English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 27 Desember 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12:35-37 ini dalam Tabernakel terkena pada petinya Tabut Perjanjian, yang menunjuk pada...

Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 sidang jemaat....

Ibadah Doa Surabaya, 01 Juni 2016 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Paskah Malang, 05 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang tujuh kali...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Salam damali sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, selamat malam dan selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Maret 2013 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Surabaya, 22 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 Maret 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada dua macam...

Ibadah Persekutuan II Makassar, 05 September 2012 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Tema: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi. Matius 16:6

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 25 November 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1:1
1:1 Inilah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Februari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Ada 2...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada dua macam kegiatan di...

Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL

Pohon ara yang rantingnya melembut dan mulai berbuah ini menunjuk...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Juni 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Tuhan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 14 September 2019 (Sabtu Sore)

Bersamaan dengan peneguhan dan pemberkatan nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 1-2 => perikop: Lagi penyembuhan pada hari Sabat
14:1. Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
14:2. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.

Ayat 1= Yesus sedang makan di rumah seorang pemimpin dari orang Farisi. Tiba-tiba datanglah orang yang sakit busung air.
Dulu dalam arti makan makanan secara jasmani.

Bagi kita sekarang artinya adalah makan makanan rohani yaitu firman Allah.
Ada dua macam pemberitaan firman Allah:

  1. Susu= firman penginjilan/kabar baik untuk membawa orang berdosa percaya kepada Yesus dan diselamatkan.
  2. Makanan keras= pengajaran/kabar mempelai untuk membawa orang yang sudah selamat supaya disempurnakan seperti Yesus.

Jadi makan makanan di sini adalah terutama makan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--makanan keras.

Apa yang didengar--dimakan--dan sikap dalam mendengar firman--makan firman Allah--sangat menentukan nasib kehidupan, rumah tangga, dan ibadah pelayanan kita.
Karena itu rumah tangga dibangun mulai dari firman.
Bagi kami seorang gembala, kalau yang didengar dan dimakan salah, pelayanannya akan merosot.

Contoh:

  • Hawa mendengar suara ular--ajaran lain--hanya satu kali setelah sekian lama dia mendengar suara Tuhan; apa yang didengar sudah salah.
    Tuhan berkata: 'Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,' tetapi ular berkata: 'Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?'

    Akibatnya: rumah tangga hancur lebur--hancur tidaknya rumah tangga ditentukan dari apa yang dimakan secara rohani, kalau hamba Tuhan hancurlah ibadah pelayanan yang sekian lama diperjuangkan.

    Pengajaran yang benar adalah alkitab. Kalau berbeda dengan alkitab berarti ajaran lain.


  • Herodes. Yang didengar sudah benar, tetapi sikapnya salah. Dia mendengar firman pengajaran yang benar, yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis: 'Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!' Tetapi Herodes marah, sehingga nikahnya hancur--dia mengambil isteri orang lain, kemudian anak tidak sahnya dipakai untuk membunuh Yohanes Pembaptis, artinya tidak ada pembaharuan sampai binasa.


  • Petrus. Ia mau menangkap ikan kembali dan semalam-malaman gagal.
    Lalu siang hari Tuhan datang dan bertanya: 'Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?'
    Ini merupakan firman yang keras; sudah gagal, masih ditanya apakah ada lauk-pauk--firman yang menusuk perasaan hati.

    Kemudian Tuhan berkata: 'Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh,' padahal siang hari--firman yang menusuk pikiran.

    Inilah firman pengajaran yang benar, yang seringkali menusuk, bukan membuat tertawa.
    Kalau kita menerimanya dengan benar, tidak marah tetapi jujur dan taat, kita akan menangkap banyak ikan.

Hidup di dunia bergantung dari makanan rohani. Apa yang kita makan dan sikap kita saat makan sangat menentukan keberhasilan atau kehancuran hidup, nikah, dan pelayanan kita.

Ada tiga sikap negatif dalam hal makan firman pengajaran yang benar:

  1. Sikap pertama: 'mengamat-amati'.
    Artinya: hanya mencari kesalahan-kesalahan di tengah pengajaran yang benar.
    Tadi makan bersama Yesus, tetapi masih mengamat-amati padahal Yesus tidak mungkin salah; sama dengan mencari kesalahan di tengah kebenaran.


  2. Lukas 14: 3
    14:3. Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?"
    14:4.
    Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.

