English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Februari 2008)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 Juni 2014)
Tayang: 17 Januari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 25 Mei 2014)
Tayang: 09 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 28 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 29 April 2007)
Tayang: 09 Januari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 22 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 05 Desember 2013

Kita berada pada Kitab Wahyu 1: 1-3, ini sudah disampaikan dalam penataran calon imam dan imam-imam tiga kali, tapi malam ini masih berkaitan lagi dengan penataran imam-imam dan pelayanan kita.

Wahyu 1: 1 3,
1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat

Posisi orang yang membaca, mendengar dan menuruti/mempraktekkan Firman nubuat (ayat 3) = posisi Maria yang duduk dekat Kaki YESUS dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Perkataan YESUS adalah pengajaran yang benar (Firman yang dibukakan rahasianya).

Lukas 10: 38 - 42
38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

YESUS sudah naik ke surga. Dulu YESUS sebagai Manusia dan masih ada di dunia, sehingga Maria dapat duduk dekat Kaki-Nya. Sekarang bagaimana kita dapat duduk dekat Kaki YESUS? Jadi Maria duduk dekat Kaki YESUS dan terus mendengarkan perkataan-Nya artinya untuk sekarang adalah kehidupan kita tergembala pada Firman pengajaran yang benar (bukan pada sembarangan), seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

Mulai ayat 40 (Marta sibuk sekali melayani), jadi Maria duduk dekat kaki YESUS
dikaitkan dengan pelayanan, artinya tahbisan/pelayanan yang benar dimulai dengan tergembala pada Firman pengajaran yang benar seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Sudah saya katakan rupbasanpekalongan.com = carang/cabang ini tidak dapat berbuat apa-apa kalau tidak melekat pada Pokok, tidak bisa mencari sari-sari makanan dari dalam tanah, tidak bisa! jangankan mau beraktivitas, hidup pun carang ini tidak bisa. Tapi kalau carang sudah melekat pada Pokok, maka Pokok ini yang bekerja terus untuk mencari sari-sari makanan, di bawa ke daun, dimasak, baru bisa diserap oleh carang-carang (cabang-cabang), sehingga carang bisa hidup, tumbuh, berbunga, berbuah, sampai bisa semuanya. Itulah aktivitas pelayanan. Jadi dimulai dengan duduk dulu/tergembala pada pengajaran yang benar. Itulah pelayanan/tahbisan yang benar.

Praktek carang melekat pada pokok anggur yang benar adalah taat dengar-dengaran dan setia, tidak boleh lepas, kalau lepas maka carang akan mati. Pelayanan itu dimulai:

  • Di rumah tangga. Suami taat dan setia, istri taat dan setia, anak taat dan setia dalam rumah tangga.
  • Di penggembalaan taat dan setia.
  • Kunjungan-kunjungan taat dan setia. Itulah pelayanan yang benar.

Jika kita melayani dengan taat dengar-dengaran dan setia, maka kita mendapatkan bagian yang terbaik (semua yang terbaik TUHAN berikan) dan sampai kekal selama-lamanya. Seperti Maria memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripada nya. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi kita tidak sembarang melayani. Jika carang ini tidak mendapat sari-sari makanan, bagaimana mau berbunga? Sebab pelayanan ini bagaikan berbunga dan berbuah, ini tidak mungkin! sebab untuk hidup saja tidak bisa. Jadi harus melekat/tergembala dahulu pada pengajaran yang benar, taat dan setia. Itulah yang terbaik dan kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Yohanes 11: 1, 5
1. Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
5. Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus

YESUS mengasihi Maria, Marta dan Lazarus (keluarga Betania). Keluarga Betania ini juga mengasihi YESUS. YESUS mengasihi mereka dan mereka mengasihi YESUS (saling mengasihi). Jadi ini bukan orang Kristen yang sembarangan. Semoga kita dapat mengerti.

Kita bicara soal pelayanan, sebab ini masih berkaitan penataran imam dan calon imam. Kita lihat sekarang = keadaan keluarga Betania yang dikaitkan dengan pelayanan. Tadi disebutkan Maria dan Marta melayani, tapi di Lukas 10 Lazarus tidak disebutkan.

Jadi keadaan keluarga Betania ditinjau dari pelayanan/tahbisan yaitu:

  • Hanya Maria dan Marta yang melayani sedangkan Lazarus tidak melayani.
  • Marta melayani dengan kekuatiran, kesusahan. TUHAN menegur = Marta, Marta engkau kuatir dan susah.

