English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 20 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juni 2014)
Tayang: 10 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 04 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 30 Juli 2014)
Tayang: 31 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Senin, 14 April 2014)
Tayang: 30 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 23 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Juli 2014)
Tayang: 07 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 11 Juli 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 Juni 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 Oktober 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 14 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 15 Januari 2014)
Tayang: 12 Oktober 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 13 Juni 2007)
Tayang:
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Senin, 14 April 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 30 Agustus 2015

Kita masih membaca di dalam kitab Wahyu 1: 16, inilah penampilan dari Pribadi YESUS yang ke empat. Terdapat empat penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan:
Ay 13, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar,
  1. Ay 14, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja,
  2. Ay 15, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Hakim Yang Adil,
  3. Ay 16, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Inilah penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, yang ditandai dengan:

  1. di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang
  2. dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua
  3. wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik

Kita masih mempelajari tanda yang kedua yaitu ‘dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua’. Waktu yang lalu, kita sudah mendengarkan ‘yang keluar dari Mulut TUHAN’ ini berbicara soal makanan rohani.

Matius 4: 4, Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Ay 4 => ‘Manusia hidup bukan dari roti saja’ => setan hanya menunjukkan makanan jasmani yang terbuat dari rumput-rumputan (roti yang berasal dari gandum, padi). Jadi setan mengarahkan manusia untuk hanya makan rumput, supaya hidupnya seperti rumput yang kering dan dibakar. Tetapi tidak mau, Dia menunjukkan makanan yang rohani.

tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah’ => tadi, ‘dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua

Jadi makanan rohani adalah Firman Allah yang keluar dari mulut-Nya TUHAN.
Ada dua macam makanan rohani:

  1. Susu = Firman penginjilan = injil keselamatan (Efesus 1: 13) = Kabar Baik, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali ke dunia, mati di kayu salib, untuk menyelamatkan manusia berdosa dan memberkati sampai ke anak cucu = memanggil manusia berdosa untuk diselamatkan dan diberkati. Jadi orang yang berdosa bisa diselamatkan lewat Firman penginjilan. Ini sudah terjadi pada dua ribu tahun yang lalu. Ini merupakan makanan bagi orang-orang yang belum percaya YESUS, maupun yang baru percaya, supaya bisa diselamatkan dan diberkati oleh TUHAN sampai ke anak cucu. Tetapi tidak cukup sampai disitu saja, sebab itu masih ada makanan yang kedua.

    Ini merupakan panggilan! Tetapi banyak dipanggil, sedikit dipilih. Oleh sebab itu ada makanan yang ke dua.


  2. Makanan keras = cahaya injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 3-4) = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4: 12). Inilah yang keluar dari mulut YESUS ‘sebilah pedang tajam bermata dua’ Ini sama dengan Kabar Mempelai, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS ke dua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan kita semua = memilih orang yang sudah selamat untuk disempurnakan seperti YESUS. Tidak semuanya menjadi sempurna, hanya yang dipilih saja.

    Inilah Firman yang memberitakan tentang kedatangan YESUS yang ke dua kali, sehingga disebut juga Firman nubuat. Ini belum terjadi tetapi pasti akan terjadi (YESUS akan datang kembali ke dua kali). Kalau Firman penginjilan sudah terjadi (YESUS mati dua ribu tahun yang lalu).

Sikap kita terhadap Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Kabar Mempelai):

  1. Yohanes 6: 60-62, 66
    60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    62. Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
    66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Ay 60 => ‘Perkataan ini keras’ => tajam dan keras. Inilah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua (‘pedang yang keluar dari mulut YESUS’). Murid-murid saja tidak mampu mendengarkannya.

    Sikap pertama (sikap negatif): bersungut-sungut dan menolak Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Menolak dengan alasan yang bermacam-macam, misalnya: terlalu lama, keras, dosa-dosa ditunjukkan, dikatakan seperti anjing dan babi.

