English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 April 2007)
Tayang: 22 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 Oktober 2007)
Tayang: 10 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 26 Agustus 2013)
Tayang: 29 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 November 2007)
Tayang: 30 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Maret 2007)
Tayang: 28 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 20 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 November 2007)
Tayang: 09 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 13 Januari 2014)
Tayang: 21 September 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin Sore, 16 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 24 November 2013

Penataran imam-imam dan calon imam-imam

Sekarang ini, bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian baik yang berada di jaln W.R.Supratman Surabaya, mau-pun di jln Simpang Borobudur Malang, bersama-sama kami masuk dalam penataran calon imam dan imam-imam, bagi yang belum melayani, masih terbuka kesempatan untuk menerima panggilan TUHAN untuk melayani dan yang sudah melayani, pelayanannya akan ditingkatkan sampai berkenan kepada TUHAN. Puji TUHAN.

Di dalam Wahyu 1 : 1 – 3,
1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
2. Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Titik berat kita adalah pada ayat yang ketiga Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Jadi posisi dari kehidupan yang membaca, mendengar kata-kata nubuat ini dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat = posisi dari kehidupan yang membaca, mendengar dan menuruti kata-kata nubuat/Firman nubuat (Wahyu 1 : 3) = posisi dari Maria yang duduk di dekat Kaki YESUS untuk terus mendengarkan Perkataan YESUS.

Ini sama dengan kita sekarang yang membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat = dulu Maria yang duduk di dekat Kaki YESUS untuk terus mendengarkan Perkataan YESUS.

Lukas 10 : 39 – 42,
39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Jadi, Maria mendengar dan dengar-dengaran pada Perkataan YESUS, artinya:

  1. Yohanes 10 : 27, Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

    YESUS adalah Gembala Yang Baik/Gembala Agung, jadi Suara YESUS = Suara Gembala. Jadi, Maria duduk di dekat Kaki YESUS untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Perkataan YESUS, artinya seperti domba yang mendengar dan dengar-dengaran pada Suara Gembala/Firman penggembalaan = kehidupan yang tergembala. Sekarang ini YESUS sudah ada di surga, bagaimana kita dapat di dekat Kaki YESUS? Dulu, YESUS sebagai Manusia, Maria dapat duduk di bawah Kaki YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

    Kehidupan yang tergembala, selalu berada di dalam kandang penggembalaan yang di dalam tabernakel menunjuk pada ruangan suci.

    Di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya,
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab di sertai dengan perjamuan suci dan
    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


    Inilah kehidupan yang tergembala/selalu berada di dalam kandang penggembalaan = inilah istilah duduk.

    Kita teringat waktu YESUS memecahkan dua roti dan lima ekor ikan untuk lima ribu orang laki-laki, TUHAN memerintahkan orang-orang itu untuk duduk di atas rumput. Jadi, jika kita berada di dalam kandang/ketekunan dalam tiga macam ibadah = duduk dekat Kaki YESUS. Kita hanya duduk dan pasti terjadi aktifitas YESUS Yang memecah-mecahkan roti = kita duduk, YESUS Yang bekerja. Jangan kita yang jalan-jalan/beredar-edar, sebab YESUS Yang akan duduk/diam sehingga kita tidak dapat berbuat apa-apa.

    Kita cukup duduk, tidak beredar-edar = kehidupan yang tergembala/berada di dalam kandang/tekun dalam tiga macam ibadah pokok, maka YESUS Gembala Agung beraktifitas untuk memelihara kehidupan kita baik secara jasmani mau-pun secara rohani. Semoga kita dapat mengerti.
    Inilah kesalahan kami sebagai gembala yang tidak pernah duduk tetapi selalu beredar-edar. Kalau sudah duduk, maka YESUS sebagai Gembala Agung beraktifitas untuk memecah-mecahkan roti = memelihara domba-domba baik secara rohani mau-pun secara jasmani. Inilah kekuatan Suara Gembala.

    Jadi, keberhasilan pemberitaan Firman/Suara Gembala, membawa domba-domba masuk ke dalam kandang penggembalaan = Ini yang harus terlebih dahulu, sebab merupakan tugas dari kami para gembala untuk membawa domba-domba masuk ke dalam kandang. Kalau domba-domba sudah berada di dalam kandang, maka nanti akan ada pemakaian TUHAN selanjutnya yaitu pembangunan Tubuh Kristus antar kandang. Tetapi tugas pokok dari gembala adalah memasukkan domba-domba ke dalam kandang. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Perkataan YESUS = Firman Yang membersihkan/menyucikan, artinya mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penyucian. Firman penyucian = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Firman pengajaran yang benar = Perkataan YESUS adalah Firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab = wahyu dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah prakteknya sekarang. Jadi posisi dari orang yang mendengar dan dengar-dengaran/menuruti Firman nubuat = posisi Maria yang duduk di dekat Kaki YESUS dan terus mendengar dan dengar-dengaran pada Perkataan YESUS artinya:

  • Kehidupan yang tergembala,
  • Kehidupan yang mendengar pengajaran yang benar/wahyu dari TUHAN, bukan mendengar pengetahuan, ilmiah tetapi ilham dari TUHAN.

Jadi, kalau keduanya itu disimpulkan, maka duduk dekat Kaki YESUS untuk terus mendengarkan Perkataan YESUS, artinya tergembala pada Firman pengajaran yang benar. Ini saja. Kalau dulu, Maria duduk, kita mungkin merasa hebat karena Maria duduk di dekat Kaki YESUS, bagaimana ya rasanya? Sekarang dapat kita rasakan yaitu tergembala pada pengajaran yang benar = Maria duduk dibawah Kaki YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

Tergembala pada Firman pengajaran yang benar = seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar = posisi kita seperti ini. Semoga kita dapat mengerti.

Maria duduk di bawah Kaki YESUS dikaitkan dengan pelayanan; jadi, jika kita mau melayani, maka kita harus mengetahui posisinya terlebih dahulu.

Maria duduk di dekat Kaki YESUS artinya:

  • Mendengar Suara Gembala = kita tergembala = kita berada di kandang penggembalaan. Inilah tempat bagi orang yang hendak melayani, jangan beredar-edar tetapi duduk dekat Kaki YESUS. Kita duduk, YESUS Yang memecahkan roti. Jadi, tergembala itu paling enak.


  • Perkataan YESUS ( Yoh 15 : 3 ) = Firman Yang menyucikan, tidak sembarangan Firman, tetapi kita dengar dan dengar-dengaran pada:


    • Firman yang menyucikan,
    • pada Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan
    • pada Firman pengajaran yang benar yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab = Wahyu dari TUHAN

Lukas 10 : 40 – 42,
40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Jadi, di ayat 39, Maria duduk dikaitkan dengan pelayanan = sedangkan Marta sibuk sekali melayani.

