English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 02 Desember 2007)
Tayang: 17 Desember 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 12 Agustus 2007)
Tayang: 28 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 24 Februari 2008)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 19 Agustus 2007)
Tayang: 03 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 Maret 2014)
Tayang: 22 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 24 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 06 April 2014)
Tayang: 13 Agustuas 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 27 April 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 18 Oktober 2015

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 1, kita mulai belajar pada ayat 1, sekarang berada pada ayat yang ke 16.

Wahyu 1: 13-16, merupakan empat penampilan/Wujud/kenyataan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan:

  1. Ay 13, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar,
  2. Ay 14, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja,
  3. Ay 15, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Hakim Yang Adil,
  4. Ay 16, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga. Inilah yang sedang kita pelajari.

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Inilah penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, dengan tiga tanda:

  1. 'di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang' Ini sudah dipelajari.
  2. 'dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua' Ini juga sudah dipelajari.
  3. 'wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik' = Wajah-Nya bersinar-sinar untuk menyinarkan sinar kemuliaan. Matahari terik itulah sinar kemuliaan. Ini yang dipelajari mulai kemarin.

'wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik' = Wajah YESUS menyinarkan sinar kemuliaan. Matahari terik = sinar kemuliaan. Dimana kita dapat memandang Wajah YESUS Yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik?

Matius 17: 1, 2,
1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

Ay 2 => 'wajah-Nya bercahaya seperti matahari' => matahari terik.

Dulu Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke gunung bersama YESUS. Di atas gunung mereka dapat memandang Wajah YESUS Yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik. Sekarang bagi kita, dimana kita dapat memandang Wajah YESUS Yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik? Jawabannya adalah di dalam doa penyembahan. Hati-hati, ada penyembahan yang benar dan ada penyembahan yang palsu?

Wahyu 13: 11-13,
11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
12. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.

Ay 11 => nabi palsu (pengajaran-pengajaran palsu). Wujudnya seperti anak domba, tetapi bicaranya seperti naga, itulah palsu.

Ay 12 => 'semua penghuninya menyembah binatang pertama' => binatang pertama itulah antikris = binatang yang keluar dari dalam laut (ay 1).

Tanda penyembahan palsu adalah:

  • Pengajaran yang palsu itu didorong oleh pengajaran yang palsu (nabi palsu).
  • Arahnya menyembah kepada antikristus dengan cap 666. Nanti orang-orang di dunia ini dipaksa untuk menyembah antikris dengan cap 666. Oleh sebab itu, kita menyembah TUHAN jangan terpaksa. Kalau menyembah TUHAN dengan terpaksa, nanti dipaksa untuk menyembah antikris. Biarlah kita menyembah TUHAN dengan kegemaran (suka cita).

    Penyembahan palsu menghasilkan tanda-tanda jasmani tanpa keubahan hidup (tanpa keubahan hidup). Kalau 'mati dan bangkit' itulah pembaharuan. Contohnya: sebagai manusia daging, YESUS mati, tetapi Ia bangkit dalam Tubuh kemuliaan /Tubuh rohani /Tubuh sempurna.

    Kalau 'luka parah tetapi sembuh', inilah tanda jasmani, tanpa keubahan hidup (tetap menjadi manusia darah daging dengan cap 666). Angka 6 menunjuk daging (manusia diciptakan hari ke-6). Jadi cap 666 = tubuhnya daging, jiwanya daging, rohnya daging. Inilah manusia darah daging yang akan dibinasakan.

Sampai dengan hari ini banyak hamba TUHAN, orang Kristen yang tidak mengerti. Mereka banyak mempelajari cap 666 dengan tanda-tanda yang jasmani, entah pakai mikrochip dll, saya juga tidak mengerti. Saya ditelepon hamba TUHAN => 'hamba TUHAN didaerah kami, tidak mau melakukan E-KTP (menolak). Sebab ada mikrochipnya' Saya bilang => Ini peraturan pemerintah, ikuti saja'. Antikris bukan karena mikrochipnya, tetapi kalau hidupnya tidak berubah => masuk gereja, menjadi pendeta, khotbah selama bertahun-tahun, tetapi hidupnya tidak berubah (yang jahat tetap jahat, yang berdusta tetap berdusta). Itulah cap 666! Kita jangan mempelajari tanda yang jasmani, tetapi tanda yang rohani.

Memang orang paling takut kalau melihat tanda 666, coba ada mobil lewat memakai plat nomor 666. Saya bersaksi di Malang, waktu gunung Kelud meletus kami berada di Makasar. Dari Toraja, tidak bisa pulang, menunggu dari hari Jumat, Sabtu, sampai hari Minggu pagi. Kami menumpang pesawat garuda kecil ke Surabaya (ini pesawat nomor satu yang mendarat). Kemudian, saat kami menunggu => 'bagaimana berangkat atau tidak?' Akhirnya berangkat dan diberikan boarding pass. Setelah itu saya buka boardingnya, tertulis GA 666, tetapi saya diam. Setelah mau masuk, isteri saya melihat boardingnya => '666', Lalu saya katakan => 'sudah diam, nanti orang ramai' Inilah yang ditakuti, padahal bukan itu yang sebenarnya. Tidak berubah hidupnya, itulah yang cap 666, bukan masalah E-KTP nya.

