English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 28 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (MInggu Sore, 25 Agustus 2013)
Tayang: 15 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 Oktober 2013)
Tayang: 19 Januari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Oktober 2007)
Tayang: 01 Maret 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 19 Januari 2014)
Tayang: 23 November 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 November 2007)
Tayang: 26 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Oktober 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 02 Februari 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 14 Desember 2014

Kita masih beada dalam Kitab Wahyu 1: 10-12, mungkin malam ini kita mempelajari yang terakhir kali dan mulai besok kita masuk ke ayat yang ke 13.

Wahyu 1: 10-12,
10. Pada hari TUHAN aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
11. katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
12. Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Rasul Yohanes mengalami sengsara daging di Pulau Patmos bukan karena berbuat jahat (Pulau Patmos ini sebagai tempat pembuangan orang yang jahat), tetapi karena firman Allah dan kesaksian YESUS, sehingga Rasul Yohanes bisa mendengar dan melihat bunyi sangkakala yang nyaring, yang menjadi dua wujud yang nyata:

  1. tujuh kaki dian emas = tujuh sidang jemaat yang sempurna. Angka tujuh itu menunjuk kesempurnaan. Jemaat Efesus sampai Laudekia inilah yang akan disempurnakan oleh TUHAN.


  2. penampilan Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria surga, Raja segala raja (mulai ay 13 ‘ada seorang seperti anak manusia’).

Jadi Firman (bunyi sangkakala) dapat didengar tetapi juga dapat dilihat, ini berarti tidak abstrak. Kita berbahagia, sebab kita memiliki TUHAN yang tidak abstrak (ALLAH lahir menjadi manusia, yang kita kenal sebagai Pribadi YESUS). Kerajaan surga juga tidak abstrak. Musa melihat kerajaan surga, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan surga di bumi, itulah tabernakel (kemah suci).

Jika ibadah pelayanan kita ditandai dengan sengsara bagi daging (bukan hura-hura dsb), maka kita juga akan dapat mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring. Sangkala itu ditiup oleh seorang penjaga (gembala).

Suara sangkakala yang nyaring yaitu Firman penggembalaan yang mengandung bobot Firman pengajaran yang benar, yang keras, yang tajam (bukan yang lucu-lucu), yang disampaikan oleh seorang gembala dengan setia dan diulang-ulang, sehingga dapat menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat menjadi wujud nyata kaki diam emas yang bercahaya (sidang jemaat yang sempurna).

Kita sudah beberapa kali membaca kitab Wahyu 1: 10 -12 (sekitar satu bulan lebih), ini Firman yang terus diulang-ulang, supaya kita dapat disucikan (diingatkan lagi), diubahkan, sampai satu waktu sidang jemaat tampil dalam wujud nyata yaitu kaki dian emas yang bercahaya = pelita emas yang bercahaya = gereja TUHAN yang sempurna = Mempelai Wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali.

Jadi penting kalau Firman itu diulang-ulang, sebab ini merupakan ciri khas domba yang memamah biak (sesudah makan, masuk lalu dicerna lagi). Kalau tidak mau mengulangi Firman itu seperti binatang buas, Contohnya: buaya, ular makan kambing, satu kali saja sudah habis. Firman yang diulang-ulang juga merupakan karunia TUHAN kepada seorang gembala (Firman diulangi bisa maju lagi dst). Semoga kita dapat mengerti.

Inilah pentingnya firman yang diulang-ulang. Pada hari Minggu yang lalu, ditanya cuma satu kali => ‘mengapa tidak berpakaian pesta?’ tetapi dia ‘diam saja’ dan akhirnya dicampakkan. Kalau dalam penggembalaan akan ditanya berulang-ulang, tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan. Seperti halnya pohon ara yang dipinggir jalan (tidak tergembala), karena tidak berbuah langsung dikutuk oleh TUHAN, tetapi kalau pohon ara yang ditanam di kebun anggur sekalipun sudah tiga tahun tidak berbuah, saat mau dipotong, masih ada penjaga yang membelanya. Jadi menyampaikan Firman yang diulang-ulang, maksudnya adalah supaya dapat berbuah.

