English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Natal Mojoagung, 14 Desember 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Raya Surabaya, 26 Februari 2012 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Soroako: "Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil"
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Tema ini dikaitkan...

Ibadah Pendalaman Alitab Surabaya, 27 September 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 28 September 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Talenta adalah harta Sorga yang suci, itulah jabatan pelayanan.

Matius 25:14-15
Jika...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Juni 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 November 2014 (Rabu Malam)
Puji Tuhan, selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Maret 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.
Jika gereja Tuhan tidak mau bersaksi, suatu waktu akan menjadi penyangkal-penyangkal Tuhan seperti Petrus.

= 3 kali...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Mei 2013 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Mei 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Singapura III, 15 Mei 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 September 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8
Secara garis besar, wahyu 8 terkena pada dua loh batu.

Kita sudah mempelajari tentang pengertian dari dua loh batu secara rohani: pengalamannya--salib--, beritanya--firman--, dan isinya--kasih Allah--(diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 02 September 2018). Ini yang harus menjadi milik kita hari-hari ini yaitu salib, firman, dan kasih Allah.

Malam ini kita belajar tentang dua macam dua loh batu:

  1. Keluaran 31: 18
    31:18. Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

    Yang pertama: dua loh batu yang mula-mula. Batunya dari Tuhan, dan ditulisi oleh jari Tuhan--semua dari Tuhan.

    Ini menunjuk pada pribadi Yesus, yang semuanya dari sorga, sebagai perwujudan kasih Allah kepada kita.


  2. Keluaran 34: 1
    34:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

    Karena dua loh batu mula-mula dipecahkan Musa, maka Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat yang baru.

    Yang kedua: dua loh batu yang baru, yang sama dengan yang mula-mula. Batunya dari gunung Sinai--dunia--, dan ditulisi oleh Tuhan lewat Musa, sehingga sama dengan dua loh batu yang mula-mula.
    Batu menunjuk pada manusia keras hati yang berdosa.

    Jadi, dua loh batu yang baru adalah manusia keras hati yang berdosa, yang dibentuk untuk menjadi sama mulia dengan Yesus--menjadi sama dengan dua loh batu yang mula-mula.

Proses pembentukan dua loh batu yang baru, yang sama dengan yang mula-mula--proses pembentukan manusia berdosa menjadi sama dengan Yesus--:

  1. Keluaran 32: 19
    32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

    Proses pertama pembentukan dua loh batu yang baru: penebusan.

    Dua loh batu membuat sepuluh hukum Allah, salah satunya adalah jangan menyembah berhala.
    Musa turun dari gunung Sinai dengan membawa dua loh batu yang mula-mula, sementara itu di bawah gunung bangsa Israel menyembah berhala. Kalau Musa mempertahankan dua loh batu yang mula-mula, maka bangsa Israel harus binasa semuanya karena sudah menyembah berhala--melawan hukum Allah.

    Oleh sebab itu Musa memecahkan dua loh batu sehingga bangsa Israel selamat.
    Ini sama dengan penebusan--dari pada bangsa Israel mati semua, lebih baik dua loh batu dipecahkan; ada yang menggantikan bangsa Israel.

    Di dalam perjanjian baru, penebusan adalah Yesus, manusia yang tidak berdosa harus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkan manusia berdosa. Lebih baik Yesus yang mati dari pada seluruh manusia binasa--tadi dari pada seluruh Israel mati, lebih baik dua loh batu dipecahkan.

    Keluaran 32: 20
    32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

    Kalau dua loh batu dipecahkan, maka anak lembu emas juga dihancurkan--dibakar dan digiling sampai halus, kemudian abunya harus diminum oleh umat Israel.

    Roma 3: 23-24
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

    Semua manusia di dunia sudah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan/gambar Allah Tritunggal. Oleh sebab itu, kita harus mengalami penebusan oleh darah Yesus di kayu salib. Tidak ada jalan lain. Karena itu lebih baik satu orang yang mati dari pada semua manusia binasa--Yesus mati, dan kita hidup.

    Darah Yesus menebus kita dari dua hal:


    • Yang pertama: darah Yesus menebus kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, termasuk dosa-dosa yang halus, yang tidak disadari--tadi anak lembu emas dibakar dan digiling sampai halus.
      Puncaknya dosa= dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan).

