English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang I, 19 Februari 2009 (Kamis Malam)
Keluaran 12:3-4, setiap rumah harus memiliki seekor anak domba, yang nantinya disembelih dan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Persekutuan Semarang I, 26 September 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.Kita masih membaca ayat...

Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 29 September 2017 (Jumat Malam)
Mazmur 27: 7-14
27:7. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
27:8. Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka...

Ibadah Kaum Muda Malang, 31 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:38-40 terkena pada petinya Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian terdiri dari 2 bagian,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 208 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 31 Maret 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 11:8
11:8 Dan semua pegawaimu ini...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 tentang judul atau kata...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Desember 2012 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory (sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan).
Dibalik kematian, ada kebangkitan dan kemuliaan.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:

  1. ay. 1-10= tentang kebanggkitan Yesus atau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras (batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012).


  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinara kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (mulai diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).


  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina glory atau sinar kemuliaan.

Malam ini, kita masih membahas bagian kedua (PENYEBARAN KEGELAPAN).

Matius 28: 11-15
28:11. Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu
memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13. dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa
murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15. Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Penyebaran kegelapan= penyebaran kesaksian/berita palsu yang menolak kebangkitan Yesus. Dan ini berarti, juga menolak kematian Yesus= menolak kematian dan kebangkitan Yesus.

Penyebaran kegelapan didorong 2 kekuatan besar:

  1. mamon/uang/roh jual beli (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2012),
  2. roh dusa.

Malam ini kita masih mempelajari KEKUATAN MAMON/UANG.
Roh jual beli membuat rumah Tuhan menjadi pasar.

'rumah Tuhan'= rumah Tuhan secara jasmani dan kehidupan kita.

Tanda bahwa kehidupan itu tidak berfungsi lagi sebagai rumah Tuhan dan menjadi sarang penyamun/pasar:

  • di pasar selalu mencariyang murah= murahan= ibadah pelayanan tanpa tahbisan yang benar dan tanpa kesucian,
  • di pasar ada kebebasan= bebas dalam cara berpakaian, pergaulan dan semuanya,
  • pasar ditandai dengan keramaian= sukacita dunia dalam gereja Tuhan tanpa Firman Tuhan.

Praktik roh jual beli:

  1. hati terikat oleh keinginan akan uang= cinta akan uang.
    1 Timotius 6: 6, 10
    6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
    6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Kalau cinta akan uang, akibatnya:


    • beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari keuntungan jasmani, sehingga kehilangan keuntungan besar (ay. 6)= kehilangan 2 sayap burung nazar yang besar.

      Keuntungan besar= 2 sayap bburung nazar yang besar.

      Kalau kehilangan keuntungan besar, berarti masuk dalam aniaya antikris.


    • kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= merampas hak orang lain, terutama haknya Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).
      Akibatnya: tidak bisa masuk pembangunan tubuh Kristus, tetapi masuk pembangunan tubuh babel.


  2. Lukas 17: 26-30
    I17:26. Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
    17:27. mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
    17:28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka
    membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
    17:29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
    17:30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

    Lukas 19: 13, 20, 27
    19:13. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
    19:20. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah
    menyimpannya dalam sapu tangan.
    19:27. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan
    bunuhlah mereka di depan mataku."

    'sapu tangan'= untuk menghapus keringat (hasil kegiatan).
    1 mina ditaruh di sapu tangan= sibuk dalam hal-hal jasmani, sehingga tidak ada kesempatan untuk berdagang (memperkembangkan talenta= tidak setia).

    Praktik roh jual beli yang kedua: tidak setia dalam ibadah pelayanan.

    Akibatnya: binasa untuk selamanya (ay. 27).


  3. Wahyu 13: 16-18
    13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17. dan tidak seorangpun yang dapat
    membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah
    enam ratus enam puluh enam.

    Praktik roh jual beli yang ketiga: menerima cap 666 dari antikris di dahi dan tangan kanan, sehingga tidak mengalami pembaharuan/keubahan hidup, tetap menjadi manusia darah daging (tubuh, jiwa dan rohnya daging, seperti binatang buas)= telanjang.