Jika disimpulkan secara keseluruhan, pelayanan keluarga Betania ini masih banyak kekurangan-kekurangan/kelemahan-kelemahan dan tidak berkenan kepada TUHAN (kecuali pelayanan Maria).

TUHAN mau menolong mereka, sebab kalau pelayanan tidak berkenan dalam Matius 7 = aku bernubuat, aku mengusir setan tetapi tidak berkenan, sehingga enyahlah engkau! Tidak berkenan kepada TUHAN berarti binasa (diusir oleh TUHAN).

TUHAN mau memperbaiki/meningkatkan tahbisan keluarga Betania, bagaimana caranya? dalam cerita Yohanes 11 (kita sudah tahu semua) = YESUS mengizinkan Lazarus sakit bahkan sampai mati. Sebenarnya saat Lazarus sakit mereka sudah mengirim kabar kepada TUHAN, tetapi YESUS sengaja tinggal disuatu kota, YESUS tidak cepat-cepat kesana sampai Lazarus mati. Mengapa demikian? karena YESUS mengasihi mereka, maka YESUS mengizinkan keluarga ini menghadapi percikkan darah, untuk meningkatkan ibadah pelayanan/tahbisan mereka supaya berkenan kepada TUHAN. Kalau YESUS tidak mengasihi mereka, maka dibiarkan saja.

Percikan darah = sengsara daging bersama YESUS. Padahal mereka mengasihi TUHAN YESUS, tetapi Lazarus dibiarkan mati. Seringkali kita menilai kasih TUHAN = semua disembuhkan, semua diberkati, ini berarti TUHAN mengasihi. Kalau diizinkan sakit, diizinkan kekurangan = TUHAN tidak mengasihi, salah! Bisa saja TUHAN mengasihi dalam bentuk memberkati, tetapi ada kalanya TUHAN mengasihi, kita diizinkan lapar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ibadah pelayanan/tahbisan kita sampai berkenan kepada TUHAN.

Itu sebabnya, kasih TUHAN itu jangan diukur hanya dengan berkat jasmani, ini terlalu kecil. Seandainya berkat TUHAN hanya diukur dengan uang = orang diluar TUHAN memiliki lebih banyak uang dan orang yang memusuhi TUHAN juga memiliki lebih banyak uangnya dsb. Tetapi kasih TUHAN bisa dalam wujud apapun sampai sengsara daging (percikkan darah).

Sekarang ini, jika kita diizinkan menderita bersama TUHAN (mengalami percikkan darah), maksudnya hanya satu yaitu supaya ibadah pelayanan/tahbisan kita meningkat sampai berkenan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Mari kita lihat peningkatan tahbisan/pelayanan keluarga Betania, sebagai berikut:
Yohanes 12: 1, 2,
1.Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus
yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
2. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus

Awalnya di dalam Lukas 10 saat YESUS datang ke rumah mereka, tidak diketahui keberadaan Lazarus (ia mengembara), tetapi sesudah peristiwa Lazarus mati/percikkan darah = saat YESUS datang ke rumah mereka, Lazarus sudah ada disitu. Ini berarti meningkat dan harus bersyukur. Kalau ada salah satu keluarga kita yang tidak mau beribadah/ke gereja, tiba-tiba sudah mau ke gereja = Puji TUHAN sebab sudah terjadi peningkatan. Jadi inilah maksudnya TUHAN mengasihi mereka. TUHAN mengasihi dapat dalam bentuk apapun, ini terserah TUHAN! Bentuknya bisa macam-macam, tetapi tujuannya hanya satu.

PENINGKATAN LAZARUS Tadinya Lazarus tidak ada di rumah (mengembara). Sementara YESUS datang ke rumah mereka, Maria dan Marta melayani TUHAN, Lazarus tidak tahu dimana. Tetapi sekarang Lazarus berada didalam rumah dan makan bersama dengan YESUS. Inilah peningkatan ibadah pelayanan/tahbisan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Ibadah pelayanan/tahbisan yang mengembara (tidak tergembala) ditandai dengan: hanya untuk memuaskan keinginan daging. Banyak kita yang mengembara, kami hamba TUHAN mengembara = kesana untuk dapat ini, hanya mengejar keinginan daging. Kaum muda hati-hati! Mari kita diperiksa, jangan sampai kita mengembara.

