English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2012 (Senin Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Januari 2010 (Sabtu
Markus 14:3-8
Manusia adalah buli-buli dari tanah liat yang mudah pecah dan hancur oleh dosa,...

Ibadah Doa Malang, 08 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk tentang BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Matius 26:1-5 menunjuk tentang...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 01 September 2017 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:31-32
25:31 "Haruslah engkau membuat kandil...

Ibadah Raya Malang, 13 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah peringatan kepada Petrus.
Yudas diperingatkan oleh Tuhan, Petrus juga diperingatkan oleh...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir zaman...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 Agustus 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 28 Juni 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Juni 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Bagan Batu

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 9:23b
9:23...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Juni 2010 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Anak sulung secara rohani adalah kehidupan yang memiliki hak kesulungan, yaitu:
hak untuk menikah= hak untuk masuk dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 April 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juli 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 adalah tentang kebangkitan Yesus. Yesus bangkit dalam tubuh kemuliaan. Ini juga menunjuk pada...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Februari 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Malang, 13 November 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 adalah tentang 7 percikan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Februari 2020 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 25-35 => segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus; sama dengan pengikutan kepada Yesus.
Kita sudah belajar langkah-langkah pengikutan kepada Yesus: menyangkal diri, memikul salib, baru bisa mengikut Yesus (ayat 25-27) (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Januari 2020 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Januari 2020).

Malam ini kita belajar praktik pengikutan kepada Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Januari 2020):

  1. Lukas 14: 28-30
    14:28. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
    14:29. Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
    14:30. sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

    Praktik pengikutan kepada Yesus yang pertama: kita mendirikan menara (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Januari 2020 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Februari 2020).
    Artinya: berjaga-jaga, masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, dan menjadi mercusuar--kehidupan yang menjadi teladan.

    Untuk membangun, anggarannya adalah kurban Kristus.
    Untuk berjaga-jaga, membangun tubuh Kristus, dan menjadi teladan, semuanya butuh pengorbanan.


  2. Lukas 14: 31-33
    14:31. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
    14:32. Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk
    menanyakan syarat-syarat perdamaian.
    14:33. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya,
    tidak dapat menjadi murid-Ku.

    'tidak dapat menjadi murid-Ku'= tidak bisa mengikut Tuhan.

    Praktik pengikutan kepada Yesus yang kedua: menjadi pemenang seperti seorang raja (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 15 Februari 2020) sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Februari 2020).

    Yang dibutuhkan adalah kekuatan dari Tuhan karena musuh kita adalah Iblis.


  3. Lukas 14: 34-35
    14:34. Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
    14:35. Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

    Praktik pengikutan kepada Yesus yang ketiga: menjadi garam yang asin. Jangan menjadi garam yang tawar!

AD. 3
Untuk mempertahankan rasa asin, dibutuhkan tekad yang kuat.

Jadi, dalam pengikutan kepada Yesus kita harus memiliki tekad yang kuat untuk tetap menjadi garam yang asin, artinya kehidupan yang selalu diurapi Roh Kudus.
Jangan sampai seperti Saul yang kehilangan urapan Roh kudus, dan ia mati dengan dipenggal.

Kalau kita berada dalam urapan Roh Kudus--asin--, hidup kita tidak akan hancur, busuk, dan binasa, tetapi meningkat menjadi garam dunia; terang dunia, sempurna seperti Yesus--'Akulah terang dunia, kamu adalah terang dunia'. Itu tekad kita hari-hari ini. Tetap pertahankan garam yang asin--urapan Roh Kudus--!

Apapun yang terjadi kita harus tetap menjadi garam yang asin.
Proses menjadi garam yang asin:

  1. Markus 9: 50
    9:50. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

    Proses pertama menjadi garam yang asin: berdamai--mengaku dosa kepada Tuhan dengan sejujur-jujurnya, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; terhadap sesama kita saling mengaku dan mengampuni. Kalau salah kita mengaku, kalau benar kita mengampuni dan melupakannya.
    Kalau tidak mau mengaku, akan busuk, kalau menyalahkan orang lain, akan binasa. Tuhan tolong kita semua.

    Saat kita berdamai dengan Tuhan dan sesama, darah Yesus akan menghapus dosa kita, sehingga hati kita menjadi damai sejahtera; tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan; tidak ada keinginan jahat dan najis, kepahitan, dan ketakutan.

    Ingat! Damai sejahtera ada kaitan dengan kota damai, Yerusalem. Dulu Tuhan melarang murid-murid meninggalkan Yerusalem, artinya sekarang kita menjadi TEMPATNYA Roh Kudus.
    Kisah Rasul 1: 4-5
    1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi
    kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

    Kalau murid-murid meninggalkan Yerusalem, mereka tidak akan menerima Roh Kudus. Sekarang menunjuk pada hati kita. Hati kita harus damai, supaya bisa menjadi tempat pencurahan Roh Kudus.
    Jangan saling membenci dan menyakiti tetapi berdamai!

    Jadi kita harus punya tekad yang kuat untuk berdamai, supaya jangan menjadi garam yang tawar. Tuhan tolong kita semua.


  2. Kisah Rasul 1: 14-15
    1:14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
    1:15. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

    Proses kedua menjadi garam yang asin: bertekun dengan sehati dalam doa, bisa ditambah dengan doa satu jam, doa puasa, dan doa semalam suntuk.

