English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 7 Oktober 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:57-61 adalah percikan darah keenam,...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Agustus 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 29 November 2008 (Sabtu Sore)
Digabung dengan Pemberkatan Nikah (Sdr. Yusuf & Sdri. Veronica)

Markus...

Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL

Pohon ara yang rantingnya melembut dan mulai berbuah ini menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2019 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih melanjutkan manfaat kenaikan Yesus ke Sorga:

Ibadah Doa Surabaya, 21 Desember 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran iman dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 November 2017 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Batam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Surabaya, 23 Mei 2010 (Minggu Sore)
Digabung dengan Hari Pentakosta

Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil...

Ibadah Raya Surabaya, 13 September 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 April 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

1 Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena...

Ibadah Kunjungan Jakarta II, 15 Oktober 2014 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Doa Surabaya, 06 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 01 Februari 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Keluaran...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Agustus 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 20-21
9:20. Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
9:21. dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.


Ayat 16-19 merupakan peperangan besar, yaitu jumlah tentaranya besar: dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; dua ratus juta, dan jumlah korbannya besar: sepertiga dari umat di dunia.

Manusia lain, yang tidak terbunuh oleh peperangan besar--sisa dari orang-orang yang terbunuh dari peperangan jasmani yang besar--adalah orang-orang yang tidak bisa bertobat seperti Setan.
Artinya: hidup dalam dosa dan puncaknya dosa, termasuk menyembah berhala-berhala dari emas, perak, dan tembaga, sampai binasa selamanya.

Sementara itu, hamba/pelayan Tuhan yang bertobat--hidup benar dan suci--, akan mempersembahkan batu, kayu, emas, perak, tembaga untuk pembangunan rumah Allah/Tabernakel (Keluaran 25: 1-8), sekarang artinya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Artinya: beribadah melayani Tuhan, menyembah Tuhan; mengasihi Tuhan lebih dari semua, sampai sempurna seperti Dia, tidak bercacat cela dan kita menjadi mempelai wanita sorga.

Keluaran 25: 2-8
25:2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
25:3. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka:
emas, perak, tembaga;
25:4. kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
25:5. kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan
kayu penaga;
25:6. minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
25:7.
permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
25:8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

'permata krisopras dan permata tatahan'= batu permata--batu, kayu, emas, perak, tembaga bukan disembah tetapi dipersembahkan untuk membangun Tabernakel secara jasmani, sekarang Tabernakel rohani atau pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.
'mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku' = Tabernakel jasmani.

1 Petrus 2: 5, 9
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih,
imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

'pembangunan suatu rumah rohani' = pembangunan tubuh Kristus.
Nanti akan ada dua kegerakan:

  1. Kegerakan penyembahan berhala; orang yang tidak bertobat; orang yang menyembah emas, perak, tembaga--tidak berobat--, yang akan dibinasakan.


  2. Orang yang bertobat akan mempersembahkan emas, perak, dan tembaga kepada Tuhan untuk pembangunan rumah Allah secara rohani.

Siapa
yang boleh masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna? Imamat yang kudus; imamat yang rajani--imam-imam dan raja-raja.

Jadi, imam adalah

  • Seorang yang suci--bukan pandai, bodoh. Kalau ada kesalahan, harus diakui dan diampuni.
  • Seorang yang memegang jabatan pelayanan.
  • Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan.

Kita harus menjadi imam dan raja supaya berada pada arus yang benar.

Syarat untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; syarat untuk menjadi mempelai wanita sorga: harus dewasa rohani. Anak kecil tidak boleh menikah.

Ibrani 11: 24-26
11:24. Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25. karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada
upah.

'upah'= upah hidup kekal itulah Yerusalem baru--bukan upah jasmani.