    Kalau tidak bisa menerima beritanya atau kabarnya, pasti tidak akan mampu menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali (ayat 62). Kalau bersungut-sungut, bahkan menolak Firman pengajaran yang lebih tajam bermata dua, berarti menolak penyucian.

    Akibatnya tidak tahan untuk menghadapi kedatangan YESUS ke dua kali = mengundurkan diri dari Firman pengajaran yang benar = tidak lagi mengikut YESUS. Ini berarti mengikut setan, nabi palsu (suka mendengarkan Firman yang lucu-lucu dsbnya, bukan Firman yang tajam, yang menunjukkan dosa), sehingga tersesat dan terhilang selamanya (binasa untuk selamanya).


  2. Wahyu 1: 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

    Ay 3 => ‘kata-kata nubuat’ => Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang memberitakan kedatangan YESUS yang ke dua kali. Ini belum terjadi tetapi pasti akan terjadi.

    Sikap kedua (sikap positif): membaca, mendengar dan dengar-dengaran (mempraktikkan) = taat dengar-dengaran terhadap Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Semoga kita dapat mengerti.

1 Korintus 14: 3, Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Ay 3 => ‘Tetapi siapa yang bernubuat’ => Firman nubuat = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = pembukaan Firman.

Jika kita bisa menerima Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Firman nubuat (mendengar, membaca, mempraktikkan),

Hasilnya adalah:

  1. Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menghibur kita. Itu sebabnya, kita jangan takut! Sekalipun Firman pengajaran itu tajam, keras, tetapi juga menghibur kita. Firman nubuat menghibur kita artinya memberikan kekuatan ekstra, sehingga:


    • kita dapat sabar dalam penderitaan bersama TUHAN = tidak bersungut atau mengomel, tidak kecewa, tidak putus asa, bahkan bahagia dalam penderitaan (tetap mengucap syukur kepada TUHAN). Contohnya:


      1. mungkin sekarang kita mengalami penderitaan dalam mengikut-melayani TUHAN (pulang kantor, lalu beribadah dll), kita harus bersabar.
      2. mungkin menderita soal ekonomi atau soal apa saja, mari bersabar dulu.


    • Kita dapat bersabar untuk menunggu waktu-Nya TUHAN. Pasti TUHAN akan menolong kita tepat pada waktu-Nya. Jangan mencari jalan keluar sendiri! Jalan keluar diluar Firman, itu jalan buntu dan menuju kepada kebinasaan. Seringkali disitulah peranan setan, tinggal kita kuat atau tidak! Saat ada pencobaan, setan datang, lalu mengalihkan => ‘jangan mengikuti Firman’. Contohnya: kita sedang dalam kekurangan uang (harus bayar spp dsb), setan datang => ‘korupsi, tambal nol saja’ Kalau kita tidak mendengarkan Firman, tidak ada penghiburan, maka kita sudah mengomel => ‘aku menderita dsb’ Lalu setan menawarkan jalan pintas, jalan singkat yang melawan Firman tetapi banyak uangnya. Akhirnya kita melakukan hal itu. Tetapi jika kita mendengarkan Firman, pasti lain! Sebab ada penghiburan, kekuatan, sehingga kita tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan Firman, tetapi mengucap syukur kepada TUHAN dan kita akan sabar dalam menunggu waktu-Nya TUHAN. TUHAN akan memberikan jalan keluar tepat pada waktu-Nya. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menasehati kita.
    Mazmur 73: 24, Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

    Nasihat Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (mungkin nasihatnya keras) adalah tuntunan Tangan TUHAN.

    Untuk apa tuntunan Tangan TUHAN?


    • Supaya kita selalu hidup dalam kebenaran dan kesucian (sesuai dengan Firman). Jangan melenceng sedikitpun! Saya belajar dari guru dan gembala saya, soal rel. Ini sederhana saja, kalau rel melenceng sedikit saja, sudah berada di jurang. Kereta api Malabar, dari Malang ke Bandung melenceng sedikit saja, sudah sampai di jurang (tidak sampai di Bandung). Ini tidak main-main! Rel ini harus kita pertahankan.