Ay 41, kalau jalan-jalan = menyusahkan diri. Sibuk melayani, tetapi jalan-jalan, tidak pernah duduk sehingga menjadi susah seperti Marta. Mungkin batinnya yang susah, dan juga mungkin secara jasmani juga susah sebab terus merasa kuatir = tidak pernah merasa tenang. Kalau kita duduk, maka TUHAN Yang bekerja sehingga kita menjadi enak. Inilah saudaraku, posisi terlebih dahulu yang harus diperbaiki dan di mana posisi itu? Posisinya itu adalah duduk dekat Kaki YESUS, pasti akan merasa enak.

Inilah kita berbahagia, sebab kita mengetahui kalau kita melayani bukan hanya sekedar melayani =mari, melayani, melayani dan ini seperti Marta yang dikatakan oleh YESUS bahwa Marta kuatir. Inilah posisi kita terlebih dahulu yang harus diperbaiki yaitu kita harus duduk terlebih dahulu dekat Kaki YESUS dan terus mendengarkan Perkataan YESUS (bukan perkataan yang lainnya) tetapi mendengar

Perkataan YESUS Yang adalah:

  • Firman penggembalaan = Suara Gembala sehingga kita menjadi tergembala, kita jangan mendengarkan suara asing.
  • Firman pengajaran yang benar = tergembala pada Firman pengajaran yang benar = carang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Inilah posisi kita yaitu duduk. Setelah kita duduk, barulah dikaitkan dengan pelayanan. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, Maria duduk dekat Kaki YESUS untuk mendengarkan Perkataan YESUS, dikaitkan dengan pelayanan/tahbisan. Pelayanan Marta begini dan begitu, tetapi dicela oleh TUHAN. Marta mencela Maria, tetapi Maria dibela oleh TUHAN = Maria telah memilih yang terbaik/yang benar dan kekal, sebab tidak akan diambil daripadanya. Asal kita duduk/tergembala maka TUHAN Yang akan membela. Kita tidak perlu membela diri.

Jadi, tahbisan/pelayanan yang benar dan kekal harus dimulai dengan duduk/tergembala pada Firman pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang benar = menempatkan YESUS sebagai Kepala. Kalau carang melekat, maka kita akan aktif, kalau tidak melekat, bagaimana kita dapat hidup? Sekali-pun mau melayani, tetapi kalau tidak memiliki akar, bagaimana? Harus menempel dulu pada Pokok = mendapat makanan dari Pokok dan kalau sudah makan, kita dapat berbunga dan berbuah.

Pokok anggur itu bukanlah seorang manusia tetapi YESUS Yang menjadi Pokok/menjadi Kepala. Jadi, kalau pelayanan tubuh hendak melayani, maka harus menempatkan YESUS sebagai Kepala. Bagaimana seseorang tidak memiliki Kepala, tetapi mau melayani? Jika tidak memiliki kepala, maka pelayanannya akan menjadi ngawur.

Jangankan tidak memiliki kepala, kepalanya ada darah satu titik saja yang tidak dapat dilihat oleh orang, yang dapat terlihat hanya melalui c.t.scan saja. Hanya satu titik darah saja, maka kehidupan itu sudah menjadi bingung. Ini yang banyak tidak dimengerti oleh orang = orang yang baru datang, sudah mendapat tugas untuk melayani = tidak mengerti di mana posisinya, apakah memiliki Kepala atau tidak?

Mari, memiliki Kepala terlebih dahulu = carang melekat terlebih dahulu, sehingga memiliki akar dlsbnya, barulah kehidupan itu dapat bergerak. Kemudian tubuh memiliki Kepala terlebih dahulu = menempatkan YESUS sebagai Kepala, baru dapat melayani.

Sekarang ini, penataran bagi imam-imam dan calon imam-imam; saudara hendak melayani itu bukannya dipersulit sebab kalau tidak mengerti apa arti dari melayani, maka akan menjadi ngawur. Aku sudah bernubuat, aku sudah melakukan mujizat = pergi!! Enyahlah = nanti akan menjadi seperti ini sebab tidak mengerti bagaimana cara untuk melayani itu. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita harus berada pada posisi yaitu:

  • Tergembala pada pengajaran yang benar seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar dan
  • Menempatkan YESUS sebagai Kepala

Kedua hal di atas ini merupakan pelayanan yang benar sampai kekal selama-lamanya.

Yohanes 15 : 1 - 3,
1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting
yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Jadi, kalau melekat pada Pokok, maka ranting-ranting akan dibersihkan supaya berbuah. Jadi di dalam sistim penggembalaan/dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian secara intensif/secara terus menerus. Orang yang memiliki kebun anggur pasti mengerti, hanya satu kali dibersihkan, kemudian selama satu tahun tidak dibersihkan = tidak! tetapi harus terus dibersihkan dan digunting jika mau berbuah lebat. Inilah di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian secara intensif/terus menerus oleh Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini penting, di dalam penggembalaan ada pedang untuk menyucikan.

Apa yang disucikan? Istilah ‘bersih’ ini ditulis di dalam Yohanes 13 : 10, 11, 18,
10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
18. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Hanya tidak semua/tidak semua kamu bersih, itulah Yudas.
Tidak semua, sebab kakinya yang kotor = ini tentang mencuci kaki sebab kaki ini yang paling kotor. Perjalanan hidup dalam pelayanan, maka kaki ini yang paling kotor. Seharusnya kaki itu indah, tetapi kalau menjadi seperti Yudas, menjadi paling kotor.

Ay 18, Yudas mengangkat tumit. Jadi apa yang harus disucikan? Yaitu penyucian kaki yang kotor seperti Yudas sebab Yudas mengangkat tumit kepada TUHAN.

Mengangkat tumit = mau lebih tinggi = sombong/kesombongan.

Apa yang menjadi praktek dari mengangkat tumit kepada TUHAN/sombong?

  1. Yohanes 12 : 3 – 7,
    3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
    7. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

    Jadi, waktu ada seorang perempuan yang meminyaki YESUS dengan minyak narwastu seharga tiga ratus dinar dan ini merupakan gaji selama satu tahun; sebab dahulu gaji sehari sedinar. Jadi tiga ratus yang dipotong dengan hari Sabat, menjadi tiga ratus hari = gaji satu tahun. Saudara dapat mengkalkulasi sendiri, gaji satu tahun yang diserahkan dan Yudas langsung mengkritik dan di ayat lain disebutkan sebagai pemborosan. Inilah mengangkat tumit terhadap TUHAN; kesombongan dimulai dengan mengkritik pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Untuk meminyaki Tubuh YESUS Yang akan dikubur = pelayanan terakhir; setelah Tubuh YESUS dikubur, tidak dapat lagi dilayani.