    'Mereka itu diam semuanya'= seharusnya mereka sudah tahu jawabannya, orang sakit tidak mungkin dibiarkan. Lembu saja dibawa ke tempat minuman, masakan orang sakit tidak boleh disembuhkan? Sebenarnya mereka tahu jawabannya tetapi tidak mau menjawab.

    Sikap kedua: tidak mau mengakui kebenaran; tidak mau mengakui pengajaran yang benar.

    Dua sikap ini sama dengan kebenaran sendiri: mencari kesalahan di tengah kebenaran.

    "Satu waktu seorang datang diajak pacarnya. Dia berkata dalam hatinya: 'Awas, salah sedikit firmannya, aku tidak mau datang lagi.' Tetapi bersyukur sampai meninggal dia bisa sungguh-sungguh tergembala dan melayani Tuhan."

    Inilah sikap-sikap negatif dalam mendengar dan makan firman pengajaran: mencari kesalahan di tengah firman pengajaran yang benar dan tidak mau mengakui firman pengajaran yang benar.
    Hati-hati, kebenaran sendiri inilah yang menghancurkan nikah.

    Kebenaran sendiri artinya:


    • Kebenaran di luar alkitab. Kalau di luar alkitab tetapi dipaksakan, itu yang merasa benar sendiri. Tetapi kalau berpegang pada alkitab, itu yang sungguh-sungguh benar.


    • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan.
      Ini yang membuat rumah tangga, fellowship, dan tubuh Kristus hancur.


    Dalam Tabernakel Lukas 14 terkena pada pintu tirai. Hati-hati dengan perasaan daging yang merasa benar, padahal tidak sesuai dengan alkitab.
    Ini adalah tirai yang harus dirobek. Penyakit 'merasa' ini sangat berbahaya. Tuhan tolong kita semua.


  3. Lukas 14: 2
    14:2. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.

    Sikap ketiga: busung air, yaitu terjadi penimbunan cairan yang berlebih pada perut, sehingga perutnya bengkak.
    Artinya: perut hati bengkak, sama dengan sombong.

    Dulu hati sombong terjadi pada bangsa Israel.
    Bilangan 21: 4-6
    21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
    21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
    21:6. Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

    'tidak dapat lagi menahan hati'= perut hatinya bengkak.
    'melawan Allah dan Musa'= melawan firman dan hamba Tuhan yang dipakai Tuhan, dan justru menyanjung yang tidak benar--sombong.
    'akan makanan hambar ini kami telah muak'= penyakit busung air ini mual terus, ingin muntah; di sini disebutkan 'muak', tidak bisa makan.

    Jadi hati yang sombong artinya muak terhadap manna.
    Di dalam kitab Mazmur 78 manna menunjuk pada roti malaikat (firman penggembalaan)--malaikat menunjuk pada gembala ('tuliskanlah kepada malaikat jemaat di....').

    Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat.
    Inilah tugas gembala.

    Hati yang sombong justru muak terhadap firman pengajaran yang benar, tetapi membela pengajaran yang benar--sudah sakit busung air. Bahaya! Ini banyak melanda kaum muda.
    Karena itu nikah harus hati-hati, jangan sampai muak terhadap firman penggembalaan yang benar!

    Kalau muak terhadap firman, sudah tidak tertolong lagi, akibatnya: dipagut ular seperti dulu Hawa diperdaya dan disesatkan oleh ular.
    Kalau dipagut ular, pasti ada kebenaran sendiri.

    Saat Tuhan bertanya pada Adam, seharusnya ia minta ampun, tetapi karena dipagut ular, ia tidak mau mengaku malah menyalahkan Tuhan dan Hawa.
    Suami-suami, kalau ada salah, mengaku.

    Saat Tuhan bertanya pada Hawa, ia menyalahkan ular/setan.
    Kalau sudah menyalahkan setan dan Tuhan, berarti tidak bisa bertobat lagi. Sangat berbahaya! Jangan sampai sombong!

    Dipagut ular artinya mendengar ajaran-ajaran palsu.
    Praktiknya:


    • Kisah Rasul 28: 3, 6
      28:3. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.
      28:6. Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.

      Praktik pertama dipagut ular: bengkak.
      Artinya: marah jika ditegor/dinasihati oleh firman pengajaran yang diulang-ulang, padahal kalau firman diulang, itu merupakan panjang sabar Tuhan, supaya kita bertobat.
      Ini sama dengan menolak firman pengajaran.

