English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 23 Januari 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dialihkan pada hari Rabu.
Pembicara: Pdp. Youpri
IMatius 26: 69-75
26:69. Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman....

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 01 Juni 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 29:10-14 adalah tentang korban lembu jantan muda/korban pendamaian.

29:10...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Juli 2013 (Rabu Sore)
Matius 4 : 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

KAMU AKAN KUJADIKAN...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 Januari 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: ôSiapakah yang mengangkat...

Ibadah Ciawi IV, 04 Desember 2008 (Kamis Pagi)
Wahyu 21: 5-6
ay. 6='semuanya telah terjadi'= semuanya sudah genap (terjemahan lama).
...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 10 September 2009 (Kamis Tengah Malam)
Markus 14:35-36
Doa semalam suntuk = doa penyembahan disertai perobekan daging, sehingga kita bisa...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 03 September 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tabut Perjanjian terbuat dari kayu penaga,...

Ibadah Doa Malang, 03 Januari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:47-56 judulnya adalah 'Yesus ditangkap' dan terjadi di Taman Getsemani.
Di Getsemani, Yesus mengalami sengsara...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Paskah Surabaya, 31 Maret 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Januari 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha. S. Toding

Matius 7: 15-23
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 tentang sidang jemaat di Filadelfia.
Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 20-25
26:20. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21. Dan ketika mereka...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Januari 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 ini terkena pada pintu tirai--waktu Yesus mati disalib, tirai terobek menjadi dua--, artinya perobekan daging/penyaliban daging sehingga kita bisa masuk ruangan maha suci (kesempurnaan).

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017).
  2. Ayat 4-12= ketakutan.
  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan.
  4. Ayat 22-34= kekuatiran.
  5. Ayat 35-48= kelengahan.

AD. 1 KEMUNAFIKAN
Lukas 12: 1-3
12:1. Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
12:2. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
12:3. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

Kemunafikan adalah tabiat daging untuk menutupi/menyembunyikan kebusukan dosa dengan pura-pura berbuat baik.
Hati-hati! Ibadah adalah perbuatan yang baik, sangat baik, bahkan terbaik, tetapi ibadah orang Farisi hanya ibadah yang munafik, yang menyimpan kebusukan dan memiliki tujuan lain yaitu suka dipuji.

Sekarang di akhir zaman, banyak hamba/pelayan Tuhan termasuk kaum muda yang beribadah di penggembalaan, persekutuan karena suka uang, dipuji, kedudukan, cari perhatian, bertemu teman, bertemu jodoh, dan suka populer. Hati-hati!
Akibatnya: tidak mungkin mengalami penyucian dan keubahan hidup karena tujuannya bukan untuk mendengar firman; tetap menyimpan kebusukan/mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, yang menuju kebinasaan.

Hati-hati, kemunafikan menyusup sampai di dalam ibadah!

Tadi disebut juga 'ragi'. Jadi kemunafikan sama dengan ragi, artinya ajaran palsu.
Matius 19: 3, 5-8
19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:5. Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7. Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8. Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Salah satu ragi/ajaran orang Farisi adalah menyetujui perceraian.
Mengapa ada perceraian? Karena kekerasan hati sehingga terjadi kawin cerai dan kawin mengawinkan--berzinah dan menuju pada kebinasaan. Suami menyalahkan isteri dan sebaliknya, tidak ada yang mengaku, tidak pernah selesai.

Kita harus hati-hati!
Juga ditambah ragi orang Saduki.
Matius 22: 23-30
22:23. Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
22:24. "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
22:25. Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
22:26. Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
22:27. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
22:28. Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."
22:29. Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30. Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Ajaran Saduki adalah nikah dengan pandangan daging; nikah untuk memperoleh keuntungan daging: kedudukan, kecantikan, kegantengan, kekayaan, dan untuk pelampiasan hawa nafsu daging, sehingga menyetujui poligami (satu laki-laki dengan banyak wanita)/poliandri (satu wanita dengan banyak laki-laki).

