English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang...

Ibadah Doa Malang, 08 November 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 18 November 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Hardiyono

Salam damai sejahtera dalam cinta kasih TUHAN kita Yesus Kristus, biarlah kiranya damai TUHAN dilimpahkan dalam...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1-13
= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang akan segera datang...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Februari 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Natal Mojoagung, 14 Desember 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 September 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Tarakan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

...

Ibadah Raya Malang, 19 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:26-31 adalah nubuat yang kelima tentang kedatangan Yesus yang kedua kali, dibagi...

Ibadah Doa Malang, 07 Februari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 09 Mei 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil,...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Desember 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Maret 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-5
9:1 Lalu malaikat yang kelima...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 07 April 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 17:1-7, bangsa Israel sampai ke Rafidim = tempat perhentian, tetapi tidak ada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 22 Oktober 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17--kita masih membahas ayat 12-13 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017)
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), sehingga terjadi gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan:

  1. Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut= kasih Allah tidak bekerja lagi (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 01 Oktober 2017).
  2. Bulan menjadi merah seperti darah= penebusan oleh darah Yesus sudah tidak bekerja lagi; tidak ada pengampunan dosa lagi (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 sampai Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017).


  3. Bintang-bintang berguguran (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017).

Ini semua akan terjadi secara jasmani, tetapi gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain. Ini yang menghantam kita sampai matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut--tidak ada kasih Allah lagi--, bulan menjadi merah seperti darah--tidak ada pengampunan dosa lagi--, dan bintang-bintang berguguran--Roh Kudus tidak bekerja lagi.

Tidak ada matahari, bulan dan bintang, berarti kegelapan sedang melanda dunia. Inilah pembukaan meterai keenam, yaitu kegelapan melanda dunia--sudah pernah terjadi di Mesir, terjadi lagi waktu Yesus mati, dan nanti akan terjadi lagi di akhir zaman.

AD. 3: BINTANG-BINTANG BERGUGURAN
Artinya: Roh Kudus tidak bekerja lagi.

Kita sudah mempelajari, salah satu keturunan Abraham adalah seperti bintang-bintang (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Oktober 2017).
Bintang menunjuk pada kehidupan yang mengalami pekerjaan Roh Kudus, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus sebagai imam dan raja. Secara khusus bintang adalah gembala, tetapi secara umum bintang adalah imam dan raja; hamba/pelayan Tuhan.

Bintang berguguran artinya: hamba/pelayan Tuhan gugur--tersandung dan terjatuh--, tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan--sengaja tidak beribadah melayani--sehingga binasa untuk selamanya.
Kita harus hati-hati, sudah jadi bintang--imam dan raja--, puji Tuhan, tetapi masih ada ancaman: sewaktu-waktu bintang bisa berguguran karena gempa yang dahsyat; mendadak ada kesibukan yang luar biasa, kesukaan di dunia, kesulitan, kenajisan dan lain-lain, sehingga meninggalkan atau lupa akan ibadah pelayanan.

Penyebab bintang gugur:

  1. Wahyu 8: 10-11
    8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
    8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

    Apsintus= pahit; kepahitan hati.

    Penyebab pertama bintang gugur: kepahitan hati.

    Kepahitan hati dimulai dari rasa tidak suka, kemudian iri, benci, dendam dan lain-lain. Jangan dipelihara kalau ada rasa tidak suka di dalam nikah dan penggembalaan! Kalau sudah ada kepahitan hati, lama-lama bintang pasti gugur. Ini yang dijaga!

    Roma 12: 18
    12:18. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

    Jalan keluar menghadapi kepahitan:


    • Berdamai; saling mengaku dan mengampuni. Kalau salah kita mengaku, dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau benar, kita mengampuni dan melupakan. Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa-dosa kita, sehingga kita mengalami damai sejahtera, tidak ada lagi kepahitan.


