English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 September 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang...

Ibadah Raya Malang, 21 Oktober 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Raya Malang, 23 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:1-7 tentang penyucian terakhir bagi...

Ibadah Doa Malang, 10 Maret 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31, keadaan ketiga pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 18 Juni 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:17-21 tentang Bejana Pembasuhan,...

Ibadah Raya Surabaya, 04 September 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Ciawi I, 02 Desember 2008 (Selasa Sore)
Wahyu 21: 5
TEMA: 'LIHATLAH, AKU MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU'

Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk

Ibadah Persekutuan Ambon IV, 17 November 2011 (Kamis Pagi)
Tema: Yohanes 10: 10b
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "

=...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Agustus 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 30 Agustus 2019 (Jumat Malam)
Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian.
Ada dua kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Jakarta.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21:5: "Aku menjadikan...

Ibadah Doa Malang, 05 September 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yeremia 31:15
31:15. Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Januari 2017 (Rabu Sore)
Pembicara Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Januari 2017 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 ada dua kegiatan/ suasana di tahta Surga:
  1. [ayat 8] Kegiatan/ suasana penyucian.
    Wahyu 4:8
    4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

  2. [ayat 9-11] Kegiatan/ suasana penyembahan.
    Wahyu 4:10
    4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

Supaya kita bisa merasakan suasana tahta Surga di dunia yang sudah terkutuk ini, maka kita harus hidup dalam kesucian dan penyembahan. Tahun 2017 merupakan tahun penyembahan. Makin disucikan, makin bisa menyembah Tuhan, makin kita merasakan suasana tahta Surga.

Wahyu 4:9-11

4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Penyembahan 24 tua-tua di tahta Surga merupakan penyembahan yang benar. 24 tua-tua dibagi menjadi 12 rasul hujan awal dan 12 rasul hujan akhir. Tanda penyembahan yang benar:
  1. Didorong oleh firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus.
    Yohanes 4:21-24
    4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
    4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
    4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kita.

  2. Melemparkan mahkota [Wahyu 4:10]
    Artinya merendahkan diri serendah-rendahnya, merasa tidak layak dan tidak mampu apa-apa, sehingga bisa menyerah sepenuh dalam tangan Tuhan Sang Pencipta.

  3. Penyembahan dengan kata 'Haleluya'.
    Wahyu 19:4
    19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

    Mulai sekarang kita harus menyembah dengan suara "Haleluya", sampai puncak penyembahan di awan-awan yang permai.

    Wahyu 19:6-7

    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Sampai kita menyembah Tuhan di tahta Surga selama-lamanya.

Doa penyembahan adalah hubungan paling erat antara Tuhan sebagai Kepala dan kita sebagai tubuhNya, ditunjukkan oleh leher. Ada 3 kemungkinan tentang leher:
  1. Leher dipatahkan.
    Keluaran 13:13
    13:13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.

    Keledai menunjuk bangsa kafir.

    Hakim-hakim 15:16

    15:16 Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."

    Sehebat apa pun bangsa kafir di dunia (kaya, pandai, dll), adalah tidak berharga di hadapan Tuhan. Bangsa Kafir lahir di dunia hanya untuk dipatahkan batang lehernya, artinya tidak ada hubungan dengan Tuhan, terpisah dari Tuhan, tidak bisa beribadah melayani Tuhan, tidak bisa menyembah Tuhan, kering rohani, mati rohani. Praktiknya adalah perkataan seperti anjing menjilat muntah yaitu perkataan dusta, gosip, fitnah, menghujat Tuhan (mendukung pengajaran yang salah, menyalahkan pengajaran benar). Perbuatannya seperti babi dimandikan kembali ke kubangan, yaitu berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah).

    Ada 2 penyebab leher yang patah:
    1. Jika keledai tidak ditebus oleh darah anak domba.
      Artinya jika bangsa kafir tidak ditebus oleh darah Yesus.

      Oleh sebab itu bangsa kafir harus mengalami penebusan oleh darah Yesus, mengalami kelepasan dari dosa-dosa yang mengikat tubuh, jiwa, roh.

      1 Korintus 5:7-8, 11

      5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
      5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      Dosa yang mengikat tubuh: cabul, mabuk.
      Dosa yang mengikat jiwa: kikir, pemfitnah, penipu.
      Dosa yang mengikat roh: penyembah berhala (segala sesuatu yang menghalangi kita mengasihi Tuhan, beribadah melayani Tuhan).

      Jika ditebus oleh darah Yesus, hasilnya adalah kita bisa hidup dalam kebenaran (menolak yang salah/ dosa, tidak menyetujui dosa) dan kemurnian (berpegang teguh pada firman pengajaran yang murni dan taat dengar-dengaran). Firman pengajaran benar akan menyucikan hidup kita sampai murni, suci sampai ke dalam hati.

      Keluaran 29:1, 9
      29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
      29:9 Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya.

      Maka kita diangkat menjadi imam dan raja, hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, sampai garis akhir. Kita menjadi kehidupan yang sangat berharga di hadapan Tuhan, menjadi biji mata Tuhan.

    2. Jika imam-imam tidak memiliki tabut perjanjian (Kabar Mempelai).
      1 Samuel 4:16-18
      4:16 Kata orang itu kepada Eli: "Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran." Kata Eli: "Bagaimana keadaannya, anakku?"
      4:17 Jawab pembawa kabar itu: "Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas."
      4:18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.

      Artinya, tidak mengalami penyucian, dosa-dosa ditimbun dalam hidupnya, sehingga tidak bisa menyembah Tuhan, mati rohani.

