English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Maret 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sandatoding
Selamat sore dan salam sejahtera. Biarlah damai sejahtera bahagia Tuhan menyertai kita sekalian.

Matius 10: 34-42
10:34. "Jangan kamu...

Ibadah Raya Malang, 31 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang sangkakala yang kelima,...

Ibadah Raya Malang, 21 April 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Juli 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Maret 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:
= dalam susunan Tabernekal menunjuk pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan...

Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman...

Ibadah Doa Malam Malang, 27 April 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

2 Korintus 12:7
12:7 Dan supaya aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Februari 2016 (Kamis Sore)
Siaran Langsung dari Toraja

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juli 2009 (Kamis Sore)
Wahyu 19:9, adalah tentang KEBAHAGIAAN.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat mutlak dibutuhkan,...

Ibadah Doa Malang, 06 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih...

Ibadah Doa Malang, 31 Mei 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session III

-- Tentang Bejana Pembasuhan (Kolam Pembasuhan) --

Keluaran 30:17-21 menunjuk pada perintah untuk membuat bejana pembasuhan.
Keluaran...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Januari 2009 (Selasa Siang)
ad. 3. Perlengkapan dari Tuhan, yaitu nama 'AKU ADALAH AKU' dan uluran tangan...

Ibadah Raya Malang, 06 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sekalipun Yudas Iskariot dan Petrus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 12

8:12. Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Anak Allah atas dunia dan segala isinya (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2019).
Akibatnya: sepertiga matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap. Secara jasmani akan terjadi, tetapi secara rohani artinya: HIDUP DALAM KEGELAPAN; sama dengan tidak menjadi saksi Tuhan tetapi batu sandungan.

Yohanes 11: 10
11:10. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

Praktik menjadi batu sandungan: gampang tersandung, tersinggung, menjadi sandungan bagi orang lain, dan menyebabkan orang berbuat dosa.

Ada dua macam sandungan:

  1. Sandungan dari dalam diri sendiri yang membuat kita berbuat dosa, yaitu mata, kaki, dan tangan (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2019).
  2. Sandungan dari luar.

AD. 2
Sandungan dari luar kita kenal dengan tiga 'TA':

  1. takhTA= kedudukan.
  2. (maaf) waniTA.
  3. harTA.

TAKHTA/KEDUDUKAN
Yehezkiel 18: 30
18:30. Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.

Yudas 1: 11
1:11. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

Batu sandungan sama dengan kedurhakaan/memberontak--dikaitkan dengan Korah.
Kalau digabung, batu sandungan sama dengan mendurhaka dan memberontak untuk MENUNTUT PANGKAT/KEDUDUKAN seperti Korah, baik dalam rumah tangga, penggembalaan, maupun antar penggembalaan--termasuk organisasi--, dengan menghalalkan segala cara yang tidak sesuai dengan firman Allah.

Dalam rumah tangga hati-hati, seringkali isteri menjadi kepala dari suami--menuntut kedudukan. Di dalam penggembalaan dan antar penggembalaan juga menuntut pangkat.
Ini sama dengan beribadah melayani tetapi tidak sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.
Contoh: isteri seharusnya menjadi tubuh dan suami kepala, tetapi menuntut untuk menjadi kepala--tidak sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan; tidak sesuai firman--; dalam penggembalaan, bukan gembala tetapi menuntut untuk jadi gembala sehingga tidak bisa memberi makan.

Bilangan 16: 10-11, 31-32
16:10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
16:11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
16:31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
16:32. dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

Kalau menuntut pangkat/kedudukan, akibatnya: turun ke dunia orang mati, artinya:

  1. Mengalami kemerosotan secara jasmani dan rohani.
    Dalam rumah tangga kalau kedudukan salah, akan terjadi kemerosotan, bukan naik.
    Kita harus hati-hati!
    Kalau bukan gembala tetapi menjadi gembala, jemaat akan merosot. Mungkin naik, tetapi lama kelamaan turun, dan tinggal tunggu kehancurannya--seperti menara Babel yang akhirnya tinggal satu batu dan masih dilemparkan lagi ke dalam laut, tidak ada bekasnya.

    Perhatikan jabatan dari Tuhan! Dalam rumah tangga, suami sebagai kepala dari isteri dan seterusnya. Dalam penggembalaan, jabatan gembala, pemain musik harus sungguh-sungguh.


  2. Mengalami kematian rohani, artinya tidak pernah puas, sehingga selalu bersungut, bergosip, memfitnah sampai menghujat Tuhan--menyalahkan ajaran yang benar, dan membenarkan yang salah.


  3. Menuju kematian kedua, neraka selamanya.

Inilah takhta/kedudukan yang menjadi sandungan. Kalau kita menuntut kedudukan dengan menghalalkan segala cara yang tidak sesuai dengan firman, ini yang akan menjadi batu sandungan, sehingga mengalami kemerosotan, kematian rohani, sampai kematian kedua di neraka.

WANITA
Wahyu 18: 21
18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Babel= perempuan Babel= wanita.
Matius 18: 6
18:6. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

'menyesatkan'= menyandung.
Tadi, batu kilangan menunjuk pada perempuan Babel. Di sini batu kilangan menunjuk pada dosa sandungan.

Jadi, batu sandungan adalah batu kilangan yang dilemparkan ke laut; sama dengan perempuan Babel--dosa Babel yaitu DOSA MAKAN MINUM DAN KAWIN MENGAWINKAN.

