English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu, 18 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 18 November 2007)
Tayang: 16 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 05 Agustus 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 16 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 11 Mei 2014)
Tayang: 08 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 Desember 2013)
Tayang: 08 Juli 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 04 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 18 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu Sore, 09 November 2014
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 22 Agustus 2018

Kita masih tetap berada di dalam kitab Wahyu 2: 11 yang berbicara tentang sidang jemaat di Smyrna. Wahyu 2: 11, Siapa bertelinga hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Ini janji TUHAN kepada sidang jemaat di Smyrna => Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." Kematian yang kedua = neraka/lautan api dan belerang.

Di dalam kitab Wahyu 20: 14, => inilah kematian yang kedua, itulah lautan api dan belerang/neraka.
Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

Di dalam Wahyu 21: 8, Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." lautan api dan belerang = neraka untuk selama-lamanya. Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua = dia tidak akan masuk ke dalam neraka.

Menang atas apa? Menang atas maut. Jadi, jika kita menang atas kematian/atas maut, maka kita tidak akan menderita apa-apa = tidak masuk ke dalam neraka, tetapi masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal. Hanya ada dua, kalau tidak masuk ke dalam neraka, maka akan masuk ke dalam surga untuk selama-lamanya.

1 Korintus 15: 55-58,
55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
56. Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat
57. Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus Tuhan kita.
58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

ALLAH Yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh YESUS Kristus TUHAN kita = menang atas maut.

Jadi ini, ada tiga bukti bahwa kita menang atas maut:

  1. berdirilah teguh dan jangan goyah, => 1 Korintus 16: 13, berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Artinya berdiri teguh dalam iman = kebenaran.

    Praktek sehari-hari dari berdiri teguh dalam iman yaitu:


    • tetap hidup di dalam kebenaran apa-pun risiko yang kita hadapi di hari-hari ini. Seumpama di dalam pekerjaan, kita diminta untuk berbuat yang tidak benar, kita menolak sekali-pun risikonya kita akan dipecat atau di phk, tetapi kita tetap hidup di dalam kebenaran apa-pun risiko yang kita hadapi dihari-hari ini. Berdiri teguh di dalam iman itu bukan hanya ucapan saja, tetapi prakteknya => baru digoda sedikit untuk melakukan korupsi, kita sudah tidak kuat atau baru digoda untuk menyontek di sekolah, kita sudah tidak kuat lagi => tidak berdiri teguh.


    • 2 Tesalonika 2: 15, Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, mau-pun secara tertulis.

      berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami
      = berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Firman pengajaran yang benar itu tertulis di dalam alkitab dan di ilhamkan oleh TUHAN = dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Bukan ayat yang diterangkan dengan lawakan atau diterangkan dengan pengetahuan tetapi diterangkan dengan ayat.

      Kita menang atas maut dengan bukti pertama yaitu kita berdiri teguh/jangan goyah = berdiri teguh dalam iman dengan praktek kita tetap hidup benar apa-pun risiko yang harus kita hadapi => secara pribadi benar, k.t.p benar, s.i.m benar, pekerjaan benar, sekolah benar, kuliah benar, nikah juga benar, ibadah benar apa-pun risiko yang harus kita hadapi.

      Bukti kedua, kita berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar dengan praktek kita taat dengar-dengaran. Pengajaran yang benar itu ada di dalam alkitab seperti yang dikatakan oleh YESUS kepada setan waktu IA dicobai => ada tertulis, ada tertulis => luar biasa. Kalau Firman itu tertulis di dalam alkitab, kita jangan ragu sebab ada kuasa untuk mengalahkan setan. Semoga kita dapat mengerti.

      Kemudian disebutkan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami. Dari kami = dari rasul Paulus/dari hamba TUHAN dan ini bukanlah suatu kesombongan tetapi suatu keyakinan penuh atas kebenaran Firman ALLAH (kebenaran ini bukanlah kebenaran sendiri) dan juga suatu ketegasan sebab banyak ajaran-ajaran yang lain/racun/yang palsu/yang menyesatkan yang mematikan rohani. Jadi, rasul Paulus menegaskan => yang kamu terima dari kami sebab dia yakin apa yang diberitakan itu benar dan suatu ketegasan sebab banyak ajaran-ajaran lain yang palsu yang meracuni/mematikan kerohanian kita. Semoga kita dapat mengerti.