Keinginan daging itu menjadi mangsa yang empuk bagi setan tritunggal. Kehidupan anak TUHAN/hamba TUHAN yang ada keinginan daging = beribadah untuk dapat uang dll. Jika ada keinginan daging ini, maka dagingnya sedang gemuk, sehingga akan menjadi mangsa yang empuk bagi binatang buas/setan tritunggal. Inilah ibadah dari Lazarus yang dulu, sebelum terjadi percikkan darah, ibadahnya mengembara hanya untuk memuaskan keinginan daging. Demikian juga Esau yang tidak mau di kemah = mengejar rusa dll, hanya untuk memuaskan keinginan daging.

Yakobus 1: 13-15
13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
14. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
15. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut

Ayat 14 = “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri” =
keinginan daging itulah yang mendatangkan setan tritunggal untuk mencobai kita, sehingga datang pencobaan/masalah-masalah.

Jadi kesimpulannya adalah keinginan daging mengundang setan datang dengan pencobaan-pencobaan, dosa-dosa dan ajaran sesat untuk membinasakan kita. Contohnya:

  • Kalau kita ingin akan uang = mungkin sudah mulai melakukan korupsi dll, maka masalah akan datang.
  • Keinginan daging = ingin ini, maka dosa sampai puncaknya dosa datang (dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan).
  • Ingin mendengar ajaran lain, maka ajaran palsu yang akan datang.

Kalau kita tidak ingin, maka setan dengan pencobaan tidak datang. Contohnya seperti Yakub yang tidak menginginkan apa-apa, sehingga dia tetap tinggal di kemah, ia selamat dan mendapatkan segala-galanya.

Keinginan daging inilah yang menarik setan/binatang buas:

  • Lewat pencobaan. Banyak orang terkena pencobaan lalu kecewa dan putus asa.
  • Lewat dosa-dosa. Jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
  • Lewat ajaran-ajaran palsu/ajaran sesat. Semoga kita dapat mengerti.

Setan datang dengan pencobaan, dosa-dosa, ajaran sesat, semuanya untuk membinasakan kehidupan kita (“berbuah maut”).

Puji syukur TUHAN izinkan mereka (keluarga Betania) mengalami percikkan darah. Setelah mengalami percikkan darah maka Lazarus bisa tinggal di rumah (tidak mengembara) dan makan bersama YESUS = tergembala. Kalau mengembara itu beribadah hanya untuk memuaskan keinginan daging = mengapa kesana? karena ingin ini dan itu atau kalau di gereja = jangan hanya satu orang saja yang berkhotbah. Ingin hamba TUHAN yang lucu itu supaya diundang. Ini juga sama dengan sistem mengembara. Tergembala itu merupakan ibadah pelayanan untuk memenuhi kebutuhan kita = bukan memenuhi keinginan kita! Itulah bedanya. Dalam Ibadah pelayanan sistem penggembalaan kita bisa makan/menikmati Firman penggembalaan untuk memenuhi kebutuhan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Jangan memenuhi keinginan tetapi kita harus memenuhi kebutuhan kita. Kalau saya ibaratkan ini seperti bayi minum air susu ibunya, sebab bayi itu tidak akan pernah = hari ini minum susu dari ibu A, besok ibu B, lusa ibu C saja yang menyusui. Kalau sesuai kebutuhan = bayi minum susu hanya pada ibunya saja. Kalau kita mengejar keinginan maka kita tidak akan puas, tetapi dalam penggembalaan (untuk memenuhi kebutuhan) kita akan selalu dipuaskan. Inilah terjadi peningkatan, dari sistem mengembara ditingkatkan menjadi tergembala seperti Lazarus.

Hasilnya:
Markus 16: 14, Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Ayat 14 = “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan” = sebelas orang murid makan bersama dengan YESUS.

Waktu YESUS bangkit, perempuan-perempuan yang melihat bersaksi kepada murid-murid (11 murid karena Yudas sudah mengkhianati YESUS), tetapi mereka tidak percaya = tidak mungkin. Untunglah mereka duduk makan, kalau mereka tidak duduk makan, maka mereka akan tetap tidak percaya. Waktu duduk makan bersama YESUS, YESUS mencela = kamu itu tidak percaya, ini yang diperbaiki.

Kita mengalami kuasa pertolongan TUHAN apapun kekurangan, dosa-dosa kita, bahkan sampai dosa yang najis dan jahat. Tetapi jika kita masih bisa makan Firman Allah (Firman penggembalaan) itu berarti masih ada harapan untuk kita ditolong dan dipulihkan oleh TUHAN. Yang penting adalah bisa makan. Kalau orang rebah dan tidak bisa makan itu berarti sudah rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi. Itu sebabnya kaum muda harus dibawa kepada penggembalaan yang benar supaya ditolong oleh TUHAN. Banyak kekurangan/cacat cela kita (seperti Lazarus yang sudah busuk dll), tetapi kalau masih bisa makan Firman, masih bisa tertolong.

