English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Mei 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 01 Juli 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 20 Januari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 19 Agustus 2013)
Tayang: 27 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Agustus 2007)
Tayang: 19 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 04 Juni 2007)
Tayang: 07 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 05 Mei 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 01 November 2015

Kita kembali pada tema kita yang terdapat di dalam kitab Wahyu 1: 16.
ini tentang empat Penampilan/Wujud/kenyataan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan:
Ay13, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar ('Dia berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dadanya berlilitkan ikat pinggang').
Ay 14, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja.
Ay 15, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Hakim Yang Adil ('kaki-Nya mengkilat bagaikan tembaga yang membara dalam perapian').
Ay 16, penampilan dari Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Surga (Kepala).

Wahyu 1: 16, Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Penampilan YESUS sebagai Mempelai Laki-laki Surga ditandai dengan:

  1. 'di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang' Ini sudah diterangkan.
  2. 'dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua' Ini sudah diterangkan.
  3. 'wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik'

Inilah yang sedang kita pelajari. Wajah YESUS sebagai Mempelai Pria Surga bersinar-sinar bagaikan matahari terik (menyinarkan sinar kemuliaan). Ini pernah didemonstrasikan oleh TUHAN YESUS diatas gunung yang tinggi, bersama dengan Petrus, Yakobus dan Yohanes. Itu juga menunjuk kepada doa penyembahan.

Jadi, dalam doa penyembahan yang benar, kita dapat melihat Wajah YESUS yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik (Wajah YESUS menyinarkan sinar kemuliaan), sehingga kita mengalami pembaharuan (keubahan hidup) dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Pembaharuan dimulai dari panca indera dan pada wajah, terdapat lima indera. Pembaharuan panca indera, ada kaitannya dengan pembangunan tabernakel (jaman Musa) = pembangunan bait ALLAH = pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, Mempelai Wanita TUHAN (pembangunan bait ALLAH yang rohani atau tabernakel yang rohani).

Keluaran 25: 1-7,
1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
3. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;
4. kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
5. kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga;
6. minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
7. permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.

Keluaran 25 ini berbicara tentang pembangunan tabernakel.
Keluaran 25: 1-6 => bahan-bahan untuk pembangunan tabernakel.

Ay 2 => 'dari setiap orang yang terdorong hatinya' => rela hatinya.
Ay 3 => 'emas, perak, tembaga' => logam.
Ay 6 => 'rempah-rempah' => semuanyaberasal dari tumbuh-tumbuhan.
Ay 7 => 'permata krisopras dan permata tatahan' => dari permata (batu-batuan).

Bahan-bahan untuk pembangunan tabernakel, dibagi menjadi lima kelompok (menunjuk panca indera):

  1. Logam (emas, perak, tembaga), untuk rangka dari tabernakel (seperti rumah ada rangka-rangkanya). Ini menunjuk pendirian yang teguh = pengakuan iman yang teguh. Mengaku itu menunjuk indera mulut. Jadi dalam pembangunan tabernakel, mulut juga dilibatkan.

    Roma 10: 9, 10,
    9. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
    10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

    Mulut mengaku dan percaya kepada YESUS. Itulah pengakuan iman yang teguh.


  2. Tumbuh-tumbuhan, terutama rempah-rempah. Ini dapat dipelajari dalam Keluaran 30, tentang rempah-rempah untuk persembahan ukupan (ukupan yang kudus), dupa, minyak urapan; ada getah damar, kulit lokan, getah rasamala. Semuanya berasal dari tumbuh-tumbuhan, terutama rempah-rempah yang berbau harum. Bau harum ini dicium, jadi menunjuk alat indera hidung (mencium bau harum). Jadi hidung ini, juga ada kaitannya dengan pembangunan tabernakel. Jangan mencium bau busuk, melainkan cium bau harum (rempah-rempah).


  3. Dari binatang (kulit domba jantan yang diwarnai merah, bulu kambing dll). Kulit ini menunjuk indera peraba (ibadah yang lalu, kita membahas kulit atau indera peraba).


  4. Batu-batuan (permata dll). Permata ini banyak dipasang ditelinga.
    Amsal 25: 12, Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

    Ay 12 => Seperti anting-anting emas berpautan dengan kalung yang dari emas, demikian telinga yang suka mendengar berpautan dengan penegur yang berbudi (dalam terjemahan lama).

    Batu permata berada di telinga. Ini menunjuk indera telinga yang dengar-dengaran (telinga yang dengar-dengaran diberikan anting-anting batu kencana atau batu permata).


  5. Warna-warna (kain ungu dll). Warna-warna ini diambil dari kerang-kerangan (kerang yang ditumbuk, sehingga mengeluarkan warna). Warna (pigmen) itu bisa dilihat dengan mata. Jadi ini menunjuk indera mata.

Jadi pembaharuan panca indera ada kaitannya dengan pembangunan tabernakel = pembangunan bait ALLAH = pembangunan Tubuh Kristus Yang sempurna (Mempelai Wanita Surga).

Mari, sekarang kita belajar pembaharuan panca indera yang dikaitkan dengan pembangunan tabernakel:

  1. Pembaharuan mata.
    Markus 13: 1, 2,
    1. Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: "Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!"
    2. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."

    Markus 13 ini, berbicara tentang bait ALLAH yang akan diruntuhkan. (lebih baik memakai istilah direnovasi, jangan diruntuhkan). Pembaharuan panca indera = pembangunan bait ALLAH = merenovasi (memperbaiki) bait ALLAH yang sudah mau runtuh. Kalau panca indera tidak dibaharui (mulut berdusta, telinga mendengar gosip, mata memandang yang tidak baik, perasaan suka tersinggung) = bait ALLAH yang runtuh.

