English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2013 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Juli 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 November 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 September 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan...

Ibadah Doa Surabaya, 14 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Desember 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:1-10 tentang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Januari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Persekutuan di Ambon III, 25 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Markus 7:37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Februari 2015 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Juni 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 16 November 2010 (Selasa Tengah Malam)
Keluaran 1:22
1:22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala...

Ibadah Raya Surabaya,14 Januari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 April 2012 (Selasa Sore)
(Ibadah Doa dialihkan pada hari Kamis, 19 April 2012)

Ibadah Kunjungan Semarang I, 14 September 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 5:17
5:17 Tetapi Ia berkata kepada...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 31 Mei 2013 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat sore, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih membaca dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Sehebat apapun keadaan gereja Tuhan secara jasmani dan rohani, tetapi jika ada satu saja cacat cela, maka tidak bisa sempurna seperti Yesus, tidak bisa menjadi tubuh Kristus yang sempurna, berarti tertinggal saat Yesus datang kembali dan binasa selama-lamanya bersama dunia.
Ini adalah usaha Tuhan yang terakhir (penyucian terakhir) supaya kita tidak bercacat cela.
Hati-hati! Jangan terlena. Kalau ada cacat cela satu saja, tidak akan bisa sempurna.

Wahyu 2-3 (penyucian terakhir) dibagi menjadi 2 bagian besar:

  1. Wahyu 2: penyucian terhadap 4 sidang jemaat bangsa kafir, yaitu (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015):


    1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


    2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


    3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


    4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  2. Wahyu 3: penyucian terhadap 3 sidang jemaat bangsa kafir:


    1. Wahyu 3: 1-6= sidang jemaat di Sardis.
    2. Wahyu 3: 7-13= sidang jemaat di Filadelfia.
    3. Wahyu 3: 14-22= sidang jemaat di Laodikia.

Malam ini, kita mulai pelajari bagian yang kedua (Wahyu 3).
Kita lihat dulu keadaan kesuluruhan dari jemaat Sardis, Philadelfia dan Laodikia.

Keadaan 3 jemaat kafir dalam Wahyu 3:

  1. Keadaan sidang jemaat di Sardis: dalam tanda kematian.
    Wahyu 3: 1
    3:1. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati


  2. Keadaan sidang jemaat di Filadelfia: dalam tanda kebangkitan.
    Wahyu 3: 7
    3:7. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

    'kunci Daud'= kuasa kebangkitan yang tidak bisa dilawan oleh apapun, bahkan oleh maut sekalipun.
    Jemaat ini memiliki kunci Daud, yaitu kalau pintu dibuka tidak ada yang bisa menutup dan kalau pintu ditutup, tidak ada yang bisa membuka. Jadi, kalau kita punya kunci Daud, kita tidak perlu takut apapun, sekalipun diancam dan sebagainya.


  3. Keadaan sidang jemaat di Laodikia. Keadaan 3 sidang jemaat ini berurutan, jemaat Sardis dalam tanda kematian, jemaat Filadelfia dalam tanda kebangkitan, seharusnya jemaat Laodikia dalam tanda kemuliaan. Tetapi, kenyataannya: Wahyu 3: 15-16
    3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    3:16. Jadi karena engkau
    suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

    'tidak dingin dan tidak panas'= tidak mati dan tidak bangkit= tidak kalah dan tidak menang. Kalau mati dan bangkit, setelah itu bisa mulia.
    Keadaan Loadikia adalah tidak mati dan tidak bangkit= suam-suam kuku dan hanya seharga muntah (hidup dalam kejijikan dan kenajisan yang akan dibinasakan). Muntah itu tidak berguna sama sekali.