      1 Korintus 5: 7, 11
      5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      'anak domba Paskah kita juga telah disembelih'= darah Yesus.
      'sekalipun menyebut dirinya saudara'= saudara seiman; orang kristen, hamba/pelayan Tuhan, tetapi masih banyak terikat dosa. Harus ditebus dari dosa!

      Kita harus ditebus dari enam dosa yang mendarah daging dalam hidup kita; menguasai tubuh, jiwa, dan roh kita:


      • Mengikat tubuh= cabul dan pemabuk (dosa percabulan dan makan minum).
      • Mengikat jiwa--menjadi tabiat--= kikir, pemfitnah, penipu.
      • Mengikat roh= penyembahan berhala.
        Berhala bisa berupa jimat, dukun, atau segala sesuatu yang membuat kita tidak bisa mengasihi Tuhan; tidak bisa mengutamakan Tuhan. Bukan tidak boleh sekolah atau bekerja, tetapi kalau itu menghalangi kita untuk mengutamakan Tuhan, kita harus bergumul. Kekuatan darah Yesus menolong kita semua.


      Kemudian ditebus dari dosa yang halus-halus yaitu:


      • Dosa kebiasaan, yaitu dosa tidak beribadah.
        Ibrani 10: 25-27
        10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
        10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
        10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

        'seperti dibiasakan'= sudah biasa, tidak merasa bersalah, padahal ini merupakan dosa--dosa halus. Kalau mencuri atau berzinah, masih tahu kalau sudah berbuat salah, tetapi kalau dosa tidak beribadah sudah tidak disadari lagi, termasuk oleh hamba Tuhan. Waspada!

        Dua tingkatan tidak beribadah:


        1. Menjadi dosa kebiasaan, artinya tidak menyesal saat tidak bisa beribadah; tidak merasa bersalah saat tidak bisa beribadah kepada Tuhan.
        2. Sengaja tidak beribadah.


        Akibatnya: tidak ada penebusan lagi, tetapi api penghukuman. Hati-hati!

        Tadi, enam dosa yang mendarah daging seringkali bisa disadari, tinggal mau mengaku atau tidak; mau ditebus atau tidak, tetapi dosa tidak beribadah sering dianggap biasa saja bahkan oleh hamba Tuhan sekalipun, sampai sengaja tidak mau beribadah. Benar-benar melawan Tuhan.


      • Dosa warisan nenek moyang.
        1 Petrus 1: 18-19
        1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
        1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

        Seringkali kita berkata: Nenek saya dukun, saya juga menjadi dukun--mau mewarisi dosa.
        Dosa warisan bisa ditebus oleh darah Yesus!

        Dosa warisan, termasuk juga di dalamnya dosa adat istiadat yang tidak sesuai dengan kebenaran firman.

        "Dulu sewaktu saya masih kecil saya melihat orang-orang, anak mau belajar jalan,diberi telur untuk diinjak, supaya selamat dan panjang umur. Itu yang salah dan tidak boleh diikuti; menentang Tuhan. Keselamatan kita ada di kayu salib, bukan di ujung telur."

        kalau bicara soal adat istiadat ini harus sampai hati dan ginjal--perasaan terdalam--, bapak/ibu sendiri yang tahu sesuai dengan adat istiadat masing-masing. kalau kita tahu adat istiadat itu melanggar firman, jangan dilakukan. Tidak bisa diceritakan, nanti bertengkar, yang penting hati nurani sendiri. Soal keselamatan adalah di tangan Tuhan, bukan lainnya.

        Kalau di dalam adat istiadat ada dikaitkan dengan soal keselamatan atau melanggar firman, jangan dilakukan.
        Tidak semua adat istiadat melanggar firman. Bersalaman adalah contoh adat istiadat yang tidak melanggar firman. Hati nurani kita yang tahu. Dengan adat istiadat kita juga menghormati manusia, bukan menyembah karena hanya Yesus yang boleh disembah.

        Hati-hati, jangan sampai kita khilaf. Ini penting hari-hari ini! Kalau sudah terjadi, minta ampun pada Tuhan!


    • Keluaran 32: 20
      32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

      Yang kedua: darah Yesus menebus kita dari kutukan dosa--air pahit menunjuk pada kutukan dosa.

      Setiap dosa ada kutukannya, yang membuat hidup kita pahit, termasuk dosa adat istiadat, puncaknya dosa, dosa yang halus-halus juga. Jangan main-main!
      Air yang pahit= kepahitan hidup, letih lesu, beban berat, susah payah, air mata, bagaikan tertusuk duri; hidup itu pahit getir.

