English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 13 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (MInggu Sore, 25 Agustus 2013)
Tayang: 15 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Februari 2014)
Tayang: 01 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Februari 2008)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 10 Juni 2007)
Tayang: 23 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 01 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Oktober 2013

Kita masih berada dalam pendahuluan dari kitab Wahyu. Kitab Wahyu adalah kitab yang terakhir dari alkitab. Dalam susunan tabernakel kitab Wahyu terkena pada alat yang namanya tabut perjanjian (alat yang terakhir dari Tabernakel).

Tabut perjanjian (tabut/petinya yang bawah) artinya gereja TUHAN sebagai Mempelai Wanita Surga. Tutupnya dari emas murni itu YESUS sebagai Mempelai Pria Surga.

Keluaran 25 : 10,11,
10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
11. Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Jadi tabut perjanjian (gereja yang sempurna sebagai Mempelai Wanita) itu terbuat dari kayu penaga yang disalut emas murni luar dan dalam, sehingga kayunya tidak kelihatan lagi. Apa arti dari kayu penaga secara rohani?

  • Kayu itu adalah manusia daging. Kalau terkena panas dan terkena hujan, maka kayu itu akan menjadi rapuh = manusia daging.
  • Kayu penaga berwarna hitam itu menunjuk pada dosa-dosa.

Jadi kayu penaga adalah manusia daging yang berdosa. Jadi inilah yang akan dibentuk oleh TUHAN menjadi gereja yang sempurna/Mempelai Wanita. Bukan malaikat yang hebat yang akan dibentuk oleh TUHAN, bukan !! Jadi ada harapan bagi kita semua (manusia daging yang berdosa). Kalau malaikat yang dibentuk menjadi gereja TUHAN yang sempurna, kita semua sudah binasa.

Kayu penaga disalut dengan emas murni luar dan dalam sehingga tidak kelihatan lagi kayunya artinya manusia daging yang berdosa disalut dengan Tabiat YESUS sehingga menjadi sempurna seperti YESUS,itulah Mempelai Wanita Surga (tidak kelihatan lagi kayunya = semuanya emas/Tabiat YESUS). Hari-hari ini kita manusia daging yang berdosa sedang dikerjakan/disalut dengan emas murni sampai tidak kelihatan lagi kayunya (semuanya emas = sama/sempurna seperti YESUS).

Sekarang ini kita belajar proses penyalutan.
Bagaimana manusia daging yang berdosa/kayu bisa disalut dengan emas semuanya, sampai tidak kelihatan kayunya lagi = proses penyalutan kayu penaga dengan emas murni yaitu:
Galatia 3 : 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
telah mengenakan Kristus” --> dalam alkitab terjemahan lama ‘bersalut Kristus”.

Jadi penyalutan dimulai dengan baptisan air. Kalau orang tidak mau dibaptis air, tetap menjadi kayu, tidak bisa menjadi seperti YESUS. Jadi baptisan air ini penting.

Syarat dan pelaksanaan baptisan air yang benar: Roma 6 : 2, 4,
2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ayat 2= Syarat masuk baptisan yaitu mati bagi dosa = bertobat.
Ayat 4= Pelaksanaan baptisan air yang benar.

Pelaksanaan baptisan air yang benar yaitu

  • Orang yang sudah mati bagi dosa dikuburkan di dalam air bersama YESUS Orang mati harus dikuburkan seluruhnya dari ujung rambut sampai kaki. Semuanya berdosa, itu sebabnya harus dikubur.
  • Kemudian keluar dari air = bangkit bersama YESUS mendapatkan hidup yang baru (hidup surgawi). Waktu YESUS dibaptis, YESUS keluar dari air. Ini berarti YESUS juga dikuburkan, sehingga langit terbuka (ada hidup baru = hidup surgawi). Semoga kita mengerti.

Jadi baptisan air ini bukanlah peraturan gereja, bukan !! tetapi ini merupakan penyalutan --> bagaimana manusia daging (bukan malaikat) yang banyak dosa harus disalut dengan emas murni supaya bisa menjadi sama dengan YESUS.

1 Petrus 3 : 20, 21,
20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Salah satu hidup baru yaitu memiliki hati nurani yang baik. Dahulu pada zaman Nuh (sejak manusia dilahirkan) hati manusia cenderung jahat dan najis. Sekarang, lewat baptisan disalut dengan emas murni supaya menjadi hati nurani yang baik = hati nurani yang tulus seperti bayi (kembali seperti bayi yang baru lahir). Waktu YESUS dibaptis, setelah IA keluar dari air, tiba-tiba ada burung merpati. Merpati itu gambaran ketulusan hati --> “hendaknya kamu cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati”.