    • Roma 12: 19-21
      12:19. Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
      12:20. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
      12:21. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

      Jalan keluar kedua: tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.


    Inilah cara menghadapi kepahitan.
    Dalam injil Matius 10, di rumah tangga nanti saling membenci. Kalau di rumah tangga saja saling membenci, bagaimana di luar antara satu dengan lainnya? Benar-benar gempa yang dahsyat. Karena itu mulai dari dalam rumah tangga, kita harus berdamai.

    Kalau ada rasa tidak suka, kita datang, kita sampaikan apa penyebabnya--kita berdamai--, supaya tidak ada lagi kepahitan, tetapi damai sejahtera. Kemudian membalas kejahatan dengan kebaikan. Kita tidak bisa pahit hati lagi. Dia mau berbuat apa saja, merugikan kita sekalipun, kita balas dengan kebaikan. Membalas kebaikan dimulai dengan mendoakan yang baik untuk dia kalau kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk dia. Mungkin awalnya sulit, tetapi lama-lama kita tidak merasa apa-apa lagi.

    Jangan sampai ada kepahitan! Jangan sampai ada rasa tidak suka karena nanti akan mengarah pada tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan--gugur. Kalau kepahitan dipelihara terus dalam rumah tangga dan penggembalaan, satu waktu ia akan gugur.

    Akar kepahitan harus cepat dicabut lewat berdamai dan membalas kejahatan dengan kebaikan.


  2. Wahyu 12: 3-4
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Naga ini memanfaatkan seluruh tubuhnya: mulutnya kerja, ekornya juga kerja.

    Penyebab kedua bintang gugur: diseret ekor naga.

    Dua pengertian ekor:


    • Yesaya 9: 14
      9:14. Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

      Yang pertama: ekor menunjuk pada nabi palsu dengan ajaran palsu, termasuk gosip dan dusta.

      Ini banyak menyeret kita. Dulu setia berkobar-kobar, lalu dengar gosip, mulai tidak setia, bahaya, sebentar lagi akan gugur.


    • Yang kedua: pada ekor naga, ada alat reproduksi, ini menunjuk pada dosa percabulan/dosa makan minum dan kawin mengawinkan--puncaknya dosa. Ini yang akan menyeret bintang-bintang--'menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit'.
      Dosa makan minum= merokok, mabuk dan narkoba.

      Ekor naga sedang menyeret kita ke bawah, untuk dicampakkan ke bumi, sehingga jadi bintang yang gugur, tidak bercahaya lagi; merugikan. Jangan dipertahankan!

      Tadi apsintus, air menjadi pahit; sekarang bintang gugur menjadi gelap. Kita melayani tetapi gelap semua, pahit semua; tidak ada damai--berkhotbah, pulang bertengkar, menyanyi tetapi ada kepahitan hati. Tidak ada artinya!

      Dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan, penyimpangan, dan nikah yang salah.

      Jaga kebenaran nikah--sesuai dengan alkitab--, kesucian nikah, dan kesatuan nikah! Ekor naga ini banyak menghancurkan nikah.


    Jalan keluar menghadapi ajaran palsu dan puncaknya dosa: baptisan air yang benar--mempertahankan kebenaran. Sesuatu yang tidak benar mau menyeret kita, mari kita pertahankan kebenaran lewat baptisan air yang benar.
    Matius 3: 6-7-9
    3:6. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat
    menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    Di sini ada dua kelompok manusia:


    • Orang Farisi dan Saduki= keturunan ular beludak, padahal mereka keturunan Abraham secara daging. Mengapa demikian? Karena mempertahankan kebenaran sendiri. Mereka selalu menyalahkan dan memusuhi Yohanes Pembaptis--menyalahkan sesama yang benar--, nantinya mereka memusuhi Yesus juga--menyalahkan pengajaran yang benar.

      Kebenaran sendiri= menutupi dosa dengan cara menyalahkan Tuhan dan sesama yang benar.

