English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Rabu Pagi, 16 November 2011)
Tayang: 02 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Agustus 2010)
Tayang: 09 September 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2015)
Tayang: 02 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam II-Senin Sore, 05 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Malam, 25 September 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 26 Mei 2011)
Tayang: 17 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Mei 2011)
Tayang: 13 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 26 Agustus 2010)
Tayang: 24 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 16 November 2011)
Tayang: 09 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Sore, 30 Juli 2008)
Tayang: 07 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal)
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 03 Agustus 2014

Mujizat itu nyata = keajaiban itu nyata

Kita akan membaca Kitab Wahyu 1: 1 ini merupakan firman penggembalaan ditempat ini. Sekarang kita berada pada Kitab Wahyu 1: 10-12.

Wahyu 1: 10-12
10. Pada hari TUHAN aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
12. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Ayat 12 --> “tujuh kaki dian dari emas” --> tujuh sidang jemaat.

Wahyu 1: 9-20 ini tentang penglihatan Yohanes di Pulau Patmos. Dalam Wahyu 1: 10-12 Rasul Yohanes mendengar dan melihat suara sangkakala yang menjadi wujud (kenyataan) tujuh kaki dian emas (tujuh pelita emas). Saat ini kita sedang merayakan natal, sebab itu kita bandingkan dengan peristiwa natal. Ini mirip terjadi dengan peristiwa natal.

Lukas 2: 8-12, 20,
8. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat TUHAN di dekat mereka dan kemuliaan TUHAN bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, TUHAN, di kota Daud.
12. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
20. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Lukas 2: 8-12 --> gembala-gembala sudah mendengar suara malaikat.
Ay 20 --> suara itu hanya untuk didengar, tetapi juga bisa dilihat (menjadi kenyataan). Ini sama dengan yang dialami oleh rasul Yohanes.

Pengalaman rasul Yohanes dalam mendengar dan melihat suara di pulau Patmos = pengalaman gembala dalam mendengar dan melihat suara pada hari natal (kelahiran YESUS).

Ada tiga kali pengalaman dalam mendengar dan melihat suara yaitu:

  1. Dalam Lukas 2: 8-12, 20 gembala-gembala mendengar dan melihat suara malaikat (berita malaikat) yang menjadi Wujud Bayi YESUS, dengan dua tanda:


    • Dibungkus dengan kain lampin.
    • Terbaring di palungan. Inilah natal.


    Berita malaikat = Firman penggembalaan. Malaikat = gembala. Jadi gembala-gembala menjadi salah satu saksi dari terjadinya natal.
    Natal adalah ALLAH lahir menjadi sama dengan manusia dalam wujud Pribadi YESUS. Saya menggunakan istilah “lahir”, sebab nanti ini ada kaitannya dengan kita. Kalau “tidak lahir”, kita akan celaka. Natal ini merupakan mujizat terbesar pertama yang sudah terjadi kira-kira 2000 tahun yang lalu --> ALLAH yang adalah Roh, yang adalah Firman, dapat lahir menjadi sama dengan manusia dalam Wujud Pribadi YESUS.


  2. Dalam Wahyu 1: 10-12 rasul Yohanes mendengar dan melihat suara sangkakala, yang menjadi wujud:


    • Tujuh kaki dian emas = tujuh pelita emas (Wahyu 1: 12). Suara sangkakala (nafiri) = Firman penggembalaan yang ditiup oleh seorang penjaga (gembala).


    • Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga (Wahyu 1: 13-20).


    Wahyu 1: 13, 14,
    13. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
    14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Ay 13 --> “Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia” --> pribadi YESUS.

    Apa yang dilihat oleh rasul Yohanes di pulau Patmos adalah suatu nubuatan (menubuatkan sesuatu yang akan terjadi). Dulu rasul Yohanes melihat dalam suatu penglihatan (nubuat) dan nanti akan terjadi.


  3. Kegenapan dari nubuat yang disampaikan oleh rasul Yohanes, sekarang ini yaitu gereja TUHAN harus mendengar dan melihat Firman penggembalaan (Firman pengajaran yang benar), yang menjadi wujud:


    • Gereja TUHAN yang sempurna (tujuh kaki dian emas), tidak bercacat cela seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita Surga yang sempurna. Kaki dian emas = gereja (sidang jemaat). Angka tujuh = sempurna.


    • Pribadi YESUS.

Inilah kegenapan dari apa yang dinubuatkan oleh rasul Yohanes pada kitab Wahyu, sekarang kita harus mengalaminya juga. Kita semuanya masih banyak dosa, tetapi kita akan menjadi gereja TUHAN yang sempurna.

Gereja TUHAN yang sempurna (Mempelai Wanita Surga yang sempurna) artinya gereja TUHAN yang mengalami pembaharuan/kelahiran baru/ keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti YESUS = menjadi Mempelai Wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan permai. Itulah tadi, saya tekankan --> YESUS itu dikandung, lalu lahir, ini supaya kita dapat lahir baru. Kalau YESUS tidak lahir, ini percuma saja, sebab kita juga tidak dapat lahir baru.

Itulah tiga pengalaman dalam mendengar suara, tetapi juga bisa dilihat menjadi wujud. Ini merupakan suatu keajaiban. Semoga kita dapat mengerti di malam natal ini.

Mujizat terbesar pertama itulah natal = ALLAH lahir menjadi sama dengan manusia memiliki dua tanda yaitu dibungkus lampin dan dibaringkan dalam palungan (secara jasmani) --> memang dulu bayi YESUS dibungkus dengan kain lampin supaya hangat, tidak sakit, lalu diletakkan di palungan. Sekarang, kalau kita mau mengalami mujizat terbesar yang kedua yang sedang terjadi (gereja TUHAN sedang dilahirkan baru sehingga menjadi sempurna seperti YESUS), maka kita juga harus memiliki dua tanda yaitu lampin dan palungan secara rohani. Bapak Pendeta In juwono juga selalu menekankan --> “YESUS lahir” dan bukan yang lain-lain, ini supaya kita lahir baru.

