English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Maret 2007)
Tayang: 11 Juli 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 06 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 16 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 10 Juni 2007)
Tayang: 23 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Desember 2007)
Tayang: 17 Desember 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 29 September 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 17 Desember 2013

Kita membaca didalam ktb Wahyu 1. Pembagian dari ktb Wahyu ini sudah kita pelajari. Kitab Wahyu 1 : 1-3 ini adalah kata pengantar/prakata dari kitab Wahyu. Dalam ibadah yang lalu kita sudah mempelajari ayat 1.

Wahyu 1 : 1, Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Dari pembacaan ini dapat disimpulkan bahwa:

  • Kitab Wahyu ini terbuka (bukan tertutup), artinya dari ALLAH diberikan kepada YESUS, dari YESUS diberikan kepada malaikat (Roh Kudus), kemudian diberikan kepada rasul Yohanes.
  • Kitab Wahyu ini bukan berasal dari manusia, tetapi merupakan wahyu dari TUHAN.

Ayat yang pertama ini sudah kita pelajari.

Sekarang ini kita pelajari ayat yang ke dua.
Wahyu 1 : 2, Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

Di dalam ktb Wahyu, rsl Yohanes melihat kerajaan surga dan kemuliaan TUHAN. Selanjutnya, rsl Yohanes menyaksikan segala sesuatu yang telah dilihatnya. Nanti kita akan pelajari semuanya, Kerajaan Surga (ada juga dalam Wahyu 4), kemuliaan TUHAN (mulai Wahyu 1 ini yang akan kita pelajari).

Sebenarnya ada dua orang yang sudah melihat kerajaan surga dan kemuliaan TUHAN yaitu:

  1. Nabi Musa (perj.lama).
    Keluaran 33 : 18, 23
    18. Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
    23. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."

    Nabi Musa ini sudah melihat kerajaan surga dan kemuliaan TUHAN. Sekarang ini saya hanya menerangkan tentang melihat kemuliaan TUHAN. Jadi Musa melihat/memandang kemuliaan TUHAN dari belakang, sehingga Musa dapat menulis lima kitab permulaan (“jauh dibelakang”) dari alkitab yaitu:


    • Kitab Kejadian.
    • Kitab Keluaran.
    • Kitab Imamat.
    • Kitab Bilangan.
    • Kitab Ulangan.


    Kitab yang ditulis oleh Musa ini khususnya adalah kitab Kejadian yang menceritakan segala sesuatu yang jauh dibelakang atau yang sudah terjadi jauh sebelum Musa lahir. Contohnya adalah penciptaan dunia/bumi, langit, segala isinya dll di dalam ktb Kejadian. Padahal Musa belum lahir, tetapi Musa dapat mengetahui dan menuliskannya secara tepat. Untuk itu janganlah ragu-ragu= sebab dari kemuliaan TUHAN, Musa dapat menulis ktb Kejadian.

    Tidak ada seorang ahli apapun (ahli ilmu bumi, ahli sejarah dll) yang mampu untuk menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi dengan tepat. Contohnya : ada teori menurut orang pintar A, tetapi nanti dibantah dengan teori yang lain. Jadi tidak ada yang dapat menjelaskan dengan tepat kecuali TUHAN lewat Musa, sebab Musa melihat kemuliaan TUHAN dari belakang.


  2. Rasul Yohanes (perj. Baru).
    Ini tertulis dalam Wahyu 1 : 12-20, nanti kita akan pelajari satu persatu, tetapi sekarang ini, kita membaca ayat yang ke 16. Ini adalah bukti bahwa rsl Yohanes melihat kemuliaan ALLAH.

    Wahyu 1 : 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Ayat 16= “dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik”= itulah kemuliaan TUHAN.

