Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di India.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:32
5:32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Supaya mereka bertobat = supaya diselamatkan.
Jadi, Yesus datang untuk memanggil orang berdosa, untuk menyelamatkan orang berdosa.

Bagaimana caranya Yesus menyelamatkan orang berdosa supaya tidak binasa di neraka?
Roma 4:25
4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Yesus harus datang pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Yesus mati untuk menanggung dosa-dosa dan kutukan dosa. Tetapi Yesus bangkit untuk membenarkan kita semua. Selanjutnya, kita bisa hidup dalam kebenaran.

Amsal 10:2-3
10:2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
10:3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

Kebenaran menyelamatkan orang dari maut. Kita selamat dan diberkati oleh Tuhan.

Sesudah selamat dan diberkati Tuhan, kita akan ke mana?
Filipi 2:12-15
2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak berceladi tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Sesudah selamat, kita harus mengerjakan keselamatan sampai sempurna tidak bercacat-cela seperti Yesus. Sehingga kita layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan kita bisa masuk Kerajaan Sorga selamanya.
Jadi, keselamatan berkaitan dengan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib. Tetapi kesempurnaan berkaitan dengan kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Ini yang harus kita kerjakan hari-hari ini.

Selamat/ kebenaran ---------?--------->Sempurna, tidak bercacat cela, sama mulia dengan Yesus.

Ada dua kemungkinan yang terjadi dari selamat sampai sempurna:
  1. Kemungkinan negatif, yaitu banyak orang selamat yang gugur di tengah jalan, tidak sampai kesempurnaan melainkan binasa selamanya.
    Contohnya adalah:
    • Bangsa Israel keluar dari Mesir 603.550 laki-laki di atas 20 tahun. Mereka keluar dari perbudakan Mesir, berarti sudah selamat. Tetapi yang mencapai Kanaan hanya dua orang, yaitu Yusak dan Kaleb, yang lain mati di padang gurun. Mereka diberkati manna dari Sorga, tetapi tidak mencapai Kanaan.
    • Yudas Iskariot sudah selamat, diberkati, dipakai Tuhan, tetapi juga harus binasa.

    Sekarang, ini juga bisa terjadi. Kehidupan yang sudah selamat dan diberkati Tuhan, tetapi tidak mencapai kesempurnaan, berarti tidak bisa masuk Kerajaan Sorga. Oleh sebab itu, kita harus berjuang untuk mengerjakan keselamatan sampai kesempurnaan.

  2. Kemungkinan positif, yaitu mengerjakan keselamatan sampai menjadi bintang-bintang yang bercahaya, sama dengan imamat rajani, imam-imam dan raja-raja. Kita menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan berikan kepada kita.

    Keluaran 29:1a
    29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskanmereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:....

    Jadi, syarat menjadi seorang imam/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan adalah kesucian.
    Dulu, Imam Besar adalah Harun, dan imam-imam adalah anak-anak Harun. Mereka harus disucikan.
    Sekarang, untuk menjadi imam-imam/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan, maka kita harus disucikan.

    Jika suci, maka kita dekat dengan Tuhan, dan kita menerima urapan Roh Kudus, hikmat dari Tuhan, sehingga kita bisa melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali). Kita tidak pernah tersandung di tengah jalan, tidak pernah pensiun, sampai garis akhir. Ini karena kekuatan yang tidak terbatas dari Tuhan bagi kehidupan yang suci.
    Jika tidak suci, maka kita jauh dari Tuhan, sehingga tidak mendapat kekuatan dari Tuhan. Maka kita akan mengandalkan kekuatan diri sendiiri/ kekuatan dunia, yaitu kepandaian, kekayaan, kedudukan, dll, untuk melayani Tuhan. Maka suatu saat pasti akan habis.

Selamat/ kebenaran --------- Mengerjakan keselamatan = menjadi imam dan raja/ bintang-bintang yang bercahaya, hidup dalam kesucian --------->Sempurna, tidak bercacat cela, sama mulia dengan Yesus.

Jadi, untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, yang dibutuhkan adalah kebenaran, kesucian, dan kesempurnaan.

Kabar Mempelai mengajarkan tentang kebenaran, kesucian, sampai kesempurnaan.
Musa diperintahkan oleh Tuhan untuk naik ke Gunung Sinai, dan Tuhan memperlihatkan Kerajaan Sorga kepada Musa. Sesudah itu, Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat miniatur Kerajaan Sorga di bumi, yaitu yang disebut Kemah Suci/ Tabernakel (Keluaran 25-40).

