English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Agustus 2007)
Tayang: 31 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Agustus 2007)
Tayang: 19 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Februari 2007)
Tayang: 24 Juni 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 07 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Juli 2014)
Tayang: 27 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 30 April 2007)
Tayang: 20 Januari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin Sore, 21 Oktober 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 Maret 2014

Kita membaca di dalam kitab Wahyu 1: 4-8, salam kepada ketujuh jemaat, tetapi kita akan membaca Wahyu 1: 4, 5,
4. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
5. dan dari Yesus Kristus, Saksi setia, yang yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya—

Jadi, rasul Yohanes menyampaikan salam kepada tujuh jemaat di Asia Kecil yang mewakili sidang jemaat bangsa kafir. Seringkali ‘salam’ ini dibuat semacam “yel, yel” di dalam gereja dll, yang sesungguhnya kurang tepat.

Ada tiga pengertian dari salam yaitu:

  1. Pembuka dari suatu pengajaran. Setiap kali kitab-kitab/surat-surat yang ditulis, selalu ada salam. Pembuka dari suatu pengajaran = yang menentukan isi; dari salam itu kita sudah dapat mengetahui isi dari pengajaran itu. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh saat memberi salam dan jangan berubah-ubah ketika memberi salam, sebab kalau kita selalu berubah-ubah ketika memberikan salam, nanti, pengajarannya juga akan berubah-ubah. Ajaran-ajaran yang sudah saya terima selama ini dan dimulai dari pertama kali saya menjadi orang Kristen sampai saya menerima pengajaran ini, salam yang disampaikan selalu tetap, baik dari guru-guru saya, gembala-gembala saya sampai pada almarhum bpk.pdt Pong yang terakhir, salam itu tidak pernah ikut-ikutan/tidak pernah berubah. Jadi, salam yang disampaikan di dalam pengajaran memiliki ciri khas seperti yang ditulis di dalam alkitab yaitu ‘damai sejahtera dan kasih karunia menyertai kamu sekalian’. Ini penting sebab ini yang menentukan pengajaran.


  2. Doa selamat dari seorang gembala/dari hamba TUHAN bagi sidang jemaat supaya tetap mengikut dan melayani TUHAN dan tidak pernah tersandung sampai garis akhir hidupnya. Kita sudah mendengar, ada kasih karunia dan juga ada damai sejahtera. Ini doa selamat supaya kita tetap mampu mengikut dan melayani TUHAN sampai garis akhir/sampai selama-lamanya.

    Sekarang kita akan membahas yang ketiga yaitu


  3. pernyataan suka bersekutu. Di dalam Wahyu 1: 4, 5, dari Yohanes kepada ketujuh jemaat di Asia Kecil.
    4.Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan tahta- Nya.
    5. dan dari Yesus Kristus, Saksi setia,

Jadi, rasul Yohanes menyampaikan salam yang berasal dari:

  1. Dia Yang ada, Yang sudah ada dan Yang akan datang = ALLAH Bapa,
  2. Ketujuh Roh --> dari ketujuh Roh Yang ada di hadapan Tahta-Nya = ALLAH Roh Kudus,
  3. Dari YESUS Kristus, Saksi Yang Setia = Anak ALLAH.

ALLAH Bapa, ALAH Roh Kudus, Anak Allah= ALLAH Tri Tunggal.

Jadi, rasul Yohanes menyampaikan salam dari ALLAH Tri Tunggal di dalam Satu Pribadi TUHAN YESUS Kristus = rasul Yohanes menunjukkan persekutuan/kesatuan antara ALLAH Bapa, Anak ALLAH dan ALLAH Roh. Kudus sebagai model bagi persekutuan kita = harus menjadi teladan dari persekutuan kita. Persekutuan kita bukan meneladani yang lain-lain tetapi menuruti Teladan dari ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus = Tiga menjadi Satu. Semoga kita dapat mengerti.

1 Yohanes 1: 1, 3, 4,
1. Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
3. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
4. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Jadi, rasul Yohanes menyatakan ?kekuatan Firman pengajaran yang benar/Firman hidup = Firman yang menjadi pengalaman hidup/Firman hidup yang sudah dipraktekkan untuk membawa sidang jemaat masuk ke dalam persekutuan yang benar.

Persekutuan yang benar ini dimulai dengan sesama dan di mulai dari persekutuan di dalam nikah; jika suami/istri mempraktekkan Firman hidup (ada persekutuan dengan Firman hidup), pasti dapat menjadi satu/masuk dalam persekutuan yang benar. Sekali-pun suku/bangsa/tingkat kepandaiannya berbeda --> tidak perduli kalau sama-sama memiliki Firman hidup. Yang penting Firman itu menjadi pengalaman dan dipraktekkan oleh suami/istri.

Tetapi kalau suami mempraktekkan Firman tetapi istri tidak mempraktekkan Firman, maka tidak dapat menjadi satu, demikian sebaliknya. Itu sebabnya semuanya harus memiliki Firman hidup supaya dapat masuk dalam persekutuan yang benar dengan sesama dan dalam persekutuan yang benar dengan TUHAN sehingga kita mengalami sukacita/kebahagiaan yang sempurna.

