English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juni 2011 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103:8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Juni 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada Shekinah Glory atau sinar kemuliaan.

Perjanjian...

Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan, kiranya kasih karunia dan berkat dari Tuhan senantiasa...

Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Januari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:1-20 adalah tentang Yohanes Pembaptis....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14 = Buli-buli emas berisi manna.
Markus 14:26-27: Petrus akan menyangkal Yesus.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juni 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Raya Malang, 26 Juni 2011 (Minggu Pagi)
Dari Siaran Tunda Ibadah Kunjungan di Jerman

Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 memiliki arti penting.
Empat puluh artinya penamatan daging dengan...

Ibadah Doa Malang, 12 Juli 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:17
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juli 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 13 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah peringatan kepada Petrus.
Yudas diperingatkan oleh Tuhan, Petrus juga diperingatkan oleh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Ibadah Penyerahan Anak

Mazmur 144: 12a
144:12a. Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya;

Anak laki-laki seperti tanam-tanaman yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Desember 2010 (Kamis Sore)

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Pada saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus tampil sebagai Raja atas segala raja dan Gembala Agung untuk memisahkan domba dari kambing. Pemisahan yang sangat tajam akan terjadi, bahkan sampai 2 orang di atas tempat tidur (nikah) bisa terpisah juga, satu terangkat, satu tertinggal.

Posisi domba di kanan dan posisi kambing di kiri.
Dasar pemisahannya bukan hal jasmani, tetapi hikmat Surgawi.

Pengkhotbah 10:2
10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

Domba berada di kanan karena memiliki hikmat Surga sehingga bisa masuk Surga.
Kambing berada di kiri karena tidak memiliki hikmat Surga (bodoh secara rohani) sehingga masuk dalam api yang kekal/neraka.

Matius 25:41
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Praktek sehari-hari dari kambing yang bodoh:
  1. Tidak mantap (tidak sungguh-sungguh) dalam penggembalaan yang benar, sampai tidak tergembala.
    Contoh: Yudas digembalakan oleh Yesus sendiri sebagai Gembala yang sempurna (penggembalaan yang benar), namun Yudas tidak mantap/tidak sungguh-sungguh.

    Praktiknya:
    1. Tidak sungguh-sungguh (tidak selalu) berada dalam kandang penggembalaan.
      Yohanes 10:1-2
      10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
      10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

      Domba harus selalu tekun dalam kandang penggembalaan, yakni Ruangan Suci (3 macam alat = 3 macam ibadah pokok):
      • Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya
      • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci
      • Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

      Memang untuk tergembala kita harus masuk melalui pintu sempit, harus melalui perobekan daging.

      Kalau kita tekun dalam kandang penggembalaan = Israel berada di Tanah Gosyen = Maria berada di bawah kaki Tuhan = Yakub selalu tenang berada dalam kemah.

      Kejadian 47:6
      47:6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku."

      Firaun sendiri menunjukkan Tanah Gosyen (tanah penggembalaan) sebagai tempat terbaik dan diberikan untuk Yakub dan seluruh keluarga Yusuf.

      Firaun adalah gambaran setan, orang pandai, orang berkuasa.
      Mesir adalah gambaran dunia.

      Jika kita tekun dalam penggembalaan, maka kita akan mengalami pemeliharaan dan perlindungan yang terbaik dan yang kekal.
      Seperti Maria, ia memilih bagian terbaik dan yang tidak akan diambil dari padanya (kekal).

      Sebaliknya, kambing tidak sungguh-sungguh (tidak tekun) dalam kandang penggembalaan, akibatnya: kehilangan yang terbaik dan yang kekal.
      Seperti Esau berburu ke sana-ke mari, mungkin awalnya bangga, namun akhirnya hanya lelah, haus, lapar dan minta makanan kepada Yakub. Esau meraung-raung dan tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri selamanya.

      Demikian pula gembala-gembala juga harus tekun dalam kandang penggembalaan.
      Jangan ditipu! Kalau gembala tidak tekun di kandang = bukan gembala, melainkan seorang pencuri. Akibatnya, sidang jemaat justru menjadi cerai-berai.

    2. Tidak taat, tidak dengar-dengaran pada Firman Penggembalaan.
      Yohanes 10:3-5
      10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
      10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
      10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

      Ciri domba yang tergembala:
      • Taat dengar-dengaran pada Firman Penggembalaan.
      • Lari (tidak memberi kesempatan) saat mendengar suara asing.

        Suara asing adalah:
        • Suara daging dengan segala keinginannya yang tidak senada dengan Firman Penggembalaan yang benar.
        • Suara ajaran lain yang tidak sesuai dengan Firman Penggembalaan yang benar.
          Jangan spekulasi! "Berbeda sedikit" akan membawa pada pemisahan selama-lamanya, bahkan pemisahan dalam nikah sekalipun bisa terjadi.
        • Gosip-gosip yang belum tentu benar (tidak jelas kebenarannya).

