English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:40-42
14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2016 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Doa di Jayapura

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Juli 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 Yesus mengecam orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Ibadah Raya Malang, 20 November 2011 (Minggu Pagi)
Yohanes 10:10b
10:10b Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam...

Ibadah Kunjungan Ciawi II, 28 Juli 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Maret 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:
= tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah= Roh Kudus yang permanen.
Tanpa Roh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Januari 2009 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. DadangMarkus 2: 14
= Lewi adalah gambaran pelayan Tuhan, tapi ia duduk di rumah...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 09 Maret 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:10-12
4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN:...

Ibadah Doa Malang, 12 November 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 12:15b-21
12:15b Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka...

Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Palopo

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 September 2014 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Baptisan Air.

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita membahas...

Ibadah Doa Malang, 13 Desember 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19 tentang doa penyembahan.

Keluaran 19:4-9
19:4 Kamu...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Oktober 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1. Dan aku melihat seorang...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 11 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Juli 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Wahyu 11:15-17
11:15. Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."
11:16. Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,
11:17. sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

Sangkakala ketujuh menampilkan pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menegakkan kerajaan Sorga di dunia, itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai nanti benar-benar masuk kerajaan Sorga, Yerusalem Baru selamanya.

Tuhan menegakkan kerajaan Sorga di bumi dengan cara menempatkan warga kerajaan Sorga di dunia (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 12 Juli 2020).
Siapa itu? Imam-imam dan raja-raja.

Wahyu 20:6

20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Wahyu 22:3,5
22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

'hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya' = imam-imam.
Kita menjadi imam dan raja di kerajaan seribu tahun damai sampai di Yerusalem Baru.

Sebenarnya yang layak menjadi imam dan raja adalah Israel asli, keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub.

1 Petrus 2:9

2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10. kamu, yang dahulu
bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

'bukan umat Allah' = bangsa kafir.
Secara jalur keturunan, bangsa kafir tidak bisa menjadi imam dan raja. Tetapi bersyukur Tuhan membuka kesempatan dan kemurahan bagi bangsa kafir untuk menjadi imam dan raja, lewat jalur belas kasih yang seharga dengan darah Yesus.
Jadi, imam dan raja berasal dari Israel dan bangsa kafir, itulah Israel rohani/ gereja Tuhan.

Tugas imam dan raja adalah bersaksi ('memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib').
Kita harus bersaksi, bukan bergosip. Kalau imam dan raja tidak mau bersaksi, maka:
  • Berhutang darah Yesus kepada kehidupan yang mau dibinasakan. Seharusnya lewat kesaksian kita, mereka bisa diselamatkan.
  • Mendakwa seperti setan, yaitu berdusta, bergosip, memfitnah, sampai menghujat orang benar dan firman pengajaran yang benar.
  • Menyangkal Yesus dan binasa selamanya.
Sebaliknya, kalau imam dan raja bersaksi, ia akan menjadi terang dunia dan garam dunia. Ini adalah kedudukan/ status warga kerajaan Sorga.

Matius 5:13
5:13. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Tuhan hanya menunjukkan satu kedudukan warga kerajaan Sorga di dunia, yaitu menjadi garam dunia dan terang dunia. Ini yang harus diraih. Tetapi sayang, banyak orang di dunia termasuk pelayan Tuhan yang mencari kedudukan, kehormatan, kemuliaan di dunia, bahkan di gereja Tuhan/ organisasi gereja dengan cara tidak halal. Bahkan mau menjadi gembala dengan menghalalkan segala cara sampai berbuat dosa, dan tidak bisa menjadi garam dunia. Mungkin bisa diraih, tetapi semua akan menjadi sia-sia bahkan busuk dan binasa.

Oleh sebab itu kita harus memperhatikan bahwa di mana pun, kapan pun, dan situasi apa pun, kedudukan kita sebagai warga kerajaan Sorga di dunia hanya satu, yaitu menjadi garam dunia. Kalau kita bisa menjadi garam dunia, status lain di dunia akan Tuhan berikan kepada kita.

Imamat 2:13
2:13. Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.