    Ay 1 => 'Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu' => bait ALLAH yang jasmani.
    'betapa megahnya gedung-gedung itu!' => seringkali kali yang dilihat oleh mata hanyalah kokoh, megah, kaya, hebat, besar (gereja besar) dsbnya. Inilah yang dilihat oleh mata! Kalau hanya melihat demikian, dapat runtuh.

    Ay 2 => 'Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini?' => lihat = menunjuk indera mata. Sebab itu mata harus dibaharui.
    'Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan." => ternyata bait ALLAH jasmani yang akan diruntuhkan.

    Jika mata kita hanya tertuju kepada perkara jasmani (mata daging), maka kerohanian kita akan runtuh (iman kita akan gugur). Memandang perkara jasmani seperti gereja besar, uang banyak, orang hebat, keluarga dll. Mari, pada kesempatan sekarang ini biarlah terjadi pembaharuan mata. Mata yang sudah dibaharui adalah mata yang tertuju untuk memperhatikan Firman nubuat.

    2 Petrus 1: 19, Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Ay 19 => 'firman yang telah disampaikan oleh para nabi' => Firman nubuat.
    'bintang timur' => Pribadi YESUS sebagai Mempelai Pria Surga (Bintang Timur Yang gilang gemilang).

    Firman nubuat adalah Firman yang menyatakan sesuatu yang belum terjadi, tetapi pasti terjadi terutama tentang kedatangan YESUS ke dua kali dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala raja, Mempelai Pria Surga di awan-awan yang permai untuk menyucikan kita, sampai sempurna seperti Dia. Ini disebut juga Kabar Mempelai = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 3-4).

    Firman penginjilan (kabar baik) adalah Firman yang memberitakan tentang kedatangan YESUS pertama kali ke dunia, mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ini sudah terjadi dua ribu tahun yang lalu! Sedangkan Kabar Mempelai belum terjadi, tetapi pasti akan terjadi (nubuat).

    Jika mata tertuju pada Kabar Mempelai, hasilnya adalah


    • Firman nubuat (Kabar Mempelai) akan bersinar di dalam hati kita = menerangi hati yang gelap, sehingga mulai timbul sinar pelita di dalam hati kita yang dipancarkan keluar lewat perkataan perbuatan yang benar dan baik. Semoga kita dapat mengerti ini.


    • sinar kemuliaan ini (sinar yang dipancarkan keluar) semakin hari, semakin membesar untuk menampilkan kita sebagai (Matius 5):


      1. pelita di dalam rumah tangga. Suami, isteri menjadi pelita.
      2. terang di depan orang banyak (lebih besar dari rumah tangga): di lingkungan kita, di sekolah, di kantor, di gereja, dimana saja.


      3. sampai menampilkan kita menjadi terang dunia = Bintang Timur Yang gilang gemilang = kehidupan yang sempurna, sama mulia dengan YESUS sebagai Mempelai Pria Surga, itulah Mempelai Wanita Surga Yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya yang ke dua kali.


    Begitulah keubahan yang terjadi sedikit demi sedikit. Sekarang, mata kita harus tertuju pada cahaya atau kilat (Kabar Mempelai), sebab kita sudah menerima Firman penginjilan (YESUS sudah mati untuk menyelamatkan kita). Kita sudah selamat, sekarang mau kemana? Kita yang sudah percaya YESUS dan diselamatkan, kalau mata hanya tertuju pada gereja besar, uang yang banyak, pendetanya begini begitu, nanti akan runtuh. Sebab itu, mata kita harus tertuju kepada Firman nubuat. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika, panca inderanya tidak diperbaharui, maka bait ALLAH akan runtuh (runtuh kerohanian kita). Tetapi jika dibaharui, itu bagaikan membangun bait ALLAH. Yang sudah agak goyah, agak runtuh, mari dibangun (direnovasi) menjadi bait ALLAH, sampai sempurna.


  2. Pembaharuan telinga.
    Markus 13: 7, Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

    Ay 7 => 'apabila kamu mendengar' => menunjuk indera telinga.
    Jika telinga tidak dibaharui (telinga daging), maka suka mendengar deru perang (gosip-gosip yang tidak benar, kabar yang menimbulkan peperangan, sehingga terjadi perang saudara, perang dalam gereja, peperangan antar gereja dll dan tidak ada damai sejahtera. Telinga yang dibaharui adalah telinga yang suka mendengar Firman pengajaran yang benar sampai taat dengar-dengaran. Telinga ini ada dua; telinga ke-1 untuk mendengarkan Firman dan telinga ke-2 untuk dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.

    Kita belajar kejadian yang terjadi di taman Eden. Tuhan berkata => 'semua buah pohon di taman, boleh kau makan buahnya, kecuali satu', tetapi Adam dan Hawa justru memakan satu buah yang dilarang oleh TUHAN (tidak taat). Hati-hati! Jika tidak taat kepada pengajaran yang benar, itu bagaikan mengubah suasana Firdaus menjadi suasana kutukan. Suasana kutukan yaitu sengsara, susah payah, air mata, penderitaan, jika dibiarkan saja, akan sampai kepada kebinasaan. Orang tua surgawi Yang tidak kelihatan (YESUS) itulah Firman.

