English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 November 2007)
Tayang: 05 Juli 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 Mei 2014)
Tayang: 01 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 Oktober 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 19 Agustus 2007)
Tayang: 03 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 25 Mei 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 09 Desember 2015

Kita masih membaca di dalam kitab Wahyu 1: 17-20, tetapi sekarang kita akan membaca di dalam ay 17 dan 18,
Wahyu 1: 17-18
17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes tersungkur di bawah Kaki TUHAN (menyembah dengan hancur hati) sehingga rasul Yohanes mengalami jamahan Tangan kanan TUHAN, dan rasul Yohanes menerima:

  1. 'TUHAN berkata: "Jangan takut!' = tidak ada ketakutan lagi (menghapus ketakutan).
  2. 'Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir' = menerima kasih ALLAH.
    'Yang Awal' = kasih mula-mula.
    'Yang Akhir' = kasih Mempelai = kasih yang sempurna = puncak kasih.


  3. 'Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup' = 'Aku Yang mati dan Yang hidup' (sekarang ini kita mempelajari bagian yang ketiga pada ayat 18).

'Aku Yang mati dan Yang hidup' = menerima kuasa kemenangan atas maut. 'Aku Yang mati' menunjuk kematian YESUS di kayu salib, sampai dikuburkan. 'Aku Yang hidup' menunjuk kebangkitan YESUS.

Jadi, YESUS mati dan bangkit untuk menang atas maut (mengalahkan maut), artinya:

  • YESUS memegang kunci maut dan kunci kerajaan maut,
  • YESUS memberikan kepada kita kuasa kemenangan atas maut. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita (seperti rasul Yohanes) mengalami jamahan Tangan kanan TUHAN, maka kita menerima 'Aku Yang mati dan Yang hidup', YESUS menang atas maut (YESUS mengalahkan maut): YESUS memegang kunci maut dan memberikan kepada kita kuasa kemenangan atas maut. Dia sudah menang atas maut, maka kita juga menang atas maut. Rasul Yohanes di buang ke pulau Patmos bukan untuk hancur dll, dia mengalami sengsara, tetapi dapat tersungkur dibawah Kaki TUHAN (menyembah TUHAN dengan hancur hati), sehingga mengalami jamahan Tangan kanan TUHAN.

Bukti bahwa kita menang atas maut:

  1. Ibrani 2: 14-15
    14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
    15. dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

    Ay 14 => jika YESUS mati, bukan berarti Dia sudah kalah, bukan! Justru Dia menang atas maut. Buktinya adalah Dia bangkit. Dia mati, tetapi Dia bangkit (menang atas maut).

    Bukti pertama: kita terlepas dari perhambaan maut atau dosa, sehingga kita selamat dan tidak binasa. YESUS mengalahkan maut, sekaligus Dia melepaskan kita dari perhambaan maut (perhambaan dosa). Maut itu membinasakan. Jika kita terlepas dari perhambaan maut atau dosa, maka kita menjadi kehidupan yang selamat dan tidak binasa untuk selama-lamanya. Mari, sekarang ini merupakan pembuktian bahwa Firman TUHAN bukan hanya teori, tetapi suatu praktik di dalam kehidupan kita. Jika YESUS sudah menang atas maut (memegang kunci kerajaan maut dan dikuasai oleh TUHAN), maka kita juga harus menang atas maut.

    Dosa itu tidak ada yang enak, tidak ada yang membahagiakan, tetapi justru membinasakan. Dosa apa saja, mungkin orang lain mengatakan => bahwa 'narkoba itu enak sekali' Itu tidak benar dan hanya tipuan dari setan. Sebab kita harus terlepas dari perhambaan maut atau dosa, yang mengakitbatkan kebinasaan.

    Proses untuk dapat menjadi kehidupan yang selamat (terlepas dari maut yang membinasakan):


    • Roma 10: 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Proses pertama: iman atau percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman Kristus (Firman yang diurapi oleh Roh Kudus). Ini yang penting! Dalam pemberitaan Firman, baik yang memberitakan ataupun yang mendengarkan harus dalam urapan Roh Kudus (bukan karena kepandaian, pengalaman). Jika memberitakan Firman atau mendengarkan Firman dalam urapan Roh Kudus, maka:


      1. kita dapat mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh,
      2. kita dapat mengerti Firman TUHAN,
      3. kita dapat percaya, yakin kepada Firman TUHAN, maka Firman TUHAN menjadi iman di dalam hati kita masing-masing.


      Kuncinya adalah hanya di dalam urapan Roh Kudus. Kalau hanya karena pengalaman, kepandaian, pengetahuan, maka tidak dapat menjadi iman (Firman hanya menjadi pengetahuan).