      Akibatnya: disebut sebagai keturunan ular beludak, tidak pernah lurus hidupnya; mempertahankan kebenaran sendiri.


    • Batu--tenggelam di dalam lumpur dosa--, itulah bangsa kafir, yang hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, kalau dibiarkan, akan tenggelam di lautan api dan belerang.


    Tetapi bersyukur, Tuhan menolong kedua kelompok ini: keturunan ular beludak dan batu, lewat baptisan air yang benar.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi, yaitu hidup dari iman--menjadi keturunan Abraham; bangsa kafir adalah keturunan Abraham secara rohani.

    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Hidup dari iman artinya:


    • Hidup dalam kebenaran--sebab iman adalah kebenaran. Ekor naga adalah dosa-dosa. Jangan mau lagi diseret oleh dosa-dosa itu, tetapi kita hidup dalam kebenaran!


    • Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, dan tegas menolak ajaran palsu--sebab iman timbul dari mendengar firman.
      Kalau tidak benar, jangan dengar!

      Hawa mendengar suara lain--suara ular. Tuhan katakan: semua buah pohon di taman boleh kau makan, tetapi ular bilang: tidak boleh dimakan. Ini sudah beda, tetapi Hawa memaksa mendengar. Akhirnya ia terseret. Tidak ada yang kuat. Salomo juga tidak kuat menghadapi ajaran lain.


    Kalau menjadi keturunan Abraham--bintang--, tidak ada tawar menawar, yaitu hidup dalam kebenaran, kemudian berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, dan tegas untuk menolak ajaran palsu. Ini berarti bintang punya orbit atau seperti kereta api punya rel. Coba geser sedikit saja relnya, sudah jauh arahnya. Bintang juga, coba geser orbitnya, ia akan jatuh.

    "Bukan berarti hanya di sini yang benar. Yang benar adalah alktab. Dan alkitab sudah disusun dalam susunan Tabernakel--mulai pintu gerbang sampai tabut perjanjian--, sehingga kalau digeser sedikit, kita pasti tidak bertemu di tabut perjanjian.
    Misalnya pelajaran soal iman bergeser, sudah tidak akan pernah bertemu. Bukan fanatik tetapi sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran, dan berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, dan tegas menolak yang tidak benar.
    "

    Inilah bintang yang tidak bisa diseret ekor naga. Kalau tidak tegas, kita akan diseret.

    "Tadi di Malang tentang bahtera Nuh. Nuh punya besan. Biasanya kita sungkan dengan besan, dan mamanya yang jadi korban. Seperti orang tua saya dulu. Pendeta datang--teman sepak bola ayah saya--: Ayo ke gereja. Akhirnya papa saya suruh mama saya, anak-anak diajak, akhirnya papa saya ikut juga. Kalau Nuh sungkan dengan besannya lalu ikuti besannya, hancurlah dia. Anaknya Nuh juga punya mertua, kalau sungkan dengan mertuanya lalu ikut mertuanya, hilang juga. Secara jasmani kita harus hormat dan taat pada orang tua, tetapi keselamatan adalah urusan masing-masing pribadi. Kalau dia ambil yang salah, terserah, kita hanya bisa mendoakan. Kalau kita juga mengikuti yang salah, tidak ada yang bisa menolong. Harus ada ketegasan hari-hari ini!"


  3. Wahyu 6: 13
    6:13. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

    Penyebab ketiga bintang gugur: angin kencang--'bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang'.

    Luar biasa, pohon ara sudah berbuah, tetapi sudah berbuahpun masih dihantam. Tidak gampang kita ikut Tuhan! Jangan digampang-gampangkan! Sorga bukan urusan nanti, tetapi sekarang.