Dulu, setiap persembahan harus dibubuhi garam perjanjian, yaitu kuasa/ urapan Roh Kudus.

Lukas 24:49
24:49. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

'kekuasaan dari tempat tinggi' = Roh Kudus.

Kisah Rasul 1:4-5

1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Jadi, garam dunia adalah seorang imam/ pelayan Tuhan yang diurapi oleh Roh Kudus, supaya setiap aktivitas ibadah pelayanan dan persembahannya diurapi Roh Kudus, sehingga berkenan di hadapan Tuhan, memuaskan hati Tuhan, mengenyangkan Tuhan. Dan Tuhan akan memuaskan dan mengenyangkan kita juga.

Jadi, urusan kita sebagai seorang imam adalah menjadi garam dunia. Itu saja. Ini sama dengan memantapkan kedudukan dari status sebagai warga kerajaan Sorga. Ini yang harus kita raih hari-hari ini. Dan urusan makan minum, urusan kita sehari-hari menjadi urusan Tuhan, Dia yang mengatur semuanya.
Sekalipun punya kedudukan di dunia, tetapi kalau tidak meraih status sebagai garam dunia, tidak akan artinya, bahkan binasa.

Kita semua harus menjadi imam dan raja, karena penghuni kerajaan Sorga adalah imam dan raja, dan kita harus menjadi garam dunia (diurapi Roh Kudus). Jangan memilukan dan memalukan Tuhan.

Garam harganya murah tetapi dibutuhkan oleh dunia.
Artinya pelayan Tuhan yang diurapi Roh Kudus dan tidak mengejar kedudukan dll di dunia dengan cara tidak halal, akan sangat dibutuhkan oleh dunia. Tuhan akan mengangkat pada waktuNya sampai mengangkat ke awan-awan yang permai.

Fungsi garam dunia:
  1. Memberi rasa enak.
    Artinya bersaksi, yaitu:
    • Bersaksi tentang keubahan hidup, bagaimana Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita lewat baptisan air yang benar dan firman pengajaran yang benar. Kita bersaksi mulai di rumah tangga.
    • Bersaksi tentang pertolongan Tuhan di tengah kegoncangan dan kemustahilan dunia yang kita hadapi, sampai semua selesai secara ajaib.
    • Bersaksi untuk membawa orang-orang berdosa, supaya percaya Yesus dan diselamatkan lewat Kabar Baik/ firman penginjilan.
    • Bersaksi untuk membawa orang-orang yang sudah selamat dan diberkati Tuhan untuk masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai lewat Kabar Mempelai/firman pengajaran.

  1. Mencegah kebusukan.
    Artinya:
    • Menahan pekerjaan antikris secara langsung di dunia.
      2 Tesalonika 2:7-8
      2:7. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
      2:8. pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

      'kedurhakaan' = kebusukan.
      'si pendurhaka' = antikris.
      Kalau gereja Tuhan sudah disingkirkan ke padang gurun, saat itulah antikris berkuasa di dunia.

    • Menahan pekerjaan dosa-dosa sampai puncaknya dosa di dunia.
      Artinya laju pembangunan Babel masih ditahan oleh gereja Tuhan.

    • Menahan ajaran-ajaran palsu dari nabi palsu.

    • Menahan penghukuman Tuhan atas dunia.
      Saat gereja Tuhan sudah disingkirkan, barulah penghukuman Tuhan dijatuhkan sampai dunia musnah.

    Kalau kita menjadi garam dunia, sekalipun banyak yang menghalangi, Tuhan yang akan membela dan mengangkat kita.

    Sehebat apa pun dunia akhir zaman dan hamba Tuhan di dunia, tanpa garam yang asin (imam-imam yang diurapi Tuhan), akibatnya:
    • Tawar, tidak mengalami kepuasan dan kebahagiaan sehingga mencari kepuasan di dunia sampai putus asa, kecewa, dan stres.
    • Berbuat dosa dan puncaknya dosa, sampai enjoy dalam dosa, tidak bisa terlepas lagi.
    • Mengalami penghukuman Tuhan mulai di dunia lewat tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, sampai binasa di neraka selamanya.