Jadi, dulu sudah terjadi (dalam Kitab Wahyu sudah dinubuatkan), sekarang bagi kita sekalian, ini merupakan nubuat.
Kita jemaat bangsa kafir di akhir jaman harus mengalami tanda/pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus supaya kita juga mengalami tanda/pengalaman kemuliaan bersama Yesus. Kita dipermuliakan bersama Dia selama-lamanya, menjadi mempelai wanita Tuhan, sampai terangkat di awan-awan.
Kalau tidak mati dan bangkit, berarti suam-suam dan binasa.

Praktik pengalaman KEMATIAN DAN KEBANGKITAN bersama Yesus: mulai dari baptisan air.
Baptisan air bukan pendapat dari pendeta atau tata cara gereja (ceremonial gereja), tetapi benar-benar pengalaman kita bersama Tuhan untuk mencapai kemuliaan.
Yang sudah dibaptis, kita dengarkan, apakah hasilnya sudah sesuai atau tidak (kita mantapkan baptisan air), karena BAPTISAN AIR INILAH YANG MENENTUKAN KITA TERANGKAT ATAU TIDAK.

Matius 3: 7-9
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu:
Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

Israel memang keturunan Abraham secara daging.
Di sini, kita belajar dulu, siapa yang harus mengalami baptisan air, yaitu:

  1. orang Farisi dan Saduki= orang Israel, keturunan Abraham secara daging. Keturunan Abraham dimulai dari Ishak, setelah itu Yakub, inilah yang menjadi bangsa Israel. Semestinya keturunan Abraham menerima berkat dari Abraham. Tetapi, kenyataannya, Tuhan katakan, 'hai, kamu keturunan ular beludak'. Kenapa begitu? Karena orang Israel (diwakili orang Farisi, Saduki) melawan Firman Tuhan, sehingga mereka menjadi keturuan ular beludak (setan), bukan lagi keturunan Abraham.

    Hati-hati! Ini orang hebat yang seharusnya menerima berkat Abraham, sampai memiliki hak untuk mewarisi Kerajaan Sorga (menerima negeri perjanjian yang kekal). Tetapi, kalau melawan Tuhan, akan jadi keturunan ular beludak.
    Mereka melawan Tuhan dimulai dari melanggar hukum Taurat dan menolak Yesus.


  2. 'batu-batu'= bangsa kafir (kita semuanya)= batu yang keras/keras hati= batu-batu yang tenggelam dalam dosa (batu yang tenggelam dalam selokan yang kotor). Inilah nasib bangsa kafir. Bangsa kafir juga disebut sebagai keturunan ular beludak.

    Wahyu 7: 5-8
    7:5. Dari suku Yehuda (1) dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben (2) dua belas ribu, dari suku Gad (3) dua belas ribu,
    7:6. dari suku Asyer
    (4) dua belas ribu, dari suku Naftali (5) dua belas ribu, dari suku Manasye (6) dua belas ribu,
    7:7. dari suku Simeon
    (7) dua belas ribu, dari suku Lewi (8) dua belas ribu, dari suku Isakhar (9) dua belas ribu,
    7:8. dari suku Zebulon
    (10) dua belas ribu, dari suku Yusuf (11) dua belas ribu, dari suku Benyamin (12) dua belas ribu.

    Bangsa Israel terdiri dari 12 suku dan dipilih (dimateraikan) oleh Tuhan untuk menjadi inti dari mempelai wanita.
    Kalau kita baca, dari 12 anak-anak Yakub (12 suku Israel), seharusnya ada suku Dan. Manasye ini sudah keturunan kedua dan seharusnya tidak masuk. Tetapi, di sini suku Dan tidak termasuk lagi dalam 12 suku Israel dan diganti Manasye.
    Suku Dan ini dihisapkan sebagai bangsa kafir yang bagaikan ular beludak.

