English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2010 (Senin Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam II
Tema di Jakarta "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:4
4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua...

Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Mei 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= terdengar bunyi sangkakala yang dasyat, itulah Firman penggembalaan yang mampu mengembalikan segala...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Desember 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 27 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 20 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8:19-21
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang I, 19 Februari 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 12:3-4, setiap rumah harus memiliki seekor anak domba, yang nantinya disembelih dan...

Ibadah Doa Surabaya, 12 April 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2019 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA; jemaat yang terakhir. Ini merupakan gambaran dari sidang jemaat akhir zaman--kita semua (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.
Artinya, secara jasmani sangat kaya--tidak kekurangan apa-apa, dan hanya menonjolkan/membanggakan yang jasmani--, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang--betul-betul terpuruk; jasmani dan rohani tidak seimbang.

Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna, jijik, najis, dan terpisah dari TUHAN/terbuang selamanya--muntah tidak akan diambil lagi--, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat pedang firman diabaikan, maka TUHAN menghajar jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan Sorga; supaya tidak dimuntahkan oleh TUHAN, tetapi bisa menyenangkan hati TUHAN dan mengenyangkan TUHAN.

Ukuran TUHAN adalah kehidupan rohani, bukan yang jasmani. Yang jasmani, kalau diberkati silahkan; tetapi yang diukur adalah yang rohani. Jika kita memiliki kekayaan sorga, artinya kita tidak dibuang/dimuntahkan oleh TUHAN, tetapi kita dimakan oleh TUHAN--menyenangkan hati TUHAN dan mengenyangkan TUHAN, dan TUHAN pasti menyenangkan kita juga.

"Yang bekerja kepada bos, kalau kerja kita bagus, menyenangkan bos, tentu dia akan berusaha menyenangkan kita. Di rumah tangga, kalau kita menyenangkan orang tua, maka orang tua tidak akan ragu pada kita dan juga menyenangkan kita. Terlebih lagi kepada TUHAN. Dia tidak pernah menipu kita semua."

Ada 3 macam kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. Emas yang telah dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang teruji; iman yang sempurna, yang siap menanti kedatangan Yesus kedua kali.

    Membeli emas--iman yang sempurna--lewat mendengar firman Allah; firman Allah bagaikan tambang emas yang digali.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015); menunjuk pada pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN:


    1. Pakaian penggembalaan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015).
      Menjadi seorang gembala merupakan kepercayaan dan kemurahan TUHAN. Kalau tidak, maka tidak bisa melakukan tugasnya.

      "Kalau saya mengangkat diri sendiri menjadi seorang gembala--karena saya bisa menyewa gedung, dan lain-lain--; maka saya tidak bisa melakukan tugas sebagai gembala."

      Jika dari TUHAN, maka gembala bisa menunaikan tugas, terutama memberi makan sidang jemaat.

      Sidang jemaat juga, kalau bukan kemurahan dan kepercayaan TUHAN, maka tidak bisa tergembala--lebih banyak pohon ara di tepi jalan dari pada pohon ara di kebun anggur. Artinya, banyak kehidupan kristen yang menjadi kristen jalanan--tidak tergembala.


    2. Pakaian pelayanan (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Agustus 2015).
      Yang sudah melayani jangan sampai lalai, tapi harus tetap setia. Bagi yang belum melayani, berdoa supaya TUHAN berikan karunia-karunia.


  3. Minyak untuk melumas mata, supaya bisa melihat (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 19 Agustus 2015).

AD 3.
MINYAK UNTUK MELUMAS MATA

Minyak menunjuk pada minyak urapan Roh Kudus.
Kita harus memiliki minyak untuk melumas mata, artinya harus memiliki minyak urapan Roh Kudus, supaya kita bisa MELIHAT PRIBADI YESUS.

Mengapa harus melihat pribadi Yesus?:

  1. Wahyu 22: 3-4
    22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
    22:4. dan mereka akan
    melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

    Jawaban pertama: YANG POSITIF
    Sebab, jika kita bisa melihat pribadi Yesus sekarang, maka ada harapan besar untuk melihat pribadi Yesus dalam kemuliaan sebaga Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, yang akan datang kedua kali di awan-awan yang permai; sampai kita bisa melihat Dia di takhta sorga selama-lamanya.