      Jangan mengatakan => ‘tidak apa-apa kok, memang Firman begini, tetapi kita masih manusia dll’ Jangan!!! Sebab itu berarti sudah melenceng dari rel dan tidak pernah bertemu lagi. Jika kita menambah-nambahi Firman, maka kita tidak akan pernah bertemu lagi. Kita harus tetap benar dan suci, sesuai dengan Firman pengajaran dalam segala bidang; dalam bekerja, bersekolah, menikah, sampai semuanya.


    • Untuk memberikan jalan keluar bagi kita. Kalau kita sudah hidup benar dan suci, dituntun oleh TUHAN, maka jalan-Nya, TUHAN membukakan pintu surga. Kalau kita mau dituntun oleh TUHAN, jangan pintu di dunia, pintu surga pun bisa terbuka. Semua pintu-pintu di dunia akan terbuka, sehingga ada jalan keluar bagi semua masalah di dunia ini, sampai membuka pintu surga (‘Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan’). Itulah nasihat!

      Kaum muda perhatikan! Mungkin nasihatnya agak keras, terutama soal jodoh. Seringkali saya dianggap ikut-ikut, tidak! Sebenarnya saya tidak mau ikut-ikut. Kalau benar, saya bahagia dan merasa senang bisa menikahkan orang. Saya sebagai hamba TUHAN senang sekali, kalau bisa menikahkan orang, apalagi menikahkan hamba TUHAN (kemana-mana saya menikahkan hamba TUHAN). Tetapi kalau tidak benar, saya memberi nasihat yang keras, sampai banyak yang berkata => ‘apa itu’ Terserah saja! Yang penting nanti pintu surga terbuka.

      Dalam nasihat Firman pengajaran yang benar, yang keras, jangankan pintu dunia, pintu masa depan, pintu surga pun bisa terbuka. Tidak ada kompromi dengan kesalahan! Inilah nasihat dari Firman pengajaran yang benar.


  3. Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua membangun kerohanian kita (1 Korintus 14: 3) = menyucikan dan mengubahkan kita, supaya masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita surga). Itulah pentingnya makanan rohani! Semoga kita dapat mengerti.

    Pembangunan (persekutuan) Tubuh Kristus yang benar harus berdasarkan Firman pengajaran yang benar, sehingga mengarah kepada YESUS sebagai Kepala. Pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari:


    • nikah. Kita masuk dalam nikah, menjadi suami, isteri, anak, ini juga membangun Tubuh Kristus. Oleh sebab itu harus berdasarkan Firman pengajaran yang benar, supaya mengarah kepada YESUS sebagai Kepala.


    • dalam penggembalaan ini juga membangun Tubuh Kristus.
    • antar penggembalaan (antar gereja). Nanti ibadah persekutuan di Empire Palace tanggal 14-15, ini membangun Tubuh Kristus, sebab itu harus berdasarkan Firman pengajaran yang benar, supaya mengarah kepada YESUS sebagai kepala. Kepala itu Firman pengajaran yang benar. Permisi saudara, kalau pembangunan atau persekutuan tanpa pengajaran yang benar akan mengarah kepada serigala dan burung yang menjadi kepala. Misalnya:


      1. kita menikah tidak sesuai pengajaran yang benar => ‘asal menikah, terserah mau bagaimana?’ Ini hanya mengarah kepada serigala dan burung = roh jahat dan roh najis = babel.


      2. kita beribadah kepada TUHAN, tergembala => ‘hanya sekedar berkumpul, asal senang’ Tetapi tanpa pengajaran yang benar, itu mengarah kepada serigala dan burung.


      3. kita berfellowship mengundang banyak orang, tetapi tanpa pengajaran yang benar, itu mengarah kepada serigala dan burung. Jadi kita harus bertanggung jawab!