    Kejadian 49: 17
    49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Karena bangsa Israel dan bangsa kafir sama-sama keturunan ular beludak, sebab itu harus mengalami baptisan air.
Praktik keturuan ular beludak yang harus mengalami baptisan air:

  1. Kisah Para Rasul 28: 2-3
    28:2. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
    28:3. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api,
    keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

    Saat itu, kapal rasul Paulus dihantam badai, tetapi semua bisa selamat. Setelah sampai di daratan, karena hawanya dingin, mereka membuat api unggun. Lalu mengambil ranting-ranting dan dari dalamnya keluar ular beludak yang menggigit tangan Paulus.

    'ranting'= kayu= daging/hawa nafsu daging.
    'tangan'= perbuatan.

    Praktik pertama keturunan ular beludak: kehidupan yang melakukan perbuatan-perbuatan daging (perbuatan dosa).

    Galatia 5: 19-21
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--
    seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    'sihir' = ramalan-ramalan, dukun-dukun.
    'perseteruan' = jangan ada perseteruan di rumah tangga, di gereja. Jika sudah berseteru di rumah tangga nanti akan membesar berseteru di rumah Tuhan.
    'kepentingan diri sendiri' = egois.
    'pesta pora' = mabuk, merokok, narkoba dan sebagainya.

    'Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu --- seperti yang telah kubuat dahulu'= dulu sudah diperingatkan oleh rasul Paulus, inilah kegunaan Firman yang diulang-ulang. Setiap tanda peringatan itu diulang-ulang, demikian juga Firman Tuhan.
    Dulu sudah diperingatkan, sekarang diperingatkan lagi, berarti masih ada yang berbuat seperti ini. Jadi, jika Firman diulang-ulang, berarti masih ada kesempatan untuk menolong kita.


  2. Mazmur 140: 4
    140:4. Mereka menajamkan lidahnya seperti ular, bisa ular senduk ada di bawah bibirnya. Sela

    Ayat 4 = di bibir (lidah) ada bisa ular, inilah perkataan sia-sia. Dalam kitab Yakobus, 'lidah ini buas, mengandung racun yang mematikan'.

    Praktik kedua keturunan ular beludak: kehidupan yang mengeluarkan perkataan yang sia-sia, yaitu dusta, gosip yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya (baru dugaan sudah berkata, 'ini pasti'), sampai mengarah fitnah (yang salah jadi benar dan sebaliknya), bahkan sampai menghujat orang-orang kudus di Sorga dan Tuhan (pengajaran yang benar). Kalau memfitnah orang benar (orang kudus), ini sudah sama dengan menghujat.

    "Saya seringkali kalau membesuk sidang jemaat karena tidak datang, mereka berkata, 'malu om, kalau ada ibu-ibu kumpul, saya dibicarakan begini begitu'. Saya bilang 'tidak usah malu'. Tetapi kenyataannya sulit mau kembali. Seringkali kita seperti itu (mengeluarkan perkataan ular), menggosipkan seseorang, sehingga orang tersebut tidak mau datang beribadah."

    Bangsa Israel memang keturunan Abraham secara jasmani, tetapi kalau tidak hati-hati bisa menjadi keturunan ular beludak. Apalagi kita sebagai bangsa kafir yang memang bukan keturunan Abraham? Bangsa kafir tidak berbuat salahpun, sudah menjadi keturunan ular beludak, apalagi kalau mau macam-macam.

    Hati-hati dengan perkataan dan perbuatan kita! Mungkin bukan dalam bentuk berkata-kata secara langsung, tetapi dalam bentuk text (SMS dan lain sebagainya).


  3. Bilangan 21: 4-6
    21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
    21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan
    akan makanan hambar ini kami telah muak."
    21:6. Lalu TUHAN menyuruh
    ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

    Ayat 5 = bangsa Israel menolak manna = menolak Firman pengajaran yang benar). Akibatnya, pada ayat 6.