Kita belajar dari Musa tentang kedewasaan rohani:

  1. Ayat 24= 'menolak disebut anak puteri Firaun'= menolak disebut anak setan--Firaun gambaran dari setan--= kita harus mengalami kelepasan dari setan--terlepas dari dosa-dosa dan puncaknya dosa--sehingga kita bisa menjadi anak Allah bahkan menjadi mempelai wanita sorga (kehidupan yang sama seperti Yesus).

    Jangan bertahan pada dosa! Kalau bertahan pada dosa (tidak mau bertobat), berarti masih anak kecil, dan akhirnya akan menyembah berhala.
    Mari meninggalkan dosa-dosa untuk bisa mempersembahkan semuanya sampai seluruh hidup kepada Tuhan--dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Ini yang harus kita kejar! Kita terlepas dari anak setan untuk menjadi anak Allah.
    Bagaimana caranya?
    1 Yohanes 3: 2-3
    3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya,
    menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

    'sekarang kita adalah anak-anak Allah'= kedatangan Yesus pertama kali membuat kita menjadi anak Allah--sudah percaya, bertobat, dan baptisan air.
    'Kristus menyatakan diri-Nya'= kedatangan Yesus kedua kali.
    'menjadi sama seperti Dia'= menjadi mempelai wanita sorga.
    'Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya' = harapan kita yaitu menjadi anak Allah sampai menjadi mempelai wanita sorga yang sama seperti Yesus.

    Syarat untuk menjadi sempurna seperti Yesus: 'menyucikan diri'= kita harus mengalami PENYUCIAN oleh pedang firman/makanan keras--makanan orang dewasa.
    Ibrani 5: 14
    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    Penginjilan/susu penting, tetapi harus meningkat pada makanan keras.

    Apa yang disucikan oleh pedang firman?


    • Ibrani 4: 12-13
      4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Yang pertama: penyucian hati dan pikiran yang merupakan tempat persembunyian/gudangnya dosa-dosa.

      Ini yang harus disucikan lebih dulu! Mungkin orang lain tidak tahu tetapi pedang firman akan menusuk sampai ke dalam hati yang tersembunyi.
      Pada meja roti sajian, meja menunjuk pada hati dan pikiran. Meja seharusnya diisi roti, tetapi seringkali diisi dosa-dosa yang tersembunyi.

      Markus 7: 21-23
      7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
      7:22. perzinahan
      (4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
      7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      Inilah yang ada di dalam hati dan pikiran.
      'pembunuhan' = kebencian tanpa alasan. Yang benar malah dibenci, yang tidak benar malah disenangi, ini yang berbahaya!
      'hujat'= pengajaran benar dikatakan salah/sesat, yang salah dianggap benar--menghujat Tuhan.

      Hati dan pikiran yang jahat berisi dua belas keinginan jahat dan najis, termasuk kepahitan (pembunuhan, iri hati).
      Angka dua belas--dua belas murid--menunjuk pada persekutuan. Artinya: kalau ada satu saja dari dua belas keinginan jahat dan najis, termasuk kepahitan, kita tidak akan bisa bersekutu dengan yang lain--mulai dari dalam nikah tidak bisa menjadi satu. Kalau suami, isteri, anak, orang tua, kakak adik ada iri hati, kebencian tanpa alasan, tidak akan bisa menyatu. Contohnya: kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf.

      Tetapi kalau hati dan pikiran disucikan dari dua belas keinginan jahat, najis dan pahit, hati dan pikiran akan diisi dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua susun--masing-masing enam buah sesusun; 6-6; menunjuk pada alkitab, firman pengajaran yang benar.
      Di sinilah bisa terjadi kesatuan. Suami isteri harus diisi dengan firman pengajaran yang benar, sehingga hati menjadi suci dan mengalami damai sejahtera/ketenangan--banyak berdiam diri; banyak mengoreksi diri karena rohaninya kenyang; kalau diisi roti akan kenyang. Kalau rohaninya lapar, semua akan habis. Lebih baik banyak berdiam diri, dan kita bisa masuk dalam satu kesatuan tubuh Kristus.