Jika tidak berubah itulah yang menjadi antikris. Jangan salah! Ini sungguh terjadi, satu daerah Kristen (hamba-hamba TUHAN) tidak mau melakukan e-ktp (saya tidak sebut daerahnya, karena tidak etis). Saya tertawa saja saat mendengar hal ini. Inilah buktinya, bahwa alkitab itu benar. Nanti antikris akan menguasai bumi, tetapi kalau kita berubah, kita tidak bisa dijamah. Semoga kita dapat mengerti.

Tanda penyembahan yang benar:

  1. Lukas 9: 28, Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

    Ay 28 => 'Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu' => pengajaran yang benar.
    'Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa' => nanti Wajah-Nya berubah. Jadi setelah pengajaran, baru diajak naik ke gunung untuk berdoa.

    Tandanya: didorong oleh Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus ('Bapa menghendaki penyembah dalam kebenaran dan Roh') = didorong oleh Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan hati kita. Hati kita ditusuk oleh pedang. Oleh sebab itu, jangan mendengarkan Firman yang lawak-lawak, tetapi pedang yang menusuk hati.

    Matius 5: 8, Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Kalau hati (gudangnya dosa) sudah disucikan dari keinginan jahat dan najis (iri hati, dendam, cabul, amarah dll), maka mata kita dapat melihat TUHAN = dapat memandang Wajah YESUS Yang bersinar bagaikan matahari terik = dapat menyembah TUHAN.


  2. Penyembahan yang benar harus mengarah kepada penyembahan YESUS sebagai Raja, Mempelai Pria Surga. Inilah puncak penyembahan di bumi.

    Wahyu 19: 6, 7,
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    YESUS sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga dan kita sebagai Mempelai Wanita-Nya. Dalam perjanjian lama alkitab dibuka dengan kitab Kejadian, ada pernikahan jasmani antara Adam dan Hawa. Tetapi di dalam kitab Wahyu (perjanjian baru), alkitab ditutup dengan pernikahan yang rohani antara Kristus dengan sidang jemaat (kita semua). Dia sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai Mempelai Wanita.

    Jadi penyembahan yang benar harus mengarah kepada penyembahan YESUS sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga dengan kata 'Haleluya' Mengapa memakai kata 'Haleluya'? Kita bandingkan dengan Wahyu 19: 1, 3, 4. Penyembahan di surga juga menggunakan kata 'Haleluya' Jadi penyembahan yang benar harus sama dengan yang di surga.

    Wahyu 19: 1, 3, 4,
    1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

    Jadi penyembahan di bumi ini harus merupakan pantulan dari penyembahan di surga. Itu sebabnya kita bersyukur karena mempunyai pengajaran tabernakel. Dulu Musa naik ke gunung Sinai melihat kerajaan surga, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat surga di bumi. Itulah tabernakel (Keluaran 25). Dari situlah kita belajar, bagaimana hidup di dunia ini supaya sama dengan hidup di surga.

    Tabernakel terdiri dari:


    • halaman tabernakel, tentang kebenaran,
    • ruangan suci, tentang kesucian,
    • ruangan maha suci, tentang kesempurnaan.


    Bagaimana kita beribadah melayani, menyembah seperti di surga? dari tabernakel. Semoga kita dapat mengerti.
    Semuanya harus merupakan pantulan dari surga (jangan membuat sendiri):


    • penyembahan yang benar, harus merupakan pantulan penyembahan dari surga.
    • ibadah pelayanan yang benar, harus merupakan pantulan ibadah pelayanan dari surga.
    • kehidupan yang benar di bumi ini, harus merupakan pantulan kehidupan dari surga.


    Ini sekarang dapat dipelajari dari pengajaran tabernakel dan Mempelai (Kabar Mempelai). Semoga kita dapat mengerti.


  3. Penyembahan yang benar ditandai dengan keubahan hidup atau pembaharuan (mati dan bangkit). Contoh penyembahan yang benar adalah YESUS (mati dari hidup yang lama, bangkit dalam hidup yang baru). Kalau penyembahan palsu, tandanya adalah luka parah tetapi sembuh. Banyak yang heran => 'ini luar biasa' Padahal palsu. Tanda mati dan bangkit = mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Lewat penyembahan, kita dapat memandang Wajah YESUS Yang bersinar bagaikan matahari, sinar matahari masuk dalam kehidupan kita, semua yang jelek dikeluarkan. Kita akan terus diubahkan sedikit demi sedikit, sampai sempurna seperti TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

YESUS tampil dalam Wajah bersinar-sinar bagaikan matahari terik untuk kita lihat. Dimana kita dapat melihat? Dalam doa penyembahan yang benar. Dalam doa penyembahan yang benar, maka kita dapat melihat Wajah YESUS Yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik, sehingga kita bisa mengalami pembaharuan mulai dari wajah (panca indera).

Di dalam wajah ada panca indera kita (mata, telinga, hidung, mulut, kulit atau peraba). Kalau kita menyembah TUHAN, tidak perlu dibicarakan lagi dengan berkata 'saya menyembah TUHAN'. Tetapi dapat dilihat dari panca inderanya. Jika kita menyembah TUHAN dalam penyembahan yang benar, kita mengalami sinar kemuliaan, maka hidup kita akan berubah (lima indera itulah yang berubah).

Praktik pembaharuan panca indera, antara lain:

  1. Yohanes 10: 27,28,
    27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Ay 27 => 'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku' => suara-Ku = suara gembala. 'mendengarkan' menunjuk telinga.

