English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Juli 2014)
Tayang: 22 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 April 2007)
Tayang: 01 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Maret 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 26 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 20 Mei 2007)
Tayang: 24 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 November 2007)
Tayang: 26 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: MInggu Sore, 25 Agustus 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 15 September 2013

Kita melanjutkan pembahasan kita yaitu di dalam kitab Wahyu (masih pendahuluan) yang merupakan kitab yang terakhir dari alkitab. Waktu Musa naik keatas gunung Sinai, Musa menerima dua loh batu, tetapi ia juga menerima tabernakel. Kerajaan surga diperlihatkan TUHAN kepada Musa dan Musa diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat Kerajaan surga di bumi, itulah tabernakel/kemah suci. Jadi Kitab Wahyu dalam susunan tabernakel menunjuk kepada tabut perjanjian (alat yang terakhir dari tabernakel dan alat yang paling dalam).

Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian, dulu bangsa Israel harus membuat ini semua, sekarang dalam arti rohani. Saudara bisa baca Keluaran 25 s.d 40 itu tabernakel/kemah suci, mungkin jarang kita baca. Biarlah kita membacanya supaya kita dapat mengerti dalam arti yang rohani ini.

Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian yaitu:
Yang pertama adalah tutup pendamaian dari emas murni=
Keluaran 25: 17,18,
17. Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
18. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

Tutup pendamaian terbuat dari emas murni dan terdiri dari

  • Tutupnya dengan tujuh percikan darah. Tutupnya itu Anak ALLAH = YESUS.
  • Kerub I dari emas murni adalah ALLAH Bapa = TUHAN.
  • Kerub II dari emas murni itu ALLAH Roh Kudus = Kristus.

Emas murni itu = zat Illahi dan tidak ada kayu. Kalau kayu itu = manusia.

Jadi tutup pendamaian dari emas murni adalah ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus = Allah Tritunggal di dalam Pribadi TUHAN YESUS Kristus sebagai Kepala/sebagai Mempelai Pria Surga. Kepala itu suami.

Kita mungkin mengenal YESUS sebagai:

  • Juru Selamat,
  • sebagai Gembala, dan juga
  • sebagai Tabib, tetapi kalau kita mengenal YESUS hanya sebagai Tabib, maka kita hanya membutuhkan YESUS di saat kita sakit, setelah kita sembuh, kita tidak membutuhkan YESUS lagi.


  • sebagai Penolong, waktu kita dalam masalah, kita membutuhkan YESUS, tetapi setelah ditolong, kita tidak membutuhkan YESUS lagi.
  • tetapi kalau sebagai YESUS sebagai Mempelai Pria Surga/sebagai Kepala dan kita sebagai tubuh/Mempelai Wanita, maka kita akan selalu membutuhkan YESUS. Baik di saat kita sakit atau tidak sakit, ada pencobaan atau tidak ada pencobaan, kita selalu membutuhkan YESUS. Tidak ada tubuh yang mengatakan kepada Kepala --> “selesai” --> tidak ada!! Itulah hubungan kita dengan TUHAN. Harus sampai mengenal YESUS sebagai Kepala, sebagai Raja segala raja dan juga sebagai Mempelai Laki-laki Surga.

Kemudian bagian ke dua adalah tabut perjanjian (petinya/tabutnya).
Tabut perjanjian --> Keluaran 25: 10,11,
10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Jadi tabutnya/petinya terbuat dari kayu penaga. Kayu yang adalah gambaran dari daging itu rapuh. Sehebat apapun daging itu, tetapi kalau terkena panas, terkena dingin maka akan rapuh, habis, hancur. Itulah manusia. Tetapi peti itu disalut dengan emas murni bagian luar dan dalam, sehingga tidak kelihatan kayunya/dagingnya/dosanya Jadi tabut perjanjian terbuat dari kayu penaga/manusia berdosa tetapi disalut dengan zat Illahi/emas murni luar dan dalam = semuanya ada emas. Seperti tutup yang terbuat dari emas, petinya juga kelihatan emasnya. Inilah gambaran dari gereja TUHAN yang sempurna sebagai Mempelai Wanita Surga (tubuh Kristus).

