English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Kamis Sore, 26 Agustus 2010)
Tayang: 24 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 08 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 14 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Sabtu Pagi, 09 Mei 2015 (Paskah Persekutuan))
Tayang: 28 Juni 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 31 Juli 2008)
Tayang: 26 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 25 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 24 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Ibadah Paskah II, 15 Mei 2014 (Kamis Pagi))
Tayang: 08 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 29 Juli 2008)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 19 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam II-Senin Sore, 05 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Penataran Imam VII-Minggu Sore, 18 November 2012
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 Januari 2013

Kita masih melanjutkan ibadah kita ini dengan membaca di dalam ktb Keluaran 28 tentang pelayanan yang tidak dapat dipisahkan dengan pakaian.
Keluaran 28 : 1, 2,
1. "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
2. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

Ay 1, Harun diangkat menjadi imam besar, sedangkan anak-anaknya diangkat menjadi imam-imam --> memegang jabatan imam bagi TUHAN.

Imam itu adalah:

  • seorang yang suci,
  • seseorang yang memiliki/memangku jabatan pelayanan yang diterima dari TUHAN,
  • seorang yang beribadah dan melayani TUHAN

Ay 2, jadi, pelayanan/tahbisan tidak dapat dipisahkan dengan pakaian sehingga orang yang telanjang tidak boleh melayani TUHAN, justru jauh terpisah dari TUHAN. Seperti waktu Adam dan Hawa telanjang, mereka tidak dapat menyambut kedatangan TUHAN, justru mereka lari dan bersembunyi Kita sudah mempelajari tentang pakaian kudus/pakaian imam besar. Sekarang ini kita akan mempelajari tentang pakaian secara umum.

Pakaian secara umum ini dibagi menjadi tiga bagian menurut jenisnya yaitu:

  1. pakaian luar, pakaian luar ini = perkara - perkara yang di luar yang dapat dilihat oleh mata yaitu perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan kita harus benar dan baik. Jika kita hendak melayani, maka kita harus memiliki pakaian luar.


  2. pakaian dalam, pakaian dalam ini = perkara-perkara rohani yaitu dimulai dari kita memiliki:


    • iman dan perbuatan iman = kebenaran; jika kita tidak benar = telanjang.
    • pengharapan dan kesucian. Jadi, seorang pelayan TUHAN, hanya berharap sepenuh kepada TUHAN dan jika berharap kepada manusia --> kita melayani TUHAN tetapi memandang dan berharap kepada manusia = telanjang.


    • kasih dan perbuatan kasih --> tidak boleh ada kebencian; jika kita melayani dengan kebencian apalagi kebencian tanpa alasan = telanjang dan tidak dapat diperbaiki lagi.


  3. pakaian perhiasan, pakaian perhiasan = pakaian kemuliaan = mahkota.
    Pakaian perhiasan = pakaian kemuliaan = mahkota diberikan kepada ‘orang-orang yang menang sebagai tanda penghormatan/penghargaan’.

Siapa orang yang menang ini? Kita belajar dari YESUS dengan membaca di dalam Filipi 2 : 8 – 10,
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Ay 10, karena YESUS taat sehingga Ia mendapatkan Nama sehingga Ia menang = musuh-musuh bertekuk lutut.
Yang ada di langit --> setan/naga merah
Di atas bumi --> nabi palsu/binatang buas
Di bawah bumi --> antikrist/binatang buas yang keluar dari dalam laut

Jadi siapa yang menang? Mereka adalah orang yang taat dengar-dengaran = melakukan kehendak ALLAH/sesuai dengan pengajaran yang benar/sesuai dengan alkitab. Ukuran dari sesuatu yang benar adalah alkitab/pengajaran yang benar/kehendak Bapa, bukan manusia, bukan banyak orang dan juga bukan dari berkat-berkat jasmani yang kalau diberkati, maka orang itu benar --> bukan ini!! Jadi, kebenaran itu ukurannya adalah alkitab/pengajaran yang benar/kehendak Bapa.

Hamba TUHAN itu adalah orang yang melakukan kehendak Bapa = orang yang taat dengar-dengaran = memiliki pakaian. Jika memiliki pakaian perhiasan, pasti ada pakaian dalam dan juga ada pakaian luar. Jadi, kalau orang itu taat, lengkaplah sudah pakaian itu.

Waktu beberapa kali kita mempelajari tujuh bagian dari pakaian imam besar yaitu baju efod, gamis baju efod dan pakaian putih berjala-jala. Jadi, kalau ada pakaian putih berjala-jala, pasti ada gamis baju efod dan juga pasti ada baju efod.

