Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 16:4
16:4. Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

Wahyu 16:4-7 menunjuk pada cawan murka Allah yang ketiga, yang ditumpahkan ke atas sungai-sungai dan mata-mata air sehingga semuanya menjadi darah. Pengertian sungai dan mata air secara jasmani menunjuk pada aliran air untuk kehidupan manusia di dunia. Selanjutnya, kita pelajari pengertian sungai dan mata air secara rohani:
  1. Sungai yang mengalirkan air kehidupan, yaitu Roh Kudus.
    Yohanes 7:37-42
    7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
    7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
    7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
    7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
    7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
    7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."


    Aliran air kehidupan diterima oleh mereka yang percaya kepada Yesus sebagai Nabi dan Mesias seperti yang dikatakan Kitab Suci (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, firman pengajaran yang benar). Setelah kita diurapi dan dipenuhi dengan Roh Kudus, maka Roh Kudus menolong kita untuk bersaksi kepada sesama bahwa Yesus adalah Mesias = mengalirkan air hidup kepada tanah yang kering.

  2. Mata air yang memancarkan air hidup (Roh Kudus) sampai kepada hidup yang kekal.
    Yohanes 4:13-14
    4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
    4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

    Yohanes 3:16
    3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Mata air kehidupan yang memancar kepada kehidupan kekal bisa diterima oleh mereka yang percaya kepada Yesus yang sudah mati di kayu salib. Bagaimana caranya?
    • Mengaku dosa pada Tuhan dan sesama = memberi minum Yesus di kayu salib dengan anggur asam bercampur empedu. Jika kita sudah diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat dan hidup benar.
    • Maka kita akan menerima Roh Kudus yang tidak pernah kering, mata air yang memancar ke atas sampai kepada hidup kekal. Roh Kudus yang menolong kita untuk beribadah, melayani, menyembah Tuhan, sampai kita menerima hidup kekal selamanya.

Oleh sebab itu, segala sungai dan mata air, sumber kehidupan manusia di dunia, harus dikaitkan dengan iman, yaitu kita percaya kepada Yesus sebagai Nabi dan Mesias, serta iman kepada korban Kristus. Dengan demikian, kita tidak akan masuk dalam cawan murka Allah yang ketiga. Segala usaha, pekerjaan, sekolah yang kita jalani di dunia harus dikaitkan dengan iman kepada Yesus. Kita harus benar dalam segala aspek hidup kita. Bahkan, kita memiliki keyakinan pasti bahwa segala sumber hidup kita secara jasmani datangnya dari Tuhan lewat iman dan kebenaran. Sekalipun sumber itu sangat kecil (sekolah tidak tinggi, pekerjaan sederhana, dsb.), kalau ada iman, kebenaran, dan Roh Kudus, maka sumber itu tidak akan pernah kering, justru berkelimpahan dan mengalir kepada sesama yang membutuhkan. Bahkan, air itu bisa memancar sampai kepada kehidupan kekal.

Keluaran 4:1
4:1 Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?"

Ketika Tuhan mengutus Musa untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, maka persoalan utama bagi bangsa Israel adalah apakah mereka percaya/ beriman kepada Tuhan lewat perkataan-perkataan Musa. Pada akhir zaman, akan terjadi hal yang sama.

Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Lukas 18 menunjuk kepada nubuatan saat menjelang kedatangan Yesus kedua kali. Yang menjadi persoalan utama bagi gereja Tuhan adalah apakah mereka memiliki iman. Jika tidak ada iman, tidak akan ada landasan kuat untuk mencapai kesempurnaan.

Oleh sebab itu, Tuhan memberikan tanda-tanda kepada Musa supaya bangsa Israel percaya kepada Tuhan dan menerima Musa sebagai utusan Tuhan. Demikian pula pada akhir zaman, Tuhan memberikan tanda-tanda kepada gereja Tuhan supaya mereka percaya kepada utusan-utusan Tuhan (hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan).

