English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 November 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...

Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Dari Rekaman Ibadah Doa di Jakarta

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4: 4
4:4. Dan sekeliling takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 April 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman Allah...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Oktober 2009 (Selasa Siang)
Isi kitab Keluaran:
Pasal 1-24, 31-34 --> pengajaran kitab KeluaranPasal 25-30, 35-40 --> pengajaran Tabernakel.Hubungan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 14 September 2010 (Selasa Tengah Malam)
Kita mempelajari tentang PELITA EMAS
Keluaran 25: 37
25:37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan...

Ibadah Raya Malang, 04 Oktober 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 29 Mei 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Agustus 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Oktober 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 26-31= nubuat ke-5 tentang kedatangan Yesus kedua kali.
Pembahasan: ay. 26-27

Ibadah Raya Malang, 06 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Doa Malang, 10 Agustus 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 25:14-15

Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Doa Malang, 17 November 2015 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Juni 2015.

Puji TUHAN, kita membaca di dalam Matius 25:...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 05 Mei 2016 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Di pulau Patmos rasul Yohanes melihat pintu terbuka di sorga dan ia melihat takhta sorga. Di hadapan takhta ada tujuh obor yang menyala-nyala; sama seperti yang dilihat oleh Musa di atas gunung Sinai, yaitu pelita emas dengan ketujuh lampunya. Itulah ketujuh Roh Allah--bukan maksudnya Roh Allah ada tujuh, tetapi Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya/wujudnya (Yesaya 11). Sekarang, sama dengan kuasa Roh Kudus.

Ini ada kaitan dengan kenaikan TUHAN.
Kisah Rasul 1: 8-11
1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9. Sesudah Ia mengatakan demikian,
terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang
terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kenaikan Yesus ke sorga atau terangkatnya Yesus dikaitkan dengan 2 hal:

  1. Pencurahan Roh Kudus--kuasa Roh Kudus.
  2. Kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Jadi, kita memperingati kenaikan TUHAN ke sorga dikaitkan dengan 2 hal yang tidak bisa dipisahkan.

Yohanes 16: 7
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Kita lihat bagaimana Yesus naik ke sorga dan mencurahkan Roh Kudus. Ia memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita, supaya kita siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai--Ia mempersiapkan kita--, karena manusia daging terlalu lemah dan banyak kekurangannya. Roh Kuduslah yang menolong kita

'Penghibur'= Roh Kudus.
'Yesus pergi'= Yesus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita semua, supaya kita bisa MENJADI SAKSI TUHAN (Kisah Rasul 1), sehingga kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Mengapa kita harus menjadi saksi TUHAN?

  1. Bersaksi, artinya memuliakan atau mengagungkan TUHAN yang sudah melakukan segala sesuatu dalam hidup kita--memberkati, menebus kita dan sebagainya.
    Kalau sekarang kita terus mengagungkan/memuliakan TUHAN, maka saat Dia datang kedua kali, kita juga akan dipermuliakan bersama Dia selama-lamanya.

    Karena itu kita harus menjadi saksi TUHAN--kehidupan yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan TUHAN.


  2. Kalau tidak bersaksi, akibatnya:


    1. Berhutang darah Yesus yang tidak bisa dibayar dengan apapun.
    2. Menjadi pendakwa: menghakimi orang lain dan TUHAN--seperti setan.
    3. Memalukan TUHAN lewat dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Dan ini akan dihukum/dibinasakan oleh TUHAN--ketinggalan saat TUHAN datang kedua kali dan masuk penghukuman.

Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan bisa menjadi saksi TUHAN. Roh Kudus dicurahkan, supaya kita bisa menjadi saksi TUHAN--memuliakan/mengaggungkan TUHAN.

Apa yang harus kita saksikan?
Kisah Rasul 1: 8

1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Ada dua hal yang harus kita saksikan:

  1. Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    'dari negeri yang jauh'= sorga. Manusia berdosa seperti orang haus di padang gurun, yang hanya bisa ditolong dengan seteguk air sejuk dari sorga.

    Yang pertama: bersaksi tentang injil keselamatan--firman penginjilan; kabar baik; susu, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib untuk memanggil orang-orang berdosa, supaya percaya Yesus dan diselamatkan--tidak dihukum/tidak binasa.