    Kemudian bagaimana prosesnya jika kita mau berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan dapat taat dengar-dengaran? Dimulai dari:


    • Mendengar terlebih dahulu yaitu mendengar dan dengar-dengaran dengan proses kita harus mendengar Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus (dan ini yang penting) dengan sungguh-sungguh sampai kita dapat mengerti baik yang disampaikan secara lisan mau-pun secara tertulis. Rasul Paulus selalu menulis surat-surat; di dalam kitab Wahyu, TUHAN memerintahkan kepada rasul Yohanes => tulislah kepada ketujuh sidang jemaat. Setelah kita dapat mengerti, maka kita percaya sehingga menjadi iman yang teguh di dalam hati dan yakin barulah kita dapat mempraktekannya. Usia, kepandaian dllnya tidaklah penting, yang penting apakah ada urapan dari Roh.Kudus untuk Firman TUHAN; kalau untuk matematika memang diperlukan kepandaian.

      Iman yang teguh itu berarti tidak memberi kesempatan satu kali-pun untuk mendengarkan ajaran yang lain. Firman pengajaran yang benar itulah Pribadi YESUS. Inilah awal dari keteguhan, sebab kalau kita sudah mendengarkan ajaran yang lain, maka keimanan kita dapat menjadi goyah dan ini dapat kita pelajari di dalam kitab Kejadian. Hawa hanya satu kali mendengarkan suara ular; ia berdialog dengan ular sehingga Hawa kehilangan Firdaus dan harus diusir ke dalam dunia. Itu sebabnya telinga itu sangat menentukan/iman yang teguh menentukan apa yang hendak kita katakan. Semoga kita dapat mengerti. Sesudah kita percaya dan yakin, maka proses selanjutnya


    • Roh Kudus menolong kita untuk mempraktekan Firman pengajaran yaitu taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.


    Hasilnya: Matius 7: 24, 25,
    24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.


    • Kalau kita taat dengar-dengaran, maka kita dipakai di dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus di atas dasar Batu Karang YESUS = YESUS sebagai Kepala.
      Sehingga:


      1. kita dapat tahan uji menghadapi segala pencobaan
      2. tidak rubuh
      3. tetap kokoh sampai TUHAN YESUS datang kembali
      4. nikah rumah tangga kita juga tetap kokoh. Tubuh Kristus itu dimulai dari rumah tangga dan Tubuh Kristus itu juga
      5. di dalam penggembalaan. Kalau seorang gembala itu berpegang teguh pada Firman dan juga taat = hidup benar. Maka penggembalaan itu tetap kokoh/tidak pernah rusak. Saya mohon maaf jika kesaksian ini di anggap sombong => waktu alm pdt Pong meninggal dunia tahun 2002, saya bertahan pada persekutuan dan pengajaran yang benar, maka ada celaan, juga dari orang dalam yang mengatakan sebentar lagi gereja di Malang ini akan ambruk => saya diam saja sebab prinsip saya itu, jika saya benar, hidup benar, nikah benar dan juga pengajaran yang disampaikan juga benar, maka akan ada Batu Karang YESUS. Ternyata di Malang itu TUHAN tambahkan dengan lantai tiga => tidak roboh, bahkan bertambah dengan satu lantai lagi. Kalau dianggap sombong, maka saya minta ampun; tetapi ini merupakan suatu kesaksian/suatu keteguhan yang sungguh-sungguh dan kita tidak perlu merasa takut. Demikian juga dengan di jalan W.R. Supratman Surabaya, juga ada suara-suara yang mengatakan akan ditutup => tetapi saya membiarkan saja, sebab kalau bukan dari TUHAN, akan ditutup. Dan sampai hari ini, masih ada kemurahan Hati TUHAN dan tidak ditutup. Yang penting kita berpegang teguh pada pengajaran yang benar, taat dengar-dengaran dan juga hidup benar = mendirikan pembangunan Tubuh Kristus di atas Batu Karang YESUS = YESUS sebagai Kepala Yang bertanggung jawab semuanya, sehingga:


        1. kita dapat tahan uji/tidak rubuh oleh pencobaan apa-pun oleh tiga macam pencobaan yaitu hujan, angin, dan juga dengan banjir = oleh setan tri tunggal, tetapi kita tidak rubuh sampai kedatangan YESUS kembali


        2. nikah rumah tangga kita juga kokoh/tidak goncang oleh isue-isue
        3. juga di dalam penggembalaan, kita kokoh sampai di
        4. antar penggembalaan = persekutuan kita kokoh sampai kita menjadi Tubuh yang sempurna. Persekutuan yang kokoh itu bukan dari memiliki uang yang banyak tetapi kalau ada pengajaran yang benar sehingga kita dapat hidup benar dan kita mempraktekan => 'siapa yang mendengarkan perkataan-Ku dan melakukannya. Semoga kita dapat mengerti.


    • Matius 7: 21, Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Kalau kita taat dengar-dengaran, maka pintu surga akan terbuka dan kita akan masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal. Kita masuk dalam suasana surga sekarang ini ditangah dunia yang sudah terkutuk ini = pintu surga terbuka. Semoga kita dapat mengerti.


  2. 1 Korintus 15: 58, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! inilah menang atas maut. Saya akan memberikan arti yang lain yaitu giat/aktif selalu di dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan dari TUHAN/yang TUHAN percayakan kepada kita. Apa saja yang dipercayakan oleh TUHAN. Ada pelayanan yang tidak kelihatan seperti team doa, juga ada yang membersihkan gedung gereja yang tidak kelihatan => saudara belum datang, ada yang membersihkan demikian juga di saat saudara pulang juga dibersihkan lagi. Juga ada yang menyanyi, ada yang menjadi gembala, semua ini sesuai dengan jabatan dan kita harus selalu giat/aktif.

    2 Korintus 3: 5-8,
    5. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri: tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
    6. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
    7. Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian
    8. betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!

    Jadi, ada dua macam pelayanan:


    • Musa => pelayanan perjanjian lama/taurat, yang mengandalkan kekuatan daging = siapa yang mengerjakan, maka kehidupan itu yang mendapatkan hasilnya, sedangkan yang tidak mengerjakan, akan di hukum. Dan TUHAN mengatakan: tidak ada seorangpun yang mampu menggenapkan seluruh hukum taurat dan ini berarti semuanya akan binasa. Inilah taurat yang menuju kepada kematian secara jasmani. Untuk sekarang kalau kita melayani pekerjaan TUHAN dengan menggunakan kekuatan daging; contohnya seperti saya yang sudah sering berkhotbah sebab sudah dua puluh dua tahu saya sudah menjadi seorang gembala sehingga saya tenang-tenang saja kemudian tidur-tiduran => tidak perlu persiapan sebab semuanya sudah biasa saya lakukan, akhirnya kerohanian saya dapat menjadi kering/mati rohani sampai binasa. Semoga kita dapat mengerti.


    • Pelayanan perjanjian baru = pelayanan Roh yang mengandalkan kekuatan Roh.Kudus/urapan Roh.Kudus sehingga akan menuju kepada kemuliaan/hidup kekal = tidak binasa. Itu sebabnya, anak-anak kecil dibiarkan untuk mendengarkan Firman sebab ada Roh.Kudus; dan saya yakin sebab guru dan gembala saya mengatakan 'kalau anak kecil belum dapat menerima Firman, maka anak itu dapat menerima melalui pori-porinya. Roh Kudus dapat bekerja lewat apa-pun. Semoga kita dapat mengerti.


    Imamat 21: 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilang-garnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya. Akulah Tuhan.