Saya akan menerangkan proses untuk membuat kaki dian emas = proses untuk menjadi gereja yang sempurna. Kita belajar dari pelita emas. Gereja TUHAN yang sempurna dilambangkan sebagai pelita emas yang bercahaya. Kaki dian emas atau pelita emas, terdapat dua bagian besar:

  • bagian pertama: kaki diannya yang seluruhnya terbuat dari emas (satu batang dengan enam cabang).
  • bagian kedua: lampu atau pelitanya (ada tujuh lampu). ‘tujuh’ itu sempurna (cahaya yang sempurna).

Kita sekarang belajar proses untuk menjadi gereja TUHAN yang sempurna atau Mempelai Wanita TUHAN (cara membuat pelita emas):
Kita pelajari dulu tentang ‘kaki dian emas.

Kalau kita mau menjadi sempurna, kita harus diproses seperti membuat kaki dian emas. Proses pembuatan kaki dian emas:

  1. Keluaran 25: 39, Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.

    Ay 39 => ‘kandil’ => kaki dian emas = pelita emas.

    Pelita emas dibuat dari ‘emas satu talenta, bukan satu setengah atau satu seperempat dst. Satu talenta = 34 kg (tetapi tidak dituliskan 34 kg, hanya dituliskan satu talenta saja). Satu = kesatuan (satu Roh). Dalam Efesus 4: 3-4, Pelita emas ini menunjuk Roh Kudus (satu Roh). Jadi satu talenta artinya Roh Kudus yang satu memenuhi dan memimpin semua gereja TUHAN untuk menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Roh Kudus ini hanya satu, sehingga semua gereja ini satu Roh.

    Efesus 4: 3-6,
    3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
    4. (1)satu tubuh, dan (2)satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada (3)satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
    5. (4)satu TUHAN, (5)satu iman, (6)satu baptisan,
    6. (7)satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Dalam Efesus 4: 3-6, ada tujuh kesatuan. Jadi gereja TUHAN harus mempunyai satu tubuh dan satu Roh (inilah yang membawa kepada kesatuan Tubuh Kristus). Kalau tubuhnya satu, maka Rohnya juga satu (satu talenta). Apa itu satu tubuh? satu tubuh itu satu kepala. Kepalanya adalah YESUS, itulah Firman pengajaran yang lahir menjadi Manusia.

    Yohanes 1: 1, 14
    1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Ay 1 => ‘Pada mulanya’ => itulah Kepala.
    Firman’ => logos (dalam bahasa aslinya) = Firman pengajaran.
    Ay 14 => Firman pengajaran lahir menjadi manusia (YESUS).

    Satu tubuh itu satu kepala. Satu kepala itulah YESUS (firman pengajaran yang benar atau logos). Jadi gereja TUHAN harus satu tubuh dan satu Roh = satu firman pengajaran dan satu Roh. Firman pengajaran yang benar yaitu


    • Tertulis di dalam alkitab,
    • Diwahyukan oleh TUHAN,
    • Dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.


    Kalau sudah Satu tubuh (satu pengajaran) dan satu Roh, maka ada tujuh kesatuan (Efesus 4: 3-6). Tujuh kesatuan adalah


    • Dimulai dari satu Tubuh terlebih dahulu,
    • Satu Roh,
    • Satu pengharapan,
    • Satu TUHAN,
    • Satu iman,
    • Satu baptisan,Tanggal 7 nanti ada baptisan air. Yang mau baptisan air perhatikan, baptisan air itu bukan peraturan gereja, peraturan pendeta, bukan! Baptisan air ini menentukan, kita masuk satu Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita) atau tidak. Jadi hanya ada satu baptisan, tidak ada dua baptisan dst. Seperti halnya hanya ada satu bahtera Nuh yang menyelamatkan, bahtera lainnya tidak menyelamatkan. Satu baptisan air yang benar yaitu


      1. sesuai dengan Alkitab (sesuai dengan kehendak TUHAN).
      2. kita dibaptiskan seperti YESUS dibaptiskan.
        Roma 6: 2, 4, 2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 4.Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

        Ay 2 => ‘mati bagi dosa’ => bertobat = berhenti berbuat dosa. Syarat baptisan air yang benar adalah bertobat = mati terhadap dosa. Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah kita yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), dikuburkan dalam air bersama dengan YESUS dan keluar dari kuburan air, sehingga kita mendapatkan hidup baru, hidup surgawi (hidup dalam kebenaran).