      Setiap imam/ pelayan Tuhan harus menyandang pedang, mengalami penyucian oleh pedang firman, mulai dari perut hati yang gendut, yang berisi 7 keinginan jahat dan najis.

      Matius 15:19

      15:19 Karena dari hati timbul segala (1)pikiran jahat, (2)pembunuhan, (3)perzinahan, (4)percabulan, (5)pencurian, (6)sumpah palsu dan (7)hujat.

      Hakim-hakim 3:16-17, 21-22

      3:16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
      3:17 Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
      3:21 Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja,
      3:22 sehingga hulunya beserta mata pedang itu masuk. Lemak menutupi mata pedang itu, sebab pedang itu tidak dicabutnya dari perut raja. Lalu keluarlah ia melalui pintu belakang.

      Lemak adalah milik Tuhan, ditimbun pada perut hati.

      Imamat 3:16-17

      3:16 Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.
      3:17 Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

      Milik Tuhan yang terkecil, mulai dari perpuluhan dan persembahan khusus, harus dikembalikan kepada Tuhan. Ini sama dengan membakar lemak, menghasilkan bau harum di hadapan Tuhan.
      Bait Allah adalah milik Tuhan, tempat ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan. Perhatikan waktu-waktu untuk beribadah melayani Tuhan dan menyembah Tuhan.
      Milik Tuhan yang ketiga adalah mempelai wanita Tuhan, yaitu seluruh hidup kita persembahkan kepada Tuhan. Jika kita banyak menyembah Tuhan, maka hujan berkat Tuhan akan dicurahkan, sampai berkat hidup kekal.

      Jika mencuri milik Tuhan, maka matanya bular seperti imam Eli, tidak ada pembukaan rahasia firman, tidak mengerti pembukaan firman sehingga tidak disucikan, tidak bisa menyembah Tuhan, tidak bisa melihat Tuhan, kering rohani, mati rohani sampai binasa.

  2. Leher dicekik.
    Matius 18:28
    18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

    Artinya doa penyembahan tidak mencapai ukuran.

    Wahyu 11:1-2

    11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
    11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging sampai daging tidak bersuara lagi. Tirai terobek sehingga tabut perjanjian bisa kelihatan, artinya kita bisa mencapai kesempurnaan mempelai.
    Daging yang harus dirobek:
    1. Kebenaran diri sendiri.
      Matius 18:28-30
      18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
      18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
      18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

      Yaitu tidak mau mengaku dosa, tetapi menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain serta menyalahkan Tuhan (firman pengajaran yang benar). Juga tidak mau mengampuni dosa orang lain dan melupakan.

    2. Kesedihan, sampai kecewa, putus asa.
      Ayub 7:15
      7:15 sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.

      Ini harus dirobek supaya bisa selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

    3. Takut, gentar, kuatir.
      Markus 14:33
      14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

      Takut/ kuatir akan sesuatu di dunia sehingga tidak takut akan Tuhan. Ini harus dirobek supaya kita menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan, taat dengar-dengaran apapun risikonya.

      Wahyu 12:14

      12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Jika kita bisa menyembah Tuhan sampai daging tidak bersuara, maka Tuhan akan mengaruniakan dua sayap burung nasar yang besar untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Kita dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci. Oleh sebab itu, kita harus tekun dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, sama dengan latihan menyingkir ke padang gurun. Jangan bergantung pada sesuatu di dunia, tetapi bergantung sepenuh kepada Tuhan, mengutamakan Tuhan.

    Wahyu 11:2

    11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

    Jika penyembahan tidak mencapai ukuran, maka akan tertinggal saat Tuhan datang kedua kali, dan mengalami aniaya antikris. Ada 2 kemungkinan:
    1. Tetap menyembah Tuhan, tidak mau menyembah antikris sehingga disiksa sampai dipancung. Namun akan dibangkitkan.
    2. Menyangkal Yesus dan menyembah antikris, tidak disiksa, namun akhirnya akan dibinasakan.

  3. Leher seperti menara Daud, menunjuk doa penyembahan.
    Kidung Agung 4:4
    4:4 Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.

    Artinya, penyembahan sudah mencapai ukuran yaitu daging tidak bersuara. Maka akan diberi 3 hal:
    1. Menyimpan senjata. Doa penyembahan adalah perlengkapan senjata Allah untuk mengalahkan setan tritunggal. Kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan.

    2. Digantungi 1000 perisai. Perisai iman untuk menghadapi panah api si jahat, yaitu dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu, gosip, pencobaan yang mustahil. Kita tidak gugur dari iman, tetapi memiliki iman yang teruji bagaikan emas murni, hidup benar dan suci, berpegang teguh pada pengajaran benar, hanya percaya dan berharap Tuhan.

    3. Diberi gada para pahlawan = kesabaran.
      Amsal 16:32
      16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

      Yaitu sabar dalam penderitaan, tidak bersungut, tidak saling menyalahkan, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      Juga sabar menunggu waktu Tuhan. Jika Tuhan belum menolong, berarti Tuhan masih sibuk untuk membenarkan hidup kita. Kita banyak mengoreksi diri dan tetap berada dalam rel kehendak Tuhan. Jangan mengambil jalan sendiri di luar firman, sebab itu sama dengan jalan buntu dan kebinasaan. Kita berseru dan berserah sepenuh kepada Tuhan.
      Maka Tuhan akan menyelesaikan semua, menjadikan semua indah tepat pada waktunya. Sampai jika Tuhan datang kedua kali, Tuhan menjadikan semua sempurna.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top