dibiarkan, sehingga terjadi Ikabot (tidak ada kemuliaan Allah dan hanya ada hukuman Allah).


      Yang benar adalah orang tua mendidik anak-anak sesuai Firman pengajaran yang benar, sekalipun keras, tetapi Tuhan yang membela.


  2. Keluaran 9: 25-26
    9:25. Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya.
    9:26.
    Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.

    Tempat memelihara kasih Allah yang kedua: 'tanah Gosyen'= kandang penggembalaan.

    Kejadian 47: 6
    47:6. Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku."

    Firaun (setan) sendiri mengakui bahwa tanah Gosyen/penggembalaan adalah tempat yang terbaik. Sebab itu setan berusaha menghancurkan sistem penggembalaan ini. Dan yang dipukul lebih dulu adalah gembalanya, sebab kalau kita tergembala, setan tidak bisa berbuat apa-apa.
    Kalau gembala dibunuh rohaninya, maka domba-domba akan tercerai berai dan mati rohaninya.
    Gembala mati rohaninya kalau tidak memberi makan pada domba-domba, sehingga domba-domba tercerai-berai dan mati rohani/kering rohani..

    Jadi, semua harus tergembala, mulai dari gembala, rasul, nabi, penginjil dan guru, juga jabatan yang lain (pemain musik, penerima tamu dan sebagainya).

    Domba-domba juga harus tergembala dengan benar dan baik, sebab banyak penggembalaan yang tidak benar.
    Ada gembala yagn pandir, ada juga gembala pedagang.

    Pandir= bodoh tapi sok pandai= menambah dan mengurangi Alkitab hanya supaya jemaat senang. Jelas-jelas Firman mengatakan tidak boleh, tetapi supaya jemaat senang, maka gembala bilang boleh.
    Gembala pedagang= hanya menjadi manager dan menjual domba-domba.

    Karena itu, jangan sakit hati kalau selalu disebutkan 'benar dan baik'.
    Dua hal yang harus diperhatikan dalam penggembalaan yang benar:


    • kandang penggembalaan, yaitu ruangan suci. Ada tiga macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (diulang-ulang supaya kita yakin dan bisa praktik Firman):


      • Pelita Emas= ketekunan dalam Ibadah Raya= persekutuan dengan Alllah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya,
      • Meja Roti Sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman dan kurban Kristus,
      • Mezbah Dupa Emas= ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.


      Lewat tiga macam ibadah, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tidak bisa menjamah, kita berada dalam tangan Gembala Agung.
      Kita berdoa, supaya kita sungguh-sungguh berada di tempat yang aman. Jangan spekulasi!

      "Waktu saya masih menjadi guru, saya juga berbeban berat kalau ada murid yang tidak naik kelas. Apalagi yang rohani, cari yang safe/pasti karena ini persoalan nyawa."

      Yohanes 10: 1, 9-10
      10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
      10:9.
      Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
      10:10. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka
      mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

      Untuk bisa masuk kandang penggembalaan (Ruangan Suci), memang harus lewat pintu sempit. Sakit bagi daging/penderitaan bagi daging.
      ay. 1= kalau tidak mau lewat pintu, itu bukan gembala dan domba, tetapi pencuri.

      Harus lewat pintu sempit memang menderita bagi daging, tetapi di balik pintu sempit ada hidup berkelimpahan, artinya:


      • kita dipelihara secara langsung oleh Gembala Agung sampai kita selalu mengucap syukur, bukan diukur dengan juta-juta.
      • hidup kelimpahan juga sama dengan Kanaan yang berlimpah susu dan madu= kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (Kanaan adalah gambaran dari kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).


      • hidup berkelimpahan adalah sampai kita menerima hidup kekal selama-lamanya.