    Untuk sekarang merupakan gerakan terakhir = pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang dikritik = mengkritik pengajaran yang benar = mengangkat tumit karena mempertahankan keinginan jahat/keinginan akan uang sehingga Yudas menjadi seorang pencuri terutama mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Karena Yudas mencuri milik TUHAN, itu sebabnya ia mengkritik pelayanan pembangunan Tubuh Kristus = mengkritik pengajaran yang benar.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab kita melayani dan melayani tetapi kita mencuri persepuluhan, ini berarti kita menjadi seperti Yudas. Ini terutama ditujukan kepada saya, saya melayani dan melayani, tetapi saya mencuri persepuluhan, maka ini betul-betul menjadi seperti Yudas yang mengkritik pelayanan Tubuh Kristus = mengkritik Firman pengajaran yang benar.

    Persepuluhan yang merupakan milik TUHAN yang paling kecil saja kehidupan itu tidak berani memberi, apalagi untuk hal yang besar-besar, pasti akan mengkritik. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab kalau sudah mulai mengkritik, kehidupan itu mulai menjadi ragu-ragu.

    Jadi, Yudas mengangkat tumit/sombong kepada YESUS dengan mulai: mengkritik pengajaran yang benar karena Yudas seorang pencuri = mempertahankan keinginan jahat,
    mengkritik tahbisan yang benar.


  2. Markus 14 : 10, 11,
    10. Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
    11. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

    Karena mengkritik pengajaran yang benar, maka ia ?bersekutu dengan ajaran-ajaran yang lain/bersekutu dengan suara asing. Sudah jelas ajaran YESUS berbeda dengan ajaran dari ahli-ahli taurat dan imam-imam, tetapi Yudas tetap bersekutu dengan mereka.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab kalau sudah mengkritik apa yang benar, maka pasti tujuannya kepada yang tidak benar/bersekutu dengan ajaran-ajaran lain karena perkara-perkara jasmani seperti:


    • mendapatkan uang,
    • mendapatkan kedudukan,
    • mendapat pujian, kehormatan dllnya. Ini sangat berbahaya sebab pada akhirnya Yudas menjual YESUS/menjual pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.


    Setelah mengkritik, kemudian bersekutu dengan ajaran-ajaran yang lain sampai akhirnya menjual YESUS/menjual ajaran-ajaran yang lain.


  3. Kemudian betul-betul tumitnya digigit/dipagut oleh ular (ktb Bilangan) = Matius 26 : 23, 25,
    23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
    25. Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

    Mengelak dan menolak pengajaran yang benar dan ini sudah pasti dan jelas = "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
    Yudas mencelup = dia, tetapi ia berkata bukan aku. Selalu menolak dan mengelak Firman pengajaran yang benar sehingga tidak mau mengaku dosa/berdusta bahkan menyalahkan orang lain. Ada duabelas orang murid dan ada yang bertanya = siapa yang mau menyerahkan? Yang mencelupkan roti dalam pinggan bersama Aku = ini sudah keras dan terakhir, ini merupakan pengajaran yang keras sebab langsung menunjuk, tetapi Yudas tidak mau mengaku = ia tidak mau mengaku dosa dan juga berdusta + jika bukan Yudas berarti kesebelas murid yang lain.

    Jadi inilah mengelak dan menolak pengajaran yang benar sehingga:


    • tidak mau mengaku dosa sekali-pun dosa sudah ditunjuk, tetapi
    • ia berdusta bahkan
    • menyalahkan orang lain.
      Ini merupakan puncak kesombongan. Kita sudah mendengar hati seorang hamba yaitu rendah hati dan lemah lembut seperti YESUS Yang mengakui dosa orang lain. YESUS Yang tidak berdosa, tetapi mengakui dosa orang lain = puncak dari kerendahan hati. Mengakui dan menanggung dosa-dosa kita. Sedangkan Yudas yang sudah berbuat dosa, ia berdusta bahkan menyalahkan orang lain = puncak kesombongan dan di saat itu juga tumitnya digigit/dipagut ular, artinya Yudas kerasukan setan di saat-saat perjamuan suci.

      Jika Firman pengajaran dan perjamuan suci ditolak, maka itu berarti: tumit sudah diangkat sehingga menjadi sama dengan setan untuk dibinasakan untuk selama-lamanya.


    • kerasukan setan.


    Itu sebabnya kita harus tergembala supaya betul-betul terjadi penyucian secara intensif. Jika kita mau melayani TUHAN, maka kita harus terlebih dahulu tergembala/duduk dekat Kaki TUHAN untuk mendengarkan Firman supaya kita disucikan secara intensif terutama dari dosa Yudas yaitu kaki yang paling kotor = mengangkat tumit melawan TUHAN sehingga ia menjadi sombong dan:


    • mengkritik pengajaran yang benar, dan mulai
    • bersekutu dengan pengajaran yang lain, sampai
    • ia menjual (dulu menjual) pengajaran yang benar, untuk sekarang menghina pengajaran yang benar = datang pada ajaran yang lain dan mengejek/mengolok-olok dan menghina ajaran yang benar itu begini dan begitu = menjual YESUS dan terakhir
    • ia secara terang-terangan menolak bahkan menolak pengajaran yang benar yang disertai dengan perjamuan suci = ia mengangkat tumit sehingga tumitnya dipagut oleh ular dan Yudas betul-betul kerasukan setan.


    Yohanes 13 : 27, Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

    Kita harus berhati-hati, sebab sesungguhnya Firman dan di sertai dengan perjamuan suci itu sebenarnya untuk menolong orang yang sekali-pun sudah seperti Yudas, sebenarnya masih dapat tertolong; pelayan-pelayan TUHAN yang sudah jatuh dan jahat, najis, tetapi lewat pengajaran dan perjamuan suci, dapat ditolong.

    Tetapi kalau ditolak bahkan mengkritik, mengejek/mengolok, maka kehidupan itu sudah sampai pada puncak kesombongan sehingga tumitnya dipagut oleh ular dan kehidupan kerasukan setan = menjadi sama dengan setan yang akan dibinasakan. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, di dalam penggembalaan, kita akan disucikan dan jika kita disucikan dari dosa Yudas, maka kita akan berbuah lebat, tetap dan manis sehingga kita akan berbahagia di dalam pelayanan = kita mengalami kebahagiaan surga dalam melayani TUHAN.

Kita membayangkan, saudara di dunia ini mendapatkan pekerjaan ketika itu saudara tidak memiliki pekerjaan, maka saudara akan sangat berterima kasih dan merasa berbahagia. Apalagi bekerja di dalam kerajaan surga, saya kira tidaklah mungkin saudara tidak merasa bahagia dan juga tidak mungkin saudara merasa tersiksa. Asal kita disucikan, maka kita akan merasa berbahagia melayani kerajaan surga.