    Seharusnya orang berdosa dihukum dan dibinasakan, sebab upah dosa adalah maut. Tetapi ada kabar baik--Yesuslah yang dihukum di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Tanda keselamatan:


    1. Percaya kepada Yesus. Dalam Efesus 1:13, setelah percaya dimeteraikan oleh Roh Kudus, tetapi masih ada tahapannya.
    2. Bertobat. Kalau percaya Yesus, mulut mengaku--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa. Apapun dosa-dosa kita sebelum percaya Yesus, berhenti! Kalau masih berbuat dosa, berarti belum percaya Yesus dan tidak selamat.


    3. Baptisan air dan Roh Kudus--dimeteraikan dengan Roh Kudus; lahir baru dari air dan Roh.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar dari air bersama Yesus--bangkit dari dalam air bersama Yesus--untuk mendapatkan hidup baru, yaitu hidup yang diurapi Roh Kudus.
      Hidup baru= hidup dalam kebenaran.

      Jadi, benar sama dengan selamat. Tidak benar, tidak selamat. Yakinlah!
      Seperti kita sekolah, kalau jawabannya benar, pasti lulus. Kalau tidak benar, tidak lulus. Kalau perkara dunia masih bisa dipengaruhi (kalau tidak lulus, tetapi perbuatannya baik masih bisa lulus), tetapi kalau perkara sorga, adil.

      Yudas Iskariot--orang hebat, rasul, bendahara--mempertahankan dosa keinginan akan uang--mencuri--, akhirnya ia binasa--tidak selamat. Ini rasul, hebat, tetapi karena mempertahankan satu dosa saja, ia tidak selamat. Ini jadi pelajaran bagi kita.

      Kalau kita merindu untuk terangkat bersama Yesus, mari bersaksi hari-hari ini!
      Roh Kudus dicurahkan untuk menolong kita menjadi saksi TUHAN. Itulah kehidupan yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan TUHAN.


    Bagaimana kita bersaksi tentang injil keselamatan? Lewat hidup dalam kebenaran.
    Perkataannya benar, semua benar. Mungkin di kantor kita tidak berkata: 'Mari percaya Yesus?,' tetapi kalau perbuatan, perkataan, nikah dan semuanya benar, itu sudah menjadi saksi.

    Di rumah tangga mungkin ada orang lain--suami, isteri, anak, orang tua, mertua--, kalau kita hidup benar, maka kita menjadi terang dan yang gelap satu waktu akan jadi terang juga. Kalau kita sendiri tidak benar, berarti gelap dengan gelap berkumpul menjadi satu; sama-sama tidak selamat dan tidak ada harapan.

    Arah kesaksian injil keselamatan: dari Yerusalem--sebenarnya injil ini hanya untuk Israel, tetapi mereka menolak--, Yudea, Samaria, negara-negara barat--karena itu penginjil-penginjil banyak dari negara barat--, sampai ke daerah kita di timur--sampai ke ujung bumi.

    Kesaksian tentang Injil keselamatan; kabar baik= kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan keselamatan.
    Mulai di loteng Yerusalem, murid-murid terus memberitakan Injil, akhinya sampai kepada kita.

    "Sampai saya menjadi orang Kristen. Saya merasakan ini (sangat paham benar tentang penginjilan), karena saya bukan keturunan orang Kristen. Saya dari lahir tidak mengerti Yesus. Setelah dengar penginjilan baru mengenal Yesus. Karena itu saya sangat mengerti soal firman penginjilan."


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang!

    Yang kedua: bersaksi mengenai cahaya injil tentang kemuliaan Kristus--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai.

    Jadi ada penginjilan, ada juga pengajaran.
    Kalau susu, hanya untuk bayi-bayi. Kalau sudah dewasa, harus makan makanan keras--dari kabar baik ditingkatkan menjadi kabar mempelai.

    Kabar mempelai adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai raja segala raja dan mempelai pria soga atau kepala--bukan lagi bayi dan disalib--untuk memilih orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan sampai sempurna; tidak bercacat cela seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai.