    Yang pertama: pembaharuan telinga. Telinga yang dibaharui itu bukan mendengar gosip, mendengar yang tidak baik, bukan! Tetapi telinga yang mendengar Firman penggembalaan (telinga I), sampai dengar-dengaran atau mempraktikkan Firman penggembalaan dalam kehidupan sehari-hari (telinga II) = menjadi domba yang digembalakan. Suara gembala = Firman penggembalaan. Jika telinga sudah diubahkan, kita tidak sulit untuk menjadi domba yang tergembala. Jika telinga masih belum diubahkan (telinga jasmani), mendengar gosip, mendengar macam-macam yang berkata bahwa 'gembalanya begini dlsbnya'. Ini akan sulit untuk digembalakan. Posisi domba yang tergembala (domba yang dengar-dengaran) adalah di dalam pelukan Tangan Gembala Agung.

    Jika kita hidup di dalam Tangan Gembala Agung, hasilnya adalah


    • Ada jaminan kepastian pemeliharaan Gembala Agung atas kehidupan kita sekarang (sehari-hari), masa depan yang indah, sampai hidup kekal selama-lamanya ('Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya').

      Saya juga mendoakan untuk saudara yang kuliah, silahkan saja! Tetapi ijasah tidak memberikan jaminan kepastian, menjamin untuk hidup sekarang saja belum tentu bisa. Demikian juga harta, tahu-tahu sudah habis terbakar dll. Tetapi kalau telinga sudah diubahkan, bisa mendengar dan dengar-dengaran kepada Suara Gembala, hidup di dalam Tangan Gembala Agung, maka ada jaminan kepastian. Mau ada ijasah atau tidak, tetap ada jaminan kepastian dari Gembala Agung.TUHAN tidak pernah menipu kita. Gembala Yang Baik menyerahkan Nyawa untuk domba-dombanya. Dalam Yohanes 10: 11, untuk memelihara dan memberikan jaminan kepastian kepada kita, Dia sudah menyerahkan Nyawa-Nya.


    • Tangan Gembala Agung memberikan kemenangan atas musuh, segala masalah-masalah, sampai masalah yang mustahil ('seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku') = segala masalah sampai yang mustahil diselesaikan tepat pada waktu-Nya. Jadi bukan tergantung masalahnya => 'ini masalah berat, masalah ini tidak terlalu berat' Bukan! Tetapi yang penting adalah dimana posisi kita.


    Salah satu contoh kehidupan yang benar-benar mengalami penggembalaan adalah raja Daud:


    • soal pemeliharaan, Daud berkata ' TUHAN Gembalaku, takkan kekurangan aku' Daud tidak berkata => 'aku raja, takkan kekurangan aku' Tidak! Jika demikian, saya tidak akan mau menjadi gembala (hamba TUHAN), lebih baik berusaha saja di dunia. Jadi raja Daud benar-benar mengalami penggembalaan yang benar.


    • Ketika melawan Goliat. Daud melawan Goliat tidak mungkin menang (tinggal mati saja). Saul berkata kepada Daud => 'bagaimana bisa melawan Goliat' Daud menjawab => 'dulu di penggembalaan, saya melawan singa' Inilah kuasa penggembalaan. Daud melawan Goliat bukan dengan tangannya sendiri, tetapi dengan Tangan Gembala Agung.


    Mari sekarang ini, memandang Wajah YESUS Yang bersinar bagaikan matahari terik, sehingga sinar kemuliaan mengubahkan panca indera mulai dari telinga. Yang tadinya tidak mau mendengar Firman, mengantuk saat mendengar Firman, mendengar Firman tetapi melawan (tidak dengar-dengaran), biarlah diubahkan semuanya menjadi mendengar dan dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.

    Saya seringkali menerangkan, Firman menunjuk sepuluh hukum. Telinga ini ada dua:


    • Telinga I: mendengar Firman = sepuluh.
    • Telinga II: dengar-dengaran kepada Firman = sepuluh.


    Kalau mendengar dan dengar-dengaran, berarti 10 X 10= 100 (lulus). Kalau mendengarkan Firman (10), tetapi tidak melakukan Firman (0), jadi 10 X 0 = 0 (tidak lulus). Kalau mendengarkan Firman (10), tetapi melawan Firman (-1), jadi turun. Kalau melawan Firman lagi (-2), tambah turun. Jangan main-main saat mendengarkan Firman, sebab ini menentukan nasib kita. Kalau kita mendengarkan Firman sampai dengar-dengaran kepada Firman, maka nasib kita sudah jelas, yaitu berada di dalam Tangan Gembala Agung.

    Kalau sudah tidak bisa lagi (mengalami kesulitan hidup, dalam masalah-masalah), perbaikilah telinga. Mohon kepada TUHAN => 'sinari telingaku TUHAN, supaya bisa mendengar dan dengar-dengaran' Itulah tugas kita. Mungkin toko kita ada masalah, silahkan saja memperbaiki modal dll, tetapi yang lebih penting dari itu, perbaikilah telinga supaya kita kembali berada di dalam Tangan TUHAN. Kalau sudah berada di dalam Tangan TUHAN, tidak ada yang mustahil. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Yohanes 10: 31, 32,
    31. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
    32. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"

    Ay 32 => 'Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku' => YESUS tidak membunuh, tidak merugikan orang lain, malah menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati.
    'yang Kuperlihatkan kepadamu' => bisa dilihat, ini menunjuk mata.