Jadi tabut perjanjian ini menunjuk hubungan antara Mempelai Pria Surga dan Mempelai Wanita Surga.

Alkitab dibuka dengan nikah yang jasmani antara Adam dan Hawa yang ditelanjangi oleh setan (dihancurkan oleh setan), sehingga dibuang dari firdaus menuju dunia yang penuh kutukan yang kalau dibiarkan akan binasa selamanya. Tetapi bersyukur, alkitab ditutup dengan hubungan antara Mempelai Pria Surga dan Mempelai Wanita itulah perjamuan kawin Anak Domba/nikah yang rohani/nikah yang sempurna antara Kristus sebagai Mempelai Pria Surga dengan sidang jemaat sebagai Mempelai Wanita.

Wahyu 19: 9, Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Inilah tabut perjanjian, hubungan antara YESUS Mempelai Pria Surga dengan
sidang jemaat/Mempelai Wanita untuk masuk:

  • Perjamuan kawin Anak Domba ALLAH yaitu pertemuan di udara waktu YESUS datang kedua kali, kita dengan YESUS akan bertemu di awan-awan.
  • Sesudah itu Wahyu 20 --> judulnya kerajaan 1000 tahun. Kita kembali ke firdaus. Kerajaan 1000 tahun itu firdaus yang akan datang.
  • Sesudah itu Wahyu 21-22 kita masuk Yerusalem baru/kerajaan surga yang kekal selama-lamanya.

Jadi, ada satu pelajaran antara kitab Kejadian dengan kitab Wahyu.

Kita semua harus menjaga nikah yang jasmani:

  • supaya masuk nikah yang benar.
  • supaya nikah menjadi suci.
  • supaya nikah dapat menyatu sampai masuk nikah yang sempurna bersama YESUS.

Bagi kaum muda --> masa pacaran harus dijaga kebenarannya, kesuciannya, kesatuannya. Jangan ada istilah pacaran, kemudian putus dengan yang satu, kemudian menyambung lagi dengan yang lain --> ini gejala-gejala yang tidak baik, sebab merupakan gejala untuk kawin cerai.

Yang sudah menikah termasuk saya, juga harus menjaga kebenaran, kesucian dan juga menjaga kesatuan nikah, sampai mencapai nikah yang sempurna.

Yang belum berpacaran = status anak, juga harus menjaga supaya hidup benar sebagai anak, suci sebagai anak, satu dengan orang tua. Jangan bermusuhan dengan orang tua. Supaya masuk perjamuan kawin Anak Domba saat YESUS datang kedua kali, kita kembali masuk ke firdaus (kerajaan 1000 tahun) dan kita masuk Yerusalem baru/kerajaan surga yang kekal. Itulah sekilas tentang tabut perjanjian. Semoga saudara dapat mengerti.

Sekarang saya akan tunjukkan ukuran petinya.
Yang penting petinya, kalau tutup ini menunjuk YESUS, kita tidak akan membahas malam ini. Tetapi yang akan kita bahas adalah petinya dan ini menunjuk kepada kita semua. Bagaimana kita menjadi Mempelai Wanita agar dapat menyambut kedatangan TUHAN? masuk ke firdaus, dan masuk surga. Inilah yang akan kita pelajari.

Keluaran 25: 10, "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

Ini ukuran tabut perjanjian yaitu:
Panjang 2,5 hasta= 2 1/2, Lebar 1,5 hasta= 1 1/2, dan Tinggi 1,5 hasta= 1 1/2.

Inilah ukuran dari peti/kita. Jadi dulu peti itu memang terbuat dari kayu. Sekarang, kita tidak perlu membuatnya lagi, tetapi ukuran itu dalam arti rohani yaitu:

  • Panjang 2 1/2 = 5/2.


    • Angka 5 itu menunjuk lima luka YESUS. YESUS mati di kayu salib dengan lima luka (kematian YESUS).
    • Angka 2 itu menunjuk berdua = bersama-sama.


    Jadi kalau dulu membuat peti dengan panjangnya , untuk sekarang berarti jalan kematian bersama YESUS.