    Praktik ketiga keturunan ular beludak: dalam tabiat dosa (tabiat daging), yaitu muak terhadap manna = menolak Firman penggembalaan yang menjadi makanan rohani dan menolak Firman pengajaran yang benar. Orang semacam ini tidak bisa diperbaiki lagi.
    Apapun bentuk kehidupan kita, selama masih mau menerima Firman, berarti masih bisa diperbaiki. Tetapi, kalau sudah menolak Firman, berarti sudah habis orang itu, ia tidak bisa lagi diperbaiki.

Inilah kehidupan yang harus mengalami baptisan air.
Matius 3: 8
3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Syarat untuk masuk baptisan air yang benar: bertobat= berhenti berbuat dosa, dan kembali pada Tuhan (mati terhadap dosa). Semua praktik daging di atas (praktik keturunan ular beludak) harus kita buang semua.
Waktu orang Farisi dan Saduki datang, mereka dikecam oleh Tuhan. Tuhan katakan, 'siapa yang bilang kamu selamat, lari dari murka? kalau mau selamat, bertobat dulu'.

Jadi, harus bertobat terlebih dahulu, setelah itu baru baptisan air. Jangan masuk baptisan air dengan asal-asalan, sebab tidak akan selamat juga.
Kita yang sudah dibaptis, periksa, apakah dulu sudah bertobat (apakah masih keturunan ular beludak)? Kalau belum bertobat, minta ampun kepada Tuhan.

Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ayat 4 = setelah mati, baru bangkit, itulah baptisan air.

Pelaksanaan baptisan air yang benar: orang--Israel dan kafir--yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikuburkan/ditenggelamkan dalam air bersama Yesus dalam nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus, sehingga bangkit dari air bersama Yesus (keluar dari air bersama Yesus) untuk menerima hidup yang baru, itulah hidup Surgawi.
Hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran= hidup dari iman, sebab iman adalah kebenaran. Segala aspek hidup harus benar. Ini berarti kita sudah tinggalkan ular beludak. Kalau ular, tidak bisa benar (tidak bisa lurus) dan bengkok terus. Kita harus sudah lurus dan tidak menjadi keturunan ular beludak lagi.

Hidup dari iman, berarti hidup dari Firman Allah, tidak lagi menghina Firman. Kalau orang benar, sekalipun Firman keras, ia tidak akan bosan atau menghina Firman. Tetapi kalau orang tidak benar, sedikit 'ditembak' Firman, ia akan langsung marah.
Kalau hidup benar, ia justru bersyukur dan senang menerima Firman yang keras.

"Dulu, saya tidak mengerti. Saat guru saya bertanya, 'kenapa banyak orang menolak pengajaran?'. Saya pikir, 'mungkkin karena bodoh, sehingga tidak mengerti Firman'. Ternyata bukan. Tetapi, karena menyimpan dosa, sehingga tidak bisa menerima Firman. Sekarang bisa dibuktikan, anak-anak yang berumur 4 tahun bisa mencatat Firman dan bisa menerima Firman."

Malam ini, periksa kehidupan kita. Kalau hidup dari iman (hidup dari Firman Allah), maka ada penghargaan terhadap Firman, ada ketergantungan sepenuh pada Firman. Jika sudah demikian, tidak mungkin lagi menghina Firman Allah. Inilah yang disebut keturunan Abraham.

Galatia 3: 7
3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Tinggalkan keturunan ular beludak dan kita menjadi keturunan Abraham!
Jadi, baik orang Israel maupun kafir yang masuk baptisan air yang benar--sehingga hidup dalam kebenaran--ia adalah keturunan Abraham.
Tadi, Israel adalah keturunan Abraham secara jasmani. Tetapi, karena melanggar hukum taurat dan menolak Yesus, mereka menjadi keturunan ular beludak. Dan lewat baptisan air, mereka bisa menjadi keturunan Abraham kembali. Begitu juga dengan kita, bangsa kafir yang memang keturunan ular beludak, jika bertobat dan masuk baptisan air, kita juga menjadi keturunan Abraham. Kita berhak menerima janji-janji Tuhan kepada Abraham, yaitu berkat jasmani sampai anak cucu dan berhak menerima warisan negeri perjanjian, itulah kerajaan Sorga yang kekal.