Matius 7 : 21 – 23,
21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Jadi jelas! Ukuran keberhasilan pelayanan dari seorang imam/pelayan TUHAN di Mata TUHAN, bukanlah karena pemakaian (bisa membangun gereja yang besar, mengusir setan, mengerjakan banyak mujizat --> sekali-pun ini baik ) tetapi karena melakukan kehendak TUHAN = taat dengar-dengaran.

Kita dapat melakukan mujizat tanpa ketaatan dan contohnya adalah Musa; waktu bangsa Israel meminta minum sampai mereka hendak melempari Musa dan TUHAN berfirman untuk berkata kepada bukit batu untuk mengeluarkan air. Tetapi karena Musa sudah merasa jengkel menghadapi jemaat yang keras hati, maka Musa memukul bukit batu itu; Musa tidak taat, tetapi mujizat terjadi dengan keluarnya air yang banyak. Tetapi arah dari Musa tidak lagi ke Kanaan, melainkan ke kuburan dan ini tidak berarti apa-apa sekali-pun hebat tetapi arahnya tidak ke Kanaan melainkan ke kuburan kalau tidak sesuai Firman.

Mungkin membangun gereja yang besar dlsbnya, tetapi kalau tidak cocok dengan Firman/dengan alkitab = tidak taat dengar-dengaran, bukan menuju ke surga/Kanaan melainkan menuju ke kuburan/kebinasaan. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Jadi, ukuran keberhasilan dari seorang pelayan TUHAN/seorang imam bukanlah dari pemakaian secara jasmani semisal dapat membangun gereja yang besar, mengadakan mujizat dan juga diberkati secara jasmani, tetapi ukurannya adalah melakukan kehendak ALLAH yaitu taat dengar-dengaran pada alkitab/pada Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita taat melakukan kehendak ALLAH, maka pintu surga terbuka dan kita duduk di atas Tahta TUHAN, ini merupakan kemenangan yang terakhir. Jika saudara ingat di dalam ktb Wahyu ada tujuh sidang jemaat dari bangsa kafir dan yang terakhir adalah sidang jemaat Laodikia, keadaan mereka paling parah, sekali-pun secara jasmani, mereka hebat (tidak kekurangan apa-apa sebab mereka kaya dllnya) tetapi secara rohani, mereka paling parah sebab TUHAN mengatakan --> ‘kamu buta, miskin, telanjang, melarat sehingga Aku memuntahkan engkau = hidupnya seperti muntah. Tetapi kalau kembali kepada alkitab yaitu mau taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar, maka pintu surga terbuka dan dapat duduk bersama TUHAN di Tahta-Nya sekali-pun secara rohani keadaan mereka paling parah. Semoga kita dapat mengerti.

Jika tidak taat, tidak dengar-dengaran, tidak sesuai dengan pengajaran yang benar/dengan alkitab, maka segala sesuatu yang kita lakukan sekali-pun itu dianggap hebat (mengusir setan, mengadakan mujizat, membangun gereja yang besar) tidak dianggap/tidak diakui oleh TUHAN, bahkan dianggap sebagai pembuat kejahatan, sehingga diusir oleh TUHAN --> ‘enyahlah engkau pembuat kejahatan’.

Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab nanti TUHAN berkata: ‘Aku akan berterus terang’. Lebih baik sekarang ini TUHAN berterus terang, sebab lewat pengajaran, kita jangan berharap akan dipuji --> tidak ada yang dipuji!! Justru kita terus dikoreksi sekali-pun kita sudah berbuat ini dan itu seperti berkorban dlsbnya, tetapi masih terus kurang dan kurang. Inilah bedanya jika kita berada di dalam pengajaran dan tidak.

Saya teringat waktu dulu hendak sekolah alkitab dan hampir semua hamba TUHAN yang bertemu dengan saya selalu mengatakan bahwa sekarang juga saya harus masuk sekolah alkitab, tidak perlu menunggu sampai lulus dan mencari sponsor dari luar negeri. Tetapi setelah berada di dalam pengajaran, dengan gemetar saya datang ke bpk pdt Pong sambil membawa map untuk diserahkan kepada beliau; saya sudah seperti bertaruh sebab saya sudah tidak bekerja lagi, tidak memiliki sponsor dlsbnya. Tetapi jawaban dari bpk Pong lain, beliau mengatakan kepada saya untuk jangan berhenti dulu, tetap bekerja --> saya menjadi down sebab nasihatnya lain, tidak ada pujian dllnya. Justru kita harus selalu mawas diri, sebab masih ada banyak kekurangan-kekurangan kita yang tidak sesuai dengan Firman TUHAN. Itu yang harus dicocokan sampai benar-benar menjadi seperti YESUS yaitu taat sampai mati di kayu salib; kita jangan cepat merasa puas dan juga jangan cepat merasa putus asa. Seperti jemaat Laodikia secara rohani, mereka hancur-hancuran tetapi kita jangan putus asa, tetapi taati itu dengan kembali kepada Firman/kepada alkitab, maka kita akan menang bersama dengan TUHAN.