Malam ini kita memperingat natal --> YESUS sudah lahir menjadi bayi, tetapi nanti Dia akan datang kembali ke dua kali dan kita harus sempurna agar dapat menyambut kedatangan-Nya (harus ada tanda lampin dan palungan secara rohani).

Mari kita mempelajari dua tanda ini, lampin dan palungan secara rohani:

  1. Tanda lampin.
    Kain lampin = kain untuk menanggung beban (panas, berat dll). Misalnya:


    • Jika memegang panci yang panas, maka harus diberi kain lampin.
    • Supaya podium/meja ini tidak rusak dari sesuatu yang panas, lalu diberi kain lampin.
    • Supaya binatang bisa diberikan beban-beban, lalu diberikan kain lampin di punggung binatang.


    YESUS lahir dibungkus dengan kain lampin artinya YESUS menanggung beban manusia, terutama beban terberat itulah dosa. Contoh beban yang berat:


    • Saat kita kurang uang, sampai tidak bisa makan, bahkan mungkin sampai mati, tetapi sesudah mati, kekurangan uang ini tidak bisa lagi mempengaruhi.


    • Saat sakit parah, sampai mati, tetapi setelah mati, sakit ini tidak bisa lagi mempengaruhi.


    Mengapa dosa merupakan beban terberat? sebab dosa membuat manusia menderita sejak di dunia ini, sampai ke liang kubur, bahkan sampai hukuman di neraka untuk selama-lamanya. Beban yang lain (beban apa saja) hanya sampai di liang kubur saja dan selesai --> kalau sudah mati, ya sudah selesai, habis perkara. Jadi dosa ini yang membuat manusia tidak berbahagia, tidak ada! Ini hanya istilah setan saja untuk menipu manusia, contohnya:


    • Pesta narkoba --> Pesta! ini tidak bahagia, sesungguhnya dia sedang menderita, sebentar lagi dia sudah kejang dll, badannya kurus, sampai mati.
    • Pesta seks (maafkan) --> kelihatannya ini pesta, padahal ini menjerumuskan, bahkan merusak sampai kita binasa selamanya.


    Matius 1: 21, Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

    YESUS lahir untuk menanggung beban dosa (menyelamatkan manusia berdosa), sehingga tidak dihukum di neraka dan tidak binasa selama-lamanya. Itulah sebabnya YESUS disebut dengan Juru Selamat. YESUS sudah menanggung semua dosa, YESUS berkata di atas kayu salib --> “sudah selesai”. Jadi semua jenis dosa apa saja, dapat diselesaikan di kayu salib. Kecuali satu yang tidak dapat diselesaikan yaitu dosa tidak percaya kepada YESUS = tidak mengaku dosa. Inilah dosa yang tidak dapat diselesaikan. Orang yang tidak mengaku dosa, itu adalah orang yang tidak percaya. Kalau percaya, dia akan mengaku dosa --> jika bersalah, ya harus mengaku dosa.

    Mengapa harus YESUS (harus dari surga) yang menjadi Juru Selamat?


    • Segala sesuatu dari dunia ini (kekayaan, gunung emas, gunung tembaga, kepandaian, kedudukan dll) tidak dapat menyelesaikan dosa, malah seringkali semua ini menambah dosa. Misalnya: dulu belum kaya, tidak berbuat dosa, tetapi setelah kaya, istrinya dua dll.


    • Bahkan semua manusia di dunia ini, termasuk rohaniawan, rasul, nabi, tidak dapat menyelesaikan dosa, sebab semua manusia sudah berbuat dosa. Jadi apa yang dari dunia dan isinya sudah tidak ada lagi yang dapat menyelesaikan dosa.


    • Hanya YESUS satu-satunya manusia dari surga yang tidak pernah mengenal dosa, sehingga Dia dapat menjadi Juru Selamat (bisa menyelamatkan manusia berdosa). Inilah satu-satunya jalan.


    Jadi hanya YESUS lah Satu-satunya Juru Selamat, itu sebabnya jangan ditukar dengan apapun juga --> tidak peduli! Jika ada siapa saja, bahkan adik kita sendiri mengatakan begini dll. Semoga kita dapat mengerti.
    Dari pihak TUHAN sudah: YESUS lahir, mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita.

    Bagaimana dari pihak kita? = bagaimana kita dapat menerima keselamatan dari YESUS? Efesus 1: 13 = Amsal 25: 25.
    Efesus 1: 13, Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Ayat 13 --> “ketika kamu percaya” --> iman kepada YESUS.
    Jawabannya adalah kita harus menerima injil keselamatan = Firman penginjilan = rasul Paulus mengatakan “susu” = Kabar Baik dalam Amsal 25: 25 --> “seteguk air dari negeri jauh” seperti air sejuk bagi jiwa dahaga. Kalau kita haus, kita perlu seteguk air saja sudah selesai. Manusia berdosa ini seperti manusia yang haus di padang gurun (dunia) dan hanya butuh seteguk air saja untuk selamat. Itulah Firman penginjilan. Jika dikaitkan dengan bayi, ini seperti susu (minuman anak-anak yang masih kecil). Kita harus menerima Firman penginjilan.

    Injil keselamatan/Firman penginjilan/Kabar baik adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali ke dunia ini, mati di kayu salib, untuk menyelamatkan manusia berdosa = menjadi Juru Selamat. Injil keselamatan ini perlu diperkenalkan!

    Dimana-mana saya bersaksi. Saya bukan keturunan hamba TUHAN, bukan keturunan orang Kristen. Saya dulu mencari keselamatan di kuburan, minum air kembang, tetapi setelah mendengar injil, saya yakin bahwa YESUS adalah satu-satunya Juru Selamat. Penginjilan ini perlu (penting), sebab masih banyak jiwa-jiwa yang berdosa. Mari kita yang sudah menerima Firman penginjilan, harus kita sampaikan. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita harus punya tanda lampin malam ini. Kita memperingati natal malam ini, mari kita terima kain lampin.
    Tanda keselamatan (tanda lampin) adalah


    • Percaya kepada YESUS sebagai satu-satunya Juru Selamat. Jangan ada bimbang sedikitpun. Setelah percaya, langsung dimeteraikan dalam Efesus 1: 13. Tabernakel adalah kerajaan surga yang dilihat oleh Musa di gunung Sinai dan TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat di bumi, supaya kita di bumi bersuasana surga (kita di bumi tahu persis jalan ke surga). Tahu persis jalan ke surga = jalan ke surga harus benar. Dalam tabernakel percaya kepada YESUS ini menunjuk masuk pintu gerbang.