??Yohanes 12: 10, 11,
10. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
11. sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Bukan cuma ditolong dan dipulihkan oleh TUHAN, tetapi kita juga dipakai oleh TUHAN untuk menjadi saksi. Hasil kedua adalah kuasa pemakaian TUHAN. Lazarus dapat bersaksi kepada banyak orang, terutama bersaksi tentang keubahan hidup dari manusia yang sudah mati selama empat hari (busuk) menjadi baik, sehingga banyak orang datang kepada YESUS, percaya kepada YESUS dan diselamatkan. Mari tingkatkan ibadah pelayanan kita, dari sistim mengembara menjadi sistim tinggal di rumah dan duduk makan bersama YESUS (sistim penggembalaan). Semoga kita dapat mengerti.

Yohanes 12: 2, Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Tadi di dalam Lukas 10, Marta melayani dengan mengomel = ini TUHAN, Maria duduk terus, tidak mau membantu aku. Sekarang Maria melayani YESUS tanpa mengomel, tidak ada menyalahkan orang lain. Inilah peningkatan Marta.

PENINGKATAN MARTA
Tadinya Marta melayani dengan kekuatiran, susah, persungutan dll. Sekarang Marta melayani tanpa kekuatiran, tanpa kesusahan, tanpa persungutan, dan juga tanpa teguran dari TUHAN (Marta melayani dengan benar = pelayanan yang berkenan kepada TUHAN).

Kalau di Malang, penataran imam dan calon imam ini bagaikan asap, artinya daging harus berubah menjadi asap yang berbau harum sampai di tahta TUHAN. Tahbisan kita harus berkenan kepada TUHAN. Jadi tahbisan kita harus ditingkatkan, bukan asal melayani. Mungkin Maria kelihatannya hanya duduk, sedangkan Marta melayani kesana kesini tetapi bersungut (belum berkenan kepada TUHAN). Waktu ibadah sebelumnya hari Senin, sudah dipelajari, mengapa Marta susah dan kuatir? sebab tidak menempatkan YESUS sebagai Kepala.

Saya sudah terangkan, waktu itu Marta bilang = TUHAN, suruhlah Maria menolong aku. Padahal dalam kitab Kejadian:

  • Seorang istri/wanita sebagai penolong suami/laki-laki.
  • Laki-laki sebagai kepala dari istri. Jika laki-laki menjadi kepala dari istri dan istri menolong laki-laki, maka YESUS Yang menjadi kepala dalam rumah tangga.

Tetapi Marta ini menyuruh Maria untuk menolong dia, ini berarti:

  • Marta mengangkat diri sebagai kepala atas wanita = wanita menjadi kepala.
  • Tidak menempatkan YESUS sebagai kepala = tidak mengutamakan pengajaran yang benar dalam pelayanan.
  • Marta menempatkan yang lain sebagai kepala = mengutamakan yang lain lebih dari pada Firman pengajaran (dirinya sendiri, uang, kedudukan, figur orang lain). Seperti Yudas menempatkan uang lebih dari YESUS, sehingga menjual YESUS. Seringkali kita sudah mengetahui kalau pengajarannya tidak benar, tetapi demi mendapatkan uang, pujian, kedudukan, mencari muka, maka kita menempatkan diri sendiri lebih dari pengajaran yang benar, Semoga kita dapat mengerti.

Ibadah pelayanan tanpa YESUS sebagai Kepala (tanpa pengajaran yang benar) sama dengan:

  1. Pelayanan Yudas Iskariot. Pelayanan Yudas Iskariot (pelayanan mengutamakan uang) ini ditandai dengan dosa-dosa:


    • Yudas ini mencuri milik YESUS.
    • Yudas berdusta. Sudah jelas dia yang ditunjuk oleh YESUS, tapi dia menjawab “bukan aku”.
    • Yudas munafik = dia mencium YESUS, tetapi untuk menjual YESUS.
    • Yudas pengkhianat = tidak setia kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti ini.


    Pelayanan tanpa pengajaran yang benar juga ditandai dengan kekuatiran, kesusahan, keinginan. Yudas ini juga kuatir akan uang, sehingga dia mencuri. Kuatir itu merupakan tabiat Bangsa Kafir.


  2. Pelayanan yang penuh dengan kekafiran. Tabiat dari bangsa kafir itu kuatir. Jika sudah ada kekuatiran, maka muncul tabiat bangsa kafir lainnya yaitu seperti anjing dan babi (maaf).