    Tadi, kita sudah dipanggil--sudah selamat dan diberkati--, tetapi harus ditingkatkan dengan pedang firman--disucikan sampai sempurna. Banyak yang tidak mengerti hal ini--sering tidak diajarkan--dan hanya sampai pada keselamatan.
    Dia sebagai kepala--mempelai pria sorga--, dan kita sebagai tubuh--mempelai wanita sorga.

    Wahyu 19: 9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Sekarang kita sedang memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Nanti kita juga akan terangkat ke awan-awan yang permai dan bertemu dengan Yesus--kepala dan tubuh bertemu untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba; nikah yang sempurna; nikah yang rohani.
    Alkitab dibuka dengan Kitab Kejadian yang memuat nikah jasmani antara Adam dan Hawa, yang hancur dan telanjang. Sampai hari ini banyak nikah yang hancur. Itu sebabnya perlu injil keselematan dan pedang firman untuk memperbaiki nikah. Bersyukur, alkitab ditutup dengan Kitab Wahyu yang memuat nikah yang sempurna.

    Jadi, masih ada harapan bagi kita yang mengalami kehancuran secara pribadi, kehancuran nikah dan buah nikah untuk ditolong kalau kita mau menerima kesaksian injil keselamatan--hidup benar--dan injil kemuliaan--disucikan--, bahkan nikah jasmani yang hancur bisa mencapai nikah yang sempurna.

    Setelah di awan-awan, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba. Ini seperti 10 gadis--5 gadis ketinggalan/pintu tertutup dan 5 gadis masuk perjamuan kawin.
    Sesudah itu dalam Wahyu 20, masuk kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang). Dulu manusia ditempatkan di Firdaus, tetapi karena berbuat dosa, manusia dibuang ke dunia.

    Mari terima injil keselamatan dan pedang firman, supaya kita dipindah dari dunia ke Firdaus.
    Setelah itu dalam Wahyu 21-22, kita masuk kerajaan sorga yang kekal--Yerusalem baru. Kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selama-lamanya. Ini sama seperti Yesus yang naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, dan kita nanti akan terangkat bersama dengan Dia untuk duduk bersanding dengan Dia selama-lamanya.

    Kegerakan cahaya injil kemuliaan Kristus= kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan kesempurnaan. Dari selamat--tidak dihukum--, tetapi harus sempurna, sehingga bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai.

Mengapa kita harus bersaksi? Untuk memuliakan TUHAN, sampai kita dipermuliakan bersama dengan TUHAN.
Apa yang disaksikan? Injil keselamatan dan pedang firman sampai kita sempurna seperti Dia; sampai layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Lalu, bagaimana kita bersaksi tentang injil keselamatan? Lewat hidup benar.
Bagaimana bersaksi tentang cahaya injil kemuliaan Kristus? Hidup di dalam terang/kesucian.

Roma 13: 12-13
13:12. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam
perselisihan dan iri hati.

Hidup dalam terang/kesucian, artinya kita harus disucikan dari puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
Dosa makan-minum: merokok, mabuk, dan narkoba. Harus disucikan, kalau tidak, kita tidak bisa hidup dalam terang.
Dosa kawin-mengawinkan: dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), sampai nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

Manusia daging tidak akan mampu, sebab itu TUHAN menjanjikan Roh Kudus. Roh Kudus menolong kita untuk bisa disucikan. Kalau ada Roh Kudus, kita bisa.
Kalau tidak ada Roh Kudus, justru marah. Seperti Herodes yang mau disucikan nikahnya. Yohanes Pembaptis menegor raja Herodes--tidak takut menyampaikan firman sekalipun kepada raja, asalkan itu memang firman yang sudah dipersiapkan, tidak menembak-nembak--: 'Tidak layak engkau mengambil isteri saudaramu,' tetapi Herodes marah, karena ia manusia daging--tanpa Roh Kudus. Bukan hanya menolak firmannya, orangnya juga dipenjarakan. Padahal ia mau ditolong. Akhirnya satu keluarga binasa. Kalau ada Roh Kudus, bisa menerima tegoran firman.

Pada kesempatan yang berbahagia ini--memperingati kenaikan TUHAN--, kita ingat Dia naik dan akan datang kembali. Sebelum Ia kembali, Ia mencurahkan Roh Kudus--karena Ia tahu kelemahan kita--, supaya kita menjadi saksi TUHAN--kehidupan yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan-Nya--, bukan memalukan dan memilukan TUHAN.