    • Bertobat, dalam tabernakel ini menunjuk medzbah korban bakaran. Dulu binatang yang dibakar untuk mengampuni dosa. Sekarang ini tidak diperlukan lagi, sebab YESUS sudah menjadi Anak Domba ALLAH yang tersembelih di kayu salib. Ini sudah cukup! Bertobat adalah berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN (mati bagi dosa). Kalau sudah percaya kepada YESUS --> harus bertobat. Setan itu adalah pendusta dan pembenci. Paling minimal kita harus berhenti berdusta, membenci (membunuh). Kita jangan sampai menjadi setan yang tidak dapat bertobat. Kalau setan sudah bertobat, setan sudah bertobat, tetapi sayangnya setan ini tidak memiliki tubuh. Setan itu hanya memiliki roh dan roh itu penurut (jika berbuat dosa, sudah habis). Tubuh/daging ini lemah, jika berbuat dosa, masih diberikan kesempatan untuk percaya YESUS, bertobat dan diampuni.


    • Baptisan air, dalam tabernakel ini menunjuk kolam pembasuhan.
    • Baptisan Roh Kudus, dalam tabernakel ini menunjuk pintu kemah. Kerajaan surga begitu sederhana, untuk mau masuk surga begitu jalannya (tidak boleh yang lain dan harus sama). Pengajaran tentang iman, bertobat, baptisan air, baptisan Roh Kudus harus sama persis (satu jalan) --> jika beda itu berarti sudah pintu yang lain. Tabernakel ini tidak boleh diubah-ubah dan harus sama persis --> jika selisih sedikit, sudah masuk ke pintu sebelah.


    Baptisan air dan baptisan Roh Kudus (dijadikan satu) = lahir baru dari air dan roh, sehingga kita memiliki hidup baru itulah hidup surgawi. Dulu kita dilahirkan oleh ibu kita menjadi manusia darah daging/manusia yang cocok untuk hidup di bumi, tetapi tidak cocok di surga. Oleh sebab itu harus dilahirkan baru dari air dan roh, sehingga kita mendapatkan hidup baru itulah hidup surgawi. Hidup surgawi di mulai dengan perhatian kita tertuju pada perkara surga. Misalnya: jika rumah kita di surga, maka perhatiannya akan tertuju ke surga, ingin kembali ke rumah. Kecuali --> ada suami, istri, gembala yang nakal yang tidak mau kembali ke rumah dan merasa lebih enak diluar, inilah yang bahaya! Semoga kita dapat mengerti.

    Jadi tanda hidup baru/hidup surgawi adalah:


    • Perhatian yang utama kepada perkara surga itulah ibadah dan pelayanan = mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semuanya. Utamakan lah ibadah dan pelayanan! Jika kita dibenturkan dengan sesuatu, memilih sesuatu atau memilih ibadah pelayanan = memilih dunia atau memilih surga? Kalau kita --> kali ini memilih sesuatu, memilih ini, lama-lama kita tidak bisa masuk surga (tidak bisa kembali lagi). Kita harus tegas hari-hari ini. Kalau baptisannya benar (baptisan Roh Kudusnya benar), maka kita akan tegas untuk lebih mengutamakan perkara surga.


    • Segala sesuatu yang di dunia ini harus dikaitkan dengan yang di surga. Maksudnya --> kalau saya berbuat seperti ini bisa masuk surga atau tidak? Misalnya:


      • Mengubah laporan dapat masuk surga atau tidak?
      • Menyontek, saya melakukan ini, dapat masuk surga atau tidak?
      • Demikian juga pendeta, kalau melayani seperti ini dapat masuk surga atau tidak?
      • Mengendarai kendaraan tidak mempunyai sim --> Kalau TUHAN datang bertepatan dengan saya menyetir seperti ini, dapat masuk surga atau tidak? Ini semuanya harus dipikirkan (bukan hanya pendeta saja yang berpikir, tetapi kita semuanya) Jadi semuanya harus dikaitkan dengan kerajaan surga.


    • Hidup dalam kebenaran. Jadi semuanya harus benar. Semoga kita dapat mengerti.


    Yesaya 32: 17, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Jika ada kebenaran pasti tenang, damai sejahtera, semuanya menjadi enak dan ringan. Enak dan ringan itu bukan karena kita kaya, ini belum tentu --> KPK sudah mulai menyebut namanya, sudah bingung, sekalipun kita kaya raya (menjadi menteri dll). Biarpun kita miskin, tetapi kita benar, maka akan tenang dan hidup ini dan menjadi enak ringan (semuanya ditanggung oleh TUHAN). Semoga kita mengerti.

    Jadi tidak ada korelasi/hubungan antara kaya dengan ketenangan --> ijasah tinggi akan tenang atau jemaat ribuan akan tenang, ini tidak ada kaitannya. Tetapi kebenaran ini selalu ada kaitannya dengan tenang/damai dan semua menjadi enak dan ringan. Inilah yang menentukan! Disinilah kita dipagari (keselamatan), ini seperti bayi YESUS dibungkus dengan kain lampin (tidak ada yang dapat masuk kedalam). Tadi, di halaman tabernakel itu ada pagar dengan kain putih (kebenaran). Kita dipagari dengan kain putih itulah kebenaran. Jika rumah sudah ada pagarnya, maka menjadi tenang.

    Mazmur 5: 13, Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    TUHAN memagari orang benar dengan anugerah dan berkat TUHAN. Dipagari = dipisahkan dari dunia. Ini seperti tabernakel, dari luasnya padang gurun halaman tabernakel dipagari dengan kain putih itulah kebenaran. Mari kita juga menerima tanda lampin (tanda keselamatan), sampai hidup dalam kebenaran.
    Jika sudah dipagari dengan anugerah dan berkat TUHAN, maka kutukan di dunia ini tidak dapat masuk = suasana kutukan dipagari dengan kain putih (kebenaran), menjadi suasana firdaus. Dulu manusia itu di firdaus, tetapi karena berbuat dosa, manusia dikutuk. Sekarang dikembalikan kepada suasana firdaus. Kita menerima kain lampin, ini seperti bayi dibungkus dengan kain lampin (dalam bahasa jawa “dijedong”), sehingga tidak dapat bergerak. Kalau mau hidup benar, kita memang tidak dapat bergerak.