    • Roma 10: 10, Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

      Proses kedua: bertobat. Jika hati percaya (beriman), maka mulut mengaku dosa kepada TUHAN (vertikal) dan kepada sesama (horisontal). Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Ini sama dengan bertobat (mati terhadap dosa). Semoga kita dapat mengerti.


    • Lahir baru dari air dan Roh = baptisan air dan baptisan Roh Kudus.


      1. Baptisan air:
        Roma 6: 2, 4,
        2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
        4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

        Ay 2 => 'Bukankah kita telah mati bagi dosa' => bertobat.
        Ay 4 => 'Dengan demikian kita telah dikuburkan' => orang mati, harus dikuburkan. Jadi, setelah bertobat (mati bagi dosa), harus dikuburkan.

        Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati bagi dosa (bertobat), dikuburkan dalam air bersama YESUS, sehingga bangkit dari dalam air (keluar dari dalam air) bersama YESUS, untuk mendapatkan hidup baru. Hidup baru = hidup surgawi.


      2. Baptisan Roh Kudus:
        Kalau baptisan airnya memenuhi syarat, setelah keluar dari air, maka akan mengalami juga baptisan Roh Kudus. Contohnya adalah YESUS.

        Matius 3: 15,16,
        15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
        16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

        Ay 16 => 'Yesus segera keluar dari air' => keluar dari kuburan air. 'YESUS keluar dari air' ini jangan ditafsirkan, tetapi harus dibukakan rahasianya. Jika ditafsirkan, airnya hanya semata kaki, airnya hanya selutut, itu sudah keluar dari air. Tetapi di dalam Roma 6, sudah jelas 'kita dikuburkan bersama YESUS, setelah itu keluar dari air bersama YESUS' ini berarti keluar dari kuburan air.

        'pada waktu itu juga langit terbuka'= hidup baru.
        Baptisan Roh Kudus disertai dengan langit terbuka, artinya baptisan Roh Kudus menghasilkan hidup baru (hidup surgawi). Jadi baptisan air dan baptisan Roh Kudus sama-sama menghasilkan hidup baru, yaitu hidup surgawi. Dulu, kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing (siapapun dan sehebat apapun ibu kita), kita mewarisi hidup duniawi (manusia darah dan daging) yang tidak cocok untuk hidup di surga. Oleh sebab itu, kita harus dilahirkan lewat air dan Roh, supaya kita memiliki hidup baru (hidup surgawi) yang cocok untuk hidup dalam kerajaan surga. Bagaimana itu hidup surgawi?


    Praktik hidup baru (hidup surgawi) adalah:


    • 1 Petrus 2: 1, Karena itu buanglah (1)segala kejahatan, (2)segala tipu muslihat dan (3)segala macam kemunafikan, (4)kedengkian dan (5)fitnah.

      Ay1 => ada 5 dosa utama.
      Praktik pertama: membuang lima dosa utama, sehingga kita hidup dalam kebenaran. Hidup baru itu seperti bayi yang baru lahir. Bayi itu hidup dalam kebenaran (tidak berbuat dosa).

      Lima dosa yang harus dibuang:


      1. kejahatan,
      2. tipu muslihat, termasuk dusta,
      3. kemunafikan,
      4. kedengkian,
      5. kebencian tanpa alasan. Dimulai dari iri hati, dsbnya, sampai dengan kebencian tanpa alasan. Contohnya seperti: kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf. Apa salah Yusuf? Tetapi kakak-kakaknya membenci, dengki terhadap Yusuf.


      6. Fitnah, yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Hati-hati, sebab banyak fitnah. Saya selalu memberikan rumus => 'kalau mendengar sesuatu tentang seseorang dari seseorang' Kalau saudara tidak yakin atau tidak percaya => 'ini tidak mungkin, maka saudara sebut saja 'Darah YESUS' Itu sudah hilang. Tetapi kalau saudara terganggu, tanyakan, kepada siapapun dia. Baru setelah itu kita dapat mengambil kesimpulan. Jangan bicara dulu, sebab nanti akan menjadi fitnah.

        Kalau memfitnah, berarti tidak lahir baru (bukan menjadi bayi). Tidak ada bayi yang berkata => 'kamu begini, begini' Tidak ada! Buanglah lima macam dosa utama, sehingga kita dapat hidup dalam kebenaran. Sebab selama masih ada lima dosa ini, maka kita tidak dapat hidup benar. Biarpun hamba TUHAN seperti saya, jika masih ada lima dosa, maka tidak akan dapat hidup benar. Contohnya: ada kejahatan. Kejahatan ini terutama cinta akan uang (maafkan). Akar kejahatan adalah cinta akan uang, yang seringkali membuat kikir dan serakah. Serakah adalah terutama merampas milik TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus). Jika ada lima dosa, tidak akan dapat lahir baru. Lima dosa ini harus dibuang, sehingga kita dapat hidup benar, itu baru menjadi seperti bayi yang baru lahir.