Kita bersaksi tentang injil keselamatan--percaya Yesus, bertobat, baptis air dan Roh Kudus--lewat hidup benar--semua harus benar--dan bersaksi tentang cahaya injil kemuliaan lewat hidup dalam kesucian.

Ayat 13= 'jangan dalam perselisihan dan iri hati'= kita disucikan dari puncaknya dosa, termasuk tidak boleh ada lagi perselisihan dan iri hati yang sama nilainya dengan puncaknya dosa dan tidak memiliki Roh Kudus.

Perselisihan= salah paham.
Kalau berselisih karena dosa atau kesalahan, mari yang bersalah mengaku dan yang benar mengampuni dan melupakan--berdamai--; kalau soal pengajaran, mari baca alkitab lagi dengan kejujuran dan ketulusan hati.
Jangan mau berselisih! Selesaikan semua!
Perselisihan dan iri hati itu tanda masih manusia daging--tidak ada Roh Kudus.

Arah kesaksian:

  1. Firman penginjilan= dari Yerusalem. Karena ditolak--seharusnya Yesus datang untuk orang Israel--, murid-murid lari ke Yudea, Samaria, kemudian ke negara barat sampai ke timur--ujung bumi; Papua.

    "Dalam peta penginjilan, Papua adalah ujung bumi, karena masih banyak orang primitif di sana."


  2. Firman pengajaran= dari timur ke barat (berbalik arah): dari ujung bumi, negara barat, Samaria, Yudea, sampai kembali ke Yerusalem.
    Matius 24: 27
    24:27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

    Kalau memberitakan di Israel bahwa Yesus sudah datang dan mati di kayu, banyak yang tidak mau, karena Yesus dianggap anak tukang kayu. Tetapi kalau memberitakan bahwa Yesus akan datang kembali, akan diterima.
    Kalau bangsa Israel menerima Yesus, saat itu akan terjadi kesatuan tubuh Kristus--bangsa Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna--, sampai ke Yerusalem baru--kerajaan sorga yang kekal.

Inilah saksi TUHAN yang memuliakan TUHAN. Mulailah hidup benar mulai dari SIM, KTP dan sebagainya. Setelah itu hidup suci.
Jangan ada lagi dosa makan-minum, kawin-mengawinkan, iri hati, dan perselisihan.

Kita sudah selamat, tetapi belum sempurna. Oleh sebab itu kita perlu pedang firman. Untuk menambut kedatangan Yesus kedua kali tidak boleh ada dosa lagi, harus sempurna.
Hati-hati! Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih; banyak yang percaya Yesus dan selamat, tetapi sedikit yang menuju kesempurnaan--banyak yang gugur di tengah jalan.

Jadi, kehidupan yang sudah selamat harus berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan lewat pekerjaan pedang firman yang tajam, karena banyak yang gugur di tengah jalan.
Contoh: isteri Lot.

Kejadian 19: 15-17, 26
19:15. Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
19:16. Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, l
arilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
19:26. Tetapi
isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Lot sekeluarga sudah selamat dan tidak dihukum--keluar dari Sodom Gomora, tidak kena hujan api dan belerang--, tetapi TUHAN memerintahkan mereka untuk lari ke pegunungan.
Pegunungan ini menunjuk pada Yerusalem baru--kesempurnaan (Wahyu 21: 9: 'gunung yang tinggi').
Kota Yerusalem baru menunjuk pada mempelai wanita yang sempurna.

Wahyu 21: 9-10
21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah
gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Sudah selamat, tetapi harus berusaha untuk lari ke pegunungan.
Kepala= Yesus Mempelai Pria--suami.
Tubuh--tubuh Kristus= kita semua mempelai wanita sorga--isteri.

'sebuah gunung yang besar lagi tinggi', inilah yang dimaksud dalam kitab Kejadian-- merupakan nubuatan yang nanti akan terjadi. Sudah pernah dialami oleh Lot; nanti kita juga mengalami.
Dunia ini akan kiamat--dihukum--, sebab itu kita yang sudah selamat harus lari terlebih dahulu ke pegunungan--ke gunung yang besar dan tinggi; Yerusalem baru; menjadi mempelai wanita; menuju kesempurnaan.