Benih kawin cerai, poligami dan poliandri dimulai dari masa pacaran. Kalau anak Tuhan suka ganti-ganti pacar, bahaya, itu sudah mengarah pada ajaran Farisi dan Saduki. Kita harus hati-hati!
Sistem dunia/Babel adalah pacaran merupakan satu kebanggaan--pacar kamu berapa? mantan kamu berapa?--atau experimen/coba-coba.

Tetapi sistem Tuhan, tujuan pacaran adalah untuk menikah bukan kebanggaan atau experimen, sehingga kita tidak boleh main-main. Harus tanya Tuhan dulu, orang tua, kalau bisa tanya gembala, dan jaga kesucian supaya bisa mencapai nikah yang rohani antara Kristus dengan sidang jemaat.

Menikah sama dengan masuk masalah--meskipun secara baik-baik. Dua harus jadi satu.

"Dulu mau ke toko sendirian tidak masalah, tetapi kalau sudah menikah harus menunggu suami/istri dulu. Sudah lapar, kalau dulu mau makan, ya langsung saja. Tapi kalau sudah menikah, harus menunggu dulu."

Ini yang kecil-kecil, sudah masalah. Apalagi kalau saat pacaran sudah dimulai dengan masalah. Yang aman, tanya Tuhan dulu supaya bisa sepadan: satu pengajaran, satu pelayanan, satu baptisan, satu penggembalaan. Kalau tidak, itu sudah jadi masalah.

Malam ini Tuhan tunjuk soal nikah, kita harus hati-hati.
Dulu ada ketentuan waktu Israel mau keluar dari Mesir: tidak boleh ada ragi. Sekarang kita mau keluar dari dunia ke sorga, tidak boleh ada ragi.

Keluaran 12: 14-15
12:14. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
12:15. Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.

Ini tentang perayaan Paskah. Sebelum keluar dari Mesir, Israel merayakan Paskah yang ditandai dengan darah di pintu rumah. Orang Mesir mengalami kematian anak sulung, tetapi Israel lepas. Tetapi ada syaratnya, yaitu Israel harus bebas dari ragi.
Sekarang, menjelang kita keluar dari dunia untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai, kita juga harus membuang/menyingkirkan ragi:

  • Membuang ragi dari rumah.
    Rumah menunjuk pada rumah Tuhan; ibadah pelayanan. Tidak boleh ada ragi dosa apalagi puncaknya dosa, kemunafikan dan ajaran palsu di dalam rumah Tuhan.
    Jangan ketinggalan saat Yesus datang! Dulu di Mesir terjadi kematian anak sulung--kesusahan, raungan, penderitaan, ratap tangis. Kalau kita nanti tertinggal, akan meraung-raung selamanya.

    Kita harus berusaha untuk membuang/menyingkirkan ragi dari rumah Tuhan. Mulai dari gembala, pelayan Tuhan, sidang jemaat bersihkan dari ragi! Sedikit ragi saja sudah merusak.

    Ragi juga menunjuk pada rumah tangga--suami, istri, anak. Suami jangan kasar pada istri tetapi mengasihi istri; isteri tunduk pada suami, jangan melawan; anak taat pada orang tua. Singkirkan ragi!


  • Membuang ragi dari pergaulan.
    Ulangan 16: 4a
    16:4a. Janganlah terdapat padamu ragi di seluruh daerahmu

    'seluruh daerah'= pergaulan.
    Kita harus membuang ragi dari pergaulan jasmani dan rohani. Hati-hati dalam persekutuan, tidak boleh ada ragi kalau ingin keluar dari dunia bertemu Tuhan! Harus tegas!

    Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
    1 Korintus 15: 33
    15:33. Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

    Kalau pergaulan jasmani dan rohani ditandai dengan ragi dosa, pergaulan itu akan jadi buruk. Bersekutu kalau ada ragi, akan jadi buruk.

    "Dulu ada kaum muda pernah menerima firman, setelah ikut-ikut persekutuan, mulai mencaci karena ajarannya palsu. Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik, sampai tidak sadar: yang salah diterima, yang benar dibuang."