    • Satu ALLAH Bapa.


    Jadi dari satu tubuh, satu Roh, baru setelah itu terjadi tujuh kesatuan, setelah itu mencapai satu tubuh yang sempurna. Pelita emas sebagai gambaran tubuh Kristus yang sempurna (gereja TUHAN yang sempurna). Inilah pembuatan pelita emas dari satu talenta. Semoga kita dapat mengerti.


  2. satu talenta = 34 kg (mahal harganya), ini menunjukkan kekayaan surga. Kekayaan surga itu bukanlah uang yang banyak dsb.

    Jadi kekayaan surga yang sesungguhnya adalah:


    • 9 karunia Roh Kudus.
    • 9 jabatan pelayanan.
    • 9 perbuatan kasih.
    • 9 buah-buah Roh Kudus.


    Dari sinilah kita belajar, kalau kita mau menjadi pelita emas yang bercahaya (tubuh Kristus yang sempurna/gereja TUHAN yang sempurna/Mempelai Wanita), maka kita harus mempunyai jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita menjadi imam dan raja yang melayani TUHAN dengan kasih (ada perbuatan kasih). Setelah baptisan air, nanti minggu depannya akan ada penataran calon imam-imam, yang mau melayani TUHAN silahkan ikut. Semoga kita bisa mengerti.

    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus ini merupakan kekayaan surga yang lebih dari apapun juga dan tidak bisa dibeli dengan apapun. Jabatan pelayanan ini berasal dari TUHAN lewat Kurban Kristus (darah YESUS) = jabatan pelayanan ini seharga dengan Darah YESUS.


  3. pada pelita emas ini ada kelopak, tombol dan bunga, sehingga begitu indah dan mulia. Jadi ini menyatakan kemuliaan surga.
    Menyatakan kemuliaan surga artinya memiliki bentuk yang sangat indah dan tidak membosankan (ada kelopak, tombol, bunga). Yang dibuat seperti digambar-gambar pelita emas ini masih sangat sederhana (hanya sebagai gambaran saja). Saya percaya yang dibuat oleh bangsa Israel dulu pasti jauh lebih indah.

    Bunga (bunga badam) ini menunjuk pengharapan untuk menghasilkan buah (berbuah-buah). Buah yang terbesar dan tetap adalah menjadi Mempelai Wanita surga yang tetap untuk selama-lamanya. Sekarang kita dapat mempersembahkan macam-macam buah, seperti: buah pertobatan, buah Roh Kudus, buah pengorbanan dsb, tetapi satu waktu buah yang terbesar dan tetap selamanya adalah menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang dipersembahkan kepada Mempelai Pria (tubuh dipersembahkan kepada Kepala, sehingga menjadi satu untuk selamanya).


  4. 25: 31, "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya--dengan tombolnya dan kembangnya--haruslah seiras dengan kandil itu.

    Ay 31 => ‘dari emas tempaan’ => emasnya tempaan, bukan di cor dsb.
    Kaki dian emas dibuat dari emas tempaan. Ditempa itu dipanasi, dipukul. Kemarin saya mendengar cerita dari oom Pangaribowo (maaf), beliau jatuh dibelakang dan tangannya tidak dapat diluruskan, kemudian dibawa ke sinsei, tangannya dipaksa untuk lurus sampai hampir pingsan. Inilah ditempa supaya bisa kembali ke bentuk yang indah.

    Kalau kita mau menjadi Mempelai kita harus siap ditempa. Tempaan ini menunjuk penderitaan daging, nyala api siksaan (istilah dalam surat Petrus), percikan darah, ujian disegala bidang. Contohnya:


    • Kita diuji lewat ekonomi dan lewat apa saja.
    • Ayub diuji habis-habisan, lewat kesehatan dsb.


    Jika kita ditempa, maksudnya bukan untuk menghancurkan. Seperti emas, kalau dibakar, dipukul, bukan menjadi hancur lebur, tetapi malah lebih indah bentuknya. Mungkin dari emas batangan, setelah ditempa (dipukul dsb), maka keluar kelopak, tombol, bunga, sehingga menjadi indah. Jadi kita tidak boleh takut, sebab maksud dari tempaan adalah untuk membuat kita menjadi lebih indah dan bercahaya dihadapan TUHAN. Kalau bentuknya sudah ada kelopak, tombol, bunga, nanti akan ada lampunya dan bercahaya. Hari-hari ini kita akan menghadapi tempaan (sengsara daging bersama YESUS).