1 Petrus 2 : 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Ayat 2 --> “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir” --> dalam baptisan air kita kembali seperti bayi baru lahir (rohani).

Jadi jika hati nurani tulus/baik maka mulutnya menjadi seperti bayi:

  • Mulut bayi keluar: hanya untuk memuji dan menyembah kepada TUHAN. Di Matius 21 --> “dari mulut bayi ada puji-pujian kepada TUHAN”.
  • Mulut bayi kedalam : mulut bayi hanya minum air susu yang murni (tidak campuran) dan yang rohani. Karena bayi rohani maka mulutnya minum air susu ibu yang murni dan rohani. Kalau bayi jasmani maka minum air susu ibu yang murni dan jasmani.

Air susu ibu yang murni dan rohani = Firman penggembalaan. Dalam suratnya rasul Paulus (Tesalonika dll), gembala itu bertindak sebagai:

  • Seorang ibu yang memberi susu (makanan bagi sidang jemaat / domba-domba).
  • Tetapi bertindak juga sebagai seorang bapak yang menegor/menasehati.

Mulut bayi minum air susu yang murni dan rohani = menikmati Firman penggembalaan yang diurapi Roh Kudus (rohani = diurapi Roh Kudus), yang disampaikan dengan teratur dan tertib (tidak urakan dll). Jika ada Roh Kudus Firman itu menjadi teratur.

Hasilnya adalah

  • Saya seringkali mengatakan kalau bayi sudah diberikan susu oleh ibunya, akan menjadi tenang. Biarpun terjadi goncangan di dalam pesawat, atau apa-pun dan di manapun, dia menangis. Tetapi kalau sudah bisa minum air susu maka bayi menjadi tenang. Hidup ini akan menjadi mudah kalau saudara dan saya betul-betul tergembala dengan baik (minum air susu yang murni dan rohani) maka hidup ini menjadi tenang. Kalau sudah tenang maka semua enak dan ringan. Tenang = menyerah sepenuh kepada TUHAN.


  • Dan jika terus menerus minum susu, sampai sudah tak bersuara lagi, sebentar lagi menjadi kenyang.

Kenyang artinya:

  • Ada kepuasan rohani (ada kepuasan jiwa, kebahagiaan jiwa).
  • Ada pemeliharaan yang jasmani dari TUHAN sekalipun tidak berdaya seperti bayi.

Itulah yang penting dan tidak bisa dibeli berapapun. Hari-hari ini kalau sudah terjadi goncangan, maka banyak orang menjadi takut, stress. Orang yang takut, stress itu adalah orang yang tidak tergembala, tetapi orang yang tergembala, dapat menikmati Firman penggembalaan maka hidup mereka betul-betul tenang, sehingga semuanya menjadi enak ringan dan kenyang.

Kalau belajar dari murid-murid menangkap ikan, laut belum bergelombang saja Petrus sudah tidak mendapatkan apa-apa. Sekarang ini terjadi banyak persaingan Saya memberikan contoh : waktu dulu ketika kami masih melewati jalan toll, kira-kira tahun 2000 an atau sebelumnya, hanya ada satu warung krupuk, nanti Minggu depan lewat lagi sudah dua, tiga, sampai sudah mencapai satu jalan. Waktu jam duabelas malam saya lewat disitu, pertama hanya dalam batin dan akhirnya saya berkata kepada anak saya --> coba lihat, susahnya orang mencari uang, siapa yang mau membeli pada jam duabelas malam ini dan satu deret, semuanya buka. Begitulah keadaan dunia.

Tetapi kalau kita tergembala akan menjadi lain. Sekalipun kita seperti bayi yang tidak dapat berbuat apa-apa, TUHAN Yang bertanggung jawab. Kita tidak hidup dari toko sekalipun punya toko, kita tidak hidup dari gaji, tetapi hidup dari Gembala Agung. Itu yang harus dipegang. Saya tidak hidup dari jemaat (maaf). Kalau gembala merasa hidup dari jemaat, maka akan terjadi perkelahian --> pendeta itu mencuri dombaku. Tetapi kalau tidak hidup dari jemaat --> terserah TUHAN. Kita semua hidup dari Gembala Agung, sekali-pun kita seperti bayi, tetapi bisa makan. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah penyalutan pertama itulah baptisan air. Jadi harus dikubur dan semuanya disalut. Kalau belum dikubur, berarti belum dibaptiskan (alkitab mengatakan harus dikubur) Semoga kita dapat mengerti.