Atau kita merasa sedih dan apa yang membuat kita sedih di dalam pelayanan? Sikap kita terhadap Firman karena kita mempertahankan dosa Yudas yaitu kesombongan. Kalau kita bersalah, kita tidak mau mengaku bahkan kita menyalahkan orang lain dan juga mencuri milik TUHAN. Ini yang membuat berat di dalam pelayanan sehingga rontok, tidak sampai berbuah. Baru berbunga-bunga di saat melayani, sudah rontok karena sombong.

Bagi lulusan Lempin-El, saudara baru satu kali dipercayakan untuk membawakan Firman dan dipuji oleh orang, saudara sudah merasa lebih dari gembalanya. Ini yang mengakibatkan rontok karena sombong, tetapi harus sungguh-sungguh merendahkan diri.

Jika sudah berbuah lebat dan manis, maka hasilnya ‘Bapa-Kulah pemeliharanya’
Kita dibela dan dipelihara oleh TUHAN. Kita membuka usaha, yang mengusahakan adalah TUHAN, kita tinggal duduk/tergembala dan melayani TUHAN. Untuk hal yang lain-lain, TUHAN Yang mengusahakan semuanya = semuanya merupakan urusan dari TUHAN.

Demikian juga untuk saya di dalam penggembalaan, semuanya merupakan urusan dari TUHAN; kalau saya yang mengurus penggembalaan, maka saya tidak akan sanggup, yang menjadi urusan saya adalah:

  • duduk/tergembala dan
  • melayani dalam kesucian/dalam penyucian

Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, serahkan pelayanan kepada TUHAN. Sebab melayani di dunia ini saja, sekali-pun kita sudah memiliki gelar sebagai sarjana ekonomi dan diterima bekerja di bagian pembukuan, masih dilatih lagi dan juga harus mengikuti pertemuan-pertemuan dan ini berarti masih tidak mampu. Sekalipun sudah sarjana, masih belum mampu melayani hal yang duniawi, apalagi melayani surga = ini terlalu jauh; saya terlalu jauh. Itu sebabnya urusan kita hanyalah duduk di dekat Kaki YESUS/tergembala dan juga melayani di dalam kesucian = hal yang lain merupakan urusan TUHAN = Dia Bapa pengusaha = TUHAN Yang memelihara dan membela kita. Pelayanan kita, ekonomi kita, semua kehidupan kita dibela oleh TUHAN sampai Maria memilih yang terbaik sehingga semuanya menjadi baik dan tidak dapat diambil daripadanya = kekal.

Bagi yang mau melayani dan juga yang sudah melayani, mari duduk dekat Kaki YESUS/tergembala pada pengajaran yang benar = carang melekat pada Pokok = menempatkan YESUS sebagai Kepala. Bukan kita yang menjadi kepala, tetapi YESUS.

Itu sebabnya kita jangan ragu untuk melayani TUHAN. Saudara yang dipanggil sepenuh oleh TUHAN/sebagai full-timer seperti saya yang pernah lari selama sepuluh tahun oleh TUHAN, beruntung saya masih dipanggil, sebab kalau tidak, maka saya sudah habis. Itu sebabnya kita jangan takut kalau TUHAN memanggil, baik dipanggil sepenuh/sebagai full-timer dllnya, semuanya itu terserah TUHAN dan TUHAN Yang akan menolong kita. Jadi inilah, kita harus duduk terlebih dahulu. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi ada tiga kemungkinan lain yang negatif dan ini harus diperbaiki. Yang benar itu seperti Maria yang terlebih dahulu dekat Kaki YESUS, baru melayani, sehingga sungguh-sungguh merasa berbahagia dan juga dibela oleh TUHAN. Marta yang meminta TUHAN agar Maria membantunya, tetapi Maria dibela dan dipelihara oleh TUHAN di dalam segala hal.

Tiga kemungkinan lain yang negatif dan yang harus dijaga adalah:

  1. memiliki pengajaran yang benar, tetapi tidak tergembala. Ini merupakan penyakit dari para hamba-hamba TUHAN. Itu sebabnya kita semua harus berhati-hati.

    Tidak tergembala, artinya:


    • menempatkan diri sebagai kepala = bukan YESUS sebagai Kepala, sebab kalau kita tergembala pada pengajaran yang benar = menempatkan YESUS sebagai Kepala. Menempatkan diri sebagai kepala/menempatkan uang sebagai kepala seperti Yudas/menempatkan orang lain sebagai kepala. Hanya melihat orang, melihat uang atau melihat diri sendiri = aku, semuanya harus aku. Inilah gejala pertama yaitu memiliki pengajaran tetapi tidak tergembala. Contohnya adalah Marta yang melayani, tetapi ia tidak memiliki Kepala/tidak tergembala. Ia memiliki pengajaran sebab YESUS sedang berbicara/berkata-kata dan ini adalah pengajaran yang benar, sayang Marta tidak duduk untuk mendengar, tetapi ia sibuk melayani. Tidak duduk/tidak tergembala/carang tidak melekat pada Pokok, artinya tidak menempatkan YESUS sebagai Kepala. Jika carang tidak melekat pada Pokok, apa yang dapat dilakukan oleh carang itu? Sekali-pun pelayanannya hebat, tetapi kalau tidak memiliki Kepala/tidak memiliki Pokok, tidak dapat berbuat apa-apa sehingga kehidupan itu menjadi kering.

      Lukas 10 : 40, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

      Suruhlah Maria membantu aku’
      istilah ini agak dalam (Kej 2 : 18) = perempuan ini penolong bagi laki-laki. Marta sebagai seorang wanita mau mencoba-coba wanita disuruh untuk menolong = Marta mau menjadi laki-laki/mau menjadi kepala = tidak menempatkan YESUS sebagai Kepala, tetapi menempatkan dirinya sebagai laki-laki.

      Kejadian 2 : 18, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

      Manusia =laki-laki/suami seorang diri saja. Wanita itu menolong laki-laki dan ini yang ditetapkan oleh Firman. Sebagai laki-laki/YESUS Yang ada di situ, tetapi Marta mau mengambil alih = “Suruhlah Maria menolong aku."

      Jadi di sini (Kej 2 : 18), menurut Firman pengajaran yang benar = wanita menolong laki-laki = menempatkan laki-laki sebagai kepala = YESUS sebagai Kepala, tetapi Marta mau menempatkan diri sebagai kepala = ia meminta supaya Maria menolong dirinya.

