English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:27-28
11:27 Ketika Yesus masih...

Ibadah Kaum Muda Malang, 15 Agustus 2009 (Sabtu sore)
MARKUS 13:17
Nubuat ke-4: NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Siapa yang masuk dalam aniaya antikris:
Ibu-ibu...

Ibadah Persekutuan Medan II, 22 Juni 2010 (Selasa Sore)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 27 Maret 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8
7:1 Kemudian dari pada...

Ibadah Doa Malang, 20 November 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 62:2-3
62:2 Hanya...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 19 Mei 2009 (Selasa Malam)
Keluaran 19: 10-15
Pasal 19 ini dalam susunan Tabernakel, terkena pada mezbah dupa emas (penyembahan).
ay. 10-15=...

Ibadah Doa Malang, 30 Juli 2020 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11: 15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri...

Ibadah Raya Surabaya, 03 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Mei 2012 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon

Matius 27
Dalam Tabernakel, ini terkena kepada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian artinya sekarang adalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 22 Februari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:13-16
10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau...

Ibadah Raya Malang, 15 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat...

Ibadah Raya Malang, 04 Mei 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 adalah 4 penampilan pribadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera Tuhan dilimpahkan bagi kita sekalian.

Lukas 2:...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Februari 2021 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3
12:3 Maka tampaklah suatu rntanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang rnbesar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada rntujuh mahkota.

[Wahyu 12:3-18] Penampilan naga atau setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya pada akhir zaman:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
[Wahyu 12:3-12] Terjadi pada saat setan masih bisa naik turun ke sorga untuk mendakwa dan melancarkan tiga ulah.
  1. [Wahyu 12:13] Memburu.
  2. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan.
  3. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya.
[Wahyu 12:13-18] Terjadi pada saat setan sudah dikalahkan dan dicampakan ke bumi (tidak mendapat tempat lagi di Sorga selama-lamanya). Maka setan menggunakan waktu yang singkat sebelum dia dibelenggu dan dibinasakan untuk mencurahkan geramnya yang dahsyat ke bumi lewat tiga ulah.


Ad. 4. Memburu.
Wahyu 12:13-14
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Setan/ naga memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki dengan sayap kekejian untuk membinasakan gereja Tuhan. Tapi gereja Tuhan dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar untuk menyingkirkan gereja Tuhan ke padang gurun yang jauh dari mata ular, tidak dikuasai setan tritunggal.

Pada mulanya Tuhan menciptakan manusia sempurna, sama mulia dengan Dia, dan ditempatkan di taman Eden. Tetapi sayang, manusia digoda oleh ular sehingga jatuh dalam dosa dan diusir dari taman Eden ke dalam dunia. Dunia dirusak oleh setan sehingga bagaikan padang gurun, manusia hanya berbuat dosa sampai puncak dosa, menderita dan dikejar oleh naga untuk dibinasakan.

Oleh sebab itu, Tuhan tidak rela manusia hanya hidup seperti di padang gurun dan menderita, sampai binasa.
Tuhan mau memindahkan manusia berdosa dari padang gurun dunia yang dikuasai setan tritunggal menuju padang gurun yang bebas dari setan, sampai kembali ke Firdaus sampai ke Yerusalem Baru Kerajaan Sorga kekal selama-lamanya.

Perjalanan manusia dari padang gurun dunia menuju padang gurun yang bebas dari setan tritunggal yaitu:
  1. Perjalanan ke padang gurun di tempat Yohanes membaptis.
    Markus 1:4-8
    1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil rndi padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptisrn dan Allah akan mengampuni dosamu."
    1:5 Lalu datanglah kepadanya rnorang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan rnsambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
    1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
    1:7 rn Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih rnberkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidakrn layak.
    1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

    Artinyarn kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada suara di padang gurun rndunia ini yang disampaikan Yohanes Pembabtis/ hamba Tuhan, untuk rnmempersiapkan jalan untuk Yesus, yaitu jalan keselamatan. Kita harus rnmendengar dan dengar-dengaran pada Injil Keselamatan/ Kabar Baik/ Firmanrn Penginjilan.

    Amsal 25:25
    25:25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Firmanrn Penginjilan bagaikan seteguk air sejuk dari Sorga untuk menyelamatkan rnorang yang sangat kehausan secara rohani, yang sedang menuju kebinasaan rndi padang gurun dunia ini.
    Kapan waktunya kita sangat kehausan rohani? Yaitu saat dosa-dosa sudah memuncak ke arah puncaknya dosa (dosa makan-minum rndan kawin-mengawinkan), saat terikat pada dosa, enjoy dalam dosa sampairn puncaknya dosa.