      Dulu, yang menyatukan keluarga Yusuf (dua belas suku Israel) adalah gandum. Artinya: kalau satu pengajaran, pasti menjadi satu sekalipun jaraknya jauh.
      Jadi, mengapa tidak bisa jadi satu? Karena tidak berada dalam satu pengajaran yang benar.

      Angka 66 juga menunjuk pada suami isteri--manusia daging diisi dengan firman pengajaran benar sehingga kelihatan seperti roti/firman (perkataan, perbuatannya sesuai dengan firman). Setelah menjadi satu, akan ada dupa--menjadi rumah doa; yang tidak ada menjadi ada. Betapa indahnya.
      Kalau saling menyalahkan, rumah tangga akan menjadi sarang penyamun, habis semua.


    • Mazmur 149: 6-7
      149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
      149:7. untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,

      'untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa' = kalau tidak mau disucikan, akan dibalas dengan pedang penghukuman.

      Yang kedua: 'tangan disucikan'= penyucian perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, sehingga menghasilkan perbuatan benar, suci, dan baik--menjadi berkat bagi orang lain, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.


    • Yang ketiga: 'penyucian kerongkongan'= penyucian dari perkataan sia-sia--dusta, fitnah, hujat--menjadi perkataan benar, suci, dan baik--bersaksi, menjadi berkat bagi orang lain, menyembah Tuhan, sampai tidak salah dalam perkataan--hanya berseru: Haleluya untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai.

      Fitnah artinya yang salah jadi benar, yang benar jadi salah.
      Hujat artinya pengajaran benar jadi salah dan yang salah jadi benar--membela/mendukung yang salah.

      Yakobus 3: 2
      3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      'barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna' = menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus ke dua kali di awan-awan permai dengan sorak-sorai: Haleluya.

      Tetapi kalau menolak pedang penyucian, ia akan menghadapi pedang pembantaian besar-besaran (Mazmur 149: 7), sehingga terjadi seruan yang hebat sampai kebinasaan selamanya.


    Mari, terlepas dari setan! Jangan mau yang enak bagi daging tetapi melawan Tuhan. Sandang pedang hari-hari ini; kita harus mengalami penyucian; kita anak Allah harus meningkat menjadi mempelai wanita sorga yang sama seperti Yesus. Tuhan tolong kita semua.
    Inilah kedewasaan rohani

    Waktu bayi, Musa tidak bisa apa-apa di dalam istana Firaun--masih menjadi anak setan. Kalau kita belum bertumbuh secara rohani berarti kita masih menjadi anak setan--ikut berbuat dosa.
    Tetapi setelah dewasa rohani, Musa tidak mau lagi disebut anak puteri Firaun. Ia menjadi anak Allah, belum cukup, ia juga menjadi mempelai wanita sorga--Yesus anak Allah, tetapi juga Mempelai Pria Sorga.

    Kalau sudah disucikan kita pasti dipakai oleh Tuhan. Tidak usah bingung!
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok bisa dijabarkan menjadi pelayanan lainnya (pemain musik, tim doa, pembersih gereja dan sebagainya).
    Kalau sudah menyandang pedang--mengalami penyucian sampai dewasa rohani--baru bisa melayani Tuhan. Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--diangkat menjadi imam dan raja.

    Karunia Roh Kudus= kemampuan ajaib dari Roh Kudus untuk melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan. Contohnya: Jabatan sebagai gembala bisa memberi makan jemaat terus. Ini bukan karena orangnya pandai, tetapi ada karunia Roh Kudus.
    Jangan takut! Jabatan apa saja, pasti ada karunia dari Tuhan.

    Tadi, manusia seharusnya takut ketika melihat sepertiga dari umat manusia mati, tetapi mereka terus berbuat dosa, sehingga dibinasakan.
    Mari bertobat dan hidup suci--mau menyandang pedang--, kita masuk dalam peperangan rohani/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan (fellowship), sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Perhatikan! Masuk dalam nikah merupakan peperangan rohani untuk mencapai kesatuan tubuh Kristus--jangan ikut peperangan jasmani.