    Tidak boleh keluar dari tempat kudus, supaya ia disucikan dan diurapi. Dulu, di jaman perjanjian lama/taurat, seorang imam harus berada di tempat kudus/ruangan suci. Dulu, Musa naik ke gunung Sinai dan TUHAN perlihatkan kerajaan surga dan ia diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat kerajaan surga di bumi agar supaya bangsa Israel beribadah dan melayani TUHAN seperti di surga (di bumi, tetapi seperti di surga) namanya tabernakel. Kerajaan surga di bumi ini namanya tabernakel/kemah suci (Kel 25-Kel 40).

    Kemah suci ini memiliki halaman, ruang suci dan ruang maha suci yang hanya imam besar yang diperbolehkan masuk, sedangkan bagi imam-imam sesudah di- halaman harus berada di dalam ruangan suci secara jasmani/tabernakel secara jasmani yang dibangun oleh Musa supaya mereka mengalami penyucian/hidup di dalam kesucian dan urapan Roh.Kudus. Dulu, imam-imam harus tinggal di dalam ruangan suci = tidak boleh keluar; begitu mereka keluar, mereka akan mati. Inilah hukum taurat. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang di dalam perjanjian baru dalam arti rohani, sebab tabernakel yang dibangun oleh Musa sudah hancur semuanya. Dalam perjanjian baru/sekarang merupakan penggenapan dari pelayanan perjanjian lama/taurat, maka seorang imam/pelayan TUHAN juga harus berada di dalam ruangan suci/tabernakel secara rohani = berada di dalam kandang penggembalaan. Sekarang ini, ruangan suci = kandang penggembalaan.

    Ada tiga macam alat di dalam ruangan suci, yang untuk sekarang adalah ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok yaitu:


    • Pelita emas => ketekunan di dalam ibadah umum/ibadah raya = persekutuan dengan ALLAH Roh Kudus di dalam karunia-karunia (ada nyanyian dan juga ada kesaksian-kesaksian)


    • Meja roti sajian => ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab disertai perjamuan suci = persekutuan dengan Anak ALLAH di dalam Firman pengajaran dan Korban Kristus


    • Mezbah dupa emas => ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan ALLAH Bapa di dalam kasih


    Jadi lengkap, ketika Petrus ditanya oleh TUHAN sebanyak tiga kali => adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku. Inilah ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Manusia ini terdiri dari tubuh, jiwa dan roh; ALLAH terdiri dari ALLAH Tri Tunggal yaitu ALLAH Bapa, Anak dan Roh Kudus => jadi, klop.

    Di dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa dan roh imam-imam disucikan secara intensif oleh ALLAH Tri Tunggal sehingga imam-imam hidup di dalam kesucian dan diurapi oleh Roh.Kudus. Ini merupakan kekuatan dari imam-imam/pelayan TUHAN => suci terlebih dahulu, baru diurapi dengan urapan Roh.Kudus.

    Pelayanan untuk pekerjaan TUHAN tidak tergantung pada kepandaian dllnya, sebab kalau tergantung pada kepandaian, maka TUHAN tidak adil, tetapi bergantung pada kesucian dan juga pada urapan Roh.Kudus. Semakin disucikan, maka urapan Roh.Kudus akan semakin kuat dan kita akan semakin dipakai oleh TUHAN dan juga semakin diberkati. Itu sebabnya, mari! Kita tinggal di dalam ruangan suci = ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok. Kita tidak rugi sebab TUHAN tidak pernah menipu kita. Semoga kita dapat mengerti.

    Sekarang, tanda dari pelayanan Roh yaitu:


    • 2 Korintus 4: 1, Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

      Tidak tawar hati =


      1. Tidak kecewa sekali-pun tidak berhasil
      2. Tidak bangga pada sesuatu tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Dulu, ketika saya diijinkan masuk sekolah alkitab, TUHAN ijinkan saya tidak makan dllnya, saat itu saya merasa kecewa, tetapi beruntung, TUHAN tolong. Saya hanya merasa kecewa sebentar saja, sebab sesudah itu TUHAN tolong; kalau saya terus merasa kecewa, maka saya akan habis sebab itu bukanlah Roh tetapi daging.


