English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 secara keseluruhan menunjuk pada Shekinah Glory/sinar kemuliaan/terang kemuliaan.

Markus 16 dibagi menjadi 2 bagian:
Markus...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Raya Malang, 23 Juli 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Amos 8:3,11
8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah...

Ibadah Persekutuan Jakarta III, 10 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 2 Februari 2012 (Kamis Sore)
PENATARAN IMAM DAN CALON IMAM III

Matius 26:57-68 adalah tentang "SAKSI dan...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Mei 2017 (Senin Sore)
Dari siaran langsung ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Malang, 01 September 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Raya Malang, 07 April 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Maret 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 September 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang jemaat di Sardis.
Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Desember 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Maret 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.

Matius 6:11-13, kita membutuhkan kelepasan...

Ibadah Doa Surabaya, 25 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Surabaya, 24 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 01 September 2017 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 9-11
6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6:10. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6:11. Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KELIMA; penghukuman yang kelima dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu tentang mati syahid--hamba Tuhan/anak Tuhan/pelayan Tuhan yang rela meninggal dunia karena Tuhan, terutama karena firman dan kesaksian Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017).

Mati syahid terjadi dari zaman ke zaman (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017):

  1. Zaman permulaan= pembunuhan Habel oleh Kain.
  2. Zaman pertengahan= imam Zakharia dibunuh oleh raja Yoas.
  3. Zaman akhir--zaman kita sekarnag--= pembunuhan besar-besaran atas anak Tuhan oleh antikris.

Mengapa banyak anak Tuhan yang harus masuk aniaya antikris--mati syahid di zaman antikris--?

  1. Wahyu 12: 17-18
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
    12:18. Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

    'perempuan'= gereja Tuhan.
    'ia'= naga.

    Di sini disebutkan antikris berdiri di pantai laut. Apa kaitannya dengan anak Tuhan yang masuk aniaya?
    Matius 8: 18
    8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.

    Antikris berdiri di pantai laut, sementara Tuhan memerintahkan murid-murid--sekarang hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan--untuk bertolak ke seberang, tetapi bnayak yang tidak mau menyeberang; berarti juga berdiri di pantai laut. Di pantai laut ada antikris, berarti ia akan masuk aniaya antikris.

    Jadi, alasan pertama banyak anak Tuhan yang mati syahid pada zaman antikris: tidak mau bertolak ke seberang.
    Bertolak ke seberang artinya aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita--Yesus adalah Suami/Kepala/Mempelai Pria, dan kita tubuh/mempelai wanita, yang siap untuk masuk Yerusalem baru--pelabuhan damai sejahtera.

    Tetapi banyak yang tidak mau bertolak ke seberang, artinya pasif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, tidak mau, tidak setia, sampai meninggalkan pelayanan. Ini semua yang akan masuk dalam aniaya antikris.

    Karena itu kita harus mengikuti perintah Tuhan untuk bertolak ke seberang, artinya kita harus tetap setia berkobar-kobar dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah. Layani nikah dengan baik. Dalam penggembalaan, aktif sungguh-sungguh. Antar penggembalaan, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang--, dan sampai masuk Yerusalem baru--pelabuhan damai sejahtera.

    Untuk bertolak ke seberang memang harus berkorban, tetapi antikris tidak bisa mengejar kita. Jangan enak-enak di pantai laut, di sana antikris sudah menunggu untuk menganiaya kita. Mari, sungguh-sungguh setia!


  2. Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Wahyu 6: 9
    6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.

    Alasan kedua banyak anak Tuhan yang mati syahid pada zaman antikris: hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang memiliki hukum Allah--meja roti sajian--dan kesaksian Yesus--pelita emas--, tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas.
    Artinya: tidak mau menyembah Tuhan, atau sudah melayani tetapi tidak mau menyembah/tidak memuncak sampai penyembahan, atau penyembahannya belum mencapai ukuran sampai daging tidak bersuara--daging masih bersuara: tidak taat, bersungut, bergosip dan lain-lain. Ini adalah penyembahan yang tidak mencapai ukuran tirai terobek.

    Ini yang menjadi sasaran dari antikris. Jadi bukan orang biasa sasarannya, tetapi anak Tuhan yang tidak mau menyeberang--hanya mau yang enak-enak dalam ibadah. Sekarang banyak yang mencari yang enak-enak dalam ibadah--tidak setia bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.

    Lalu tidak mau menyembah atau penyembahannya belum mencapai ukuran sampai daging tidak bersuara.

Tetapi puji syukur pada Tuhan, Dia masih memberi kekuatan kepada kita untuk bisa menyembah Dia. Tuhan berikan Penolong kepada kita.
Roma 8: 26
8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Manusia darah daging memang ditandai dengan kelemahan-kelemahan sampai puncaknya yaitu tidak bisa berdoa menyembah Tuhan. Tetapi jangan putus asa, karena ada Roh Kudus. Tuhan memberikan Roh Kudus yang sanggup menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dalam dua hal:

  1. Ayat 26: 'Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan'= kita menyembah Tuhan dengan hancur hati, mengaku tidak layak, tidak mampu, tidak bisa apa-apa, tidak berharga apa-apa, dan hanya bergantung pada anugerah Tuhan yang besar; kita mengangkat tangan menyerah pada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar kepada kita.

    Roma 8: 27-28
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa
    Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Kalau kita sudah bergantung sepenuh pada anugerah Tuhan yang besar--tidak mengandalkan yang lainnya; merasa tidak bisa berbuat apa-apa--, hasilnya: tangan anugerah Tuhan sanggup melakukan kebaikan bagi kita; semua menjadi baik. Percayalah!