Mengapa Tuhan memerintahkan Musa membuat Tabernakel?
  1. Supaya di bumi seperti di Sorga.
    Apa yang kita lakukan di dunia harus sama dengan di Sorga. Kalau tidak, maka akan ditolak oleh Tuhan.

    Matius 7:21-23
    7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    Pelayanan yang hebat di mata manusia bisa ditolak oleh Tuhan jika tidak sesuai dengan Kerajaan Sorga, tidak sesuai dengan firman Allah.

  2. Supaya Tuhan diam di antara manusia.
    Keluaran 25:8
    25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

Di atas gunung Sinai, sebenarnya Musa menerima dua hal:
  1. Perintah untuk membuat Tabernakel/ Kemah Suci.
  2. Dua loh batu = kasih.
Secara jasmani, semua sudah hancur. Sekarang kita belajar dalam arti rohani.

Ibrani 8:5
8:5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Keluaran 24:12
24:12 TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkankepada mereka."

Dalam arti rohani, sekarang menunjuk pada pengajaran Tabernakel dan pengajaran Mempelai.
Ini yang dikenal dengan Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel, yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Pada tengah malam/ akhir jaman yang paling gelap di mana dosa-dosa sudah memuncak dan melanda banyak gereja Tuhan, satu-satunya kabar yang dibutuhkan adalah Kabar Mempelai. Ini untuk membangunkan 10 gadis yang tidur, gambaran gereja dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan aneka ragamnya, kawin campur, kawin cerai, seks bebas). Kita membutuhkan Kabar Mempelai, supaya bisa kembali pada kebenaran, kesucian, kesempurnaan. Sehingga gereja Tuhan menjadi tempat tinggal Tuhan (Imanuel), sampai Kerajaan Sorga selamanya.

Tabernakel terdiri dari 3 ruangan:
  1. Halaman/ Pelataran = kebenaran.
  2. Ruangan Suci = kesucian.
  3. Ruangan Maha Suci = kesempurnaan.

ad. 1. Halaman = kebenaran.
Orang berdosa dibenarkan oleh darah Yesus di kayu salib, sehingga bisa hidup dalam kebenaran, sama dengan selamat.
Prosesnya:
  1. Pintu Gerbang = iman, percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat lewat mendengar firman Kristus (firman yang diurapi Roh Kudus).
    Lewat urapan Roh Kudus, kita bisa mendengar firman dengan sungguh-sungguh, bisa mengerti firman, bisa percaya dan yakin akan firman sehingga firman menjadi iman dalam hati. Ini berarti pintu hati terbuka, sama dengan pintu Sorga terbuka.

  2. Mezbah Korban Bakaran = bertobat.
    Dalam Perjanjian Lama, korban binatang dibakar untuk pengampunan dosa. Sekarang tidak perlu lagi sebab semua sudah digenapkan oleh korban Kristus di kayu salib. Dalam Perjanjian Baru, dosa-dosa dibakar di kayu salib. Dosa-dosa diakui sehingga kita mengalami pengampunan dosa, dan jangan berbuat dosa lagi. Ini sama dengan bertobat.

  3. Bejana Pembasuhan = baptisan air.
  4. Pintu Kemah = baptisan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus.
    Baptisan air dan baptisan Roh Kudus artinya kita lahir baru dari air dan roh, sehingga mendapat hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran. Kita selamat dan diberkati oleh Tuhan.

    1 Yohanes 3:7
    3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

    Kita harus hidup benar sampai seperti Yesus benar.
Pengajaran Tabernakel dan Mempelai membawa kita masuk Halaman Tabernakel, yaitu hidup dalam kebenaran sampai benar seperti Yesus benar. Kita selamat dan diberkati Tuhan.

Keempat hal di atas (percaya/ iman, bertobat, baptisan air, baptisan Roh Kudus) adalah perkara besar. Sehingga diajarkan oleh orang terbesar di bumi, yaitu Yohanes Pembaptis.

Matius 11:11
11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Empat perkara besar ini adalah batu penjuru bagi gereja Tuhan. Di atas batu penjuru, kita dibangun menjadi Tabernakel/ tempat kediaman Allah.

ad. 2. Ruangan Suci = kesucian.

Di dalam Ruangan Suci terdapat 3 macam alat, yaitu Pelita Emas, Meja Roti Sajian, dan Mezbah Dupa Emas. Sekarang secara jasmani juga sudah hancur. Kita belajar dalam arti rohani.

Kisah Rasul 2:41-42
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Pada gereja hujan awal, sesudah selamat (Halaman), mereka masuk dalam 3 macam ketekunan (Ruangan Suci).
  1. Pelita Emas = ketekunan dalam persekutuan.
  2. Meja Roti Sajian = ketekunan dalam pengajaran rasul dan pemecahan roti.
  3. Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam doa.