    Proses untuk berada di jalan Tuhan/ jalan lurus/ jalan keselamatan:
    1. [Markus 1:4] Bertobat.
      Dalamrn Tabernakel menunjuk Mezbah Korban Bakaran. Bertobat berarti ada tanda darah, sama dengan permulaan dari bulan di bawah kaki/ berdiri di atas bulan/ terang rnpenebusan.

      Ibrani 11:6
      11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin rnorang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, rnia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada rnorang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

      Bertobat dimulai dengan:
      • Percaya bahwa Allah itu ada = percaya kepada Yesus sebagai satu-satunyarn Juru Selamat (Pintu Gerbang). Yesus sebagai Juru Selamat memberi upah rnmaut bagi orang yang hidup dalam dosa/ tidak mau bertobat, tetapi memberirn upah hidup kekal kepada orang yang kembali kepada Tuhan.
      • Jika rnkita percaya Yesus, maka mulut bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, serta bisa mengampuni dosa rnorang lain dan melupakannya. Maka darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita,rn menebus dosa kita, dan kita bisa tinggalkan dosa serta kembali/ berpaling rnkepada Tuhan.
        Kembali kepada Tuhan = bertobat dan hidup dalam kebenaran.rn Kita selamat dan tidak dihukum. Ini adalah permulaan berdiri di atas bulan.

    2. [Markus 1:4] Baptisan air.
      Dalam Tabernakel menunjuk Kolam Pembasuhan.
      Baptisan air adalah permulaan dari selubung matahari.

      Matius 3:13-16
      3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
      3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
      3:15 rn Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, rnkarena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah."rn Dan Yohanespun menuruti-Nya.
      3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera rnkeluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat rnRoh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

      Hanya ada satu baptisan air yang benar, yaitu:
      • Menggenapkan kehendak Tuhan, artinya sesuai kehendak Tuhan (Alkitab). rnTidak boleh disuruh, tidak boleh dicegah, harus karena dorongan kehendakrn Tuhan.
      • Seperti Yesus dibaptis, kita dibaptis.
        Ada istilah rnkeluar dari air/ kuburan air [Roma 6:4]. Diselamkan = dikubur, dari rnujung rambut sampai kaki harus berada di dalam air.

      Kalau baptisannya benar, maka hasilnya benar.

      1 Petrus 3:20-21
      3:20 rn yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat rnkepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang rnmempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, rnyang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21 Juga kamu sekarang rndiselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk rnmembersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani rnyang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Baptisan air yang benar = bahtera Nuh yang menyelamatkan.

      Kejadian 6:5-8
      6:5 rn Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa rnsegala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
      6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
      6:7 rn Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah rnKuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan rnbinatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal,rn bahwa Aku telah menjadikan mereka."
      6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

      Bahterarn Nuh hanya ada satu, berarti baptisan yang menyelamatkan hanya ada satu.rn Itu adalah kasih karunia Tuhan, pernyataan kasih Tuhan kepada orang rnberdosa, kepada orang yang sebenarnya tidak layak.
      Di luar kasih rnkarunia = di luar baptisan air yang benar = di luar bahtera Nuh, pasti rntenggelam di dalam air bah hukuman Allah, tenggelam di dalam lautan api rnbelerang, kebinasaan.

      Jadi, baptisan air yang benar adalah orang yangrn percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam rnair bersama Yesus di dalam nama Allah Bapa, Anak laki-laki, dan Roh Kudus,rn yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kemudian bangkit dari kuburan air bersama rnYesus, maka langit terbuka, mendapat hidup baru, hidup Sorgawi. Kita mengalami pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani rnyang baik = hati nurani yang taat dengar-dengaran seperti Nuh.

      Yohanes 14:15
      14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

      Taatrn dengar-dengaran seperti Nuh = mengasihi Tuhan = mengasihi sesama rnseperti diri sendiri, tidak mau berbuat jahat kepada sesama.

      Hati yang cenderung jahat terutama soal nikah.