  • Kemudian lebar 1,5 = 3/2.


    • Angka 3 itu menunjuk YESUS mati, dikubur dan bangkit pada hari ke tiga. 3 itu menunjuk angka kebangkitan.
    • Angka 2 itu menunjuk berdua = bersama-sama.


    Jadi untuk sekarang berarti jalan kebangkitan bersama YESUS.


  • Tinggi 1,5 = 3/2.


    • Waktu bicara tutup, maka angka 3 itu adalah ALLAH Tritunggal yaitu ALLAH Bapa, Anak, Roh Kudus (ALLAH Tritunggal) dalam kemuliaan. Tadi tutup pendamaian dari emas murni ada sinar Shekinah Glory disana juga dalam kemuliaan.
      Jadi angka 3 itu menunjuk Allah Bapa, Anak, Roh Kudus (ALLAH Tritunggal) dalam kemuliaan.


    • Angka 2 itu menunjuk berdua = bersama-sama.


    Jadi untuk sekarang berarti jalan kemuliaan bersama YESUS.

Inilah yang disebut proses untuk menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Manusia itu kayu. Kayu penaga yang berwarna hitam, itu merupakan gambaran dari dosa. Dan juga bergetah/ di dalam artinya bertabiat dosa. Tetapi dapat menjadi Mempelai Wanita yang sempurna. Prosesnya lewat jalan kematian, kebangkitan dan juga kemuliaan bersama YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita bahas satu-satu:
JALAN KEMATIAN BERSAMA YESUS.
Jalan kematian harus ditempuh kalau kita mau menjadi sempurna seperti YESUS = peti dari kayu harus disalut dengan emas sehingga tidak kelihatan kayunya = sempurna seperti tutupnya. Jadi harus seperti YESUS, yaitu mati terlebih dahulu, kemudian bangkit, baru menjadi mulia.

Jalan kematian bersama YESUS --> Yesaya 30: 12-15,
12. Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: "Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya,
13. maka sebab itu bagimu dosa ini akan seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,
14. seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu kepingpun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
15. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Jadi keadaan orang yang dalam kematian bersama YESUS adalah seperti tempayan tukang periuk yang hancur lebur. Hancur lebur itu tidak dapat digunakan untuk mengambil api, tidak dapat digunakan untuk mencedok air sebab begitu hancur berkeping-keping/kecil-kecil artinya:

  • sangat tidak berdaya apa-apa,
  • tidak berarti apa-apa, tidak dapat berbuat apa-apa lagi,
  • tidak berguna,
  • tidak berharga apa-apa. Itulah kehidupan yang berada dalam jalan kematian seperti bejana tanah liat/tempayan yang hancur berkeping-keping = hidupnya hancur berkeping-keping.

Bagaimana sikap kita jika kita berada pada saat yang demikian? Sikap kita yang benar dalam jalan kematian adalah diam dan tenang.

Diam = berdiam diri:

  • Koreksi diri lewat ketajaman Firman TUHAN. Banyak mendengar Firman. Dalam pencobaan/masalah yang tidak ada jalan keluar maka jangan lepas dari mendengarkan Firman.
  • Jika ada dosa yang ditemukan, kita mengaku kepada TUHAN/vertikal dan kepada sesama/horisontal (kayu salib).
  • Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi (bertobat). Jadi berdiam diri itu = bertobat. Jangan menyalahkan orang, kalau kita menyalahkan orang, maka itu berarti kita bagaikan periuk yang sudah menjadi kecil-kecil, tetapi dibanting lagi. Semoga kita dapat mengerti.

Selama dosa masih dipertahankan dan kita menyalahkan orang lain, maka kita tidak dapat berbuat apa-apa dan TUHAN juga tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga kehancuran itu akan bertambah-tambah, masalah tidak selesai/masalah bertambah dan hidupnya menjadi semakin berkeping-keping. Semoga kita dapat mengerti.