    Orang tua rohani adalah gembala. Orang tua jasmani yaitu orang tua kita di rumah. Jangan sampai tidak taat, sebab akan menimbulkan kutukan!

    Jika telinga sudah diperbaharui (direnovasi), akan menjadi taat dengar-dengaran kepada Firman (sekalipun kelihatannya terkutuk), itu bagaikan mengubah suasana kutukan menjadi suasana firdaus (membuka pintu firdaus). Contohnya: seperti YESUS taat sampai mati, bahkan sampai mati terkutuk di kayu salib, tetapi itu membuka pintu Firdaus. Penjahat saja dapat diselamatkan => 'hari ini engkau bersama dengan Aku di Firdaus' Jika pintu Firdaus dibukakan (lewat ketaatan), berarti pintu-pintu di dunia juga terbuka. Semoga kita dapat mengerti.

    Jika dua indera dibaharui (mata dan telinga), itulah kehidupan yang tergembala. Jika mata tidak lagi melihat yang jasmani dan telinga tidak lagi mendengarkan suara gosip, suara lain dll (bisa mendengarkan Firman yang baik), maka kita dapat tergembala.

    Lukas 2: 20, Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

    Ay 20 => 'yang mereka dengar' => telinga.
    'dan mereka lihat' => mata.

    Kalau mata dapat melihat Firman pengajaran yang benar dan telinga mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar, maka kehidupan itu dapat tergembala dengan benar dan baik. Saat gembala-gembala bertemu dengan malaikat, lalu mendengar suara => 'pergi kesana, ke kandang Betlehem, disana akan lahir Raja (YESUS)' Setelah mendengar, mereka pergi kesana (taat), lalu mereka melihat => 'oh, benar terjadi (cocok)' Jadi pengalaman mendengar dan melihat merupakan pengalaman seorang gembala (kehidupan yang tergembala). Jika tergembala,akan ada perlindungan TUHAN terhadap suasana Sodom dan Gomora di dunia akhir zaman ini, sehingga tidak stress, tetapi akan mengalami damai sejahtera.

    2 Petrus 2: 7, 8,
    7. tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
    8. sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--

    Ay 7, 8 => di dunia ini, dua indera kita menderita, karena melihat dan mendengar Sodom dan Gomora. Apalagi sekarang, hal ini dibuka begitu dahsyat. Kalau tidak tergembala (tidak mau mendengar Firman penggembalaan), maka akan mendengar berita yang menakutkan, berita yang najis, ini akan menyiksa kita. Tinggal pilih salah satu dari dua ini!

    Jika kita tergembala (telinga mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar dan mata dapat melihat Firman pengajaran), kita menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.

    Hasilnya adalah


    • Jiwa kita menjadi tenang dan damai sejahtera (kita mengalami ketenangan, damai sejahtera dari surga). Sementara keadaan di dunia ini sudah seperti Sodom dan Gomora; yang didengar jahat, najis, kacau, lama-lama tersiksa => 'Dollar begini, ekonomi begini, yang najis dan jahat' Tetapi kalau tergembala, maka di situ kita akan dilindungi (mendapatkan damai sejahtera, ketenangan dari surga). Dunia goncang, tetapi di surga tidak pernah goncang.


    • Kita mengalami perlindungan dari keadaan dunia akhir zaman, yaitu dari puncaknya dosa (dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan) dan dari hukuman ALLAH yang akan jatuh atas dunia. Dua indera (mata dan telinga) ini penting sekali, mari kita memohon kepada TUHAN supaya dibaharui. Saudara mungkin sudah banyak mendengar dan melihat, baik di kantor dll => 'mengapa begini ya'? imbangilah dengan mendengarkan Firman di gereja. Nanti, kita akan mengalami kedamaian dan ketenangan (tidak goncang).


    Pembaharuan panca indera = pembangunan tabernakel = pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita Surga). Tetapi kalau panca inderanya daging, maka bait ALLAH akan runtuh = kerohanian runtuh = iman kita gugur dan hancur = kebenaran dan kesucian juga akan runtuh. Jadi, semuanya tergantung dari panca indera.


  3. Pembaharuan mulut.
    Markus 13: 11, Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.

    Ay 11 => 'Dan jika kamu digiring dan diserahkan' => ini oleh antikristus (menolak Kristus).
    'janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan' => menunjuk indera mulut.

    Kalau mulut belum dibaharui (mulut daging), nanti berkata dusta (kalau dalam keadaan terjepit, akan berkata berdusta). Kalau nanti digiring dan diserahkan ('jika kamu digiring dan diserahkan'), bisa gawat! Sekarang saja kalau terjepit soal ekonomi; dalam berjualan mengatakan => 'saya rugi, padahal sudah untung' Inilah mulut daging yang banyak berdusta, banyak berdalih. Mulut yang dibaharui adalah perkataan-perkataan yang benar dan baik (tidak ada dusta lagi).