    Kaya atau pandai belum tentu bisa melayani, tetapi kalau suci, pasti bisa melayani. Mengapa? Kalau suci kita akan menerima jabatan dan karunia. Contohnya: jabatan suami mendapat karunia untuk mengasihi isteri.
    Kejar kesucian! Semakin meningkat dalam kesucian, kita akan semakin dipakai Tuhan; bukan semakin berat tetapi hidup kita semakin indah--jabatan dan karunia Roh Kudus adalah jubah indah.

    Saat Natanael berada di bawah pohon ara, enak. Di dalam penggembalaan sudah enak, tetapi Tuhan berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." Bukan disiksa, tetapi melihat yang lebih besar lagi. Mungkin dalam nikah sudah senang, bagus, tetapi belum melihat langit (harus keluar dari pohon ara yaitu nikah menuju penggembalaan). Yang dalam penggembalaan sudah senang, tetapi harus keluar lagi supaya melihat langit terbuka--ada Anak Manusia turun--, sampai nanti kita naik ke langit. Pelayanan harus ditingkatkan.

    "Sekali lagi, kalau sudah cukup dalam penggembalaan, saya sudah senang. Bangunan gereja akan selesai. Tetapi Pdt In Juwono berkata: Perhatikan rumah Allah yang rohani, bukan jasmani. Kalau tidak keluar, bahaya, domba-domba bisa dimakan gembala. Lebih kejam. Binatang buas tidak makan bulu, tetapi gembala makan bulu--jadi jas. Harus keluar, lihat langit terbuka! Masih ada kandang yang lainnya. Mari masuk dalam fellowship yang benar, yang berdasarkan firman pengajaran yang benar."

    Inilah tanda pertama kedewasaan rohani yaitu tidak mau menjadi anak setan lagi, tetapi anak Allah seperti Yesus, sampai meningkat menjadi mempelai wanita sorga.


  2. Ibrani 11: 26
    11:26. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

    'upah' = upah hidup kekal itulah Yerusalem baru.

    Tanda kedua kedewasaan rohani: mempunyai pandangan rohani, yaitu pandangan kepada Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, yang siap untuk memberikan upah secara dobel: upah untuk hidup sekarang sampai hidup kekal bagi setiap imam-imam dan raja-raja.

    Di dunia saja upah diperjuangkan, apalagi Tuhan. Dia tidak pernah menipu kita, Tuhan tolong kita.
    Saat pesawat masih di bawah, perkara jasmani kelihatan besar, tetapi kalau sudah naik, semua hanya seperti mainan sampai hilang, tidak ada kebanggaan dan kekecewaan.

    Pandangan rohani artinya berani mengorbankan yang jasmani untuk mendapatkan yang rohani, dan yang jasmani tidak hilang.
    Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, dan anaknya tidak hilang. Apa yang Tuhan minta, serahkan.
    Jangan seperti Esau, pandangannya cabul--mengorbankan yang rohani untuk dapat yang jasmani. Akibatnya ia mencucurkan air mata selamanya.

    "Saya diuji soal soal persepuluhan di gereja besar. Soal persepuluhan ini merupakan soal pengajaran, sebab di mana ada persepuluhan di situ Tuhan memberikan makanan. Kalau persepuluhan mau diatur oleh tua-tua, saya bisa jadi gembala di sana. Tetapi untung Tuhan memberikan kekuatan untuk bisa bertahan pada pengajaran. Siapa yang tidak tergiur secara jasmani. Tetapi saya tidak mau, saya katakan: Jangan, hancur nanti gereja ini. Harus tetap dalam tahbisan dan pengajaran yang benar. Kalau tergiur, habislah saya. Kelihatannya hebat, tetapi habis."