      Mungkin bagi kita sangat sulit => Seperti dulu kita dilahirkan oleh ibu kita, menjadi bayi duniawi. Sekarang kita menjadi bayi yang rohani (seperti bayi yang baru lahir).


    • 1 Petrus 2: 2, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Praktik kedua: perasaan yang benar. Tadi, yang pertama hidupnya benar (tidak ada dusta, fitnah, kejahatan dll). Sekarang yang kedua, bayi itu perasaannya benar (bayi itu tahu mana ibunya). Perasaannya benar yaitu hanya merindukan dan menikmati air susu yang murni dan yang rohani. Kalau bayi yang jasmani, minum air susu ibu secara jasmani. Kalau bayi rohani, minum air susu ibu secara rohani. Ibu secara rohani itu menunjuk pada seorang gembala.

      Merindukan dan menikmati air susu yang murni dan yang rohani = merindukan Firman penggembalaan yang murni dan yang rohani:


      1. 'yang murni' artinya yang benar. Firman yang benar adalah


        1. tertulis dalam alkitab,
        2. dibukakan rahasianya, diwahyukan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab (bukan diterangkan dengan lawakan, pengetahuan). Inilah bayi yang perasaannya benar! Merindukan dan menikmati Firman penggembalaan (makanan penggembalaan yang benar).


      2. 'yang rohani' artinya diurapi oleh Roh Kudus. Saya selalu mengatakan untuk diri saya sendiri => 'berkhotbah itu tidak bisa bergantung pada pengalaman' Melainkan pada urapan Roh Kudus. Kalau perkara surga, maka kekuatan kita hanyalah pada urapan Roh Kudus dan karunia Roh Kudus. Saya juga mengatakan kepada anak saya (ia melayani dengan bermain musik) => 'main musik, biarpun kamu les, sampai pandai, itu bagus (kalau untuk di dunia)' Kalau di dalam TUHAN, jika tidak ada urapan Roh Kudus, maka mendengarkan musik di gereja sama saja dengan yang di alun-alun. Hanya emosinya saja yang senang, tetapi tidak sampai kedalam hati. Demikian juga kalau berkhotbah tanpa urapan, sama dengan tukang jamu, mungkin orang tertarik, tetapi tidak sampai menjadi iman (tidak memiliki hubungan dengan surga).


      Jadi, makanan rohani (Firman penggembalaan) harus benar dan bersifat rohani, sehingga disampaikan dengan setia, teratur (berkesinambungan) dan tertib. Seperti ibu-ibu menyusui anaknya dengan setia, teratur (air susu ibu itu berkesinambungan) dan tertib (tidak ada ibu menyusui anaknya dengan loncat-loncat). Semuanya berjalan dengan tertib. Suka cita boleh, tetapi tertib. Semoga kita dapat mengerti.

      Bpk pdt Pong Dongalemba selalu mengatakan => 'berkesinambungan' Pesan terakhir dari bpk pdt In Juwono kepada bpk pdt Pong => 'harus belajar menjadi seorang gembala' Itu dengan Firman yang teratur atau berkesinambungan. Di dunia ini saja, mungkin bapak, ibu, saudara sudah mengetahui semuanya, susu kaleng itu ada yang untuk umur anak yang berusia satu tahun, untuk usia dua tahun, untuk usia tiga tahun. Itulah berkesinambungan. Bagaimana mungkin di dalam rumah TUHAN tidak ada? Harusnya lebih dari itu.

      Bayi itu mempunyai perasaan yang benar, tidak mau digantikan orang (hanya butuh Firman yang benar dan yang rohani). Kalau makanannya benar (Firman penggembalaan yang benar dan rohani), maka kita mengalami pertumbuhan rohani ke arah keselamatan, sampai kesempurnaan. Semoga kita dapat mengerti.


    Mari, kita bertumbuh ke arah keselamatan (kebenaran), sampai kesempurnaan. Keselamatan itu sama dengan kebenaran. Tidak benar = tidak selamat. Sekalipun berkata => 'saya pendeta, jemaatnya banyak dll' Kalau tidak benar, maka tidak selamat. Semoga kita dapat mengerti.