      Tetapi, hati-hati! Ada sistem penggembalaan palsu. Setan menciptakan sistem penggembalan palsu, yaitu menawarkan hidup kelimpahan secara jasmani, sehingga tidak mau masuk pintu yang sempit. Baik gembala dan domba-domba sama-sama beredar-edar.
      Kalau domba beredar-edar, akan bertemu dengan binatang buas (singa), sehingga ditelan dan dibinasakan (jatuh dalam dosa sampai puncak dosa dan disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu).
      Kalau gembala beredar-edar, maka gembala sedang memasukkan singa ke dalam kandang penggembalaan, sehingga benar-benar menelan dan menghancurkan domba-domba (jatuh dalam dosa sampai puncak dosa dan disesatkan oleh ajaran palsu sampai binasa selamanya).

      Posisi gembala dan domba sama di hadapan Tuhan, sama-sama bertanggung jawab. Harus masuk kandang penggembalaan lewat pintu sempit!
      Kalau tidak masuk pintu sempit, berarti sama dengan pencuri, beredar-edar dan benar-benar di hancurkan oleh setan.


    • suara gembala.
      Yohanes 10: 3
      10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

      Jangan perhatikan suara asing! Kalau ada suara asing, kita harus lari.
      Suara gembala= Firman penggembalaan, yaitu Firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur/berkesinambungan seperti makanan bayi yang berurutan (hanya gembala/ibunya yang tahu), dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi domba-domba.

      1 Petrus 2: 2
      2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Firman penggembalaan= air susu ibu yang murni dan rohani.
      Murni= benar, tertulis dalam Alkitab, diwahyukan oleh Tuhan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.
      Rohani= dalam urapan Roh Kudus.
      Ini yang membuat kita bisa menikmati Firman penggembalaan.
      Kalau Firman penggembalaan itu benar, murni dan rohani (dalam urapan Roh Kudus), maka sidang jemaat bisa menikmati Firman penggembalaan.

      Tugas seorang ibu/gembala adalah memberi makan/menyusui. Kalau tidak mau menyusui apapun alasannya, berarti ia egois (tidak ada kasih Allah dan kasih sesama= tanpa kasih).
      Bayi/domba-domba tugasnya menyusu/makan Firman penggembalaan. Kalau tidak mau, maka domba juga egois (tidak ada kasih Allah dan kasih sesama= tanpa kasih).

      Ini yang berbahaya, yaitu terjadi musim dingin dalam penggembalaan.
      Yudas tidak bisa makan. Seharusnya ia sadar saat makan Firman ('siapa yang mencelupkan roti ini bersama dengan Aku, dialah yang akan menyerahkan Aku'), tetapi ia selalu berkata 'bukan aku'= egois, tanpa kasih, benar-benar masuk musim dingin rohani.

      Akibatnya: tidak mengalami pertumbuhan/pembaharuan rohani.
      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan
      mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3.
      tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4.
      suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'mencintai dirinya sendiri'= egois.
      Kalau sudah ada egois, maka semuanya juga egois, tidak ada pertumbuhan rohani.
      'tidak mempedulikan agama'= mencampur adukkan agama.
      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat = tidak mengasihi Tuhan ('siapa mengasihi Aku, ia menuruti FirmanKu').

      Jadi, di sini jelas dari awal (egois) sampai akhir (tidak taat) semuanya tanpa kasih.

      Tidak mengalami pembaharuan= tetap mempertahankan manusia darah daging (manusia tanpa kasih Allah) dengan 18 sifat tabiat daging, sehingga dicap 666, jadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya.

      Di luar kandang berbahaya, tetapi di dalam kandang, kita harus ekstra hati-hati. Kita berdoa bagi gembala-gembala supaya bisa sungguh-sungguh dalam memberi makanan rohani yang bisa dimakan dengan enak = Firman penggembalaan yang benar, murni dan rohani (dalam urapan Roh Kudus).

      Jemaat juga jangan keras hati supaya kita tidak egois. Kalau egois, kita berada di luar kandang penggembalaan dan hanya ada 18 sifat tabiat daging, jadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya.