    Kalau mata daging, hanya melihat manusia, uang dan lain-lain. Jemaat Laodikia hanya melihat uang--melihat yang jasmani--: 'aku kaya, aku tidak kekurangan apa-apa'--tidak membutuhkan Yesus/firman.
    Tetapi kalau diurapi, maka kita bisa melihat pribadi Yesus.


  2. Yohanes 20: 19
    20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

    Jawaban kedua: YANG NEGATIF
    Jika tidak bisa melihat pribadi Yesus, maka keadaan kita seperti keadaan murid-murid yang menghadapi pintu terkunci, yaitu:


    1. Masalah-malasah yang tidak ada jalan keluar; masalah yang mustahil.
    2. Dalam keadaan letih lesu, beban berat--tidak ada damai sejahtera.
      Ketika Yesus datang dan mengatakan, 'Damai sejahtera bagi kamu!', baru ada damai. Berarti selama ini tidak ada damai.


    3. Dalam keadaan ketakutan/stress.
      Ini merupakan pembunuh utama manusia secara jasmani. Dalam injil Lukas dikatakan: Banyak orang mati ketakutan sebab seluruh bumi bergoncang.

      "Kalau sudah stress, takut, maka hormon-hormon bekerja dengan tidak seimbang, sehingga penyakit datang."

      Tetapi lebih dari itu, juga merupakan pembunuh utama secara rohani, yaitu membuat kering rohani/mati rohani.


    Kalau keadaan pintu terkunci dipertahankan sampai Yesus datang kedua kali, maka ia akan bersembunyi di gua-gua; takut melihat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Wahyu 6: 15-17
    6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?


    Jika ketakutan melihat Yesus yang datang kedua kali di awan-awan yang permai, akibatnya akan tertinggal dan binasa bersama dunia, sampai binasa selamanya di neraka.

Inilah pentingnya memiliki minyak urapan--kekayaan sorga--, supaya mata kita terbuka dan bisa melihat pribadi Yesus. Bukan melihat perkara-perkara dunia ini, sebab dunia ini akan kiamat dan musnah. Fokus kita hanya melihat pribadi Yesus.

Kalau sudah bisa melihat pribadi Yesus, maka semua yang ada di dunia ini--masa depan dan lain-lain--sudah tercakup di dalamnya; asal kita sungguh-sungguh.

Murid-murid Yesus sebagai contoh, mereka dalam keadaan ketakutan, tetapi untunglah bisa melihat pribadi Yesus.

Yohanes 20: 20
20:20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Murid-murid tidak bisa melihat Yesus yang bangkit, sehingga Yesus disangka penjaga kebun dan lain-lain. Akibatnya, mereka berada dalam keadaan ketakutan dan mengunci diri. Tetapi Yesus datang dengan menunjukkan tangan-Nya yang berlubang paku dan lambung-Nya yang tertikam, sehingga murid-murid bersukacita ketika melihat Yesus/melihat wajah-Nya.

Proses untuk melihat pribadi Yesus:

  1. Proses yang pertama: Melihat LAMBUNG-NYA yang tertikam oleh tombak.
    Sebenarnya,Yesus sudah mati di kayu salib dengan 4 luka utama--2 di tangan dan 2 di kaki. Kalau belum mati, maka kakinya harus dipatahkan, supaya cepat mati dan mayatnya diturunkan--seperti 2 penjahat yang disalib bersama Yesus.

    Yesus disalibkan waktu menjelang hari sabat--pada hari sabat tidak boleh ada mayat tergantung.
    4 luka utama ini untuk menyelamatkan bangsa Israel, umat pilihan TUHAN.

    Tetapi ketika sampai kepada Yesus, mereka melihat Yesus sudah mati; maka kaki Yesus tidak jadi patahkan, tetapi prajurit menombak lambung Yesus sehingga mengeluarkan darah dan air. Ini luka ke-5, untuk menyelamatkan bangsa kafir; sampai mati pun, Yesus masih mengingat bangsa kafir.

    Yohanes 19: 32-34
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa
    Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Luka ke-5, yaitu luka Yesus di lambung--luka terdalam dan terbesar--, untuk menyelamatkan bangsa kafir. Dari lambung Yesus, keluar darah dan air.