Yang belum baptisan air dan yang sudah baptisan air, dengarkan baik-baik tentang tahap-tahapan baptisan air.
Kalau sudah berhak menerima berkat Abraham sampai anak cucu, kita menjadi kehidupan yang diselamatkan; ini sama dengan melarikan diri dari murka Allah yang akan datang. Murka Allah yang akan datang yaitu hukuman atas dunia lewat api dari langit yang akan memusnahkan dunia dengan segala isinya dan hukuman neraka selamanya (api dan belerang untuk selamanya).

Inilah praktik pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Tuhan yang harus kita alami. Jika kita mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan lewat baptisan air, maka kita akan mengalami pengalaman kemuliaan.

Praktik pengalaman KEMULIAAN bersama Yesus: kita pelajari dari Musa yang merupakan keturunan Abraham (mewakili Israel), tetapi mewakili kita juga, sebab kita juga keturunan Abraham.

Keluaran 33: 18-23
33:18. Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
33:19. Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
33:20. Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."
33:21. Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat
berdiri di atas gunung batu;
33:22. apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan
menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.
33:23. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan
melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

'Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.' = Musa mau praktik pengalaman kemuliaan bersama dengan Tuhan.
'Ada suatu tempat dekat-Ku' = kalau mau melihat kemuliaan Tuhan, Tuhan akan memberikan jalannya.
'melihat belakang-Ku'= Musa diijinkan oleh Tuhan untuk melihat kemuliaan Tuhan dari belakang.

Tuhan menunjukkan 3 tempat di mana Musa (sekarang bagi kita) bisa melihat atau mengalami kemuliaan Tuhan:

  1. Ayat 21= 'berdiri di atas gunung batu '. Dulu, memang Musa berdiri diatas gunung batu. Gunung Sinai ini memang berbatu-batu, hampir tidak ada tumbuhannya.

    'berdiri diatas gunung batu' sekarang dalam arti yang rohani.
    Kejadian 49: 24
    49:24. namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

    'Gunung Batu' adalah pribadi Tuhan Yesus sebagai Gembala. 'Gembala Israel', Israel jasmani itulah keturunan Abraham secara jasmani dan bangsa kafir adalah keturunan Israel secara rohani.

    'berdiri di atas gunung batu'= mantap/teguh/kokoh di dalam penggembalaan yang benar dan baik. Inilah tempat pertama yang Tuhan berikan pada kita untuk melihat kemuliaan Tuhan.

    Kita ingat 'kota Nain', artinya tempat menyenangkan/padang rumput.
    Jadikan penggembalaan yang benar dan baik sebagai tempat yang paling menyenangkan. Ini bisa terjadi kalau hati nurani kita baik, tulus, taat, jujur dan rendah hati (hati nurani yang baik).

    Bukti kalau penggembalaan merupakan tempat yang paling menyenangkan adalah kita akan tekun dalam kandang penggembalaan = bertekun dalam ruangan suci = bertekun dalam 3 macam ibadah pokok.
    Ini dibandingkan dengan, Kisah Para Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka
    bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Sudah dibaptis ('mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa'), lalu mau ke mana? Yaitu masuk dalam kandang penggembalaan ('berdiri diatas gunung batu'). Sesudah baptisan air dan menjadi keturunan Abraham, kita belajar kepada Musa supaya bisa tergembala.

    Ayat 42 = pada jemaat hujan awal. Kita sekarang adalah jemaat hujan akhir.
    Ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pada zaman Musa, dalam ruangan suci terdapat alat pelita emas = ketekunan dalam 'persekutuan' (zaman gereja hujan awal) = ketekunan dalam ibadah raya atau kebaktian umum (zaman gereja hujan akhir).