Inilah pembentukan Mempelai yaitu:

  1. satu talenta (kesatuan),
  2. kekayaan (harus punya jabatan pelayanan),
  3. kemuliaan (berbuah-buah, buah kebenaran, pertobatan sampai buah Mempelai).

Proses pembuatan pelita emas adalah ditempa (dipanasi, dipukul). Perhatikan! yang penting saat ditempa kita jangan lari (jangan mundur dari TUHAN, dari ibadah pelayanan), tetapi harus tetap setia, dan bertahan sampai akhirnya (bertahan sampai selesai atau sampai terbentuk menjadi kaki dian emas). Banyak orang terkena tempa dibidang ekonomi => ‘percuma ke gereja, saya mundur dahulu’ Ini salah! Sebab kalau ditempa belum selesai (belum menjadi pelita), maka kita tidak dapat menjadi sempurna, tidak dapat bercahaya dan akhirnya dibuang. Semoga kita dapat mengerti.

Apapun yang kita lakukan saat ini, kita harus bertahan dalam tempaan. Lempin-El perhatikan hal ini. Saya dulu baru sekolah Lempin-El sudah mau lari, ini karena ditempa, cuma tidak bisa makan, tidak bisa minum, tidak punya uang, lalu saya mengamuk dan mau lari. Untunglah TUHAN masih menolong saya untuk bertahan. Kalau tidak bisa bertahan, saya tidak akan ada disini, tidak tahu dimana. Begitu juga dalam melayani TUHAN baik zangkoor dsb, mari kita setia dan bertahan semuanya. Semoga kita dapat mengerti.

Yang menentukan kuat atau tidaknya menghadapi tempaan (menghadapi ujian) adalah panggilan TUHAN dan penyerahan sepenuh kepada TUHAN (bukan kepandaian, kekayaan, gereja besar atau kecil, jumlah jemaat sedikit atau banyak dsb). Contohnya:

  • saya dipanggil oleh TUHAN sebagai gembala dan menyerah sepenuh, sekalipun jarak Malang ke Surabaya jauh, harus bisa datang (setia). Mohon maaf, tadi saya terlambat karena terjebak macet, padahal sudah berangkat lebih awal. Jadi kalau memang panggilan TUHAN dan kita menyerah sepenuh, kita pasti bisa setia.


  • Sebagai saksi-saksinya, guru-guru saya setia tetap menjadi gembala sampai dipanggil oleh TUHAN.
  • Jika memang dipanggil TUHAN menjadi zangkoor dan menyerah sepenuh kepada TUHAN, maka pasti dapat bertahan sekalipun menghadapi apapun juga. Kita semuanya harus tetap bisa bertahan, sampai terakhir (menjadi Mempelai Wanita). Semoga kita dapat mengerti.

Ini ada kalimat yang harus digaris bawahi:

  • “jangan coba-coba melayani tanpa panggilan TUHAN”. Jika melayani tanpa panggilan TUHAN, itu hanya sebagai pelarian, sehingga nanti tidak akan kuat dan pasti lari. Contohnya pelarian:


    • dari pada hari Minggu tidak kemana-mana, lalu ikut ke gereja karena diajak teman, itulah pelarian.
    • dari pada tidak dapat sekolah, sekolah alkitab sajalah, itulah pelarian. Akhirnya dia berhenti ditengah jalan karena tidak kuat.


  • Sebaliknya, “jangan coba-coba lari dari panggilan TUHAN”. Misalnya: jika dipanggil oleh TUHAN menjadi zangkoor, pemain musik dsb, kita jangan lari => ’ aku tidak mau’. Jika lari dari panggilan TUHAN, kita tidak kuat dan akan hancur.

Marilah kita kembali kepada panggilan dan penyerahan sepenuh kepada TUHAN, supaya bisa menghadapi tempaan di akhir zaman. Jika kita melayani TUHAN memang panggilan dari TUHAN dan menyerah sepenuh kepada TUHAN, mau ditempa apapun juga (lewat sakit, ekonomi, nilai sekolah turun dsb), kita akan tetap setia sampai akhir (sampai terbentuk kaki dian emas). Semoga kita bisa mengerti. Periksa sampai di sini!!!