      Saat firman diulang seharusnya kita berkata: Ampuni, Tuhan, saya sadar, tetapi belum mampu, tolong Tuhan. Masih bisa ditolong. Firman diulang dua kali, tiga kali, akhirnya bisa terlepas.
      Kalau marah seumur hidup tidak akan bisa terlepas dari dosa.

      "Tahun 1995 saya dikirim ke Malang. Saya berkhotbah tentang merokok, diulang-ulang, lalu ada seorang jemaat yang pergi. Dia tidak mau datang lagi. Setelah tahun 2000an, saya bertemu dia naik motor, dia memberi salam kepada saya, tetapi lupa kalau di tangannya ada rokok--tetap digigit ular. Menolak pengajaran yang benar sama dengan digigit ular; digigit yang salah. Awalnya dia alergi pada yang salah, tetapi lama kelamaan membela yang salah dan membuang yang benar. kalau mendengar ajaran benar dan tidak benar, pasti yang benar yang ditinggalkan. Karena itu jangan coba-coba! Pasti angkuh, dan itu yang membuat hancur!"

      Begitu juga dalam hubungan suami isteri, kita bisa saling menasihati. Saat Hawa memberikan buah terlarang kepada Adam, seharusnya ia menasihati Hawa, bukan menerima begitu saja. Seringkali kita seperti Adam, anak salah tetapi kita memilih tutup mata dari pada ramai, malah diajar berdusta: Nanti kalau papa datang, jangan cerita-cerita ya.' Akibatnya anak menjadi monster, tidak bisa disalahkan orang lain.

      Kalau sudah marah saat ditegor--hati bengkak--, ia akan hidup menurut kata hatinya sendiri--menurut kehendak sendiri, bukan kehendak Tuhan--merasa hebat.

      Matius 7: 21-23
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Kalau tidak taat pada Tuhan tetapi hanya menuruti perkataan sendiri, perkataan orang, bahkan perkataan setan, sekalipun ia hebat, ia pasti menghadapi kegagalan total, kehancuran, dan dalam kutukan--pintu akan tertutup sampai pintu sorga juga tertutup.

      Wahyu 3: 8
      3:8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

      'menuruti firman-Ku'= taat pada kehendak Tuhan.
      'kekuatanmu tidak seberapa'= sekalipun kekuatan kita tidak seberapa, tidak apa-apa, yang penting kita berada di rel kehendak Tuhan. Mungkin kereta api masih melihat batu-batu, tetapi satu waktu tiba di stasiun, kita akan mendapatkan semuanya. Pelan tapi pasti. Ikuti kata Tuhan, dan pintu akan terbuka bagi kita: pintu pemeliharaan secara ajaib dari Tuhan (lima roti dua ikan untuk lima ribu orang), sampai pintu sorga terbuka.

      "Satu hari saat saya di ruang komputer Pdt Pong masuk dan berkata: 'Pak Wi dulu kamu kerja dan menerima gaji, sekarang kamu tidak kerja, tetapi lima ribu yang kamu terima sekarang berbeda ya, karena di dalamnya ada kemurahan Tuhan.' Dulu saya tidak mengerti, saya hanya menjawab: 'Iya, om.' Tetapi setelah menjadi hamba Tuhan saya mengerti. Saya tidak bergantung uangnya, tetapi kemurahan Tuhan. Pintu akan terbuka bagi kita."

      Tidak ada yang mampu menghadapi keadaan akhir zaman. Ingat pelajaran di kitab keluaran saat bangsa Israel diperbudak Mesir: awalnya jerami disediakan oleh Firaun, tetapi setelah mereka mau beribadah, jerami tidak lagi disediakan. Mereka harus mencari jerami sendiri, dan jumlah batu bata yang dicetak tidak boleh berkurang. Itulah keadaan dunia yang bertambah sulit. Mau hidup dari mana? Gaji berapapun tidak akan cukup, tetapi kalau ada kemurahan Tuhan, di situ ada pembukaan pintu pemeliharaan dan keberhasilan bagi kita. Sungguh-sungguh!

      "Dulu saya pertama kali selesai sekolah alkitab, saya diberi tugas untuk menerima telepon. Lalu ada yang tahu, dan marah: Kamu pulang, ada gereja kosong, kamu langsung jadi gembala. Saya tidak mau, saya mau mengikuti kata Tuhan lewat seorang gembala."