Mujizat I: tongkat dilemparkan ke tanah menjadi ular, dan jika ular dipegang akan kembali menjadi tongkat.
  1. Tanda I: tongkat yang dilemparkan ke tanah dan menjadi ular.
    Keluaran 4:2-3
    4:2 TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat."
    4:3 Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

    Yohanes 3:14-16
    3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
    3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
    3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


    Allah Bapa melemparkan AnakNya yang tunggal (Yesus) ke dunia, lahir sebagai manusia yang harus menanggung dosa dan kutukan dosa seluruh dunia. Yesus harus menjadi manusia terkutuk yang disalibkan, sama seperti ular yang ditinggikan di atas tongkat. Dengan demikian, kita diselamatkan lewat iman dan percaya kepada pribadi Yesus serta korbanNya di kayu salib. Kita harus percaya kepada Yesus sehingga kita bisa diselamatkan.

    2 Korintus 5:18-21
    5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
    5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
    5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
    5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.


    Korban Kristus memperdamaikan segala dosa kita. Apa pun dosa kita, seberapa besarnya dan hitamnya dosa kita, jika kita mau datang kepada Yesus dan mendengar berita pendamaian, maka kuasa korban/ salib Kristus mampu memperdamaikan kita dengan Allah. Inisiatif pendamaian itu datang dari Allah, sedangkan dari pihak kita hanya menerima dan menyerahkan diri untuk diperdamaikan dengan Allah. Percaya pada korban Kristus = menyerahkan diri untuk diperdamaikan dengan Allah.

  2. Tanda II: Musa memegang ekor ular dan ular kembali menjadi tongkat.
    Keluaran 4:4-5
    4:4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya" -- Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya
    4:5 -- "supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu."


    Memegang ekor ular = kita percaya dan beriman pada korban Kristus (salib Kristus) sampai mantap dalam genggaman tangan kita, maka ular kembali menjadi tongkat. Artinya, salib Kristus membenarkan kita.

    1 Korintus 1:24
    1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

    Salib menjadi hikmat dan kuasa Allah untuk membenarkan (menyelamatkan) kita, sehingga kita tidak masuk dalam cawan murka Allah yang ketiga. Kita tidak perlu mengalami air menjadi darah, tetapi kita menerima kuasa Roh Kudus (air menjadi anggur). Dengan Roh Kudus, kita bisa mempertumbuhkan iman kita.

    2 Petrus 1:3-11
    1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
    1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
    1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
    1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
    1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
    1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
    1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.


    Setelah kita percaya kepada Yesus (menggenggam korban Kristus), dibenarkan dan hidup benar, maka kita harus berusaha untuk mempraktekkan iman. Iman yang tidak dipraktekkan akan mati. Praktek iman akan menambah dan menumbuhkan iman sampai pada kasih dan hidup kekal, yaitu lewat kuasa Roh Kudus. Air tidak menjadi darah tetapi menjadi air kehidupan yang bisa memancar sampai pada hidup kekal. Roh Kudus yang akan memampukan kita, sebab Roh Kudus itu sendiri tidak terbatas.

    Proses pertumbuhan iman:
    1. Iman = masuk pintu gerbang keselamatan (Pintu Gerbang Tabernakel).

    2. Perbuatan kebajikan = perbuatan baik pertama yang ditunggu Tuhan adalah mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Setelah diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita harus bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan (Mezbah Korban Bakaran). Segala perbuatan baik tanpa pertobatan adalah sia-sia belaka. Contoh: berbuat dosa untuk kebaikan, korupsi untuk membantu pembangunan gereja, segala sesuatu seperti ini sia-sia.

    3. Pengenalan kepada Yesus yang sudah mati dan bangkit = baptisan air (Kolam Pembasuhan). Mereka yang sudah mati/ bertobat harus dikubur dalam air di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, untuk bangkit dalam hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.