Demikian juga di dalam penggembalaan --> sama-sama mendengarkan Firman, tetapi jika ada yang mempraktekkan Firman dan ada yang tidak mempraktekkan Firman, maka tidak dapat menjadi satu dan akan menjadi Yudas. Dua belas murid --> sebelas murid mempraktekkan Firman sehingga menjadi satu, dan Yudas yang tidak mempraktekkan Firman sehingga dia terkeluar dari persekutuan.

Apa yang dimaksud dengan kebahagiaan/sukacita yang sempurna? kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba ALLAH = persekutuan yang kekal. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi, di dalam kitab Wahyu, salam dari rasul Yohanes:

  • berasal dari ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus,
  • rasul Yohanes menunjukkan model persekutuan yang benar itu bukan meniru gereja ini, gereja itu dan seringkali kita memberi salam juga meniru sini, meniru sana --> kita jangan melakukan. Tetapi kita harus meniru dari alkitab/contoh dari alkitab.

Kemudian rasul Yohanes menegaskan apa yang dapat mengarahkan kita kepada persekutuan yang benar seperti persekutuan dari Bapa, Anak dan Roh Kudus yang tidak terpisahkan? ternyata adanya Firman hidup yang mendorong. Bukan organisasi ataunya orang --> bukan!! Tetapi Firman hidup.

Jadi, Firman hidup itulah yang mendorong kita untuk masuk dalam persekutuan yang benar dengan sesama dan juga persekutuan yang benar dengan TUHAN sampai kita mengalami sukacita yang sempurna/kebahagiaan yang sempurna itulah perjamuan kawin Anak Domba ALLAH diawan-awan yang permai. Inilah persekutuan yang kekal selama-lamanya.

Selain rasul Yohanes menuliskan tentang kekuatan dari Firman hidup dan kita sudah tahu contoh/modelnya persekutuan yang benar di dalam ktb Wahyu yaitu persekutuan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Sekarang untuk menuju ke sana, apa yang menjadi kekuatannya? Yang pertama tadi adalah Firman hidup yaitu Firman pengajaran yang benar dan yang sudah menjadi pengalaman hidup sehingga dapat menjadi satu = menjadikan kita satu/persekutuan yang kekal.

Jika hanya manusia, memang dapat bersekutu, tetapi paling maksimal hanya sampai di liang kubur/tidak untuk selama-lamanya. Tetapi kalau Firman yang menyatukan, dapat sampai selama-lamanya. Di sini letak perbedaannya.

Kemudian kekuatan apa lagi yang membuat kita dapat masuk dalam persekutuan yang benar/sampai kekal? Yohanes 17: 11, 20-23,
11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
20. Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
21. supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
22. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
23. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ay 11, menjadi satu sama seperti Kita = Bapa, Anak dan Roh Kudus menjadi Satu, kita juga menjadi satu. Di dalam dunia ini, kita menjadi satu dan ini merupakan persekutuan yang benar sebab merupakan doa dari YESUS sebagai Imam Besar. Inilah kekuatannya, selain Firman pengajaran menjadi Firman hidup, maka kekuatan kedua adalah doa dari YESUS.

Ay 21, dua kali TUHAN berdoa

Ay 22, tiga kali TUHAN berdoa

Ay 23, empat kali TUHAN berdoa.

Jadi di sini, rasul Yohanes menyatakan ??kekuatan doa Imam Besar; tadi di dalam srt 1 Yohanes, rasul Yohanes menyatakan kekuatan dari Firman hidup yang dapat membawa kita ke dalam persekutuan yang benar dengan sesama sampai dengan persekutuan kita dengan TUHAN. Sekarang rasul Yohanes menyatakan kekuatan doa Imam Besar untuk membawa sidang jemaat masuk ke dalam persekutuan yang meneladani ALLAH Tri Tunggal = masuk dalam persekutuan yang benar dengan sesama dan dengan TUHAN sesuai dengan Teladan dari ALLAH Tri Tunggal = meneladani persekutuan ALLAH Tri Tunggal. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah dua kekuatan --> yang mana persekutuan yang benar itu? Dan sudah ditunjukkan di dalam ktb Wahyu yaitu seperti persekutuan ALLAH Tri Tunggal yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan kita juga bersekutu seperti itu yang tidak dapat dipisahkan.

Bagaimana caranya supaya dapat masuk dalam persekutuan yang benar?

  • Ada Firman hidup. Kalau masing-masing memiliki Firman hidup/Firman pengajaran yang benar menjadi pengalaman hidup, pasti akan masuk dalam persekutuan yang benar.
  • Ada doa Imam Besar/doa syafaat YESUS/ada hadirat Imam Besar. Jadi, setiap ibadah, kita perlu berdoa supaya ada hadirat dari Imam Besar supaya ada kesatuan yang dimulai dari nikah, di penggembalaan, nanti juga antar gereja semuanya menjadi satu.

Tadi, YESUS berdoa sebanyak empat kali supaya kita/sidang jemaat masuk dalam persekutuan yang meneladani ALLAH Tri Tunggal = masuk dalam kesatuan yang sempurna dan juga yang kekal. Bukan hanya sampai di liang kubur tetapi sampai kekal selama-lamanya.

Empat kali ini menunjuk pada:

  1. kerinduan YESUS.
  2. empat penjuru bumi.
    Jadi, YESUS sangat merindukan supaya sidang jemaat di seluruh dunia masuk dalam persekutuan/kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai dan selama-lamanya bersama dengan Dia = masuk persekutuan/kesatuan yang sempurna/yang kekal selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah dua kekuatan yang besar dengan contohnya/teladannya ditunjukkan yaitu
    4. dari Dia, yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
    5. dan dari Yesus Kristus, Saksi setia

    Inilah rasul Yohanes menunjukkan persekutuan yang benar yaitu persekutuan antara ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus dan persekutuan ini merupakan persekutuan yang kekal.