Kekristenan kita adalah dari selamat, lalu lari ke pegunungan--sempurna. Di antara selamat dan sempurna, masih tanda tanya, sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Apakah nasibnya seperti isteri Lot atau seperti bangsa Israel--603.550 orang keluar dari Mesir, sudah selamat dan diberkati (melewati laut Kolsom dan terjadi mujizat), tetapi hanya dua yang sampai ke Kanaan, yang lain bergelimpangan.

Memperingati kenaikan TUHAN, berapa yang sempurna sampai naik bersama TUHAN? Waspada! Jangan sampai seperti isteri Lot.
Dalam perjalanan, isteri Lot menoleh ke belakang--tidak taat pada perkara kecil.
Kadang-kadang kita katakan perintah TUHAN terlalu berat, sehigga kita tidak taat. Tetapi ini perkara kecil, karena disuruh lari tetapi tidak boleh menoleh ke belakang. Namanya lari, memang tidak menoleh ke belakang. Ini benar! Kalau lari sambil menoleh kebelakang, bisa terjungkal.

Jadi, ketaatan itu bukan soal firman terlalu berat, karena di sini hanya dilarang 'tidak boleh menoleh ke belakang.' Tetapi tetap tidak bisa taat.
Semua bergantung hati. Kalau hati mengasihi TUHAN, jangankan tidak boleh menoleh ke belakang, disuruh mengorbankan anaknya juga bisa--seperti Abraham taat kepada TUHAN saat diperintahkan untuk mempersembahkan anaknya. Tidak ada yang berat, kalau hati kita mengasihi TUHAN. Kalau hati mengasihi yang lain--mengasihi Sodom--, tidak bisa taat.

Yang membuat kita tidak taat adalah karena kita mengasihi sesuatu lebih dari TUHAN. Jangan terikat! Dalam perjalanan--antara selamat menuju kesempurnaan--, jaga hati!

Isteri Lot tidak taat, sehingga ia menjadi tiang garam--garam yang tawar.
Artinya: kehilangan urapan Roh Kudus. Sementara TUHAN naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita, jangan sampai seperti isteri Lot!

Tanda kehilangan urapan Roh Kudus adalah kering rohani, sehingga kata-katanya kering--orang yang kering rohani bisa dideteksi lewat kata-katanya--: tidak bersaksi lagi, tetapi berdusta, bergosip, mendakwa/menghakimi orang lain, malah menghujat TUHAN--pengajaran yang benar.

Isteri Lot adalah wanita secara lahiriah. Secara umum, menunjuk pada gereja TUHAN.
Wanita, hati-hati dengan mulut! Kalau sudah kering rohaninya--tidak ada urapan--, kata-katanya juga kering.

Kering rohani juga berarti tidak mengalami kepuasan.

Kalau garam menjadi tawar, berarti busuk.
Artinya: busuk dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Tidak bisa berubah lagi hidupnya.
Kalau TUHAN datang, ia tetap menjadi patung--menjadi tiang garam--dan akan tertinggal, tidak bisa menjadi tiang penopang di Yerusalem, tetapi binasa selamanya.
Kehidupan yang selamat dan lari ke pegunungan--sempurna--, masih tanda tanya. Ada yang menjadi sama seperti isteri Lot--garam yang tawar.
Tetapi kita memperingati kenaikan TUHAN, dari selamat mau menuju sempurna, kita berjuang untuk tetap MENJADI GARAM YANG ASIN.

Inilah perjuangan kita, yaitu untuk menjadi saksi TUHAN dan garam yang asin.

Garam yang asin ini memberi rasa enak. Kalau tidak ada garam yang asin, rasanya tidak enak dan membuat lemas. Demikian juga soal rohani, kalau tidak ada garam, akan lemas.

"Saya pernah kena gejala tipus. Oleh om saya hanya disuruh makan bubur dan abon sedikit, tetapi pengerja lupa kasih garam. Jadi saya tambah lemas. Isteri saya datang bawa kentang goreng yang banyak garamnya. Saya minta dan malah kuat. Ternyata karena garam."

Mari berjuang untuk lari kepada kesempurnaan--lari ke pegunungan. Ini perintah TUHAN!
Apa yang harus dijaga? Tetap jadi saksi TUHAN dan tetap jadi garam yang asin--kehidupan yang selalu diurapi dan dipenuhi Roh Kudus.