    Mereka sudah melihat apa yang dikerjakan oleh YESUS, tetapi mereka tidak mau tahu. Kalau matanya tidak dibaharui, biar YESUS menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, tetap dianggap terus bersalah. Jika mata sudah dibaharui, maka bisa melihat pekerjaan YESUS.

    Yang kedua: mata dibaharui. Sinar kemuliaan dari Wajah YESUS mengenai mata (pandangan daging), sehingga mata dapat melihat cahaya Injil kemuliaan Kristus (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, Firman pengajaran yang keras dan tajam).

    2 Korintus 4: 3, 4,
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Ay 4 => 'yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini' => kalau buta, maka kita tidak dapat melihat. Mata harus dibaharui, supaya tidak buta dan dapat melihat cahaya Injil kemuliaan Kristus.

    'sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus' => kalau buta, maka tidak dapat melihat cahaya Injil kemuliaan Kristus.
    'yang adalah gambaran Allah' => Wujud ALLAH.

    Jika mata dibaharui (disinari dengan matahari yang terik atau sinar kemuliaan), maka mata dapat melihat cahaya Injil kemuliaan Kristus = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Jika diselidiki dalam alkitab, rasul Paulus membagi pemberitaan Firman TUHAN menjadi dua bagian:


    • Injil keselamatan (Efesus 1: 13) = Firman penginjilan = Kabar Baik, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali ke dunia, mati di kayu salib, untuk menyelamatkan orang berdosa. Kita semua yang tadinya berdosa, tidak percaya YESUS, seperti saya dulu mencari keselamatan di kuburan-kuburan orang sakti, minum air kembang, ke dukun-dukun, tetapi setelah mendengar Injil keselamatan, maka dapat percaya bahwa keselamatan hanya ada didalam YESUS. Ini penting, untuk orang-orang yang belum percaya YESUS. Kita sekarang yang sudah percaya YESUS, mari mantapkan keselamatan.

      Injil keselamatan disebut juga susu. Rasul Paulus mengatakan => 'susu' atau makanan bayi untuk orang yang baru. Tetapi kalau sudah lama menjadi orang Kristen, kalau diberikan susu terus, maka pertumbuhannya akan abnormal. Tanda keselamatan yaitu hidup benar. Tadinya berdosa, tidak benar, setelah menerima Injil keselamatan, maka bisa percaya, bertobat, baptis air, baptis Roh Kudus, sampai hidup baru (hidup benar). Mantapkan hidup benar, yang tidak benar harus dibuang. Inilah susu untuk jiwa yang baru, sebab itu ada yang kedua.


    • Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 3-4) = makanan keras = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = Kabar Mempelai, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan YESUS yang ke dua kali dalam kemuliaan sebagai Raja, Mempelai Pria Surga untuk menyucikan orang yang sudah selamat, sampai sempurna/sama mulia seperti Dia, menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

      Dulu, Adam sebagai kepala dan Hawa sebagai tubuh. Di dalam kitab Wahyu, YESUS sebagai Mempelai Pria = Suami = Kepala. Kita sebagai Mempelai Wanita. Tadi, sudah selamat, hidup benar, tetapi masih ada dosa (sudah hidup benar, tetapi masih dapat jatuh dalam dosa), sebab itu perlu pedang, supaya kita terus disucikan sampai tidak bercacat cela, sempurna seperti YESUS (menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS ke dua kali).


    Kalau mata sudah dibaharui, maka dapat melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = mengerti dan menerima Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (dapat menerima pedang), sehingga mata dapat melihat wujud kesucian, sampai kesempurnaan. Semakin mengerti, semakin disucikan. Kita akan terus disucikan sedikit demi sedikit sampai tidak ada lagi dosa. Misalnya: dosa 'a' disucikan (tidak berbuat lagi, dipotong oleh pedang), dosa 'b' disucikan, sampai dosa 'z' juga disucikan, akhirnya selesai, kita sudah sempurna dan TUHAN sudah datang ke dua kali.

    Tadi, selamat itu hidup benar. Dilanjutkan hidup suci (mata melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus). Jika sudah hidup suci, mata bisa memandang pekerjaan TUHAN (ladang TUHAN).

    Yohanes 10: 32, Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"

    Ay 32 => 'Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu' => inilah pekerjaan dari TUHAN = ladang TUHAN.

    Yohanes 4: 35, 36,
    35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
    36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Ay 35 => 'pandanglah ladang-ladang' => ladang TUHAN = pekerjaan TUHAN.
    Jika mata dapat memandang Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan kehidupan kita disucikan, otomatis mata dapat melihat ladang TUHAN (pekerjaan TUHAN). Mata dapat melihat ladang TUHAN, artinya aktif dalam pelayanan. Yang belum melayani, berdoa.

    Ada dua macam pelayanan di ladang TUHAN:


    • Menabur = pekerjaan Injil keselamatan. Kita bersaksi tentang Injil keselamatan untuk membawa orang-orang berdosa, supaya percaya YESUS dan diselamatkan. Menabur merupakan pekerjaan pertama. Benih ditabur, akan cepat tumbuh (3-4 hari sudah hijau). Dalam sekejap saja sudah banyak jumlahnya atau bertambah jumlahnya (secara kuantitas).