Tentang lampu atau pelita
Proses pembuatan kaki dian emas, sudah dipelajari secara sederhana, supaya kita dapat menjadi Mempelai (wujud nyata ‘tujuh kaki dian emas’) seperti jemaat Efesus sampai Laudekia. Mari kita ikuti proses pembuatan kaki dian emas! Emasnya memang harus ditempa, supaya kita menjadi lebih indah dan bercahaya (cahaya kebenaran dan cahaya kesucian).

Keluaran 25: 37, Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.

Yang penting pada pelita atau lempu adalah harus ada minyak dan api. Minyak dan api ini menunjuk kuasa Roh Kudus. Kalau minyaknya banyak tetapi apinya tidak ada, maka pelita tidak akan bercahaya. Demikian juga, kalau apinya ada, tetapi minyaknya tidak ada, sebentar lagi sumbunya akan terbakar dan hancur meledak. Jadi dua-duanya (minyak dan api) harus ada.

Kalau pelita sudah bercahaya (ada apinya), maka terdapat tiga macam aktivitas api Roh Kudus yaitu:

  1. memberi panas, artinya api Roh Kudus (api kasih ALLAH) selalu menghangatkan kerohanian kita, sehingga kita tidak pernah menjadi suam dan tidak dingin rohani (beku rohaninya). Contohnya: jemaat Laudekia suam-suam rohani, kearah dingin rohani.

    Jika api Roh Kudus menghangatkan kerohanian kita, hasilnya adalah kita akan selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Hati-hati, jika kita suam-suam rohani seperti jemaat Laudekia, hidup kita hanya seperti muntah (Dalam Wahyu 2 ‘karena kamu suam-suam, Aku akan memuntahkan kamu’) = najis, kotor. Kalau dingin rohani (‘hawa dingin’), kita akan menjadi seperti Petrus yang menyangkal TUHAN.

    Lukas 22: 54-57,
    54. Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    55. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    56. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
    57. Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"

    Petrus dingin rohani (kehilangan api Roh Kudus atau api kasih ALLAH), sehingga Petrus mulai ‘mengikut dari jauh’. Kalau dulu waktu YESUS masih hidup, apalagi saat YESUS memecahkan lima roti, dua ikan untuk lima ribu orang, mungkin murid-murid berebutan untuk menggandeng YESUS dan berkata => ‘Ini YESUS ku, YESUS ku dan akan terus digandeng’.

    Tetapi setelah YESUS ditangkap, mereka mulai menjauh. Seringkali kita seperti itu, kalau diberkati TUHAN => ‘YESUS, YESUS’, saat ada masalah, ujian, kita sudah menjauh. Mengikut dari jauh artinya tidak setia. Jika tidak setia dalam ibadah pelayanan, akhirnya menjadi seperti Petrus yang ‘berdiang’ pada api dunia (api dosa). Mulai dekat-dekat dengan dunia ini, mungkin dunia hiburan dan mulai dekat-dekat dengan api dosa (hawa hafsu daging).

    Akibatnya Petrus menyangkal YESUS. Kalau dulu Petrus menyangkal YESUS dengan perkataan => ‘tidak mengenal YESUS’. Sekarang, mungkin masih mengaku anak TUHAN (KTP nya Kristen), tetapi sudah menyangkal YESUS lewat perbuatan-perbuatan dosa yang memilukan dan memalukan hati TUHAN, bahkan tidak bisa berbuat baik lagi. Inilah yang banyak terjadi!

    Titus 1: 16, Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Ay 16 => ‘tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik’ => berbuat jahat.
    Menyangkal lewat perbuatan jahat (keji) dan perbuatan najis (seperti di zaman Nuh perbuatan yang memalukan dan memilukan TUHAN). Kaum Muda perhatikan, kalau sudah memilukan hati TUHAN, pasti memedihkan hati orang tua, dan membuat keluh kesah gembala (itulah urutannya). Dalam Matius 10, YESUS berkata => ‘siapa menyangkal Aku, dia akan Kusangkal juga dihadapan Bapa’ = kalau menyangkal TUHAN lewat perkataan dan perbuatan, akan disangkal oleh TUHAN dan binasa untuk selamanya.