Kita harus tegas untuk memilih: membuang ragi, akan tersimpan di sorga selamanya atau menyimpan ragi tapi terbuang selamanya.
Bukan berarti kita yang paling benar, tetapi alkitab. Kalau sudah tidak cocok dengan alkitab, itu sudah ragi. Ragi itu bekerjanya seperti racun yang merusak. Hanya sedikit saja, tapi merusak.
Jangan anggap enteng ragi, karena ragi betul-betul bekerja dalam kegelapan! Tuhan tolong kita.

Tegaskan di dalam hati: lebih baik membuang ragi, dari pada kita terbuang selamanya.
Menerima ragi= membuang Tuhan, yang benar, dan kita terbuang selamanya.

"Contohnya adik saya sendiri. Sudah tahu salah. Saya sudah nasehatkan, tapi katanya: 'Tidak apa-apa, karena diajak bos.' Lama-lama malah memusuhi saya, yang benar. Itu kerjanya ragi, sedikit-sedikit tapi kita sudah jauh dari yang benar. Kita tidak sadar."

Ragi bekerja di tempat gelap. Karena itu setiap pelayan Tuhan harus terang-terangan, bila tidak bisa datang, izin. Belajar bersama, baik, tetapi apa yang dilakukan saat belajar bersama?
Jadi, cara mengalahkan/membuang ragi adalah dengan terang.

Ada tiga macam terang untuk mengalahkan ragi:

  1. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Yang pertama: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Ini kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; meja roti sajian.


  2. Terang Roh Kudus.
    Yohanes 16: 8
    16:8. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

    Roh Kudus menerangi yang gelap-gelap sampai insyaf/sadar. Ini kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah raya, termasuk kaum muda.


  3. Terang kasih Allah lewat kurban Kristus--kita saling mengaku dan mengampuni.
    1 Yohanes 1: 7-9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:8. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Yang salah mengaku, yang benar mengampuni. Ini kita dapatkan lewat ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

    Lewat ibadah doa kita bisa mengoreksi diri sehingga terdorong untuk berdamai, tidak menghakimi orang lain.

Ada terang firman--lewat ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--, Roh Kudus--lewat ibadah raya--, dan kasih Allah--lewat ibadah doa--, sehingga ragi tidak bekerja lagi. Ini sama dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, menunjuk pada penggembalaan.

Jadi kita melawan ragi lewat penggembalaan; tergembala dengan benar dan baik; selalu berada di dalam kandang penggembalaan.

Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami dua hal:

  1. Kita bisa hidup dalam terang sehingga ragi tidak bisa bekerja lagi--mati--, sampai kita menjadi terang dunia.
    Kalau ragi bekerja, kita yang tadinya kuat dalam firman, kebenaran, akan lemah, tidak kuat.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Firman menjadi terang bulan.
    Roh Kudus menjadi terang bintang.
    Kasih Allah menjadi terang matahari.
    Kalau terang terus, kita akan menjadi terang dunia--tidak ada dosa lagi, tidak bercacat cela.

    Mari berjuang untuk tetap di kandang. Kalau keluar dari kandang, akan sama seperti pemuda Nain--Nain= penggembalaan--yang meninggal--menuju kuburan. Sudah dipakai Tuhan hati-hati, harus tetap di dalam penggembalaan. Kalau tidak sungguh-sungguh dalam penggembalaan, benar-benar akan mati, gelap. Sungguh-sungguh!


  2. Kalau sudah menjadi terang dunia, Tuhan akan memberikan dua sayap burung nasar.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    (terjemahan lama)
    12:14. Maka
    dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

    Kita dianugerahkan; dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar.

    Kegunaan dua sayap burung nasar yang besar bagi kita:


    1. Mazmur 17: 7-8
      17:7. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
      17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

      Kegunaan pertama: memelihara dan melindungi kita bagaikan biji mata-Nya sendiri di tengah badai padang gurun/badai lautan dunia.
      Artinya: sekalipun kita kecil dan tak berdaya, tetapi Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kehidupan kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia, celaka marabahaya, bencana alam, goncangan-goncangan, kesulitan dan lain-lain.