    Jadi rsl Yohanes memandang kemuliaan TUHAN dari depan (“dari Wajah”) / memandang Wajah TUHAN, sehingga rsl Yohanes dapat menulis lima kitab terakhir dari alkitab (“yang depan”). Kitab yang ditulis oleh rsl Yohanes khususnya ktb Wahyu yang mengungkapkan segala sesuatu yang akan terjadi jauh didepan masa hidupnya, bahkan sampai kehancuran bumi/penghukuman atas bumi ini lewat api dari langit (2 Petrus 3). Semoga kita dapat mengerti.

Jadi rsl Yohanes sudah mati, tetapi dia dapat mengetahui yang akan terjadi nanti. Contohnya : nanti bumi akan dihukum, TUHAN YESUS datang kedua kali, ini ada semua dalam ktb Wahyu, sampai bumi ini dimusnahkan oleh TUHAN. Inilah hebatnya kemuliaan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Musa melihat belakang-Nya TUHAN, sehingga ia dapat menulis lima kitab= hebat! dan rsl Yohanes dapat melihat Wajah-Nya TUHAN YESUS, sehingga ia dapat menulis ktb Wahyu= hebat! Sekarang, bagaimana dengan Gereja TUHAN ? Gereja TUHAN lewat pembukaan Firman ALLAH (inilah yang penting), maka gereja TUHAN dapat melihat kemuliaan TUHAN secara keseluruhan, baik dari belakang maupun dari depan/muka. Ini luar biasa!! Sebab, kalau dulu mereka dalam bentuk penglihatan (hanya seorang)= Musa dapat melihat belakang-Nya TUHAN (hanya seorang saja yang dapat melihat, orang lain tidak dapat). Penglihatan itu baik= tetapi ini hanya untuk seorang saja. Demikian juga rsl Yohanes melihat bagian depan TUHAN (seorang saja, orang lain tidak dapat melihat).

Jadi lewat pembukaan Firman, maka gereja TUHAN (siapa saja/seluruh umat TUHAN) dapat melihat kemuliaan TUHAN secara keseluruhan dari belakang dan dari depan = kita dapat memandang kedalamanan hati TUHAN yang berisi kasih TUHAN. Inilah yang kita butuhkan. Jika kita bisa melihat kedalaman hati TUHAN, maka kita akan mengalami kasih TUHAN yang besar.

Roma 8 : 35, 36,
35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

Sehebat apapun Gereja TUHAN/hamba TUHAN/anak TUHAN posisinya hanya seperti domba sembelihan. Domba sembelihan itu keempat kakinya diikat = tidak dapat berbuat apa-apa/tidak berdaya bahkan sampai tidak ada suaranya.

Domba sembelihan sangat tidak berdaya dalam menghadapi dua hal:

  1. Roma 8 : 35, Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

    Yang pertama adalah menghadapi pencobaan, masalah dan penderitaan. Tanpa kasih ALLAH kita tidak mampu menghadapi ini. Tanpa kasih TUHAN, banyak anak TUHAN/hamba TUHAN akan kecewa saat menghadapi penderitaan. Saat kita diberkati= TUHAN dahsyat, luar biasa YESUS, tetapi saat berkatnya menurun terlebih lagi sampai tidak dapat makan= apa itu! Saya dapat berkata seperti ini, bukan mau menghakimi, sebab saya sendiri sudah pernah mengalami, baru masuk sekolah alkitab dan tidak dapat makan minum= saya berkata: besok sudah mau kerja lagi dan tidak mau melanjutkan sekolah alkitab. Untung TUHAN menolong saya dan kasih-Nya menguatkan.

    Jadi disaat tidak ada kasih ALLAH, maka kita akan menjadi putus asa, kecewa, meninggalkan pelayanan, bahkan sampai meninggalkan YESUS (menyangkal YESUS), sehingga binasa untuk selamanya. Tapi disaat saya memiliki kekuatan dari kasih ALLAH, saya dapat berteriak= mau digaji 100 kali, saya tetap memilih TUHAN sekalipun tidak memiliki uang. Inilah kekuatan kasih TUHAN. Kalau ada kasih TUHAN, maka kita akan kuat, teguh hati dan tidak akan pernah terpisah dari TUHAN untuk selama-lamanya.