    Kolose 3: 1-2
    3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    3:2.
    Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

    Kalau memiliki pandangan rohani, pikirannya otomatis pikiran rohani yaitu memikirkan perkara rohani lebih dari perkara jasmani, dan akhirnya aktivitasnya juga rohani yaitu mencari kerajaan sorga lebih dari semua--mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari perkara di bumi--(ayat 1). Kuliah dan bekerja keras silakan, tetapi lebih utamakan ibadah pelayanan.

    "Untuk bekerja dan kuliah kita bisa menembusi hujan lebat. Bagus, yang penting jaga kesehatan. Tetap untuk ibadah bagaimana? Seringkali takut flu. Ini yang tidak boleh. Kalau Tuhan datang tidak akan bisa naik."

    Mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua= SETIA BERKOBAR-KOBAR dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

    "Tugas gembala nomor satu adalah menggembalakan. Pelayanan ke luar hanya tambahan. Tadi baru datang, langsung melayani di Surabaya. Kalau saya minta istirahat dulu, lebih baik saya tidak melayani ke luar. Tetapi tidak boleh egois. Kalau berani melayani ke luar, berarti pelayanan di dalam harus lebih sungguh-sungguh lagi."

    Jadi, suci dan setia berkobar-kobar, itulah tanda kedewasaan rohani.
    Ibrani 1: 7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar sama dengan pelayan bagaikan nyala api. Jangan hanya setia tetapi tidak suci seperti Saulus. Ia setia berkobar; giat tetapi untuk membunuh, membenci. Ini karena tidak suci.
    Karena itu kalau tidak suci, tidak akan bisa melayani. Kalau tidak pintar atau kaya, tetapi suci, bisa melayani.

    Daniel 7: 9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Takhta Tuhan dari nyala api.
    Jadi, pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar adalah takhta Tuhan di bumi. Ini tugas kita.
    Kita melayani bukan hanya tampil begitu saja, tetapi menampilkan takhta sorga.
    Kalau di dalam nikah menampilkan takhta sorga--nikah bersuasana takhta sorga--, enak sekali, betapa indah nikah itu. Kapan ini terjadi? Kalau suami, isteri suci dan setia berkobar-kobar.

    Dalam penggembalaan, harus menampilkan takhta sorga. Kalau ada takhta sorga, orang akan datang dengan sendiri. Demikian juga saat fellowship, tidak perlu dipaksa datang.

    Menampilkan takhta kemuliaan artinya setiap langkah kita memuliakan Tuhan.
    Kalau ini terjadi kita akan menjadi biji mata Tuhan.

    Menampilkan takhta Tuhan dan menjadi biji mata Tuhan artinya menjadi kesayangan Tuhan.
    Wahyu 1: 14
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Mari kita harus menjadi imam dan raja. Mulai pegang pedang--disucikan--sehingga menjadi imam.
    Kemudian memiliki pandangan, pikiran, dan aktivitas rohani--setia berkobar. Itu saja.

    Tadi mata Tuhan bagaikan nyala api. Pelayan Tuhan yang suci, setia berkobar bagaikan nyala api.
    Jadi pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar sama dengan biji mata Tuhan sendiri.

    Kalau menampilkan takhta Tuhan dan menjadi biji mata Tuhan, hasilnya:


    • Kita mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib di tengah kesulitan dunia, celaka marabahaya dan sebagainya, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
      Bukan hanya sebutir pasir tidak bisa masuk, tetapi juga mata antikris tidak bisa melihat kita--jauh dari mata ular. Luar biasa!

      Jangan takut apapun status kita. Kalau kita bisa menunjukkan bahwa kita dewasa rohani--pegang pedang, hidup suci dan setia berkobar--, Yesus akan memandang kita dan kita menjadi takhta Tuhan.