      Jangan bengkak, tetapi rendahkan diri.


    • Kisah Rasul 28: 8
      28:8. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

      Praktik kedua dipagut ular: disentri rohani--penyakit perut.
      Artinya: bertuhankan perut yaitu hidup menurut (maaf) seenak perutnya sendiri; sama dengan egois; selalu mencari yang enak bagi daging sehingga menolak salib.

      Filipi 3: 18-19
      3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
      3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan,
      Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

      Tadi kalau menurut kata hati akan menolak firman. Sekarang hidup seenak perutnya sendiri akan menolak salib--mengorbankan yang rohani untuk dapat yang jasmani.

      Menolak salib yaitu:


      1. Beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara daging.
        Melayani Tuhan dijadikan pekerjaan/profesi.

        "Dulu saat saya masih di Malang--belum buka di Surabaya--, kalau minggu membantu di Surabaya. Lalu ada yang menawari saya untuk berkhotbah dari jam 7 pagi sampai 7 malam, tujuh kali khotbah. Sekarang, melayani Tuhan sudah dijadikan profesi, seenaknya sendiri, tidak tahu tahbisannya bagaimana. Yang penting uang masuk. Tidak menutup kemungkinan menikah juga untuk mencari perkara jasmani."


      2. Mempertahankan dosa/aib--tanpa penyucian dan keubahan hidup--; malah jadi kebanggaan.
        Sekarang berdusta jadi kebanggaan.

        "Waktu saya menjadi guru di sini, kalau ada yang ditipu, tertawa semuanya. Aib dijadikan kebanggaan."


      3. Fellowship dengan imam-imam kepala untuk mendapat uang.
        Imam-imam kepala jelas menentang Yesus, tetapi Yudas datang ke sana dengan sembunyi-sembunyi. Sekarang juga begitu, ibadah pelayanan, menikah, dan persekutuan hanya untuk tujuan daging.


      Akibatnya: menggantung kecapi di tepi sungai Babel (Mazmur 137), artinya tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan, akhirnya menggantung diri dan perutnya pecah.

      Ingat! Kalau hidup seenak perutnya sendiri, perutnya akan pecah, jatuh tertelungkup seperti ular--memeluk bumi--; tidak peduli dengan perkara rohani (dosa dan sebagainya), yang penting perkara jasmani. Kehidupan itu akan hancur, dan tidak ada pengampunan lagi.

      Rasul Paulus berbeda, ia ditelentangkan, bukan tertelungkup seperti Yudas.

      Mari ikuti kata Tuhan, bukan kata hati. Dia yang membukakan pintu.
      Kemudian, jangan seenak perutnya sendiri--seperti ular memeluk bumi.
      Mari, kita telentang satu kali waktu. Biarpun mengalami sengsara, tetapi lihat Tuhan, bukan bumi.
      Buang perkara dunia untuk mendapat perkara Tuhan! Jangan dibalik!

      Kisah Rasul 22: 25
      22:25. Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"

      Telentang artinya apapun yang kita hadapi: penderitaan, sengsara, jangan pandang dunia, orang tua atau siapapun, tetapi Tuhan. Ingat kemurahan dan kebaikan-Nya! Kita akan selalu bersyukur dan menyembah Dia. Kita tidak akan menyangkal Yesus.

      Kemurahan dan kebajikan Tuhan mampu mengadakan mujizat bagi kita.
      Mazmur 136: 1, 4
      136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
      136:4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      Kalau sudah tidak kuat dalam hidup, tarik nafas, hembuskan, masih ada kemurahan Tuhan.
      Keajaiban besar mampu menyelesaikan semuanya.

      Kita akan menghadapi banyak tantangan dan rintangan, bahkan penderitaan, tetapi kalau kita memandang kemurahan Tuhan kita tidak akan mengomel atau menyangkal Tuhan, tetapi kita tetap bersyukur, dan kita akan mengalami keajaiban besar yang menyelesaikan segala masalah.

      Inilah akibat dipagut ular--kena ajaran lain--: yang pertama: tidak bisa ditegor atau dinasihati--hanya mengikuti kata hati, kata orang--, sehingga marah, bertengkar terus dalam rumah tangga. Akibatnya: pintu tertutup.