    Seperti kesaksian tadi= kekuatan apa yang membawa dari jemaat datang dari Tuban, Pamekasan, Mojokerto datang beribadah ke Surabaya? bahkan ada seorang ibu berusia lebih dari 70 tahun, dulu sebelum dijemput dan diantar, ibu tersebut berjalan kaki malam-malam sendirian sejauh satu kilometer dari sini. Apa yang membuat kita datang beribadah hari Minggu, Senin, Rabu? Ini bukan karena uang, tetapi karena kasih TUHAN. Intinya adalah kasih TUHAN yang mendorong kita untuk beribadah. Semoga kita dapat mengerti.


  2. untuk menghadapi maut. Kekayaan, kepandaian, kedudukan di dunia ini tidak dapat menghadapi/mengalahkan maut, tetapi hanya kasih TUHAN (lewat korban Kristus) yang bisa mengalahkan maut, sehingga kita dapat menerima hidup kekal untuk selama-lamanya. Jadi yang mutlak kita butuhkan sebagai domba sembelihan adalah kasih TUHAN yang besar dan agung (kasih TUHAN yang tidak berubah). Semoga kita dapat mengerti.

    Kita semuanya pasti menghadapi masalah, pencobaan, penderitaan. YESUS sebagai Kepala sudah menghadapi hal ini, kita sebagai tubuh-Nya juga harus menghadapi ini. Kalau ada kasih ALLAH, kita tidak usah takut, sebab kasih ALLAH Yang akanmemberikan kekuatan kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.

Kasih ALLAH ini lebih dari uang, kekayaan, kepandaian, lebih dari apapun juga. Kekayaan dan kepandaian kita boleh miliki, tetapi kalau tanpa kasih ALLAH, kita akan ditelan maut (saat ada penderitaan kita kalah). Kalau ada kasih ALLAH, baik kaya, miskin, pandai, bodoh dll kita akan tetap kuat/menang didalam TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Bagaimana kita dapat mendapatkan kasih ALLAH?
?Amsal 28 : 13, Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Ayat 13= “Siapa menyembunyikan pelanggarannya”= siapa menyembunyikan dosa.
“tidak akan beruntung”= gagal dan tidak berhasil.
tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”= akan dikasihi = mendapat kasih, sebab kasih itu menutupi dosa.

Yang pertama adalah kita mendapatkan kasih ALLAH lewat menyelesaikan dosa-dosa. Jangan memelihara/mempertahankan dosa, sebab jika mempertahankan dosa (tidak ada kasih) maka akan gagal, hancur (“tidak beruntung”). Tanpa kasih semuanya akan hancur.

Ini yang selalu saya ajarkan, proses menyelesaikan dosa yaitu saling mengaku dan saling mengampuni. Siapa manusia yang tidak berbuat dosa, bahkan saya pun sebagai rohaniawan (gembala), masih dapat berbuat dosa lewat perkataan dll. Tetapi segera setelah kita sadar, jangan mempertahankan dosa, begitu mempertahankan dosa maka kasih itu tidak ada. Ini adalah dua hal yang bertolak belakang. Kita tinggal memilih, kalau mempertahankan dosa maka kasih tidak ada (kosong), jika kita membuang/menyelesaikan dosa maka kasih akan masuk.

Proses menyelesaikan dosa adalah

  • Jika kita yang berdosa/salah maka harus mengaku dosa kepada TUHAN (vertikal) dan kepada sesama (horisontal), dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi = kembali ke salib.
  • Jika kita benar, maka kita harus mengampuni dosa orang lain dan melupakannya (jangan diungkit lagi). Jika kita saling mengaku dan saling mengampuni, maka dosa diselesaikan oleh Darah YESUS, sehingga kasih ALLAH dicurahkan didalam kehidupan kita (didalam hati kita masing-masing) dan kita dapat bertahan untuk hidup dalam kebenaran.