      3. Tidak meninggalkan TUHAN.


    • Kolose 4: 17, Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

      Menjalankan pelayanan dari TUHAN sepenuhnya, artinya tetap setia berkobar-kobar dalam pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir.

      Sampai garis akhir:


      1. Sampai meninggal dunia atau
      2. Sampai kedatangan YESUS Yang kedua kalinya


    Hasilnya:
    2 Petrus 1: 10, 11,
    10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    Kalau kita dikaruniakan hak penuh = kita mendapatkan tiket untuk masuk dalam kerajaan yang kekal. Jadi hasilnya adalah pintu surga terbuka. Kita memiliki hak penuh untuk masuk ke dalam surga dan neraka tidak dapat berbuat apa-apa. Untuk sekarang kita mengalami suasana surga ditengah dunia yang sudah terkutuk; dunia sekarang ini penuh dengan


    • letih lesu,
    • beban berat
    • duri-duri
    • kepedihan


    Sehingga semua manusia sudah mengeluh, tetapi kalau kita sungguh-sungguh sudah menjalankan pelayanan sepenuh, maka kita:


    • tidak kecewa
    • tetap setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir, dan, pintu surga terbuka, kita mengalami suasana kerajaan surga sampai kita mendapatkan hak penuh untuk masuk kerajaan surga selama-lamanya/tidak menderita oleh kematian yang kedua. Semoga kita dapat mengerti.


    Jadi, yang pertama berdiri teguh di dalam iman =>


    • kita pertahankan hidup dalam kebenaran
    • pegang teguh pengajaran dan kita praktekan sehingga
    • kita menjadi taat dengar-dengaran. Ini sudah cukup sehingga kita di bangun di atas batu karang dan nikah kita menjadi kokoh, tidak akan tergoda dan juga terus di dalam penggembalaan sehingga pintu surga terbuka bagi kita.


    Yang kedua pelayanan yang sungguh-sungguh.


  3. dalam persekutuan dengan TUHAN, maka jerih payahmu tidaklah sia-sia. Sehebat apa-pun jerih payah di dunia ini, semuanya sia-sia. Mau jadi apa saja sia-sia, sampai menjadi seorang presiden-pun sia-sia sebab semuanya itu hanya sampai di liang kubur => jerih payah di dunia ini paling maksimal hanya sampai di liang kubur atau sudah pensiun terlebih dahulu. Hanya ada satu jerih payah yang tidak sia-sia dan kekal sampai di surga itulah ibadah pelayanan kepada TUHAN tetapi celakanya justru satu-satunya ini diremehkan oleh orang Kristen.

    Seandainya kita mau pergi kuliah sekali-pun hujan atau ada apa-pun, kita tetap pergi apalagi harus menghadapi ujian. Tetapi kalau untuk pergi beribadah, baru mendengar bunyi guntur saja, kita sudah mempunyai banyak alasan. Padahal yang diremehkan ini yang merupakan satu-satunya yang dapat sampai ke tahta surga, sedangkan hal lain yang kita banggakan paling maksimal hanya sampai di liang kubur. Ini berarti bukan tidak boleh kuliah atau kerja => tidak!! Kuliah dan kerja yang keras tetapi kita harus ingat bahwa yang mencapai surga itu hanyalah ibadah pelayanan; itu sebabnya kita harus mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara apa-pun yang ada di dunia ini. Semoga kita dapat mengerti.

    Markus 10: 28-30,
    28. Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"
    29. Jawab Yesus "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
    30. orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekali-pun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

    Jadi, di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, kita menerima upah yang dobel, itu sebabnya kita jangan takut sebab TUHAN tidak menipu kita.

    Kita menerima upah yang dobel yang pertama adalah upah seratus kali lipat => kita jangan menghitung-hitung dan mengatakan saya meninggalkan satu rumah, nanti akan mendapatkan seratus rumah/seratus kali, sehingga banyak orang yang mau menjadi seorang hamba TUHAN, bukan seperti ini. Nanti akan kita pelajari arti yang sesungguhnya.