      "Kalau mengikuti kata orang, bahaya. Seorang suami datang kepada temannya karena isterinya selingkuh, temannya berkata: Gampang, kau bunuh isterimu, nanti kau masuk penjara, anakmu aku kuliahkan sampai lulus, kau kujamin. Itu kata orang, bukan kata Tuhan. Untung dia datang kepada saya, dia mengaku sambil menangis. Dia sudah mengintip untuk membunuh isterinya. Saya doakan dia: 'Berdiam ya, Pak.' Ngeri kalau mengikuti kata orang. Bahkan hamba Tuhanpun juga banyak yang menjerumuskan kita. Hati-hati. Tuhan tolong kita semua."

      Yang kedua: jangan seenak perut sendiri. Mari, salibkan daging, jangan telungkup, tetapi telentang. Keajaiban besar akan kita alami.


    • Kisah Rasul 28: 8
      28:8. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

      Praktik ketiga dipagut ular: demam, artinya:


      1. Tidak dingin tidak panas; suam-suam rohani.
        Mulai dari seorang gembala, kalau sudah kena ajaran palsu, ia akan malas karena tidak ada pembukaan firman lagi. Doakan kami gembala-gembala!

        Matius 8: 14-15
        8:14. Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
        8:15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

        Mertua Petrus berarti ibu dari mempelai wanita Petrus.
        Namanya mertua tentu sudah tua; ia yang mempersiapkan isteri Petrus.
        Bagi kita sekarang artinya hamba/pelayan Tuhan yang sudah lama dalam kabar mempelai, tetapi seringkali suam/demam dalam kabar mempelai dan tahbisan. Bahaya!

        Hati-hati! Kami hamba Tuhan mulai merosot hari-hari ini. Tuhan tolong kita semua.
        Jangan merosot tetapi meningkat hari-hari ini! Jangan demam!
        Kalau demam tidak akan bisa melayani diri sendiri apalagi suami/isteri, sesama, dan Tuhan.
        Kalau gembala suam, bagaimana mau melayani jemaat? Mati semua, sudah tidak diurus lagi!


      2. Ada infeksi= ada sesuatu yang tidak beres.
        Infeksi ini berbahaya, kalau dibiarkan, orang bisa kolaps.
        Ada infeksi keuangan, nikah, dosa yang belum beres sampai hari ini?

        Jangan masuk nikah dengan hutang terutama hutang dosa. Tetapi jangan hutang uang juga karena nanti kita kerepotan.


      Cara Tuhan menolong: 'dengan sepatah kata' dan 'dipegang-Nya'--mengulurkan tangan. Apa itu? Kayu salib.
      Matius 8: 15-17
      8:15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
      8:16. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan
      dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
      8:17. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."


      Di kayu salib Yesus berseru: 'Sudah selesai!'
      Sebenarnya manusia berdosa tidak ada kaitan dengan Tuhan. Dia harus minum anggur asam--dosa-dosa kita--dan berseru dulu di kayu salib: 'Sudah selesai!', setelah itu barulah Dia bisa mengulurkan tangan untuk menolong kita.
      Itulah cara Tuhan, tidak ada cara lain.

      Dari pihak kita, kita harus diam dan tenang.
      Diam= berdiam diri; banyak mengoreksi diri, kalau ditemukan dosa, akui kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; sama dengan bertobat, dan hidup kita akan selalu surplus.

      Tenang= tergembala--jangan beredar-edar seperti Esau--, dan menguasai diri supaya dapat berdoa. Kita hanya berharap Tuhan, bukan orang tua atau siapa saja.

      Bertobat dan berdoa sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan.
      Hasilnya: gelombang laut menjadi teduh.
      Waktu kapal murid-murid ditimbus gelombang, Tuhan berseru: Diam, tenang!
      Masuk dalam nikah sama dengan masuk dalam angin dan gelombang--pencobaan. Nikah dan pelayanan kita di akhir zaman juga menghadapi angin dan gelombang.
      Semua ini hanya bisa dihadapi dengan diam dan tenang.

      Kalau sudah diam dan tenang berarti hidup, nikah, dan pelayanan kita sudah mantap. Angin gelombang akan teduh, kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan, semua masalah selesai, dan kapal bisa berlayar ke depan untuk menggapai masa depan yang berhasil dan indah.

      Terakhir, kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna, kita masuk nikah rohani; perjamuan kawin Anak Domba sampai Yerusalem baru--pelabuhan damai sejahtera.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top