    • Pertolongan Tuhan pada waktunya.
      Ibrani 4: 16
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Tadi takhta Tuhan sama dengan takhta kemuliaan, artinya setiap langkah kita memuliakan Tuhan. Kalau ada kemuliaan Tuhan, akan ada perlindungan, pemeliharaan Tuhan--menjadi biji mata Tuhan--, dan ada takhta kasih karunia--kita mendapatkan pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

      "Sejak dulu saat masih pengerja, saya sudah mengalami istilah 'tepat pada waktunya'. Pernah dari wonokromo harus jalan, tetapi tepat pada waktunya ada, sehingga tidak perlu jalan."


  3. Ibrani 11: 25
    11:25. karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

    Musa rela sengsara daging untuk meninggalkan istana.

    Tanda ketiga kedewasaan rohani: rela sengsara daging karena Yesus; rela memikul salib bersama Dia.

    Tadi, tanda kedewasaan: kesucian lewat pedang firman; tidak mau menjadi anak setan, tetapi anak Allah sampai menjadi mempelai wanita Tuhan. Penginjilan harus ditingkatkan kepada pengajaran. Kemudian suci, setia berkobar-kobar.
    Kita menjadi biji mata Tuhan dan takhta sorga.

    Sekarang kita RELA MEMIKUL SALIB BERSAMA YESUS.
    Yohanes 1: 29
    1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

    Waktu nabi Yohanes Pembaptis masih bebas membaptis, lalu Yesus datang ia sok kenal: Yesus hebat, luar biasa ("Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia"). Tetapi saat di dalam penjara, ia ragu pada Yesus.
    Hati-hati! Jangan sok kenal, tetapi harus kenal sungguh-sungguh. Petrus juga sok kenal saat peristiwa lima roti dua ikan bisa memberi makan lima ribu orang, tetapi saat Yesus mau disalib, ia menyangkal Tuhan.

    Matius 11: 2-6
    11:2. Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
    11:3. lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "
    Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
    11:4. Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
    11:5. orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
    11:6. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

    "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" = sekarang banyak yang ragu. Karena itu kita mengenal Yesus yang nomor satu adalah harus mengenal salib-Nya.

    "Itu sebabnya di Lempin-El diajarkan salib Tuhan dulu, baru bisa mengenal semuanya. Kalau mengenal kuasa-Nya dulu, saat menghadapi salib, akan ragu."

    Yohanes Pembaptis mengenal Yesus tetapi di dalam penjara ia ragu terhadap pribadi Yesus.
    Untunglah ia mendengar firman penggembalaan--'apa yang kamu dengar dan kamu lihat'. Dia dikuatkan oleh firman penggembalaan.

    Lukas 2: 20
    2:20. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

    'Apa yang didengar dan dilihat' menunjuk pada firman penggembalaan--pengalaman gembala.
    Karena itu kalau ragu-ragu jangan bergosip. Kalau bergosip, akan terhilang.

    Firman penggembalaan ditambah salib--penjara; malam ini dalam bentuk perjamuan suci--adalah kekuatan ekstra dari Tuhan sehingga kita bisa menjadi kuat teguh hati, artinya: tidak kecewa dan menolak Yesus sekalipun sengsara--belum diberkati, belum ditolong oleh Tuhan--, bahkan sampai bisa menikmati salib--'berbahagialah orang lapar....'.

    "Saya pernah mengalami saat saya tidak bisa makan. Saya marah. Saya mau bekerja lagi, tetapi untung ditolong Tuhan sampai saya bisa berkata: Sekalipun aku digaji 100x aku tetap mengikut Engkau sekalipun tidak diberi beras. Itu namanya menikmati salib."