    • Pada zaman Musa, dalam ruangan suci terdapat alat meja roti sajian = ketekunan dalam 'pengajaran rasul-rasul dan memecahkan roti' (zaman gereja hujan awal) = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci (zaman gereja hujan akhir).


    • Pada zaman Musa, dalam ruangan suci terdapat alat medzbah dupa emas = ketekunan dalam 'berdoa' (zaman gereja hujan awal) = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan (zaman gereja hujan akhir).


    3 macam Ibadah Pokok

    Gunung batu tidak pernah goyah. Kita harus mantap dalam penggembalaan. Kita bisa tergembala atau tidak, hati inilah yang menentukan. Kalau hati benar, jujur, tulus, maka kita tahu penggembalaan itu benar atau tidak.

    Kalau kita tekun dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu dengan Allah Tritunggal, kita akan disertai oleh Allah Tritunggal, sehingga kita tidak akan roboh oleh serangan setan tritunggal, kita tahan uji seperti gunung batu yang tidak akan roboh.

    Setan tritunggal:


    • 'hujan dari atas' = setan dengan roh jahat dan najis (dosa makan minum dan kawin mengawinkan) yang akan terus menghantam kita seperti hujan lebat yang turun terus di manapun kita berada,


    • 'angin kencang' = nabi palsu dengan ajaran palsu (angin pengajaran palsu), termasuk dusta.

      "Hati-hati kaum muda! Banyak dusta, apalagi di dunia maya. Akibatnya, habis semua, terutama pemudi-pemudi. Dunianya saja sudah maya (tidak jelas, tidak nyata) lalu ditambah roh dusta, tambah dasyat dan tahu-tahu habis. Kalau tidak kenal dan tidak penting, hati-hati! Sungguh-sungguh, dunia maya harus kita waspadai."


    • 'banjir'= antikris dengan kekuatan mamon (ekonomi).


  2. Ayat 22= 'menempatkan engkau dalam lekuk gunung'= masuk dalam lekuk gunung.

    Tadi, dijelaskan 'gunung batu' adalah pribadi Tuhan sebagai Gembala. Tetapi, terdapat pengertian lain tentang 'gunung batu' dalam 2 Samuel 22.

    2 Samuel 22: 31-32
    22:31. Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
    22:32. Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah
    gunung batu selain dari Allah kita?

    Ayat 31 = Firman Allah merupakan pribadi Allah (Allah = Firman).
    Ayat 32 = gunung batu sama dengan Allah.

    Jadi, 'gunung batu' adalah Firman Allah yang murni dan benar ('sabda TUHAN itu murni') = Alkitab.

    Lekuk-lekuk gunung, itu celah-celah gunung (ada gua-gua dan sebagainya). Musa diletakkan disitu supaya bisa bersembunyi. Kalau gunung batu, itulah Alkitabnya.
    Jadi, lekuk-lekuk gunung batu adalah pasal dan ayat-ayat dalam Alkitab= pembukaan rahasia Firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Ini yang disebut dengan Firman pengajaran yang benar.
    Di situlah persembunyian kita dan merupakan tempat kedua untuk melihat kemuliaan Tuhan.

    Contoh dalam Yohanes 3: 16, 'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'

    'setiap orang' ini bisa diganti dengan 'nama kita sendiri'. Jika kita (diganti nama kita) percaya, maka kita tidak akan binasa. Inilah lekuk-lekuk gunung batu.

    Kalau digabung (berdiri di atas gunung dan bersembunyi di lekuk gunung), berarti untuk bisa melihat/mengalami kemuliaan Tuhan, kita harus tergembala dalam Firman pengajaran yang benar (pokok anggur yang benar) dan kita harus tekun dalam 3 macam ibadah pokok, seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Memang berat bagi daging (sengsara), tetapi manis bagi jiwa dan roh kita, bahkan enak dan ringan bagi seluruh kehidupan kita (sampai ke anak cucu kita).
    Ini saja yang kita lakukan hari-hari ini kalau kita ingin melihat kemuliaan Tuhan.