    Ada tiga kemungkinan dari pohon ara:


    • Pohon ara ditanam di tepi jalan= hamba/pelayan Tuhan yang tidak tergembala; beredar-edar.
      Matius 21: 18-19
      21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
      21:19. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

      Akibatnya: tidak menghasilkan buah; hanya menghasilkan daun--ada kegiatan dan lain-lain, ada ibadah, pelayanan, tetapi tidak memuaskan hati Tuhan.

      Kalau Tuhan tidak dipuaskan kita juga tidak merasa kepuasan sorga, sehingga masih mencari kepuasan di dunia sampai jatuh bangun dalam dosa; hidup dalam kutukan dan kebinasaan. Atau kepuasan dunia dibawa masuk ke dalam gereja sehingga bersuasana kutukan juga: letih lesu, beban berat, susah payah, sampai kebinasaan--bagaikan bintang-bintang yang berguguran.


    • Pohon ara ditanam di kebun anggur= hamba/pelayan Tuhan yang tergembala pada kabar mempelai/firman pengajaran yang benar.
      Lukas 13: 6-9
      13:6. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
      13:7. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
      13:8. Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
      13:9. mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

      Istilah kebun anggur artinya menghasilkan buah anggur lalu diperas menjadi air anggur untuk masuk pesta mempelai.
      Ini sudah benar, yaitu pohon ara ditanam di kebun anggur, bukan di pinggir jalan. Tetapi sayang, pohon ara ini tidak berbuah selama tiga tahun.

      Seharusnya sudah ditebang juga, seperti bintang gugur dan binasa. Tetapi inilah bedanya antara pohon ara di pinggir jalan dan pohon ara di kebun anggur.
      Di dalam penggembalaan kita masih mendapat panjang sabarnya Tuhan; kalau di pinggir jalan, begitu tidak berbuah, langsung habis. Ini pentingnya kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-Nya.
      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Panjang sabarnya Tuhan dinyatakan lewat dua hal:


      • Doa penyahutan dari seorang gembala di bumi. Ini pentingnya penggembalaan. Doa penyahutan ini bisa menunda atau meniadakan hukuman Tuhan demi keselamatan sidang jemaat--tudung keselamatan. Itu tugas gembala.


      • Pemberitaan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua menyucikan akar-akar dosa yang tersembunyi--'mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya'.

        Terutama yang disucikan adalah akar kejahatan. Gembalanya Yudas adalah Yesus, tetapi karena ia menyembunyikan akar kejahatan, ia gugur, tidak berbuah.

        1 Timotius 6: 9-10
        6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
        6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

        Praktik cinta akan uang:


        1. Beribadah melayani hanya untuk mencari uang, kedudukan, pujian dan lain-lain, bukan mencari kesempurnaan.


        2. Meninggalkan ibadah pelayanan karena mencari uang.
          Ini yang harus disucikan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang.


        3. Mencari uang dengan cara tidak halal.
        4. Kikir dan serakah.
          Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
          Serakah= mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kalau gembala sudah mencuri milik Tuhan, jemaat sukar untuk berbuah.


        Ibrani 12: 15
        12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

        Selain akar kejahatan juga ada akar kenajisan--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, dan akar kepahitan--iri hati, benci, kebencian tanpa alasan. Sudah tergembala tetapi akarnya tidak baik--pohon ara di kebun anggur tidak berbuah.
        Ini tugas gembala untuk menyalurkan panjang sabarnya Tuhan lewat menaikkan doa penyahutan, dan memberikan makanan lebih intensif lagi, untuk menyucikan jemaat dari akar kejahatan, kenajisan dan kepahitan.

        Kalau kita mau disucikan--kita mau melembut--kita mulai berbuah.
        Matius 24: 32
        24:32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

        Biar kesempatan ini kita mau melembut, mau menerima penyucian dari akar kejahatan.
        Sekarang adalah akhir zaman, gunakan kesempatan untuk melembut, kita mau disucikan dari akar-akar yang tidak baik.

        Hasilnya: kita mulai berbuah.