Semakin kita taat, maka semakin kita menang dan juga semakin terangkat dan pintu menjadi semakin terbuka sampai di Tahta TUHAN itulah kemuliaan. Tetapi kalau kita tidak taat, maka kita betul-betul tidak diakui oleh TUHAN bahkan dianggap sebagai pembuat kejahatan yang akan diusir dari hadapan TUHAN = pintu surga tertutup = kebinasaan untuk selama-lamanya.

Mari!! kalau kita taat, pintu surga akan terbuka, maka pintu-pintu di dunia juga akan terbuka lebar bagi kita semua. Puji TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Syarat dari pakaian sesuai umum adalah:

  • harus sesuai dengan fungsinya. Di taman Eden di mana pertama kali istilah pakaian di sebutkan; waktu manusia belum berbuat dosa/mereka telanjang, tetapi begitu mereka berbuat dosa, maka TUHAN menyembelih binatang yang waktu itu tidak disebutkan nama dari binatang itu, tetapi kulitnya diambil dan dibentuk pakaian untuk menutupi ketelanjangan. Jadi, inilah syarat dari pakaian yang harus sesuai fungsi yaitu untuk menutupi ketelanjangan/daging. Bukan untuk mempertontonkan daging, apalagi kita ke gereja. Terserah jika ada yang mengatakan kuno, tetapi pakaian yang sesuai fungsi adalah untuk menutupi daging yang telanjang. Mari, sebagai pelayan TUHAN, di mana-pun kita berada --> di pekerjaan, di gereja, di sekolah, di mana-pun kita berada, jika kita memiliki pakaian, maka pakaian itu untuk menutupi daging, terutama daging yang sering tidak dengar-dengaran. Daging ini selalu ada suara --> jika kita mau mentaati Firman, maka suara daging yang keluar --> jika taat, nanti akan menjadi begini dan begitu. Inilah seringkali kita menjadi telanjang.


  • harus bersih. Jangan memakai pakaian yang kumal dan kotor; tidak perlu yang mahal, tetapi bersih. Saya baru saja menjadi hamba TUHAN, tidak sempat membeli pakaian sebab harus membangun gereja sehingga pakaian saya hanya beberapa potong dan dipakai untuk melayani dllnya, tidak mengapa asal bersih. Bersih secara rohani = suci.


  • harus pantas. Jadi, seorang imam itu bukan hanya di gereja tetapi dimana-pun kita berada, kita tetap sebagai imam.

Jadi pakaian itu harus betul-betul dijaga yaitu:

  • sesuai fungsi --> menutupi ketelanjangan = jangan membuka/mempertontonkan daging, terutama daging yang tidak taat dan tidak dengar-dengaran harus ditutup sehingga menjadi taat dengar-dengaran.


  • harus bersih/suci.
  • harus pantas = benar. Terutama di dalam rumah TUHAN dan juga di mana-pun kita berada, pakaian kita harus pantas dan benar

Ulangan 22 : 5, "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

Inilah pantas dan benar. Saya sebagai seorang imam laki-laki, harus berpakaian laki-laki dan juga saya sebagai seorang imam perempuan, maka harus berpakaian perempuan. Semoga kita dapat mengerti ini.

Mari! bersungguh-sungguh supaya kita tidak kedapatan telanjang sebab pelayanan dan tahbisan tidak dapat dipisahkan dari pakaian. Itu sebabnya kita harus berhati-hati di dalam cara kita berpakaian; kita sudah mempelajari tujuh bagian dari imam besar, sekarang kita mempelajari pakaian secara umum yang harus pantas dan benar. Dan ayat di atas ini tetap berlaku sekali-pun ada yang mengatakan bahwa ini dari kitab perjanjian lama, tetapi tidak ada ayat yang di dalam kitab perjanjian baru yang memperbolehkan. Seperti dulu, di dalam kitab perjanjian lama, tidak boleh makan binatang haram (babi dllnya), tetapi di dalam kitab perjanjian baru, YESUS menggenapkan taurat dan mengatakan ‘semua makanan halal’. Ini soal makanan, tetapi soal pakaian sudah saya cari, tidak ada di dalam kitab perjanjian baru dan ini berarti masih terus berlaku --> laki-laki tidak boleh memakai pakaian perempuan dan perempuan tidak boleh memakai pakaian laki-laki sebab itu merupakan suatu kekejian bagi TUHAN dan ini yang harus kita jaga. Semoga kita dapat mengerti.