    YESUS memegang kunci maut dan kerajaan maut, ini berarti maut sudah ditaklukkan (dikunci oleh TUHAN). 'Aku Yang mati, tetapi Aku juga hidup'; Dia sudah mati dan bangkit untuk mengalahkan maut dan memberikan kuasa kemenangan atas maut kepada kita, supaya kita tidak binasa. Sekarang ini kita buktikan! Kalau kita memiliki kuasa kemenangan atas maut, bukti pertama adalah kita terlepas dari perhambaan dosa, sehingga kita selamat dan tidak binasa.

    Prosesnya:


    • mulai dari mendengarkan Firman,
    • menjadi iman,
    • bertobat,
    • lahir baru,
    • hidup benar,
    • perasaannya benar.
    • Jika ada makanan yang benar, maka kita dapat tergembala dengan benar dan baik, kita juga mengalami pertumbuhan rohani dari kebenaran (keselamatan), sampai pada kesempurnaan.


    Jika kita sudah hidup benar, perasaan benar, makanannya benar, bertumbuh kearah kebenaran/keselamatan bahkan sampai kesempurnaan, maka ada hasilnya => Mazmur 5: 13, Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Hasilnya adalah TUHAN memagari orang benar (orang selamat) dengan berkat dan anugerah TUHAN. Mari, kita pertahankan! Di luar pagar, merupakan maut. Dimanapun di dunia ini, katakanlah di istana presiden, semuanya sudah dikuasai oleh kutukan dan maut (kebinasaan). Tetapi, jika kita menerima kunci maut dan kunci kerajaan maut, maka kita akan mengalami kuasa kemenangan dari 'Yang mati dan Yang hidup', kita akan dipagari oleh TUHAN. Seumpama, daerah ini adalah kutukan maut, sedangkan kita sudah hidup benar, maka kita akan dipagari (kutukan dan maut tidak akan dapat menjamah kita). Saudara berada dimana saja akan dipagari dengan berkat dan anugerah TUHAN, sehingga kutukan dan maut tidak dapat menjamah kita dan kita hidup dalam suasana firdaus.

    Di balik berkat dan anugerah TUHAN (di dalam pagar berkat dan anugerah TUHAN) itulah firdaus. Saya selalu mengajarkan kepada murid-murid Lempin-El Kristus Ajaib => 'tidak peduli, kalau kita mau dikirim ke pedalaman, ke gunung, di kota, kemanapun juga, semuanya sudah dikuasai oleh kutukan (susah payah) dan maut' Tetapi jika kita bisa terlepas dari maut sebab kita menerima kuasa kemenangan atas maut, menjadi seperti bayi yang baru lahir (hidup dalam kebenaran, perasaannya benar, tergembala dengan benar dan baik, menikmati firman penggembalaan), dimana saja kita berada, kita akan dipagari oleh anugerah dan berkat TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau kita berada di dalam suasana firdaus, semuanya sudah terjamin. Dulu, saat Adam dan Hawa berada di firdaus, mereka tidak pernah bersusah payah, tidak ada air mata dan semuanya sudah terjamin. Sebaliknya, bapak, ibu, saudara mungkin memiliki perusahaan apapun, gaji berapapun, dsbnya => silahkan saja (saya tidak ikut campur), tetapi yang penting kita harus mempunyai pagar anugerah dan berkat TUHAN. Semuanya akan dipelihara oleh TUHAN dan TUHAN yang bertanggung jawab. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Efesus 4: 8-12,
    8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ay 8 => 'Ia membawa tawanan-tawanan' => tawanan maut.
    Ay 9 => 'bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?' => menembusi alam maut. Dia mati di kayu salib untuk berperang dengan maut. Bukan kalah, Dia justru berperang dengan maut dan menang sebab IA bangkit ?'Aku Yang mati, tetapi Aku Yang hidup' = kunci maut dan kerajaan maut = kuasa kemenangan atas maut. 'Aku Yang Awal dan Aku Yang Akhir' = kasih. Inilah yang akan diberikan kepada kita.

    Ay 11 => Dia mati dan bangkit untuk melepaskan kita dari tawanan maut, ditambah memberikan jabatan pelayanan kepada kita.
    Tadinya, kita menjadi tawanan maut dan tinggal menunggu kebinasaan. YESUS mati (turun ke bagian bumi paling bawah) dan bangkit untuk melepaskan kita dari tawanan maut dan memberikan jabatan pelayanan kepada kita, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.

    Ada lima jabatan pokok, yaitu gembala, rasul, guru, nabi, penginjil. Tetapi jika dijabarkan masih ada lagi, contohnya pemain musik, dll. Kita dulu melayani maut, lalu dilepaskan dari tawanan maut, kemudian diberikan jabatan pelayanan untuk melayani pembangunan Tubuh Kristus.

    Jika disimpulkan, maka bukti kedua menang atas maut: kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Krstus sesuai jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita.