    Kita mau menikah, tanggung jawab masing-masing. Kita mau tergembala, saya sebagai gembala bertanggung jawab => ‘orang-orang yang sudah mau digembalakan (menyerahkan hidupnya kepada TUHAN), mau dibawa kemana?’ Dibawa kepada YESUS sebagai Kepala atau kepada serigala dan burung. Nanti kita mengadakan ibadah persekutuan di Empire Palace, mau dibawa kemana orang-orang yang datang? Apa hanya kumpul-kumpul saja. Kalau yang datang tiga ratus hamba TUHAN, berapa ribu jemaat dibelakangnya? Mau dibawa kemana? Ini sama seperti guru di kelas, tetapi tidak ada pengajaran (tidak pernah mengajar), mau apa dikelas? Kalau hanya melawak, cerita-cerita dsb, murid-muridnya tidak akan pernah lulus ujian nasional.

Kita harus bertanggung jawab. Bukannya kita merasa paling benar sendiri, bukan! Tetapi harus menampilkan pengajaran yang benar, supaya mengarah kepada YESUS sebagai Kepala.

Bagaimana bukti YESUS tampil sebagai Kepala? Kalau dalam nikah, penggembalaan, fellowship berdasarkan pengajaran yang benar, akan ada buktinya.

Bukti YESUS tampil sebagai Kepala:

  1. Efesus 4: 15, 16,
    15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
    16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

    Ay 15? ini mengarah YESUS sebagai Kepala.
    Ay 16 => ‘Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya’ => Jika YESUS (pengajaran yang benar) sebagai Kepala, maka ada tubuh yang melayani (tubuh diikat dalam satu pelayanan).

    Bukti pertama: ada pelayanan yang benar, artinya: setiap kehidupan melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dari TUHAN. Contohnya:


    • di rumah tangga, suami melayani sebagai suami, isteri melayani sebagai isteri, anak melayani sebagai anak.
    • di dalam penggembalaan, gembala melayani sesuai dengan jabatan pelayanannya (gembala memberi makan sidang jemaat). Pemain musik melayani sesuai dengan jabatan pelayanannya. setiap kehidupan melayani dengan kasih, sehingga apapun yang dihadapi kita tetap taat dengar-dengaran. Melayani dengan kasih bukanlah ‘mengasih-ngasih’ (memberi), ini lain! Pelayan dengan kasih dimulai dengan taat dengar-dengaran apapun resiko yang kita hadapi, apapun situasi, kondisi yang dihadapi. Contohnya:


      1. dalam rumah tangga. Saat suami masih berpenghasilan, kita taat sebagai isteri dan anak. Saat suami tidak berpenghasilan (karena sakit), kita tetap taat. Demikian juga sebaliknya.
      2. dalam penggembalaan, mau menghadapi apa saja, kita harus tetap taat dengar-dengaran.


    Kalau kepala benar, maka semuanya benar (tangan, kaki melayani dengan benar dan taat). Contohnya: diperintahkan untuk mengambil bolpoint, maka tangan taat mengambil bolpoint. Kalau tidak taat, susah sekali. Dalam keadaan haus, diperintah untuk mengambil minum, tetapi tangan malah mengambil bolpoint, ini bagaimana? Perhatikan Lempin-El yang mendengarkan. Kita sebagai hamba TUHAN, mungkin dikatakan bodoh, lemah dsb, tetapi kalau taat, itu membantu sekali. Biarpun kita dikatakan => ‘hebat khotbahnya, hebat main musiknya’ Tetapi kalau tidak taat, itu susah sekali (semakin pintar, semakin susah dibuatnya). Yang penting adalah ketaatan, bukan kepandaian atau kebodohan.


  2. Efesus 5: 25-27,
    25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Efesus 5: 25-27 => Suami sebagai kepala dari isteri. YESUS sebagai suami.

    Bukti kedua: terjadi penyucian secara dobel yaitu penyucian dari air dan Firman, supaya kita menjadi sempurna seperti Dia.