    Bagaimana caranya supaya kita dapat kesana?


    • Harus memiliki Firman hidup (1 Yohanes),
    • Harus ada doa syafaat dari Imam Besar; itu sebabnya kita memerlukan hadirat dari Imam Besar di dalam ibadah untuk mendoakan kita.


    Jadi, di dalam nikah, kita harus mengundang Imam Besar yang dimulai dari awal/permulaan nikah, perjalanan nikah --> setiap pagi, undang Imam Besar supaya ada doa yang dinaikkan untuk menyatukan nikah kita.

    Demikian juga di dalam penggembalaan --> mari! Undang Imam Besar agar Ia berdoa supaya kita masuk ke dalam kesatuan yang benar yang tidak sia-sia. Demikian juga di dalam fellow-ship, undang Imam Besar --> bukan melihat orang, melihat ini/melihat uang --> bukan!! Tetapi melihat Imam Besar Yang mendoakan kita supaya persekutuan kita masuk ke dalam persekutuan yang kekal dstnya. Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah dua kekuatan yang besar, Firman hidup; mari kita semua mendengarkan Firman yang benar dan dipraktekkan sehingga kita pasti dapat menjadi satu. Nikah dapat menjadi satu, di dalam penggembalaan juga menjadi satu; jika ada yang tidak mempraktekkan Firman, mereka itulah yang tidak dapat menjadi satu seperti Yudas yang tidak dapat menjadi satu. Mau di apakan --> diperlakukan dengan halus maupun dengan kasar --> tetap tidak dapat menjadi satu kalau Firman tidak dipraktekkan. Semoga kita dapat mengerti.


  3. kesulitan. YESUS harus berdoa sebanyak empat kali, padahal untuk menyembuhkan orang dan untuk membangkitkan Lazarus yang sudah busuk, YESUS hanya berdoa satu kali, tetapi ini YESUS harus berdoa sebanyak empat kali --> ‘Bapa jadikan mereka satu sama seperti Kita’ dan ini berarti kesulitan. Jadi, untuk menciptakan persekutuan/kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna/yang kekal, lebih sulit daripada membangkitkan orang yang sudah mati/yang sudah busuk.

    Itu sebabnya jangan ada perkataan yang melemahkan dengan berkata ‘mengapa terjadi perpecahan’? kita jangan berkata begitu, sebab memang pada kenyataannya, untuk menciptakan/menyatukan Tubuh Kristus yang sempurna/yang kekal (bukan hanya bertemu di dunia, setelah itu akan hilang) lebih sulit daripada membangkitkan orang yang sudah mati/yang sudah busuk. Tetapi, bagi ALLAH tidak ada yang mustahil.

    Mungkin saudara berkata bahwa di dalam nikah saya sudah tidak dapat lagi diperbaiki/sudah sulit sebab sudah busuk --> tidak ada yang mustahil bagi TUHAN asalkan kita mau sungguh-sungguh mendengarkan Firman hidup dan kita mempraktekkan dan juga di dalam doa --> TUHAN berdoa, kita juga berdoa dan kita ikuti doa syafaat dari TUHAN YESUS sehingga tidak ada yang mustahil.

    Lazarus yang sudah busuk, dapat dibangkitkan, demikian juga nikah yang sudah tercerai berai/sudah busuk, dapat disatukan kembali oleh TUHAN --> tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Demikian juga di dalam penggembalaan --> kita yang berasal dari berbagai suku, bangsa dllnya, dapat disatukan, sebab tidak ada yang mustahil bagi TUHAN sampai seluruh dunia menjadi Satu Tubuh yang sempurna.

    Semuanya itu bukan merupakan kekuatan dari manusia sebab tidak ada satu manusia-pun yang dapat menyatukan; pengurus organisasi termasuk saya yang juga menjadi pengurus, tidak dapat menyatukan. Yang dapat menyatukan hanyalah Firman hidup dan doa syafaat dari TUHAN YESUS. Semoga kita dapat mengerti ini.

Syarat untuk masuk dalam persekutuan/kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna/yang kekal yaitu:

  1. harus memiliki Satu Kepala --> satu tubuh, Satu Kepala dan Kepala dari Tubuh Kristus adalah Pribadi YESUS Sendiri.

    Siapa YESUS? Yohanes 1: 1, 14,
    1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Ay 1, pada mulanya adalah Firman (dlm bhs asli adalah Logos/Firman pengajaran).
    Jadi, Firman pengajaran/Logos lahir menjadi Manusia/menjadi Anak Tunggal Bapa itulah YESUS.

    Jadi YESUS adalah:


    • ALLAH Yang lahir menjadi Manusia,
    • Firman pengajaran Yang lahir menjadi Manusia.


    Inilah YESUS Yang menjadi Kepala kita.
    Jadi, Satu Kepala = Satu pengajaran yang benar dan pengajaran yang benar adalah:


    • Tertulis di dalam alkitab; jadi pengajaran yang benar = alkitab,
    • Di wahyukan/diilhamkan/dibukakan rahasianya oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Semoga kita dapat mengerti.