Kita sudah mengenal syarat pakaian, dan juga menurut jenisnya, sekarang tinggal memakai. Penampilan dari hamba TUHAN/pelayan TUHAN/imam yang rohani, ditinjau dari pakaiannya sbb:

  1. pakaian luarnya harus benar, artinya, perbuatannya benar dan baik, perkataanya juga benar dan baik sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Jadi seorang imam itu bukan menjadi beban, sidang jemaat berada di dalam keadaan berbeban berat dll dan dengan adanya pelayanan dari seorang imam/hamba TUHAN, maka beban itu menjadi ringan. Jika penampilan luar dari seorang imam itu tidak benar dan tidak baik, akan menjadi beban bagi sidang jemaat. Itu sebabnya kita harus menjaga dengan betul-betul, sebab sidang jemaat itu tidak akan merasa kuat, mereka datang ke gereja bukannya beban menjadi lepas dan ini dimulai dari saya sebagai seorang gembala, paduan suara, pemain musik jika tidak memiliki pakaian luar yang benar, maka semuanya menjadi beban dan ditanggung oleh sidang jemaat. Sidang jemaat datang ke gereja, tetapi di gereja mereka dibebani lagi oleh hamba TUHAN, oleh paduan suara yang memiliki pakaian luar yang tidak benar, mereka tidak akan kuat sehingga lari. Tetapi kalau mulai dari seorang gembala dan juga pelayan-pelayan TUHAN benar-benar memiliki pakaian luar yang benar sehingga menjadi berkat bagi orang lain = meringankan beban orang lain sehingga orang yang letih lesu dan berbeban berat akan datang sebab mereka membutuhkan TUHAN lewat pelayanan dari seorang imam yang memiliki pakaian luar yang benar. Inilah saudaraku! Tidak sembarangan melayani, oleh sebab itu ada penataran. Di dunia ini saja, kita ditatar, apalagi kerajaan surga, harus betul-betul serius sebab ditatar berarti kita ditingkatkan. Itu sebabnya kita jangan menjadi beban dan menambah beban, tetapi kita menjadi berkat dan meringankan beban dari sidang jemaat sehingga banyak orang yang berbeban berat dan letih lesu akan datang sebab pulang dari beribadah, mereka sudah merasa ringan karena mereka bertemu dengan Imam Besar lewat pelayanan imam-imam yang menjadi berkat sehingga mereka selalu merindukan untuk datang ke rumah TUHAN. Ini semua tergantung kepada kita dan di mulai dari saya sebagai seorang gembala. Semoga kita dapat mengerti.


  2. pakaian dalamnya suci, artinya


    • iman-nya tidak goyah dan bimbang saat menghadapi pencobaan, masalah-masalah, tidak berharap kepada orang lain tetapi berharap kepada TUHAN saja. Maafkan! Sebab pelajaran yang kami terima, seorang hamba TUHAN sepenuh (full-timer) semacam saya tidak boleh berhutang dan juga tidak boleh meminta, apalagi sampai mencuri, tetapi hanya berharap sepenuh kepada TUHAN. Saya pernah mendengarkan kesaksian --> satu saat bpk.pdt In Juwono membutuhkan susu bagi anaknya (tidak tahu anak yang keberapa), kemudian oma Naomi menjual botol-botol bekas (biasanya botol-botol itu diberikan). Oom Juwono menjadi marah sebab itu berarti sudah tidak memiliki iman = sudah telanjang. Begitulah seharusnya seorang hamba TUHAN yaitu harus memiliki pakaian dalam yang suci/iman tidak boleh goyah di saat-saat menghadapi pencobaan-pencobaan dan masalah yang mustahil, tidak berharap kepada yang lain, tetapi tetap berharap kepada TUHAN. Uang di dapat, susu dapat dibeli tetapi iman hilang dan menjadi telanjang = tidak memiliki pakaian. Sampai sejauh itu pengajaran ini yaitu praktis dan praktek.