      Jadi, Marta tidak:


      • menempatkan YESUS sebagai Kepala,
      • menempatkan pengajaran yang benar sebagai Kepala,
      • mengutamakan Firman pengajaran yang benar, tetapi ia mengutamakan hal yang lain seperti perkara-perkara jasmani. Beribadah hanya melihat manusia, sehingga tidak ada Kepala/YESUS. Itu sebabnya kita harus berhati-hati; bagi kaum muda jika hendak menikah dan tidak menempatkan YESUS sebagai Kepala/mengutamakan pengajaran yang benar sebab yang penting ini, yang penting itu = tubuh tanpa Kepala = gawat. Harus sepadan/yang cocok supaya tidak menimbulkan masalah. Semoga kita dapat mengerti.


      Pada waktu yang lalu saya berkata = karena siswa Lempin-El ada di sini, jadi mereka dapat mencari-cari gadis di sini, sedangkan bagi siswinya tidaklah mungkin mencari sendiri, kecuali kalau ditanya. Yang siswa ini yang berbahaya karena melihat-lihat gadis. Saya katakan: kalau siswa Lempin-El yang bertanya, maka harus bertanya kepada saya terlebih dahulu supaya sepadan. Jangan berkata = ini pengajaran-pengajaran, tetapi setelah itu anak orang di bohongi = jangan! Itu sebabnya harus sepadan. Saya katakan = saya tidak rela kalau anak-anak saya di bohongi sebab saya tahu Lempin-El yang bagaimana kehidupan itu/siapa orang itu = saya yang tahu sebab saya adalah gurunya. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

      Itu sebabnya bagi kaum muda/Lempin-El jangan hanya pengajaran-pengajaran = ini betul, sebab nomor satu adalah pengajaran, tetapi juga harus sepadan/yang cocok. Bertanya kepada orang tua terlebih dahulu dari kedua pihak supaya tidak menimbulkan masalah. Semoga kita dapat mengerti.

      Jadi, Marta tidak mengutamakan YESUS sebagai Kepala/mengutamakan pengajaran yang benar tetapi ia mengutamakan yang lain seperti perkara-perkara jasmani yaitu mengutamakan:


      • dirinya sendiri,
      • orang lain = meletakkan YESUS di kaki = terbalik, Marta yang kepala = menginjak-injak/menghina TUHAN,
      • uang.


      Mohon maaf kepada kaum wanita = ibu dan istri saya seorang wanita = jangan menjadi kepala di dalam rumah tangga, tetapi suami yang menjadi kepala, demikian juga di dalam ibadah, wanita jangan menjadi kepala, tetapi laki-laki yang menjadi kepala dari wanita. Kalau laki-laki menjadi kepala di dalam rumah tangga mau-pun di dalam ibadah, maka YESUS Yang menjadi Kepala.

      Sebab susunan di dalam 1 Korintus sbb = ALLAH, Kristus, laki-laki baru wanita.
      Kristus menjadi Kepala dari laki-laki dan laki-laki menjadi kepala dari wanita, jadi kalau laki-laki menjadi kepala di dalam rumah tangga, maka YESUS menjadi Kepala dari rumah tangga itu. Demikian juga jika laki-laki menjadi kepala di dalam ibadah, maka YESUS Yang menjadi Kepala di dalam ibadah. Semoga kita dapat mengerti.

      Tetapi kalau terbalik, wanita yang menjadi kepala dari laki-laki, maka YESUS tidak menjadi Kepala melainkan YESUS berada di kaki = menginjak-injak/penghinaan. Semoga kita dapat mengerti.


    • tidak dengar-dengaran/tidak taat pada Firman pengajaran yang benar karena mendengarkan suara asing. Karena terus menerus mendengarkan suara asing, maka tidak taat kepada Suara Gembala. Suara asing itu pengajaran yang lain; itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab kalau sudah mendengarkan ajaran yang lain dan kita dengarkan, pasti kita akan meninggalkan ajaran yang benar.

      Sudah sering saya katakan = kita membaca alkitab di mulai:


      • dari ktb Kejadian yaitu Hawa yang sudah sekian lama mendengarkan Suara TUHAN sehingga hidupnya enak di dalam firdaus, tetapi begitu ia mendengarkan suara asing/suara ular = langsung ia jatuh dan memilih yang tidak benar. Kalau diperhadapkan dengan dua pilihan, pasti akan memilih yang tidak benar.


      • kemudian Salomo yang hebat dan dahsyat sebab ia memiliki hikmat yang tidak dapat ditandingi oleh siapa-pun juga. Tetapi ia mendengarkan Suara TUHAN dan suara istri/suara asing, ia memilih yang salah. Ini sudah rumus; tidak ada yang dapat mengatakan bahwa saya kuat; dari ktb Kejadian sampai ktb Wahyu = pasti memilih yang salah. Itu sebabnya kita jangan mendengarkan suara asing sebab suara asing = suara ular.


      Suara asing:


      • ajaran-ajaran lain,
      • gosip-gosip yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,
      • suara daging = kita harus berhati-hati sebab suara daging ini sangatlah tipis antara suara daging dengan Suara TUHAN, apalagi kalau kita ada keinginan sehingga suara daging dianggap sebagai Suara TUHAN. Kalau kita menginginkan sesuatu dan dinasihati, kita tidak mau mendengar, maka akan gawat sebab suara daging dianggap sebagai Suara TUHAN. Kalau kita diberi nasihat dan kita masih mau mendengar akan nasihat itu, maka itu berarti masih ada harapan untuk mendengarkan Suara TUHAN. Tetapi baru disentuh sedikit, sudah marah = suara daging. Jadi suara daging ini perbedaannya sangatlah tipis dengan Suara TUHAN, itu sebabnya kita harus berhati-hati. Di dalam hal apa saja seperti di pekerjaan, kalau diberi nasihat, tetapi menjadi marah dan berkata supaya tidak perlu ikut campur, maka ini berbahaya sebab berarti memaksakan kehendak/keinginan. Kita jangan seperti ini, tetapi harus seperti YESUS di taman Getsemani; memang waktu itu ada Suara Daging = ‘ya Bapa, kalau boleh cawan ini lalu daripada-Ku, (dan ini memang merupakan Suara yang benar, sebab YESUS tidak berdosa, tetapi ini Suara Daging) tetapi bukan Kehendak-Ku yang jadi, melainkan Kehendak-Mu yang jadi’ dan ini yang benar. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh untuk tidak mendengarkan suara asing sebab ini menyebabkan kita tidak tergembala seperti Marta. Yang paling dekat dengan suara asing adalah suara daging dengan segala keinginannya dan ini yang paling berbahaya sebab suara daging ini dikemas dengan hal yang rohani.