    Efesus 4: 25, 29, 30,
    25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
    30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

    Perkataan yang dibaharui = mulut yang diurapi oleh Roh Kudus, yaitu akan menghasilkan:


    • perkataan benar: tidak ada dusta = jujur => 'kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak' Jujur ini terutama soal pengajaran yang benar atau soal Pribadi TUHAN (ini diulang-ulang terus). Mulai dari pintu gerbang sampai dengan tabut perjanjian harus benar (tidak boleh tidak benar). Kalau ada satu yang tidak benar => 'hanya soal iman tidak cocok' Kalau pintu gerbangnya lain, berarti arah masuknya sudah lain. Jangan pernah mengatakan berbeda 'sedikit saja'! Pelajaran tentang iman, dalam Roma 10: 17 'iman berasal dari mendengarkan Firman' Contohnya seperti Abraham: Abraham diperintahkan pergi oleh TUHAN, ia pergi sekalipun tidak tahu negara yang harus dituju. Sekarang ini diajarkan imannya Tomas (iman karena melihat). Jadi harus melihat dahulu. Padahal TUHAN mengatakan => 'Tomas, kamu percaya karena melihat, berbahagialah yang percaya tapi tidak melihat' Sekalipun hanya berbeda sedikit saja, pintu gerbang kuncinya berbeda => 'yang satu gemboknya panjang, yang satunya lagi gemboknya pendek' Maka masuk rumahnya sudah lain. Kita jangan berspekulasi di dalam kerajaan surga! Ini bukan kebenaran sendiri => 'ini kebenaran sendiri, hanya beda sedikit saja, tidak apa-apa' Tidak bisa! Dalam tabernakel tidak boleh berbeda. Kalau berbeda, pasti lain arahnya, sebab itu hati-hati. Hari-hari ini, kita harus jujur soal pengajaran. Jika sama-sama benar (pengajaran sama-sama berdasarkan alkitab, tidak menyimpang sedikitpun, baik tentang iman, baptisan air, baptisan Roh Kudus, nikah), nanti akan menjadi satu, wajar dan pasti akan bertemu. Tidak perlu dipukul, dikasari, dipaksa, dibujuk, tidak perlu! Nanti pasti bertemu. Benar dengan benar, pasti bertemu. Sedangkan, benar dengan salah (biarpun hanya berbeda sedikit saja), tidak pernah dapat bertemu. Salah dengan salah juga akan bertemu. Dalam fellowship itu ada dua. Yaitu fellowship mulai dari nikah (nikah ada dua), penggembalaan ada dua, antar penggembalaan seperti nanti di Empire Palace juga ada dua, yaitu benar dengan benar atau salah dengan salah. Hanya itu saja, itu sebabnya kita jangan salah pilih! Ini bukan berarti kita saja yang paling benar, tidak! Mari, periksa di alkitab. Mari, jujur soal pengajaran. Kalau sudah berbeda sedikit saja, jangan! Kalau salah, tetapi bertemu, berarti kita juga akan salah. Kalau benar, tetapi bertemu, berarti kita benar juga. Semoga kita mengerti.


    • ay 29, perkataan yang membangun kerohanian (bukan yang melemahkan) dan membawa kasih karunia TUHAN. Jika mulut diubahkan, maka diurapi Roh Kudus. Tetapi, jika mulutnya daging, maka akan mendukakan Roh Kudus (ayat 30), contohnya: berdusta, fitnah dll. Mendukakan Roh Kudus = menduka citakan Roh Kudus. Jika mendukakan Roh Kudus, maka kehidupan juga akan duka cita dan jika tidak tertolong, maka akan sengsara untuk selama-lamanya). Mulut ini dapat membawa kita ke surga atau ke neraka? Mulut ini sebagai kemudi => 'kemana hidup kita?' Semoga kita dapat mengerti.


    Tentunya, bapak, ibu, saudara juga mempunyai pengalaman dalam hal ini. Dulu saya juga pernah mengalami dan inilah pengalaman yang saya ingat-ingat. Masih bersekolah dengan teman-teman, berbicara-berbicara lalu ada dusta, dan akan ikut-ikutan berdusta. Tadinya memang senang-senang (nilai bagus, bergurau senang), lalu ada perkataan yang tidak baik, dusta, tahu-tahu seperti ada yang merosot (menurun). Saya berlari kebelakan dan masuk ke kamar mandi), saya tahu => 'ada dusta'. Langsung minta ampun, kalau tidak, dapat menduka citakan Roh.Kudus dan kalau menduka citakan Roh.Kudus dilanjutkan, bisa sengsara. Jika sengsara dilanjutkan, sengsara selama-lamanya dan binasa. Ini tidak main-main (serius)! Mari, mulut mau diurapi Roh Kudus (dibaharui) atau mulut mendukakan Roh Kudus. TUHAN akan tolong kita. Semoga kita dapat mengerti.


  4. Pembaharuan hidung.
    Markus 13: 18-20,
    18. Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin.
    19. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
    20. Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

    Ay 18 => 'Berdoalah' => Berdoa = menyembah. Ini menunjuk indera hidung atau penciuman ('mencium bau dupa').

    Hidung tidak dibaharui (hidung daging) = mencium bau busuk (gosip-gosip) atau bau kematian (kematian rohani sampai kematian ke dua di neraka). Jangan sampai kita mencium bau-bau yang mematikan kerohanian kita (membuat kering kerohanian kita), sampai kematian ke dua di neraka. Hidung dibaharui adalah gemar menyembah TUHAN ('mencium bau dupa') dalam penyembahan yang benar = penyembahan dengan 'Haleluya', yaitu menyembah YESUS sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga.

    Wahyu 19: 6, 7,
    6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Ay 6 => 'katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja' => Dia sebagai Raja.
    Ay 7 => 'Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia' => Dia juga sebagai Mempelai Pria Surga.