      Tetapi kalau hanya ditabur terus, tidak dituai, tidak ada artinya (gagal). Sebab itu ada pekerjaan yang kedua.


    • Menuai = bersaksi atau memberitakan cahaya Injil kemuliaan Kristus/ Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Kabar Mempelai, untuk memilih orang-orang yang sudah selamat, supaya bisa disucikan sampai sempurna seperti YESUS.


    Jadi, tugas kita ada dua:


    • menabur (Kabar Baik), mari kita bersaksi untuk orang-orang yang belum percaya YESUS. Taburi benih setiap hari, mungkin dengan bersaksi => 'saya dulu ke dukun supaya selamat, sekarang saya sudah di dalam YESUS karena Injil keselamatan'


    • Setelah itu bersaksi tentang Kabar Mempelai (menuai) untuk orang-orang yang sudah selamat di lingkungan rumah tangga kita atau dimanapun juga. Kalau rumah kita semakin banyak orang (ada keponakan datang dll), ini bukan suatu kebetulan, tetapi merupakan kepercayaan TUHAN kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.


    Kalau telinga dan mata sudah diubahkan, itu sudah luar biasa! Baru dua indera yang diubahkan itu sudah luar biasa!
    Amsal 20: 12,Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

    Ay 12 => 'kedua-duanya dibuat oleh TUHAN' => diciptakan/dijadikan oleh TUHAN. Inilah hamba TUHAN yang khusus.
    Di dalam kitab Yesaya, TUHAN mengeluh => 'siapa yang tuli, buta ..' Itulah hamba TUHAN yang rusak; telinganya rusak, matanya rusak, karena tidak dibaharui. Jika dibaharui => 'Telinga yang mendengar dan mata yang melihat adalah pelayan TUHAN yang khusus', artinya diciptakan oleh TUHAN untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita (menabur dan menuai). Inilah kita dipakai atau dikhususkan oleh TUHAN.

    Kalau telinga dapat mendengar Suara Gembala, kita tergembala sungguh-sungguh dan berada di dalam Tangan Gembala. Kemudian, mata bisa melihat pengajaran yang benar, disucikan, sehingga dapat melihat ladang TUHAN (terbeban dalam ladang TUHAN sebagai apa saja), maka kita menjadi pelayan khusus yang diciptakan oleh TUHAN untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai wanita (pelayanan menabur dan menuai).

    Ladang TUHAN, dimulai dari:


    • rumah tangga. Sebagai, suami atau isteri, mari layani dengan baik. Kalau suci, maka bisa melayani dengan baik:


      1. jika suami suci, maka ia dapat melayani sebagai suami yang baik,
      2. jika isteri suci, maka bisa melayani sebagai isteri yang baik,
      3. kalau anak suci, maka bisa melayani dengan baik (taat kepada orang tua).


    • di dalam gereja. Kita terbeban di dalam pelayanan sebagai apa saja.
    • sampai antar penggembalaan. Mari kita terbeban semuanya untuk melayani.


    Pelayan khusus =


    • kehidupan yang dibaharui telinga dan matanya,
    • diperlengkapi oleh TUHAN dengan kuasa penciptaan untuk menciptakan yang tidak ada menjadi ada (untuk pemeliharaan hidup kita secara ajaib). Bukan dari kecil, menjadi besar, tetapi dari tidak ada menjadi ada. Kalau dari kecil menjadi besar, orang dari dunia ini juga bisa => 'dulu berdagang kecil-kecilan, sekarang sudah menjadi besar' Kalau dari tidak ada menjadi ada, ini merupakan kuasa TUHAN; tidak ada langit bumi, menjadi ada langit bumi beserta isinya. Itu sebabnya kita jangan takut!


    Saya sudah berkali-kali bersaksi, maafkan kalau dianggap sombong, saya harus bersaksi karena ini pengalaman saya. Saya belum menjadi pengerja, baru sekolah Lempin-El (saya tinggal di rumah sendiri) dan di ijinkan oleh TUHAN tidak makan, tidak minum, tidak punya uang sepeserpun, tetapi TUHAN bisa kirimkan. Sebagai hamba TUHAN sepenuh, saya tidak mau meminta, dan juga saya tidak mau berhutang => 'biar saja, kalau diijinkan TUHAN selama empat puluh hari saya tidak makan, tidak minum, saya mati, dan itu berarti sampai disini pemakaian TUHAN'. Tetapi TUHAN kirimkan orang untuk membawa uang tepat pada waktunya, (padahal saya tidak memanggil-manggil orang). Ada orang memberi uang beratus-ratus kali dari apa yang saya harapkan waktu itu. Ini luar biasanya kuasa penciptaan (dari tidak ada menjadi ada).

    Setelah itu, saya menjadi pengerja selalu diutus oleh gembala dan guru saya => 'kamu khotbah disana, tetapi jangan ambil kolekte', tetapi tidak pernah diberi ongkos, bahkan sampai ke luar pulau sekalipun. Saya tidak memiliki jemaat, tetapi TUHAN menolong dari tidak ada menjadi ada. Ini sungguh-sungguh terjadi. Biarlah ini menjadi pengalaman kita juga.

    Kuasa penciptaan TUHAN, dari tidak ada menjadi ada:


    • soal ekonomi: dari tidak ada ikan menjadi ada ikan, untuk pemeliharaan hidup kita (ikan bisa dimakan dll). Kalau bagi hamba TUHAN sepenuh, dari tidak ada jiwa menjadi banyak jiwa-jiwa.