    Anjing itu menjilat muntah artinya perkataan-perkataan yang tidak benar, jahat dan najis dll.
    Babi yang sudah dimandikan kembali ke kubangan artinya perbuatan-perbuatan yang jahat dan najis. Jika kita melayani TUHAN dengan kekuatiran, tidak ada ketenangan, kesusahan, maka akan disusul dengan tabiat anjing dan babi.

Jadi inilah pelayanan tanpa YESUS sebagai Kepala, yang diutamakan adalah yang lain, mungkin diri sendiri, kultus individu dll. Tanda dari kultus individu adalah suka marah, kalau orang tidak datang, maka marah. Kalau mengutamakan figur orang, maka yang dilihat adalah orangnya (bukan pengajarannya) = ada yang suka orang muda, kalau orang tua, harus profesor, ada yang suka tidak lulus SD dll. Semoga kita dapat mengerti.

Pelayanan tanpa pengajaran yang benar ini bersuasanakan kutukan = penuh dengan susah payah = “Marta engkau menyusahkan diri”, tidak tenang, letih lesu, beban berat, dosa-dosa, sampai kutukan dosa dan kebinasaan selamanya-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Pelayanan itu dimulai didalam rumah tangga. Jangan mengembara tetapi didalam rumah tangga harus tergembala. Jangan menempatkan yang lain sebagai kepala di rumah tangga, tetapi tempatkan YESUS/Firman pengajaran yang benar sebagai Kepala sehingga kita akan bersuasanakan Firdaus. Semoga kita dapat mengerti.

Matius 6: 31- 33,
31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ayat 32 = “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.” = Kalau melayani hanya untuk mencari uang, pakaian, makanan, minuman (yang jasmani) itu penuh dengan kekafiran (tanpa YESUS sebagai Kepala).

Jadi bersyukur, setelah terjadi percikan darah maka Marta mengalami peningkatan dalam pelayanan yaitu menempatkan YESUS sebagai kepala = mengutamakan Firman pengajaran yang benar.

Tandanya adalah

  1. carilah dahulu kerajaan ALLAH dan kebenarannya.
    Contohnya adalah


    • Kita boleh mencari uang dan itu harus, terutama bagi saudara yang masih kerja di dunia ini, tetapi kita harus mencari dulu kerajaan surga, sebelum mencari uang.


    • Kita boleh mencari kepandaian dan ijasah = itu saya doakan terus, yang masih usia-usia bersekolah, harus bersekolah, pemerintah juga menghimbau agar bisa bersekolah yang baik. Tetapi kita harus mencari dulu kerajaan ALLAH (lebih dari semuanya itu).


    Bukti bahwa pelayanan Marta sudah meningkat adalah tidak ada kekuatiran lagi, Dia menempatkan YESUS sebagai kepala = terserah YESUS sebab YESUS sebagai Kepala = mengutamakan Firman pengajaran yang benar = saya hidup dari YESUS/dari Firman pengajaran yang benar. Jadi tanda dari "carilah dahulu kerajaan ALLAH” artinya mengutamakan / mendahulukan ibadah pelayanan (perkara-perkara rohani), lebih dari segala perkara jasmani di bumi, “carilah dahulu kerajaan surga” = dahulukan.

    Mari kita harus mohon kepada TUHAN! Kalau kita masih mendahulukan yang jasmani itu berarti masih ada kekuatiran, nanti akan diikuti kesusahan (duri-duri), kutukan, sampai kebinasaan. Mari kita dahulukan ibadah pelayanan.


  2. dan kebenarannya: Jadi tanda “dan kebenarannya” artinya hidup dalam kebenaran. Semuanya harus benar.
    Tadi tanda pertama adalah lebih mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara jasmani = setia dalam ibadah pelayanan/tidak dapat dihalangi.

    Ada yang setia dalam ibadah pelayanan, itu baik! tetapi pada tanda kedua ada yang salah = hidupnya tidak benar, jadi setia tetapi hidupnya tidak benar = tidak bisa! Yang benar adalah harus setia dalam ibadah pelayanan dan hidupnya benar.

Contohnya hidup dalam kebenaran adalah

  • Secara pribadi benar. Perlengkapan-perlengkapan ktp, sim semua benar.
  • Dalam aktivitas bersekolah benar. Tidak menyontek.
  • Dalam pekerjaan benar. Tidak korupsi.
  • Dalam nikah rumah tangga benar.