    Dan akan ditambah dengan upah hidup kekal di surga selamanya. Inilah menang atas maut/kematian kedua tidak dapat menjamah kita.

    Syarat agar kita mendapatkan upah seratus kali lipat ditambah dengan upah hidup kekal di surga:


    • kita harus memiliki angka seratus => seratus adalah sepuluh kali sepuluh. Kalau kita ingat akan angka sepuluh, maka itu adalah sepuluh hukum ALLAH yang berkaitan dengan Firman ALLAH. Jadi sepuluh kali sepuluh (10 10), sepuluh yang pertama = mendengar hukum ALLAH/mendengar Firman, sedangkan sepuluh yang kedua = dengar-dengaran pada Firman => inilah ukuran melayani TUHAN => taat dengar-dengaran/harus memiliki angka seratus.

      Jadi, pelayanan yang benar, harus didorong oleh pengajaran yang benar dan juga taat dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar. Seandainya ada orang yang mau melayani kita, tetapi ia tidak taat; sebagai contoh: kita sudah merasa sangat haus, kemudian kita meminta orang itu untuk mengambilkan air minum. Tetapi karena orang itu merasa bahwa harga air minum itu murah, maka ia membelikan laptop karena harganya mahal. Kalau tidak taat, maka tidak akan bisa melayani, apalagi pelayanan Tubuh. Bukan pandai/bodoh, bukan kaya/miskin untuk melayani, tetapi taat dan dengar-dengaran. Semoga kita dapat mengerti.


    • harus disertai dengan pelbagai penganiayaan/sengsara. Kita hendak melayani itu harus disertai sengsara = rela mengalami sengsara dan aniaya karena YESUS. Jika kita tidak rela sengsara, maka kita tidak dapat melayani.


    Angka seratus => kita harus taat, diperintah apa saja, kita selalu mengatakan 'ya TUHAN, ya Abba, ya Bapa'
    harus ada tanda salib/sengsara karena YESUS.

    Untuk apa kita harus sengsara? 1 Petrus 4: 12, 14,
    12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu
    14.Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kalau kita rela mengalami sengsara daging bersama YESUS atau istilahnya percikkan darah, maka kita akan menerima Roh kemuliaan/Roh Kudus


    • yang membuat kita merasa berbahagia di tengah penderitaan.
    • membuat kita (bagaikan nyala api) setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir = sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kalinya.


    Jadi, pelayanan yang benar/jerih payah yang tidak sia-sia ditandai dengan:


    • taat (ukuran seratus)
    • setia (rela mengalami aniaya bersama YESUS). Jadi, inilah ukuran dari Roh.Kudus/Roh Kemuliaan yang membuat kita merasa berbahagia ditengah penderitaan dan juga dapat membuat kita setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir. Jika kita melayani dengan taat dan setia = jerih payahmu tidak sia-sia.


    Wahyu 3: 7, 8,
    7. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    8.Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Kalau kita taat dan setia, maka kita mendapatkan kunci Daud.
    Engkau menuruti Firman-Ku = taat dengar-dengaran = angka seratus (10 10)
    Sekali-pun sengsara/mau menderita apa saja, kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sehingga kita diberi kunci Daud = TUHAN mempercayakan kunci Daud kepada kita untuk membuka pintu-pintu.

    Kunci Daud = kemurahan dan kebajikan TUHAN.
    Di dalam kitab Mazmur 23: 6 yang merupakan pasal penggembalaan. Daud mengakui => kemurahan dan kebajikan TUHAN mengikuti aku seumur hidupku. Bukan kehebatan, sebab Daud jika dibandingkan dengan kakak-kakaknya sangat jauh perbedaannya => kakak-kakaknya itu belajar cara berperang dllnya, sehingga mereka cocok untuk menjadi raja. Sedangkan Daud hanya menggembalakan dua/tiga ekor domba => menjadi seorang gembala di desa bagaimana hendak menjadi raja? Tetapi ada kunci dari TUHAN yaitu kemurahan dan kebajikan TUHAN; ini di dapat dalam penggembalaan. Taat dan setia, maka ada kunci Daud.