    Penyembahan yang benar dimulai dari:


    • penyembahan secara pribadi,
    • kemudian ditingkatkan secara berkeluarga (dalam nikah), kemudian ditingkatkan lagi berjemaah (dalam penggembalaan),
    • lalu antar penggembalaan,
    • sampai penyembahan satu Tubuh Kristus yang sempurna (Wah 19: 6-7), Mempelai Wanita Surga di awan-awan yang permai. Dari empat penjuru bumi dengan bahasa apapun, dari bangsa manapun (bangsa Israel, bangsa kafir), suku manapun, menjadi satu bahasa yaitu 'Haleluya' Baik yang sudah meninggal dunia (kekasih-kekasih kita yang sudah mati terlebih dahulu di dalam TUHAN) dan yang masih hidup akan menjadi satu kembali.sampai menyembah dengan 'Haleluya' di takhta surga untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.


    Biarlah kita gemar menyembah TUHAN. Jangan menyembah dengan terpaksa! Kalau sekarang menyembah TUHAN dengan terpaksa, berarti hidungnya agak mampet (flu, agak rusak atau sakit hidungnya). Kalau hidungnya rusak (terkena flu), mau bernafas juga sulit (sampai suara nafasnya terdengar). Sekarang ini, biarlah hidungnya direnovasi (dibaharui), sehingga dapat mencium bau dupa (bisa menyembah TUHAN). Jika menyembah TUHAN dengan terpaksa atau dipaksa, maka satu waktu kita akan dipaksa untuk menyembah antikris. Mari, gemar, bahagia (dengan kerelaan hati) dalam menyembah TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Penyembahan yang benar (menyembah TUHAN) adalah


    • proses perobekan daging supaya menghasilkan bau harum = menjadi berkat bagi orang lain.
    • perobekan daging supaya kita menerima kasih ALLAH bagaikan matahari yang disinarkan (supaya terus terasa hangat). Tadi di Markus 13, terjadi musim dingin ('berdoalah supaya jangan terjadi pada musim dingin'). Penyelesaian pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (pembangunan bait ALLAH) terjadi pada musim dingin. Oleh sebab itu kita membutuhkan kasih ALLAH. Kasih ALLAH sangat dibutuhkan untuk menghadapi musim dingin rohani. Kalau sudah musim dingin, maka kedurhakaan akan meningkat.


    Matius 24: 12, Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Kalau masuk musim dingin rohani (tanpa kasih), maka kedurhakaan akan meningkat = hamba TUHAN, anak TUHAN, pelayan TUHAN menjadi durhaka kepada TUHAN, durhaka dalam rumah tangga, durhaka dalam segala hal, sampai puncaknya kedurhakaan antikris.

    Ada dua kemungkinan pada masa kedurhakaan antikris:


    • menjadi mangsa dari antikris (kehidupan yang tidak mau menyembah antikris). Disiksa sampai dipancung kepalanya, tetapi dia akan dibangkitkan oleh TUHAN (diselamatkan) untuk menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Inilah kemungkinan pertama, tetapi bisa juga tidak kuat.


    • menyembah antikris: menjadi sama dengan antikris, menjadi penyiksa anak TUHAN, hamba TUHAN lain yang ketinggalan pada zaman antikris. Jika menyembah antikris, nanti akan dibinasakan oleh TUHAN pada saat kedatangan YESUS yang ke dua kali.


    Contoh kedurhakaan:


    • durhaka kepada TUHAN: tidak taat, tidak setia, berbuat dosa. Kedurhakaan ini akan meningkat, jika tidak ada kasih.
    • durhaka di dalam rumah tangga: suami durhaka, isteri durhaka, anak durhaka,
    • durhaka dalam segala hal,
    • sampai puncaknya nanti yaitu kedurhakaan antikris yang berkuasa selama tiga setengah tahun di bumi.


    Lebih baik sekarang ini penyembahan ditingkatkan (hidung dibaharui), sampai kita mengalami penyembahan yang benar. Proses perobekan daging untuk menghasilkan bau harum dan menjadi berkat bagi orang lain. Itulah orang menyembah! Menyembah itu memberi; menjadi berkat bagi orang lain baik secara jasmani, secara rohani. Bukan malah menjadi beban, menjadi bau busuk!

    Kalau panca indera daging, maka bait ALLAH akan diruntuhkan (tidak dapat menjadi Tubuh Kristus yang sempurna). Kalau panca indera dibaharui, terjadi pembangunan bait ALLAH (pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna). Tinggal pilih! Lima indera (wajah) inilah yang menentukan! Semoga kita dapat mengerti.


  5. Pembaharuan kulit (peraba).
    Markus 13: 21-23,
    21. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
    22. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
    23. Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu."

    Ay 21 => 'jangan kamu percaya' => menunjuk perasaan.
    Ay 22 => 'sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan' => orang pilihan, termasuk orang yang berada diadalam Kabar Mempelai (pengajaran yang benar) juga akan disesatkan.
    Ay 23 => 'Hati-hatilah kamu!' => Camkan! (menunjuk perasaan).

    Kulit atau indera peraba harus dibaharui (diurapi Roh Kudus). Dalam ibadah waktu yang lalu sudah diterangkan secara detail, sekarang ini hanya diulangi sedikit. Jadi kulit harus dibaharui untuk mengantisipasi (menghadapi) si penyesat. Mari baca dalam 1 Yohanes 2, waktu yang lalu sudah dibaca, tidak apa-apa dibaca ulang untuk memantapkan kita.

    1 Yohanes 2: 26, 27,
    26. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
    27. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

    Ay 27 => 'Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain' => sekarang ini tidak perlu pendeta, siapa saja boleh berkhotbah, kumpul-kumpul, lalu ?'siapa yang khotbah' Atau dari mimbar menunjuk => 'kamu khotbah' Tidak perlu pendeta lagi! Bukan itu maksudnya! Ini tentang antikristus (judulnya tentang antikris).