      Kambing adalah kehidupan yang tidak taat dengar-dengaran pada suara Gembala. Mengapa?
      1. Sebab mendengar suara asing, yakni suara daging, ajaran-ajaran asing, gosip-gosip yang belum tentu benar.
        Hosea 8:12
        8:12 Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing.

        Kalau kita memberi kesempatan mendengar suara asing, kita akan merasa asing terhadap Firman Penggembalaan yang benar.
        Kalau sudah merasa asing terhadap Firman Penggembalaan, ia sendiri akan merasa terasing dalam penggembalaan. Suatu waktu ia akan mendurhaka terhadap Firman Pengajaran benar.

        Hosea 8:1
        8:1. Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku.

        Kalau sudah lama termakan oleh gosip sehingga meninggalkan Firman Penggembalaan yang benar, biasanya sudah sulit untuk kembali.

      2. Sebab menggunakan pikiran dan perasaan sendiri (egosentris).
        Pakailah pikiran dan perasaan Yesus, Ia yang tidak berdosa sedikitpun namun rela disalibkan.

        Saat Petrus diperintahkan Yesus untuk menebar jala di siang hari, bisa jadi pikiran dan perasaan membayangi, nanti dikira Petrus sudah stres karena menjala di siang hari, dsb.

        Saul 2x menggunakan pikiran dan perasaan sendiri sehingga menjadi tidak taat:
        • 1 Samuel 13:10-13
          13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
          13:11 Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
          13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
          13:13 Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

          Dalam keadaan terjepit, Saul penggunakan pikiran sendiri. Akibatnya, Saul sudah bersalah (tidak taat) tetapi justru menyalahkan orang lain. Samuel dituduh terlambat padahal sesungguhnya ia datang di saat yang tepat.

        • 1 Samuel 15:15,22-23
          15:15 Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."
          15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
          15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

          Dalam keadaan diberkati, Saul menggunakan perasaan daging sehingga tidak taat pada Tuhan.
          Saul menggunakan pikiran dan perasaan sendiri.
          Tidak taat = kebodohan = dosa penyembahan berhala.

          Akibat ketidaktaatan: kehilangan yang terbaik dan yang kekal.
          Saul kehilangan kerajaannya untuk selama-lamanya.

        Segala sesuatu sekalipun baik menurut pikiran dan perasaan manusia, namun kalau tidak sesuai dengan Firman sama dengan kebodohan, penyembah berhala, dan pembuat kejahatan (Matius 7).

        Seringkali memang Firman tidak cocok dengan pikiran dan perasaan daging. Namun, itulah pikiran dan perasaan Yesus.
        Seperti Yesus berbuat baik, namun harus disalib dan terkutuk.
        Seperti Abraham disuruh mengorbankan Ishak, perintah yang tidak cocok bagi pikiran dan perasaan manusia.

  2. Terikat (cinta) akan uang = Materialistis.
    Lukas 12:15,18-21
    12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
    12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
    12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
    12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
    12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

    Banyak uang itu tidak salah, namun yang tidak boleh adalah cinta akan uang sampai melebihi dari kita mengasihi Tuhan.

    Mengapa terikat akan uang? Sebab merasa hidupnya tergantung pada uang.
    Banyak atau sedikit uang yang dimiliki tidak menentukan.

    Dalam pelayanan, jangan bergantung uang!

    Tanda/bukti kehidupan yang bergantung pada uang:
    • Mencari uang dengan cara tidak halal (dengan cara haram, tidak sesuai Firman).

    • Meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.
      Bukan tidak boleh kita kuliah atau bekerja. Kita harus bekerja dan belajar dengan keras, namun semuanya harus diatur agar jangan mengganggu ibadah, dan Tuhan akan menolong kita.

    • Menggunakan berkat hanya untuk perkara-perkara jasmani.
      Kalau kita menggunakan uang hanya untuk kepentingan jasmani, tidak mengarah pada yang rohani, maka pasti akan mengarah pada puncak dosa (dosa makan minum dan kawin-mengawinkan).

      Di dalam berkat yang kita terima, ingat ada milik Tuhan, ada bagian untuk keperluan rohani, ada bagian juga untuk yang jasmani. Atur dengan baik.

    • Kikir = tidak bisa memberi.
      1 Timotius 5:8
      5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.

      Di dalam berkat, kita juga harus memperhatikan sesama yang membutuhkan, mulai sesama dalam nikah.

      Bukti kita terlepas dari ikatan akan uang: lebih berbahagia memberi daripada menerima.
      Inilah kehidupan yang kaya di hadapan Tuhan, seperti jemaat Makedonia yang dalam kekurangan namun masih bisa memberi.

    • Tamak/serakah = merampas milik orang lain, mulai dari milik Tuhan.
      Efesus 5:5
      5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

      Tamak/serakah = penyembahan berhala.
      Akibatnya adalah kehilangan Kerajaan Surga (tidak boleh masuk Surga).