    • soal nikah: dari tidak ada anggur (dari air) menjadi ada anggur yang manis. Nikah manusia, baru dimulai, tetapi anggurnya sudah pas-pasan (hampir kehabisan, sampai habis, tawar, bahkan pahit). Dalam nikah manusia ada istilah 'bulan madu', ini berlangsung hanya sebulan, setelah itu tawar dan pahit. Inilah keadaan nikah manusia yang perlu ditolong oleh hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang memiliki telinga-mata yang baik. Kuasa penciptaan, dapat menolong nikah-nikah yang pahit hari-hari ini.

      Yohanes 2: 1-3,
      1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
      2. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
      3. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

      Kenyataan nikah di dunia adalah nikah yang kekurangan, bahkan kehabisan air anggur (masih pesta, anggurnya sudah habis) = nikah yang tawar, bahkan menjadi pahit getir, sehingga terjadi kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, sampai yang terakhir perceraian. Bercerai itu bagaikan kepala (suami) dan tubuh (isteri) terpisah, sehingga mati nikahnya dan ada korban. Kalau anaknya satu, berarti korbannya tiga orang (suami, isteri dan anak). Kalau anaknya empat, berarti korbannya enam orang (suami, isteri, 4 orang anak).

      Kalau tidak punya anak korbannya dua (suami dan isteri). Maaf, sudah cerai (nikahnya mati), lalu menikah lagi dengan yang lain (berzinah), maka menjadi busuk. Kalau sudah busuk, bisa berulat sampai binasa. Korban perang dunia I dan korban perang dunia II bisa dihitung. Bisa dipelajari di sejarah, dihitung ad berapa jenderal yang mati? Ini bisa lengkap. Teapi korban nikah yang tawar, pahit getir, hancur tidak ada yang bisa menghitung.

      Bagi kaum muda, kalau mau masuk dalam nikah harus sungguh-sungguh. Yang sudah menikah juga harus bersungguh-sungguh. Perbaikilah telinga dan mata! Kalau merasa hidup sudah sulit, perbaiki telinga dan mata. Kalau nikah sudah goyah, tawar, sudah mengarah ke pahit; tidak ada kebahagiaan, sering cekcok, sering terjadi pertengkaran, perbaikilah telinga dan mata. Telinga dengar-dengaran kepada Firman penggembalaan dan mata bisa melihat Firman yang tajam, kembali kepada penyucian dan pelayanan yang benar. Mari kita melayani di bidang apa saja.


    Jangan dibalik, melayani supaya bisa menjadi suci, bertobat, ini salah! Jadi harus suci terlebi dahulu (mata dapat memandang pedang penyucian), baru setelah itu dapat memandang ladang TUHAN. Disitulah TUHAN mengkhususkan kita untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh yang sempurna. TUHAN juga memperlengkapi kuasa penciptaan dari tidak ada menjadi ada; dari tidak ada ikan menjadi ada ikan. Secara materi, kita nanti membutuhkan banyak untuk di Empire Palace, sesudah itu dua bulan bulan kemudian di Malang. Besok saya berangkat ke Medan, Riau, nanti bulan September dua kali ibadah kunjungan dalam sebulan, berapa biaya yang dibutuhkan? Inilah dari tidak ada ikan, menjadi banyak ikan.

    Setelah itu dilanjutkan, dari tidak ada anggur, menjadi banyak anggur, sebab banyak nikah-nikah yang harus ditolong hari-hari ini. Semoga kita dapat mengerti.

    Biarlah kita dipakai khusus oleh TUHAN dalam pembangunan Tubuh Kristus untuk menolong nikah-nikah yang tawar, pahit, najis yang menuju kepada Babel. TUHAN dapat menolong, memulihkan nikah-nikah kita, sampai mencapai pesta nikah Anak Domba ALLAH jika TUHAN YESUS datang kembali ke dua kali. Jadi sekali lagi, kita menikah bukan hanya sampai di bumi, tetapi kita menikah sampai nanti TUHAN datang kembali. Inilah pintu keluar kita! Pintu masuk kita lewat pernikahan Adam dan Hawa (kitab Kejadian), sehingga lahirlah manusia-manusia. Ayah dan ibu kita menikah, lalu lahirlah kita di dunia ini. Jadi pintu masuk kita ke dunia lewat pernikahan yang jasmani. Tidak selamanya kita berada di dunia, sebab dunia ini akan kiamat (hancur) dan kita harus keluar dari dunia ini. Pintu keluar kita dari dunia ini adalah lewat pesta nikah Anak Domba = nikah yang rohani antara Kristus dengan sidang jemaat.

    Oleh sebab itu jaga nikah kita (pintu masuk sampai pintu keluar). Permulaan nikah, pertengahan nikah, perjalanan nikah, sampai akhir nikah harus terus dijaga kesuciannya dan kesatuan nikahnya, sampai kita masuk perjamuan kawin Anak Domba. Nikah yang sudah hancur perbaikilah telinga dan mata.

    Perbaikilah telinga: dengan mendengar Firman penggembalaan sehingga kita dapat tergembala sampai berada di Tangan Gembala.