    Jadi, syarat untuk masuk persekutuan/kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna/yang kekal, maka kita harus memiliki satu Firman pengajaran yang benar. Yang kekal ini, bukan hanya sampai di liang kubur --> mungkin di dalam nikah, suami istri ini terpisah sebab satu sudah meninggal dan yang satu masih hidup, tetapi kalau sama-sama selama hidupnya memiliki Satu Kepala/Firman pengajaran yang benar, nanti bersama-sama dapat masuk dalam kesatuan Tubuh yang sempurna/yang kekal. Tidak terpisah begitu saja. Semoga kita dapat mengerti.

    tu sebabnya, mari, semuanya harus sungguh-sungguh dengan semuanya harus mengarah kepada Kepala/pengajaran yang benar ditampilkan. Kalau apa yang ditampilkan itu uang, maka itu hanya untuk sementara. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi, persekutuan dari hamba-hamba TUHAN dan anak-anak TUHAN tanpa Firman pengajaran yang benar, hanya akan menghasilkan (kalau bisa, sebab ini merupakan hal yang paling maksimal/yang paling bagus) seperti apa yang lazim di dunia ini dan puncaknya hanya sampai sehidup semati. Banyak orang dunia yang menikah sampai mati, tetapi sayang, tanpa Kepala/tanpa pengajaran yang benar, paling maksimal hanya sampai sehidup semati, setelah dikubur, tidak tahu kemana arahnya.

    Itu sebabnya jangan katakan bahwa kami berbahagia sebab menjadi satu sehingga merasa senang --> memang!! Tetapi harus dilihat apa yang menyatukan? Kalau di dunia, hanya disatukan dengan tali ikatan perkawinan dan memberi tanda tangan, tetapi kalau tanpa YESUS/tanpa pengajaran yang benar, maka tidak akan ada tali yang mengikat agar sampai menjadi kekal, paling maksimal hanya sampai sehidup semati, sesudah itu, masing-masing tidak tahu kemana sebab sudah tidak ada ikatan lagi. Yang tidak maksimal --> terjadi perceraian sebab tidak ada yang mengikat dllnya.

    Itu sebabnya, mari:


    • menikah itu harus sungguh-sungguh dan harus ada YESUS sebagai Kepala/pengajaran yang benar,
    • di dalam penggembalaan, kita pergi ke gereja, jangan hanya merasa senang sebab berkumpul bersama-sama, tetapi kalau tidak diikat dengan pengajaran yang benar/tidak menampilkan pengajaran yang benar/tidak memiliki Kepala, maka akan tercerai berai sebab kita tidak mengetahui kemana arah kita,


    • demikian juga fellow-ship dari hamba-hamba TUHAN, kalau tidak ada pengajaran yang benar, sekali-pun merasa senang sebab berkumpul dan melakukan ini dan itu, tetapi tidak akan ada gunanya dan paling maksimal sehidup semati, setelah itu tidak tahu kemana arah kita. Itu sebabnya harus ada pengajaran yang benar/YESUS sebagai Kepala Yang akan mengarah kepada persekutuan yang sempurna/persekutuan yang kekal/persekutuan Tubuh yang sempurna. Mari, sekarang ini kita harus sungguh-sungguh sebab kita semua di periksa oleh TUHAN.


    Jadi, disimpulkan, sehidup semati, tetapi kalau tidak memiliki pengajaran, maka tidak akan kekal/tidak ada kekekalan dan hanya sampai diliang kubur saja, sesudah itu tidak tahu kemana arahnya. Jadi, persekutuan hamba TUHAN/anak TUHAN di dalam nikah, di dalam penggembalaan dan juga, di dalam antar penggembalaan/fellow-ship harus berdasarkan pengajaran yang benar = harus menonjolkan pengajaran yang benar supaya mengarah kepada kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna dan kekal = menerima YESUS sebagai Kepala untuk selama-lamanya.

    Ini yang harus ditekankan di dalam hati kita. Juga untuk saya, jangan kita hanya mengadakan fellow-ship sebab yang paling bertanggung jawab adalah saya; tetapi seperti yang pernah saya katakan --> panitia bertanggung jawab dan pembicara juga harus bertanggung jawab. Mau dibawa kemana, sekian orang yang datang, ada yang datang dari tempat yang jauh dan harus menempuh perjalanan selama dua setengahjam --> mau dibawa kemana mereka ini? kalau di sini saya hanya melawak dlsbnya dan tidak ada pengajaran yang benar, maka saya berhutang darah.

    Mungkin, kita merasa senang sebab menjadi satu dan semuanya baik-baik saja sebab kami saling menolong --> ini benar dan tidak mengapa tetapi paling maksimal hanya sampai di liang kubur/sehidup semati/tidak kekal. Kalau ada pengajaran yang benar, sekali-pun kita tidak pernah bertemu sebab tinggal berjauhan, tetapi di dalam pengajaran yang benar, maka satu hari kelak kita akan menjadi satu tubuh yang sempurna. Yang menyatukan kita bukan karena kita ini baik --> bukan! Tetapi pengajaran yang benar. Kepala ini yang menyatukan --> ada Kepala, maka ada tubuh sehingga menjadi satu; kalau tidak ada Kepala atau kepalanya ada dua/tiga, maka tubuh itu akan tercerai berai. Demikian juga, jika tidak memiliki Kepala, akan mati dan kalau memiliki kepala yang banyak, maka tubuh-pun akan menjadi banyak dan tercerai berai. Tidak bisa seperti ini, jadi harus ditekankan yaitu harus memiliki pengajaran yang benar/satu Kepala. Inilah syarat yang pertama yaitu harus memiliki satu Kepala/satu pengajaran yang benar.