    Pembangunan Tubuh Kristus dimulai dari:


    • dalam nikah (pembangunan Tubuh Kristus yang paling kecil):


      1. melayani sebagai suami: suami mengasihi isteri.
      2. melayani sebagai isteri: isteri tunduk, dst.


    • lebih membesar lagi, dalam penggembalaan. Contohnya: melayani sebagai gembala, pemain musik, dll.
    • lebih membesar lagi, antar penggembalaan. Baru saja kita di Empire Palace. Nanti, dua minggu lagi ke Riau, Medan, Malang dst. Gereja kita ini saja masih kontrak, tetapi bpk pdt In Juwono selalu mengatakan => 'lebih penting tubuh yang rohani, daripada gedung' Ini tidak apa-apa, nanti kalau TUHAN sudah membutuhkan dan memberkati, kita juga sudah dapat memiliki gedung gereja. Saya yakin, seperti di Malang dulu. Saya tidak minta siapa-siapa untuk pembangunan gereja. Kalau melihat pemasukan-pemasukan, rasanya selama sepuluh tahun saja tidak akan selesai, tetapi kalau TUHAN menghendaki secepatnya, maka delapan bulan dapat selesai. Saya juga tidak pernah berhutang atau minta untuk pembangunan gereja, orang bilang => 'ambil terlebih dulu oom, di toko bangunan, bayarnya nanti terakhir' Saya tetap tidak mau. Kami menabung, akhirnya toko bangunannya yang hutang kepada kita => 'setelah ditotal-total => uangnya masih kelebihan oom'. Kalau TUHAN yang membutuhkan, tidak ada yang mustahil. Sekarang, kita memfokuskan kepada pembangunan Tubuh Kristus. Sampai terbentuk Tubuh Kristus yang sempurna; Israel dengan kafir menjadi Satu Tubuh yang sempurna.

Jadi, TUHAN mau memindahkan kita; kita diangkat dari tawanan maut, kemudian diberikan jabatan, supaya kita dapat melayani pembangunan Tubuh Kristus. Kalau tidak aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, nanti dipakai lagi oleh Babel. Jadi, pembangunan hanya ada dua saja. Kalau dipakai dalam pembangunan Babel, kita kembali menjadi tawanan maut dan akan binasa. Mari, semuanya aktif dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang kita belajar tentang pembangunan Tubuh Kristus dari kitab Hagai. Dulu pada kitab Hagai disebutkan pembangunan rumah TUHAN secara jasmani, sekarang dalam arti yang rohani.

Hagai 2: 7, 8, 22, 23,
7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
8. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
22. "Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan langit dan bumi
23. dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

Ay 7, 8, 22, 23 => inilah situasi dalam pembangunan Tubuh Kristus. Situasinya bukanlah enak, melainkan dalam situasi krisis total di segala bidang (darat, laut, udara goncang). Mengapa dalam suasana krisis total justru dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus? Padahal jemaat jumlahnya hanya sekian, masa mau dipakai sebab tidak memiliki kekuatan?' Jawabannya adalah supaya kita bergantung sepenuhnya kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN. Dalam pembangunan Tubuh Kristus jangan bergantung kepada siapapun.

Contohnya:

  • mungkin di dalam rumah tangga masih ada kekurangan, dll dan TUHAN ijinkan hal itu terjadi => 'kalau ada uang semuanya lancar, tidak ada uang malah bertengkar' Jangan! Mengapa diijinkan krisis dalam rumah tangga? supaya bergantung kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN.


  • demikian juga dalam penggembalaan, supaya bergantung kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN. Saya ingat saat mau memulai di tempat ini, waktu itu saya takut. Saya hanya mau meminjam ruangan sekolah Minggu dari GPT yang cukup besar disini untuk melayani tiga keluarga, sebab setiap minggu, ketiga keluarga ini selalu beribadah ke Malang, jadi saya harus melayani mereka. Sejak dulu memang mereka ingin melayani TUHAN. Kalau dipaksakan ke Malang hari Selasa, Kamis, ini tidak mungkin. Pulang kerjanya saja jam lima sore, sedangkan di Malang kebaktiannya dimulai juga jam lima sore, mau naik apa ke Malang? Akhirnya saya saja yang datang ke sini setiap hari Senin, kebaktiannya digabungkan (kebaktian doa penyembahan dahulu, baru bible study). Awalnya begitu, tetapi ada yang menunjukkan => 'ini ada di Jalan WR Supratman, ada AC nya dll' Lalu saya bilang => 'tanyakan dulu ya, sebab krisis, berapa harus membayar?' Tetapi TUHAN membuka jalan semuanya. Jadi ini, supaya kita hanya bergantung kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN.