    Akibatnya gawat = TUHAN berkata: Marta, engkau susah dan kuatir = suasana duri-duri. Seperti tanah yang diberi hujan/Firman pengajaran, tetapi menimbulkan/menghasilkan semak duri; kalau kita dengar-dengaran akan menghasilkan buah-buah dan sayur-sayur yang berguna.

    Ibrani 6 : 7, 8,
    7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
    8. tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

    Ay 7, ini bagi orang yang taat, tetapi saya tidak berbicara soal itu, tetapi tentang air hujan = air hujan pengajaran.
    Ay 7, suasana duri = suasana kutukan = letih lesu, beban berat, susah payah.

    Mari kita periksa, saya sebagai pelayan TUHAN, bagaimana saya melayani? Bukan berarti sudah cukup dengan jemaat di Malang dan di Surabaya, bukan karena ini. Dari awal saya sudah meninggalkan semuanya dan saya merasa berbahagia, bukan duri. Itu sebabnya kita jangan letih lesu, beban berat dan susah payah sebab itu adalah duri/kutukan.
    Mari kita memeriksa pelayanan, nikah rumah tangga dan juga kehidupan kita, kalau masih ada letih lesu, beban berat dan juga susah payah, maka itu berarti ada gejala kita tidak tergembala sekali-pun kita sudah berada di dalam pengajaran, sudah ada air hujan, kalau tanahnya/benihnya baik, maka semuanya menjadi beres sebab sudah ada hujan. Berbeda kalau tidak ada hujan, semuanya akan susah. Ini sudah ada hujan/pengajaran, tetapi mengapa menghasilkan duri? Jawabannya adalah karena:


    • tidak tergembala,
    • tidak mengutamakan pengajaran tetapi mengutamakan yang lain = kalau berbenturan antara pengajaran dengan sesuatu, maka memilih yang sesuatu itu.
    • tidak taat dan dengar-dengaran sekali-pun dihujani terus menerus, tetap duri dan pada akhirnya menyalahkan pengajaran.
    • kuatir = tidak ada ketenangan, tidak ada kedamaian. Kalau orang merasa kuatir, maka tidak dapat benar = tidak ada ketenangan, tidak ada kedamaian dan tidak ada kebenaran dan juga tidak ada kesetiaan. Inilah suasana kutukan dan akibatnya hanya dibakar habis/binasa untuk selama-lamanya.


    Jadi, maafkan saudaraku! Langkah-langkah seperti Marta adalah memiliki pengajaran tetapi tidak tergembala sekali-pun ia melayani TUHAN dan ini adalah langkah kutukan = satu langkah jaraknya dengan maut/kebinasaan. Inilah kemungkinan yang pertama yang tidak baik/yang negatif. Semoga kita dapat mengerti.


  2. tergembala tetapi tanpa pengajaran yang benar. Di bagian atas tentang kemungkinan yang pertama adalah memiliki pengajaran tetapi tidak tergembala, sekarang tergembala tetapi tanpa pengajaran yang benar.

    Lukas 13 : 10 – 13,
    10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
    12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
    13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

    Jadi, sebelum YESUS mengajar, ada perempuan yang bungkuk (selama delapan belas tahun tidak sembuh). Begitu YESUS mengajar, langsung perempuan itu sembuh, berarti di dalam gereja itu tidak memiliki pengajaran, sebab yang menyembuhkan adalah Firman pengajaran = tergembala, tetapi tanpa Firman pengajaran. Akibatnya menjadi bungkuk rohani. Berada di dalam rumah ALLAH dan aktif tetapi bungkuk. Inilah tergembala, tetapi tanpa Firman pengajaran yang benar.

    Arti dari bungkuk adalah:


    • Amsal 12 : 25, Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

      Bungkuk=


      • kuatir tentang hidup sehari-hari, sehingga kehidupan itu akan mencuri, merampok, korupsi.
      • kuatir tentang masa depan. Hati-hati bagi kaum muda, kuatir tentang jodoh dllnya, jangan kuatir, sebab kalau kuatir, pasti menjadi tidak benar dan juga tidak setia.


    • Lukas 13 : 15, 16,
      15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
      16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

      Selama itu, perempuan yang sakit itu seperti lembu yang diikat sehingga tidak dapat minum = tidak merasa puas. Jadi, perempuan ini selama delapan belas tahun terikat oleh setan = lembu yang diikat dan tidak diberi minum. Setelah disembuhkan = lembu yang diberi minum/dilepas dari ikatan.

      Tidak puas = tidak mengalami kepuasan secara rohani, sehingga jatuh ke dalam dosa seperti mengomel/bersungut-sungut. Gembalanya mengomel, jemaat juga mengomel. Inilah jika tidak memiliki pengajaran. Dan berbahayanya, mencari kepuasan yang semu di dunia sampai jatuh dalam puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Seperti perempuan Samaria yang haus sehingga ia mencari kepuasan di dunia.

      Di gereja melayani, tetapi nanti malam pergi kemana-mana seperti menonton bioskop dllnya sebab tidak merasa puas. Kalau tidak ada pengajaran, tidak akan merasa puas sebab tidak makan sehingga lapar dan mencari kepuasan di dunia sehingga jatuh dalam puncak dosa/kepuasan yang semu.

      Jika kita sudah melayani TUHAN, maka sudah tidak boleh lagi:


      • merokok dan memakai narkoba,
      • dosa kawin mengawinkan seperti dosa sex dengan berbagai ragamnya seperti tontonan-tontonan, pendengaran, perbuatan dan penyimpangan sex seperti homo sex, lesbian, sex pada diri sendiri.
      • nikah yang salah sehingga terjadi kawin cerai. Sudah tidak boleh lagi; sudah harus bebas. Bebas merupakan tanda kita puas. Inilah bungkuk.


      Kalau sudah tidak merasa puas, akan memasukkan kepuasan semu dari dunia ke dalam gereja, sehingga gereja bersuasanakan dunia. Macam-macam kepuasan semu dunia dimasukkan ke dalam gereja sehingga gereja menjadi begitu merosot kalau tidak memiliki pengajaran/bungkuk = hanya tertuju kepada dunia. Semoga kita dapat mengerti.


    • menderita dan menghadapi kemustahilan. Sehingga mengakibatkan kecewa, putus asa dan tidak dapat memuliakan TUHAN. Setelah dijamah oleh YESUS maka perempuan itu memuliakan TUHAN. Pelayanannya tidak memuliakan TUHAN bahkan memilukan TUHAN karena ia kecewa sehingga melayani TUHAN tetapi tidak sungguh-sungguh lagi.