    Jadi, kita harus ingat, kepala itu bukan manusia, bukan uang --> bukan!! Tetapi Kepala itu adalah Kristus/YESUS/pengajaran yang benar yang menyatukan kita sampai mencapai kesatuan yang kekal/sempurna selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.


  2. harus aktif di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Jadi, jika kita menjadi tubuh, maka kita harus aktif, sebab kalau kita tidak aktif, maka kita akan dibuang. Contohnya seperti kuku yang sudah tidak aktif lagi/tidak diperlukan lagi, maka akan dipotong; demikian juga dengan rambut juga akan dipotong, jika sudah tidak diperlukan lagi. Itu sebabnya kita harus aktif di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

    Sekali lagi, pelayanan pembangunan Tubuh Kristus itu di mulai:


    • dari nikah --> mari, layani nikah sebagai suami yang benar/yang baik, sebagai istri, juga yang benar/yang baik dan juga sebagai anak yang benar/yang baik. Sesudah di dalam nikah, pelayanan di dalam


    • gereja/penggembalaan --> di gereja, mari melayani sebagai apa saja; kalau melayani sebagi pembersih gereja, layani sampai menjadi bersih sehingga membuat orang menjadi senang. Demikian juga dengan menyanyi, layani sampai menjadi berkat; bagi yang berkhotbah, mari layani dengan sungguh-sungguh sampai menjadi berkat dan orang-orang dapat menerima dlsbnya, kemudian


    • antar penggembalaan yang di dalam istilah kita adalah kunjungan-kunjungan dan ini penting. Kita jangan egois, sebab kalau TUHAN memberikan kelimpahan di dalam penggembalaan, maka kita/domba harus mengalirkan/membawa kelimpahan itu kepada kandang yang lain/antar penggembalaan/kunjungan-kunjungan. Jika kita tidak membawa kelimpahan itu kepada kandang yang lain, maka itu namanya egois dan kita akan menjadi kambing yang akan dikutuk oleh TUHAN. Kita diberkati oleh TUHAN dengan kelimpahan, maka berkat itu harus dibawa kepada kandang/penggembalaan yang lain dan berkat itu akan mengalir sampai pada berkat kesempurnaan/sampai menjadi tubuh yang sempurna yaitu Israel dan bangsa kafir menjadi Satu Tubuh Yang sempurna. Inilah pelayanan di dalam pembangunan Tubuh Kristus.

Kita sudah mengetahui syarat yang pertama yaitu persekutuan yang benar adalah:

  • seperti Bapa, Anak dan Roh Kudus --> persekutuan yang kekal/selamanya. Bagaimana dapat mencapai di sana? Harus ada
  • Firman hidup --> mendengar pengajaran yang benar dan dipraktekkan dan juga ada
  • Doa syafaat --> selain YESUS menopang dari atas/doa Imam Besar, kita juga banyak menyembah TUHAN supaya masuk dalam kesatuan Tubuh yang sempurna/yang kekal dengan syarat:


    • Harus memiliki satu Kepala --> tidak dua, tidak tiga atau tanpa Kepala,
    • Harus aktif di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus.

Efesus 4: 11, 12,
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Syarat melayani di dalam pembangunan Tubuh Kristus yaitu:

  1. harus hidup di dalam kesucian --> memperlengkapi orang suci (bukan kepandaian, kebodohan, kekayaan dan kemiskinan).
    Bagaimana kita dapat hidup di dalam kesucian?


    • Harus berada di dalam ruangan suci/di dalam kandang penggembalaan dan di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat yang untuk sekarang adalah ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


      1. Pelita emas --> ketekunan di dalam ibadah raya/kebaktian umum = persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya,
      2. Meja roti sajian --> ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam pengajaran yang benar dan Korban Kristus,
      3. Mezbah dupa emas --> ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih.Inilah ruangan suci/kandang penggembalaan yang menjamin kesucian kita.Di dalam ruangan suci/ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok dan jika kita tekun di dalam tiga macam ibadah pokok ini, maka tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu dengan ALLAH Tri Tunggal seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar. Semoga kita dapat mengerti.


    • Kita mengalami penyucian oleh Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua sampai kita tidak salah di dalam perkataan = sempurna --> Yakobus 3: 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Jadi, mulut ini yang disucikan --> manis/pahitnya hidup, tergantung dari mulut. Carang melekat pada Pokok Anggur, tinggal buahnya, sebab ada buah yang manis dan juga ada buah yang pahit. Ini tergantung dari penyucian mulut. Jadi, sudah melekat dan itu baik, kemudian dilanjutkan, kita mengalami penyucian oleh Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Apa yang disucikan? Dimulai dari mulut yang disucikan supaya dapat:


      1. berkata benar dan baik,
      2. jujur/tidak ada dusta, sebab dusta = pahit. Di dalam nikah, jika ada dusta akan terasa pahit sekali, sekali-pun memiliki banyak uang, tetapi jika suaminya terus menerus berdusta, istri juga berdusta, maka nikah itu menjadi pahit dan
      3. sampai tidak salah dalam perkataan = seluruh kehidupan/tubuh kita sudah menjadi sempurna. Tidak salah dalam perkataan ini = hanya berkata haleluyah. Banyak menyembah TUHAN dengan berkata ‘haleluyah, haleluyah’ supaya kita tidak salah dalam perkataan --> cepat atau lambat kita akan berbuah manis. Yang pahit akan menjadi manis untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Itu sebabnya mulut harus dijaga. Semoga kita dapat mengerti.