Jadi, maksud TUHAN bukanlah apa-apa, jika kita diijinkan ada krisis, kekurangan, maksudnya supaya kita hanya bergantung kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN yang tidak pernah habis-habisnya, yang selalu baru dan lebih besar dari krisis yang kita hadapi. Kemurahan dan kebaikan TUHAN lebih besar dari apapun juga. Inilah situasi dalam pembangunan Tubuh Kristus. Semoga kita dapat mengerti.

Sikap kita dalam pembangunan Tubuh Kristus:

  1. Hagai 1: 13, 14,
    13. Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN."
    14. TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

    Sikap pertama: semangat yang berkobar-kobar apapun tantangan, halangan yang kita hadapi. Jangan salah, kalau dari dunia itu semangatnya karena emosi. Semangat dalam melayani TUHAN bukan berasal dari emosi, tetapi dari Firman pengajaran yang menjadi Komando.

    Yesaya 50: 4, Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

    Ay 4 => 'seperti seorang murid' => murid itu mendengar pengajaran. Inilah yang memberikan semangat baru kepada kita.

    Jadi, semangat dalam melayani TUHAN (melayani pembangunan Tubuh Kristus) adalah semangat yang berasal dari api Firman pengajaran yang benar. Kalau semangat melayani tanpa pengajaran yang benar, maka semangat itu berasal dari api asing. Itu gawat! Contohnya: api emosi, api dosa, yang membuat kerohanian kita menjadi kering. Semakin melayani, maka semakin kering, sampai mati rohani (binasa selamanya). Sebab itu doakan kami sebagai seorang gembala. Bpk pdt Pong Dongalemba selalu mengajarkan => 'jangan menggerakkan emosi orang, tetapi kegerakan itu harus dari Firman pengajaran yang benar' Itulah semangat dari api Firman pengajaran. Jika tidak, pasti berasal dari api asing, sehingga mati.

    Seperti Nadap dan Abihu melayani dengan api asing, sehingga mati (mati pelayanan, mati rohani, sampai binasa untuk selamanya). Jika melayani dengan api asing, semakin hari, akan semakin kering. Jika melayani dengan semangat api Firman pengajaran, semakin hari semakin berkobar-kobar. Mungkin ada halangan; usia lebih tua dllnya, tetapi kalau melayani dengan api Firman pengajaran, akan semakin berkobar-kobar. Semoga kita dapat mengerti.

    Kalau semangat dari api Firman pengajaran tidak akan pernah padam, bahkan akan selalu berkobar-kobar (lebih berkobar-kobar) apapun halangannya. Tetapi kalau dari api asing, nanti akan benar-benar kering; kerohanian dan pelayanannya menjadi kering sampai padam dan binasa.


  2. Hagai 2: 5, Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,

    Sikap kedua: kuat dan teguh hati dalam pelayanan, artinya:


    1. tidak kecewa, tidak putus asa terhadap sesuatu, tetapi juga tidak bangga dengan sesuatu,
    2. yang kita lakukan hanyalah selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

Jika kita memiliki dua sikap ini (semangat berkobar-kobar dan kuat teguh hati), maka akan selalu diperhatikan TUHAN. Jika kita melayani di dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan (ibadah kunjungan) dengan semangat api Firman pengajaran dan kuat teguh hati, maka ada perhatian dari TUHAN (mendapatkan upah). Begitulah TUHAN, Dia tidak pernah menipu kita. Baru hanya bersemangat dan kuat teguh hati, maka TUHAN sudah memperhatikan.

2 Tawarikh 15: 7, Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
Jika melayani dengan semangat yang berkobar-kobar dan kuat teguh hati, maka ada upah dari TUHAN yang menunggu. TUHAN tidak pernah menipu kita. Mari, kaum muda tetap bersemangat. Memang ada kuliah, pekerjaan, mari tetap semangat dan kuat teguh hati. Jangan padam!

Apa upah dari TUHAN itu? Hagai 2: 9, Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Upahnya adalah perak dan emas dari TUHAN. Saya percaya, kalau perak dan emas rohani yang tak ternilai harganya dapat TUHAN berikan, apalagi emas perak jasmani yang ada nilainya. Pasti perak emas jasmani dapat TUHAN berikan. Tidak mungkin TUHAN menipu kita. Kalau makanan rohani (Firman yang kekal diberikan), masakan makanan jasmani (nasi pecel, nasi rawon) tidak diberikan. TUHAN pasti memberikan! Kalau kita sampai => 'aduh oom, mengapa begini'? Periksa! bagaimana sikap kita terhadap Firman? Bagaimana semangat kita apakah kita kuat teguh hati dalam melayani?