    Apa penderitaan kita? Kesakitan, kekurangan? Tetap dengar firman ditambah dengan salib. Kita mantap dalam pengalaman salib, bahkan menikmati pengalaman salib.
    Matius 27: 61
    27:61. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

    Yang lain sudah pergi, tetapi Maria 'duduk' artinya menikmati pengalaman salib; sengsara bersama Yesus.
    Maria gambaran wanita secara jasmani. Ibu hamba Tuhan/ibu gembala seharusnya lebih tahan dalam pengalaman kematian dari pada suaminya. Tetapi hati-hati dalam pengalaman kebangkitan; Hawa tidak tahan dalam pengalaman kebangkitan (suasana taman Eden)--salah menggunakan berkat dan lain-lain.

    Wanita juga gambaran dari gereja Tuhan yang harus menikmati pengalaman kematian.

    Mengapa Tuhan izinkan kita memikul salib ?


    • Supaya kita bisa mengenal pribadi Yesus secara utuh--empat sifat tabiat Yesus; pribadi Yesus dalam salib-Nya.



      Putih= Yesus sebagai Anak Allah--hidup benar dan hidup suci.
      Merah= Yesus sebagai manusia yang sengsara.
      Mari hidup benar dan suci, dan rela sengsara untuk terlepas dari dosa dan sabar untuk menolong orang lain.

      Ungu= Yesus sebagai raja--kita menang atas dosa. Jangan berbuat dosa lagi.
      Biru= Yesus sebagai hamba--kita melayani dengan setia dan benar.

      Itulah empat sifat tabiat Yesus. Di dalam salib kita belajar untuk hidup benar, suci, rela menderita karena Yesus, menang atas dosa, dan melayani Dia dan sesama dengan setia dan benar.

      Kalau ini ada, kita tidak akan pernah menyangkal Yesus.


    • Di dalam salib kita mengalami kuasa Tuhan; mujizat Tuhan--orang lumpuh disembuhkan, orang buta melihat.
      Secara rohani: pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani yang berkenan kepada Tuhan, sampai sempurna, tidak bercacat cela.

      Apa cacat cela kita? Malam ini diubahkan semua oleh Tuhan.
      Kalau yang rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi.

      Secara jasmani: yang mustahil jadi tidak mustahil; tidak ada menjadi ada. Semoga menjadi pengalaman kita. Yang penting ada keubahan hidup lebih dulu.
      Kalau melihat yang jasmani dulu, nanti saat melihat api turun dari langit kita akan menyembah antikris--nabi palsu mengadakan tanda mujizat tetapi tanpa keubahan hidup.

      Mulai dari pembaharuan malam ini! Apa yang Tuhan tunjuk, mohon keubahan dari Dia, dan mujizat jasmani akan terjadi. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan; bagi Tuhan lebih mudah dari pada membalik telapak tangan.
      Dan kalau Dia datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai.

Mari masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, bukan penyembahan berhala. Serahkan semua untuk pembangunan tubuh Kristus.
Syaratnya: dewasa rohani.
Tanda dewasa rohani:

  1. Pegang pedang penyucian.
  2. Setia dan berkobar-kobar--memiliki pandangan rohani.
  3. Pikul salib.

Mujizat Tuhan akan kita alami.
Yang belum melayani, berdoa, supaya ada jabatan dari Tuhan.
Jangan mundur setapakpun!

Serahkan hidup, masalah, dan semuanya kepada Tuhan! Dia tidak menipu kita. Ada keindahan, kemuliaan, dan kuasa Tuhan di balik salib; ada segala-galanya di balik salib.
Serahkan hidup lebih dulu kepada Tuhan, setelah itu serahkan yang lainnya kepada Dia!

Memang ada penderitaan, dan kita harus mengalami percikan darah/salib. Mengapa Tuhan izinkan terjadi? Untuk mengenal Dia dalam salib-Nya. Itu yang paling kuat, tidak bisa goyah. Dan di balik salib ada kuasa-Nya untuk mengubahkan manusia daging dan menolong kita semua, bukan hanya di dunia tapi sampai masuk Yerusalem baru selamanya. Alangkah indahnya kalau sekeluarga bersama-sama di awan-awan yang permai. Doakan keluarga kita semuanya!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top