Di mana kita bisa menerima dan mempertahankan garam dunia/ urapan Roh Kudus? Di dalam kandang penggembalaan.
Imamat 21:12
21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Imam-imam harus selalu berada di ruangan suci, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (kandang penggembalaan) untuk menerima, mempertahankan bahkan meningkatkan kesucian dan urapan Roh Kudus. Kalau keluar dari penggembalaan, lama kelamaan pasti tawar dan busuk, sampai dihukum Tuhan.
Di luar penggembalaan/ Gosyen, kita akan terpengaruh oleh dunia, sampai dihukum Tuhan seperti terjadi pada zaman Nuh dan Lot, dan akan terjadi pada akhir zaman.

Lukas 17:28-30
17:28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Lot adalah keponakan dari Abraham tetapi sudah terpengaruh oleh Sodom dan Gomora, sehingga menjadi garam yang tawar. Kedudukan sebagai warga kerajaan Sorga sudah hilang.

Keadaan tanpa urapan Roh Kudus adalah:
  1. 'makan dan minum'= dikuasai oleh roh Babel, artinya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin-mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, dan kawin-mengawinkan).
    Akibatnya adalah kehilangan urapan Roh Kudus dan status kerajaan Sorga.

    Urapan Roh Kudus mampu menolong kita untuk lepas dari roh Babel.

  2. 'membeli dan menjual' = dikuasai oleh roh antikris.
    Praktiknya:
    • Segala aktivitas di dunia yang membuat pelayan Tuhan tidak bisa memperkembangkan talenta, sama dengan tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan Tuhan. Ini benar-benar garam yang tawar dan tinggal menunggu kebusukan.

    • Keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir = tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Kikir dan serakah menghambat pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, berarti membangun Babel.

      Kalau disucikan, kita akan lebih bahagia memberi dari pada menerima dan kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

  3. 'menanam dan membangun' = dikuasai oleh nabi palsu, aktif di ladang dan bangunan palsu, yaitu membangun Babel, mempelai wanita setan/ gereja palsu.
    Wahyu 17:4-5
    17:4. Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    17:5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

    Tanda pembangunan Babel adalah beribadah melayani tetapi hanya menonjolkan kemakmuran dan hiburan jasmani, tanpa firman pengajaran yang benar/ penyucian, sehingga ada dosa-dosa yang disembunyikan di dalamnya sampai percabulan.

Inilah keadaan zaman Lot yang akan terulang di akhir zaman.
Puji syukur, Lot tampil sebagai garam dunia, hidup dalam urapan Roh Kudus. Ini yang dibutuhkan.

2 Petrus 2:7-8
2:7. tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8. sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--

Lot hanya mendengar dan melihat firman penggembalaan/ bunyi sangkakala, bukan mendengar dan melihat perkara yang membuat tersiksa, sehingga tidak terpengaruh oleh Sodom dan Gomora, tidak berbuat dosa sampai puncaknya dosa seperti orang Sodom dan Gomora.

Firman penggembalaan adalah penting, sampai kita terlepas dari pengaruh Sodom, tidak berbuat dosa dan puncaknya dosa, bahkan jiwa kita merasa tersiksa melihat perbuatan-perbuatan Sodom dan Gomora. Ini sama dengan tidak ada keinginan sedikitpun untuk melihat, membicarakan, berpikir, dan berbuat. Hari-hari ini jangan terjebak. Hati-hati dengan keinginan. Jangan ada keinginan untuk melihat yang tidak baik.

Bagaimana posisi kita sekarang? Semoga firman dan perjamuan suci menjadi koreksi bagi kita, apakah kita sudah menjadi garam dunia seperti Lot atau justru seperti istri Lot yang menoleh ke belakang dan menjadi garam yang tawar?

Lukas 17:32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

Matius 5:13
5:13. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

'diinjak' = masuk aniaya antikris, dan pasti menyembah antikris, sehingga busuk dan binasa selamanya.