  2. untuk memperlengkapi orang suci = harus memiliki jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Sebab jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus ini merupakan tempat kita di dalam Tubuh Kristus; jadi, jika kita memiliki jabatan pelayanan = kita memiliki tempat sehingga kita dapat melayani.

    Seperti tangan, dapat melayani sebab memiliki tempat dan juga sebagai kaki yang memiliki tempat sehingga dapat melayani/dapat berjalan. Itu sebabnya kita harus memiliki jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus. Mungkin kita melayani team doa yang tidak kelihatan dan juga di bidang kebersihan atau juga yang kelihatan seperti menyanyi, bermain musik, ini semua harus menjadi jabatan pelayanan dan juga karunia-karunia Roh Kudus.

    Karunia Roh Kudus = kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita dapat melakukan jabatan. Seperti jabatan sebagai gembala, maka karunianya adalah menimbang roh dan juga dapat memberikan makan sidang jemaat. Jika tidak memiliki karunia, maka tidak dapat. Sebenarnya bukan jabatannya, sebab yang mengangkat adalah manusia bukan TUHAN, kalau TUHAN Yang mengangkat sebagai pemain gitar, maka pasti ada karunia sehingga dapat bermain gitar. Sedangkan manusia saja hendak mengangkat orang untuk menjadi pegawai di kantornya saja harus mengetahui kemampuan dari orang itu; tidak mungkin sebagai sekretaris, tetapi mengetik saja, ia tidak bisa, di suruh untuk membuat surat, juga tidak bisa --> bagaimana ini? siapa yang mengangkat dia menjadi sekretaris?

    Demikian juga sebagai gembala, tetapi ia tidak dapat memberi makan domba-domba, ini berarti bukan TUHAN Yang mengangkat kehidupan itu menjadi gembala, tetapi manusia yang mengangkat. Sebab kalau TUHAN Yang mengangkat/menetapkan, pasti ada karunia yaitu kemampuan ajaib dari Roh Kudus. agar kita dapat melaksanakan/melakukan pelayanan sesuai dengan jabatan yang merupakan tempat bagi kita di dalam Tubuh Kristus. Itu sebabnya kita semua harus memiliki jabatan seperti team doa dsbnya sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh TUHAN.

    Jabatan ini merupakan tempat kita di dalam Tubuh Kristus = tempat kita di surga. Sebab YESUS mengatakan --> ‘Aku akan pergi ke Bapa untuk menyediakan tempat bagimu, di rumah Bapa banyak tempat’. Jadi tempat di dalam Tubuh Kristus = tempat di rumah Bapa.

    Mari, siapa yang belum melayani --> berdoa, supaya lewat pemberitaan Firman, kita yang sudah tergembala di dalam tiga macam ibadah pokok --> mari! Firman menyucikan kita dan kalau kita sudah disucikan, pasti TUHAN akan memberikan jabatan dan juga karunia-karunia Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.

    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus ini berbeda-beda, antara satu dengan yang lain, tetapi dapat bekerja sama. Seperti tangan, kaki, mulut yang berbeda, tetapi dapat bekerja sama --> saya ingin minum, saya berjalan dan mengambil air dan membuka mulut untuk minum = dapat bekerja sama. Kalau tidak dapat bekerja sama, maka tidak akan ada artinya; jadi kalau kita disucikan, maka akan diberikan jabatan dan karunia dari TUHAN, sekali-pun berbeda-beda tetapi dapat bekerja sama. Bekerja sama ini secara interen di dalam rumah tangga, di dalam gereja dan juga bekerja sama secara eksteren/antar gereja. Inilah berbeda-beda, tetapi dapat bekerja sama/Satu Tubuh. Semoga kita dapat mengerti.

    Jabatan dari seorang suami/istri di rumah tangga dan untuk ini TUHAN memberikan karunia, tidak begitu saja menjadi seorang suami sehingga berkata --> “yang penting, aku mau menikah”, tidak bisa seperti ini, sebab kalau TUHAN tidak panggil, tidak akan bisa menjadi suami/istri. Harus meminta jabatan dari TUHAN sebagai suami dan juga sebagai istri; demikian juga dengan karunia, sekali-pun suami itu sangat jelas berbeda dengan istri, tetapi dapat bekerja sama.

    Demikian juga di gereja, juga dapat bekerja sama --> musik terdiri dari berbagai macam alat, tetapi dapat bekerja sama. Seandainya tidak dapat bekerja sama, bagaimana jika kita hendak menyanyi? Harus bekerja sama. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi inilah syarat untuk dapat bekerja sama yaitu:


    • hidup suci, bagaimana kita dapat hidup suci? Kita harus tergembala di dalam kandang penggembalaan sehingga kita disucikan terutama kita harus menjaga mulut --> kesucian mulut yang harus dijaga. Kemudian
    • barulah TUHAN memberikan jabatan dan karunia --> berbeda-beda tetapi dapat bekerja sama, baik bekerja sama secara interen yaitu di dalam nikah dan juga di dalam penggembalaan, dan juga antar penggembalaan maupun bekerja sama secara eksteren. Semoga kita dapat mengerti.