    Penyucian dari air menunjuk baptisan air. Penyucian dari Firman menunjuk Firman pengajaaran yang benar (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua) = air hujan Firman pengajaran. Jika YESUS tampil sebagai kepala, terjadi penyucian yang dobel (sebanyak dua kali dimandikan dalam air). Apa yang harus disucikan secara dobel? Penyucian terhadap penyakit kusta sampai menjadi tahir (‘dua kali dibasuh dengan air’).

    Imamat 14: 8, 9,
    8. Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Ay 8 => ‘Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir’ => orang yang sakit kusta dibasuh satu kali, maka menjadi tahir.

    Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya’ => kalau hanya dibasuh satu kali (sudah baptisan air) memang sudah tahir, tetapi tidak boleh masuk ke rumahnya; tidak boleh bertemu isteri dan anaknya. Kalau masih terpisah dengan isteri dan anaknya, apa gunanya? Sebab itu harus dimandikan satu kali lagi.

    Ay 9 => ‘tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir => dibasuh dengan air lagi, jadi dimandikan sebanyak dua kali (dobel) = dua kali penyucian.

Inilah YESUS tampil sebagai Kepala, buktinya; ada pelayanan yang benar. Tilik rumah tangga kita, apakah YESUS sebagai Kepala? Dalam penggembalaan harus ada pelayanan yang benar. Nanti di Empire Palace apakah ada YESUS sebagai Kepala? Kalau ada pelayanan yang benar, ada penyucian, maka YESUS akan tampil sebagai Kepala. Dua saksi ini sudah cukup membuktikan, bahwa YESUS tampil sebagai Kepala. Demikian juga dalam kehidupan kita masing-masing, kalau kita melayani dengan benar dan kita mau disucikan secara dobel dari penyakit kusta (dosa kusta), maka YESUS akan tampil sebagai Kepala.

Apakah kusta itu? Kusta adalah

  1. kebenaran sendiri (putih tetapi kusta). Kebenaran sendiri yaitu


    • kebenaran diluar alkitab (diluar Firman pengajaran yang benar). Biarpun didukung oleh seribu orang => ‘ Ya ini benar, masuk akal’ Tetapi kalau tidak cocok dengan alkitab itulah kebenaran sendiri. Jadi yang dimaksud kebenaran sendiri itu bukanlah kebenaran satu orang. Biarpun ada seribu orang yang mengatakan (termasuk profesor, orang-orang hebat) => ‘ini boleh’, tetapi kalau Firman TUHAN bilang tidak boleh = kebenaran sendiri. Hati-hati, biarpun semua gereja bilang => ‘ini tidak apa-apa, kalau zaman sekarang boleh’ Tetapi kalau Firman TUHAN bilang tidak boleh, itulah kebenaran sendiri.


    • menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain. Dia tidak mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain.
    • menutupi dosa dengan cara menyalahkan TUHAN (menyalahkan Firman).
    • menutupi dosa dengan cara pura-pura berbuat baik. Jadi, kebenaran sendiri harus disucikan, supaya YESUS tampil sebagai Kepala.


  2. kenajisan, antara lain:


    • dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba. Inilah yang mengganggu Tubuh Kristus. Penyakit kusta itu menjalar. Ada satu titik saja, sebentar lagi sudah satu badan. Kebenaran sendiri itu juga merusak Tubuh Kristus. Kalau di dalam rumah tangga ada kebenaran sendiri satu orang saja, maka rumah tangga itu akan hancur. Kalau di dalam gereja ada kebenaran sendiri satu orang saja (ada gosip dll), akan menghancurkan gereja. Kalau di dalam fellowship ada kebenaran sendiri satu orang saja, maka akan persekutuan itu akan hancur.


    • dosa kawin mengawinkan: dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah. Ini semua harus diperbaiki. Semoga kita mengerti.