    4. Penguasaan diri = daging tidak berkuasa lagi (Pintu Kemah) = kita menerima urapan sampai kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus menguasai kita sehingga tidak berbuat dosa lagi, lewat pandangan, pikiran, perkataan, perbuatan, perasaan, dsb. Penguasaan diri juga berarti kita harus tertib, tidak acak-acakan.

    5. Ketekunan.
    6. Kesalehan/ ibadah.
      Ketekunan dan kesalehan menunjuk pada ketekunan dalam kandang penggembalaan dengan 3 macam ibadah pokok (3 macam alat dalam Ruangan Suci). Tubuh, jiwa, dan roh kita melekat kuat pada Allah Tritunggal. Kita tidak akan bisa dijatuhkan oleh setan tritunggal, kecuali kita menjatuhkan diri. Dengan demikian, kita semakin disucikan.

    7. Kasih kepada Tuhan dan sesama. Kita mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan sampai bisa mengasihi musuh. Kita mengasihi Tuhan artinya mengutamakan Tuhan lebih dari semua.

    Dengan adanya Roh Kudus, semua bisa memancar ke atas. Tanpa Roh Kudus, tidak mungkin bagi daging. Jika iman bertumbuh dan berkembang ke arah kasih (angka 7), maka:
    • Roh Kudus menolong kita menjadi pelita (angka 7 menunjuk 7 lampu) yang menyala = kita menjadi saksi dalam rumah tangga, gereja, kantor, sekolah, bahkan sampai menjadi terang dunia di Yerusalem baru. Roh Kudus menolong kita untuk menerangi tempat yang gelap, seperti air mengalir pada tempat yang kering.

    • 2 Petrus 1:8
      1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

      Jika iman bertumbuh, maka kita bisa semakin giat dalam ibadah dan pelayanan kepada Tuhan. Kita semakin berhasil dalam pengenalan kita kepada Yesus.

    • 2 Petrus 1:10-11
      1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
      1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

      Jika iman bertumbuh, maka Roh Kudus menolong kita untuk bisa semakin sungguh-sungguh dalam panggilan dan pilihan, sehingga kita tidak pernah tersandung. Kita bisa beribadah dan melayani Tuhan sampai garis akhir. Mata air kehidupan memancar sampai pada hidup kekal selama-lamanya.

    Kalau kita percaya pada Yesus yang dikorbankan di kayu salib, itu mujizat pertama yang tidak bisa ditiru oleh setan. Setan mau meniru dengan melakukan sesuatu yang dashyat (nabi palsu), namun mendatangkan kebinasaan. Mujizat tanpa iman, tanpa firman Allah, tanpa penyucian = menurunkan api dari langit, manusia hidup dalam kesulitan (terlihat hebat tapi makin susah seperti kena api), sampai masa antikris berkuasa 3,5 tahun, bahkan sampai kebinasaan kekal.

    Wahyu 13:13
    13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.

    Lot memilih Sodom dan Gomora karena terlihat seperti Taman Surga, padahal sesungguhnya api dan belerang yang hanya bisa dilihat dengan mata iman.

    2 Petrus 1:9
    1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

    Waspada, ada juga kehidupan yang percaya namun imannya tidak berkembang/ bertambah. Kalau kita sudah menerima iman, tetapi kita pasif, tidak mau aktif dalam ibadah, pelayanan, ataupun perkara rohani lainnya, maka kita akan kembali pada dosa. Kita kehilangan penebusan sampai kehilangan keselamatan, justru melawan kebenaran. Nilainya sama dengan orang yang tidak percaya pada Tuhan.

    Yohanes 3:36
    3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

    Mereka akan masuk dalam penghukuman Allah, cawan murka Allah yang ketiga, yaitu air menjadi darah. Darah tidak bisa kembali menjadi air, artinya kehidupan itu hanya akan menuju penghukuman dan kebinasaan kekal.

    Keluaran 4:9
    4:9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu."

>>Mujizat II: tangan dimasukkan ke dalam baju dan menjadi kusta.
Keluaran 4:6-8
4:6 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu." Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.
4:7 Sesudah itu firman-Nya: "Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu." Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.
4:8 "Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua.