    TANDA DARAH
    Menunjuk pada alat mezbah korban bakaran--dulu harus membawa binatang korban untuk pengampunan dosa, tetapi sekarang tidak perlu lagi sebab Yesus sudah dikurbankan untuk mengampuni dosa kita.

    Tanda darah, artinya bertobat; berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa, terutama bertobat dari 8 dosa yang langsung membawa kita ke neraka.

    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Kalau mau memiliki harapan untuk melihat masa depan yang berhasil dan indah--sampai masa depan yang kekal--, maka sekarang kita harus melihat lambung Yesus--bertobat.

    "Yang mau kuliah, silakan. Tetapi ingat, jika kuliah tanpa bertobat, maka tidak ada artinya. Maaf saudaraku, banyak orang kuliah yang sulit hidupnya. Kalau kuliah ditambah bertobat, maka bisa melihat masa depan yang indah dan berhasil. Sekalipun tidak kuliah--karena tidak ada biaya dan lain-lain--, tetapi jika ditambah bertobat, maka bisa melihat masa depan yang indah dan berhasil."

    Jadi, titik beratnya adalah bertobat dari 8 dosa.
    Jangan ada dusta! Berdusta berarti menjadi sama dengan setan yang berada dalam kegelapan; tidak bisa melihat terang; tidak bisa melihat masa depan yang berhasil.

    Dusta merupakan penutup dosa, artinya selama ada dusta, maka 7 dosa yang lain masih ada.

    TANDA AIR.
    Menunjuk pada alat kolam pembasuhan, artinya baptisan air yang benar.

    Mari, hari-hari ini kita bertobat dulu--mati terhadap 8 dosa--kemudian masuk baptisan air.

    Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit dari dalam air bersama Yesus untuk menerima hidup baru/hidup sorga--langit terbuka: 'Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi'--, yaitu hidup dalam kebenaran atau hidup dalam damai sejahtera.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Kalau bisa melihat lambung Yesus--bertobat, baptis air dan hidup benar--, kita pasti mengalami damai sejahtera sekalipun dunia ini bagaikan lautan yang tidak pernah tenang--perjalanan menuju ke sorga bagaikan menyeberangi lautan dunia yang penuh dengan angin dan ombak.

    Yesaya 32: 17
    32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Kalau tidak benar, maka tidak damai.
    Jangan mencari kedamaian di dalam dosa! 'Di rumah tangga saya susah, saya mau ke diskotik dulu, ke gedung bioskop dulu', ini salah. Banyak suami yang salah juga, di kantor susah, di rumah susah juga, lalu mencari ketenangan lewat minum-minum/mabuk-mabuk.

    Yang benar, ada kebenaran dulu baru ada damai sejahtera.

    "Kalau di rumah tangga, kita tidak tenang, cari dulu apa yang tidak benar. Di kantor kalau tidak tenang, cari yang tidak benar, 'Oh, ternyata karena korupsi'. Kalau ada korupsi, pasti tidak tenang apalagi kalau ada kabar KPK mau datang 3 hari lagi. Di mana kita tidak tenang, cari apa yang tidak benar! Naik motor tidak pernah tenang. Kenapa? Karena tidak punya SIM C, sehingga di jalan melihat-lihat ada polisi atau tidak."

    Jadi, kalau tidak tenang, cari dulu mana yang tidak benar. Perbaiki dulu! Kalau sudah benar, maka ada damai sejahtera, sehingga hidup menjadi enak dan ringan.

    "Mungkin saudara berkata: 'Iya, karena Om ada uang'. Dari dulu, ketika saya makan-tidak makan sampai menjadi hamba TUHAN, tetap tenang. Kalau ada dosa, maka tidak tenang. Menjadi seorang pengerja, kalau ada kesalahan, pasti tidak tenang. Kalau tidak ada kesalahan, santai saja, tenang."

    Efesus 5: 25-26
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan
    memandikannya dengan air dan firman,

    Sesudah kita bertobat dan menyelam dalam baptisan air , masih harus dilanjutkan dengan menyelam dalam air hujan firman pengajaran yang benar, firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Menyelam = mendalam.