    Nanti antkris itu akan melakukan 'door to door' (maafkan kalau salah menyebut). Jadi kita tidak ada kesempatan untuk bertanya ke sana kemari => 'ini antikris atau bukan?' Tetapi kalau indera peraba kita sudah diurapi, kita akan tahu. Ini sungguh-sungguh, ajaran sesat itu 'door to door' Saya sudah beberapa kali bertemu di Malang, mereka langsung masuk ke gereja, waktu itu memang bukan waktunya kebaktian. Saya waktu itu hanya memakai kaos biasa, mungkin mereka tidak mengira kalau saya pendetanya. Dia hanya berkata => 'pak, saya mau memotret gereja' Saya sudah tahu dia, dari dasinya => 'ada ajaran sesat ini' Lalu saya katakan => 'baik, tetapi tidak boleh bicara ya'. Dijawab => 'ya, hanya foto saja' Sewaktu dia mau berbicara, saya langsung berkata jangan berbicara'. Dia orang bule, tapi dapat berbahasa Indonesia. Akhirnya dia bertanya => 'bapak siapa?' Karena dia hanya bertanya 'bapak siapa?' Saya jawab dengan tegas bahwa 'saya pendetanya' Dia langsung permisi pulang.

    Jadi 'tidak perlu diajar' maksudnya adalah dalam urapan Roh Kudus, kita akan tahu si penyesat dan kita tidak dapat disesatkan (ditipu). Bpk pdt Pong Dongalemba almarhum, guru dan gembala saya, mengatakan => 'satu waktu, tidak perlu berbicara, berjalan saja kita sudah tahu' Kalau indera peraba atau kulit ini sudah tidak ada suara dagingnya dan benar-benar dalam urapan (sudah waktunya TUHAN datang kembali), jalan saja kita sudah tahu. Inilah yang saya tunggu! Semoga kita dapat mengerti.

    Mereka ini memiliki cara yang banyak. Kami di gereja memelihara anak yang bisu tuli, saya sekolahkan di Sekolah Luar Biasa, dikejar sampai di gereja (ada satu orang yang mengejar) => 'saya boleh mengajar ini, pak (dia membawa sesuatu)' ketika saya lihat, saya berkata tidak perlu. Dia menjawab => 'dia tidak bisa ...' Saya jawab => 'bisa, nanti TUHAN yang mengajarkan dia (dia sudah mengerti kalau disuruh)' Saya tahu, ini sudah kesana arahnya. Hati-hati, siapa saja akan dikejar, dan yang dapat menolong kita hanyalah urapan dari Roh.Kudus, sebab di dalam urapan Roh Kudus, kita sudah mengetahui si penyesat dan kita tidak bisa disesatkan (tidak perlu diajar). Apalagi, kalau dia sudah berkhotbah, kita akan lebih mengetahuinya lagi. Inilah perlunya urapan Roh Kudus. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau indera peraba diurapi, kita memiliki perasaan:


    • peka dan tegas untuk menolak ajaran sesat (ajaran palsu, ajaran lain),
    • peka dan tegas untuk berpegang teguh pengajaran yang benar,
    • sampai taat dengar-dengaran.


    Kalau sudah menganggap semua pengajaran sama => 'sama saja, hanya berbeda sedikit' Itu sudah permulaan/awal disesatkan dan urapan sudah runtuh (benteng sudah runtuh). Urapan Roh Kudus = benteng kita. Jika sudah demikian, ajaran palsu akan masuk dalam kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Panca indera sudah dibaharui = pembangunan tabernakel selesai = pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna selesai, maka datanglah awan kemuliaan.

Keluaran 40: 33-38
33. Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,
35. sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.
36. Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.
37. Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.
38. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

Ay 33 => 'Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu' => pekerjaan pembangunan tabernakel selesai.

Ay 34 => 'kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci' => jika sekarang ini kita mengalami pembaharuan panca indera (pembangunan tabernakel selesai), yang datang adalah kemuliaan TUHAN memenuhi kehidupan kita.

Kalau pembangunan tabernakel selesai = kita mengalami pembaharuan panca indera, maka kita akan mengalami awan kemuliaan TUHAN (Shekinah Glory) memenuhi kehidupan kita. Semoga kita mengerti.

Ada tiga aktivitas awan kemuliaan:

  1. Keluaran 40: 37, Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.

    Aktivitas pertama: awan tidak naik = pengalaman kematian. Jadi pengalaman kematian sudah merupakan bagian dari kemuliaan. Kalau tidak ada kematian, maka tidak akan ada kemuliaan. Kalau saat ini kita berada dalam pengalaman kematian (penderitaan) => 'terima kasih TUHAN' Itu sudah bagian dari kemuliaan dan tinggal menunggu kemuliaan. Jangan malah bersungut-sungut!

    Yesaya 30: 14, 15,
    14. seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu kepingpun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
    15. Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

    Ay 14 => sudah tidak berguna sama sekali, hancur-hancuran (kecil-kecil, berkeping-keping).
    Ay 15 => 'Tetapi kamu enggan' => yang benar adalah 'jangan enggan' Jadi jangan menolak pengalaman kematian. Jika menolak pengalaman kematian, tidak akan ada kemuliaan. Perhatikan!! terutama Lempin-El, jangan menuntut => 'kami hamba TUHAN, hamba TUHAN itu harus mulia' Terserah! Yang penting ada tiga aktivitas awan. Memang, kita semuanya mulia dihadapan TUHAN, tetapi ada tiga aktivitas awan. Nomor satu adalah awan tidak naik (pengalaman kematian terlebih dahulu).