Ini dalam Matius 17 : 1, 2 = Markus 9 = Lukas 9.

Matius 17 : 1, 2,
1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

Wajah YESUS biasa saja waktu IA naik gunung, tetapi begitu YESUS menyembah --> maka terjadi ayat 2.

Jadi yang kedua adalah penyalutan emas lewat doa penyembahan, dan ini juga dapat disertai dengan berpuasa. Mengapa harus puasa ? puasa itu mempercepat perobekan daging untuk disalut. Bisa juga ditambah doa semalam suntuk, itu untuk mempercepat semuanya.

Enam (“enam hari”) itu angka daging. Jadi doa penyembahan adalah proses perobekan daging (daging ditiadakan) untuk disalut dengan tabiat Kristus. Disalut dengan tabiat Kristus = diubahkan.
Tadi, Wajah YESUS berubah. Wajah itu hati/batin (bagian dalam berubah), kemudian pakaiannya berubah (luar). Jadi dalam doa penyembahan, YESUS mengalami keubahan luar dan dalam.

Jadi dalam doa penyembahan kita mengalami proses perobekan daging sehingga terjadi penyalutan tabiat YESUS luar dan dalam (lahir dan batin). Seperti kayu penaga yang disalut dengan emas bagian luar dan dalam. Semoga kita dapat mengerti.

1 Petrus 3 : 3, 4,
3. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Ayat 4 --> “tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah” --> ini penyalutan sebelah dalam.

Penyalutan sebelah dalam yaitu lemah lembut dan tenteram.
Lemah lembut adalah:

  • Kemampuan untuk menerima Firman pengajaran sekeras apapun. Sehingga kita bisa bersyukur (terima kasih).
  • Kemampuan untuk bisa mengampuni dosa orang lain. Inilah penyalutan seperti YESUS. Di atas kayu salib Dia mengatakan --> Bapa, ampunilah mereka. Tidak peduli apa-pun dosanya (sampai-pun menyiksa dan meyalibkan YESUS.
  • Lemah lembut juga berarti tidak kasar.

Kemudian pendiam. Tentram = pendiam, adalah

  • Banyak mengoreksi diri/banyak berdiam diri = tidak menyalahkan orang lain, banyak melihat kekurangan-kekurangan diri sendiri.
  • Tidak banyak memberi komentar yang negatif. Hati-hati ! Yudas memberi komentar yang negatif. Waktu ada perempuan yang mengurapi Kaki YESUS, Yudas langsung mengatakan bahwa hal itu merupakan pemborosan. Kalau ada sesuatu yang tidak cocok dengan saudara, tentang pelayanan-pelayanan kita. Mungkin saudara berpikir --> mengapa begini, tidak cocok. Paling bagus berdoa saja --> “TUHAN, kalau ini bukan dari TUHAN --> hapuskan/batalkan saja. Jangan berkomentar yang negatif. Sebab jika pelayanan itu memang benar dari TUHAN (pekerjaan pembangunan Tubuh Kristus) dan kita memberi komentar yang negatif bisa gawat sebab kita dapat menjadi seperti Yudas). Lebih baik diam dan banyak berdoa saja, supaya pelayanan kita semua berasal dari kehendak TUHAN.


  • Tidak banyak bergosip/jangan bergosip. Hati-hati kaum muda, sekarang elektronik maju (bbm dll). Sementara TUHAN hendak menyalut kita, tetapi saat kita diberkati dengan alat-alat yang canggih lalu kita gunakan untuk bergosip sehingga emas itu terbuka dan dagingnya yang muncul. Ini bertentangan dengan pekerjaan TUHAN, dan akan mempengaruhi kita untuk berdoa. Semoga kita dapat mengerti.