    Sesudah firman penginjilan--yang membawa kita untuk bertobat dan masuk baptisan air--, maka harus dilanjutkan dengan pengajaran.
    Amanat agung Yesus ada 2, yaitu 'Pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus,...' (Matius 28: 19), tetapi amanat yang kedua ('dan ajarlah mereka...' Matius 28: 20) tidak pernah diterangkan.
    Sayang, sering kali gereja hanya mengajarkan satu saja; begitu juga dengan apa yang dilihat Musa di gunung Sinai, yang diajarkan hanya satu yaitu Musa menerima 2 loh batu saja, Tabernakel tidak pernah diajarkan.

    Setelah menyelam dalam baptisan air, harus menyelam/mendalam dalam firman Allah/firman pengajaran yang benar; terutama dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

    "Mari kita tekuni. Setelah menyelam dalam baptisan air, masih ada tugas lagi. Kalau tidak, berarti hanya cukup 'memandikan dengan air'. Tetapi Alkitab mengatakan--bukan dari saya--, 'memandikan dengan air dan firman'. Kalau hanya cukup kebaktian hari Minggu saja--sudah memenuhi firman--, saya senang sekali, tidak usah macam-macam, hari Senin dan Selasa kita semua enak-enakan saja. Tetapi tidak bisa, saya punya tanggung jawab sebagai seorang gembala. Harus sesuai dengan firman."

    Kita harus menyelam dalam air firman pengajaran, supaya kita mengalami penyucian yang lebih mendalam, terutama disucikan dari tabiat bangsa kafir; tabiat adalah sesuatu yang mendarah-daging--melekat. Oleh sebab itu, firman harus mendalam; jika tidak, akan tetap memiliki tabiat kafir. Ini harus disucikan.

    Tabiat bangsa kafir, yaitu:


    • Yang pertama: Menyembah berhala.
      TUHAN berpesan kepada orang Israel karena ketika di Mesir, bangsa kafir menyembah binatang lembu; ketika di Kanaan, TUHAN memberi peringatan kepada bangsa Israel, supaya kalau nanti masuk ke Kanaan, jangan bertanya-tanya siapa allahnya atau bagaimana ibadahnya, karena bangsa Kanaan--bangsa kafir--menyembah berhala.

      "Jadi, ini memang tabiat bangsa kafir, yaitu menyembah berhala. Sekarang ini, ada batu kecil bagus, disembah. Apalagi kalau bisa menyembuhkan, bangsa kafir paling antusias. Ada batu besar, pohon besar, bahkan pohon kecil juga disembah."

      Penyembahan berhala sekarang ini, yaitu kikir dan serakah. Memang sekarang tidak menyembah batu, patung atau pohon, tetapi menyembah uang.

      Kolose 3: 5
      3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

      Kikir = tidak bisa memberi.
      Serakah = merampas hak orang lain, terutama haknya TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus.

      "Inilah tabiat bangsa kafir yang perlu mengalami penyucian lebih mendalam, termasuk saya sebagai hamba TUHAN.
      Ini sungguh-sungguh, saya bukan mengecam, tetapi sering kali kami hamba TUHAN, bukan persepuluhan tetapi iuran; persepuluhan sekedarnya saja. Tidak berani memberikan persepuluhan. Mohon maaf, itu betul-betul terjadi. Bahkan di dalam pengajaran pun, banyak terjadi.
      "

      Hati-hati! Merampas milik sesama--korupsi, hutang tidak bayar--tidak ada penyelesaian, tetapi malah bermusuhan--tidak bertegur sapa lagi. Itu bukan penyelesaian, tetapi menambah dosa.

      Kalau kita mendalam dalam firman pengajaran, maka kita disucikan dari tabiat kekafiran yaitu lebih bahagia memberi daripada menerima--sama dengan menyembah TUHAN--, sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada TUHAN.


    • Yang kedua: Kekuatiran.
      Kalau tidak mendalam dalam firman, maka kita tidak bisa lepas dari kekuatiran. Dalam pelajaran tentang tahbisan, binatang korban dipotong-potong menurut bagian-bagiannya. Dipotong-potong sama dengan penyucian yang mendalam--sampai terkena pada tabiat--yaitu tabiat kekuatiran.

      Matius 6: 31-34
      6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32. Semua itu dicari
      bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33. Tetapi
      carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."


      'bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah' = bangsa kafir.
      Tabiat kekuatiran yaitu kuatir tentang apa yang dimakan, diminum dan dipakai, kuatir tentang masa depan, sampai tidak bisa mencari TUHAN--tidak setia dalam ibadah pelayanan dan hidupnya tidak benar.