    Kemurahan dan kebajikan TUHAN, mengikuti aku seumur hidupku = langkah-langkah kemurahan dan kebajikan TUHAN = setiap detak jantung kita ada kemurahan dan kebajikan TUHAN sehingga terjadi mujizat-mujizat. Saya selalu mengingatkan diri sendiri, jika ada sesuatu, maka tarik nafas (kalau menjadi sombong, tarik nafas kemudian dihembuskan kembali = masih ada kemurahan dan kebajikan TUHAN sehingga kita tidak dapat menjadi sombong). Seandainya kita menarik nafas, kemudian tidak dapat dihembuskan kembali, apakah kita mau menjadi sombong? Demikian juga, jika kita mau merasa kecewa dengan keadaan kita, tarik nafas dan hembuskan lagi. Hidup kita hanya itu saja => detak jantung kita hanyalah kemurahan dan kebajikan TUHAN/kunci Daud.

Kegunaan dari kunci Daud:

  1. Ulangan 11: 13, 14,
    13. Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
    14. maka ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.

    ay 13. Sungguh-sungguh mendengarkan perintah = taat.
    Beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu = setia.

    ay 14. Memberikan hujan untuk tanahmu = pintu langit terbuka.

    Taat dan setia = kunci Daud sehingga pintu langit terbuka. Jadi nomor satu kegunaan dari kunci berkat TUHAN kepada kita yaitu berkat pemeliharaan hidup secara jasmani sampai tak kan kekurangan = berkelimpahan sampai mengucap syukur kepada TUHAN. Kunci Daud adalah membukakan pintu langit untuk mencurahkan berkat-berkat dan ini sudah dialami oleh raja Daud.

    Raja Daud tidak mengatakan karena aku seorang raja, aku tak kan kekurangan => tidak!! Daud mengakui sejak ia masih memiliki dua tiga ekor domba dan ia diperintahkan oleh kakak-kakaknya untuk kembali ke penggembalaanmu yang hanya dua/tiga ekor domba itu, sampai-pun ia menjadi raja => tidak persoalan!! Sebab TUHAN adalah Gembalaku, tak kan kekurangan aku.

    Jadi raja Daud dimulai dari hanya memiliki dua tiga ekor domba, ia dipelihara oleh TUHAN sampai-pun ia menjadi seorang gembala, tetap sama/tetap tidak kekurangan. Jadi bukan profesinya yang memelihara kita sebab profesi hanyalah sarana, tetapi TUHANlah Gembala Agung/kemurahan dan kebajikan TUHAN yang menurunkan hujan berkat kepada kita.

    Mari!! Kita jangan sombong karena kita memiliki profesi yang hebat, kalau TUHAN tidak menurunkan hujan, maka akan kering. Dan juga kita jangan merasa minder sebab kita hanya memiliki gaji yang sedikit, sebab kalau TUHAN membuka pintu langit, maka akan ada hujan berkat. Semoga kita dapat mengerti.

    Juga berkat secara rohani untuk memberkati kerohanian kita supaya kita tetap hidup benar di dalam TUHAN. juga hidup nikah dan rumah tangga kita supaya ada anggur baru/kebahagiaan di dalam TUHAN. Inilah pemeliharaan TUHAN, ada anggur, ada gandum.


  2. membuka pintu kemenangan. Daud melawan Goliat (mana bisa? kalau secara manusia ia akan hancur dan mati sebab akan diinjak-injak), tetapi kemurahan dan kebajikan TUHAN yang memberikan kemenangan = menyelesaikan segala masalah yang mustahil-pun bagi kita, kemurahan dan kebajikan TUHAN mampu menyelesaikannya.


  3. membuka pintu pengangkatan kepada kita = keberhasilan. Daud dari penjaga domba dapat menjadi seorang raja => ini sesuatu yang mustahil tetapi kemurahan dan kebajikan TUHAN sanggup memberikan masa depan yang berhasil indah pada waktuNya. Dari seorang penjaga domba tetapi dapat menjadi seorang raja, ini yang tidak dapat dipikirkan secara logika tetapi TUHAN sanggup memberikan.