    Kalau ada kain lampin (keselamatan), bahkan maut/neraka pun tidak bisa menjamah kita. Semuanya sudah ditanggung oleh TUHAN di kayu salib. Itulah kuatnya pagar. Inilah nomor satu tentang kain lampin. Kalau mau terjadi mujizat terbesar kedua (kita menjadi sempurna seperti YESUS), maka harus ada lampin (keselamatan), sampai kebenaran (halaman kerajaan surga), ditambah yang kedua yaitu palungan. Banyak orang sudah puas --> sudah diberkati, sudah enak, tetapi masih berbuat dosa, sebab itu perlu ditingkatkan --> diletakkan di palungan.


  2. Tanda Palungan.
    Palungan = tempat makan dari domba-domba. YESUS dibaringkan di palungan artinya YESUS menjadi makanan bagi domba-domba.
    Apa itu makanan domba? --> Yohanes 1: 1, 14
    1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Yohanes 1: 1, 14 --> ini juga tentang natal.
    Ayat 1 --> “Pada mulanya adalah Firman” --> logos (Firman pengajaran). Jadi ada penginjilan dan juga ada pengajaran. Ini harus ditingkatkan, jangan hanya minum susu saja, tetapi harus makan makanan keras.
    Firman itu adalah Allah” --> logos (Firman pengajaran) itu adalah pribadi ALLAH.
    Logos (Firman pengajaran) lahir menjadi Manusia. YESUS adalah Firman pengajaran yang benar, yang lahir menjadi Manusia/Daging. YESUS diletakkan di palungan = YESUS menjadi makanan bagi domba-domba.

    Makanan bagi domba-domba yaitu:


    • Firman pengajaran yang benar = Firman penggembalaan, karena ini menyangkut domba dan ada kandangnya. Firman penggembalaan adalah Firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala, untuk disampaikan kepada sidang jemaat, dengan:


      • Setia. Mari kita belajar untuk setia. Saya juga berusaha untuk setia dari Malang ke Surabaya, saya didorong juga oleh sidang jemaat yang dari luar kota (ada yang dari Pamekasan, Tuban, Mojokerto, Krian, datang tiga macam ibadah). Kalau jemaat di Malang ada yang dari Blitar (keponakan dari bpk pdt In juwono) --> mereka pagi-pagi sudah ke Malang, kalau hari Minggu berangkat jam empat pagi. Ini menggairahkan saya agar saya jangan sampai absen/tidak datang, apapun keadaannya. Kalau gembalanya tidak setia, bagaimana domba dapat setia? Gembalanya saja tidak bertanggung jawab, bagaimana dombanya dapat bertanggung jawab? Jadi setia ini termasuk juga bertanggung jawab.


      • Terus-menerus (continue/berkesinambungan/teratur). Meja roti sajian itu terdiri dari duabelas roti yang disusun dengan rapi (tidak disusun dengan begitu saja), itulah Firman penggembalaan yang teratur. Ini merupakan pelajaran kami dari guru kami yaitu bpk pdt Pong Dongalemba alm, yang diajarkan juga oleh bpk pdt In juwono. Oom Pong itu kira-kira sudah beberapa tahun (20 tahun) menjadi gembala, baru dipanggil oleh oom Juwono --> Pong, belajar menjadi seorang gembala. Ini bingung (heran), sebab sudah duapuluh tahun menjadi seorang gembala masih disuruh belajar. Maksudnya apa? sebab dulu comot-comot Firman, sekarang harus berkesinambungan (makanan yang berkesinambungan). Seperti orang membangun rumah ini, mari kita membuat dasarnya, lalu besok pasang genteng --> tidak dapat seperti ini. Harus berkesinambungan = masuk pembangunan tubuh.


      • Diulang-ulang. Seperti menyangkul ini diulang-ulang, sebab jika tidak diulang-ulang, tidak akan pernah dapat menjadi dasar. Jadi harus diulang-ulang, supaya menjadi lebih dalam lagi. Hanya seorang gembala yang dapat seperti ini. Kalau orang lain yang mengulang Firman --> baru mengulang yang dikhotbahkan hari ini, besok belum tentu bisa. Apalagi mengulangi lagi dalam bentuk yang baru, kalau bukan seorang gembala ini tidak akan bisa (Firman itu tidak akan dapat bersambung). Seorang gembala memang diberikan karunia oleh TUHAN.


      Jika Firman disampaikan oleh seorang gembala dengan setia, berkesinambungan dan diulang-ulang, maka menjadi:


      • Menjadi makanan bagi sidang jemaat, yang menumbuhkan kerohanian jemaat sampai dengan dewasa/sempurna seperti YESUS = menyucikan, mengubahkan sidang jemaat, sampai sempurna sama mulia dengan YESUS. Inilah makanan yang pertama, itu sebabnya YESUS rela diletakkan di palungan. Kalau YESUS tidak diletakkan di palungan, kita hanya sampai selamat saja, setelah itu tidak tahu mau kemana lagi? tetap berada di halaman saja, terkena panas, hujan dan akhirnya semuanya akan keluar (keluar dari pintu gerbang dan hilang keselamatan). Oleh sebab itu harus ditingkatkan kepada makanan rohani.