    • iman tidak goyah di saat menghadapi ajaran-ajaran lain/ajaran-ajaran palsu. Mari, sungguh-sungguh, sebab sekarang ini ada banyak macam-macam pengajaran/ragi. Itu sebabnya kita tidak boleh goyah tetapi tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan harus menghindari dan menolak dengan tegas pengajaran yang palsu. Begitu kita bimbang pada pengajaran yang benar dan yang sudah menjadi pengalaman hidup kita, tetapi kita melepaskannya = kita menjadi telanjang. Perhatikan lulusan Lempin-El dan juga bagi siswa/i yang mendengarkan di Malang saat ini, saya selalu mengatakan dan memberi contoh --> tujuh sampai sembilan bulan kami hanya mendengarkan Firman, tetapi makanan selalu ada. Belum pernah dulu saya di jalan Johor ada pengumuman bahwa hari ini kita tidak dapat makan --> belum pernah!!. Oom Pong sampai dengan angkatan ke 26, setelah itu dilanjutkan di Malang mulai angkatan 27 dan sampai hari ini angkatan ke 35, tetapi tidak pernah mereka dilarang untuk makan sebab tidak ada beras. Demikian juga dengan kolekte-kolekte, tidak pernah saya arahkan untuk membeli beras bagi Lempin-El dan juga tidak pernah saya mengarahkan sidang jemaat mengumpulkan uang untuk membeli beras. Tetapi semua ini untuk membuktikan kekuatan dari pengajaran yang benar; bagi lulusan Lempin-El, pegang pengajaran ini, sekali-pun ditawarkan dengan yang lebih hebat. Saya tidak mau sebab sudah menjadi pengalaman hidup = tetap memiliki pakaian dalam yang suci, kalau dilepas/melepaskan pengajaran yang benar = telanjang. Semoga kita dapat mengerti ini.


    Inilah penampilan dari seorang hamba TUHAN yang rohani, dilihat dari pakaiannya yaitu:


    • pakaian luarnya benar --> perkataan dan perbuatannya benar sehingga meringankan beban dan menjadi berkat bagi orang lain,
    • pakaian dalam yang suci --> memiliki iman yang tidak goyah.


  3. pakaian perhiasan/pakaian kemuliaan/mahkota yaitu,


    • rendah hati dan taat seperti YESUS.
    • jujur dan dapat dipercaya. Semoga kita dapat mengerti.

Apa-pun yang TUHAN percayakan kepada kita, kita harus jujur dan dapat dipercaya = mahkota = kemenangan dan ini dimulai dari jabatan pelayanan, kita jujur dan dapat dipercaya oleh TUHAN sehingga kita dipakai oleh TUHAN. Mungkin kita diberi berkat oleh TUHAN berupa berkat-berkat secara jasmani dan ini tidak mustahil TUHAN berikan kepada kami para hamba-hamba TUHAN dan juga kepada pelayan-pelayan TUHAN, jika kita jujur, maka berkat itu akan terus mengalir. Setiap kali saya mendoakan persembahan khusus dan juga persembahan persepuluhan, selalu diakhir doa, saya berdoa supaya TUHAN memberikan hikmat dan pertolongan sehingga tidak salah menggunakannya. Jika saudara salah menggunakannya, maka TUHAN-lah yang menghentikan berkat itu; demikian juga jika saudara diberkati oleh TUHAN, tetapi saudara tidak jujur dan dapat dipercaya, maka berkat itu akan berhenti. Untuk apa orang yang tidak dapat dipercaya, diberi berkat lagi? Rendah hati, taat dan dapat dipercaya/jujur harus dipertahankan sehingga berkat itu akan terus mengalir. Inilah pakaian perhiasan/kemenangan/mahkota. Semoga kita dapat mengerti.

Jika, hamba TUHAN dan pelayan TUHAN sudah dapat menampilkan tiga macam pakaian yang disebut di atas dalam hidupnya maka dapat:

  • menjadi teladan,
  • ditahbiskan/dipakai oleh TUHAN dan tidak ada seorang manusia-pun yang dapat menghalangi. Berbeda jika diangkat-angkat oleh manusia, sebab dapat jatuh.
  • diberkati oleh TUHAN.

Ini semuanya = memakai jubah berwarna-warni seperti Yusuf = memiliki karunia-karunia Roh.Kudus dan jabatan pelayanan sehingga dipakai oleh TUHAN di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/kegerakan Roh.Kudus hujan akhir.

Masih ada banyak jiwa-jiwa yang berada di luar TUHAN dan ini merupakan kegerakan dari penginjilan untuk membawa mereka menjadi percaya/selamat; tetapi tugas kita adalah membawa orang-orang yang sudah selamat untuk masuk ke dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus/kegerakan dari Firman pengajaran yang benar/kegerakan hujan akhir.