      Kalau kita diijinkan oleh TUHAN untuk menderita dan juga mengalami sesuatu yang mustahil, tetapi tidak ditolong oleh TUHAN, maka itu berarti kita diuji = apakah kita tetap memuliakan TUHAN atau tidak? kalau kita tetap memuliakan TUHAN, maka pelayanan kita tidak bungkuk; tetapi kalau kecewa, maka itu berarti bungkuk. Perkara jasmani tidak memiliki kaitan dengan surga, itu sebabnya mari, kita tetap memuliakan TUHAN apa-pun yang terjadi. Semoga kita dapat mengerti.


    • tidak berubah. Bungkuk selama delapan belas tahun = dicap dengan angka 6.6.6. = tidak mengalami keubahan hidup = tetap sebagai manusia daging dengan delapan belas sifat/tabiat daging.

      2 Timotius 3 : 1 – 5,
      1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
      3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
      4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
      5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu

      Ay 4, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti ALLAH = tidak taat = inilah delapan belas = 6.6.6.
      Ay 5, secara lahiriah mereka menjalankan ibadah =beribadah dan melayani, tetapi sayang tidak tergembala atau tergembala tetapi tidak memiliki pengajaran yang benar/menolak pengajaran yang benar dan tidak mengutamakan pengajaran yang benar. Mereka beribadah tetapi tanpa Firman pengajaran yang benar sehingga menjadi bungkuk = tidak berubah, keluar masuk gereja tetapi tetap manusia daging dengan delapan belas tabiat sehingga dicap oleh antikrist dengan angka 6.6.6. = menjadi sama dengan antikrist. Kekuatan ibadah = Firman pengajaran.


    • mengikut dan melayani YESUS hanya untuk mendapatkan perkara-perkara jasmani/duniawi. Hanya menghadap ke bawah terus. Ini merupakan koreksi bagi saya = panggilannya benar atau tidak. Bagi siswa/i Lempin-El Kriatus Ajaib dan juga bagi calon siswa/i yang baru, perhatikan! Saudara datang ke mari untuk menjadi hamba TUHAN sepenuh, apa tujuannya? Daripada tidak dapat bekerja dan tidak dapat sekolah, saudara datang kesini = ini nanti yang akan menciptakan antikrist/jemaat yang semuanya bungkuk = cacat cela sehingga tidak dapat menjadi sempurna dan juga tidak dapat menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya di awan-awan yang permai. Karena kehidupan itu bungkuk, maka ia tidak dapat melihat YESUS diawan-awan yang permai sehingga binasa untuk selama-lamanya/ditelan oleh maut.


    Jadi, tergembala tanpa pengajaran yang benar, maka langkah-langkahnya merupakan langkah penderitaan sampai pada langkah kebinasaan = satu langkah jaraknya dengan maut.
    Jika kita sudah melayani TUHAN, tetapi kita tidak berubah, kemudian kita meninggal dunia, mau kemana? Kita tetap manusia daging sehingga dicap oleh antikrist, mau kemana? Kalau TUHAN datang kita binasa sebab kita tidak dapat terangkat. Bagian pertama, langkah-langkah kutukan sebab tidak tergembala dan sekarang ini, tergembala/berada di dalam gereja tetapi tanpa pengajaran yang benar, yang ada hanyalah hura-hura dllnya, sehingga betul-betul langkah-langkahnya merupakan langkah penderitaan dan langkah-langkah kebinasaan = satu langkah jaraknya dengan maut/kebinasaan. Semoga kita dapat mengerti.

Cara YESUS menolong = Lukas 13 : 10, Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Jadi, cara YESUS menolong adalah lewat pemberitaan Firman pengajaran yang benar = aktifitas YESUS sebagai Imam Besar untuk menolong kita/YESUS beraktifitas untuk menolong kita. Kalau ada pengajaran yang benar, maka ada aktifitas YESUS sebagai Imam Besar di tengah-tengah kita untuk menolong kita.

Prakteknya:

  1. Lukas 13 : 12, 13
    12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
    13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

    Jadi, saat Firman diberitakan/aktifitas YESUS di tengah jemaat untuk menolong, prakteknya nomor satu adalah ?YESUS melihat = tidak ada yang tersembunyi. YESUS mengetahui dosa-dosa kita dan juga keadaan kita. Kalau ada Firman pengajaran, dan ada dosa, sekali-pun suami/istri tidak mengetahui, tetapi YESUS tahu. Mungkin kita dalam penderitaan dan dapat tertawa-tawa ketika bertemu teman di gereja, tetapi sebenarnya hatinya sedang pedih. Inilah kegunaan dari Firman pengajaran, manusia tidak mengetahui, tetapi YESUS tahu.


  2. Kemudian YESUS memanggil. Kalau manusia mengetahui ada kehidupan yang menderita, mungkin menolong satu dua kali, tetapi kemudian akan sedikit menjauh/mengambil jarak dari kehidupan itu, tetapi kalau ada orang yang diberkati, maka agak mendekat dan juga sedikit memuji-muji dengan mengatakan ‘broer, kami ikut berdoa dan juga berpuasa untuk mendoakan’ dengan maksud supaya mendapat sedikit/kecipratan berkatnya. Tetapi YESUS melihat dan memanggil. Apa artinya dan kapan kita dipanggil? Yaitu saat Firman pengajaran yang benar menunjuk dosa dan keadaan pribadi kita = kita terkena Firman. Inilah saat YESUS memanggil. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau kita dipanggil/YESUS memanggil, ini bukanlah untuk memalukan kita, sebab kadang-kadang kalau ada altar-call dan ini bukanlah sembarangan, tetapi ada tekanan dari TUHAN bagi kami para hamba-hamba TUHAN untuk memanggil. YESUS memanggil kita apa-pun keadaan kita bukan untuk dipermalukan tetapi kita diberi kesempatan utama/prioritas utama untuk ditolong oleh TUHAN. Jika kita terkena Firman, maka kita jangan marah, sebab kalau kita marah atau tersinggung, maka kita akan rugi sebab kita tidak akan ditolong.

    Kalau kita marah atau tersinggung oleh pekerjaan Firman yang menunjuk keadaan kita maka akan tertutup kesempatan untuk ditolong oleh TUHAN.


  3. Kemudian YESUS berkata. Itu sebabnya sikap kita harus mengakui dosa-dosa dan keadaan kita sejujur-jujurnya kepada TUHAN dan kepada sesama, maka di saat itu YESUS berkata = "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." = YESUS mengampuni segala dosa-dosa kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Markus 2 : 9, Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

    Lukas 13 : 13, Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.


  4. YESUS mengulurkan Tangan untuk menjamah. Kalau ada dosa, maka kita akan terpisah dari TUHAN sehingga TUHAN tidak dapat menjamah; tetapi begitu dosa-dosa itu diakui dan diampuni, maka YESUS mengulurkan Tangan untuk menjamah kita dan ?????YESUS meletakkan Tangan-Nya.