    Akibatnya: tidak bisa kembali ke Firdaus dan tidak bisa masuk Yerusalem Baru (dulu Adam dan Hawa diusir dari taman Eden karena berbuat dosa dan telanjang).

2 Timotius 3: 1-5
3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2. Manusia akan
mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
3:3.
tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
3:4.
suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
3:5. Secara lahiriah
mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

= 18 sifat tabbiat daging= 666.
Kita harus hati-hati, karena yang dicap 666 ini justru orang-orang yang beribadah, tetapi memungkiri kekuatan ibadah.
KEKUATAN IBADAH ADALAH FIRMAN PENGAJARAN BENAR.

Memungkiri kekuatan ibadah, artinya:

  • tidak mengutamakan Firman pengajaran benar dalam ibadah, tetapi mengutamakan perkara-perkara jasmani.
  • mengorbankan pengajaran benar untuk mendapatkan perkara jasmani.

Akibatnya: tidak mengalami pembaharuan, sehingga tetap menjadi manusia darah daging dengan 18 sifat tabbiat daging (dicap 666).

SIKAP YANG BENAR: dalam ibadah pelayanan, harus mengutamakan Firman pengajaran benar, sebab itulah Pribadi Tuhan.
Artinya: kita mendengar Firman pengajaran dengan sungguh-sungguh sampai taat dengar-dengaran.
Dan kita akan mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Kalau sudah mengalami pembaharuan, kita tidak bisa dicap dengan 666, sebab yang bisa dicap 666 kalau tubuh, jiwa dan rohnya daging.

Matius 24: 32
24:32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

Yang harus dibaharui adalah kita belajar dari pohon ara yang melembut untuk bisa berbuah. Kalau rantingnya tetap keras, tidak akan bisa berbuah.

3 hal yang harus diubahkan/dibaharui:

  1. keubahan dalam nikah rumah tangga (belajar dari pohon ara di taman Eden).

    Pohon ara di taman Eden tidak berbuah, tetapi daunnya dipakai untuk menutupi ketelanjangan nikah Adam dan Hawa.

    'daun'= kebenaran diri sendiri.

    Yesaya 64: 6
    64:6. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

    (terjemahan lama)
    64:6. Tetapi kami sekalian seperti seorang najis jua dan segala kebenaran kami seperti sehelai kain yang larah, sebab itu kami sekalianpun
    luruh seperti daun dan kami dibawa oleh kejahatan kami seperti diterbangkan oleh angin.

    Kebenaran diri sendiri inilah yang banyak membuat nikah tidak bisa berubah dan berbuah.

    Praktik nikah dengan kebenaran diri sendiri:


    • Kejadian 3: 6-7
      3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
      3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka
      menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

      Praktik pertama: istri menjadi kepala atas suami (susunan nikah yang salah).

      Istri menjadi kepala= istri memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga dan mengajar/memerintah suami (memberi buah terlarang pada suami).

      Akibatnya: Yesus tidak menjadi kepala dalam rumah tangga, tetapi yang menjadi kepala adalah ular, sehingga rumah tangga itu benar-benar gelap. Mulai ada kebencian sampai pada puncaknya dosa.


    • Kejadian 3: 11-13
      3:11. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
      3:12. Manusia itu menjawab: "
      Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
      3:13. Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "
      Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

      Praktik kedua: menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan dan setan.
      Akibatnya: tidak bisa bertobat lagi dan masuk dalam suasana kutukan.

      Kejadian 3: 17-19
      3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
      3:18. semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
      3:19. dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

      suasana kutukan= susah payah, letih lesu, air mata, kepedihan sampai debu menjadi debu (makanan dari ular= tidak berubah hidupnya= kebinasaan).


    PEMBAHARUAN NIKAH adalah


    • suami kepala dari istri dan anak-anak merupakan anggota tubuh untuk meringankan beban orang tua (dalam bentuk taat dengar-dengaran).


    • saling mengasihi dan saling mengampuni. Dan Tuhan akan menjadi Kepala dalam rumah tangga. Dan rumah tangga ada dalam suasana berkat jasmani dan rohani, bukan suasana kutukan.