Pengertian perak dan emas rohani?
Amsal 10: 20, Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

Perak rohani ('perak pilihan') artinya perkataan yang benar (jujur) => 'Ya, katakan ya, tidak katakan tidak, selebihnya berasal dari di jahat'. Kalau kita jujur, maka menjadi rumah doa ('doa orang jujur dikenan oleh TUHAN') dan betapa berbahagianya kita. Kejujuran dimulai dari soal TUHAN/Pribadi TUHAN/ Firman pengajaran => 'kalau salah, katakan salah. Kalau benar, katakan benar' Kalau soal TUHAN, kita ragu-ragu => 'benar, tetapi ...salah, tetapi ...', maka kita tidak akan dapat jujur dalam hal lainnya. Kalau pengajarannya benar, katakan benar dan kita harus menerima apapun konsekwensinya. Kalau pengajarannya tidak benar, katakan tidak benar dan kita jauhi (jangan terima). Dimana saja (termasuk disini) harus jujur. Inilah perak pilihan!

Emas secara rohani itu menunjuk tabiat Illahi. Terutama taat dengar-dengaran. Ingat, tabernakel itu selalu disalut dengan emas. Kayu, menunjuk manusia, tetapi disalut dengan emas. Contohnya: tabut perjanjian, juga disalut dengan emas. YESUS taat sampai mati di kayu salib. Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Itulah emas!

Jujur ditambah dengan taat, itulah upah dari TUHAN. Perak dan emas rohani (jujur dan taat), ini ada kaitannya dengan kuasa Nama YESUS.

Kisah rasul 3: 6-8,
6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu,
berjalanlah!"
7. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
8. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

Ay 6 => 'Emas dan perak tidak ada padaku' => emas dan perak jasmani tidak ada padaku. Emas perak rohani ada, inilah jujur dan taat.
'tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu' => emas perak rohani (jujur dan taat) ada padaku.
'Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" => emas perak rohani = kuasa Nama YESUS. Inilah upah dari TUHAN.

Emas dan perak rohani, itulah jujur dan taat = kuasa Nama YESUS. Saat kita menyeru Nama YESUS, maka kita akan mendapatkan/mengalami kuasa-Nya 'YESUS mati, tetapi Dia hidup', Dia menang atas maut, Dia memegang kunci maut dan kunci kerajaan maut, sekarang Dia juga mau memberikannya kepada kita yaitu kemenangan atas maut.

Mari, buktikan bahwa kita menang atas maut. Nomor satu lepas dari perhambaan dosa, sehingga kita dapat hidup dalam keselamatan dan tidak binasa. Mulai dari iman, bertobat, lahir baru, hidup benar (seperti bayi yang tidak berbuat dosa) dan perasaannya benar (hanya membutuhkan air susu ibunya). Inilah pribadi yang sungguh-sungguh dapat menikmati Firman penggembalaan yang benar dan yang rohani. Kita seperti bayi yang tidak berdaya, tetapi dipagari oleh TUHAN (bagaikan dipeluk oleh TUHAN), sehingga maut dan kutukan tidak dapat menjamah dan kita diberkati oleh TUHAN (bersuasana firdaus). Jika sudah dipagari yang tadinya banyak air mata, letih lesu, mulai air mata dihapuskan dan akan bersuasana firdaus.

Bukti menang atas maut kedua, YESUS turun untuk melepaskan kita dari tawanan dosa (tawanan maut) dan memberikan jabatan. Mari, kita aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus. Suasananya memang krisis, tetapi harus berharap kepada kemurahan dan kebaikan TUHAN. Sikapnya, semangat dari api Firman dan kuat teguh hati. Kita mendapatkan perak dan emas rohani, itulah kuasa Nama YESUS. Kita dapat menyerukan Nama YESUS. Semoga kita dapat mengerti.

Hasilnya adalah:

  1. di dalam Kisah rasul 3: 6-8, orang yang lumpuh ini berada pada pintu gerbang indah. Pintu gerbang dari bait ALLAH itu bernama pintu gerbang indah (saudara mulai baca ayat 1 di rumah). Orang ini hanya berada di depan pintu gerbang indah, tetapi tidak pernah masuk. Tetapi begitu Petrus berkata => 'emas dan perak tidak ada padaku, tetapi yang ada yaitu kuasa Nama YESUS' Akhirnya, orang yang lumpuh dapat berdiri.

    Hasil pertama: kita mengalami kuasa kesembuhan = bebas dari penyakit apapun juga; penyakit tubuh, penyakit ekonomi, penyakit apa saja yang menghalangi kita akan disembuhkan oleh TUHAN, sehingga kita tidak terhalang untuk beribadah melayani TUHAN (tidak terhalang untuk aktif dalam pembangunan Tubuh). Serukanlah Nama YESUS!