    Kalau kita bisa menyembah dengan hancur hati--mengaku diri kita tidak layak, banyak dosa, banyak masalah, tidak berdaya, hanya bergantung pada Tuhan--, Dia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tidak ada Tuhan berbuat jahat pada kita. Dia menjadikan semua baik, indah, berhasil dan damai sejahtera pada waktunya; semua enak dan ringan.

    Itulah menyembah dengan hancur hati--seperti bayi yang menangis pada Tuhan.
    Malam ini mohon Roh Kudus, supaya kita bisa menyembah Tuhan dengan keluhan yang tak terucapkan.


  2. Roma 8: 15
    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Yang kedua: Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah dengan berseru: Ya Abba, ya Bapa! Ini seperti Yesus saat di taman Getsemani, Ia hanya berkata: Ya Abba, ya Bapa!--perobekan daging; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Ini adalah ukuran doa penyembahan.

    Markus 14: 33-36
    14:33. Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
    14:34. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah."
    14:35. Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36. Kata-Nya: "
    Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Yesus tidak layak untuk dihukum apalagi disalib, karena itu Ia tidak pernah berbuat dosa, bahkan tidak mengenal dosa. Dia selalu berbuat baik, tidak layak untuk dihukum, karena itu Dia berkata: tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku. Tetapi masih dilanjutkan: tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.
    Inilah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; taat dengar-dengaran sekalipun ada alasan untuk tidak taat dan alasan itu benar.

    Taat sampai daging tidak bersuara lagi, itulah ukuran penyembahan, dan sama dengan mengangkat tangan pada Tuhan: Terserah Engkau, Tuhan. Dan Tuhan akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar untuk:


    1. Mengubahkan hidup kita--mujizat rohani--yaitu jujur.
      Kalau jujur kita akan menjadi rumah doa, dan mujizat jasmani terjadi.


    2. 'Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu'= menghapus segala kemustahilan--mujizat jasmani. Tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menghapus segala kemustahilan, menyelesaikan masalah yang mustahil.


    Mujizat jasmani dan rohani terjadi, dan kalau Tuhan datang kembali kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mujizat terakhir--, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

    Tadi, menjadi rumah doa, berarti kita sudah disingkirkan jauh dari antikris.
    Kita jujur sampai daging tidak bersuara, dan taat sampai daging tidak bersuara. Kita menjadi rumah doa, dan kita disingkirkan dari antikris; antikris tidak bisa menjamah kita. Dan kalau Tuhan datang kembali kedua kali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, untuk diangkat di awan-awan yang permai. Kita bersama Tuhan selama-lamanya, sampai ke pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru--kekal selamanya.

Tuhan tolong kita semua. Sementara ada mati syahid--zaman awal: Habel, zaman pertengahan: imam Zakharia, zaman akhir: banyak yang mengalami pembunuhan besar-besaran oleh antikris; banyak orang mati syahid--, biarlah kita menggunakan kesempatan supaya tidak mati syahid/masuk aniaya antikris:

  1. Jangan berdiri saja di tepi laut! Mari menyeberang hari-hari ini, layani Tuhan, aktif lagi dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh yang sempurna.

    Kita melayani sampai garis akhir, jangan berhenti di tengah jalan!

    "Kalau kita menyeberang, sudah dekat dengan tujuan lalu berhenti, percuma, tidak akan sampai ke pelabuhan."

    Yang sudah berhenti, mari lanjutkan lagi. Yang belum, berdoa pada Tuhan, supaya Ia membukakan jalan, sehingga bisa melayani.
    Memang enak di pinggir laut dari pada menyeberang kena angin, harus berkorban dan lain-lain. Tetapi kalau kita mau menyeberang, janji-Nya adalah pelabuhan damai sejahtera, dan antikris tidak bisa menjamah, sampai satu waktu antikris tidak bisa melihat kita.


  2. Kemudian mari menyembah.


    1. Jangan berhenti sampai firman dan kesaksian saja, tetapi lanjutkan untuk bisa menyembah Tuhan sampai hancur hati; hanya menangis pada Tuhan, mengaku tidak layak, hanya mengulurkan tangan pada Tuhan, dan Ia akan akan mengulurkan tangan pada kita. Semua menjadi baik, berhasil, indah pada waktunya. Sabar tunggu waktu Tuhan! Semua akan baik, lega, damai, enak, ringan, berhasil dan indah.


    2. Kemudian berseru: Ya Abba, ya Bapa! Ini adalah ketaatan dan kejujuran--menjadi rumah doa. Kita hanya mengangkat tangan dan Tuhan mengulurkan tangan untuk menghapus segala kemustahilan, sampai kita disempurnakan. Kita tiba di pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru.

Mari, serahkan semua pada Tuhan! Kita bisa menyembah Dia dengan hancur hati, ketaatan dan kejujuran. Kita hanya mengangkat tangan, dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah-Nya kepada kita.

Jangan masuk mati syahid/antikris, tetapi kita menyeberang, dan kita hidup dalam tangan Tuhan.
Serahkan semua kepada Dia! Kita hanya bayi-bayi yang tidak berdaya apa-apa.
Yang tidak bisa dipikir, tidak bisa dikerjakan, tidak bisa ditolong dengan apapun, kesempatan untuk menyerahkan pada Dia, hanya menangis dan hancur hati, hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa; terserah Engkau, Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top