      Tadi pohon ara di pinggir jalan tidak bisa berbuah dan tinggal dikutuk, sekarang ditanam di kebun anggur, masih sulit, tetapi untung ada panjang sabar Tuhan yang dimanfaatkan oleh seorang gembala, sehingga pohon ara mulai berbuah.

      "Doakan gembala untuk lebih menaikkan doa penyahutan dan lebih intensif lagi memberikan makanan bagi sidang jemaat sampai sidang jemaat benar-benar melembut, mau menerima penyucian dari akar-akar yang tidak baik."


    • Sudah mulai berbuah, berarti sudah mulai berhasil dan indah, tetapi ada satu lagi kemungkinan yaitu pohon ara menggugurkan buahnya yang mentah; buah belum masak tetapi sudah gugur. Inilah perjuangan kita mengikuti Tuhan supaya bintang jangan gugur. Kita menghadapi kepahitan di dunia, ekor naga, dan pohon ara yang menggugurkan buahnya yang mentah karena ditiup angin yang kencang.

      Mau berbuah, sudah, di pinggir jalan tidak berbuah, ditanam di kebun anggur masih harus dicangkul sampai melembut, baru belajar berbuah--sudah mulai berhasil dan indah--, tetapi bahaya, pohon ara masih menggugurkan buahnya yang mentah karena ditiup angin yang kencang.

      Angin yang kencang= ujian/salib. Kita harus menghadapi ujian/salib/percikan darah.
      Angin kencang= angin ajaran palsu, pencobaan di segala bidang yang mustahil bagi kita.

      Mengapa Tuhan izinkan kita menghadapi ujian--imannya diuji; tadi lewat baptisan air kita hidup dari iman, lalu digembalakan supaya iman bertumbuh, dan harus diuji supaya jadi iman yang sempurna/buah yang matang--?
      Yakobus 1: 2-4
      1:2. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
      1:3. sebab kamu tahu, bahwa
      ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
      1:4. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh
      buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

      Setan melancarkan angin kencang--ajaran palsu di akhir zaman akan lebih intensif lagi--, supaya buah gugur. Tetapi Tuhan izinkan hal itu terajadi supaya kita berbuah matang--iman yang sempurna--yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--kalau Yesus taat dengar-dengaran sampai mati terkutuk di kayu salib; ini ujian iman dari Yesus.


    Kita sudah masuk baptisan air yang benar, hidup benar, tergembala, dan belajar untuk berbuah, tetapi dihantam terus. Tujuannya adalah supaya kita taat sampai daging tidak bersuara lagi. Kita tidak akan pernah gugur. Kita hanya mengangkat tangan pada Tuhan, dan Dia mengulurkan tangan-Nya kepada kita. Kita hidup dalam tangan Tuhan; bintang ada di dalam tangan kanan Tuhan.

    Hasilnya:


    • Yohanes 21: 6, 11
      21:6. Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
      21:11. Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

      Petrus dan teman-teman tidak taat--dari penjala manusia menjadi penjala ikan lagi--, sehingga gagal. Yesus datang siang hari, tidak cocok dengan logika untuk menangkap ikan, tetapi mereka taat untuk menebarkan jalan,dan mereka menangkap ikan.

      'Seratus lima puluh tiga'= 1+5+3= 9, menunjuk pada kasih karunia Tuhan. Kita hidup dalam tangan kasih karunia Tuhan yang besar.

      Hasil pertama: mujizat terjadi:


      • Angka tiga dari seratus lima puluh tiga= pembaharuan tubuh, jiwa dan roh.
        Efesus 4: 22-25
        4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
        4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
        4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
        4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

        'manusia lama'= tubuh.
        'pikiranmu'= jiwa.
        Pembaharuan tubuh, jiwa dan roh adalah kita tidak berdusta lagi. Ini buah ara yang tidak gugur, tetapi sampai sempurna.