      • Menjadi tuntunan bagi domba-domba menuju kandang penggembalaan. Kalau kandang penggembalaan secara jasmani --> seperti kita sekarang ini mengontrak gedung di jalan WR Supratman 4 Surabaya. Kami belum memiliki gereja sendiri, kami masih mengontrak. Kalau ada hamba TUHAN yang tidak punya gereja sendiri tidak perlu bingung, yang penting adalah kita masih dapat beribadah. Yang penting adalah kandang penggembalaan secara rohani --> kandang secara jasmani bisa berbeda, tetapi kandang secara rohani harus sama. Tabernakel (kerajaan surga) itu hanya satu. Jadi kandang penggembalaan secara rohani yaitu ruangan suci (dari halaman masuk ke ruangan suci). Kalau cuma dibesuk, ditelepon --> mungkin datang satu kali, setelah itu tidak datang lagi, tetapi kalau dari dorongan Firman penggembalaan, tidak perlu dibesuk, dengan sendirinya akan datang beribadah. Jadi Firman penggembalaan ini penting! Doakan gembala masing-masing supaya setia dalam menyampaikan Firman penggembalaan, sehingga kita bisa makan (kenyang), bertumbuh rohani dan kita bisa masuk kandang. Itulah kekuatan Firman penggembalaan. Firman pengajaran = Kabar Mempelai = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (makanan keras), yaitu Firman yang memberitakan tentang kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja, Mempelai Pria Surga untuk menyucikan, mengubahkan sampai kita menjadi sempurna seperti YESUS. Kalau penginjilan itu memberitakan kedatangan YESUS yang pertama kali. Semoga kita dapat mengerti.


      Ini merupakan tugas masing-masing, ada yang memberitakan Kabar Baik, mari kita sampaikan. Tugas kita didalam Kabar Mempelai, mari sampaikan --> untuk membawa orang yang sudah selamat, dapat menjadi sempurna seperti YESUS. Jadi dari halaman (kain lampin) kemudian masuk ke ruangan suci oleh pekerjaan Firman penggembalaan (Kabar Mempelai). Semoga kita dapat mengerti.
      Di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, ini sekarang berbicara tentang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (hari Minggu). Ini persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus didalam karunia-karunia Nya.
      • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci (seperti ibadah pada malam ini, dalam bentuk pendalaman alkitab, jadi harus ada juga perjamuan suci). Ini persekutuan dengan Anak ALLAH didalam Firman dan Korban Kristus.


      • Medzbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan ALLAH Bapa didalam kasih-Nya.


      Manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa, roh. TUHAN itu merupakan ALLAH Tritunggal (ALLAH Bapa, Anak, Roh Kudus). Jika kita bertekun dalam tiga macam ibadah pokok (berada dalam kandang penggembalaan), maka tubuh, jiwa, roh kita bersekutu/melekat dengan ALLAH Tritunggal, seperti carang melekat pada Pokok Anggur yang benar dan cepat atau lambat pasti berbuah manis. Semoga kita dapat mengerti.

      Saya bersyukur (maafkan hamba TUHAN yang lain, karena saya tidak terlalu mengenal), yang saya sangat kenal yaitu bpk pdt In juwono dan bpk pdt Pong Dongalemba. Beliau adalah dua gembala yang terakhir bagi saya. Disitulah saya belajar kepada beliau, sampai usia berapa mereka tetap begitu setia memberitakan Firman (memberi makan). Itulah yang saya contoh. Setelah dari ibadah kunjungan (dulu PPI), beliau tidak istirahat dan tetap memberitakan Firman. Usia saya masih limapuluh satu tahun, beliau sudah enampuluh tahun lebih. Itulah seorang gembala, hanya tugas keluar untuk memberitakan Firman untuk kandang yang lain, setelah itu cepat kembali lagi (itulah setia). Ini juga lah yang membawa jemaat untuk setia di kandang penggembalaan.


    • Korban Kristus = perjamuan suci (seperti malam ini). YESUS di palungan menjadi makanan itulah Korban Kristus. YESUS harus mati di kayu salib.


    Inilah dua makanan. Palungan ini berbicara tentang dua makanan (Firman pengajaran yang benar/Firman penggembalaan dan perjamuan suci). Semoga kita dapat mengerti.
    Jika tubuh tidak makan, pasti lemah. Setelah lemah, menjadi sakit. Setelah sakit, bisa mati. Kalau jiwa dan roh tidak makan, maka:


    • Lapar, tidak puas: mulai mengomel, menjelek-jelekkan orang (sesama).
    • Lemah: mulai agak tersandung, malas-malas.
    • Sakit: jatuh didalam dosa sampai puncaknya dosa.
      Puncaknya dosa yaitu


      • Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba. Banyak pelayan TUHAN, di gereja bagus, tetapi diluar masih merokok.
      • Dosa kawin mengawinkan (maaf):


        1. Dosa percabulan antara pria dan wanita yang bukan suami istri yang sah. Ini juga terjadi di gereja, antar pelayan TUHAN, bahkan antar hamba TUHAN. Mohon ampun, saya paling tidak berani berbicara tentang masalah ini, tetapi kalau TUHAN yang perintahkan, saya akan bicara. Seorang hamba TUHAN titip salam kepada saya, lewat pendeta Mikha --> salam kepada Pak Wijaya, bantu doa, supaya kami dipakai oleh TUHAN dan jangan berselingkuh seperti teman saya yang lain. Saya kaget --> “betul Pak Mikha? “betul” jawab pak Mikha. Saya dapat berbicara karena dia yang berkata (padahal gerejanya besar dll).


        2. Kemudian, penyimpangan seks (homoseks, lesbian). Berapa banyak zangkoor (group koor) jatuh disitu, sampai nikah yang salah/kehancuran nikah (kawin campur, kawin cerai). Ini juga terjadi dan sekarang sudah dihalalkan. Semoga kita dapat mengerti


    • Yang lebih celaka lagi, setelah jatuh dalam dosa, tidak mau mengaku dosa lagi (tidak mau berhenti lagi), tetapi malah hidup didalam dosa (enjoy didalam dosa). Itu berarti sudah mati rohani dan binasa untuk selama-lamanya.

Proses makan Firman penggembalaan adalah

  • Mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh, dengan suatu kebutuhan (dengan rasa lapar) dalam urapan Roh Kudus.
  • Mengerti akan Firman.
  • Percaya /yakin kepada Firman.
  • mempraktekan Firman penggembalaan.