      Tetapi bersyukur, di kayu salib Yesus meminum anggur asam bercampur empedu yang pahit.
      Galatia 3: 10-14
      3:10. Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
      3:11. Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
      3:12. Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
      3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
      3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

      'bangsa-bangsa lain'= bangsa kafir.
      Di atas kayu salib, Yesus sudah menanggung segala kutukan dosa, dan melepaskan kita dari segala kutukan dosa, dan Ia menggantikannya dengan berkat Abraham--kita bangsa kafir berhak atas berkat Abraham--yaitu:


      • Berkat jasmani sampai anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain.
      • Berkat keselamatan itulah urapan Roh Kudus.


      Dalam urapan Roh Kudus kita bisa hidup dalam kebenaran--kita menerima keselamatan.


    Inilah penebusan. Manusia yang keras hati dan berdosa seharusnya mengalami kutukan dosa, oleh sebab itu harus ada penebusan. Yesus harus mati di kayu salib untuk menebus kita dari dosa dan kutukan dosa, sehingga kita tidak dikutuk tetapi menerima berkat Abraham; kita SELAMAT/HIDUP BENAR DAN DIBERKATI oleh Tuhan.

    Cara mengalami penebusan dari dosa dan kutukan dosa:


    • Oleh dorongan firman pengajaran yang benar kita menyadari, menyesali, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Darah Yesus akan mengampuni dosa-dosa kita, setelah itu jangan berbuat dosa lagi.


    • Oleh dorongan pedang firman kita mengaku dosa kepada diri sendiri dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi--tadi tiap umat Israel minum air pahitnya sendiri.


    Hasilnya: darah Yesus benar-benar menebus dan melepaskan kita dari dosa; kita hidup dalam kebenaran, sehingga batu keras ada harapan kita menjadi dua loh batu yang baru; sempurna seperti Yesus.

    Ada dua tempat persembunyian dosa yang begitu tertutup:


    • Waktu Musa turun dari gunung, umat Israel menari dan menyanyi berbalas-balasan; ramai.
      Yang pertama: dosa disembunyikan dalam pujian dan tarian kepada Tuhan yang ramai-ramai. Suasananya adalah kesukaan dunia.
      Karena itu di dalam ibadah jangan membawa suasana dunia yang membuat kerohanian merosot! Sekalipun sederhana, yang penting kita membawa suasana sorga; sukacita kita adalah sukacita sorga.


    • Yang kedua: bersembunyi di balik ayat-ayat firman Allah yang diputarbalikkan, seperti Adam dan Hawa bersembunyi di pohon buah-buahan yang boleh dimakan buahnya dengan bebas.
      Pohon buah-buahan yang boleh dimakan buahnya dengan bebas menunjuk pada firman.

      1 Korintus 7: 8-9
      7:8. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
      7:9. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

      "Dulu Pdt Totaijs seringkali senang menggunakan ayat ini untuk menerangkan tentang ayat-ayat yang diputarbalikkan. Janda di sini adalah yang suaminya meninggal dunia. Tetapi dputarbalik: Dari pada dia berzinah, lebih baik kawin. Ini yang dimaksud dengan bersembunyi di balik ayat-ayat. Kita harus hati-hati!"


    Kita ditebus dulu dari dosa dan kutukan dosa, sehingga bisa hidup benar; ada harapan menjadi dua loh batu yang baru.


  2. Keluaran 34: 1
    34:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

    Proses kedua pembentukan dua loh batu yang baru: batu harus dipahat, supaya bentuknya sama dengan dua loh batu yang mula-mula.

    Kita sudah dipilih dari batu-batu yang berserakan di dunia ini, yang tenggelam dalam lumpur dosa, untuk ditebus dan dibenarkan. Setelah itu batu harus dipahat, supaya menjadi sama dengan dua loh batu yang mula-mula; kembali pada gambar Allah.

    Tadi gambar setan yang dihapus lewat penebusan--manusia berdosa kehilangan gambar Allah sehingga hanya ada gambar setan. Kita sudah ditebus, tetapi belum ada gambar Allah. Karena itu perlu dipahat, supaya ada gambar Allah.
    Penebusan hanya menghilangkan gambarnya setan, tetapi belum ada gambar Allah.