      Kejadian 6:1-2
      6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
      6:2 rn maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu rncantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara rnperempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

      Hati nurani yang baik bisa taat mengasihi Tuhan, mengasihi sesama seperti diri sendiri, tidak merugikan rnsesama. Ini sudah cukup sebagai permulaan dari selubung matahari. Maka air bah rntidak mungkin datang, hujan api belerang tidak mungkin datang.

    3. [Matius 3:16, Markus 1:8] Baptisan Roh Kudus.
      Dalam Tabernakel menunjuk Pintu Kemah.
      Permulaan dari mahkota dua belas bintang/ terang bintang.

      Kejadian 28:18,22
      28:18 rn Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagairn alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke rnatasnya.
      28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadirn rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan rnselalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

      Batu adalahrnbangsa kafir yang berdosa. Tetapi jika diurapi Roh Kudus, kita disucikan olehrn Roh Kudus, maka kita akan diangkat menjadi imam dan raja/ hamba Tuhan/ rnpelayan Tuhan yang dipakai dalam pembangunan rumah Allah rohani/ rnpembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      1 Petrus 2:5
      2:5 Danrn biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan rnsuatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan rnpersembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Rohrn Kudus mengurapi kita menjadi imam dan raja yang setia berkobar dalam rnibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal duniarn atau sampai Tuhan datang kedua kali). Roh Kudus mengurapi kita sehingga kita rntulus seperti merpati.
      Artinya tanpa pamrih [Kejadian 28:22], rntidak menuntut hak tetapi hanya melakukan kewajiban, tidak rnmencuri milik Tuhan, bisa berkorban bukan rnmenuntut. Juga tidak bangga, tidak sombong, rntidak menonjolkan daging/ tidak mau menonjol lebih dari yang lain. Jugarntidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan saat menghadapi rnsesuatu yang tidak enak bagi daging, tetapi selalu mengucap syukur rnkepada Tuhan.
      Juga tulus seperti merpati yang tanpa empedu, artinya tidak iri, tidak rndendam, tidak saling menjatuhkan, tetapi bisa bekerja sama dalam satu rnKepala/ satu pengajaran yang benar.

      Daniel 12:3
      12:3 Dan rnorang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang rntelah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, rntetap untuk selama-lamanya.

      Maka ada sinar bintang di dalam kita. Kita bisa bersaksi kepada yang lain.

  2. Perjalanan ke padang gurun di tempat Yesus berpuasa empat puluh hari, tidak makan, tidak minum.
    Markus 1:12-13
    1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
    1:13 rn Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh rnIblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan rnmalaikat-malaikat melayani Dia.

    Berpuasarn empat puluh hari = perobekan daging sepenuh, sehingga kita bebas dari rnsetan trritunggal/ tiga binatang buas dan kita mengalami pelayanan rnmalaikat. Malaikat sekarang menunjuk gembala. Artinya kita harus masuk rndi dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci).

    Dulu tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus.
      Ini adalah untukrn memantapkan kesetiaan dan ketulusan. Sampai menyempurnakan kesetiaan rndan ketulusan sebagai hamba Tuhan/ pelayan Tuhan, yang menjadi mahkota rndua belas bintang yang tidak bisa diganggu gugat.

    • Meja Roti Sajian, yaitu ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
      Firmanrn penginjilan ditingkatkan menjadi firman pengajaran dalam penggembalaan. Air seteguk ditingkatkan menjadi air hujan yang memandikan kita. Susu rnditingkatkan jadi makanan keras/ firman yang lebih tajam dari pedang rnbermata dua, yang selalu diulang-ulang bersama perjamuan suci, supaya rnfirman pengajaran mendarah daging dalam kehidupan kita. Sehingga kita rndisucikan secara terus-menerus, sehingga kita hidup suci yang rnbertambah-tambah, mantap dan sempurna sampai menjadi terang bulan di rnbawah kaki, tidak bisa berbuat dosa lagi, tidak bercacat cela, sempurna.

    • Mezbah Dupa Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam Kasih-Nya.
      Kasihrn Allah bertambah-tambah, ketaatan bertambah-tambah. Kita mantap dalam rnselubung matahari sampai nanti sempurna dalam selubung matahari, taat rndengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi. Kita bukan hanya mengasihi rnsesama, bahkan sampai bisa mengasihi musuh, membalas kejahatan dengan rnkebaikan.