Jika mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh, sampai mempraktekan Firman, maka saat itu mata melihat keajaiban Firman. Pelajaran kita malam ini adalah mendengar dan melihat. Sekarang kita merupakan kegenapan/ pelaksanaan dari nubuat. Sudah tinggal sedikit lagi waktu kedatangan TUHAN, sekarang seorang gembala dan jemaat harus bersungguh-sungguh sehingga mata dapat melihat Wujud yang nyata. Tema kita malam ini boleh disebut mujizat itu nyata = keajaiban itu nyata (bukan abstrak). Didengar --> sakit menjadi sembuh, tetapi mari malam ini, kita berdoa, agar semuanya menjadi nyata, dapat dilihat (bukan hanya didengar saja).

Berapa lama kita menjadi orang Kristen? berapa lama kita digembalakan? berapa lama ikut kkr? apakah mata sudah melihat keajaiban atau bahkan merosot? Dulu saya begini, tetapi sekarang menjadi seperti ini. Kita harus berhati-hati!

Mazmur 119: 18, Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Ay 18 --> “memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu” --> melihat keajaiban firman menjadi wujud yang nyata
dari Taurat-Mu” --> dari Firman Mu.

Kalau kita sudah mendengar, mengerti, percaya, dan mempraktekan Firman, maka kita akan melihat keajaiban Firman penggembalaan dalam dua wujud yang nyata:

  1. Wahyu 1: 12, Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

    Wujud pertama adalah tujuh kaki dian emas yang bercahaya = pelita emas yang bercahaya.
    Tujuh kaki dian emas yang bercahaya adalah sidang jemaat (terutama bangsa kafir) yang mengalami penyucian dan pembaharuan sampai dengan sempurna sama mulia seperti YESUS. Ini merupakan mujizat/ keajaiban ke dua yang sedang terjadi. Hari-hari ini kita harus banyak diubahkan. Bukan yang jasmani, yang diubah-ubah --> gereja diubah, boleh saja, tetapi bukan ini yang utama. Yang rohani lah yang harus diubahkan. Semoga kita dapat mengerti.

    Firman penggembalaan = Firman pengajaran yang benar lebih tajam dari pedang bermata dua:


    • Tajam pertama: memotong yang lama (menyucikan).
    • Tajam kedua: membaharui.


    Keajaiban ke dua ini sudah harus mulai nyata sekarang. Lampin sudah harus nyata malam ini, hidup benar dan dipagari oleh TUHAN. Pelita emas juga harus nyata bercahaya, suci dan diubahkan.


    • Disucikan, Apa yang harus disucikan? --> Amsal 6: 16-19,
      16. Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
      17. (1)mata sombong , (2)lidah dusta, (3)tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
      18. (4)hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, (5)kaki yang segera lari menuju kejahatan,
      19. (6)seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang (7)menimbulkan pertengkaran saudara.

      Ay18 --> “kaki yang segera lari menuju kejahatan” --> perjalanan hidup.
      Pelita emas itu ada tujuh lampu yang bercahaya (jangan padam). Ketujuh dosa inilah yang membuat padam dan harus disucikan:


      • Mata sombong/pandangan sombong: merendahkan/meremehkan orang lain, terlebih lagi merendahkan TUHAN/merendahkan ibadah pelayanan/meremehkan perkara rohani.


      • Lidah dusta = lidah bercabang (alkitab terjemahan lama).
      • Tangan yang menumpahkan darah: perbuatan dosa/perbuatan salah.
      • Hati yang membuat rencana jahat: hati jahat dan najis. Yang ke empat ini sebagai pokoknya (tepat ditengah-tengah). Ini pokoknyayang menimbulkan pelita menjadi padam.


      • Kaki yang segera lari menuju kejahatan.
      • Saksi dusta yang menyemburkan kebohongan.
      • Pertengkaran. Pertengkaran itu berasal dari kebenaran diri sendiri.


      Kebenaran diri sendiri ini sejak dari taman Eden, suami istri bertengkar. Saat ditanya oleh TUHAN --> Adam, apakah kamu makan buah yang dilarang? Semestinya menjawab --> Ya, TUHAN ampunilah saya (selesai sudah), tetapi Adam menjawab --> perempuan yang Kau ... (ini menyalahkan orang dan menyalahkan TUHAN). Salah makan, sehingga menyalahkan orang dan menyalahkan TUHAN. Mengapa tadi tidak tegas? seandainya tegas saat disuruh makan buah yang dilarang --> jangan, salah kau, ayo kembali (selesai sudah).

      Kebenaran sendiri adalah


      • Kita sudah bersalah/berdosa, tetapi tidak mau mengaku salah/dosa, bahkan menyalahkan orang lain dan TUHAN (menyalahkan pengajaran yang benar), seringkali kita seperti ini. TUHAN itu pengajaran yang benar.


      • Menutupi dosa dengan berpura-pura berbuat baik. Apalagi kami sebagai gembala --> setelah berbuat dosa, lalu memberi. Akhirnya ada orang yang menganggap baik, tetapi sebenarnya salah. Itu bukan dari TUHAN, melainkan dari kebenaran sendiri.


      • Sesuatu yang bertentangan dengan Firman/tidak sesuai dengan Firman/ kebenaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman. Misalnya: membaca ayat, ayat bilang tidak boleh, lalu kita --> memang tidak boleh tetapi ini karena kondisi mendesak. Ini sudah disaksikan oleh seribu hamba TUHAN, katanya boleh, biar alkitab bilang tidak boleh. Dengan alasan apapun, inilah kebenaran sendiri. Kebenaran sendiri inilah yang menimbulkan pertengakaran, perceraian, pemecah belah. Semoga kita mengerti.


      Tujuh inilah yang harus disucikan, sebab ini sumbernya pelita padam. Kalau tujuh dosa ini sudah disucikan, maka dibaharui. Kalau yang lama dipotong, yang baru akan muncul. Hati ini sebagai sumbernya. Hati jahat dan najis ini menjadi satu. Hati jahat itulah keinginan akan uang/ikatan akan uang (seperti Yudas) sehingga menjadi:


      • Kikir: tidak dapat memberi.
      • Merampas haknya orang lain dan merampas hak Nya TUHAN (perpuluhan dan persembahan khusus).


      Hati inilah sumber dari tujuh pelita menjadi padam. Kalau semua sudah disucikan, maka ada pembaharuan.