    Perbaikilah mata: lihatlah pedang Firman, sehingga mengalami penyucian => 'apa yang salah harus disucikan' Lihatlah ladang TUHAN, layani sungguh-sungguh, maka disitulah ada kuasa penciptaan TUHAN. Sekalipun sudah tidak ada anggur, bahkan sudah pahit seperti 'temu ireng', 'sambiroto' (seperti kopi, tetapi pahitnya luar biasa), maka bisa menjadi ada anggur yang manis. Dua indera (telinga dan mata) ini saja yang diperbaiki! Kalau anak-anak merasa hidupnya pahit getir, dalam kegagalan, perbaikilah telinga dan mata. Silahkan belajar dan kuliah dengan sungguh-sungguh, itu harus! Tetapi lebih dari itu perbaikilah telinga dan mata. Kuasa penciptaan TUHAN mampu menolong kita.

    Pembaharuan indera satu lagi, sekarang ini kita tidak membahas sampai lima indera, tetapi hanya tiga indera saja.


  3. Yohanes 10: 35, 36,
    35. Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
    36. masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

    Ay 36 => 'Karena Aku telah berkata' => ini menunjuk mulut.
    Yohanes 10 => tentang pembaharuan panca indera, tetapi malam ini kita membahas tiga indera saja.

    Yang ketiga: mulut dibaharui.
    Jika telinga tidak dibaharui, otomatis mata dan mulut tidak akan dibaharui, jika dilangsungkan ke mulut; kalau telinga tidak mau dibaharui (tidak dengar-dengaran), maka mulut tidak akan dibaharui, sehingga terkena penyakit tuli (telinganya tidak baik) dan bisu (mulutnya tidak baik) = penyakit ayan secara rohani. Hati-hati, dengan telinga dan mulut!

    Markus 9: 21, 22, 25,
    21. Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
    22. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
    25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Ay 21 => "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" => jika dibaca dari awal, itu penyakit ayan (kejang-kejang tubuhnya). Sekarang menunjuk ayan rohani.
    'Jawabnya: "Sejak masa kecilnya' => sejak kecil sudah terkena ayan.

    Ay 25 => 'Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli' => bisu mulutnya dan tuli telinganya. Jika telinga tidak bisa diperbaiki, maka mulut juga tidak bisa diperbaiki. Akhirnya terkena tuli dan bisu (ayan). Maaf, kalau dalam terjemahan lama 'ayan' itu adalah gila babi. Ini mengerikan sekali! Babi saja sudah mengerikan (najis), apalagi kalau gila babi. Inilah penyakit gila babi, karena tuli dan bisu.

    Jadi penyakit ayan/gila babi/tuli-bisu bisa menyerang sejak kecil (anak-anak), remaja muda, sampai yang tua, (maaf) bahkan yang sehat dan yang cacat juga diserang semuanya, hamba TUHAN atau bukan hamba TUHAN juga diserang. Maaf, pemberitaan di televisi dihari-hari ini, anak kecil sudah hancur-hancuran semuanya. Sekarang ini, anak sekolah dasar sudah berbuat yang tidak baik. Anak-anak kecil diperhatikan, bawalah ke sekolah Minggu. Remaja muda diperhatikan, supaya sungguh-sungguh dalam ibadah. Kalau saudara sudah diberkati oleh TUHAN, mulai masuk masa pacaran dll, perhatikan! Masa-masa pacaran adalah masa-masa diisi oleh Firman, masa-masa aktif dalam ibadah, sebab gila babi menyerang dan sangat berbahaya. Demikian juga yang sudah menikah, kalau air anggurnya habis, akan diserang. Jagalah semuanya!

    Markus 9: 18, Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."

    Ciri-ciri penyakit gila babi/penyakit ayan/penyakit tuli-bisu:


    • 'mulutnya berbusa', artinya perkataan-perkataan yang kotor, jahat, najis, mulai dari dusta. Kalau kehidupan Kristen, hamba TUHAN sudah mulai berdusta, itu sudah berbahaya! Nanti yang kotor, najis bisa masuk disitu. Pertahankan, jangan sampai ada dusta! Dusta merupakan pintu masuk semua yang kotor dan najis.

      Jika sudah tidak berdusta, berarti menutup pintu (pintu mulut) terhadap yang jahat dan najis. Tetapi jika sudah berdusta, berarti pintunya terbuka lebar. Mari, kita mohon kepada TUHAN. Dalam Yakobus 3 'kalau tidak salah dalam perkataan, maka seluruh tubuh juga tidak ada salah' Jika perkataannya najis, maka seluruh tubuh najis, perbuatannya juga najis seperti babi (maaf) = melakukan puncaknya dosa:


      1. dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
      2. dosa kawin mengawinkan: (maaf) dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), nikah yang salah.


      Ini seperti babi masuk ke kubangan, mau diapakan juga, kembali lagi ke kubangan (berkecimpung dalam dosa). Telinga dan mulut menentukan nasib kita, kalau tidak baik, bisa terkena gila babi. Telinga dan mata menentukan nikah kita. Saya bersyukur, TUHAN berikan pelajaran tentang panca indera. Ini penentu hidup kita! Semoga kita bisa mengerti.


    • 'roh itu membantingkannya ke tanah' (kalau dibanting ke tanah pasti sakit) = penderitaan secara lahir atau penderitaan secara jasmani. Penyakit gila babi membuat kita menderita secara jasmani.


    • 'giginya bekertakan' = penderitaan batin atau penderitaan secara rohani (dalam nikah menderita). Semoga kita dapat mengerti.