  2. Perkara kedua yang harus dibaharui: pembaharuan dalam ibadah pelayanan (belajar dari phon ara di pinggir jalan).

    Matius 21: 18-19
    21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
    21:19. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain
    daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

    Pohon ara dipinggir jalan sudah berdaun lebat, tetapi tidak berbuah.
    Artinya: sudah melayani Tuhan,t etapi tidak memuaskan Tuhan.
    Akibatnya: dikutuk oleh Tuhan (kering rohaninya, tidak puas, sehingga mencari kepuasan di dunia ini sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa).
    Atau kesukaan dunia dibawa masuk dalam gereja, tetapi tetap tidak menghasilkkan kepuasan dan hanya membawa pada kebinasaan.

    Mengapa sudah melayani tetapi tidak memuaskan Tuhan?
    Yeremia 48: 10a
    48:10a. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai

    Penyebabnya adalah melayani Tuhan dengan lalai (tidak setia dalam ibadah pelayanan).

    Kalau sudah tidak setia (menyembunyikan mina dalam sapu tangan), pasti ada kebenaran diri sendiri (menghakimi orang lain).

    Lukas 19: 20-23
    19:20. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
    19:21. Sebab aku takut akan tuan, karena
    tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
    19:22. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang
    jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
    19:23. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.

    Menghakimi orang lain= tidak benar.
    Jadi, pelayanannya tidak setia dan tidak benar. Dan ini benar-benar membawa pada suasana kutukan.

    PEMBAHARUAN DALAM IBADAH PELAYANAN adalah setia dan benar, setia dan tanggung jawab, serta setia dan baik. Dan kita akan mendapatkan buah kebaikan.

    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kalau ibadah pelayanan kita dibaharui, kita akan mengalami kebahagiaan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun dan kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


  3. Perkara ketiga yang harus dibaharui: pembaharuan karakter.

    Ayub 32: 1-2
    32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia
    menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

    Ayub juga memakai daun ara (kebenaran diri sendiri, yaitu merasa lebih benar dari orang lain dan merasa lebih benar dari Tuhan).
    Ini salah satu kelemahan Ayub yang tersembunyi dan tidak disadari.

    Ayub diijinkan mengalami ujian habis-habisan untuk mengalami pembaharuan karakter.

    Ayub 42: 5-6
    42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal
    aku duduk dalam debu dan abu."

    Malam ini, mungkin kita sudah mengalami ujian habis-habisan. Tetapi maksud Tuhan adalah supaya kita mengalami pembaharuan karakter.
    Kalau belum mengalami, JANGAN TUNGGU UJIAN HABIS-HABISAN. Tetapi lewat pekerjaan Firman pengajaran dan perjamuan suci, kita bisa mengalami pembaharuan karakter.

    Firman dan perjamuan suci= kekuatan ganda untuk membaharui karakter kita.

    Hasilnya: Ayub melembut (duduk diatas debu)= mengaku bahwa ia hanya debu tanah liat.

    Malam ini, kalau karakter kita dibaharui, kita bisa megnakui bahwa kita hanya tanah liat belaka.
    Artinya: banyak kegagalan, tidak layak, tidak erdaya dan banyak kesalahan, tetapi hanya bergantung pada belas kasih anugerah Tuhan.

    Menghadapi apa saja, jangan bangga akan sesuatu dan jangan kecewa, sebab masih ada anugerah Tuhan. Inilah kekuatan yang terakhir dan terutama.

    Malam ini, TUHAN MENUNGGU SAMPAI KITA BISA MENGAKUI BAHWA KITA HANYA TANAH LIAT.

    Posisi tanah liat ada dalam Tangan Tuhan Sang Penjunan yang penuh belas kasih dan anugerah yang tidak terbatas oleh apapun.

    Hasilnya: Ayub dipulihkan 2 kali.
    Ayub 42: 10
    42:10. Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

    = Tangan Sang Penjunan mampu memulihkan kita secara jasmani dan rohani (pemulihan dobel).

    TUHAN MENUNGGU SAMPAI KITA BENAR-BENAR MELEMBUT.

    Tangan angurah Tuhan juga mampu menjadikan semua baik. Masa depan kita baik sampai satu waktu kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia (menjadi ciptaan semula yang sama mulia dengan Dia). Kita layak menyambut kedatangan Tuhan di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top