    • Dibaharui.
      Kolose 3: 10-14,
      10. dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
      11. dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
      12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan(1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4) dan kesabaran(5).
      13. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain(6), sama seperti TUHAN telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
      14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan(7).

      Ay 12-14 --> ada tujuh manusia baru = pelita yang bercahaya.
      Inilah tujuh tanda/ciri manusia baru yang sempurna seperti YESUS. Inilah bagaimana manusia berdosa dengan tujuh pelita padam, sampai matanya dapat melihat penyucian dan keubahan hidup = mujizat kedua terbesar yang sedang terjadi, sampai sempurna, manusia bisa menjadi sama dengan TUHAN (kasih menyatukan dan menyempurnakan kita semuanya). Mujizat pertama terjadi didalam kandang (YESUS lahir didalam kandang), mujizat kedua juga terjadi didalam kandang penggembalaan. Jadi kalau kita mau sempurna seperti Dia, maka kita harus berada didalam ruangan suci. Semoga kita dapat mengerti.

      Wahyu 1: 13, Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

      Ayat 13 --> “Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia” --> itulah YESUS dalam kemuliaan.


  2. Wujud kedua adalah Penampilan dan aktivitas YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Gembala Agung di tengah pelita emas (di tengah kaki dian emas), untuk mengulurkan Tangan kemurahan dan kebajikan-Nya kepada kita.
    Kalau kita mendengar Firman, sampai kita mempraktekan Firman, kita mengalami


    • mujizat penyucian dan pembaharuan = tujuh pelita emas mulai bercahaya:


      • Di rumah tangga mulai bercahaya --> istri, suami, anak, orang tua mulai senang.
      • Di gereja --> orang mulai senang, tidak menjadi sandungan.
      • Di kantor dan dimana-mana senang.


      Disaat itulah kita melihat wujud kedua yaitu


    • penampilan YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar di tengah kita semuanya.

Kalau sudah ada pelita emas (tujuh pelita), maka YESUS berjalan-jalan disitu = ada perhatian dan lawatan TUHAN. Tidak usah repot-repot di akhir zaman ini. Memang gembala-gembala ini di malam hari, bukan di siang hari. Sekarang ini kita hidup dunia akhir zaman yang gelap (“malam”):

  • Kesulitan bertambah-tambah.
  • Sampai satu waktu kalau antikris berkuasa (paling gelap) --> ijasah, deposito tidak berlaku lagi, semuanya tidak berlaku. Jadi dunia ini bertambah sulit, bukan bertambah enak.
  • Dosa bertambah sampai dengan puncaknya dosa (dosa kawin mengawinkan dan makan minum).

Lalu apa yang harus kita perbuat? kita harus menjadi pelita yang menyala, itu saja sudah cukup. Jika sudah ada pelita yang menyala, maka akan ada pelayanan dari Imam Besar/Gembala Agung disitu.

Kita bisa bertahan di dunia yang semakin gelap, kalau kita menjadi pelita emas yang bercahaya dan TUHAN akan melawat hidup kita. Kalau ada pelita yang bercahaya, mungkin lampu baru satu yang bercahaya sehingga belum sempurna, tetapi sudah ada pelayanan Imam Besar, Dia mengulurkan Tangan kemurahan dan kebaikan Nya kepada kita. Seperti yang dialami oleh raja Daud (Mazmur 23: 6) --> “kemurahan dan kebajikan TUHAN mengikuti aku seumur hidupku”. Hanya didalam penggembalaan lah, ada kemurahan dan kebajikan TUHAN (Tangan Gembala Agung), Daud sudah menyaksikan ini, ia tidak berkata bahwa aku seorang raja, sehingga aku tak kekurangan, tidak!

Sekali-pun seorang raja, orang miskin, pandai, bodoh, asalkan sungguh-sungguh tergembala, asalkan mengalami wujud Firman penggembalaan (disucikan, diubahkan menjadi pelita bercahaya), maka mau tidak mau (harus) TUHAN akan mengulurkan Tangan kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.

Jika ada Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN diulurkan (Tangan berlubang paku diulurkan), hasilnya adalah ada keajaiban yang nyata.

Mazmur 136: 1-4,
1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
2. Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
3. Bersyukurlah kepada TUHAN segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Ayat 1 --> “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!” --> ini kebaikan.

Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” --> kemurahan (alkitab terjemahan lama).

Kalau TUHAN mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan Nya, maka Dia Seorang Diri (tidak perlu yang lain, tidak perlu pendeta, jemaat, tidak perlu siapapun) mampu melakukan keajaiban yang nyata di tengah kita. Artinya kita tidak perlu bergantung kepada orang (pendeta, jemaat, toko), tetapi kita bergantung kepada YESUS Yang Seorang Diri di kayu salib.

Di atas kayu salib YESUS berteriak "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?” --> ALLAH-Ku mengapa Engkau meninggalkan aku seorang diri? jawabannya adalah supaya dapat mengulurkan Tangan kemurahan dan kebajikan kepada kita dan melakukan keajaiban besar Seorang Diri. Ini luar biasa.

Perjamuan suci adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN. Ini tanda bahwa Dia Seorang Diri di kayu salib, untuk mengulurkan Tangan kepada kita = untuk menolong kita.

Siapakah yang di tolong?

  1. Laki-laki yang merosot.
    Petrus ditolong oleh YESUS.
    Waktu murid-murid naik perahu, YESUS berdoa Seorang Diri di bukit. Lalu murid-murid ditimpa angin dan gelombang, Petrus berkata --> “kalau Engkau TUHAN, suruhlah aku berjalan”. Setelah Petrus berjalan di atas air, lalu ada angin, Petrus menjadi bimbang dan tenggelam. Tetapi untunglah Dia Seorang Diri mengulurkan Tangan kemurahan belas kasihnya untuk mengangkat Petrus. Itu sebabnya kita harus berhati-hati terhadap angin pengajaran palsu!!

    Petrus ini merupakan hamba TUHAN yang hebat, senior, tetapi ia dapat tenggelam, apalagi hamba TUHAN yang junior, yang tidak hebat, gereja saja tidak punya, mau bergantung kepada siapa lagi, kalau tidak bergantung kepada Dia Yang Seorang Diri?