    YESUS meletakkan Tangan-Nya = YESUS menjamah kita = satu langkah jarak-Nya dengan kita. YESUS tidak menginginkan jarak kita satu langkah dengan maut, tetapi YESUS menginginkan jarak kita satu langkah dengan Dia. Inilah pemberitaan Firman = YESUS meletakkan Tangan-Nya = satu langkah jaraknya dengan Dia.

    Jangan sampai jarak kita satu langkah dengan kutukan, dengan penderitaan dan juga jangan sampai satu langkah dengan maut, sebab TUHAN tidak menginginkan pelayan TUHAN penuh dengan penderitaan, tetapi yang TUHAN rindukan adalah kita satu langkah jaraknya dengan Dia sehingga TUHAN dapat menjamah kita dan mujizat terjadi seperti kita:


    • terlepas dari maut,
    • masalah yang mustahil dapat selesai = perempuan itu sembuh dan
    • kita menjadi pelayan-pelayan TUHAN yang memuliakan TUHAN.


    Mari! tugas dari pelayan TUHAN hanyalah satu yaitu hanya memuliakan dan mengagungkan TUHAN. Di gereja, di kantor, di rumah, kita memuliakan TUHAN. Memuliakan TUHAN ini bukan berarti semuanya bernyanyi, tetapi ada perbuatan baik dstnya. Mari, sekarang ini, kita jangan satu langkah jaraknya dengan kutukan, dengan penderitaan dan juga dengan maut, tetapi satu langkah jaraknya dengan TUHAN dan ini di dapat lewat kekuatan dari Firman pengajaran.

    Tetapi ada yang lebih istimewa yaitu ditambah dengan perjamuan suci. Di bagian atas, lewat pengajaran, maka jarak kita satu langkah dengan YESUS dan sudah terjadi mujizat, sudah dapat diangkat menjadi pelayan yang memuliakan TUHAN dan ini sudah luar biasa, tetapi ini belumlah cukup. Yudas yang seharusnya sudah ada Firman dan perjamuan suci = senajis apa-pun, sekotor apa-pun, sehancur apa-pun, dapat ditolong, tetapi sayang, Yudas menolak sehingga ia kerasukan setan. Tetapi sekarang ini, YESUS belum merasa puas jika hanya satu langkah, tetapi lewat Firman + perjamuan suci, kita dapat bersandar di Dada YESUS dan ini berarti sudah tidak ada jarak lagi.

    Yohanes 13 : 23, Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21 : 20 – 22,
    20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

    Jadi, ditambah dengan perjamuan suci, maka jarak menjadi semakin dekat dengan YESUS yaitu kita dapat bersandar di Dada YESUS seperti Yohanes yang bersandar di Dada YESUS/berada di dalam pelukan Tangan kasih TUHAN. Kita mengasihi TUHAN lebih dari semua dan TUHAN juga mengasihi kita/kita berada di dalam pelukan Tangan kasih TUHAN.

    Duduk dekat YESUS, di dalam terj.lama = 20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Ay 22, bukan urusanmu = mati hidup bukan merupakan urusan kita, melainkan menjadi urusan TUHAN.

adi sungguh-sungguh, mari! sekarang ini sampai kita dapat bersandar di Dada TUHAN. Sejauh apa-pun kita dengan TUHAN, mungkin ada suasana air mata, kutukan, dosa seperti yang sudah dialami oleh:

  • Marta,
  • Perempuan yang bungkuk.

Terlalu menderita, tetapi lewat pengajaran, TUHAN melihat, TUHAN memanggil dan TUHAN mau mengampuni dosa kita/mau menyembuhkan kita sehingga TUHAN meletakkan Tangan. Kalau kita sudah sampai di jamah oleh TUHAN lewat kebenaran Firman pengajaran, maka akan terjadi mujizat TUHAN dan kita akan dipakai, pelayanan kita dipulihkan dan kita memuliakan TUHAN.

Tetapi ini belumlah cukup sebab belum puas, YESUS harus mati/perjamuan suci, supaya kita dapat bersandar di Dada-Nya, kita berada didalam pelukan Tangan kasih-Nya. Kita mengasihi TUHAN lebih dari semuanya dan TUHAN juga mengasihi kita. Dan hasilnya, mati hidup kita berada di dalam Tangan TUHAN. TUHAN Yang menentukan semuanya, kita boleh berusaha, tetapi TUHAN-lah Yang menentukan.

Mari, pelayanan kita, TUHAN-lah Yang menentukan, rumah tangga kita, TUHAN juga Yang menentukan kalau kita duduk bersandar di dalam pelukan Tangan TUHAN.

Luar biasa, TUHAN –lah Yang menentukan semuanya seperti:

  • Rumah tangga kita = serahkan kepada TUHAN. Kalau kita sudah tidak dapat berbuat apa-apa, kita tinggal bersandar pada TUHAN dan menyerahkan semuanya kepada TUHAN dan TUHAN-lah Yang akan menentukan.
  • Ekonomi kita.
  • Pelayanan kita = bagi rekan-rekan hamba TUHAN = kalau sudah tidak bisa, tinggal bersandar kepada TUHAN = TUHAN terserah Engkau, aku hanya mengasihi dan TUHAN-lah Yang menentukan semuanya.
  • Masa depan kita = kalau kita sudah tidak mampu, tinggal bersandar kepada TUHAN = terserah Engkau dan TUHAN-lah Yang menentukan.

1 Korintus 2 : 9, Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Mata kita tidak pernah melihat = seperti Musa dari anak budak, dapat menjadi anak raja.

Luar biasa, apa yang tidak pernah dilihat, didengar = tidaklah mungkin!, tetapi TUHAN sanggup memberikan.

Saya sekarang ini melihat jemaat di sini = tidaklah mungkin, sebab bukan di sini saya berada, sebab saya merindu membuka cabang itu di kota Malang, karena daerah Blimbing itu masih jauh dari kota. Tetapi inilah rencana TUHAN Yang memberikan, saya hanya bersandar = terserah Engkau TUHAN.

Yang jasmani, TUHAN berikan, terlebih yang rohani yaitu jika TUHAN datang, kita akan disempurnakan menjadi seperti Dia dan kita akan terangkat diawan-awan. Mendengar suara haleluyah dari empat penjuru dunia = dan ini tidak pernah kita dengar. Tetapi nanti akan kita dengar. Apakah kita pernah melihat rumah yang jalannya dari emas? Tidak pernah. Nanti di Yerusalem Baru akan ada. Semua nanti akan disediakan.

Itu sebabnya kita jangan meremehkan TUHAN, sebab Ia dapat berbuat apa saja bagi kita yang mengasihi Dia, asal kita bersandar di Dada TUHAN.

TUHAN memberkati kita sekalian.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top