  3. Keluaran 33: 22
    33:22. apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.

    Tempat ketiga untuk melihat kemuliaan Tuhan: 'Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku'= ditudungi oleh tangan Tuhan = diurapi oleh Roh Kudus. Tangan Tuhan itulah Roh Kudus.

    Imam-imam harus berada di dalam kandang penggembalaan, supaya disucikan dan diurapi oleh Roh Kudus.
    Imamat 21: 12

    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Yang membedakan antara pelayanan kita dengan yang di dunia, terletak dari ada tidaknya kesucian dan urapan Roh Kudus.
    Kalau kita melayani, tetapi tidak memperhatikan kesucian (melayani dengan berbuat najis) dan urapan, maka rumah Tuhan justru menjadi sarang penyamun.

    Pertahankan kesucian dan urapan Roh Kudus!
    Dalam kandang penggembalaan, kita disucikan dan diurapi oleh Roh Kudus, sehingga:


    • kita bisa tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kembali).


    • kita menyulungkan (mengutamakan) ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari segala perkara di dunia. Ini bukti bahwa kita mengalami penyucian dan diurapi.


    Apapun yang menghalangi ibadah, itu akan dibunuh seperti dulu Tuhan membunuh anak sulung di Mesir. Inilah ancaman dari Tuhan.
    Keluaran 4: 22-23
    4:22. Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
    4:23. sebab itu Aku berfirman kepadamu:
    Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

    Kita harus menyulungkan ibadah. Kalau tidak, anak sulung akan dibunuh oleh Tuhan.
    Anak sulung, artinya sesuatu yang kita banggakan (mungkin pekerjaan kita), harapkan dan kasihi lebih dari Tuhan (mungkin pacar). Semua akan dihancurkan kalau menghalangi ibadah.

    Sebaliknya, kalau kita melayani Tuhan dengan kesucian dan dalam urapan (setia berkobar dan menyulungkan ibadah pelayanan), maka kita menjadi kehidupan yang dikhususkan oleh Tuhan = kita menjadi biji mata Tuhan sendiri yang benar-benar dibela, dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, sebutir pasirpun tidak boleh masuk. Tuhan tahu keadaan kita semua, tidak usah takut, yang penting kita menyulungkan ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Kalau sudah berdiri di atas bukit (tergembala), ada di celah bukit (ada pengajaran benar) dan diurapi serta disucikan, kita bisa melihat/mengalami kemuliaan Tuhan.

Keluaran 33: 23
33:23. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

Dulu, Musa mengalami kemuliaan Tuhan dari belakang, sekarang kita bisa melihat atau mengalami kemuliaan Tuhan dari belakang. Dulu, Yohanes juga melihat kemuliaan Tuhan dari depan (Wahyu 1), sudah dipelajari dalam ibadah-ibadah sebelumnya.

Buktinya: Musa bisa menulis 5 kitab dalam Alkitab yang terjadi jauh sebelum dia lahir, yaitu:

  • Kejadian= memuat kebaikan Tuhan (Tuhan katakan, 'semua baik..'),
  • Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan= menunjuk kemurahan Tuhan. Bangsa Israel sudah diperbudak 400 tahun oleh bangsa Mesir, tetapi bisa keluar dan menuju Kanaan, semua karena kemurahan Tuhan.

Jadi, di dalam penggembalaan yang benar dan baik, kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari belakang, yaitu mengalami kemurahan dan kebaikan Tuhan yang selalu mengikuti kita seumur hidup kita (mengikuti setiap langkah hidup kita, setiap denyut nadi kita).
Istilah 'mengikuti', berarti dari belakang (melihat kemuliaan dari belakang).