    Jika kita melayani pembangunan Tubuh Kristus dengan kesucian dan kebersamaan/kerja sama (ini yang penting), maka kita akan memiliki jubah yang maha indah --> semua akan menjadi indah pada waktunya. Semoga kita dapat mengerti.
    Mari, secara bertahap/pelan-pelan:


    • yang penting kita memiliki Kepala/pengajaran yang benar terlebih dahulu yaitu tertulis di dalam alkitab, diilhamkan/diwahyukan oleh TUHAN sehingga membawa kita ke dalam persekutuan yang kekal, sesudah itu
    • memiliki jabatan = hidup suci/kita melayani dengan kebersamaan --> jangan saling menghalangi dan menjegal, maka kita akan memiliki jubah yang maha indah sehingga semuanya menjadi indah pada waktunya.


  3. harus memiliki kasih ALLAH/kasih Agape --> Efesus 4: 15, 16,
    15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
    16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

    Harus memiliki kasih ALLAH, sebab ini yang akan mengikat/menyatukan untuk menuju pada kesatuan yang kekal/yang sempurna.

    Di dalam injil Yohanes 10: 22, Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

    Pentahbisan bait ALLAH, berarti pembangunan bait ALLAH sudah selesai yang terjadi pada musim dingin. Ini juga hal yang rohani. Dulu pembangunan bait ALLAH secara jasmani yang selesai pada musim dingin. Istilah pentahbisan = selesai.

    Penyelesaian pembangunan bait ALLAH secara jasmani, terjadi pada musim dingin; demikian juga penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, terjadi pada musim dingin rohani = tanpa kasih. Itu sebabnya kita harus memiliki kasih ALLAH/kasih ALLAH harus dijaga. Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi ini sudah menjadi contoh bagi kita. Pentahbisan gereja yang jasmani, terjadi pada musim dingin = penyelesaian bait ALLAH yang jasmani, terjadi pada musim dingan. Demikian juga, ini nubuat, penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, justru terjadi pada musim dingin/tanpa kasih.

    Matius 24: 12, Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Terjadi musim dingin/tanpa kasih dengan wujud kedurhakaan; itu sebabnya kita harus berhati-hati. Jadi, penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus sekarang ini/di akhir jaman, terjadi musim dingin = anak TUHAN/hamba TUHAN tanpa kasih dengan bukti adanya kedurhakaan. Tanpa kasih = durhaka. Semoga kita dapat mengerti.

    Ada tiga macam tempat kedurhakaan yaitu:


    • di dalam rumah tangga ada saling membunuh/saling membenci --> Matius 10: 21,
      Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

      Kedurhakaan yang melanda rumah tangga:


      1. saling membenci/membenci tanpa alasan,
      2. selalu bersungut-sungut di dalam rumah tangga dan juga
      3. bertengkar satu dengan yang lain sehingga terjadi
      4. perselingkuhan sampai
      5. perceraian dlsbnya sehingga rumah tangga menjadi hancur.


    • di dalam pelayanan, terjadi persungutan seperti Korah yang menuntut hak dan pada akhirnya, ia ditelan oleh bumi --> Bilangan 16: 10, 11,
      10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
      11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

      Kita harus berhati-hati; yang pertama, bersungut-sungut di dalam rumah tangga sehingga ada kebencian. Dan yang kedua bersungut-sungut di dalam pelayanan karena menuntut hak yang jasmani di dalam pelayanan, kemudian menuntut upah dllnya. Atau menuntut ucapan terima kasih, kalau tidak ada ucapan terima kasih akan tersinggung dllnya.

      Seperti Korah yang ditelan oleh bumi --> Bilangan 16: 32, dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

      Ditelan bumi dan binasa untuk selama-lamanya = merosot sampai binasa untuk selama-lamanya.
      Kalau di dalam pelayanan, kita bersungut-sungut karena menuntut sesuatu sehingga kita menjadi durhaka = turun ke bagian bumi yang paling bawah = merosot sampai binasa.


    • bersungut-sungut di dalam penderitaan --> Yakobus 5: 8-11,
      8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
      9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
      10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
      11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

      Bersungut-sungut dalam penderitaan karena mempertahankan kebenaran diri sendiri seperti Ayub --> Ayub 32: 1, 2,
      1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Kebenaran diri sendiri =


      1. menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain bahkan
      2. menyalahkan TUHAN/menyalahkan pengajaran yang benar. Dan ini banyak kali terjadi, di dalam penderitaan, di dalam kesulitan dllnya, kita hanya menyalahkan orang lain. Kalau kami sebagai hamba TUHAN, menyalahkan hamba TUHAN yang lain dengan berkata domba-domba diambil = pencuri domba dlsbnya. Padahal, kehidupan itu tidak mengoreksi diri sendiri yang sesungguhnya memiliki kesalahan. Sampai menyalahkan TUHAN dengan berkata: dengan pengajaran ini, aku gagal/semuanya habis --> salah!! Pengajarannya benar, tetapi tidak dipraktekan dllnya, ia menutupi kesalahannya.