Proses menjadi garam asin:

  1. Markus 9: 50
    9:50. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

    Proses pertama menjadi garam asin: berdamai oleh dorongan pedang firman.

    Itu gunanya mendengarkan firman. Bukan hanya tertawa-tawa, tetapi sampai terharu (Kisah Rasul 2: 'mereka mendengarkan firman sampai terharu').
    Artinya: menyadari dosa dan terdorong untuk menyelesaikan dosa lewat berdamai.

    Kalau menyampaikan firman tetapi tidak ada yang mengaku dosa, itu bukan menyampaikan firman, tetapi jual jamu atau kampanye. Kalau bisa membuat jemaat sadar akan dosa, dan terdorong untuk menyelesaikan dosa kepada TUHAN dan sesama, itu baru firman.

    Berdamai, artinya


    • Yang bersalah mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    • Yang tidak bersalah mengampuni dan melupakan. Jangan diungkit-ungkit lagi.


    Kalau berdamai--saling mengaku dan mengampuni--, maka darah Yesus menghapus dosa kita, sehingga hati damai sejahtera dan Roh Kudus ada di dalam kita--ada urapan Roh Kudus.


  2. Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Ini tentang kudusnya para imam--pelayan TUHAN, hamba TUHAN. Pelayan TUHAN harus suci.

    "Saya selalu mengatakan syarat kerja di bank adalah S1, S2, SMU, SMP sesuai dengan bagian pekerjaannya masing-masing. Tetapi kalau syarat pekerjaan sorga adalah "S" (suci)."

    'tempat kudus'= ruangan suci. Ini logis! Kalau hidup kita dalam ruangan suci, maka kesuciannya akan terjamin.

    Proses kedua menjadi garam asin: hidup di ruangan suci--kandang penggembalaan.

    Dulu, Musa naik ke gunugn Sinai dan TUHAN perlihatan sorga kepadanya, lalu Ia perintahkan Musa membuat sorga di bumi--supaya di bumi seperti di sorga--, itulah Tabernakel--kemah suci. Ini bisa dipelajari dalam Keluaran 25. Di kitab Wahyu, rasul Yohanes juga melihat kerajaan sorga di pulau Patmos--sama dengan yang dilihat oleh Musa.

    Apa yang dilihat oleh Musa? 3 ruangan Tabernakel:


    • Halaman= selamat,
    • ruangan suci,
    • ruangan maha suci= tempat hadirat TUHAN--kesempurnaan.


    Kita sudah selamat--di halaman--, tetapi belum sempruna. Berarti kita harus berada di ruangan suci--kandang penggembalaan. Terdapat 3 macam alat dalam ruangan suci. Dulu memang harus membuat alatnya, tetapi sekarang dalam arti yang rohani.

    Tiga macam alat dalam ruangan suci menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam
    pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Ayat 41= sudah selamat, mau ke mana? Jawabannya pada ayat 42, yaitu masuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum); ketekunan dalam persekutuan= persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.


    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; bertekun dalam pengajaran rasul-rasul--roti pengajaran--dan pemecahan roti--perjamuan suci--= persekutuan dengan Anak Allah (Yesus) di dalam firman dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; ketekunan dalam berdoa= persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Dulu, zaman rasul-rasul sudah ada, tetapi sekarang dipertegas lagi.
    Dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita disucikan dengan pedang firman dan kita selalu berada dalam urapan Roh Kudus. Kalau tidak suci, tidak ada urapan.


  3. Kisah Rasul 5: 32
    5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

    Proses ketiga menjadi garam asin: taat dengar-dengaran.

    Kita taat dengar-dengaran mulai dari perkara kecil--KTP satu orang hanya satu, di jalan raya harus pakai SIM C untuk sepeda motor dan sebagainya.
    Kalau perkara kecil tidak bisa taat, tidak mungkin bisa taat pada perkara besar, karena rumusnya sorga adalah dari kecil menjadi besar--dari tidak ada menjadi ada. Kalau dunia, dari besar menjadi kecil, justru akan habis--seperti menara Babel. Batu besar disusun, akhirnya tinggal satu dan dibuang ke laut.
    Tetapi kalau TUHAN, Ia adalah batu penjuru--satu batu--tetapi bisa dibangun menjadi bangunan yang luar biasa.