      Bukan tidak boleh mengejar masa depan, dan lain-lain. Itu harus. Tetapi jangan sampai meninggalkan TUHAN seperti jemaat Laodikia; 'Aku kaya, aku tidak kekurangan apa-apa', tetapi di Wahyu 3: 20, TUHAN mengetuk pintu, berarti TUHAN berada di luar; mereka di dalam hanya menggembar-gemborkan perkara jasmani.

      Kalau sudah kuatir, maka hidupnya juga tidak benar.

      "Tadi malam, kaum muda juga disinggung. Kalau sudah soal jodoh, selalu 'nanti kalau...'. Akhirnya hidupnya tidak benar. Waktu ujian juga, yang lain mencontek, 'nanti kalau aku tidak mencontek, aku saja yang tidak lulus', sehingga tidak benar."

      Kalau sekarang kita mau mendalam dalam firman pengajaran--mau disucikan dari tabiat kafir--maka 'carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya'.

      Bukti kalau kita disucikan dari tabiat kekafiran/kekuatiran yaitu:


      1. Bukti pertama: bisa mengutamakan ibadah pelayanan--beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan baik, setia dan benar. Dan kita akan berbahagia. Tidak ada lagi ketakutan dan stress sampai kita mengalami kebahagiaan sorga.

        Matius 25: 21
        25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.


      2. Lukas 12: 29-32
        12:29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
        12:30. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
        12:31. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
        12:32.
        Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

        'kawanan kecil' = sekawanan domba-domba, ini menunjuk pada penggembalaan.
        Jangan takut untuk masuk penggembalaan!

        Bukti kedua disucikan dari tabiat kekafiran/kekuatiran: kita menjadi domba-domba yang tergembala dengan benar dan baik.
        Tadi, bertobat dan masuk baptisan air menunjuk pada halaman Tabernakel.

        Kalau sudah hidup benar, ada damai sejahtera, semua enak dan ringan, mari disucikan lebih mendalam sampai bisa masuk kandang.

        "Kalau tidak mengalami penyucian mendalam, tanyakan pada kaum muda yang melamar pekerjaan. Sering kali dicaci maki oleh sesama orang Kristen. 'Apa-apaan kamu ini? Minggu ke gereja, Senin, Rabu ke gereja lagi, ditambah Sabtu lagi'. Yang mencaci maki malah orang Kristen, kalau orang di luar TUHAN bisa mengatakan, 'Atur waktu baik-baik'. Ini aneh tapi nyata. Ini pengalaman saya sebagai gembala, banyak kaum muda yang mengeluh. Katakan, bahwa kita bukan merugikan, kalau hari-hari ibadah, minta supaya jam pulang dimajukan. Tetapi hari lain yang tidak ada ibadah, silakan tambah jam kerjanya. Ajaran saya tidak merugikan, tetapi orangnya yang tidak mau."

        Salah satu syarat tergembala dengan benar dan baik adalah masuk kandang penggembalaan--ruangan suci denga 3 macam alat--, menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


        • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya.
        • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
        • Mezbah dupa emas : ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.


        Kalau masuk dalam kandang penggembalaan, maka kita dihitung oleh TUHAN.

        Yehezkiel 20: 37
        20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

        Kalau tergembala, sampai sehelai rambut yang tidak berdayapun, kita dihitung. Artinya:


        • kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN sampai tidak berkekurangan.

          Dalam Matius 6: 'Semua akan ditambahkan kepadamu', artinya surplus, tidak pernah kekurangan; sampai berkelimpahan yaitu selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Kita dipelihara dari kurban Kristus--Gembala yang baik menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya, supaya kita bisa hidup dalam kelimpahan. Selalu surplus, tidak pernah minus.


        • Dihitung juga artinya sampai kita dimiliki oleh TUHAN.


    Inilah proses melihat pribadi Yesus, yaitu melihat lambung Yesus yang mengeluarkan darah dan air; kita bertobat, baptis air, hidup benar, damai, semua menjadi enak dan ringan.

    Tetapi masih ada tabiat kekafiran yang harus disucikan lebih mendalam oleh pedang firman--menyelam lebih dalam--sampai kita tidak menyembah berhala, tetapi menyembah TUHAN. Kalau disucikan, kita lebih bahagia memberi dari pada menerima, sampai bisa memberi seluruh hidup pada TUHAN.