    Mari kita tergembala dengan benar dan baik dan benar-benar ada kelimpahan.

    Nikah juga harus diperhatikan. Sebab itu, nikah pemberita kabar mempelai ini disorot oleh Tuhan, tetapi juga disorot oleh setan untuk dihancurkan.

    Kaum muda (keledai muda) juga mau ditunggangi oleh Tuhan dalam kegerakan kabar mempelai.
    Jaga pergaulan dan nikah kita!
    Kalau kita lemah di sini, kita tidak bisa dipakai. Tuhan tolong kita semua.


  3. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Tempat memelihara kasih Allah yang ketiga: dalam hati kita masing-masing.
    Kita harus menjaga hati kita masing-masing.

    Hati seperti apa yang bisa menerima dan memelihara kasih Allah?
    Matius 11: 28-30
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
    lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Saat-saat dalam penderitaan secara daging seperti jemaat Smirna, kita belajar pada Yesus di kayu salib yang rendah hati dan lemah lembut.
    Kita juga memiliki hati yang rendah hati dan lemah lembut.

    Hati-hati! Banyak yang salah. Dalam penderitaan justru keras. Saat ditegor, malah marah dan merasa tidak salah.
    Saat dalam penderitaan, justru kita harus belajar pada Yesus di kayu salib, Dia tidak marah, tetapi berkata, 'Bapa, ampunilah mereka' = lembut.

    Dalam keberhasilan kita juga belajar pada Yesus di kayu salib, sebab ada juga orang yang keras saat dalam keberhasilan. Saat ditegor atau dinasihati, selalu menjawab, 'buktinya aku berhasil, buktinya aku diberkati Tuhan' dan lain sebagainya, padahal setan sedang menggoda dia.

    Jadi, baik dalam penderitaan maupun saat kita berhasil, kita harus selalu belajar pada Yesus di kayu salib, supaya kita juga memiliki hati yang rendah hati dan lemah lembut.

    Rendah hati=


    • kemampuan untuk mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama, bukan menyalahkan orang lain. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    • kemampuan untuk mengakui segala kegagalan-kegagalan kita sekaligus mengakui keberhasilan/kelebihan orang lain. Jangan iri, tetapi kita tiru keberhasilan orang lain (keberhasilan yang diperoleh dengan cara yang sehat).


    Lemah lembut=


    • kemampuan untuk menerima Firman pengajaran yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Ini orang yang bisa diharapkan. Kalau orang menolak Firman yang keras seperti Yudas, sekalipun dia hebat, orang semacam ini tidak bisa diharapkan.

      Biar kita tidak hebat, tetapi kalau kita bisa rendah hati, mengaku dosa, bisa mengakui kegagalan kita dan mengakui keberhasilan orang lain, maka kita bisa maju.

      Tetapi kalau sudah salah, malah menyalahkan orang lain, biar orang ini hebat, ia tidak ada harapan.

      Kalau masih bisa menerima Firman yang keras/tajam, sekalipun ia sangat najis, masih ada harapan untuk dipakai Tuhan.

      Sebaliknya, sekalipun dia sangat suci, tapi kalau tidak bisa menerima Firman, maka tidak ada harapan. Sebentar lagi dia akan jatuh seperti Yudas.


    • kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    Istilah 'belajar', artinya belum lulus, tetapi sekarang kita belajar terus. Lewat perjamuan suci, kita belajar dan kita akui bahwa kita masih seringkali belum bisa rendah hati dan lemah lembut.

    "Saya ingat Opa Totaijs almarhum. Ia pernah ditunjuk-tunjuk orang lain dan ia merasa sulit untuk melupakan. Tetapi setiap lewat perjamuan suci, ia berdoa dan akhirnya ia bisa melupakan."