Manusia yang penuh dengan kasih ALLAH/YESUS, akan menyelesaikan dosa, tetapi jika manusia tanpa kasih ALLAH, pasti berbuat dosa. Jika kita mempertahankan dosa (sesuatu yang tidak benar), maka tidak beruntung (habis semuanya). Kalau mempertahankan kasih Allah, maka kita bertahan untuk hidup benar, sehingga kita diberkati dan berhasil sampai ke anak cucu. Kita harus meyakini hal ini. Bukan orang kaya, miskin, pandai, bodoh yang diberkati TUHAN dan berhasil, tetapi orang benar itu yang berhasil.

Mazmur 37 : 25, 26,
25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Jika kita hidup dalam kebenaran, maka kita diberkati oleh TUHAN sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain. Itulah keberhasilan. Tetapi menjelang kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali kita akan diserbu masalah, pencobaan, penderitaan, tetapi jika kita memiliki kasih maka kita akan bertahan untuk melayani TUHAN, tetap bersama TUHAN dan tidak akan terpisah dari TUHAN untuk selama-lamanya.

?Yohanes 10 : 11, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Yohanes 15 : 13, Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Memberi Nyawa = kasih yang besar.

Yang kedua adalah kita mendapatkan kasih ALLAH lewat penggembalaan. Gembala yang baik memberian nyawa-Nya bagi domba-Nya= ini adalah kasih yang terbesar/kasih yang agung dari Sang Gembala. ‘tidak ada kasih yang lebih besar’ = kasih yang terbesar.

Dalam perjanjian lama ini sudah dibuktikan, Mesir pada waktu itu dihukum dengan sepuluh hukuman, salah satu hukumannya adalah hujan es. Hujan es ini gambaran kasih yang beku/dingin, kasih yang beku itu seperti batu. Kalau suami kasihnya dingin kepada istri = melempar batu setiap hari (perang didalam rumah), ini dikarenakan tidak ada kasih. Dulu saat terjadi hujan es atas Mesir, TUHAN tunjukkan tempat yang aman= ‘bawa semua ternakmu ke rumahmu dan di Gosyen’. Ditempat orang Israel (Gosyen) aman sebab tidak ada hujan es/tidak ada kasih yang menjadi dingin dan Gosyen ini menggambarkan penggembalaan. Kasih tetap hangat didalam penggembalaan. Semoga kita dapat mengerti.

Syarat tergembala adalah:

  1. Selalu berada di kandang penggembalaan. Kandang penggembalaan dalam tabernakel menunjuk kepada ruangan suci. Dulu Musa melihat kerajaan surga, ini nanti kita bandingkan dengan Wahyu 4. Musa melihat kerajaan surga dan Musa mendapatkan dua loh batu (Keluaran 25), lalu TUHAN memeritahkan Musa untuk membuat kerajaan surga di bumi, supaya apa yang kita lakukan di bumi ini sama dengan di surga. Ini seperti ajaran doa Bapa Kami= “di bumi seperti di surga”. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan di bumi tidak sama dengan di surga, jika demikian, maka ibadah kita tidak akan diterima oleh TUHAN. Jadi harus sesuai dengan surga.

    Didalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, dulu ini semua harus dibuat di bumi, tetapi ini semua sudah hancur. Tiga macam alat ini sekarang dalam arti yang rohani yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (kandang penggembalaan):


    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (hari Minggu semacam ini). Persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya. Kita diberikan karunia, sehingga ada kesaksian, ada nyanyian, ada musik dll. Roh Kudus itu bagaikan air kehidupan, sehingga kita seperti diberi minum. Roh Kudus juga bagaikan minyak, sehingga pelita menyala.


    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci bagaikan roti, sehingga kita diberi makan. Jadi jangan hanya minum saja, tetapi juga makan dan ini merupakan persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan perjamuan suci (korban-Nya).