    Kita tidak ada kekuatiran, yaitu bisa beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan benar, setia dan baik; sampai tergembala dengan benar dan baik. Kita dihitung oleh TUHAN dan menjadi milik TUHAN yang tidak boleh digangg gugat sampai selama-lamanya; bahkan sehelai rambut tidak boleh diganggu gugat.


  2. Proses yang kedua: Melihat TANGAN TUHAN yang berlubang paku.
    Tangan ini untuk bekerja.

    Sesudah kita masuk baptisan air, dibenarkan, disucikan dan digembalakan, maka kita dipakai TUHAN; melihat tangan TUHAN yang berlubang paku artinya bekerja seperti Yesus bekerja, melayani seperti Yesus melayani, yaitu:


    • Tangan yang berlubang paku adalah bukti Yesus taat sampai mati di kayu salib--termasuk setia.
      Kita harus melayani dengan ketaatan.

      "Kalau tidak taat, seperti yang sering saya katakan. Saya sudah kehausan dari tadi, lalu saya suruh ambilkan minum, tapi malah diambilkan laptop. Dengan pikiran, 'laptop lebih mahal, Om pasti senang', tapi tidak ada gunanya."

      Sering kali kita demikian.Firman mengatakan A, tetapi kita mau lebih dari firman, sehingga bilang B; tidak cocok. Akibatnya 'Enyahlah engkau'.

      Sama seperti Adam dan Hawa, begitu makan buah yang dilarang TUHAN--tidak taat--maka 'Enyahlah, engkau'.

      Jadi, melayani harus dengan ketaatan--harus sesuai dengan firman pengajaran yang benar; harus sesuai dengan rambu-rambu dari alkitab.

      Tentang pelayanan seorang wanita bagaimana. Alkitabnya sama, tetapi sering kali kita menambah dan mengurangi, supaya wanita boleh mengajar.


    • Melayani dengan kesucian.
      Kalau taat pasti suci. Adam dan Hawa juga, begitu mereka tidak taat, maka telanjang.


    • Melayani dengan kasih kepada TUHAN dan kasih kepada sesama dengan tulus ikhlas.
      Kita harus melayani dengan dorongan kasih, supaya pelayanan kita kekal; sebab kasih itu kekal.
      Kalau pelayanan didorong dengan uang, keluarga dan lain-lain, maka pelayanan tidak kekal.

      Inilah melihat tangan Yesus. Tadi, melihat lambung Yesus--kita manusia berdosa terutama bangsa kafir harus melihat lambung Yesus--kita bertobat, baptisan air, hidup benar, hidup damai, tidak ada lagi ketakutan. Kemudian digembalakan oleh TUHAN--menjadi domba-domba yang dihitung oleh TUHAN dan menjadi milik TUHAN. Sekalipun kecil, tetapi ada salib TUHAN--anugerah yang besar--yang ditambahkan kepada kita.

      Mari, kita sungguh-sungguh. Sekalipun gaji kita kecil, jemaat kecil, semua kecil, tetapi ada anugerah yang besar ditambahkan kepada kita dari salib TUHAN.

      "Mulai tahun 2003 kami melayani persekutuan-persekutuan, awalnya hanya setahun empat kali, akhirnya setiap bulan. Waktu tahun 2005, orang bertanya-tanya: Seberapa besar gerejanya, sehingga bisa membayar tiket pesawat, membayar ini-itu? Inilah 'ditambahkan oleh anugerah yang besar dari salib TUHAN'. Jangan putus asa! Kalau pandangan kita hanya kepada lambung Yesus, maka Dia tidak pernah menipu kita. Apa yang kecil, akan Dia tambahkan oleh anugerah yang besar dari salib-Nya."

      1 Petrus 1: 22

      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Jika kita sudah melayani dengan ketaatan, kesucian dan kasih, maka TUHAN memberikan kita jubah maha indah.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Jubah maha indah= jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus, sesuai yang dipercayakan TUHAN kepada kita, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

      Kalau kita dipakai, kita bukan disengsarakan, tetapi kehidupan kita sedang diperindah; kehidupan kita semakin tertata rapi dan semakin indah di hadapan TUHAN.