    Kita taat dari perkara kecil dan puncaknya kita taat sampai daging tidak bersuara lagi. Yesus taat sampai mati di kayu salib, kita taat sampai daging tidak bersuara.
    Seperti tadi contohnya Abraham yang diperintahkan untuk mempersembahkan anaknya. Kalau daging bersuara, Abraham akan marah saat diperintahkan mengorbankan anaknya. Tetapi kalau ada urapan Roh Kudus, bisa taat sampai daging tidak bersuara.

    Janda Sarfat mau membuat roti untuk dia dan anaknya, lalu mati, tetapi TUHAN perintahkan untuk membuat bagi TUHAN dulu. Karena ada urapan, dia bisa lakukan.

Kita sudah selamat--percaya, bertobat, baptis air dan Roh Kudus, sampai hidup benar--, perbaiki hidup! Yang tidak benar, buang! Mantapkan keselamatan!
Setelah itu ikuti perintah TUHAN untuk lari ke pegunungan--kesempurnaan--lewat kekuatan pedang firman.

Kita sudah menerima Yesus yang sudah mati di kayu salib, tetapi juga harus menerima Yesus yang akan datang kedua kali--terima pedang yang menyucikan sampai menyempurnakan. Kita berjuang untuk menjadi saksi TUHAN dan menjadi garam yang asin!

Caranya adalah berdamai--jangan menyimpan dosa--, tergembala--jangan beredar-edar--, dan taat dengar-dengaran.

Kegunaan minyak urapan Roh Kudus:

  1. Yohanes 15: 25-27
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26. Jikalau
    Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27. Tetapi kamu juga
    harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    Yohanes 16: 1-2
    16:1. "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
    16:2. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa
    setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

    Ayat 2= kalau membunuh orang Kristen (pelayan TUHAN, hamba TUHAN) dianggap berbuat bakti, nanti mereka akan berbondong-bondong mencari orang Kristen. Inilah yang akan kita hadapi. Kalau manusia daging, akan takut, tidak mampu, sebab itu harus ada Roh Kudus.

    Kegunaan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus adalah Roh Penghibur yang memberikan kekuatan ekstra saat kita menghadapi kesulitan, masalah yang mustahil di dunia, sengsara, kebencian tanpa alasan, penderitaan, aniaya, dan pembunuhan, sehingga:


    1. Saat dizjinkan TUHAN menghadapi sesuatu, kita tidak kecewa, putus asa, tinggalkan TUHAN, dan menolak Yesus, tetapi kita tetap mengasihi TUHAN.
    2. Saat diperlakukan apapun oleh sesama, kita tidak membenci, tetapi tetap mengasihi sesama, sampai mengasihi musuh.
    3. Kita bisa bersaksi.


    Sadrakh, Mesakh, danAbednego harus menghadapi api yang dipanasakan 7 kali. Kalau tidak ada Roh Kudus, belum apa-apa, ia pasti menyembah patung. Tetapi karena ada Roh Kudus, ia bisa kuat.

    Kekuatan Roh Kudus memberikan kekuatan ekstra di luar kekuatan, kekayaan, dan kepandaian manusia.

    Kasih dan Roh Kudus itu satu. Kalau ada Roh Kudus, maka ada kasih. Kalau mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama, maka ada Roh Kudus, sehingga kita tetap menjadi saksi TUHAN.

    Untuk bersaksi, kita belajar di gereja. Asalkan jangan sembarangan. Apa yang TUHAN lakukan pada hidup kita, saksikan! Masih gampang, sebab kita bersaksi ditengah orang yang mengasihi kita. Nanti bersaksi di tengah orang yang memusuhi kita--membenci kita,
    Di rumah tangga, saksikan! Kita tetap menjadi saksi TUHAN dan garam yang asin.

    Kalau kecewa, putus asa, membeci, terlebih lagi membenci orang yang baik, berarti sudah menjadi garam yang tawar. Kalau membalas kebaikan dengan kejahatan, itu sudah seperti setan. Kalau sudah tawar, dosa masuk (virus dosa, bakteri dosa, ulat-ulat ada di sana), dan benar-benar busuk.