Dan “tinggal tenangTenang artinya

  • Menguasai diri, supaya kita dapat menyerah sepenuh kepada TUHAN (berdoa kepada TUHAN).
  • Tidak berharap kepada orang lain. Tadi “kamu enggan” dan “mau naik kuda” tetapi “pengejarnya lebih tangkas” ini artinya jangan mengandalkan orang lain.

Diam dan tenang = mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN akan mengulurkan Tangan kepada kita untuk:

  • Menolong kita tepat pada waktunya.
  • Menyelesaikan segala masalah tepat pada waktunya.
  • Memberi jalan keluar dari segala masalah tepat pada waktunya. Itu sebabnya kalau kita mau menjadi Mempelai TUHAN, kita harus banyak diam dan tenang dalam jalan kematian.

Sebagai contoh yaitu waktu Israel keluar dari Mesir dan mereka harus menghadapi laut Kolsom, mereka berteriak-teriak/berseru-seru dan saling menyalahkan. Sebab ke depan tidak bisa, ke belakang ada firaun, kiri kanan tidak bisa. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa --> “ulurkan tangan” dan Musa menurut untuk mengulurkan tangan. Inilah diam dan tenang. Saat itu Angin Timur/Roh. Kudus bertiup = Tangan TUHAN diulurkan untuk membelah laut.

Keluaran 14: 15,16, 21,
15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Sederhana sekali untuk menghadapi laut yang hebat. Kira-kira tempat penyeberangan di Timur Tengah itu luas (lautnya luas dan panjang). Berapa jumlah orang Israel pada waktu itu? Ada 603. 550 orang laki-laki saja, berusia 20 tahun keatas, belum wanita, belum anak-anak dan itu sulit sekali. Seringkali kita pakai logika --> hanya denganmengulurkan tangan, sudah bisa membelah Laut. Artinya untuk sekarang adalah diam dan tenang maka TUHAN meniupkan angin timur (Roh Kudus) untuk menolong kita tepat pada waktunya.

Laut Kolsom terbelah airnya menjadi tanah kering artinya:

  • Ada jalan keluar dari segala masalah.
  • Tangan TUHAN sanggup menyelesaikan masalah yang mustahil/tidak mungkin, tetapi dapat selesai tepat pada waktunya. Tepat waktu = tidak terlalu lambat, tidak terlalu cepat.

Seringkali kita mau cepat-cepat lalu naik kuda artinya:

  • Mau memakai jalan sendiri.
  • Mau menyelesaikan masalah tetapi tetap mempertahankan dosa.
  • Mau menyelesaikan masalah tetapi dengan menyalahkan orang.
  • Mengandalkan orang lain. Kuda artinya kekuatan orang, kekuatan uang, sehingga masalah tidak selesai, justru semakin terpuruk.

Mari diam dan tenang itu jalan pertama supaya kayu ini bisa disalut emas, tidak kelihatan kayunya, sempurna seperti YESUS Mempelai Pria.

JALAN KEBANGKITAN BERSAMA YESUS.
Sesudah mati pasti ada kebangkitan.

Praktek dari jalan kebangkitan bersama YESUS:

  1. Roma 4: 25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

    yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita --> YESUS mati karena dosa kita.
    dan dibangkitkan karena pembenaran kita --> YESUS bangkit untuk membenarkan kita.

    Jadi praktek dari jalan kebangkitan bersama YESUS adalah hidup dalam kebenaran. YESUS mati menebus/menanggung dosa kita, YESUS bangkit membenarkan kita supaya kita hidup dalam kebenaran. Inilah kebangkitan, sering kita salah (termasuk kami hamba TUHAN), kebangkitan dilihat mobilnya merk apa? kalau mobil merk yang mahal berarti dia dalam kebangkitan, belum tentu!!. Anak TUHAN rumahnya lantai berapa? ini hebat dan dalam kebangkitan, belum tentu!!.

    Yang namanya kebangkitan bukan kaya miskin dll. Tetapi benar atau tidak!!. Biar dia kaya tetapi kalau tidak benar = tidak bangkit. Miskin, hidupnya juga tidak benar = tidak bangkit. Yang bangkit itu adalah kebenaran. Mau kaya, mau miskin, gereja besar, gereja kecil, gereja kontrak, yang penting adalah hidup benar. Itulah jalan kebangkitan bersama YESUS. Jadi semua harus benar mulai dari kelengkapan pribadi kita seperti sim, ktp dllnya harus benar.