    Jalan keluarnya --> Ayub 42: 5, 6,
    5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    Jadi, jalan keluarnya:


    • mencabut perkataan-perkataan = mencabut dosa-dosa/mengaku dosa-dosa dan dimulai dari dosa perkataan yang sangat berbahaya besar seperti berdusta, memfitnah --> yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar, kemudian bergosip. Semua perkataan ini yang membuat kita menjadi gagal dan menderita --> yang membuat manis atau pahit itu dari perkataan. Ayub sadar dan ia mengaku dosa = mencabut perkataan-perkataan yang salah, yang dusta, yang bersungut dsbnya.


    • duduk di abu --> tersungkur untuk menyembah TUHAN = kita mengaku bahwa kita:


      1. hanyalah tanah liat yang memiliki banyak kesalahan dan dosa,
      2. yang tidak memiliki kemampuan,
      3. yang tidak berdaya sehingga tidak dapat berbuat apa-apa dan
      4. tidak berharga, hanya untuk diinjak-injak. Dan di saat itu maka kasih TUHAN dicurahkan atas kehidupan kita, kalau kita sudah sampai pada titik tersungkur menyembah dan mengaku kepada TUHAN bahwa kita hanyalah tanah liat/tidak menyalahkan orang lain, tetapi sayalah yang tanah liat.

Roma 8: 35-37
,
35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
37. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Inilah saudaraku, jika kita sudah sampai pada titik tanah liat = domba sembelihan yang tidak berdaya, maka di saat itulah kita merasakan uluran Tangan kasih TUHAN/curahan kasih TUHAN kepada kita sekalian. Supaya tidak masuk musim dingin, TUHAN mengulurkan Tangan kasih untuk memeluk kita sekalian = tanah liat/domba sembelihan berada di dalam Tangan TUHAN.

Kegunaan dari kasih TUHAN:

  1. Ay 35, Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

    Jadi, kasih TUHAN memberikan kekuatan extra kepada kita semua supaya:


    • kita tidak terpisah dari TUHAN untuk menghadapi penindasan, penganiayaan, kelaparan dsbnya,
    • kita tetap mengikut melayani, setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir,
    • tetap percaya dan berharap kepada TUHAN, tidak kepada yang lain.


  2. ay 37, Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Kasih TUHAN membuat kita lebih dari pemenang, artinya,


    • kita yang tidak berdaya, tetapi kita menang atas segala masalah yang besar, yang mustahil dan semua diselesaikan oleh Tangan kasih TUHAN, sekarang ini akan diselesaikan oleh TUHAN.
    • Tangan kasih TUHAN memeluk kita sebagai tanah liat yang tidak berharga dan juga seperti domba sembelihan yang mungkin hanya dapat mengembik saja dan juga sudah tidak dapat bergerak yang mungkin sudah tidak dapat bersuara/hanya bahasa air mata tetapi TUHAN mengetahui. Inilah orang yang tersungkur = yang mencabut perkataan-perkataannya/dosa-dosanya dan mengaku hanya seperti tanah liat yang tidak berharga serta seperti domba sembelihan yang tidak berdaya sehingga TUHAN mengulurkan Tangan kasihNya yang akan memberi kekuatan, kita tidak akan terpisah, tetap setia dan berkobar-kobar melayani TUHAN dan juga tetap percaya dan berharap kepada TUHAN. Kemudian ada kemenangan atas semua masalah sampai pada masalah yang mustahil.


  3. Kolose 3: 14, Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Kasih sebagai pengikat dan pemersatukan dan menyempurnakan, artinya: kasih ALLAH membuat kita masuk dalam kesatuan Tubuh Kristus yang sempurna/yang kekal sehingga kita menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya diawan-awan yang permai.
    Selama-lamanya kita akan:


    • bersama dengan Dia,
    • bersama-sama dengan kekasih-kekasih kita yang sudah mendahului kita.

Inilah salam yang betul-betul bernilai rohani yang tinggi, bukan sesuatu yang biasa sebab salam itu merupakan:

  • pembuka dari pengajaran. Jangan diubah-ubah sebab nanti pengajaran-nya juga akan berubah-ubah. Kita harus tetap pada salam itu sekali-pun kita dikatakan kuno dlsbnya; bagi yang lain terserah, tetapi kita yang betul-betul memiliki pengajaran dan juga berada di dalam pengajaran, maka salam itu harus tetap teguh dan juga salam itu sebagai


  • doa selamat dan juga salam itu berarti
  • suka bersekutu, tetapi bersekutu bukan seperti orang dunia yang hanya sampai diliang kubur/sehidup semati paling maksimal, tetapi sampai kekal. Suami istri sampai kekal, kita di dalam gereja juga kekal dan antar gereja juga sampai kekal/selama-lamanya kalau memenuhi syarat yaitu


    • harus memiliki Satu Kepala/Satu pengajaran yang benar,
    • semua harus memiliki jabatan dan karunia untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus. Sekali-pun berbeda-beda, tetapi dapat bekerja sama antara satu dengan yang lain dan juga
    • harus memiliki kasih ALLAH, sebab kalau tidak ada kasih, maka akan tercerai-berai. Kita hanya sebagai domba sembelihan yang pasti akan tercerai-berai dan juga tanah liat yang tidak dapat berbuat apa-apa, pasti hancur berkeping-keping. Tetapi berada di dalam Tangan kasih TUHAN, kita akan diberi kekuatan, kemenangan dan juga kesatuan/menjadi satu sampai kita menjadi sempurna selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top