      Secara rohani, kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan. Ini bagaikan melintasi badai lautan dunia. Sekarang banyak orang ketakutan dan stres di sekolah, kantor, mulai anak-anak, remaja, dewasa. Stres adalah pembunuh utama di dunia.
      Tetapi kalau ada dua sayap burung nasar, kita akan mengalami damai sejahtera.

      Dunia ini semakin sulit--persaingan tambah banyak, globalisasi--, tetapi jangan takut, ada dua sayap burung nasar yang besar yang melindungi dan memelihara kita. Tuhan tidak ingkar janji.


    2. Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Kegunaan kedua: menyingkirkan kita ke padang gurun jauh dari mata antikris--tidak bisa dijamah--yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

      Di sini pilihan kita. Kalau kita menyingkirkan ragi, kita akan disingkirkan ke padang gurun, berada di hadapan Tuhan, dekat dengan Tuhan sampai menyatu dengan Dia di Yerusalem baru, jauh dari mata antikris. Kalau memelihara ragi, kita akan disingkirkan dari hadapan Tuhan, dan dibinasakan. Tinggal pilih!

      Di padang gurun kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman dan perjamuan suci; pendalaman alkitab tiap hari. Jadi, ibadah pendalaman alkitab adalah latihan untuk menyingkir ke padang gurun bersama dengan Tuhan.
      Sekarang kita masih bisa dinaungi oleh dua sayap burung nasar, tetapi nanti saat antikris berkuasa--puncak kegoncangan di dunia, dunia sudah diserahkan kepada antikris--, mau tidak mau harus disingkirkan ke padang gurun. Semua yang di dunia ditinggalkan, tidak ada artinya.

      Bukan berarti tidak boleh kerja atau sekolah. Silakan bekerja dan sekolah yang hebat, tetapi yang lebih hebat adalah tergembala untuk mencari dua sayap burung nasar, supaya semuanya tidak jadi sia-sia.


    3. Yesaya 40: 29-31
      40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
      40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
      40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat
      kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

      'tiada berdaya'= sayap yang terkulai.

      Kegunaan ketiga: memberikan kekuatan ekstra untuk bisa menantikan kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan permai. Kita tidak lelah, kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai Tuhan datang kembali kedua kali. Kita tetap hidup benar--tidak tersandung--dan suci.

      Kemudian dua sayap burung nasar mengangkat kita ke awan-awan yang permai saat Yesus datang kembali.

      Mengangkat kita, artinya: mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jujur/terang-terangan dan percaya. Jangan sembunyi-sembunyi!
      Kalau ada gelap sedikit dari orang tua, guru atau gembala, bahaya, ragi sudah masuk dan tidak sadar akan hancur! Jangan ada dusta!

      Kalau jujur dan percaya, ragi akan hilang--bakteri-bakteri, virus-virus mati.
      Lazarus mati empat hari, Tuhan katakan: Angkat batu itu! Kalau disembunyikan, akan busuk, berulat dan binasa.
      'Angkat batu itu!'= jujur dan percaya; apa yang busuk dan hancur bisa dibangkitkan kembali--mujizat jasmani terjadi. Yang tidak ada jadi ada, mustahil jadi tidak mustahil.

      Yohanes 11: 39-40
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Malam ini jujur dan percaya, buka yang busuk, maka mujizat akan terjadi: yang busuk menjadi harum kembali. Banyak masalah mustahil, hadapi dengan terang-terangan/jujur.

      Kalau jujur dan percaya, masa depan yang hancur akan menjadi berhasil dan baik. Kita semua dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Sampai saat Yesus datang kembali, dua sayap burung nasar mengangkat kita ke awan-awan, kita diubahkan jadi sempurna; sama mulia sampai di Yerusalem baru--kota terang--, tidak ada malam, tidak ada sedikitpun gelap. Kita bersama Yesus selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top