  • Ini yang paling penting. Pendiam bagi seorang wanita adalah tidak mengajar dan memerintah laki-laki. Tetapi ini lain dengan minta tolong. Ada orang yang tidak mengerti. Istrinya menggendong bayi, membawa tas sampai jalannya terganggu, tetapi mengapa suaminya santai saja? kata suaminya --> jangan mengajar dan memerintah laki-laki, itu keliru !! tetapi kalau minta tolong, boleh. Suaminya ini mungkin menggunakan ayat-ayat dan mau enak, seperti Adam dan Hawa yang sudah telanjang dan lari dibalik pohon-pohon. Pohon-pohon yang ada buahnya dimakan itu menunjuk ayat-ayat Firman. Ini betul terjadi, saya ingat jadi saya sampaikan. Tapi kalau saya sudah mengajar ini, istri jangan sedikit-sedikit minta tolong, apa yang bisa dikerjakan sendiri, tetapi malah minta tolong. Sebaiknya saling menjaga.

Sekarang penyalutan sebelah luar --> 1 Petrus 3 : 5, 6,
5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu
berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Ayat 5 --> “berdandan” --> berdandan itu sebelah luar.

Berdandan itu penyalutan bagian luar = tunduk/taat dengar-dengaran. Istri tunduk kepada suami dan kita semua tunduk kepada TUHAN. Inilah penyalutan bagian luar.

Contohnya adalah ibu Sarah yang tunduk kepada suaminya dan menamai suaminya tuannya. Ibu sarah memiliki kelemahan yang permanen yaitu mandul (maaf) dan mati haid/mati pucuk. Tetapi karena dia tunduk kepada suaminya (tunduk kepada TUHAN) maka TUHAN membuka pintu rahim Sarah = menghapus segala kemustahilan.

Demikian kita juga sekarang ini, mungkin kita mempunyai kelemahan apa saja, tetapi lewat doa penyembahan dan doa puasa kita disalut bagian luar, kita didandani = tunduk kepada TUHAN (kalau istri tunduk kepada suami) maka TUHAN juga akan membukakan pintu-pintu bagi kita di dunia ini:

  • Apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.
  • Jika kaum muda tunduk, maka akan dibukakan pintu masa depan yang indah dan bahagia.
  • Pintu ekonomi dibukakan.
  • Sampai pintu surga juga terbuka bagi kita.

Jadi dalam doa penyembahan terjadi proses perobekan daging sehingga kita disalut bagian luar (didandani = tunduk) dan bagian dalam (lemah lembut, tentram). Sehingga terjadi pembukaan-pembukaan pintu. Semoga kita dapat mengerti.

Kita hanya menyembah --> ‘Haleluyah TUHAN’ dan kita akan disalut, sehingga ada lemah-lembut, pendiam, tunduk. Kalau kita kayu tidak mau disalut dan tidak mau menyembah, maka kita yang bekerja. Itu menjadi susah sebab tangan kita terbatas, tetapi kalau TUHAN Yang membukakan, maka tidak ada yang mustahil, sampai pintu surga terbuka. Mari, kita banyak menyembah TUHAN.

Yang belum baptisan, TUHAN akan menolong kita. Yang sudah baptisan, jadilah seperti bayi, jangan menjadi orang hebat. Bayi itu sederhana, yang terpenting percaya saja kepada ibunya. Kalau kita tidak sederhana dan tidak menjadi seperti bayi, akan menjadi susah. Kita harus sederhana saja, tulus hati, jangan pandang manusia, tetapi pandang Gembala Agung/pandang Firman penggembalaan yang benar yang diurapi dan teratur. Sebab itulah yang paling murni dan yang teratur, yang disusun seperti roti disusun enam, enam. Semoga kita dapat mengerti.

Roma 13 : 12 14,
12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
14. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Ayat 12 --> “mengenakan” --> bersalut.
Ayat 14 --> “kenakanlah Tuhan Yesus Kristus” --> bersalut Tuhan Yesus Kristus.

Jadi yang ketiga adalah penyalutan terang (Penyalutan TUHAN YESUS Kristus sebagai senjata terang) = penyalutan/ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok (ketekunan dalam kandang penggembalaan) yaitu:

Penyalutan TUHAN (ALLAH Bapa) = terang matahari. Ini menunjuk ketekunan dalam doa penyembahan. Kita disalut dengan kasih ALLAH yang bagaikan matahari. Kasih ALLAH itu = matahari yang bersinar.

penyalutan YESUS = penyalutan terang bulan. Ini menunjuk ketekunan dalam Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Kita ditebus dari dosa-dosa (terang bulan = penebusan). Kita disalut dengan Firman ALLAH/Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci/Korban Kristus.