    Tempat pemahatan adalah sistem penggembalaan; sistem ketekunan. Untuk memahat harus tekun.
    Kita harus berada dalam ruangan suci--KETEKUNAN DALAM TIGA MACAM IBADAH POKOK--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--kita dikembalikan pada gambar Allah Roh Kudus.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--kita dikembalikan pada gambar Anak Allah.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kita dikembalikan pada gambar Allah Bapa.


    Yang penting adalah ketekunannya.
    Di sinilah tempat pemahatan, supaya KITA DIKEMBALIKAN PADA GAMBAR ALLAH TRITUNGGAL. Harus tekun!

    Dengan apa kita dipahat? Pedang firman--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai. Doakan supaya selalu ada pembukaan firman!
    Ibrani 4: 12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Apa yang dipahat? Mulai dari bagian yang paling keras dari daging yaitu hati. Manusia daging itu keras tetapi rapuh, dan yang paling keras adalah hati. Ini yang harus dipahat lebih dulu untuk kembali pada gambar Allah Tritunggal.

    Langkah pemahatan:


    • Firman lebih tajam dari pedang bermata dua: tajam pertama untuk memotong dosa-dosa--proses penyucian.
      Matius 5: 27-28
      5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
      5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

      Ayat 27= perbuatan.
      Ayat 28= ketajaman pedang firman sampai ke dalam hati yang penuh dengan:


      • Keinginan jahat= cinta akan uang sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan.
        Buktinya: kikir dan serakah, seperti Yudas Iskariot.

        Yudas Iskariot sudah ditebus, tetapi tidak mau dipahat karena ia tetap mempertahankan hatinya yang keras, yaitu cinta akan uang, sehingga ia tidak mengasihi Yesus, malah menjual Yesus.

        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= mencuri milik sesama.

        Ini banyak terjadi di akhir zaman, yaitu hanya sampai di penebusan: Kita diberkati, penuh Roh Kudus. Baik, tetapi belum kembali pada gambar Allah. Yudas saja menolak pedang firman, apalagi kita. Harus sungguh-sungguh!

        Bukti pedang firman sudah menyucikan kita adalah kita lebih bahagia memberi dari pada menerima.


      • Keinginan najis= mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
        Bukti disucikan adalah kita hidup dalam kesucian.


      • Kepahitan hati= iri, benci, dendam, sampai kebencian tanpa alasan.
        Kalau hati pahit, mulut akan kering, yang menghasilkan perkataan sia-sia.

        Bukti disucikan adalah mulut bisa berkata benar dan baik; menjadi berkat bagi orang lain.


      Inilah tanda batu mulai dipahat lewat tajam pertama, yaitu PROSES PENYUCIAN SAMPAI MULUT BERKATA BENAR DAN BAIK; menjadi berkat bagi orang lain.
      Kalau tetap mempertahankan keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, bangsa kafir akan tetap segambar dengan anjing dan babi.

      Mari malam ini biar kita mulai dipahat. Hilangkan gambar anjing dan babi!


    • Langkah pemahatan kedua: tajam kedua dari pedang firman untuk membaharui.
      Yang lama sudah dipotong, dan menjadi hati yang baru.

      Hati kita dibaharui dari hati keras menjadi hati seperti Yesus.
      Yehezkiel 11: 19-20
      11:19. Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,
      11:20. supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.

      Hati seperti Yesus adalah HATI YANG TAAT.
      Filipi 2: 5-8
      2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
      2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
      2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

      Kalau hati kita seperti Yesus, maka pikiran dan perasaan kita juga seperti Yesus.
      Pikiran dan perasaan Yesus adalah taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.
      Sekarang bagi kita, hati dan pikiran kita dibaharui sehingga kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

      1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Kalau hati sudah taat sampai daging tidak bersuara lagi, maka kita bisa hidup suci dan saling mengasihi, dan sesudah itu kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, kemudian penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Melayani dalam nikah bukan berdasarkan pandai atau kaya. Maaf, banyak rumah tangga orang kaya hancur, begitu juga orang miskin. Bukan itu dasarnya, tetapi dasarnya adalah suci dan saling mengasihi.

      Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus= jubah indah. Melayani dalam nikah, indah, dalam penggembalaan, lebih indah, antar penggembalaan, lebih indah lagi, sampai yang paling indah saat Israel dan kafir menjadi satu tubuh, kita terangkat di awan-awan yang permai, bersama Yesus selamanya. Bertahan! Hidup itu akan semakin indah.