Demikian juga kita semua (gereja hujan akhir).
  1. Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia Roh Kudus. Kita diberi minum supaya segar.
  2. Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus. Kita diberi makan supaya kuat.
  3. Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya. Kita bernafas dengan kasih Allah yang kekal, sehingga kita mencapai hidup kekal selamanya.

Jadi sesudah selamat, kita harus bertekun dalam 3 macam ibadah pokok, sama dengan ketekunan dalam kandang penggembalaan.

Manusia terdiri dari tubuh jiwa roh. Allah itu tritunggal, yaitu Allah Bapa, Anak Allah, dan Allah Roh Kudus. Setan juga tritunggal, yaitu setan, antikris, dan nabi palsu.
Dalam Ruangan Suci/ kandang penggembalaan/ ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, maka tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah. Kita akan melayani Tuhan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kedua kali.
Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita disucikan oleh Allah Tritunggal:
  • Allah Bapa menyucikan kita dengan kasihNya.
  • Anak Allah menyucikan kita dengan firman pengajaran.
  • Allah Roh Kudus menyucikan kita dengan kuasa Roh Kudus.
Sehingga seluruh tubuh jiwa roh kita suci seperti Yesus suci.

1 Petrus 1:15-16
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.


Efesus 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


Jika hidup suci, maka Tuhan akan memberikan jabatan pelayanan. Sehingga kita dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi mempelai wanita Sorga. Pelayanan pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah rumah tangga, dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus adalah jubah yang indah.
Kalau kita melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan berikan, maka hidup kita menjadi indah.

ad. 3. Ruangan Maha Suci = kesempurnaan.
Hanya ada satu alat dalam Ruangan Suci, yaitu Tabut Perjanjian, yang terdiri dari dua bagian:
  1. Tutup dari emas murni, menunjuk Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga.
  2. Peti dari kayu penaga yang disalut emas.
    Kayu menunjuk pada manusia daging yang rapuh.
    Kayu penaga berwarna hitam, menunjuk pada manusia daging yang berdosa.
    Tetapi kayu penaga disalut emas murni luar dan dalam, yaitu firman, Roh Kudus, dan kasih, sehingga menjadi gereja yang sempurna, mempelai wanita Sorga. Kita sempurna dan sama mulia seperti Yesus.

Imamat 16:11-14
16:11 Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu.
16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.


Satu tahun satu kali, Harun sebagai Imam Besar masuk Ruangan Maha Suci untuk mengadakan pelayanan pendamaian. Harun membawa dupa dan darah binatang. Harun memercikkan dua kali 7 percikan darah:
  • 7 kali percikan darah di atas Tabut Perjanjian = salib Yesus, sengsara daging bagi Yesus.
  • 7 kali percikan darah di depan peti = salib bagi kita, sengsara daging bersama Yesus.
Kita semua sebagai hamba Tuhan/ pelayan Tuhan harus memikul salib bersama Yesus. Kita harus mengalami percikan darah.

Mengapa demikian?
  • Percikan darah adalah penyucian terakhir terhadap keinginan daging, yaitu keinginan jahat/ keinginan akan uang seperti Yudas Iskariot.
    Yudas Iskariot melayani Tuhan hanya untuk mencari uang. Dia mendapat uang, tetapi kehilangan segalanya, termasuk kehilangan jubah indah jabatan pelayanan. Sampai perutnya robek dan berbau busuk.

  • Supaya ada shekinah glory. Jika tidak ada darah, tidak ada salib, maka tidak ada shekinah glory, yang ada hanya kebinasaan.
    1 Petrus 4:12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Roh kemuliaan mengadakan mujizat secara rohani, yaitu mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia mulia seperti Yesus.
    Berubah sama dengan berbuah, yaitu 9 buah roh.
    Roh kemuliaan juga bisa mengadakan mujizat jasmani.
    Kalau ada Roh kemuliaan, ada shekinah glory, maka terjadi mujizat-mujizat dan pertolongan Tuhan.

    Contohnya adalah Musa menghadapi Laut Kolsom dan Firaun di belakang. Musa tidak bisa apa-apa. Tetapi ada kemuliaan Tuhan sehingga laut terbelah menjadi tanah kering.

    Keluaran 14:16-17,21
    14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
    14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.