Penyalutan Kristus = terang bintang. Ini menunjuk ketekunan dalam Ibadah Raya (semacam Minggu ini). Ada Roh Kudus (bintang). Kita disalut dengan Roh Kudus dan karunia-karunianya.

Jadi kita disalut dengan matahari, bulan dan bintang. Apa yang harus disalut ? --> Roma 13 : 13, Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Ayat 13 --> “jangan dalam pesta pora dan kemabukan” --> ini dosa makan minum.
jangan dalam percabulan dan hawa nafsu” --> ini dosa kawin mengawinkan.

Jadi yang harus disalut adalah

  • Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba, pesta pora.
  • Dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya. Lewat penglihatan, lewat tontonan, lewat pendengaran, lewat perbuatan. Termasuk juga penyimpangan seks (homoseks, lesbian) sampai nikah yang salah. Ini harus disalut dengan TUHAN YESUS Kristus sebagai senjata terang.


  • Perselisihan dan iri hati. Perselisihan dan iri hati ini sama nilainya (ini kayu juga) dan harus disalut juga.

Perselisihan ini bisa terjadi karena salah paham, karena kesalahan, karena dosa. Ini harus diselesaikan dengan berdamai. Berdamai adalah saling mengaku dan saling mengampuni.

Tetapi perselisihan juga terjadi karena pengajaran/Firman TUHAN dan untuk ini tidak ada jalan lain selain harus kembali ke alkitab. Jadi harus membaca alkitab supaya sama, jangan ditambah dan juga jangan dikurangi. Jika alkitab mengatakan boleh itu berarti boleh, jika alkitab mengatakan tidak boleh itu berarti tidak boleh. Jangan boleh --> “tetapi”, tidak boleh --> “namun”, jangan !! (itu tidak sama). Kalau Matematika 2 + 2 --> “tetapi”, itu bisa tidak sama semuanya.

Jika 2+ 2 = 4, mau di Amerika, dimana-mana saja tetap sama yaitu 4. Yang membuat tidak sama adalah saat kita membaca alkitab --> “ini tidak boleh, tetapi inikan begini, begitu” --> inilah yang menimbulkan perbedaan dan perselisihan.

Apalagi (Permisi) dalam pengajaran ini kita satu alumni Lempin- El Kristus Ajaib. Semestinya tidak ada perbedaan, yang membuat berbeda adalah yang menambah dan mengurangi. Kalau yang tetap sejak dulu pasti tidak ada bedanya.

Iri hati ini menimbulkan kebencian tanpa alasan dan juga gosip-gosip. Kalau sudah ada perselisihan dan iri hati maka akan timbul pemecah belah. Ini berbahaya!

2 Korintus 12 : 20, Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

Ayat 20 --> “sebab aku kuatir” --> Inilah yang dikuatirkan rasul Paulus menjelang kedatangan TUHAN (menjelang selesainya penyalutan), bukan jemaat tidak makan, bukan !! mungkin kita sudah tidak berbuat dosa seks dll, tetapi perselisihan dan iri hati ini seringkali masih terbuka dan belum disalut.

Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati” --> Inilah awal dari perselisihan dan iri hati, jadi semua harus disalut. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi yang disalut adalah dosa makan minum, dosa kawin mengawinkan, perselisihan dan iri hati. Semuanya harus disalut supaya menjadi satu tubuh. Tidak boleh lagi ada kayunya tetapi harus disalut dengan terang (disalut matahari, bulan, bintang).

Wahyu 11 : 19 , Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Ayat 19 --> jadi tabut perjanjian kelihatan di surga sebab semuanya sudah disalut dengan emas (tidak ada kayu).

Wahyu 12 : 1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Ayat 1 --> inilah terang dunia.

Hasil penyalutan terang matahari, bulan dan bintang (Penyalutan TUHAN YESUS Kritus) adalah (Wahyu 11 : 19)
tabut perjanjian yang disalut emas = (Wahyu 12 : 1) perempuan disalut matahari, bulan, bintang = Mempelai Wanita TUHAN yang sempurna. Ini tidak ada gelapnya lagi (semuanya terang). TUHAN mengatakan --> “Aku lah terang dunia” “kamulah terang dunia” --> ini sudah sempurna seperti YESUS (YESUS terang dunia dan kita juga adalah terang dunia).