      Selama belum punya jubah maha indah, maka hidup kita belum indah; sekalipun mungkin kita punya mobil, dan lain-lain.

      "Kalau hanya karena punya mobil, hidup kita jadi indah, maka (permisi) Yesus tidak usah ditelanjangi di kayu salib. TUHAN cukup mengirim mobil, emas dan lain-lain ke dunia, maka hidup kita jadi indah. Tetapi karena TUHAN tahu, bukan mobil dan lain-lain yang membuat kita indah, maka Dia berikan jubah-Nya kepada kita, Dia rela ditelanjangi di kayu salib."

      Ini bukti bahwa selama belum punya jubah, hidup kita belum rapi dan indah; masih banyak ketakutan, masalah dan air mata. Mari, TUHAN tolong kita.


    • Pada tangan Yesus yang berlubang paku, ada darah = jubah harus dicelup dalam darah, artinya melayani dalam percikan darah--sengsara daging karena Yesus/karena pelayanan.

      Saat jubah dicelup dalam darah, terjadi pemisahan. Kalau kita melayani tanpa ketaatan, kesucian dan kasih, maka saat dicelup dalam darah, akan gugur--melepas jubah/telanjang.

      Tetapi kalau kita melayani dengan ketaatan, kesucian dan kasih, maka saat dicelup dalam darah, kita bukan gugur, tetapi jubah kita menjadi jubah putih berkilau-kilauan--jubah mempelai.

      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      Kalau tidak ada percikan darah, maka tidak ada jubah mempelai dan hanya sampai jubah maha indah saja; tidak sampai jubah putih berkilau-kilauan. Ini tidak ada artinya. Hidupnya belum indah, sebab jika TUHAN datang kedua kali di awan-awan yang permai, ia tidak bisa terangkat ke awan-awan. Oleh sebab itu harus ada sengsara.

      Kalau dalam ibadah pelayanan kita merasakan sengsara--mungkin sampai punggungnya sakit, pulang kuliah/kerja harus masuk ibadah--itu sudah benar. Jubah sudah dicelup dalam darah. Kalau kita tahan, maka saat Yesus datang kedua kali, tanpa kita sadari kita sudah punya jubah putih berkilau-kilauan.


  3. Proses yang ketiga: Melihat WAJAH Yesus.
    Orang buta sejak lahir, tidak dapat melihat Yesus. Artinya sudah lahir baru--sudah bertobat dan baptis air--tetapi tidak bisa melihat Yesus, sebab tidak mau disucikan oleh pedang firman--masih ada kekuatiran. Jangankan melihat Yesus, melihat lambung-Nya pun belum.
    Ketika orang buta sejak lahir disembuhkan, dia diusir.

    Yohanes 9: 35-38
    9:35. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
    9:36. Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
    9:37. Kata Yesus kepadanya: "
    Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
    9:38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia
    sujud menyembah-Nya.

    Menyembah Yesus = melihat wajah Yesus dan berkata-kata dengan-Nya--berkeluh kesah kepada TUHAN terutama menyeru nama Yesus--, kalau curhat kepada orang lain bisa menimbulkan pertengkaran.
    Segala keluhan kita, curahkan kepada TUHAN. Kalau kita tidak kuat, serukan: 'Yesus, tolong...'. TUHAN akan menolong kita semua.

    Wahyu 22: 4
    22:4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

    Dari wajah Yesus terpancar sinar matahari--ketika Yesus berdoa di atas gunung, wajah-Nya bersinar bagaikan matahari.

    Kalau kita melihat wajah Yesus, berkata-kata kepada-Nya dan menyeru nama Yesus, maka kita akan mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Keubahan dimulai dari wajah/hati.
    Saat menyembah TUHAN, maka hati kita diubahkan.

    Mengapa TUHAN izinkan orang buat ini diusir?
    Kalau tidak diusir, orang buta sejak lahir ini tetap di synagoge, tidak pernah bertemu Yesus--berada di synagoge yang tidak ada Yesus, karena Yesus berada di luar synagoge.