  3. keinginan akan uang = dosa kejahatan. Contohnya: Gehazi (2 Raja-raja 5). Waktu Elisa dipakai TUHAN untuk menyembuhkan Naaman. Setelah Naaman pulang, lalu mau memberi uang dsbnya kepada Elisa, tetapi ditolak oleh Elisa. Kemudian Gehazi lari mengejar Naaman, lalu berkata => ‘kami membutuhkan uang’ Akhirnya Naaman memberikan uang kepada Gehazi. Kemudian Elisa berkata => ‘darimana Gehazi?’ Dijawab => ‘tidak darimana-mana’ Elisa berkata => ‘itu uang bisa kamu gunakan untuk membeli kebun angggur dll, tetapi kusta Naaman melekat kepadamu’ Jadi kusta adalah keinginan akan uang (dosa kejahatan) yang membuat kikir, serakah dan dusta. Inilah yang harus disucikan, baru YESUS dapat menjadi Kepala.

Sekarang ini bagaimana sikap kita terhadap pedang yang keluar dari Mulut YESUS? Jangan mengikuti sikap yang negatif (besungut-sungut bahkan menolak), ini bahaya! Akibatnya dia akan mengikut setan (tidak lagi mengikut TUHAN) dan binasa.

Kalau sikap kita membaca, mendengar dan dengar-dengaran,
hasilnya adalah:

  • menghibur. Ada kekuatan dalam menghadapi apapun, sehingga kita sabar dalam penderitaan (mengucap syukur kepada TUHAN, tidak tinggalkan TUHAN) dan sabar dalam menunggu waktu TUHAN (sampai TUHAN menolong kita).


  • menasihati = tuntunan Tangan TUHAN. Sekeras dan setajam apapun Firman, itu merupakan tuntunan Tangan kemurahan TUHAN (Tangan belas kasih, Tangan yang berlubang paku). Semakin keras dan tajam Firman TUHAN, semakin kuat TUHAN memegang kehidupan kita, agar jangan sampai terlepas dari rel. Kita harus bersyukur, kalau Firman menunjukkan dosa-dosa kita. Kalau menuntun anak yang manis, mungkin dengan dipegang kepalanya sudah bisa (karena tahu anaknya tidak akan lari). Kalau menuntun anak yang nakal (lari-lari), pasti dipegang dengan keras.


  • dibangun = masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus untuk menerima YESUS sebagai Kepala. Kalau YESUS sudah tampil sebagai Kepala, maka YESUS tidak akan melupakan kita (Kepala tidak akan melupakan tubuhnya) = selalu memperhatikan, mengingat dan bergumul untuk kita. Kalau ada pelayanan yang benar, berarti ada Kepala yang benar. Kalau Kepala-Nya suci, kita juga harus suci. Ibu masih dapat melupakan bayi kandungnya, tetapi Kepala (YESUS) tidak akan melupakan tubuh-Nya. Kalau kepala melupakan tubuhnya, itu sudah abnormal. Jika YESUS tampil sebagai Kepala, maka YESUS tidak pernah melupakan kita,

Hasilnya adalah:

  1. Yesaya 49: 14,15,
    14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan TUHANku telah melupakan aku."
    15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tida akan melupakan engkau.

    Ay 14 => bangsa Israel sudah putus asa dan dalam penderitaan => ‘percuma saja beribadah, semuanya sudah hancur, aku sudah tidak berbuat salah, mengapa TUHAN sudah meninggalkan aku?’ Tidak akan pernah! Kalau kita menerima pedang Firman (kita akan dihibur, dinasihati, dibangun), ada pelayanan yang benar, ada penyucian hidup, biarpun sekarang kita seperti orang yang terlunta-lunta => ‘sampai begitu keadaannya’ Tetapi TUHAN tidak pernah melupakan kita. TUHAN justru memperhatikan dan mengingat kita.

    Ay 15 => ‘Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?’ => maafkan, sekarang sudah ada ibu-ibu yang membuang bayi kandungnya.

    Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau’ => inilah jawaban dari TUHAN. Kepala dengan tubuh tidak akan dapat terpisah.

    Hasil pertama: TUHAN selalu memperhatikan dan mengingat kita seperti bayi yang tidak berdaya, sehingga TUHAN selalu menggendong kehidupan kita dengan Tangan anugerah-Nya. Sehebat apapun kita, hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN hanya seperti bayi yang tidak berdaya.