Mazmur 23: 6
23:6. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Jangan putus asa! Asal kita sudah tergembala, kita akan mengalami kemurahan dan kebajikan Tuhan. Tiap hembusan nafas kita adalah kemurahan dan kebajikan Tuhan (tidak ada yang bisa menambah ataupun menguranginya).
Malam ini, kita kembali pada kemurahan dan kebajikan Tuhan.

Jika kita mengalami kemurahan dan kebajikan Tuhan, Hasilnya:

  • Mazmur 107: 1-3
    107:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    107:2. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang
    ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,
    107:3. yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.

    'kasih setia-Nya' = 'kemurahan-Nya' (dalam terjemahan lama).

    Hasil pertama: kita mengalami kuasa penebusan Tuhan= kuasa kelepasan dari dosa= kuasa pengangkatan dari kejatuhan-kejatuhan dosa (dari lembah dosa), sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).

    Contoh: raja Daud jatuh dengan Batsyeba. Seharusnya, ia berada di lembah maut (lembah kelam) dan harus mati, tetapi masih ada kemurahan. Inilah gunanya tergembala. Kalau pohon ara di pinggir jalan, tidak berbuah (berbuat dosa), langsung mati. Tetapi, kalau pohon ara berada di kebun anggur, masih ada pengangkatan sekalipun belum berbuah.

    Dosa membuat kita letih lesu dan berbeban berat. Semua diangkat dan kita bisa mengalami damai sejahtera.


  • Mazmur 118: 1-7
    118:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    118:2. Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    118:3. Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    118:4. Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
    118:5. Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
    118:6. TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
    118:7. TUHAN di pihakku,
    menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.

    Hasil kedua: kita mengalami kuasa pertolongan Tuhan untuk menyelesaikan segala masalah, sampai masalah yang mustahil dan menghapus air mata kita (lembah masalah adalah lembah air mata). Kita merasakan penghiburan dan kebahagiaan dari Tuhan.


  • Mazmur 136: 1-4
    136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:2. Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:3. Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:4. Kepada Dia yang seorang diri
    melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    Yesus seorang diri di kayu salib berseru, 'Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?'. Semua manusia tinggalkan Dia, bahkan Allah Bapa juga meninggalkan Dia, ini karena Dia sedang menanggung dosa kita.

    Hasil ketiga: Yesus seorang diri di kayu salib mampu melakukan keajaiban besar (mujizat terbesar) bagi kita semuanya, terutama keubahan hidup, mulai dengan taat dengar-dengaran (Yesus taat sampai mati di kayu salib).

    Jika kita taat dengar-dengaran, maka mujizat jasmani juga terjadi, yang sakit bisa disembuhkan, apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Sampai yang terakhir nanti, jika Yesus datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia (sempurna seperti Dia). Kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan yang permai. Kita dipermuliakan bersama dengan Dia untuk selamanya.

    Lewat perjamuan suci, kita yakin bahwa Yesus seorang diri di kayu salib dengan kemurahan dan kebajikan-Nya sanggup melakukan keajaiban yang besar.

Jangan seperti jemaat Laodikia yang dimuntahkan, tetapi kita dipermuliakan bersama dengan Dia.

Terlebih dulu kita harus mengalami pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Tuhan lewat baptisan air. Periksa baptisan air! hidup benar, hidup dari iman, jangan menjadi keturunan ular beludak lagi, tetapi menjadi keturunan Abraham.

Sesudah itu, lihat kemuliaan Tuhan di dalam penggembalaan (berdiri di atas gunung seperti Musa). Ini bukan promosi, tetapi merupakan nubuatan (dari Kejadian yang sudah terjadi dan nanti akan diulangi lagi). Masuklah dalam penggembalaan dan mata kita akan melihat mujizat-mujizat!

Kemurahan dan kebajikan Tuhan menolong kita semua. Saat-saat kita merasa sendiri, tidak ada yang mempedulikan kita, itulah saat kita bersama dengan Yesus yang seorang diri di kayu salib dan melakukan keajaiban-keajaiban besar.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top