Ini adalah kemurahan TUHAN. Seandainya yang menjadi Mempelai Wanita adalah manusia suci, manusia hebat, dan malaikat, maka kita sudah habis. Tetapi yang mau disalut oleh TUHAN adalah kayu penaga (manusia daging yang hitam/berdosa dan najis). Kita disalut di mulai dalam baptisan air, doa penyembahan dan dalam kandang penggembalaan, sampai kita ditampilkan sebagai tabut perjanjian yang sudah tidak kelihatan kayunya (emas semuanya) = perempuan yang bersalut matahari, bulan, bintang = Mempelai Wanita Surga yang sempurna seperti YESUS. Semoga kita mengerti.

Orang yang sudah disalut (disucikan, diubahkan), jangan sombong sebab posisinya masih lemah.

Wahyu 12 : 2, 3,
2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga
merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas
kepalanya ada tujuh mahkota.

Jadi posisi kehidupan (posisi dari Mempelai Wanita Surga) yang disalut adalah seperti perempuan yang mau melahirkan anak = paling tidak berdaya dan menghadapi naga. Sudah lemah, tidak berdaya dan berhadapan dengan naga. Inilah posisi kita semua, sebab itu jangan sombong!!

Yang merasa berdosa, najis (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), masih ada kesempatan disalut, untuk itu jangan minder, jangan putus asa!!

Yang bisa kita lakukan adalah mengeluh dan mengerang kepada TUHAN. Jadi mulai dengan posisi:

  • Dibaptis air seperti bayi yang tidak dapat berbuat apa-apa --> “saya hanya bayi”.
  • Disalut dalam doa penyembahan seperti Sarah yang mandul, dan juga sudah mati haid (kelemahan yang permanen) = tidak dapat berbuat apa-apa,
  • semuanya hanya TUHAN yang bekerja. Jadi orang yang disalut itu ditambah dengan tidak berdaya, bukan bertambah sombong, bukan !! --> saya memiliki banyak kelemahan permanen seperti Sarah.


  • Sampai terakhir, sudah menjadi Mempelai (sudah menjadi kehidupan yang suci), semakin tidak berdaya seperti perempuan hendak melahirkan yang hanya dapat mengeluh dan mengerang kepada TUHAN.

Mengeluh dan mengerang adalah penyembahan yang diurapi oleh Roh Kudus --> Roma 8 : 26 -28,
26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ayat 26 --> “tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” --> inilah doa yang diurapi oleh Roh Kudus (mengeluh dan mengerang kepada TUHAN).

Jadi mengeluh dan mengerang dalam Roma 8 : 26-28 adalah

  • Doa yang diurapi oleh Roh Kudus.
  • Doa penyerahan sepenuh kepada TUHAN.
  • Doa dengan menyeru Nama YESUS. Kalau kita sudah tidak mampu, sebut nama ‘YESUS’. Orang yang melahirkan anak, selalu saya ajari --> jangan sebut yang lain, kalau sakit, sebut Nama YESUS. Biar rasa sakit itu disedot oleh TUHAN. Jangan malah memaki-maki suami, jangan!!

Demikian kita juga, saat dalam keadaan tak berdaya seperti perempuan mau melahirkan yang berhadapan dengan naga dengan pencobaannya yang mustahil dll. Jangan menyalahkan orang, tetapi harus banyak mengeluh dan mengerang.

Hasilnya adalah

  1. Tangan TUHAN diulurkan untuk menjadikan semua baik pada waktuNya. Jika kita sungguh-sungguh menyerah kepada TUHAN, maka TUHAN akan mendatangkan kebaikan (menjadikan semua baik). Kalau manusia belum tentu, jika kita menyerah kepada manusia, dia dapat berbuat jahat (dia berpaling ke orang lain). Itu bisa terjadi kepada manusia (suami bisa, istri bisa, anak bisa, orang tua bisa). Kalau kepada TUHAN, jangan ragu --> nanti saya ditinggal, tidak !! asal kita sungguh-sungguh disalut dan berseru kepada Dia. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Kalau kita mengeluh dan mengerang maka akan ada pembebasan tubuh.
    Roma 8 : 22, 23,
    22. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
    23. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

    Ayat 22= “sama-sama merasa sakit bersalin” --> mengerang.
    Ayat 23= “tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh” --> Kita anak-anak Tuhan yang disalut dengan emas (Roh Kudus/Tabiat YESUS).