Marta mengalami peningkatan/pemulihan sehingga dia setia dan hidup dalam kebenaran. Hasilnya ini luar biasa yaitu “semuanya akan ditambahkan kepadamu”. Tadi ada ayat yang mengatakan “jangan kuatir akan apa yang dimakan, apa yang diminum, apa yang dipakai”, ayat 34 itu tentang masa depan, janganlah kuatir akan hari esok. Jadi jika kita setia dan hidup benar hasilnya adalah semua yang dimakan, diminum, dipakai (kebutuhan sekarang), sampai dengan masa depan ditambahkan kepadamu. Ada bonus yang ditambahkan.

Istilah “ditambahkan” artinya

  1. Istilah “tambah” itu ada kaitan dengan salib (? = salib). Jadi kita hidup dari salib/kemurahan TUHAN, sehingga kita dapat hidup dimana saja, kapan saja, situasi apa saja, sampai hidup kekal. Kalau kita hidup dari uang = uang dapat habis.

    Saya ingat tahun 1998 rupiah turun dan dollar naik, itu parah-parahnya krisis ekonomi. Pada waktu itu kami ikut rombongan Oom Pong pergi ke Nederland, bayangkan 1 Dollar =15 ribu rupiah, saat disana kita tidak dianggap oleh tour guidenya, uang rupiah dianggap seperti daun, kalau mau lihat-lihat = dikatakan untuk tidak perlu melihat, sebab itu harganya mahal. Inilah pengalaman saya, kalau kita hidup dari uang maka tidak akan cukup/habis, tetapi kalau hidup dari kemurahan TUHAN, dimana saja kita bisa hidup (di kota, di desa, di pedalaman), kapan saja kita dapat hidup, situasi apa saja (krisis) kita dapat hidup, bahkan sampai kita hidup kekal. Yakinkan hal ini dengan sungguh-sungguh.

    Jadi ada dua kali pengalaman saya, yang saya bandingkan kalau hidup bergantung pada uang atau pada kemurahan TUHAN. Pengalaman saya yang lain-nya, waktu saya masih seorang pengerja, saya dapat pergi ke India, lalu transit di Singapura = saya tidak punya uang saku sama sekali, waktu itu untuk mengurus perpanjangan ktp untuk paspor saja susah. Itulah mujizat TUHAN, tetapi waktu saya mau pulang ada orang yang memberi uang sekedarnya di kantong, sebab saya yang muda waktu itu, jadi saya yang membawa koper-kopernya orang yang sudah tua di hotel. Saya yang transit sebentar di Singapura dan dengan uang itu saya bisa membeli oleh-oleh bagi keponakan-keponakan dan teman sesama guru.

    Tetapi setelah saya jadi gembala, mungkin sudah ada diangan-angan karena ada berkat = dollarnya sekian, bagaimana ini nanti? Jadi ini benar = saya pulang hanya membeli celana pendek untuk Markus saja. Inilah bedanya hidup dari uang atau kemurahan TUHAN. Jadi kalau sudah ada angan-angan = uangnya berapa nanti, bagaimana nanti? saya sudah panik, waktu itu dollar 15 ribu, enam kali lipat saya harus membayar tiket dll. Akhirnya TUHAN menunjukkan = inilah kalau hidup dari uang, tidak mendapatkan apa-apa. Dulu saya tidak memikirkan apa-apa, tetapi bisa semuanya, itu sebabnya hiduplah dari salib.

    Sebab itu jangan menilai hamba TUHAN = enak jemaatnya banyak, tidak! waktu itu saya pengerja tidak punya jemaat, tapi bisa semuanya. Setelah ada jemaat, tetapi karena memikir uang (yang penting ini), akhirnya tidak dapt apa-apa. Biarlah kita hidup dari salib semuanya = saudara mau banyak uang, sedikit uang silahkan! tapi yang penting saya bukan hidup dari itu. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Istilah “ditambahkan” tambah itu surplus, tidak pernah minus. Hidup kita selalu surplus kalau dari salib. Salib itu tidak pernah kurang, salib itu gunung Golgota lebih dari juta-juta. Semoga kita dapat mengerti.
    Seperti Lazarus = jangan mengembara, tetapi tergembala. Tergembala itu bukanlah tinggal di gereja dll, bukan!! tetapi dapat makan Firman penggembalaan, yang memenuhi kebutuhan jiwa ini, sehingga jiwa ini dapat tenang dan kenyang (puas). Didalam penggembalaan, TUHAN menolong Lazarus = apapun kekurangan kita, TUHAN yang tolong, sampai dapat dipakai oleh TUHAN. Kalau kita seperti Marta, maka akan ditingkatkan dan hidup dari salib = YESUS sebagai kepala, Dia sudah mati di bukit tengkorak, untuk membuktikan Dia Kepala yang bertanggung jawab sampai mati.