Mujizat kedua menunjuk pada pekerjaan pembaruan. Kita dibarui menjadi ciptaan baru dengan tubuh rohani, tubuh kemuliaan, seperti Yesus yang sudah bangkit dari antara orang mati, sehinga kita bisa masuk dalam Kerajaan Sorga.

2 Korintus 5:17
5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

1 Yohanes 3:2-3
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Jika kita bisa masuk dalam pekerjaan penyucian dan pembaruan, berarti kita percaya pada Yesus yang akan datang kembali kedua kali sebagai Mesias (Yang Diurapi), Raja di atas segala raja, dan Mempelai Pria Sorga. Apa yang harus dibarui?
  • Tanda I: Tangan dimasukkan dalam baju pertama kali, maka menjadi kusta.
    Keluaran 4:6
    4:6 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu." Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju.

    Artinya setelah kita percaya dan diberkati Tuhan, lalu kita pasif/ tidak setia dalam ibadah dan pelayanan, maka akan menjadi kusta.
    Kusta = kebenaran diri sendiri, menutupi dosa sendiri dengan cara menyalahkan orang benar termasuk menyalahkan Tuhan (firman pengajaran yang benar). Dosa kusta seringkali tidak disadari sampai garis akhir. Kehidupan semacam ini tidak bisa ditegor.

    Akibatnya, kehidupan yang benar sendiri hanya akan hidup dalam dosa sampai puncak dosa, sampai masuk penghukuman dan kebinasaan selamanya.

  • Tanda II: tangan dimasukkan kembali ke dalam baju kedua kalinya, setelah ditarik keluar maka pulih seperti sedia kala.
    Keluaran 4:7
    4:7 Sesudah itu firman-Nya: "Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu." Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya.

    Artinya kita harus mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman, mengaku dosa pada Tuhan dan sesama. Setelah diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita kembali pada kebenaran dan kesucian.

    Dosa perzinahan seringkali ada yang disadari dan ada juga yang tidak disadari. Namun, dosa kebenaran diri sendiri sangat sulit disadari. Itu sebabnya, kita selalu perlu firman pengajaran benar (pedang tajam bermata dua) untuk membarui kita. Contoh: Ayub yang menerima firman, melembut dan mengakui kesalahannya.

Kegunaan Roh Kudus:
  1. Keluaran 15:25-26
    15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau."
    15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.


    Roh Kudus sanggup mengerjakan mujzat rohani, mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani. Kita dibaharui terus-menerus sampai daging tidak bersuara lagi. Kita bisa taat pada kehendak Bapa, Maka, mujizat jasmani juga akan terjadi.

    • Yehova Rapha (Tuhan Penyembuh): segala sakit-penyakit pada tubuh kita akan disembuhkan lewat kuasa Roh Kudus.
    • Kehidupan yang dalam kutukan dan pahit getir akan mendapat kebahagiaan Sorga, hidup dalam kebahagiaan dan kemanisan.
    • Apa yang tidak ada menjadi ada, Tuhan mampu memelihara dan melindungi kita di tengah kesulitan dunia bahkan sampai saat antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi. Tuhan memelihara kita dengan firman dan perjamuan suci. Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci adalah latihan untuk kita hidup di padang gurun penyingkiran.
    • Apa yang mustahil menjadi tidak mustahil, apa pun yang membebani kita, Tuhan akan menolong.

  2. Roma 5:5
    5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Roh Kudus menolong kita untuk tidak putus asa, tidak kecewa, apa pun yang Tuhan izinkan terjadi. Kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan pada Tuhan. Kita tetap percaya dan menyembah Tuhan. Kita berserah sepenuh dalam tangan Tuhan.