    Pembebasan tubuh = keubahan hidup seperti bayi yang lahir (terjadi pembaharuan bagaikan melahirkan anak). Terjadi keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS.
    Kita belajar dari ibu hamil:
    Paling tidak, harus sabar. Ibu hamil baru tiga bulan sudah mau lahir, tidak bisa! tetapi harus sabar. Sudah sembilan bulan sepuluh hari dan tergeletak di kamar/rumah sakit.

    harus sabar=


    • Sabar menunggu waktu dari TUHAN.
    • Sabar dalam penderitaan.
    • Tidak mengomel, tidak bersungut, tetapi hanya mengucap syukur kepada TUHAN). Itulah pembaharuan hidup yaitu menjadi sabar.


    Kalau tidak sabar, maka naga sudah siap. Daging itu tidak sabar. Seringkali kita tidak sabar menunggu waktu dari TUHAN sehingga kita memakai jalan sendiri diluar Firman. Tetapi kalau kita berubah/kita sabar dan kuat serta teguh hati berarti tidak ada daging (memiliki sifat YESUS) maka naga tidak dapat menjamah. Kuat teguh hati = tidak putus asa, tidak kecewa, tetap percaya dan berharap kepada YESUS dalam menghadapi apapun. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi pembebasan tubuh = keubahan hidup/pembaharuan itu merupakan mujizat rohani = mujizat terbesar.

    Jika mujizat rohani terjadi maka mujizat jasmani juga terjadi yaitu


    • Yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    • Semua masalah diselesaikan oleh TUHAN pada waktu Nya. Kita tidak mungkin menghadapi naga (pencobaan-pencobaan) tetapi TUHAN akan tolong, nanti ada dua sayap burung nasar dan kita disingkirkan.


  3. Hasil yang terakhir adalah --> Wahyu 12 : 14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Ayat 14 --> “di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu” --> jauh dari mata naga, jangankan menjamah, melihat saja tidak bisa.
    selama satu masa dan dua masa dan setengah masa” --> selama tiga setengah tahun.
    kita diberikan dua sayap burung nazar untuk disingkirkan ke padang gurun jauh dari mata naga/mata antikrist, artinya:


    • Kita dilindungi dan dipelihara langsung oleh TUHAN selama tiga setengah tahun.
    • Kita semua menjadi full-timer. Jadi jangan dipaksakan. Kalau TUHAN tidak memanggil kita untuk menjadi full-timer, kita jangan coba-coba menjadi fulltimer. Sebab nanti akan kacau dan jatuh. Kalau dipanggil jadi fulltimer, jangan coba-coba lari, sebab akan jatuh. Jadi harus sesuai dengan kehendak TUHAN.


    Tapi yang jelas di padang gurun nanti semuanya menjadi fulltimer dan semua bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. TUHAN akan memelihara dengan Firman pengajaran dan perjamuan suci. Setiap hari kita perjamuan suci. Sekarang, kita latihan setiap hari Senin dengan perjamuan suci (latihan menyingkir).

    Dalam perjamuan suci kita mengakui --> hidup saya dari sini, bukan dari dunia. Satu waktu di padang gurun kita betul-betul berterima kasih kepada TUHAN, sebab apa yang kita lakukan dulu setiap hari Senin tidak-lah sia-sia --> sekarang saya merasakan bahwa saya tidak hidup dari apapun tetapi hidup dari perjamuan suci.

    Kita harus latihan. Bukan berarti kita harus menjual toko kita, tidak!! tetapi jangan sampai terikat:


    • Sekalipun kita punya perusahaan, misalnya sekali-pun harga sawit turun, kita harus mengaku ’aku tidak kecewa, saya hidup hanya dari Engkau’.
    • Toko lagi sepi, kita harus mengaku --> ‘aku hidup hanya dari Engkau’. Ini adalah ujian.
    • Gaji diturunkan dan mungkin ada yang langsung di phk --> ‘aku hidup bukan dari apa-apa, tetapi hanya dari Engkau’.

Dan nanti kalau TUHAN datang kedua kali (terakhir), dua sayap burung nasar mengangkat kita diawan-awan, bertemu dengan Dia. Tutup dengan peti bertemu = Mempelai Pria dan Mempelai Wanita bertemu untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari sekarang ini yang bisa kita lakukan dalam penyalutan hanyalah mengeluh dan mengerang kepada TUHAN = menangis kepada TUHAN. Biarlah Tangan TUHAN yang bekerja ditengah kita pada sekarang ini.

TUHAN memberkati kita semua.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top