  3. Tidak mengakui adanya Tuhan (atheis).
    Mazmur 14:1
    14:1. Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.

    Atheis = penyembahan berhala.
    Karena ia tidak mengakui adanya Tuhan, maka ia menyembah selain Tuhan (berhala), bisa menyembah uang, dsb.

    Wujudnya:
    • Senang, tidak takut, "enjoy" dalam dosa sampai puncak dosa, bahkan
    • menyetujui, mendorong orang lain berbuat dosa.

    Sekalipun seorang pendeta/hamba Tuhan/pelayan Tuhan, namun kalau senang dalam dosa, menyetujui orang lain dalam dosa, maka ia sama dengan seorang atheis.
    Bisa jadi di dalam perkataan masih mengaku Yesus, namun dalam hati sudah tidak percaya Yesus (merasa tidak ada hukuman saat berbuat dosa).

    Roma 1:21-32
    1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
    1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
    1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
    1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
    1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
    1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
    1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
    1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
    1:29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
    1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
    1:31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
    1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

    Berhala = segala sesuatu yang menghalangi kita mengasihi Tuhan.

    Akibatnya: kehidupan atheis akan mengarah pada pembangunan tubuh babel, dan akan dibinasakan selamanya.

Cara melawan kebodohan:
1 Korintus 1:22-24
1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Yesus harus mati di kayu salib (kebodohan bagi bangsa Kafir) supaya bangsa Kafir bisa menerima hikmat Surga untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (Mempelai Wanita Tuhan).
Korban Kristus = Perjamuan Suci.

1 Korintus 10:14-17
10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15. Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
10:16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Kegunaan Perjamuan Suci:
  1. Untuk menghapus segala kebodohan dan penyembahan berhala: tidak taat (egosentris), terikat uang (materialistis), atheis (tidak menyembah Tuhan, hidup dalam dosa).

  2. Untuk menyatukan kita menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, yakni mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai satu tubuh Kristus internasional yang sempurna.
    Efesus 2:13-16
    2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    Satu tubuh = satu suara, satu penyembahan yang benar kepada Yesus - sang Raja.
    Dalam satu tubuh Kristus, tidak ada lagi penyembahan berhala. Kita hanya menyembah Yesus, "Haleluya".

    Wahyu 19:6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Mulai sekarang kita sudah harus masuk dalam kegerakan penyatuan tubuh Kristus dan mulai menyembah Yesus sebagai Kepala, Raja segala raja, Mempelai Pria Surga.

    Yesus sebagai Kepala bertanggung jawab atas tubuhNya sampai mati di Bukit Tengkorak.
    Bukit Tengkorak yang bagi dunia adalah tempat mengerikan (tempat eksekusi) dipilih Tuhan untuk membuktikan bahwa Ia adalah Kepala yang bertanggung jawab atas tubuhNya.
    Apapun keadaan kita saat ini, jangan ragu-ragu, dan biarlah kita menyembah Dia.

    Hasilnya:
    1. Zakharia 14:17-18
      14:17 Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.
      14:18 Dan jika kaum Mesir tidak datang dan tidak masuk menghadap, maka kepada mereka akan turun tulah yang ditimpakan TUHAN kepada bangsa-bangsa yang tidak datang untuk merayakan hari raya Pondok Daun.

      Hasil I: Tuhan akan menurunkan/melimpahkan hujan berkat.
      Secara jasmani: Tuhan memelihara kita di tengah ketandusan padang pasir dunia.
      Secara rohani: Tuhan memberkati kita dengan pembukaan Firman, Roh Kudus, dan Kasih Allah. Kita hidup dalam kebahagiaan Surga.
      Tuhan juga menyediakan berkat rumput untuk hewan-hewan ternak = ada berkat untuk keperluan ibadah-pelayanan.

      Ulangan 11:14-15
      11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
      11:15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

      Di dalam berkat yang kita terima, tabung sebagian untuk keperluan ibadah-pelayanan sehingga kita siap sedia saat Tuhan mengutus kita.

      Jika bagian berkat Tuhan untuk ibadah-pelayanan dimakan sendiri, itu sama dengan makan rumput.

    2. Matius 18:26-27
      18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
      18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

      Hasil II: Belas kasih sang Raja mampu menolong kita.
      • Membereskan segala hutang: keuangan, pekerjaan, studi.
      • Membereskan tempat tidur: permasalahan nikah dan buah nikah.
      • Membereskan pelayanan. 
      • Membereskan hutang dosa: kita diampuni, disucikan, diubahkan, sampai suatu waktu sempurna dan tidak bercacat cela seperti Yesus.

      Lewat korbanNya di atas kayu salib, Yesus sudah menyelesaikan semua untuk kita.

      Yohanes 19:30
      19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top