    Keadaan orang dalam pengalaman kematian adalah bagaikan tempayan yang hancur (tidak bisa digunakan untuk mencedok api) = sangat tidak berdaya, hancur berkeping-keping, tidak berguna, tidak bisa berbuat apa-apa lagi, semuanya serba salah. Ingat! Jika kita benar, tetapi disalahkan terus (ke kiri salah, ke kanan salah dll), maka kita berbahagia (sebab sudah ada awan kemuliaan, tetapi aktivitasnya masih kematian). Ikutilah dahulu!

    Sikap yang benar dalam pengalaman kematian adalah


    • Diam = berdiam diri, artinya periksa diri (mengoreksi diri) lewat ketajaman pedang Firman, jika ditemukan dosa, maka kita harus mengakui dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi = bertobat.

      Bertobat adalah berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
      Oleh sebab itu dalam pengalaman kematian harus banyak mendengarkan Firman. Dalam pengalaman kematian => 'tidak berdaya sebab sudah hancur-hancuran. Harus berdiam diri, jangan kesana kemari. Rekan hamba TUHAN juga harus berdiam diri. Lempin-El, kalau besok tidak bisa membangun gereja, ini begini dll, jangan kesana kemari, mengharapkan pendeta ini padahal pengajarannya tidak benar => 'pokoknya dapat genteng' Jangan! Justru diam, banyak mendengarkan pengajaran yang benar.

      Bertobat (mengaku dosa) merupakan jalan paling singkat (jalan toll) untuk ditolong oleh TUHAN. Ini istilah dari bpk pdt Totaijs almarhum.


    • Tinggal tenang, artinya menguasai diri supaya tidak berputus asa, tidak kecewa, tidak berharap kepada orang lain, tetapi hanya berharap kepada TUHAN = berdoa kepada TUHAN.

      1 Petrus 4: 7, Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

      Orang yang diam (bertobat) dan tenang (berdoa) = mengulurkan dua tangan kepada TUHAN dan TUHAN mengulurkan ke dua tangan-Nya (awan kemuliaan turun) untuk menolong kita tepat pada waktu-Nya (menyelesaikan masalah yang mustahil tepat pada waktu-Nya). Semoga kita dapat mengerti.


  2. Keluaran 40: 36, Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.

    Ay 36 => awan itu tidak selalu tidak naik, satu waktu pasti akan naik. Waktu awan tidak naik (dalam penderitaan, kesulitan, mustahil), diam tenang, sampai uluran Tangan TUHAN turun (awan turun) untuk menyelesaikan masalah. Sesudah itu awan akan naik.

    Aktivitas kedua: awan sudah naik = pengalaman kebangkitan. Pengalaman kebangkitan itu bukan diukur dengan barang-barang dunia. Banyak kali kita salah, kami sesama hamba TUHAN mengukur gerejanya, sepatunya => 'berapa itu, berapa?' Itu belum tentu kebangkitan. Biarpun miskin dll, tetapi kalau benar, itulah kebangkitan.

    Praktik pengalaman kebangkitan adalah


    • Roma 4: 25, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

      Ay 25 => 'yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita' => mati karena menghapus dosa kita.
      'dibangkitkan karena pembenaran kita' => pengalaman kebangkitan = hidup benar.

      Praktik pertama: hidup benar. Biarpun gereja masih kontrak (belum punya), sederhana dll, tetapi kalau hidup benar itulah kebangkitan. Kalau kaya, tetapi hidup benar, itu juga kebangkitan. Kaya, tetapi tidak benar, itu bukan kebangkitan. Miskin, tetapi benar, itu kebangkitan. Miskin, tetapi tidak benar, itu bukan kebangkitan (tidak mati dan tidak bangkit). Semoga kita dapat mengerti.


    • Kolose 3: 1, 2,
      1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
      2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

      Ay 1 => 'duduk di sebelah kanan Allah' => duduk di sebelah kanan sebagai Imam Besar, itulah kepala dari ibadah pelayanan. 'carilah dahulu' = utamakan ibadah pelayanan = setia dalam ibadab pelayanan.

      Praktik kedua: mengutamakan TUHAN = mengutamakan ibadah pelayanan = setia dalam ibadah pelayanan. Kalau kita belum punya uang, belum punya modal, tidak apa-apa, yang penting benar dahulu, lalu setia dalam ibadah pelayanan. Nanti TUHAN Yang akan menolong.


    Benar dan setia bagaikan berikat pinggang. Kalau kita melayani TUHAN dengan berikat pinggang, nanti TUHAN yang akan bertanggung jawab semuanya.

    Yesaya 11: 5, Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Kalau kita beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar = memakai ikat pinggang. Apa itu?

    Lukas 17: 7, 8,
    7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Ay 7, 8 => hamba yang setia dan benar, setelah pulang dari ladang penggembalaan (terkena panas dll), masuk dalam rumah, kemudian 'mari, makan dan minum' Tidak! Tetapi masak dahulu, supaya tuannya bisa makan dan minum. Sesudah itu kamu boleh makan.

    Kalau kita beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar (memakai ikat pinggang) = memberi makan minum kepada TUHAN = memuaskan hati TUHAN. Itulah kebangkitan (awan sudah naik)!