    Kita memerlukan api Roh Kudus untuk memberikan panas dalam kerohanian kita, sehingga kita setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir. Permisi bicara, usia boleh bertambah tua, kesehatan mungkin bertambah menurun, tetapi kalau urapan Roh Kudus bertambah, maka kita akan lebih berkobar-kobar lagi untuk melayani TUHAN. Jadi ini tidak tergantung pada keadaan tubuh (tubuh sudah renta dsb), tetapi tergantung kepada urapan Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang ini kita membutuhkan api Roh Kudus (api kasih), supaya pelita tetap menyala. Yang sudah tawar atau dingin (mulai suam-suam) => ‘pokoknya datang ke gereja’, mari kita mohon api Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.


  2. memberikan terang. Kalau ada terang, maka tidak ada yang tersembunyi, artinya jangan menyembunyikan sesuatu:


    • dalam aktivitas kehidupan kita: dalam kuliah, pekerjaan dsb.
    • dalam nikah kita. Suami tidak tahu, istri tidak tahu, anak tidak tahu, orang tua tidak tahu, tetapi TUHAN tahu apa yang kita sembunyikan.
    • dalam ibadah pelayanan kita (tahbisan kita). Gembala tidak tahu, saudara juga tidak tahu, tetapi Roh Kudus (TUHAN) tahu apa yang kita sembunyikan.


    Kalau ada Roh Kudus, kita tidak akan menyembunyikan sesuatu, semuanya menjadi terang (terang-terangan). Semoga kita dapat mengerti.

    Contoh menyembunyikan sesuatu dalam perjanjian lama:
    2 Samuel 12: 12,13,
    12. Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
    13. Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

    Ay 12 => ‘Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi’ => Daud mengambil Betsyeba (istri orang dan membunuh suaminya dengan diam-diam). Daud menulis surat kepada Yoab, serbu musuh yang paling kuat, Uria letakkan paling depan, sesudah itu tinggalkan sendirian. Akhirnya Uria mati. Setelah Uria mati, istrinya diambil oleh Daud. Mungkin pikir Daud => ‘aman, tidak ada yang tahu’, tetapi TUHAN tahu semuanya.

    "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." => untunglah Daud mengaku dosa.
    Raja Daud yang hebat (hebat rohani dan jasmaninya) bisa menyembunyikan sesuatu, lalu siapa kita ini? Kalau saya membaca ini, orang hebat bisa berbuat dosa, lalu saya ingat => ‘siapa saya?’ Ini bahaya dan harus bersungguh-sungguh.

    Raja Daud menyembunyikan sesuatu yaitu


    • menyembunyikan dosa seks, dosa percabulan (mengambil Betsyeba istri orang), nikah yang salah (istri orang diambil dan ditiduri) = dosa kenajisan.
    • menyembunyikan dosa pembunuhan = dosa kejahatan.


    Jika jahat dan najis, itu berarti menuju Babel (mempelai wanita setan). Hati-hati kita jangan menyembunyikan dosa kejahatan dan kenajisan. Dalam Wahyu 18 ‘babel tempat persembunyian roh jahat dan roh najis (burung yang najis)’. Untunglah, TUHAN menegor Daud. Kalau Daud berbuat dosa dengan sembunyi-sembunyi, maka TUHAN menyatakan dosanya secara terang-terangan, akhirnya Daud dipermalukan. Nanti dalam cerita tentang Daud, setelah kerajaannya diambil oleh Absalom, (mohon maaf nanti dibaca di rumah) Absalom sengaja meletakkan gundik-gundik Daud di sotoh dan disetubuhi disana (Daud terang-terangan dipermalukan).

    Untunglah Daud menerima tegoran yang keras (menerima Firman pengajaran yang keras), sehingga dia mengaku dosa dan Daud diampuni, diselamatkan oleh TUHAN. Sekecil apapun jangan disembunyikan, sebab nanti TUHAN menyatakannya dengan terang-terangan dan kita dipermalukan. Sekarang ini sebelum TUHAN menyatakannya dengan terang-terangan, lebih baik kita menerima Firman TUHAN yang menyatakan terang-terangan apa yang kita sembunyikan. Setelah itu, biarlah kita mengaku dan menyelesaikannya, sehingga TUHAN menolong dan menyelamatkan kita.