    Di dalam kandang penggembalaan maka:
    • Tubuh, rnjiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal rntidak bisa menjamah kita, tidak bisa menjatuhkan kita, tidak bisa rnmenyesatkan kita.
    • Kita bisa berkata "takkan kekurangan aku". Ada pemeliharaan Tuhan secara ajaib, secara berlimpah di tengah padang gurun dunia,rn krisis dunia sekarang ini, sampai zaman antikris, sampai sempurna rnseperti Yesus. Kita menjadi terang dunia.

    Wahyu 12:1
    12:1 rnMaka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan rnberselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah rnmahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

  3. Perjalananrn ke padang gurun yang bebas dari setan tritunggal, tidak bisa dilihat rnoleh setan tritunggal dan dikuasai oleh Tuhan = suasana takhta Sorga/ rnRuangan Maha Suci (Tabut Perjanjian).
    Wahyu 12:13-14
    12:13 rn Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia rnmemburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
    12:14 Kepada rnperempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supayarn ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh rndari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Suasana takhta Sorga adalah rnsuasana damai sejahtera, diam dan tenang, di tengah kita diburu oleh setanrn tritunggal, di tengah badai lautan dunia.
    Diam artinya banyak mengoreksi rndiri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ada dosa, harus cepat selesaikan, rnbertobat dan hidup benar. Maka setan tidak bisa memburu lagi. Kalau tidak salah,rn harus berdiam diri, jangan melawan, jangan membela diri.

    1 Petrus 4:7
    4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Tenang artinya menguasai diri, berdoa, menyembah Tuhan. Jangan berharap yang rnlain, tetapi hanya berharap kepada Tuhan. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, rnmohon belas kasih Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya rnkepada kita.

    Contoh dan hasilnya:
    • Petrusrn gambaran suami/ gembala yang hampir tenggelam, merosot jasmani rohani, rngagal ekonomi, gagal pelayanan, bagaikan matahari redup.
      Matius 14:30-33
      14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
      14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

      Mengapa? Karena bimbang terhadap firman pengajaran yang benar, pribadi Yesus, terhadap kuasa Tuhan.
      Ayorn bertobat, kembali kepada Tuhan dan berdoa. Maka Tuhan mengulurkan tangan, rnyang merosot akan dipulihkan, bahkan ditingkatkan, yang gagal menjadi berhasil, yang mustahil rnmenjadi tidak mustahil.

    • Wanita/ perempuan/ istri/ ibu janda mengalami rnanaknya dirasuk setan, menunjuk kehancuran/ kegagalan nikah rumah rntangga, kemustahilan, tidak ada harapan.
      Matius 15:25-28
      15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
      15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
      15:28 rn Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, makarn jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga rnanaknya sembuh.

      Kelemahannya rnadalah lidah yang banyak berdusta, gosip,rn fitnah, menyalahkan orang lain, menyalahkan firman. Jangan salahkan orang rnlain, tetapi salahkan diri sendiri, serta membenarkan firman Tuhan. Saat kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, makarnTuhan masih bisa menolong. Anaknya sembuh, yang mustahil menjadi tidak rnmustahil. Nikah dan buah nikah bisa diperbaiki untuk mencapai nikah rnsempurna. Penderitaan/ air mata dihapuskan, ada kebahagiaan.

    • Kaum muda.
      Lazarus mati jadi bangkai. Kesalahanrn Lazarus adalah tidak aktif, tidak setia, masa depan gagal, busuk. Marta rnmelayani tapi mengomel, Maria hanya duduk-duduk saja, baru mendengar tapi rntidak aktif.
      Saat Maria tersungkur mengaku, maka Lazarus dibangkitkan.
      Jika kaum muda ada kesalahan, jatuh dalam dosa, makit kita mengaku dosa malam rnini. Mari kita pergi ke padang gurun di mana tidak ada setan, di mana hanya ada rnTuhan, ada suasana Sorga. Kita bisa diam dan tenang, bertobat dan berdoa.

      Tapi rnada juga kaum muda yang tidak salah tetapi diburu, yaitu Sadrakh, Mesakh, Abednegorn [Daniel 3:16-18,24-25]. Kita tetap diam dan tenang, hanya menyembah Tuhan. Tuhan sangguprn menolong kegagalan-kegagalan. Suatu waktu, Tuhan akan rnmengangkat.

      Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna samarn mulia dengan Dia. Kita diangkat ke awan-awan permai bersama Dia, rnkembali ke Firdaus/ kerajaan seribu tahun damai, dan mewarisi Kerajaan Sorga kekalrn selama-lamanya.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top