    • Medzbah dupa emas: ketekunan didalam ibadah doa penyembahan. Doa itu bagaikan bernafas. Didalam penggembalaan ini bagaikan minum, makan, dan juga bernafas. Domba-domba termasuk gembala manusia juga harus berada didalam kandang penggembalaan, jika tidak minum, makan dan bernafas maka akan mati. Ketekunan dalam ibadah doa penyembahan ini persekutuan dengan ALLAH Bapa didalam kasih-Nya.


    Jadi lewat kandang penggembalaan ini tubuh, jiwa, roh kita bersekutu dengan Allah Bapa, anak dan Roh Kudus. Manusia itu tritunggal ada tubuh, jiwa dan roh.
    ALLAH itu juga Tritunggal ada ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus dengan fungsinya masing-masing:


    • ALLAH Bapa dalam kasih-Nya.
    • Anak ALLAH di dalam Firman dan perjamuan suci.
    • Roh Kudus dalam karunia-Nya.


    Jika tubuh, jiwa, roh kita bersekutu/melekat/menyatu dengan ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus, maka setan tidak dapat mengganggu/menghancurkan kita sebab kita dilindungi oleh TUHAN. Kalau kita ada jarak sedikit saja dengan TUHAN, maka setan mengganggu. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Mendengar dan dengar-dengaran (taat dengar-dengaran) kepada suara Gembala/tongkat Gembala. Domba-domba harus taat dengar-dengaran kepada suara Gembala, sebab jika tidak taat, dapat celaka, tersesat, diterkam binatang buas. Jika gembala bilang kekiri dan dombanya kekanan (tidak taat), maka domba bisa hilang dan diterkam binatang buas. Kalau kita orang desa akan lebih mengerti ini, seumpama kita menggembalakan bebek atau domba dari sawah ke sawah dan melintasi jalan raya, tinggal memakai tongkat gembala saja. Semoga kita mengerti.

    Mohon maaf ini hanya kesaksian, jangan dianggap sombong. Dulu pada tahun 1993 saya ke New Zealand, saya melihat domba digembalakan oleh anjing, ini seperti atraksi. Domba-domba digiring sampai masuk gawang/pintu kandang, jika ada satu domba tidak masuk pintu kandang maka diterkam oleh anjingnya. Inilah gambaran jika tidak taat maka langsung diterkam, sedangkan domba yang lain, yang masuk kandang (yang taat) aman semuanya. Jadi jika kita tidak taat maka pasti diterkam oleh binatang buas dan pasti jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa. Tetapi jika kita taat (berada didalam kandang), kita justru disucikan. Semoga kita dapat mengerti.

    1 Petrus 1 : 22, Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Ayat 22= “ketaatan kepada kebenaran”= mentaati Firman penggembalaan yang benar/suara gembala.
    “sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas”= Jika sudah suci, maka otomatis ada kasih. Jadi suci dulu baru ada kasih= ini jangan dibalik. Contohnya adalah jika ada yang minta yang najis dengan alasan mengasihi, ini bukan kasih.

Kalau kita tergembala, berada didalam kadang penggembalaan dan taat dengar-dengaran pada suara gembala, maka kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, roh, sehingga kita mengalami Kasih ALLAH (Kasih Gembala yang terbesar), untuk:

  • Bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kasih yang tulus ikhlas kepada sesama = mengasihi sesama seperti diri sendiri, tidak mau merugikan. Contohnya adalah sesama anggota tubuh ini tidak ada yang mau merugikan, jika ada anggota tubuh yang jelek, tidak dipotong, tetapi dibaguskan.


  • Mengasihi TUHAN dengan lebih dari segala sesuatu = mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kita = mengasihi TUHAN dengan segenap kekuatan.

Jika kita mengasihi sesama (horisontal) dan mengasihi TUHAN (vertikal) ini kembali ke salib. Jika dibandingkan dengan dua loh batu:

  • Mengasihi TUHAN lebih dari semua, ini loh batu pertama. Yang berisi empat hukum.
  • Mengasihi sesama seperti diri sendiri, ini loh batu kedua. Yang berisi enam hukum.