    Yohanes 12: 3,
    3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Ay 4 = Yudas mengatakan bahwa ini merupakan pemborosan.

Maria juga mengalami peningkatan. Maria dulunya duduk dekat Kaki YESUS untuk mendengarkan Firman pengajaran yang benar. Ini pelayanan yang benar = dasar. Tetapi lewat percikkan darah pelayanan Maria ditingkatkan = sekali-pun pelayanan Maria sudah benar, tetapi ditingkatkan, sehingga bisa mengurapi/meminyaki kaki YESUS dengan minyak narwastu yang mahal dan berbau harum untuk persiapan penguburan YESUS.

Arti dari meminyaki Kaki YESUS:

  1. Dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir/yang sempurna. Ini sudah terakhir, sebab kalau Tubuh YESUS sudah dikuburkan, kita tidak dapat lagi melayani.

    Saya perinci:


    • “meminyaki” itu suatu kegiatan pelayanan.
    • “kaki YESUS” itu bagian dari tubuh (Tubuh Kristus).
    • “penguburan” itu terakhir. Sudah dikubur tidak dapat berbuat apa-apa lagi.


    Jadi kalau digabungkan adalah pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir/yang sempurna untuk siap menyambut kedatangan YESUS. Kalau kita tergembala pada pengajaran yang benar/duduk dibawah Kaki YESUS itu pelayanan yang benar, ditingkatkan sampai dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Mengalami urapan Roh Kudus (Roh Kemuliaan).
    Begitu botol itu dibuka dan dipecahkan dan dituang, ada bau yang harum. Ingat!! dibalik percikkan darah ada Shekinah Glory (Roh Kemuliaan). Semoga kita dapat mengerti.

Saya teringat akan perkataan dari bpk pdt In. Juwono alm sebagai gembala kami dan bpk pdt Pong Dongalemba = bahwa kepercayaan semacam ini tidak semua gereja mendapatkannya dan ini bukan kerena besar kecilnya gereja itu, tetapi karena kepercayaan TUHAN. Dan pesan dari kedua beliau ini adalah jangan sampai kepercayaan ini dipindahkan kepada orang yang lain, ini yang saya takutkan.

Kegunaan Roh Kemuliaan atau hasilnya adalah

  1. Roma 8: 11, Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

    Hasil pertama adalah Roh Kemuliaan mampu memelihara hidup kita secara jasmani dan secara rohani.

    Secara jasmani: YESUS yang mati dapat bangkit, luar biasa Roh Kemuliaan ini. Jika kita ada Roh Kemuliaan, maka Roh Kemuliaan mampu memelihara kehidupan kita secara jasmani ditengah-tengah kemustahilan.

    Secara rohani: kita dapat hidup benar dan hidup suci. Itulah kuasa Roh Kemuliaan. Di zaman sekarang ini yang sudah kembali seperti di jaman Nuh (dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan). Tetapi jika ada Roh Kemuliaan, kita terpelihara jasmani dan rohani sampai hidup kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Titus 3: 5, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Hasil kedua adalah Roh Kudus (Roh Kemuliaan) membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS.

    Apa arti dari manusia rohani? kuat dan teguh hati. Seperti Maria kuat dan teguh hati:


    • Waktu dia duduk dibawah Kaki TUHAN untuk mendengarkan Firman pengajaran, pelayanan berdasarkan pengajaran yang benar di cela oleh saudaranya sendiri (Marta) = tetapi Maria tetap diam dan tidak membela diri. Itulah kuat dan teguh hati. Maria memilih bagian yang terbaik dihadapan TUHAN; itu sebabnya saat kita dicela, difitnah, kita tidak perlu membela diri, sebab TUHAN Yang akan membela.