Wahyu 11:2

11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Pengertian menoleh ke belakang seperti istri Lot:
  • Iingatan/ pikiran belum disucikan, yaitu teringat dan terikat pada Sodom dan Gomora.
  • Tidak taat dengar-dengaran pada firman. Perintah Tuhan sudah jelas: "Jangan menoleh ke belakang!" Tetapi ia menoleh ke belakang karena perasaan/ hati yang tidak disucikan.

Akibatnya:
  • Salah pilih. Pengajaran benar dibilang "palsu", yang palsu dibilang "benar".
  • Salah lihat. Tuhan dibilang "hantu", hantu dibilang "Tuhan".

Hati-hati, dalam segala hal jangan mengikuti hati dan pikiran. Sekalipun hebat tetapi kita harus memakai hati dan pikiran Yesus, yaitu taat sekalipun tidak sesuai dengan daging kita. Jangan salah pilih dan salah lihat!
Oleh sebab itu, hari-hari ini kita harus mengutamakan pedang firman.

Ibrani 4:12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Kita harus menerima pekerjaan pedang firman pengajaran yang benar ditambah dengan perjamuan suci (penyucian dobel), sampai kita mengalami penyucian hati dan pikiran, supaya tidak ada yang tersembunyi dalam hati dan pikiran. Sehingga kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, berarti pikiran dan perasaan Yesus ada pada kita.
Yesus taat sampai Ia menjadi Imam Besar, Gembala Agung, dan Mempelai Pria Sorga.

Kita juga, kalau kita taat, kita hanya melihat Yesus Imam Besar dan Gembala Agung.
Yang membuat tidak taat adalah jika ada yang disembunyikan. Ini yang perlu disucikan.

Kalau kita memiliki hati dan pikiran Yesus, kita tidak akan salah lihat, tetapi kita hanya melihat Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Gembala Agung, dan Mempelai Pria Sorga dengan wajah bersinar bagaikan matahari.
Kehidupan yang diurapi hanya mengandalkan Yesus, bukan yang lain.

Hasilnya:
  1. Kita tidak goyah, sama dengan kuat dan teguh hati.
    Mazmur 16:8
    16:8. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

    Kuat dan teguh hati artinya tidak tawar hati, karena kita percaya Yesus berdiri untuk menolong kita semua. Jangan goyah! Dia sudah berdiri, siap untuk bertindak. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita. Jangan tinggalkan Tuhan!

    Kalau sesuatu sudah tidak bisa dihadapi lagi, tetap kuat dan teguh hati, Dia sudah berdiri untuk menolong kita.

  2. Kita setia berkobar-kobar dalam mengikut dan melayani Tuhan sampai pada kesempurnaan saat Tuhan datang kembali kedua kali.
    Filipi 3:12-13
    3:12. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
    3:13. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan
    mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

  3. Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita dari Sodom dan Gomora, dari kegoncangan dunia akhir zaman secara rohani (dosa-dosa sampai puncaknya dosa) dan secara jasmani.
    Kejadian 19:23
    19:23. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.

    Tuhan melindungi dan memelihara kita sampai kita mengalami damai sejahtera, ada masa depan berhasil dan indah.

  4. Tuhan bergumul bagi kita.
    Kejadian 32:24,28-32
    32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
    32:28. Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
    32:29. Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
    32:30. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
    32:31. Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

    Yaitu:
    1. Menghadapi Esau, sehingga kita mengalami damai, semua enak dan ringan.
    2. Nikah dan buah nikah diselamatkan.
    3. Masalah yang mustahil diselesaikan, mati jadi hidup.
    4. Memperoleh nama baru. Yakub menjadi Israel, penipu menjadi jujur. Kita menjadi rumah doa. Dan saat Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita tidak salah dalam perkataan, hanya bersorak-sorai "Haleluya". Kita memandang Dia muka dengan muka sampai duduk di takhta Sorga bersama Dia selamanya.

Dulu manusia dibuang dari Firdaus karena ketidaktaatan. Sekarang kita kembali ke Firdaus lewat ketaatan. Mari kita memandang Tuhan. Kalau tidak taat, berarti memandang setan/ ular.
Kalau taat, Dia sedang memandang kita. Dia memperhatikan, mempedulikan, memonitor, dan bergumul untuk kita.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top