      Cara menerima jabatan pelayanan: lewat penyucian oleh pedang firman dan penumpangan tangan seorang gembala.
      1 Timotius 4: 14
      4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

      'nubuat'= penyucian oleh pedang firman.
      'penatua'= gembala.

      Sesudah memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sikap kita adalah setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Tuhan datang kembali. Jangan lalai!

      Yudas Iskariot tidak bisa mempertahankan jubahnya--lalai. Ia digantikan oleh Matias.
      Akibatnya: hidupnya tidak indah--ia menggantung diri--, sesudah itu jatuh tertelungkup--lebih tidak indah--, dan perutnya pecah, isi perutnya terburai--sangat tidak indah, sudah tidak ada keindahan lagi, berarti ia sudah kehilangan kemuliaan Tuhan, dan binasa selamanya.


    Bukti kembali pada gambar Allah: penyucian hati sampai mulut berkata benar dan baik, dilanjutkan dengan pembaharuan sampai taat dengar-dengaran--gambar Allah Tritunggal sudah ada di dalam hidup kita.

    Tidak ada alasan untuk tidak kembali pada gambar Allah.
    Yang diambil Musa adalah batu keras--kehidupan yang berkubang dalam kubangan dosa dan sebagainya. Yesus mengangkat batu-batu untuk ditebus dan dibenarkan sehingga berharga di hadapan-Nya.
    Belum cukup, harus dipahat dengan pedang firman untuk kembali pada gambar Allah Tritunggal.


  3. Proses ketiga pembentukan dua loh batu yang baru: dua loh batu harus ditulisi.
    Biar sudah hidup benar dan dipahat, kalau tidak ditulisi tetap kosong, tidak ada gunanya.

    Sepuluh hukum Allah sama dengan kasih Allah. Tanpa kasih Allah semua sia-sia dan binasa.
    Petrus dipakai Tuhan tetapi ketika Yesus berkata bahwa Ia mau ke Yerusalem untuk disiksa dan dibunuh, ia menarik Yesus ke samping--Petrus tidak ada kasih kepada Tuhan, dan akhirnya ia menyangkal Yesus. Petrus juga memotong telinga Malkus--Petrus tidak ada kasih pada sesama.

    Sudah ditebus, baik, sudah hidup benar dan diberkati, puji Tuhan, sesudah itu dipahat--disucikan dan dipakai Tuhan--, hidup semakin indah--kembali pada gambar Allah Tritunggal. Kalau hidup kita bertambah indah, itu berarti gambarnya Yesus ada di dalam kita; kita tahu sendiri. Tetapi tanpa kasih semuanya sia-sia.

    Salah satu penulisan kasih malam ini adalah lewat perjamuan suci.
    Lewat perjamuan suci Tuhan sedang menuliskan kasih-Nya di dalam hati kita masing-masing: Aku mengasihi engkau. Jangan ragu!
    Sebaliknya, di dalam perjamuan suci kita juga menulis: Aku mengasihi Engkau, Tuhan, lebih dari semua, dan mengasihi sesama, sampai mengasihi orang yang memusuhi aku.

    Bukti kita ditulisi kasih Allah dan kita mengasihi Dia: BERSANDAR DI DADA YESUS. Saat perjamuan suci adalah saat untuk bersandar di dada Tuhan.
    Yohanes 13: 23
    13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21: 20-23
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
    21:23. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

    (terjemahan lama)
    21:20. Maka berpalinglah Petrus, lalu melihat murid yang dikasihi oleh Yesus itu mengikut, maka ialah yang tatkala perjamuan malam
    bersandar di dada Yesus sambil berkata, "Ya Tuhan, siapakah yang menyerahkan Tuhan?"

    Batu yang berada di manakah kita? Kita mau ditebus oleh Tuhan. Lebih baik Yesus yang mati dari pada seluruh manusia binasa; dua loh batu lebih baik dipecahkan dari pada seluruh Israel mati. Ada penebusan, kita terlepas dari dosa sampai puncaknya dosa, termasuk dosa yang halus-halus. Kita hidup benar dan selamat. Kita terlepas dari kepahitan hidup dan lain-lain; kita hidup benar, selamat, dan diberkati oleh Tuhan.