Jadi dua loh batu berisi sepuluh hukum= empat hukum untuk mengasihi TUHAN (“kuduskanlah hari Sabat” dll) dan enam hukum untuk mengasihi sesama (“mengasihi orang tua” dst). Jadi mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama itu bagaikan Musa menerima dua loh batu diatas gunung Sinai.

Sementara Musa ke gunung Sinai menerima perintah untuk membuat tabernakel dan menerima dua loh batu, maka bangsa Israel menyembah lembu emas. Jadi kegunaan dua loh batu (kasih kepada TUHAN dan sesama didalam penggembalaan) adalah untuk menghancurkan lembu emas = pemberhalaan = kekerasan hati.

Kekerasan hati adalah dosa Babel. Menyembah berhala/hati yang keras itu mengakibatkan Israel jatuh dalam dosa Babel. Dosa Babel ini hanya dapat dihancurkan dengan dua loh batu, tidak dapat dengan kekayaan ! orang kaya, dan juga orang pandai, mereka bahkan berbuat dosa dsbnya.

Keluaran 32 : 6, 18 20,
6. Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.
18. Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

Dosa Babel yaitu:

  • Dosa makan minum : mulai merokok, mabuk, narkoba. Dosa ini sulit sekali dilepaskan, merokok saja sulit untuk terlepas. Kalau kita sudah tergembala, sudah tekun dalam kandang penggembalaan, sudah dapat dengar-dengaran kepada Suara Gembala, maka kita mulai disucikan= inilah bedanya ! Saya sudah berpengalaman, ada orang yang mendengar Firman yang diulang-ulang, misalnya Firman= “jangan merokok”, tetapi jika ada yang keras hati, maka dia akan keluar dari gereja. Padahal itu sejak tahun 1990, bahkan sampai hari ini saya melihat orang tersebut naik sepeda motor dan ia masih tetap merokok. Jika keras hati, kita akan dijajah oleh dosa Babel. Jika kita mau tergembala, lembu emas/keras hatinya akan dihancurkan dan dosa Babel juga akan dihancurkan.


  • Dosa kawin mengawinkan : dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah= itu juga harus dihancurkan. Semoga kita mengerti.

Kekerasan hati itu juga dosa yang menghambat pembangunan tabernakel (tidak mengutamakan pembangunan tubuh Kristus). Kalau dulu pembangunan bait ALLAH jasmani (tabernakel) terbuat dari papan-papan, emas, tetapi sekarang adalah pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Jika kekerasan hati dihancurkan, maka kita dapat dipakai dalam pembangunan Tubuh Kristus.

Waktu bangsa Israel mau keluar dari Mesir, TUHAN memberikan bekal emas kepada bangsa Israel, maksudnya untuk membangun tabernakel. Tabernakel ada yang terbuat dari emas, misalnya : pelita emas terbuat dari emas seberat tigapuluh empat kilo, mejanya disalut dengan emas, tetapi diserobot oleh lembu emas= emasnya dibuat menjadi lembu. Seharusnya emas itu untuk dibuat menjadi rumah ALLAH, tetapi malah dibuat menjadi lembu. Itu sebabnya kekerasan hati harus dihancurkan.

Seperti tadi ada kesaksian= kita bekerja dan belajar harus keras, tetapi jangan menghambat pembangunan tubuh Kristus. Kita tetap mengutamakan dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus. Tidak ada gunanya jika kita bekerja keras, sekolah keras sampai dapat gelar apapun, tetapi kita tidak masuk dalam tubuh Kristus= semuanya akan habis bahkan sampai binasa selamanya.

Jika kita bekerja keras dan sekolah yang sungguh-sungguh di dunia ini, tetapi kita juga harus mengutamakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, maka keduanya akan berjalan dengan baik= yang rohani dan jasmani akan kita dapatkan dan itu tidak sia-sia, dan jika TUHAN datang kita akan bersama dengan Dia. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi kekerasan hati ini mengarah pada dosa Babel dan menghambat pembangunan tubuh Kristus. Ini berarti masuk dalam pembangunan tubuh Babel.