    TUHAN tidak pernah menipu kita, kalau dapat memuaskan hati TUHAN (awan naik), 'sesudah itu engkau boleh makan minum', artinya


    • urusan makan minum adalah urusannya TUHAN (ada pemeliharaan TUHAN) = kebutuhan-kebutuhan hidup kita, sampai ke anak cucu kita, adalah urusannya TUHAN (bukan urusan kita). Urusan kita hanyalah setia dan benar. Jangan dibalik! Seringkali kita mengurus sesuatu untuk anak cucu, sampai tidak setia dan tidak benar. Ini gawat! Kalau mengurus urusannya TUHAN, itu sombong. Jangan sombong! Misalnya: kalau di kantor kita mengurus urusannya direktur, ada apa ini? Gaji hanya sekian, masa mau mengurus urusan direktur? Urusan TUHAN, biarlah TUHAN yang mengurus. Semoga kita dapat mengerti.


    • TUHAN memberikan kepuasan sejati, yaitu kebahagiaan dari surga, supaya kita tidak mencari kepuasan di dunia, tidak jatuh (tidak terjerat) dalam dosa sampai puncaknya dosa. Semoga kita dapat mengerti.


  3. Keluaran 40: 35, sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.

    Aktivitas ketiga: awan di atas kemah suci = awan kemuliaan (Shekinah Glory) = pengalaman kemuliaan. Kalau sudah mati, bangkit, maka awan itu ada di atas kemah suci.

    Ay 35 => 'sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan' => tidak dapat bergerak. Kalau di dalam bait ALLAH Salomo, sampai tidak dapat berdiri. Itulah awan kemuliaan! Awan kemuliaan itu bukan loncat-loncat, tetapi tidak dapat bergerak, tidak dapat berdiri, ini berarti daging sudah tidak bersuara lagi.

    Jadi, pengalaman kemuliaan adalah keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Keubahan hidup dimulai dari taat sampai daging tidak bersuara lagi (YESUS taat sampai mati di kayu salib) = 'terserah Engkau TUHAN' Contohnya: 'Abraham sembelihlah anakmu' => 'terserah Engkau TUHAN' Dagingnya tak bersuara lagi. 'Sembelihlah anakmu' => 'begini TUHAN, jangan anak yang disembelih, lembu saja, kerbau saja' Itu dagingnya masih bersuara dan belum ada awan kemuliaan.

    Kalau ada awan kemuliaan, Musa tidak dapat bergerak, Salomo tidak dapat berdiri, daging ini sudah tidak ada sama sekali (tidak bersuara lagi). Itulah taat sampai daging tak bersuara lagi = penyerahan sepenuh kepada TUHAN.

    1 Petrus 5: 5, 6,
    5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Ay 5 => 'tunduklah kepada orang-orang yang tua' => tunduk = taat sampai daging tak bersuara.

Kalau lima indera ini sudah dibaharui, kita mempunyai pikiran perasaan seperti YESUS, yaitu taat sampai mati di kayu salib dan kalau kita, adalah taat sampai daging tak bersuara lagi. Lima indera itu terdapat di kepala. Kepala menunjuk pikiran. Indera peraba menunjuk perasaan. Jadi jika mempunyai pikiran perasaan seperti YESUS. Contohnya: Abraham taat untuk menyembelih anaknya, Abraham taat saat diperintahkan pergi => 'terserah Engkau TUHAN'

Hasilnya adalah awan kemuliaan (uluran Tangan TUHAN) meninggikan kita tepat pada waktu-Nya, artinya:

  • diangkat dari kegagalan-kegagalan, sehingga semuanya berhasil, indah dan bahagia pada waktu-Nya. Itulah ditinggikan (dimuliakan)!


  • dipakai oleh TUHAN untuk memberitakan atau menyaksikan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (Kabar Mempelai),
  • dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, dan jika YESUS datang ke dua kali, kita diangkat di awan-awan yang permai, artinya kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Yang sudah meninggal dalam awan kemuliaan (dalam pembaharuan panca indera atau dalam pembangunan tubuh Kristus) nanti akan dibangkitkan juga sampai di awan-awan. Kita yang masih hidup, biarlah terus dibaharui, sampai taat/sampai daging tak bersuara lagi, maka kita akan benar-benar ditinggikan oleh TUHAN.

1 Tesalonika 4: 16-18,
16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
18. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Pada ayat ini jika diperinci, maka: pada saat kedatangan YESUS ke dua kali (bunyi sangkakala yang terakhir) terjadi dua kejadian dahsyat:

  • Mereka yang mati dalam TUHAN/dalam pembaharuan panca indera / dalam pembangunan Tubuh Kristus, akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.
  • Kita yang masih hidup, akan diubahkan dalam sekejap mata dalam tubuh kemuliaan.

Keduanya menjadi satu tubuh yang sempurna untuk menyongsong TUHAN di awan-awan yang permai dan bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Semoga kita dapat mengerti.

Mari, TUHAN akan menolong kita. Biarlah kita merasakan uluran Tangan TUHAN yaitu:

  • Saat pengalaman kematian, mari diam dan tenang, TUHAN akan mengulurkan Tangan-Nya.
  • Saat pengalaman kebangkitan, mari setia dan benar, serahkanlah kepada TUHAN dan Dia akan mengulurkan Tangan-Nya untuk memelihara kita.
  • Dalam pengalaman kemuliaan, kita berubah menjadi taat dengar-dengaran, TUHAN mengulurkan Tangan untuk meninggikan kita, dan


    • kita dibuat berhasil-indah,
    • kita dipakai oleh TUHAN, sampai diangkat di awan-awan yang permai.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top