    Kalau kita kuat dan teguh hati, Roh Kudus akan memberikan karunia dan jabatan pelayanan. Kita bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita semua dibangun menjadi teratur, rapi, berhasil dan indah pada waktunya. Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita bisa disempurnakan untuk layak menyambut kedatanganNya. Kita bisa masuk Yerusalem baru yang kekal selamanya. Kita tidak masuk kebinasaan saat air menjadi darah di dunia ini.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 September 2014 (Minggu Sore)
    ... yang tidak kematian. 'mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu' anak domba disembelih kemudian darahnya ditaruh di pasu dan hisop dimasukan ke dalamnya. darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu darah disapukan pada ambang atas dan disebelah kiri dan kanan. Mengapa tidak disapukan di ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Mei 2011 (Minggu Pagi)
    ... Adalah kemurahan Tuhan Yesus datang ke planet bumi ini dengan benua. Sekalipun bumi ini hebat dan kaya kalau Yesus tidak datang - semuanya sia-sia dan binasa. Tetapi waspada persekutuan yang tidak benar persekutuan tanpa Firman Pengajaran benar persekutuan orang cacat rohani sudah mendunia lebih banyak yang palsu tidak benar daripada yang benar. Hati-hati ...
  • Ibadah Raya Malang, 07 Mei 2017 (Minggu Pagi)
    ... gulungan kitab yang termaterai Yesus sebagai singa dari suku Yehuda yaitu tunas Daud yang telah menang. Yesus sebagai Anak Domba yang telah disembelih sama dengan Yesus yang mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan untuk melepaskan kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Jika Yesus tidak mati di kayu salib ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 September 2012 (Senin Sore)
    ... itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memeterai kubur Yesus dan menjaga kubur Yesus dengan penjaga-penjaga sehingga secara manusia tidak mugnkin melihat kebangkitan Yesus. Jadi percikan darah menyucikan PIKIRAN kita terhadap sesuatu yang mustahil supaya kita yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kita sudah mendengarkan ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 Desember 2013 (Selasa Sore)
    ... mati. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Engkau percaya bahwa hanya ada satu Allah saja Itu baik Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Iman tanpa perbuatan iman sama dengan mati sama dengan imannya setan tidak menyelamatkan. Yakobus Bukankah ...
  • Ibadah Natal di Tuban, 29 Desember 2010 (Rabu Sore)
    ... kekayaan menurut ukuran manusia. Banyak yang menurut pandangan manusia dinilai jahat tidak baik namun sesungguhnya benar di hadapan Tuhan. Seperti Yesus sebagai Juruselamat harus mati di kayu salib terhina dan terkutuk di hadapan manusia namun Yesus berkenan di hadapan Allah Bapa. Apalagi kalau kita datang dengan keadaan tidak kaya tidak baik biarlah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2009 (Kamis Sore)
    ... lapar terutama kelaparan akan firman. Lapar akan firman sudah masuk dalam krisis. Hati-hati sebab kelaparan bisa terjadi di tengah-tengah kelimpahan firman. Kelaparan yang dialami sidang jemaat Laodikia ini sangat parah sebab sampai mengakibatkan ketelanjangan benar-benar dipermalukan. Ketelanjangan ini juga yang dialami oleh Adam dan Hawa Kejadian - - - dan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2010 (Rabu Sore)
    ... Surga yang kekal posisi kambing di sebelah kiri dan masuk dalam api yang kekal ay. . . Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya Enyahlah dari hadapan-Ku hai kamu orang-orang terkutuk enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab itu ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 September 2013 (Kamis Sore)
    ... sampai duduk di tahta Tuhan maka kita harus mengalami pembaharuan. Wahyu - Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta dan di takhta-takhta itu duduk ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Agustus 2021 (Sabtu Sore)
    ... sampai mati di kayu salib bagi kita semua diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Juni sampai Ibadah Kaum Muda Remaja Juli . Ayat - jaga kesatuan Ayat - kesatuan dengan sesama kesatuan tubuh Kristus yang sempurna diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Juli sampai Ibadah Kaum Muda Remaja Juli Ayat ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.