    Kalau kita mau diurapi Roh Kudus tetapi tidak pernah berdoa, bagaimana bisa? Tempatnya sudah ada, tetapi tidak ada SELANGNYA, sama saja, minyaknya tidak akan bisa tertampung.

    Sehati--mulai dari suami istri, anak orang tua, kakak adik, sesama teman--bisa terjadi kalau diisi dengan satu benih firman pengajaran yang benar. Kalau firmannya sama, maka rohnya juga sama; kita menerima satu roh yang benar. Kalau pengajarannya palsu, rohnya juga palsu.

    Mari biarlah kita semua diisi dengan satu benih firman pengajaran yang benar, setelah itu kita menerima Roh Kudus yang benar.

    Bertekun dalam doa artinya berdoa dilakukan terus menerus sampai mencapai tujuan yaitu mendapatkan urapan Roh Kudus. Kalau belum dapat, jangan berhenti. Tetap tekun sampai akhir!
    Kekurangan kita adalah bertekun saat akan ada ibadah kepenuhan Roh Kudus, setelah itu tidak tekun.

    Bertekun juga berarti dilakukan dengan kerinduan yang mendalam sampai selesai, yaitu mendapatkan kepenuhan Roh Kudus.

    Bertekun dengan sehati dalam doa sama dengan seorang ibu yang mengandung. Ia harus bertahan sampai melahirkan bayi; kalau berhenti di tengah jalan tidak akan jadi bayi.
    Yang dibutuhkan satu benih firman, dan dilakukan terus menerus.

    Mulai sekarang kita bisa menerima kepenuhan Roh Kudus.
    "Dulu om menerima kepenuhan Roh Kudus saat doa pagi, bukan ibadah kepenuhan Roh Kudus. Yang penting kerinduan kita terus meningkat, bukan surut. Kalau rindu menjadi garam yang asin, tambah dengan doa puasa. Gunakan waktu, jangan dibuang-buang!"

    Jadi kita harus punya tekad kuat untuk bertekun dalam doa.


  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Proses ketiga menjadi garam yang asin: rela sengsara daging tanpa dosa; rela sengsara daging termasuk perasaan karena Yesus; rela menerima percikan darah.

    Tadi, siapkan tempatnya yaitu berdamai, kemudian selang/corotnya yaitu berdoa dengan tekun, terakhir rela sengsara daging tanpa dosa.

    Dulu setiap tahun Imam Besar Harun masuk ruangan maha suci untuk memercikkan dua kali tujuh percikan darah, dan terjadi shekinah glory.
    Sekarang, kalau kita mengalami percikan darah, kita akan mengalami kepenuhan Roh Kudus/shekinah glory. Roh kemuliaan ada pada kita.

    Kalau ada Roh kemuliaan, kita akan selalu berbahagia di tengah penderitaan, sama dengan selalu bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal.

    Jadi kita bertekad untuk bersyukur dalam menghadapi segala hal--tidak kecewa dan putus asa.

    Tadi tekad kuat untuk berdamai dan bertekun, sekarang bertekad untuk bersyukur di tengah penderitaan.
    Di situlah kita mengalami kepenuhan dan urapan Roh Kudus. KITA MENJADI GARAM YANG ASIN.
    Malam ini Roh Kudus bisa memenuhi dan mengurapi kita, bergantung kerinduan kita masing-masing.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kegunaan pertama: Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari bisa berkata: Ya Abba, ya Bapa.
    Artinya: jujur dan taat.

    Selama jujur, garam akan tetap asin, hidup kita tidak akan bisa hancur, ada kemuliaan Tuhan di sana.
    Kalau tidak jujur pasti tidak taat. Kalau menyembunyikan sesuatu, akan busuk, ada virus-virus dosa. Jujur mulai dari mengaku dosa, jangan menyalahkan orang lain.


  2. Yohanes 15: 25-26
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan
    bersaksi tentang Aku.

    Kegunaan kedua: Roh Kudus adalah Roh penghibur dan kebenaran yang memberikan kekuatan ekstra untuk menghadapi kesulitan dunia, kemustahilan, kebencian dalam dunia, bahkan aniaya dan sebagainya.

    Kita menjadi kuat sehingga kita tidak putus asa, kecewa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap hidup dalam kebenaran--tidak berbuat dosa--sehingga kita menjadi saksi yang benar.
    Hati-hati, ada saksi palsu--berbuat tidak benar tetapi bersaksi.

    Inilah garam yang asin yaitu bersaksi.
    Kalau bergosip atau memfitnah, kita akan hancur. Jangan cari-cari kesalahan orang lain!
    Bersaksi juga sama dengan menjadi terang.

    Jujur, taat, dan bersaksi, sama dengan menjadi rumah doa--tempatnya Roh Kudus, bukan sarang penyamun, sehingga mujizat jasmani juga terjadi. Salah satunya laut Kolsom dibelah oleh angin timur--gambaran dari Roh Kudus.
    Artinya sekarang: menyelesaikan semua masalah yang mustahil, ada masa depan berhasil dan indah--tangan kita terbatas tetapi tangan Roh Kudus tidak terbatas.
    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; kita menjadi garam dan terang dunia--mempelai wanita sorga--yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Andalkan Roh Kudus! Sediakan tempatnya, corotnya, setelah itu siap untuk dijamah, diurapi, dan dipenuhi Roh Kudus.
Kuasa Roh Kudus bekerja, ada mujizat bekerja, Tuhan akan tolong sampai pada kemuliaan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top