Bagi kaum muda, mari!

  • Menang atas maut = berdiri teguh di dalam iman = hidup benar/berpegang teguh di dalam pengajaran yang benar, taati sehingga kita menjadi kokoh di dalam TUHAN. Selalu melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh sehingga


  • Jerih payahmu tidak sia-sia = layani TUHAN dengan ketaatan dan kesungguhan, sehingga jerih payahmu tidak sia-sia. Sekali-pun kekuatan kita tidak seberapa, tetapi kemurahan dan kebajikan TUHAN lebih besar dari apa-pun.


  • Goliath-pun dikalahkan = memberi masa depan yang indah = kita diangkat dan dipakai/ada pemakaian TUHAN untuk pembangunan Tubuh Kristus. Jadi, kalau kita dipakai itu bukan disiksa tetapi kita diangkat. Pengangkatan pelayanan/melayani TUHAN itu bersamaan dengan pengangkatan masa depan.


  • Tetapi Daud yang hanyalah seorang manusia daging, juga pernah jatuh dengan Betseba = pengangkatan dari cacat cela/kejatuhan. Inilah kemurahan dan kebajikan TUHAN.

Kalau saya bertanya => siapa yang tidak pernah berbuat dosa? Saya-pun masih
berbuat dosa. Itulah sebabnya kita masih membutuhkan kemurahan dan kebajikan TUHAN, sebab kalau tidak ada kemurahan dan kebajikan TUHAN => begitu Daud jatuh dengan Betseba, maka ia harus dirajam dengan batu sebab berzinah dan mati, tetapi untung masih ada kemurahan dan kebajikan TUHAN = pengangkatan.

Pengangkatan = keubahan hidup. Pengangkatan dari manusia berdosa menjadi manusia yang berkenan kepada TUHAN. Inilah keubahan hidup = pembaharuan menjadi hati yang lembut = suka mengampuni. Daud itu hatinya lembut/suka mengampuni, itu sebabnya di saat ia jatuh, maka ia juga diampuni oleh TUHAN.

Sama juga dengan Saul, berapa kali Saul itu diampuni? Dua kali. Yang pasti Saul itu mati => satu kali di saat ia tidur dan satu kali di saat ia membuang hajat, tinggal ditikam tetapi ia masih diampuni. Demikian juga dengan Daud di saat ia menerima teguran dari nabi Nathan => itulah kamu!!. Mungkin kalau raja lain, akan mengamuk seperti Herodes ketika ia ditegur => tidak halal mengambil Herodias istri saudaramu Filipus, langsung nabi Yohanes di masukkan ke dalam penjara. Tetapi Daud ketika ditegur oleh nabi Nathan, ia segera meminta ampun. Inilah pembaharuan.

Pembaharuan/keubahan hidup itu dimulai dari kita dapat mengaku, siapa-pun kita, raja-pun harus mengaku segala dosa kita, mengaku segala kegagalan kita. Ini yang menentukan, apakah kita terangkat atau kita dihempaskan dan tenggelam di dalam lautan api belerang. Mulut mengaku, jika mulut dapat mengaku dosa, dapat mengaku kegagalan-kegagalan kita dan menyerahkan semuanya kepada TUHAN, maka mujizat akan terjadi. Dosa dihapus, kita dibaharui sehingga mujizat secara rohani juga terjadi. Pertolongan-pertolongan TUHAN nyata.

Langkah-langkah mujizat sampai jika YESUS datang kembali kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia sehingga kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali diawan-awan yang permai. Kita terangkat, bukan tenggelam kedalam lautan api belerang, tetapi kita terangkat sampai ke Tahta surga duduk bersanding dengan Dia untuk selama-lamanya. Neraka tidak dapat menjamah kita sedikit-pun, tidak dapat menyakiti sehingga kita tidak akan menderita sedikit-pun. Kita berada dilembah apa saja, di lembah apa-pun, TUHAN masih sempat mengangkat kita; itu sebabnya kita jangan sampai di lembah api dan belerang.

TUHAN menolong kita semuanya.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top