Mari, kita mempertahankan tiga macam pakaian ini sehingga kita dapat dipakai
di dalam kegerakan pembangunan Tubuh Kristus/kegerakan Firman pengajaran dan jika kita sudah menerima Firman pengajaran, kita jangan meninggalkan/keluar dari pengajaran, mengapa? Sebab kalau kita meninggalkan/keluar, maka nanti pada saat kegerakan hujan akhir yang juga merupakan kegerakan pengajaran, kita bertemu lagi dengan Firman pengajaran dan kalau mulai sekarang kita sudah anti/menolak Firman pengajaran, maka kita-lah yang akan paling menolak --> yang terdahulu menjadi yang terkemudian dan yang terkemudian menjadi yang terdahulu.

Sementara orang yang baru mendengar, sekali-pun berada jarak jauh, dia akan mencari dengan sungguh-sungguh --> yang terdahulu, menjadi yang terkemudian . Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh mempertahankan:

  • pakaian luar --> perkataan dan perbuatan kita benar,
  • pakaian dalam --> iman dan juga termasuk pengajaran yang benar, harus kita pertahankan supaya tidak telanjang. Kalau sekarang kita menolak pengajaran yang benar, jika nanti kegerakan hujan akhir/kegerakan pengajaran yang benar, kita-lah yang pertama-tama paling/lebih menolak --> yang terdahulu menjadi yang terkemudian dan yang terkemudian menjadi yang terdahulu. Semoga kita dapat mengerti.

Kita sudah dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus dan juga sudah memakai jubah berwarna-warni seperti milik Yusuf, belumlah cukup, sebab masih ada satu langkah lagi yaitu harus dicelup di dalam darah/harus mengalami percikan darah. Inilah melayani TUHAN, jadi tidak segampang berbicara --> yang penting kita melayani --> jangan! Sebab tiba-tiba dapat menjadi telanjang sehingga ditolak oleh TUHAN.

Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius dengan mempertahankan pakaian --> penampilan dari seorang hamba TUHAN dengan tiga macam pakaian dan juga sesuai dengan syarat –syaratnya juga harus dipertahankan. Dari duabelas bersaudara, hanya Yusuf yang memiliki jubah berwarna-warni.

Kejadian 37 : 31, Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

Jubah berwarna-warni seperti milik Yusuf dan sekarang menjadi milik kita, harus dicelup di dalam darah. Sebab apa? jika jubah dicelup dalam darah, maka setan tidak dapat menjamah jubah itu sebab setan sangat takut dengan Darah YESUS.

Jubah harus dicelup dalam darah/harus sengsara, sebab ada maksud yang baik yaitu setan tidak dapat menjamah lagi --> dicelup dalam Darah YESUS/Darah Anak Domba ALLAH, maka setan tidak dapat menjamah/tidak dapat menelanjangi kita. Semoga kita dapat mengerti.

Memang melayani TUHAN/memiliki jubah warna warni/melayani pembangunan Tubuh Kristus, harus mengalami sengsara daging bersama TUHAN, supaya setan tidak dapat menjamah/tidak dapat menelanjangi kita lagi. Itu sebabnya kita jangan enak-enakan, sekarang ini kami sebagai gembala, mau enak-enakan dengan menyerahkan pelayanan berkhotbah kepada orang lain saja, ini berbahaya. Demikan juga dengan saudara, karena tubuh capek, tidak beribadah =
tidak mau sengsara, sebab justru saat-saat sengsara itu kita sudah dicelup dalam
darah sehingga setan tidak dapat menjamah; jangan memilih yang enak bagi daging, sebab kalau kita memilih pelayanan yang enak bagi daging, maka setan akan menjamah dan menelanjangi kita.

1 Petrus 2 : 19, Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Karena kehendak ALLAH menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung = jubah dicelup di dalam darah = percikan darah = salib = kasih karunia TUHAN = kemurahan TUHAN bagi kita semua.

Ada banyak bentuk-bentuk dari jubah yang dicelup di dalam darah seperti dari:

  • kami menjadi hamba-hamba TUHAN, kadang-kadang diijinkan tidak makan dan juga tidak minum,
  • harus berjalan kaki dllnya.

Inilah salib, tetapi di situ justru jubah kita aman karena tidak dapat dijamah dan ditelanjangi oleh setan di saat-saat kita berada di dalam salib/sengsara daging karena kehendak TUHAN/karena melayani TUHAN (bukan karena dosa) dan ini merupakan kasih karunia/kemurahan TUHAN kepada kita. Semoga kita dapat mengerti ini.

Mari, kita sungguh-sungguh di hari-hari ini sebab TUHAN melihat pakaian kita, TUHAN tidak melihat keberhasilan kita, tidak melihat gedung gereja dllnya, tetapi TUHAN melihat pakaian kita. Semoga kita mengerti.