    Karena dia diusir, maka dia bertemu dengan Yesus di luar synagoge. Jangan menunggu di rumah TUHAN yang tidak menampilkan pribadi Yesus--tanpa pengajaran benar! Tetapi biarlah kita diusir kepada Yesus.
    Artinya, saat kita diizinkan TUHAN mengalami penderitaan dan ujian, itu adalah saat yang paling tepat untuk menyembah kepada TUHAN--bukan berkeluh kesah dan lari dari TUHAN--, sampai sinar matahari disinarkan kepada kita dan hati kita diubahkan.

    Hati = wajah; kalau hati marah, wajah menjadi merah; kalau hati takut, wajah menjadi pucat.

    Matius 11: 28-29
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
    lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Hati diubahkan menjadi:


    • Rendah hati: kemampuan untuk mengaku dosa.
      Orang yang bisa melihat wajah Yesus--bsa menyeru nama Yesus--adalah orang yang bisa mengaku dosa.

      Kalau bersalah, kita harus mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi!


    • Lemah lembut: kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Kalau kita tidak mau mengampuni, maka dosa kita juga tidak diampuni oleh TUHAN.

      Bukan kebenaran diri sendiri--sudah salah tetapi menyalahkan orang lain. Itu memandang wajah setan.

      Mari, malam ini kita belajar. Tidak semudah itu, tetapi kalau kita memandang wajah Yesus--belajar kepada Dia--maka kita mampu melakukan.


    • Sabar: sabar dalam penderitaan--tidak mengomel, tetapi selalu mengucap syukur--, juga sabar dalam menunggu waktu TUHAN--jangan mencari jalan keluar sendiri di luar firman!


    Saat kita bisa rendah hati, lemah lembut dan sabar, maka segala beban dosa diselesaikan oleh darah Yesus.
    Beban dosa adalah beban terberat bagi manusia di dunia, sebab membebani manusia mulai di dunia, bahkan sampai di neraka. Ini dulu yang diselesaikan.
    Kalau hanya beban tidak punya uang, sesudah meninggal dan dikuburkan, sudah selesai. Uang tidak lagi membuat beban.

    Kalau beban dosa--beban terberat--bisa diselesaikan, maka semua beban yang lain pasti diselesaikan oleh TUHAN pada waktunya dan semua menjadi indah pada waktunya. Percayalah! Yang membuat manusia tidak indah dan telanjang sampai seperti anjing dan babi adalah dosa.

    "Kaum muda, percayalah. Mungkin mempersiapkan masa depan dengan belajar. Ayo, Om dukung dalam doa. Tetapi yang paling indah dan menjadi jaminan kepastian adalah jika kita lepas dari dosa-dosa. Makin dilepaskan dari dosa, hidup kita makin indah."

    Kalau kita rendah hati, lemah lembut dan sabar--beban dosa hilang, semua masalah selesai dan semua menjadi indah pada waktunya--maka kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Efesus 4: 2
    4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

    Mulai dari dalam nikah rumah tangga. Bukan lagi saling bertengkar, tetapi saling membantu, akhirnya saling menyatu satu dengan yang lain. Suami isteri menyatu, anak-anak menyatu, kakak adik menyatu.

    Kalau ada perpecahan di dalam rumah tangga atau penggembalaan, pandang Yesus dan serukan nama Yesus! Kita minta supaya diri kita dahulu yang diubahkan.

    "Kalau itu suami, bukan berdoa: 'ubahkan isteri saya'. Atau isteri: 'ubahkan suami saya'. Bukan, tetapi: 'ubahkan saya dulu sebagai suami, supaya menjadi rendah hati, lemah lembut dan sabar'. Maka isteri dan anak bisa rendah hati, lemah lembut dan sabar; sehingga bisa saling membantu dan saling menyatu."

    Jika Yesus datang kedua kali, maka kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--tubuh Kristus yang sempurna--yaitu mempelai wanita sorga, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai di takhta-Nya siang malam KITA MEMANDANG WAJAH-NYA dan nama-Nya ditulis di dahi kita. Kita menjadi milik-Nya yang tidak boleh diganggu gugat oleh apapun selama-lamanya.

Beban apa yang kita hadapi malam ini. Pandang Yesus, mulai dari:

  1. Pandang lambung Yesus sampai hidup benar, damai sejahtera, tergembala, dan tidak ada lagi kekuatiran.
  2. Kemudian pandang tangan-Nya supaya hidup kita indah.
  3. Pandang wajah-Nya, supaya semua beban selesai, segala perpecahan selesai dan kita menjadi satu.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top