    TUHAN menggendong kita dengan Tangan anugerahnya artinya:


    • Tangan anugerah TUHAN sanggup memelihara, melindungi kita di padang gurun dunia yang sulit, yang mustahil, sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal. Bayi itu tidak berdaya, bayi berada di kamar (ada susu kaleng yang banyak) saja tidak berdaya, apalagi hidup di padang gurun! Tetapi ada Tangan anugerah TUHAN yang menggendong. YESUS mati di bukit tengkorak, maksudnya adalah Dia sebagai Kepala yang bertanggung jawab sampai menjadi tengkorak. Jangan diragukan lagi! Asalkan ada pelayanan yang benar, penyucian (tanda-tanda tubuh), maka ada Kepala.


    • Tangan anugerah TUHAN sanggup menolong, menyelesaikan semua masalah kita tepat pada waktu-Nya = Tangan anugerah TUHAN sanggup melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan, bahkan yang tidak bisa kita pikirkan. Bayi itu tidak bisa berpikir, digigit nyamuk saja, tidak bisa berpikir dan tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi ibunya yang menolong. Kalau sudah tidak bisa apa-apa lagi (‘sumpek’), waktunya untuk menyerah kedalam gendongan Tangan TUHAN.


    • Tangan anugerah TUHAN memandikan kita dari kotoran-kotoran apa saja = menyucikan sampai kita menjadi sempurna seperti Dia. Kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya yang ke dua kali di awan-awan yang permai.


    Seperti ibu yang selalu ingat memandikan bayinya, memberi makan bayinya, menolong saat bayinya sakit. Bayi itu selalu menangis. Jadi bayi mengingatkan ibunya lewat tangisan. Misalnya: kalau ibunya terlambat memberikan susu, tidak ada bayi yang mengamuk-ngamuk kepada ibunya, tetapi hanya menangis saja.

    Demikian juga kita, harus banyak menangis dan menyembah TUHAN. Biarlah TUHAN yang bekerja. Mari kita menerima pengajaran (‘pedang yang keluar dari mulut YESUS’) itu sudah cukup; untuk menghibur, menasihati dan membangun. Mari masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.

    Bagaimana dapat masuk pembangunan Tubuh Kristus? Masuk nikah, layani dengan benar (sesuai dengan Firman) dan mengalami penyucian. Masuk dalam penggembalaan, layani dengan benar (sesuai dengan jabatan pelayanan dan pelayanan penuh dengan kasih atau ketaatan) sehingga mengalami penyucian. Dalam fellowship, layani dengan benar sesuai dengan jabatan (jabatan pelayanan semuanya sama mulia dihadapan TUHAN, tidak ada yang tinggi atau rendah), dengan ketaatan dan dengan kesucian. TUHAN akan tampil sebagai Kepala dan Dia mengulurkan Tangan untuk membasuh kita sampai dengan sempurna.


  2. Lukas 23: 42, 43,
    42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    Hasil kedua: TUHAN mengingat kita saat kedatangan-Nya yang ke dua kali. Sekarang kita diingat, bahkan sampai kedatangan-Nya yang ke dua kali kita akan diingat juga. Penjahat yang disalibkan disebelah YESUS dapat diingat oleh TUHAN, karena dia mengingat TUHAN, apalagi kita sebagai pelayan TUHAN! Tentu TUHAN akan selalu mengingat kita.

    Mengingat TUHAN yaitu:


    • menerima Firman,
    • melayani dengan benar,
    • mengalami penyucian.


    TUHAN akan selalu mengingat kita, sampai kedatangan-Nya yang ke dua kali, kita akan diangkat bersama-sama dengan Dia di awan-awan yang permai. Kita berbahagia bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. ALLAH mengerti dan ALLAH peduli kepada kita, serahkanlah semuanya kepada TUHAN (kita seperti bayi yang tidak berdaya). TUHAN akan menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top