Dengan adanya dua loh batu yang dipecahkan, maka dua loh batu yang baru dibentuk. Tadi dua loh batu mula-mula, batunya berasal dari TUHAN dan ini menunjuk pada Kasih ALLAH. Sekarang Musa diperintahkan oleh TUHAN untuk mengambil batu dan memahatnya, sehingga dapat dibentuk menjadi dua loh batu yang baru, yang sama persis (‘Aku akan menuliskan sepuluh hukum).

Hasilnya jika kita mempunyai dua loh batu (kasih) yaitu kita dibentuk/dipahat menjadi dua loh batu yang baru = kehidupan yang sempurna tidak bercacat. Di dalam alkitab, bentuk dari dua loh batu itu tidak disebutkan. Misalnya: bentuk batu itu tidak langsung menjadi rata, melainkan berlekuk-lekuk sehingga batu harus dipahat (dosa-dosa dipahat). Jika kita tergembala maka kita akan mengalami kasih yang besar, sehingga mampu untuk dibentuk. Tidaklah mudah untuk membentuk dua loh batu yang baru= dipahat sedikit demi sedikit sampai menjadi sama persis, baru setelah itu ditulisi = kita dibentuk, disucikan sampai sempurna seperti YESUS, menjadi Mempelai Wanita Surga.

Kita mendapatkan kasih ALLAH lewat doa penyembahan.
Waktu YESUS naik ke atas gunung, IA mengajak tiga murid-Nya untuk berdoa menyembah, tiba-tiba Wajah YESUS berubah bersinar bagaikan matahari. Didalam doa penyembahan ada sinar matahari. Sinar matahari itu gambaran kasih Allah Yang besar/yang sempurna, tanpa pamrih= orang jahat dan orang baik disinari.

Matius 17 : 1 , 2,
1.Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang

Ayat 1= dalam Lukas 9= untuk berdoa menyembah TUHAN.

Menyembah TUHAN = melihat Wajah YESUS. Di ktb Wahyu, Wajah YESUS menyinarkan matahari. Dalam doa penyembahan kita sedang melihat Wajah YESUS dan kita sedang mengalami sinar matahari (kasih yang sempurna dari wajah YESUS). Saat-saat kita mengalami dingin, mengalami mendung gelap, kita harus banyak berdoa menyembah TUHAN, sehingga sinar matahari disinarkan kepada kita.

Hasilnya kalau kita memandang Wajah YESUS Yang menyinarkan matahari adalah:

  • Bilangan 6 : 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

    Kita mungkin sedang kuatir, takut, galau dsbnya, kita harus memandang Wajah TUHAN= jangan pandang yang lain ! dan ditambah juga dengan berpuasa.

    Jadi hasil yang pertama adalah sinar matahari/kasih ALLAH memberikan damai sejahtera, ketenangan, perhentian kepada kita semuanya, sehingga wajah kita berseri, tidak muram, tidak pucat, sampai semua menjadi enak dan ringan. Jika tenang maka semua menjadi enak dan ringan. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau di dunia ini diajarkan, misalnya pada peragaan busana= cara berjalan harus diajar, senyumnya diajar/dilatih. Tetapi kalau ada kasih ALLAH, maka orang akan bisa melihat wajah yang berseri. Kalau tidak ada kasih ALLAH, sekalipun sudah dilatih= tetapi senyumnya menjadi seperti ibu Sarah. Waktu TUHAN mengatakan ke Abraham bahwa tahun depan dia akan memiliki anak, saat telinga ibu Sarah mendengarnya maka ibu Sarah tertawa tetapi kecut (takut)= mana mungkin? Kalau ada sinar matahari dari wajah TUHAN, baik mau memimpin pujian, zangkoor, senyumnya tidak perlu dilatih dan orang akan dapat melihat wajah yang berseri. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang ini wajah apa saja, wajah pucat, wajah muram= menjadi wajah berseri dan damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Jika suami, istri, anak, orang tua, gembala, domba-domba tidak mau tahu, maka saat itu kita hanya fokus memandang Wajah TUHAN dan kita mengalami wajah berseri, damai sejahtera. Sinar matahari tidak pernah terlambat bersinar, untuk memberikan kasih-Nya kepada kita semua.