Kegunaan dari kasih karunia:

  1. kita belajar dari Yusuf --> Kejadian 39 : 21 – 23,
    21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
    22. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
    23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

    Kegunaan dari kasih karunia, nomor satu untuk menghadapi penjara = menghadapi keterbatasan. Mungkin dihari-hari ini kita serba terbatas, dan memang TUHAN memilih pelayan-pelayan TUHAN dan hamba-hamba TUHAN yang terbatas; itu sebabnya salah sekali jika kita sesudah menjadi seorang hamba TUHAN hendak meraih ini, meraih itu supaya terlihat hebat --> salah!!. TUHAN memilih kita sebab TUHAN sudah mengetahui keterbatasan kita, dan maksud dari TUHAN jika memilih kita yang serba terbatas ini, supaya kita hanya bergantung pada kemurahan TUHAN. Saya baru sadar tentang hal ini, sebab saya juga memiliki keterbatasan di bidang bahasa, dulu saya terbatas di bidang musik --> saya sudah belajar bermain gitar, tetap tidak bisa sampai jari-jari tangan ini sakit semuanya. Jadi kalau menyanyi saya tergantung pada kemurahan TUHAN, sehingga sekarang kalau menyanyi sudah lumayan --> tidak terlalu sumbang.

    1 Korintus 1 : 26 – 29,
    26. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
    27. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
    28. dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
    29. supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

    Ay 26, tidak banyak orang bijak di dunia ini, mungkin tidak memiliki ijazah dllnya, tetapi setelah menjadi hamba TUHAN mau mencari ijazah --> salah!! Sebab TUHAN sudah memilih dalam keadaan seperti itu.

    Ay 29, ini merupakan rumus dari TUHAN --> saya dan saudara dipilih dari orang yang terbatas seperti Yusuf yang berada di dalam penjara/liang tutupan dan jangan-jangan ukurannya hanya satu meter kali satu meter. Jadi, kita dipanggil untuk melayani TUHAN dalam segala keterbatasan kita supaya kita tidak bermegah/tidak memegahkan sesuatu yang ada di dunia ini, tetapi hanya semata- mata bergantung pada kasih karunia dan kemurahan TUHAN.

    Kita sudah banyak mendengarkan kesaksian dari alm.bpk.pdt Pong --> seandainya saya memiliki ilmu yang tinggi, maka murid saya tidak ada yang bergelar doktor, tetapi karena saya tidak memiliki ilmu yang tinggi, tetapi hanyalah pembukaan Firman yang merupakan karunia dari TUHAN, maka murid saya ada yang bergelar doktor theologia. Ini merupakan kesaksian yang benar.

    Jadi, mari saudaraku, dengan serba terbatas ini, kita jangan berputus asa sebab memang itu yang TUHAN pilih dan terbatas dalam hal apa saja, misalnya:


    • ada yang terbatas ijazahnya,
    • ada yang terbatas modalnya.


    Semuanya terbatas, supaya maksud TUHAN untuk memilih dari yang terbatas ini supaya kita tidak memegahkan sesuatu dari dunia ini, tetapi pelayan TUHAN dan hamba TUHAN hanya bergantung dari belas kasihan TUHAN/kemurahan TUHAN/kasih karunia TUHAN dan jika kita menerima kemurahan TUHAN/belas kasihan TUHAN, maka itu yang membuat kita menjadi berhasil pada waktunya. Semuanya itu bukan dari kemampuan kita dan juga dari kehebatan kita; bagi yang tidak memiliki kemampuan, jangan berputus asa, sedangkan yang memiliki kemampuan jangan bermegah, tetapi untuk semuanya itu, kita hanya bergantung pada kemurahan TUHAN yang membuat kita menjadi berhasil pada waktunya. Inilah salib yaitu keterbatasan kita.


  2. Keluaran 14 : 16, Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

    Tongkat = salib. Bangsa Israel tidak dapat berjalan ke depan sebab ada laut, ke belakang ada musuh, ke kiri dan ke kanan juga tidak bisa; dalam keadaan terjepit sehingga tidak dapat berbuat apa-apa, maka yang harus dilakukan hanyalah mengangkat tongkat. Tongkat/salib TUHAN menyelesaikan masalah/laut terbuka sehingga bangsa Israel ada sampai sekarang; sebab kalau laut tidak terbuka, tidak ada masa depan bagi mereka sebab semuanya sudah mati. Jadi kegunaan dari kasih karunia yang kedua ini adalah untuk menghadapi keadaan yang terjepit dan yang sudah mustahil. Seringkali kita diperhadapkan --> ke depan, ke belakang, kekiri dan kanan tidak dapat. Mengapa ini dapat terjadi, sebab saya sudah melayani TUHAN, tetapi mengapa saya harus mengalami hal seperti ini? Kita harus memandang dan mengingat salib sebab di salib ini terletak kekuatan = kita bergantung pada kemurahan TUHAN. Kemurahan TUHAN/kasih karunia TUHAN sanggup mengatasi/menyelesaikan segala halangan-halangan/masalah-masalah yang sudah mustahil bagi kita.