    • Saat meminyaki Kaki YESUS, Yudas mencela = itu pemborosan! lebih baik diberikan kepada orang miskin (orang luar yang mencela), tetapi Maria tetap diam, tidak membela diri dan TUHAN yang membela = Biarlah dia lakukan, nanti dimana Injil diberitakan disitu, apa yang diperbuat juga diberitakan. Inilah pelajaran kuat dan teguh hati. Dari dalam kita menghadapi celaan, hinaan, fitnahan, dari luar kita juga menghadapi hal ini. Kita harus banyak berdiam diri dan tidak membela diri, maka TUHAN yang akan menyatakan pembelaan. Saya dulu tidak kuat dan tidak mengerti, apalagi kalau celaan dari dalam, kalau celaan dari luar ssaya kuat tempo hari (tahun 2002/2003). Pertama saya goncang, celaan dari luar juga membuat saya tidak kuat, tetapi lama-lama saya sadar = terserah apa yang dikatakan orang, saya tetap kuat. Tetapi celaan dari dalam, saya tetap tidak terima dan saya belajar sehingga Roh Kemuliaan yang menolong. Kalau saudara menghadapi celaan hinaan dari dalam (keluarga) dan dari luar, maka kita harus banyak berdiam diri, jangan membela diri dan TUHAN yang akan membela kita. Maria kuat dan teguh hati, inilah manusia rohani yang memiliki Roh Kemuliaan. Maria sengsara karena mengalami celaan, terlebih lagi celaan dari dalam oleh saudaranya sendiri Marta. Mungkin kita dicela oleh saudara atau orang tua kita, kita harus tetap diam. Saya katakan = celaan dari dalam itu kejam sekali (jemaat kadang-kadang), celaan dari luar pun juga kejam, tetapi kita harus diam supaya Roh Kemuliaan bekerja. Semoga kita dapat mengerti.


    • Maria kuat dan teguh hati saat menghadapi Lazarus yang sudah empat hari mati (sudah membusuk), Maria datang di kuburan, pikir orang = Maria datang kekuburan untuk meratap, kecewa, putus asa dll, tetapi Maria tidak demikian. Maria hanya tersungkur dibawah Kaki TUHAN (percaya kepada TUHAN). Inilah kuat dan teguh hati.


    Yohanes 11: 31, 32,
    31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
    32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    Ay 32 = "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." = ini keyakinan/percaya.

    Saat Maria menghadapi Lazarus yang sudah empat hari mati (kebusukan, kemustahilan, kehancuran), Maria tidak meratap, tidak putus asa, tidak kecewa, tidak bersungut, tidak menyalahkan orang lain, tidak menyalahkan TUHAN, tetapi Maria hanya tersungkur dihadapan TUHAN (menyembah TUHAN), hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN. Inilah pelayanan yang benar, harus kuat dan teguh hati. Jangan waktu diberkati saja kita kuat = luar biasa TUHAN, tetapi setelah diijinkan Lazarus mati = mengapa terjadi begini ya, jangan! Apapun keadaan-nya, kita harus tetap kuat dan teguh hati.

    Roh Kemuliaan mengubahkan manusia daging menjadi manusia rohani, inilah mujizat rohani. Jadi manusia rohani adalah kuat dan teguh hati, percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN, maka saat itu Roh Kemuliaan bekerja, sehingga mujizat jasmani juga terjadi yaitu Lazarus yang sudah membusuk selama empat hari dibangkitkan oleh TUHAN = yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Mari kita harus sabar dan ujian yang harus kita alami dalam melayani, TUHAN memberikan percikkan darah supaya terjadi peningkatan. Percikkan darah itu sudah sampai di ruangan maha suci, jadi sudah meningkat sampai yang paling atas = sudah dekat dengan kesempurnaan. Jika kita menghadapi percikkan darah/sengsara, kita jangan mundur tetapi harus maju. Contohnya seperti:

  • Lazarus maju, dari yang mengembara menjadi duduk tergembala.
  • Marta yang semula mengomel, kuatir menjadi melayani TUHAN dengan setia dan benar (hidup dari salib TUHAN).
  • Maria yang sudah benar pelayanannya (tergembala dalam pengajaran yang benar), diaktifkan untuk bergerak dalam pembangunan Tubuh Kristus. Bagi yang sudah tergembala = Puji TUHAN sudah tergembala. Mari bergerak dalam pembangunan Tubuh Kristus sesuai dengan gerakan TUHAN, di rumah tangga bergerak, di gereja bergerak, di antar gereja bergerak semuanya. Inilah, kita ditingkatkan dan tidak sia-sia sebab Roh Kemuliaan ada pada kita. Kita mengalami keubahan hidup, ada mujizat rohani yaitu kuat dan teguh hati, mujizat jasmani juga terjadi.

Jika YESUS datang kembali ke dua kali, terjadi mujizat yang terakhir yaitu kita diubahkan dalam sekejap mata menjadi sama mulia dengan YESUS, menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS yang kedua kali diawan-awan yang permai. Semoga kita dapat mengerti.

Mari apapun keadaan kita, lewat percikkan darah/sengsara daging, TUHAN akan menolong kita = Roh Kemuliaan akan menolong kita sekarang ini.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top