  • Zefanya 3 : 16 18,
    16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
    17.TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

    Ayat 16= "Janganlah takut, hai Sion!”= sekarang adalah Gereja TUHAN.
    Hasil yang kedua adalah kasih ALLAH/sinar matahari dari Wajah YESUS memberikan kemenangan kepada kita atas musuh-musuh, masalah, penderitaan, pencobaan, kesulitan:


    • Secara rohani kita menang= “jangan tangan mu lemah lesu” = tangan kita tetap kuat untuk setia berkobar-kobar melayani TUHAN.
    • Secara jasmani kita menang (Tangan TUHAN Yang berperang) = semua masalah diselesaikan oleh TUHAN tepat pada waktu-Nya, sampai semua masalah yang mustahil-pun diselesaikan tepat pada waktu-Nya.


    Jangan takut dan jangan ragu, itulah kekuatan sinar matahari/kasih Allah. Jika tadi siang kita masih melihat sinar matahari, itu berarti masih ada kasih Allah. Kecuali jika matahari sudah tidak ada, itu berarti sudah tidak ada harapan lagi.


  • Hasil yang ketiga adalah kasih TUHAN membaharui kita, mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS.

    Saat kita memandang YESUS, wajah kita yang buruk disedot oleh TUHAN dan Wajah TUHAN yang mulia masuk kedalam kita= itulah pembaharuan. Yang jelek-jelek disedot/ditanggung oleh TUHAN di kayu salib, yang dari TUHAN masuk kedalam kita= jelek yang A keluar, maka baik B yang masuk dan jelek C yang keluar, baik D yang masuk, ini akan terus seperti ini, sampai kita menjadi sama seperti YESUS.

    Pembaharuan/keubahan hidup ini mulai sedikit demi sedikit, tabiat daging keluar dan tabiat YESUS yang masuk. Mulai darimana sinar matahari? sampai kita dapat mengasihi musuh. Tadi, mengasihi sesama seperti diri sendiri, tetapi kalau sinar matahari itu masuk, kita diubahkan menjadi seperti YESUS sehingga kita dapat mengasihi musuh= orang yang merugikan kita dll dapat kita kasihi.

    Matius 5 : 43 - 45,
    43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu
    45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

    Jika kita dapat mengasihi musuh, maka itu seperti Bapa Yang menerbitkan matahari. Jadi kita mengasihi musuh dan berdoa yang baik (bukan berdoa untuk celaka), dan ini memang berat= orang ini sudah merugikan saya, sudah memfitnah saya, sudah menjual saya, bagaimana ini? enak dia? jangan seperti ini, tetapi kita harus belajar supaya disinari.

    Tadi waktu saya mau berangkat hati saya terganggu juga, sebab terjadi peristiwa yaitu orang yang saya kasihi, ia tidak bersalah tetapi dimaki-maki, dipermalukan di depan banyak orang. Saya mendengar saja, sudah mau menangis dan dalam hati saya berkata nanti pada hari Senin akan saya bereskan, sebab tidak salah. Tetapi dengan Firman hari ini= sudahlah, kita harus mengasihi musuh dan berdoa bagi dia. Dengan sinar matahari/Kasih ALLAJ semua sudah menjadi beres dan diubahkan.

    Sampai kita akan terus diubahkan, dan bercahaya seperti matahari (seperti YESUS), menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang sama mulia dengan YESUS dan jika YESUS datang ke dua kali kita akan diangkat di awan-awan, kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.

Mari selama kita masih melihat matahari, jangan ragu-ragu sebab Kasih ALLAH tidak berubah dan janji ALLAH tidak pernah berubah. Apapun keadaan kita, kasih TUHAN sanggup menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top