    Tadi pagi ada kesaksian di Malang. Ada satu keluarga yang tinggal jarak sejauh empat jam dari Malang. Mereka mendengar pengajaran dan terus mengikuti, tetapi orang tuanya menentang, sampai mereka diusir. Orang tuanya ini menelepon dan minta tolong untuk diantar dengan naik sepeda motor, tetapi biasa orang tua ini tidak memakai helm. Tetapi ibu ini ingat Firman, dan mengatakan bahwa harus memakai helm, tetapi orang tuanya tidak mau. Awalnya ada suara daging (bimbang) --> “orang tua sudah mengusir saya, sekarang ini hubungan sudah agak baik, lalu gara-gara helm, saya akan diusir lagi”. Tetapi dia tegas --> “pak kalau tidak pakai helm (tidak benar), saya tidak mau mengantar”, akhirnya orang tuanya melembut sehingga mau memakai helm. Kalau tadinya dia menganggap tidak mengapa tidak memakai helm, maka kehidupan itu tidak akan pernah hidup benar. Inilah kesaksian untuk urusan yang kecil-kecil.

    Hidup benar itu jalan kebangkitan. Bagaimana mau benar seperti YESUS kalau memakai helm saja tidak mau. Mari, dimulai dari yang hal yang kecil-kecil harus benar supaya kayu disalut dengan emas, jangan ada dosa/kesalahan lagi.


  2. Kolose 3: 1,2,
    1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

    Ayat 1= di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah --> perkara diatas dimana YESUS duduk sebagai Imam Besar, Gembala Agung. Dia Kepala dari ibadah.

    Praktek jalan kebangkitan bersama YESUS adalah mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari perkara di bumi = setia dalam ibadah pelayanan. Jangan terhalang apapun oleh perkara di bumi.

Kalau digabung adalah setia dan benar. Jadi jalan kebangkitan adalah beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar. Semoga kita dapat mengerti.

Yesaya 11: 5, Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Ayat 5= Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan --> Ia itu YESUS. Ayat 1 ini nubuat tentang Raja Damai itulah YESUS. YESUS tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan.
Jadi kalau kita beribadah melayani dengan setia dan benar, kita bagaikan memakai ikat pinggang (melayani dengan ikat pinggang). Kalau kita melayani TUHAN dengan berikat pinggang/setia dan benar maka TUHAN juga mengulurkan Tangan untuk melayani kita. Semoga kita dapat mengerti.

Lukas 17: 7,8,
7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Kita beribadah melayani dengan setia dan benar, bagaikan melayani dengan ikat pinggang artinya

  • Kita memberi makan minum YESUS (Tuannya).
  • Memuaskan hati TUHAN dan TUHAN mengulurkan Tangan untuk memuaskan kita --> “kamu boleh makan minum” = TUHAN juga melayani kita.

TUHAN mau mengulurkan Tangan untuk memberikan makan minum kepada kita artinya: memberi kepuasan surga/kebahagiaan surga kepada kita, sehingga kita tidak mencari kepuasan-kepuasan di dunia yang bisa mengakibatkan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
Sore begini melayani di gereja, nanti malam kaum muda/aktivis- aktivis gereja berkumpul dimana? berkarauke, di gedung bioskop, mencari kepuasan-kepuasan --> ini terjadi sebab sekali-pun melayani, tetapi tidak memuaskan TUHAN --> kalau bisa, kehidupan itu melayani, kalau tidak bisa, kehidupan itu tidak melayani. Mungkin kelihatan setia tetapi hidupnya tidak benar dlsbnya.

Seperti saya katakan seperti kita memakai ikat pinggang separuh, kelihatan setia tetapi tidak benar. Berikat pinggang separuh tidak ada artinya, banyak yang demikian, melayani tetapi tidak merasa puas. Nanti pulang dari gereja masih pergi kemana-kemana ke tempat yang tidak baik = mencari kepuasan-kepuasan di dunia yang pergaulannya tidak baik.