        Diuji apapun kita harus jujur. Kalau jujur, kita menjadi rumah doa, hanya berseru pada Tuhan, bukan pada yang lain.


      • Efesus 4: 11-12
        4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul(1) maupun nabi-nabi(2), baik pemberita-pemberita Injil(3) maupun gembala-gembala(4) dan pengajar-pengajar(5),
        4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

        Yang kedua: angka lima dari seratus lima puluh tiga= kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Kita tidak telanjang tetapi hidup kita mulai indah--ada jubah yang indah--; kita dipakai mulai dari rumah tangga.


      • Efesus 4: 13-14
        4:13. sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
        4:14. sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

        'kedewasaan penuh'= sempurna.

        Yang ketiga: angka satu dari seratus lima puluh tiga: satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.


      Banyak bintang gugur, penyebabnya adalah apsintus, ekor naga, dan angin kencang. Kalau pohon ara di pinggir jalan, tidak berbuah, akan dikutuk. Pohon ara sudah digembalakan, hati-hati, masih ada akar-akar yang disembunyikan. Siang ini akar-akar dibongkar semua oleh Tuhan. Kita melembut, mulai bisa berbuah. Kalau keras, tidak akan bisa berbuah. Sudah mulai berbuah juga hati-hati, saat buah masih mentah, angin kencang/ujian justru datang. Nanti banyak yang kecewa. Jangan! Ada angin kencang, maksud Tuhan adalah supaya kita menghasilkan buah yang matang--satu tubuh Kristus yang sempurna.


    • Hasil kedua: kita dihitung oleh Tuhan--tadi ikannya dihitung ada seratus lima puluh tiga ekor ikan. Kehidupan yang diubahkan, dipakai dan mengarah pada tubuh Kristus yang sempurna, itu dihitung oleh Tuhan.

      Dihitung artinya: Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita; sampai sehelai rambutpun diperhatikan oleh Tuhan.

      Matius 10: 30
      10:30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

      Kalau sudah punya angka 1, 5, 3, sehelai rambutpun dihitung oleh Tuhan; yang tidak berdaya dan tidak bisa apa-apa diperhatikan oleh Tuhan.

      Yang penting kita mengulurkan tangan, taat sampai daging tidak bersuara, dan Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita. kita mengalami mujizat--pembaharuan jadi jujur, dipakai Tuhan, dan masuk kesatuan tubuh Kristus--, dan Tuhan menghitung kita. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, membela dan bergumul untuk kita. Dia mengulurkan tangan anugerah yang besar pada sehelei rambut--kehidupan yang tidak bisa apa-apa--, untuk memelihara dan menolong kita.

      Tuhan memperhatikan sehelai rambut, apapun yang kita butuhkan: kedamaian, kesembuhan dan sebagainya. Tuhan mampu melakukan semua untuk kita. Sampai kalau Dia datang kembali kita benar-benar sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.

Mari, jangan jadi bintang yang gugur! Bintang itu sudah ada di awan-awan, tinggal menuju ke awan-awan yang permai. Pertahankan! Jangan gugur hari-hari ini! Menghadapi ujian apapun kita hanya memandang Dia. Kita mengulurkan tangan kepada Dia; kita hanya menyembah Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan-Nya pada kita.

Apapun keadaan kita hari-hari ini, kalau sudah baik semua, kita tetap menyembah Tuhan, serahkan semua, jangan gugur dan lengah. Kalau dalam keadaan goncang, ujian dan lain-lain, jangan mundur sedikitpun. Pandang Dia, berseru kepada Dia! Dia yang sudah taat sampai mati terkutuk di atas kayu salib, Dia sudah menang atas segala ujian dan pencobaan, Dia juga mampu memperhatikan dan menolong kita. Kaum muda, serahkan semua kepada Dia! Jangan gugur hari-hari ini!

Jangan bersungut dan menyalahkan orang lain, tetapi menyembah Tuhan apapun yang kita hadapi!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top