    • 'tubuhnya menjadi kejang' (kalau kejang itu kaku sekali) = benar-benar keras hati. Kalau penyakit gila babi sudah merasuk seseorang, akan terjadi kejang. Maaf, saya dulu punya teman sepak bola, saat bermain bola, tiba-tiba tubuhnya kejang, mulutnya berbusa, tangannya tidak bisa dibuka. Keras hati artinya sudah tidak bisa dinasehati lagi => 'itu salah, jangan dilakukan' Tetap kejang (mengamuk), itulah roh gila babi. Kaum muda kalau sering kejang (keras hati), itu terkena penyakit gila babi. Jangan ikut-ikut kejang (keras hati)! Semoga kita dapat mengerti.


    Kalau sudah keras hati (tidak bisa dinasehati) ini sungguh-sungguh berbahaya! Seperti firaun yang keras hati, tinggal menunggu hukuman saja. Firaun tidak mau mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir, supaya bisa beribadah, akhirnya dihukum satu kali, dua kali, tiga kali, sampai habis-habisan. Ini benar-benar mengerikan! Jika panca indera tidak disinari sinar kemuliaan, setan bisa melahap semuanya, sampai hancur-hancuran. Sekarang ini TUHAN menolong kita semuanya.

    Filipi 2: 8-11,
    8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Ay 8 => 'taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib' => Dia tidak berdosa, tidak bersalah, tetapi harus taat sampai mati di kayu salib (terkutuk di kayu salib).
    Ay 9 => untuk mendapatkan Nama di atas segala nama, Dia harus taat sampai mati di kayu salib.
    Ay 10 => kegunaan Nama di atas segala nama.

    'segala yang ada di langit' => setan dengan roh jahat dan roh najis = naga merah di langit (Wahyu 12).
    'yang ada di atas bumi' => binatang buas di darat (Wahyu 13) = nabi palsu.
    'yang ada di bawah bumi' => binatang buas dari laut (Wahyu 13: 1) = antikris.

    Ay 11 => "segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan" => mulut kita yang banyak dusta dll, hanya memuji TUHAN (dilepaskan dari rong-rongan setan tritunggal).

    Untuk membaharui mulut kita, YESUS harus taat sampai mati di kayu salib, sehingga Dia mendapatkan Nama di atas segala nama untuk mengalahkan setan tritunggal yang mengikat mulut kita, sampai mulut yang berdusta dll. Mulut ini menentukan semuanya! Mulut kita terlepas dari setan tritunggal dan mulut hanya mengaku YESUS adalah:


    • mulut mengaku dosa,
    • bersaksi,
    • menyembah TUHAN = menyerukan Nama YESUS. Biarlah mulut kita banyak menyerukan Nama YESUS, sebab Nama YESUS dapat melepaskan mulut kita dari ikatan setan tritunggal yang membuat mulut berdusta, pahit, saling memfitnah, saling mencaci dll. Semoga kita dapat mengerti.


    Jika telinga dan mata sudah baik, ada kuasa penciptaan (ada air anggur, menjadi ada ikan, terjadi keajaiban). Jika telinga baik, mulut baik, maka semuanya menjadi baik.

    Markus 7: 37, Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Ay 37 => 'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata' => Jika telinga baik, mulut baik, maka semuanya menjadi baik.

    Jika telinga dan mulut kita baik, maka:


    • TUHAN menjadikan semuanya baik pada waktu-Nya (masa depan yang baik),
    • TUHAN menjadikan semuanya berhasil dan indah pada waktu-Nya (masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya). Tadi, kalau telinga dan mata baik, hidup menjadi manis, nikah menjadi manis (karena ada air anggur). Kalau harta banyak dll, belum tentu hidup dan nikah menjadi manis! Saya dulu bekerja sebagai guru di sekolah menengah atas di Surabaya. Banyak murid-murid saya yang kaya-kaya, mereka curhat mengeluh ini dan itu.Tidak salah kalau kaya, tetapi kekayaan belum tentu membuat manis. Tetapi kalau telinga dan mata baik, pasti manis (air anggur selalu tersedia).


    • sampai, satu waktu mulut tidak bersalah lagi dalam perkataan, berarti menjadi sempurna seperti YESUS.
      Yakobus 3: 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Ay 2 => 'barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna' => kalau lidah tidak salah dalam perkataan, berarti menjadi sempurna.

      'yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya' => seluruh tubuhnya juga sempurna.

      Banyak kesalahan dari ujung rambut sampai kaki, tetapi yang paling banyak salah adalah lidah, sampai tidurpun lidah bisa salah. Kadang-kadang kita bermimpi memaki-maki orang. Satu waktu jika TUHAN YESUS datang kembali, mulut kita diubahkan menjadi tidak salah dalam perkataan, kita menjadi sempurna seperti Dia, menjadi Mempelai Wanita yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan permai. Hanya terdengar sorak sorai 'Haleluya', tidak ada lagi yang berkata => 'hai kamu darimana, apa kamu' Tidak ada! Dari suku apapun, bangsa apapun, gereja apapun, semuanya menjadi satu dan bersorak 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan yang permai. Sementara yang ketinggalan di bawah (yang panca inderanya rusak) mengerang, berteriak kesakitan dan menghujat TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Mari sekarang ini, jaga telinga, mata dan mulut, sebab itu menentukan nasib kehidupan kita semuanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top