    Belum cukup. Batu harus dipahat. Terima pengajaran! Kita digembalakan dalam pengajaran yang benar--tekun dalam tiga macam ibadah pokok. Kita terus dipahat sampai ada gambar Allah Tritunggal; mulai dari mulut berkata benar dan baik, taat dengar-dengaran, dan hidup dalam kesucian. Kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Taat dengar-dengaran sama dengan memiliki gambar Allah Tritunggal.

    Terakhir, kita DITULISI KASIH ALLAH lewat perjamuan suci. Kita bisa bersandar di dada Yesus, bukan pada pekerjaan atau kuliah.
    Yang bekerja harus kerja, yang kuliah harus kuliah, tetapi bukan pada itu semua kita bersandar. Kita bersandar di dada Tuhan; mengasihi Dia.

    Mengapa bersandar? Untuk menyerahkan segala kekurangan dan kelemahan kita kepada Tuhan.
    Mungkin kelemahan dan kekurangan secara jasmani--nilai turun, ekonomi turun dan sebagainya--atau secara rohani--kesucian turun, malas ibadah. Mari bersandar di dada Tuhan! Jangan bersandar pada manusia! Serahkan semua pada Tuhan!

    Saat bersandar di dada Yesus, yang kita dengar adalah degup jantung Tuhan. Kita hanya bergantung pada kasih dan kemurahan Tuhan. Setiap degup jantung kita adalah kasih dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir. Jangankan soal pekerjaan dan sebagainya, satu detak jantungpun bergantung pada kasih Tuhan yang tidak berubah selama-lamanya; kita seperti bayi dalam pelukan tangan Tuhan.

    Hasilnya:


    • Tuhan yang menentukan hidup mati kita. Dia sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, kiamat dan neraka, bahkan sampai kita menerima hidup kekal.


    • Hasil kedua: Tuhan sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Tetap bekerja dan kuliah yang baik sesuai dengan kebutuhan, tetapi jangan lupa kita tetap bergantung pada kasih dan kemurahan Tuhan. Dia yang menentukan semuanya.


    • 2 Tawarikh 14: 8-11
      14:8. Pasukan-pasukan Asa yang dari Yehuda jumlahnya tiga ratus ribu orang yang membawa perisai besar dan tombak, dan yang dari Benyamin jumlahnya dua ratus delapan puluh ribu orang yang membawa perisai kecil, sebagai pemanah. Mereka semua pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa.
      14:9. Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa.
      14:10. Lalu Asa maju menghadapinya. Mereka mengatur barisan perangnya di lembah Zefata dekat Maresa.
      14:11. Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: "Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya TUHAN, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya TUHAN, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!"

      'Mereka mengatur barisan perangnya'= Asa tetap mengatur barisan--tetap berusaha, bukan tidur--tetapi bersandar pada Tuhan, itulah yang menentukan.

      Hasil ketiga: Tuhan berperang ganti kita, untuk mengalahkan musuh yang lebih kuat--menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

      Kalau sudah menang--masalah selesai--, kita akan mengalami damai sejahtera, hidup enak dan ringan, wajah berseri.
      Salah satu bukti kembali pada gambar Allah adalah wajah berseri.
      Kalau wajah murung terus berarti belum ada kasih; masih kering.

      Mari, ditulisi kasih Allah malam ini! Kita mengasihi Dia lebih dari semua. Kita bersandar di dada-Nya; bergantung pada kasih-Nya. Serahkan semua pada Dia, biar Dia yang berperang ganti kita. Dia yang menentukan semuanya sampai pada kesempurnaan

      Jika Tuhan datang kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita sudah segambar dengan Allah Tritunggal, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak terpisah lagi selama-lamanya.

Inilah rumus kita untuk menghadapi apapun, yaitu hanya bersandar di dada Tuhan.
Serahkan semua kepada Dia, biar Dia memeluk kita seperti bayi-bayi yang tidak berdaya. Dalam persoalan apapun, Dia berperang ganti kita; Dia yang menentukan semuanya.

Serahkan semua sampai wajah berseri--hati damai; dua loh batu sudah dipahat dan ditulisi.
Dia sudah menyerahkan semua bagi kita, sekarang kita juga menyerahkan semua untuk Dia. Jangan ragu! Kasih Tuhan tidak berubah; detak jantung-Nya tidak pernah berubah, tidak pernah tergoncang oleh apapun.
Perjamuan suci adalah uluran tangan kasih dan kemurahan Tuhan yang mampu melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita bersama dengan keluarga kita masing-masing. Doakan keluarga kita!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top