    Hati yang rendah hati dan lemah lembut itulah yang bisa menampung kasih Allah yang besar, sehingga kita mengalami kelegaan, ketenangan dan damai sejahtera.
    Damai sejahtera= tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan, tidak kecewa, putus asa, bangga, iri, pahit, najis dan sebagainya, tetapi kita hanya mengasihi Tuhan lebih dari semua.

    Kalau ada damai sejahtera, hasilnya:


    • Matius 11: 29-30
      11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
      11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu
      enak dan beban-Kupun ringan."

      Hasil pertama:
      ay. 29-30= kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan yang enak dan ringan (kegerakan pembangunan tubuh Kristus).
      'kuk'= untuk membajak ladang Tuhan. Tetapi, kuknya enak dan ringan.
      Kalau pelayanan terasa enak dan ringan,maka semua aspek hidup kita juga akan enak dan ringan.

      Tetapi, kalau mengeluh terus dalam ibadah pelayanan, maka nikah, pekerjaan dan study juga banyak keluhan karena hati tidak damai.

      Mungkin orang lain bilang, 'kasihan, ya, berat sekali', tetapi kalau hati kita damai, kita tidak akan merasa apa-apa lagi.

      Cari yang damai/enak dan ringan, bukan enak dan ringan secara daging, tetapi hati yang damai!

      Kalau Tuhan percayakan pelayanan pada kita, bukan untuk memberatkan kita, tetapi untuk membuat kita enak dan ringan. Tergantung apa yang ada di hati kita. Kalau yang ada kasih Allah, biarpun orang bilang berat, tetapi kita bisa merasa enak, ringan dan bahagia.


    • Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."


      Hasil kedua: kita bisa taat dengar-dengaran.
      Kalau hati kita penuh dengan kasih Allah, kita bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan (taat dengar-dengaran pada Tuhan). Kita menyerah sepenuh pada Tuhan apapun resiko yang kita hadapi dan apapun pengorbanannya ('terserah Kau, Tuhan').
      Dan tangan Gembala Agung (tangan yang berlobang paku) diulurkan juga kepada kita.

      Yesaya 40: 11
      40:11. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

      Kalau Tangan Gembala Agung diulurkan, hasilnya:


      • 'menghimpunkannya dengan tangan-Nya'= Tangan kasih Gembala Agung sanggup untuk menghimpukan kita semua (menyatukan yang sudah tercerai berai) mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai satu tubuh Kristus yang sempurna.


      • 'anak-anak domba dipangku-Nya'= Tangan Gembala Agung memangku kita, menanggung segala letih lesu-beban berat kita dan menyelesaikan segala masalah kita tepat pada waktuNya.


      • 'induk-induk domba dituntun-Nya'= Tangan Gembala Agung menuntun kita ke masa depan yang berhasil, indah dan bahagia sampai menuntun kita ke tempat penggembalaan yang terakhir (Yerusalem Baru).

        Wahyu 7: 17
        7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."


      • Tangan Tuhan juga menuliskan nama kita di Yerusalem Baru.
        Yohanes 10: 3
        10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

        'memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya' = suara gembala memanggil nama kita masing-masing dan menuliskan nama kita masing-masing.

        Nama Petrus juga ditulis. Kalau hanya dituntun tetapi tidak ada namanya, kita bisa diusir. Tetapi, kalau ada nama kita yang tertulis, kita tidak bisa diusir.
        Jangan berhenti tergembala sebelum nama kita ditulis sampai selesai!
        Kita tidak bisa keluar dan tidak bisa diusir selama-lamanya.

        Wahyu 21: 14
        21:14. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.


      Kalau tidak tergembala, Petrus yang hebat bisa menyangkal Tuhan. Tetapi setelah tergembala, ia bisa mengulurkan tangan (taat dengar-dengaran) dan ia benar-benar dihimpunkan, dipangku dan dituntun sampai namanya ditulis. Ia tidak bisa keluar dari situ.

Tuhan memeriksa nikah, penggembalaan dan hati kita masing-masing malam ini. Semoga hanya ada kasih Allah dalam hati kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top