    Contoh menyembunyikan sesuatu dalam perjanjian baru: Yudas menyembunyikan dosa kejahatan (keinginan akan uang) di dalam perut hatinya = Yudas mencuri milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus) secara sembunyi-sembunyi, ditutup-tutupi. Karena Yudas tidak mau mengakui dosanya, sehingga dia hancur.

    Salah satu bukti sembunyi-sembunyi: waktu ada perempuan yang mengurapi YESUS dengan minyak narwastu seharga tiga ratus dinar, kemudian Yudas mengatakan => ‘ini lebih baik untuk orang miskin’ Ini menutup-nutupi, padahal supaya uangnya masuk dalam kas, dan uangnya dicuri oleh Yudas. Hati-hati jangan mencuri milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus) dan jangan mencuri milik sesama. Yudas ini mencuri milik TUHAN, tetapi ditutupi dengan pura-pura berbuat baik.

    Yohanes 12: 3-6,
    3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    4. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    Ay 5 => Yudas berpura-pura baik.
    Ay 6 => maksud tersembunyi dari Yudas.
    Banyak pencuri-pencuri yang pura-pura berbuat baik (menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik). Yudas tidak mau mengaku dosa. Waktu perjamuan suci ada murid yang bertanya => ‘siapa TUHAN yang akan menyerahkan Engkau’, YESUS menjawab => ‘siapa yang mencelupkan roti bersama dengan Aku, dialah itu’. Ini sebenarnya Yudas ditegor dan seharusnya Yudas berkata => ‘TUHAN ampunilah aku’ tetapi dia tidak mau. Sedangkan raja Daud, saat ditegor keras oleh Natan => ‘kamu orangnya’, dan Daud mau mengaku dosa (minta ampun kepada TUHAN). Ada seorang raja juga yang ditegor, malah mengamuk, tetapi Daud tidak begitu.

    Yudas sudah ditegor, tetapi tidak mau mengakui dosanya dan tetap menyembunyikan dosanya => ‘bukan aku, Ya TUHAN’. Satu waktu dosanya dinyatakan secara terang-terangan oleh TUHAN, akibatnya:


    • akhirnya Yudas menggantung diri, jatuh tertelungkup, perutnya pecah dan isi perutnya terburai (diketahui terang-terangan).
    • dan tidak ada pengampunan dosa lagi = binasa untuk selamanya.


    Kita memerlukan Roh Kudus, supaya kita menjadi kaki dian emas dengan lampu yang menyala (gereja TUHAN yang sempurna = Mempelai Wanita TUHAN). Seperti dalam Wahyu 12: 1 ‘perempuan dengan matahari, bulan dan bintang’ (terang semuanya) = kaki dian emas yang bercahaya. Jadi lampu (pelita) harus bercahaya = harus ada minyak dan api Roh Kudus.


  3. memberikan kekuatan (memberi energi). Contohnya: seperti kereta api, supaya apinya tetap menyala dimasukkan kayu atau batu bara, setelah itu baru keretanya dapat berangkat. Api Roh Kudus (api kasih ALLAH) memberikan energi/kekuatan kepada kita, untuk apa?


    • supaya dapat melakukan apa saja dalam pelayanan, dimana saja, kapan saja, situasi apa saja. Jadi kekuatannya adalah Roh Kudus. Kalau menggunakan kekuatan daging (kepandaian daging, kekayaan daging) tidak akan kuat, tetapi kalau kekuatannya Roh Kudus, kita akan kuat. Semoga kita dapat mengerti.


    • supaya kita bisa kuat dan teguh hati, artinya


      1. hati nuraninya tidak lemah,
      2. tidak gampang tersandung dan tersinggung,
      3. selalu mengucap syukur kepada TUHAN,
      4. tidak bimbang oleh ajaran lain dan tidak bimbang terhadap kuasa TUHAN = tetap berpegang teguh kepada pengajaran yang benar dan tetap percaya kepada kuasa TUHAN (tetap berharap kepada kuasanya). Bimbang ini seringkali terjadi saat laut bergelora dan ada angin. Seperti Petrus terkena angin, sehingga Petrus bimbang. Angin ajaran palsu membuat kita bimbang terhadap pengajaran yang benar. Mari kita berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan jangan diombang-ambingkan oleh ajaran lain. Kita juga harus berharap pada kuasa TUHAN, tidak berharap kepada yang lain. Semoga kita dapat mengerti.


    • tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan TUHAN saat menghadapi apapun, tetapi selalu menyembah kepada TUHAN. Contohnya: Sadrakh, Mesakh, Abednego, Daniel tetap menyembah TUHAN saat diperhadapkan dengan ajaran palsu.


    • Sadrakh, Mesakh, Abednego disuruh menyembah patung, tetapi mereka tidak mau => ‘kalau TUHAN dapat menolong saya, saya menyembah TUHAN, kalau TUHAN tidak menolong saya, saya tetap menyembah TUHAN’ Inilah kuat teguh hati.


    • Daniel disuruh menyembah raja, tetapi Daniel malah menyembah TUHAN di rumahnya. Akhirnya Daniel dimasukkan dalam gua singa.


    Tetap menyembah TUHAN = percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN = mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan tangan kepada kita. Sekarang ini kita mendengarkan bunyi sangkakala yang diulang-ulang terus, supaya kita dibentuk menjadi pelita emas (gereja TUHAN yang sempurna). Sebab itu kita belajar dari pelita emas.

Jika TUHAN mengulurkan tangan kepada kita, hasilnya adalah
1 Tawarikh 28: 20, Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

Ay 20 => ‘sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai’ => sampai semuanya selesai.

Sadrakh, Mesakh, Abednego, Daniel tetap menyembah TUHAN = mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan Tangan kepada mereka (TUHAN yang menyelesaikan). Memang Daniel dibuang ke gua singa, tetapi ada Tangan TUHAN disana untuk menyelesaikan semuanya. Sadrakh, Mesakh, Abednego juga dibuang ke api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi ada Tangan TUHAN. Apapun pencobaannya itu tidak penting, yang penting berada di dalam tangan TUHAN, sebab itu kita harus kuat dan teguh hati. Mungkin orang berkata => ‘sudah tidak bisa, sebab kalau dimasukkan dalam api atau kalau dimasukkan dalam gua singa dengan singa yang lapar’. Begitu Daniel diangkat dari gua singa, lalu orang yang memfitnah Daniel diturunkan, belum sampai di dasar, sudah habis dimakan singa. Bayangkan bagaimana laparnya singa itu.

Yang penting ada didalam Tangan TUHAN, kita mengulurkan tangan = kuat teguh hati = percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN (jangan ragu sedikitpun), maka Tangan TUHAN lah yang memegang kita. Jika Tangan TUHAN memegang kita, itu sudah cukup! Kita mau dilemparkan ke api, ke gua singa, terserah mau kemana saja, TUHAN dapat menyelesaikan semuanya tepat pada waktu-Nya dan mujizat akan terjadi:

  • mujizat secara jasmani: semua masalah selesai, sampai masalah yang mustahil selesai pada waktu-Nya.
  • mujizat secara rohani: pembangunan rumah ALLAH Salomo (secara jasmani), sekarang menunjuk pembangunan Tubuh Kristus. Kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (‘yang selesai’), kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti Dia.

Tidak peduli, sekalipun kita kotor, najis, tetapi kalau mau mengikuti pembuatan:

  1. pelita emas (kaki dian emas): masuk kesatuan (satu tubuh, satu Roh, satu baptisan), masuk kekayaan (jabatan pelayanan), masuk kemuliaan (buah pertobatan dsb), sampai rela ditempa dan menjadi semakin indah dan semakin bercahaya.


  2. Perhatikanlah lampu (Roh Kudus dan kasih Allah): mari setia dan berkobar-kobar (jangan dingin), jangan sembunyi-sembunyi (akui terang-terangan), dan jangan ‘loyo’, tetapi harus kuat dan teguh hati. Maka TUHAN pasti sanggup menyelesaikan semua masalah tepat pada waktu-Nya dan TUHAN pasti sanggup menyelesaikan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna = kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia, kita menjadi Mempelai Wanita yang layak untuk menyambut kedatangan-Nya ke dua kali.

TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top