Kita harus hati-hati. Sebab dapat sampai jatuh dalam dosa, sampai puncaknya dosa:

  • Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
  • Dosa kawin mengawinkan (maaf) seperti dosa seks dengan berbagai ragamnya, lewat tontonan, lewat apapun.

TUHAN memelihara kehidupan kita secara ajaib --> “engkau boleh makanminum” = TUHAN sanggup memelihara kehidupan kita ditengah dunia yang sulit. Urusan makan minum merupakan urusan TUHAN.

Dan ikat pinggang itu merapikan. Kalau memakai ikat pinggang akan terlihat rapi. Jadi TUHAN mengulurkan Tangan untuk merapikan kehidupan kita. Kehidupan kita yang mungkin sudah kacau balau, nikah yang sudah kacau balau, ekonomi kacau balau, semuanya sudah kacau balau. Bagi kaum muda masa depan sulit --> mari! pakai ikat pinggang dan TUHAN Yang akan merapikan kehidupan kita, nikah rumah tangga dan masa depan kita tepat pada waktunya, semua menjadi tertata rapi, semua menjadi baik tepat pada waktunya. Semoga kita dapat mengerti.

JALAN KEMULIAAN BERSAMA YESUS.
Kemuliaan yang sesungguhnya adalah pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS.

Permulaan pembaharuan adalah baptisan air.
Baptisan air --> Roma 6: 4, Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air yang benar seperti masuk ke dalam bahtera Nuh. Hanya satu bahtera Nuh dan bahtera lain tidak selamat. Jadi baptisan air yang benar itu cuma satu seperti masuk bahtera Nuh, apa itu? kita yang sudah mati bagi dosa, (bertobat), dikuburkan (orang mati harus dikubur) bersama YESUS dalam air dan keluar dari air = bangkit bersama YESUS untuk mendapat hidup baru.

Hidup baru salah satunya yaitu mendapat hati nurani yang baik. Yang belum di baptis air dengarkan Firman TUHAN, yang sudah dibaptis air juga harus mendengarkan:

  • Apakah sudah benar pelaksanaannya?
  • Apakah sudah benar hasilnya?

Mari diperiksa malam ini! Dulu dilahirkan ibu hanya untuk hidup di dunia = hidup darah daging/kayu. Tetapi lewat baptisan air kita dilahirkan baru memiliki hidup surgawi yaitu memiliki hati nurani yang baru = hati taat dengar-dengaran.

1 Petrus 3: 20,21,
20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan—maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah --oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Ayat 20= “yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar” --> zaman Nuh semua tidak taat, hanya delapan orang yang taat, anak kecil juga tidak ada yang taat.

Ayat 21= “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan—“ --> baptisan air.

Hati nurani yang baik = tunduk taat dengar-dengaran.

Kemudian pembaharuan lewat percikan darah (sengsara tanpa dosa), itu kemuliaan, ada Roh Kemuliaan.

1 Petrus 4: 12-14,
12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Jadi ini lewat percikan darah = sengara daging tanpa dosa, sengsara daging bersama YESUS.

Jalan kemuliaan harus kita tempuh. Bentuk dari jalan kemuliaan/sengsara daging bersama YESUS, kalau saya urutkan:

  • Mulai dari berpuasa. Di rumah banyak nasi dll, tetapi kita berpuasa.
  • kemudian doa semalam suntuk. Enak-enak jam untuk tidur harus bangun untuk berdoa.
  • Kemudian sengsara karena beribadah melayani TUHAN. Seharusnya hari Minggu kita beristirahat, tetapi kita datang ke gereja. Itu termasuk percikan darah, sengsara daging tanpa dosa bersama YESUS.


  • Dan yang lebih tinggi lagi yaitu kita tidak bersalah tetapi disalahkan, difitnah (dimusuhi, dinista) karena YESUS, karena kebenaran. Jadi jangan heran. Saya sudah tidak berbuat dosa, tetapi disalahkan, saya tidak berbuat dosa, tetapi saya difitnah. Itulah percikan darah.