    Yohanes 11:39-40
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"


    Maria dan Marta adalah gambaran gereja Tuhan. Mereka menghadapi Lazarus yang mati empat hari, menunjuk pada masalah yang mustahil (masalah ekonomi, masalah rumah tangga, masalah kebusukan dosa, dll). Biar kita memikul salib, sengsara daging bersama Yesus, sampai shekinah glory dinyatakan. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Sampai jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Kita menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatanganNya di awan-awan yang permai. Kita hanya bersorak-sorai "Haleluya" dari empat penjuru bumi, bersama keluarga kita masing-masing.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2017 (Kamis Sore)
    ... supaya ada hadirat Tuhan. Bilangan Sebagai barisan penutup semua laskar itu berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji bani Dan menurut pasukan mereka yang mengepalai laskar itu ialah Ahiezer bin Amisyadai Kegiatan penyembahan. Wahyu maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 16 Januari 2010 (Sabtu Sore)
    ... kedudukan kepandaian dll tidak menjamin kehidupan kita mengalami keubahan dan pembaharuan. Contohnya Nikodemus. Yohanes - Nikodemus adalah seorang Farisi sudah memiliki kedudukan pengetahuan dan pengalaman tetapi dia tetap datang kepada seorang Rabi guru karena masih ada yang tidak dia miliki yaitu firman pengajaran. Nikodemus hanya memandang firman pengajaran hanya untuk perkara-perkara jasmani ...
  • Ibadah Persekutuan I Tana Toraja, 11 Februari 2014 (Selasa Sore)
    ... imam dan raja adalah bangsa Israel dan keturunannya. Bagaimana dengan kita bagnsa kafir Petrus - Tetapi kamulah bangsa yang terpilih imamat yang rajani bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib kamu yang ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Januari 2021 (Sabtu Sore)
    ... bertobat sehingga kita dibenarkan dan diselamatkan dan hidup dalam kebenaran. Jadi kalau imannya benar kita pasti hidup dalam kebenaran. Dari sinilah permulaan iman sebesar biji sesawi. Petrus - . Bergembiralah akan hal itu sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. . Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Oktober 2019 (Selasa Sore)
    ... dosa. Dua oknum Allah yang lain yaitu Allah Bapa dan Allah Roh Kudus sudah pernah datang ke dunia dalam kemuliaan. Tinggal Anak Allah yang akan datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga. Wujud kedatangan Allah Tritunggal dalam kemuliaan Di jaman Musa Allah Bapa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 02 Mei 2012 (Rabu Sore)
    ... mengerti meyakini sampai mempraktekkan firman pengajaran yang benar maka kita harus mengalami perobekan penyaliban daging salah satu bentuknya adalah doa puasa seperti malam hari ini. Bila daging dienakkan kita tidak akan bisa mengerti dan yakin firman pengajaran. Bila kita bisa mengerti yakin sampai praktek firman pengajaran yang benar maka akan ada ...
  • Ibadah Doa Malang, 16 Desember 2014 (Selasa Sore)
    ... menerima kasih karunia dari Tuhan yang seharga darah Yesus. Praktik menerima kasih karunia Percaya iman kepada Yesus yang sudah mati bangkit dan naik ke Surga. Filipi Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus melainkan juga untuk menderita untuk Dia Korintus - sebab hidup kami ini adalah hidup karena ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 21 Agustus 2013 (Rabu Sore)
    ... merupakan hubungan penyembahan. KESIMPULAN supaya nikah kita benar suci bahagia sampai mencapai perjamuan kawin anak domba maka kita harus banyak menyembah Tuhan. Bentuk-bentuk doa penyembahan yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus adalah Doa satu jam Simon tidak sanggupkah engkau berdoa satu jam . Doa puasa. Contohnya Yesus berpuasa hari malam. ...
  • Ibadah Doa Malang, 17 Februari 2009 (Selasa Sore)
    ... memangku jabatan pelayanan. Siapakah imam-imam dan raja-raja itu Keluaran - imam dan raja itu sebenarnya hanya bangsa Israel asli keturunan Abraham Ishak dan Yakub secara daging. Lalu bagaimana dengan kita bangsa Kafir Petrus - Secara jalur keturunan daging bangsa Kafir tidak boleh menjadi imam dan raja tetapi Tuhan membuka kesempatan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 01 Juni 2016 (Rabu Sore)
    ... karena sakit maag. Saya bilang 'Puasa ' Sakit maag tapi kok disuruh berpuasa Ternyata sembuh. Kalau mau minum obat ramuan-ramuan tidak apa-apa--kalau pakai tenaga dalam jangan -- tetapi kalau tidak sembuh-sembuh tambahlah dengan puasa. Ini tidak bisa diterangkan malah banyak yang takut tetapi kalau sudah menjadi pengalaman baru terasa enak. ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.