    Bertahan hari-hari ini! Mungkin sudah tidak kuat lagi, tetap bertahan! Kuatkan hati, tetap bersaksi dan mengasihi!


  2. Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Bangsa-bangsa bukan Yahudi= bangsa kafir.

    Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus menyucikan bangsa kafir dari dosa-dosa--virus dosa, ulat dosa atau puncak dosa--dan mengubahkan kehidupan kita.

    Disucikan itu seperti dipotong--dosa dipotong--, lalu diubahkan--muncul yang baru. Kalau hanya disucikan--seperti tangan dipotong saja--, akan cacat. Karena itu perlu dibaharui.
    Contoh: tangan yang suka mencuri dipotong, kemudian diubahkan menjadi tangan yang bisa memberi; telinga tipis atau suka tersinggung dipotong, lalu diubahkan menjadi dengan-dengaran.

    Sebutan bangsa kafir di alkitab yaitu anjing, babi, dan keledai yang tidak ada harganya.

    Anjing: menjilat muntah, tidak ada keteguhan, sudah diampuni berbuat dosa lagi.
    Babi: dimandikan, kembali ke kubangan.
    Karena itu, harus disucikan dan diubahkan.

    Manusia daging--anjing dan babi--diubahkan menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu kuat teguh hati.
    Ini mujizat secara rohani dan setan tidak bisa meniru.

    Kuat teguh hati artinya:


    1. Tidak jatuh bangun dalam dosa, tetapi tetap bertahan untuk hidup dalam kebenaran apapun resikonya.
      Kalau dosa sudah diampuni, pertahankan kebenaran, jangan jatuh lagi!


    2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir--sampai TUHAN datang atau sampai meninggal dunia. Sebenarnya, anjing dan babi (binatang haram) tidak boleh dipersembahkan--tidak boleh ibadah--, tetapi kalau sudah disucikan oleh Roh Kudus, kita menjadi persembahan yang berkenan kepada TUHAN.

      Dari yang tidak boleh beribadah melayani, tetapi sekarang boleh beribadah melayani oleh kekuatan darah Yesus dan Roh Kudus, seharusnya kita berkobar-kobar. Tetapi seringkali kita tidak menghargai.


    3. Tetap percaya dan berharap TUHAN.


    Jangan mengulang-ulang dosa! Kalau dosa diulang-ulang, akan mengarah kepada dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Sejauh apapun hidup kita, belajar kepada perempuan Samaria--bangsa kafir. Sudah 5 kali kawin cerai, yang keenam dan seterusnya kawin-mengawinkan. Tetapi begitu bertemu dengan Yesus, ia minta air hidup--disentuh oleh Roh Kudus--dan langsung diubahkan.
    Jangan putus asa!

    Apapun keadaan kita, bisa diubahkan. Tinggal mau atau tidak! Kesempatan hari ini, kita juga bisa diubahkan.

    Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi. Kalau pintu sorga terbuka, pintu-pintu dunia juga terbuka. Apa yang mustahil menjadi tidak mustahil; yang tidak ada menjadi ada. TUHAN tolong kita semua.

    Sampai kalau TUHAN datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--tidak bercacat cela--, dan kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Mari bertahan! Menjadi saksi TUHAN dan tetap menjadi garam yang asin. Biarlah Roh Kudus menolong kita pada kesempatan siang hari ini.

Menghadapi aniaya apapun, Roh Kudus akan menolong kita. Jangan membenci, kecewa, dan putus asa, tetapi tetap kuat teguh hati--tetap hidup benar, setia berkobar-kobar, percaya dan berharap TUHAN.

Kita hanya menyembah TUHAN; katakan semuanya yang sudah terjadi kepada TUHAN. Dan mujizat jasmani juga akan terjadi dalam kehidupan kita.

Jangan seperti isteri Lot! Dari selamat menuju sempurna, kita memang menghadapi angin ribut, kebencian, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, tetapi tetap kuat teguh hati! Serahkan semua kepada TUHAN dan mohon kekuatan dari Roh Kudus. Menghadapi apapun juga, biar tangan TUHAN yang bekerja bagi kita.

Jangan putus asa, kecewa atau bangga dengan sesuatu! Uluran tangan TUHAN ada di tengah-tengah kita sekalian.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top