Percikan darah supaya apa? supaya ada Roh Kemuliaan/Shekinah Glory untuk mengubahkan manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Baptisan air itu merupakan awal dari kita taat dengar-dengaran, tetapi dalam percikan darah sudah melampaui pintu tirai, yaitu taat dengar-dengaran/tunduk sampai daging tidak bersuara (disalut dengan emas semua, tidak ada kayu lagi). Seperti YESUS taat sampai mati di kayu salib, kita taat sampai daging tidak bersuara lagi. Inilah kehidupan yang dapat tergembala.

Kehidupan yang tergembala itu:

  • memiliki ketaatan/tunduk sampai daging tidak bersuara.
  • mengulurkan tangan. Kalau kita taat/mengulurkan tangan maka kita berada di dalam Tangan TUHAN Yang Kuat.

1 Petrus 5: 5, 6,
5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Saya sudah ajarkan berapa kali, ketaatan dimulai dari:

  • Taat kepada orang tua jasmani yang kelihatan (Halaman), itu sebagai test. Bagaimana kita dapat taat pada yang tidak kelihatan yaitu kepada TUHAN? kalau taat kepada yang kelihatan saja sulit.
  • Taat kepada orang tua rohani/gembala (Ruangan Suci) dan
  • Taat kepada Orang Tua Surgawi itulah TUHAN yang tidak kelihatan (Firman ALLAH). Taat dengar-dengaran = mengulurkan tangan kepada TUHAN. Taat itu --> ‘terserah Kau TUHAN’. Contohnya seperti Abraham yang diperintahkan oleh TUHAN untuk mengorbankan Ishak anaknya.

Hasilnya: “karena itu rendahkanlah dirimu dibawah Tangan TUHAN Yang Kuat, supaya kamu ditinggikannya pada waktunya” artinya Tangan TUHAN/Tangan Gembala Agung sanggup meninggikan/mengangkat kita pada waktunya.

Istilah “mengangkat kita” adalah

  • Mengangkat kita dari kegagalan, ketenggelaman, keterpurukan sehingga kita memiliki masa depan yang berhasil, indah pada waktunya.
  • memakai (kita diangkat, dipermuliakan dan dipakai oleh TUHAN). Jadi Tangan TUHAN di ulurkan untuk memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Kita taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara, mungkin menurut daging tidak logis. YESUS taat sampai mati di kayu salib --> ini tidak logis sebab yang mati di kayu salib adalah orang terkutuk, bahkan sangat terkutuk. Sedangkan YESUS baik, YESUS menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, IA tidak pernah merugikan orang, itu sebabnya IA tidak layak disalib. Tetapi karena itu merupakan perintah Bapa, maka YESUS harus taat sampai daging tak bersuara.


  • diubahkan sampai sempurna seperti YESUS. Kalau kita sudah taat, akan mudah seperti tanah liat yang taat, mau diapa-apakan pada akhirnya menjadi bentuk yang bagus. Kalau kita sudah taat, maka kita akan terus dibentuk, disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit sampai satu waktu jika YESUS datang kedua kali:


    • Kita diubahkan dalam sekejap mata menjadi sempurna seperti Dia, menjadi Mempelai Wanita. Peti sudah tidak ada kayunya lagi, sudah selesai disalut dengan emas
    • Dan kita layak menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu masuk Firdaus/kerajaan seribu tahun, sesudah itu masuk Yerusalem Baru/kerajaan surga yang kekal selama-lamanya.

Inilah kitab Wahyu yang menunjuk kepada peti perjanjian = hubungan Kristus Mempelai Pria dengan kita Mempelai Wanita. Bagaimana kayu/manusia daging, yang berdosa ini dapat mempunyai ukuran sampai menjadi sama dengan YESUS. Inilah jalan kematian, jalan kebangkitan, jalan kemuliaan bersama YESUS.

Biarlah sekarang ini, jika kita tidak dapat melakukan apa-apa, ulurkan saja tangan kepada TUHAN, dan TUHAN akan menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top