    Saya sudah pernah bersaksi di Empire. Ini benar-benar keajaiban TUHAN, dokter sudah memberi ultimatum => 'ventilator tidak boleh dilepaskan, kalau dilepaskan berarti membunuh' Tetapi ketika kami berdoa => 'sebut Nama YESUS, YESUS' Akhirnya ventilatornya terlepas bahkan pribadi itu dapat keluar dari rumah sakit. Inilah saya percaya dan yakin, bahwa TUHAN menolong kita. Keselamatan dan kesembuhan ada di dalam Nama YESUS. Ada juga yang menyebut Nama YESUS, tetapi akhirnya meninggal. Tetapi keselamatan lah yang dia terima. Memang diijinkan meninggal oleh TUHAN, tetapi keselamatan yang dia terima. Semoga kita dapat mengerti.


  2. Orang yang lumpuh itu dapat bangkit berdiri dan berjalan. Hasil kedua: kita mengalami kuasa pengangkatan dari TUHAN. Dalam Nama YESUS ada kuasa kesembuhan dan ada kuasa pengangkatan yaitu:


    1. tadinya, hanya duduk saja (tidak indah hidupnya) di depan pintu gerbang indah. Setelah dapat berdiri dan berjalan, akhirnya ia dapat masuk ke dalam bait ALLAH, melewati pintu gerbang indah. Inilah kuasa pengangkatan: tadinya mungkin tidak indah, hidupnya semrawut, sekarang mendapatkan masa depan yang berhasil dan indah. Itulah kuasa Nama YESUS (perak dan emas rohani)! Kita melayani pembangunan Tubuh Kristus dengan jujur dan taat (asalkan jujur dan taat), maka ada kuasa Nama YESUS yang akan memberikan kesembuhan, pengangkatan (kita memiliki masa depan yang berhasil dan indah).


    2. lumpuh itu berada di tempat tidur, ini menunjuk persoalan nikah dan buah nikah (maaf). Begitu orang yang lumpuh itu dapat berdiri, artinya: ada pemulihan nikah dan buah nikah yang sudah hancur. Yakinlah kepada TUHAN! Nikah itu tidak ada pakarnya. Guru-guru saya mengatakan => 'sulit untuk memperbaiki nikah dan buah nikah' Lalu bagaimana kita dapat mengalami pemulihan? Mari, mulai hidup benar, tergembala dengan benar, aktif dalam pembangunan Tubuh Kristus. Biarlah kuasa Nama YESUS yang bekerja. Kita berdoa saja, dan menyebut Nama YESUS. Kalau dinasihati tidak dapat, maka sebut saja => 'YESUS tolong' Satu waktu nikah dan buah nikah kita akan dipulihkan. Semoga kita dapat mengerti.


    3. kemudian, orang ini dapat masuk ke dalam bait ALLAH dengan bergirang, melompat-lompat, memuji TUHAN, arti rohaninya: setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Kalau sudah mulai malas, lemah, sebut nama YESUS => 'YESUS tolong' Biarlah kita tetap setia berkobar-kobar = bergemar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

      Setan memang menghalangi ibadah pelayanan kita, apalagi yang sudah gemar (setia berkobar-kobar).


    4. dari lumpuh menjadi berjalan, cacat menjadi sembuh, arti rohaninya: ada mujizat yang rohani yaitu keubahan hidup dari manusia daging yang penuh cacat cela, menjadi manusia rohani seperti YESUS (menjadi manusia sempurna seperti YESUS). Kita menjadi Mempelai Wanita yang siap untuk menyambut kedatangan YESUS yang ke dua kali di awan-awan yang permai. Inilah Tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita surga).

Inilah mujizat rohani yang tidak dapat dilakukan oleh setan. Setan sudah berbuat dosa, maka dia akan tetap berbuat dosa. Tetapi TUHAN dapat mengubahkan orang yang sudah lumpuh (penuh cacat cela, kekurangan) menjadi manusia rohani seperti YESUS. Kita diubahkan sedikit demi sedikit sampai satu waktu sempurna seperti YESUS, itulah Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS ke dua kali di awan-awan yang permai. Jika mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi. Yakinlah, sebut Nama YESUS, maka mujizat jasmani juga akan terjadi.

Mari kita pulang dengan kuasa Nama YESUS. Mungkin kita datang dengan persoalan, air mata, dalam kesulitan, kemustahilan, sebut saja Nama YESUS dan TUHAN akan menolong kita semuanya.

TUHAN memberkati kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top