    Petrus yang bimbang dan tenggelam, ditolong oleh YESUS (Matius 14: 29-32). Petrus ini sebenarnya sudah melampaui pencobaan yang dahsyat (laut yang bergelombang) --> mungkin makan, tidak makan, sudah bisa dilampaui oleh Petrus. Tetapi sayang, Petrus menjadi bimbang setelah terkena angin pengajaran palsu --> yang mana yang benar, apakah yang ini atau yang itu? akhirnya tenggelam (merosot). Malam ini kalau ada yang merosot, kita harus berseru kepada TUHAN, maka Dia Seorang Diri mengulurkan Tangan untuk mengangkat dan memulihkan kita semuanya.
    Laki-laki ini kuat, keras dan seringkali merasa kuat. Sudah dapat melewati gelombang pencobaan, merasa sudah hebat, tetapi untuk menghadapi angin pengajaran, sering tidak tegas. Contohnya: seperti Adam --> begitu Hawa memberi makan buah yang dilarang oleh TUHAN (mungkin dirayu atau dipaksa), akhirnya Adam memakan buah yang dilarang oleh TUHAN (sekali-pun melanggar Firman TUHAN).

    Jadi laki-laki ini kuat, keras, tetapi lemah dalam soal pengajaran (sering dipengaruhi istri). Kami hamba TUHAN mungkin dipengaruhi anak dll. Kita harus berhati-hati! Mari, mulai pengalaman yang dahulu, membangun gereja dll, harus tetap yakin pada pengajaran. Saat mulai di Lempin-El pertama kali mendengar pengajaran, harus tetap teguh pada pengajaran dan jangan dipengaruhi oleh siapapun.

    Kalau sudah mulai tenggelam, maka secara otomatis akan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan berseru “YESUS tolong”. Dia yang Seorang Diri di kayu salib mampu mengangkat kita pada malam hari ini.


  2. Perempuan yang tertangkap basah berzinah.
    Yohanes 8: 9, 11
    9. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
    11. Jawabnya: "Tidak ada, TUHAN." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

    Ay 9 --> “mulai dari yang tertua” --> hati-hati ini seperti Petrus yang senior, hebat. Yang pergi adalah yang tertua, yang paling banyak dosanya.
    Tadi, YESUS Seorang Diri di kayu salib mengulurkan Tangan kepada laki-laki (hamba TUHAN, suami) yang sedang merosot (tenggelam) baik dalam pelayanan, sudah kehilangan semuanya dan mau dipulihkan kembali. Yang kedua, YESUS Seorang Diri di kayu salib mengulurkan Tangan-Nya kepada perempuan yang berzinah.

    Perempuan berzinah artinya
    Secara jasmani
    :


    • Tidak bisa hidup lagi (tidak ada kehidupan) --> setelah ditangkap harus dirajam batu.
    • Ekonomi sulit (tidak cukup semuanya) --> menyekolahkan anak sulit, tidak cukup, toko hancur, semuanya hancur.
    • Mengalami ketakutan, kekuatiran --> perempuan yang tertangkap berzinah ini diseret, untungnya dibawa ke gereja (dibawa kepada YESUS yang sedang mengajar) dan tidak dibawa ke pos kamling. Jika dibawa ke pos kamling bisa mati. Biasanya ini kaum muda mengalami ketakutan dan kekuatiran --> bagaimana masa depan ku, jodoh ku dll.


    • Dalam keadaan malu --> diseret dipermalukan dan di teriaki orang “berzinah, berzinah”, keluarga juga malu.
    • Dalam keadaan gagal total dan tinggal menunggu hukuman (mati).

      Perempuan ini berada di lembah maut, lembah kesukaran, lembah air mata, lembah kelam seperti Daud. Daud pernah jatuh dalam lembah yang kelam, Daud berzinah dengan Betsyeba, tetapi TUHAN masih menolong.


    Secara rohani:


    • Nikah dan buah nikah yang hancur.
    • Kebusukan-kebusukan dosa.
    • Kebinasan --> setelah dirajam batu, tubuh, jiwa, rohnya mati dan binasa.


    Masih ada Tangan Yang berlubang paku, Dia seorang diri, tidak perlu berharap kepada yang lain (tidak memerlukan pembelaan dari si A, si B) --> “ya sudah saya bersalah, aku mengaku dan berhenti berbuat dosa”. Biarlah Dia Yang Seorang Diri yang menolong kita semuanya.

    Lalu kata YESUS: "Akupun tidak menghukum engkauartinya:


    • dia hidup.
      Bukan hanya yang sulit saja, bahkan yang tidak ada dapat menjadi ada --> mungkin toko sudah sulit, tetapi YESUS menjadikan yang tidak ada menjadi ada dan Dia sanggup untuk menolong kita.


    • Yang gagal, yang malu menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.
    • Yang menderita, sedih menjadi bahagia.
    • Yang busuk, hancur, binasa dibenarkan, disucikan, diubahkan sampai satu waktu menjadi sempurna seperti Dia.


    Tidak ada hukuman, ini berarti tidak ada air mata lagi dan saat YESUS datang kembali ke dua kali, kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya, tidak ada air mata lagi dan bahagia selamanya.
    Malam ini, Dia Seorang Diri sudah cukup untuk memperhatikan kita, tidak perlu bergantung kepada siapa saja, tidak perlu mengagungkan siapa saja.

    Yang penting adalah kita jujur, seperti:


    • Perempuan yang tertangkap berzinah ini mau tidak mau dibawa dan jujur --> dia tidak dapat mengelak lagi.
    • Petrus juga jujur. Awalnya tidak diketahui kalau dia bimbang, Petrus merasa hebat, tetapi ditengah angin dia bimbang dan Petrus harus jujur --> “YESUS tolongartinya berpegang pada Satu saja (bukan sebelas murid yang lain atau siapa saja) = “aku kembali pada pengajaran yang benar”. Akhirnya TUHAN mengangkat dan menolong Petrus. Demikian juga kaum muda, TUHAN akan menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 22-24 Januari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Manokwari)

  • Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top