    Di bagian atas, dikatakan ‘sanggup membuat berhasil’ dan istilah berhasil adalah:


    • dipelihara dan semuanya ada = berhasil pada waktunya,
    • sanggup menyelesaikan masalah sampai pada masalah yang sudah mustahil tepat pada waktunya. Kita tinggal menunggu waktu TUHAN/hanya berharap pada salib TUHAN sebab TUHAN Yang bekerja; kita tidak berdaya, mau berjalan ke depan ada laut --> bagaimana mau berenang sebab laut-nya luas, ke belakang juga tidak bisa sebab ada musuh dengan kereta kuda dan juga dengan senjata perang dan juga kiri kanan juga tidak bisa. Hanya TUHAN/kemurahan TUHAN Yang bekerja, kita tinggal menunggu dan saya memberi istilah ‘tepat pada waktunya’. Memang kita dipanggil oleh TUHAN dalam keterbatasan kita supaya kita hanya bergantung pada TUHAN. Jangan kita sesali, sebab di dalam keterbatasan kita, kita hanya bergantung pada kemurahan TUHAN dan Ia Yang membuat semuanya menjadi berhasil.

Kegunaan dari kemurahan TUHAN/belas kasih TUHAN Yang berasal dari salib:
Wahyu 7 : 13, Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"

Mengapa jubah harus dicelup di dalam darah? Inilah kemurahan TUHAN Yang membuat:

  • jubah kita menjadi putih berkilau-kilauan,
  • menyucikan/percikan darah dan mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai kita menjadi sama mulia dengan YESUS = memakai pakaian putih yang berkilau-kilauan/pakaian Mempelai dan siap terangkat (Wahyu 19, berbahagialah yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba) di awan-awan yang permai bertemu YESUS. Sesudah itu kita masuk ke dalam kerajaan seribu tahun damai/firdaus yang akan datang (Wahyu 20), sesudah itu masuk ke dalam Yerusalem Baru dan bersanding di Tahta TUHAN = kemenangan terakhir = kemuliaan terakhir. Ini semua hanya karena kemurahan, bukan karena yang lain.

Keadaan kita yang terbatas --> ok! Tetapi kemurahan TUHAN tidak terbatas.
Terjepit/keadaan yang mustahil --> ok! Tetapi kasih dan kemurahan TUHAN melebihi dari segala sesuatu/tidak ada yang mustahil bagi kemurahan TUHAN. Semua indah pada waktunya.

Jubah dicelup dalam darah --> kemurahan TUHAN menyucikan dan mengubahkan sampai menjadi putih berkilau-kilauan dan ini yang paling indah. Kita terangkat diawan-awan bertemu dengan YESUS dan ini yang paling indah. Sesudah itu kita masuk ke firdaus dan sesudah itu masuk Yerusalem Baru/kerajaan surga, duduk bersanding di Tahta TUHAN untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari! perhatikan pakaian kita dengan praktek yang praktis sehari-hari dengan syarat/fungsinya adalah:

  • menutupi daging,
  • yang pantas dan benar.

Mengikuti syarat dan penampilannya yaitu:

  • pakaian luar = kebenaran,
  • pakaian dalam = suci,
  • pakaian perhiasan = jujur.

Jika ketiga pakaian ini ada, maka TUHAN akan memberikan jubah yang berwarna-warni dan TUHAN akan memakai kita dalam kegerakan hujan akhir/kegerakan pembangunan Tubuh Kristus/kegerakan pengajaran yang benar. Tetapi kita jangan kaget, sebab sekali-pun kita sudah dipakai, maka sudah enak --> tidak!! masih harus dicelup di dalam darah/harus percikan darah supaya kita hanya bergantung pada kemurahan TUHAN.

Sekali-pun kita berada di dalam:

  • keterbatasan, kita hanya memandang ke atas,
  • keadaan terjepit dan mustahil, tetap memandang ke atas,
  • mungkin jubah kita kotor, siapa yang tidak dapat menjadi kotor. Daud kotor karena ia berzinah, tetapi jubah masih dapat dicelup/disucikan dan diubahkan. Kekotoran dan kejatuhan apa-pun, masih dapat disucikan dan diubahkan sampai menjadi putih berkilau-kilau menjadi seperti YESUS.

TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top