Ini yang jadi batu sandungan hari-hari ini. Dosa Babel ini bebas hambatan dan cepat. Kelihatan baik-baik, tiba-tiba sudah jatuh; tersandung. Kita harus hati-hati!
Dosa makan minum= merokok, mabuk, narkoba. Hati-hati, kita tidak sadar dibawa ke sana.
Dosa kawin mengawinkan= dosa percabulan dan nikah yang salah. Hati-hati!

"Tadi saya ingatkan anak saya: Hati-hati, dari kecil bisa menurut, baik, tetapi setelah masalah jodoh dan pernikahan, berat."

Kalau masuk dalam dosa Babel, akibatnya: tenggelam dalam lautan api dan belerang; binasa selamanya.

Inilah sandungan dari luar. Hati-hati kalau kita banyak menuntut pangkat/kedudukan sampai tidak sesuai firman, itu berarti kita sudah tersandung.
Kemudian hati-hati dengan dosa Babel.

HARTA
Yehezkiel 7: 19-20
7:19. Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.
7:20. Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan. Dari emas dan perak itu mereka membuat patung-patungnya yang keji dan dewa-dewanya yang menjijikkan; oleh sebab itu Aku akan menjadikan emas dan peraknya cemar bagi mereka.

Emas dan perak= kekayaan/harta.
Emas dan perak jasmani menjadi batu sandungan jika dibuat menjadi patung--HARTA MENJADI BERHALA YANG DISEMBAH, BUKAN MENYEMBAH TUHAN LAGI.
Boleh kaya, tetapi tidak boleh menjadi berhala yang disembah.

Praktik emas dan perak menjadi berhala yang disembah:

  1. Beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara jasmani--kekayaan.
  2. Tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan karena mengejar perkara jasmani--harta jasmani.
  3. Kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah= merampas milik orang lain--korupsi, menipu, hutang tidak bayar dan lain-lain--, terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

Tadi, kedudukan menjadi batu sandungan terutama kedudukan dalam ibadah pelayanan dan nikah. Tetapi sekarang kedudukan di dalam kantor juga diperebutkan dengan cara tidak halal, sehingga berbuat dosa--saling menyingkirkan dan lain-lain. Jangan ikut-ikut!
Kemudian dosa Babel, dan terakhir harta juga menjadi batu sandungan sampai kikir dan serakah.

Kisah Rasul 3: 1-6
3:1. Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
3:2. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
3:3. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
3:4. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
3:5. Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Keadaan orang yang diikat oleh emas dan perak jasmani--keadaan gereja hujan awal yang sama dengan keadaan gereja hujan akhir--adalah terikat pada emas dan perak jasmani; memberhalakan emas dan perak jasmani, sehingga menjadi batu sandungan.
Akibatnya: lumpuh secara rohani--cacat cela, tidak sempurna; tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Lumpuh secara rohani artinya:

  1. Tidak bisa masuk pintu gerbang Bait Allah= tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Mulai dari gembala sudah tidak setia dalam ibadah pelayanan--tidak setia dalam memberi makan sidang jemaat.

    Kalau dalam penggembalaan gembala sudah tidak setia--tidak memberi makan sidang jemaat--, ini sudah merupakan kelumpuhan total, dan jemaat juga total sekalipun secara jasmani hebat. Bertemu dengan Petrus--gambaran dari hamba Tuhan--yang diharapkan bukan firman, tetapi emas dan perak jasmani; terserah mau ada firman atau apa, siapa yang mengajar, ajarannya palsu atau apa, terserah, yang penting emas dan perak jasmani.
    Inilah kelumpuhan yang menimpa gereja Tuhan.


  2. Hidupnya tidak indah.
  3. Meminta-minta--'meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah'--=


    1. Menjadi beban bagi orang lain.
      Hati-hati! Di dalam rumah tangga, kalau anak jadi beban bagi orang tua, itu sudah lumpuh rohani. Begitu juga kalau suami atau isteri menjadi beban, gembala jadi beban bagi sidang jemaat.


    2. Kikir dan serakah; tidak bisa memberi.


  4. Orang lumpuh ini ada di tempat tidur/tilam= jatuh bangun dalam dosa kenajisan, dan terjadi kehancuran nikah dan buah nikah.
    Dosa kenajisan--makan minum dan kawin mengawinkan--sudah biasa dalam gereja, tidak ada tegoran dan lain-lain. Kalau masih ditegor firman, bersyukur, berarti masih mau disembuhkan/dibangkitkan dari kelumpuhan. Tetapi kalau tidak ada tegoran firman, akan terus lumpuh seumur hidupnya dan ketinggalan saat Tuhan datang kembali.


  5. Tidak bisa masuk pintu sorga, tetapi tenggelam di dalam lautan api dan belerang. Masuk pintu ibadah saja tidak bisa--tidak mau beribadah--apalagi masuk pintu sorga, tidak mungkin bisa.

Ini yang terjadi di akhir zaman: sandungan lewat takhta/kedudukan, wanita, dan harta.

Kaya secara jasmani, bagus, kita berdoa supaya diberkati, tetapi jangan sampai tidak seimbang dengan yang rohani. Kalau timbangannya hanya emas dan perak jasmani, bahaya, akan lumpuh.
Oleh sebab itu, supaya tidak tersandung dengan emas dan perak jasmani--kekayaan jasmani--, kita harus mengejar emas dan perak rohani--kekayaan rohani--, yaitu:

  1. 1 Petrus 1: 18-19
    1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
    1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

    Pengertian pertama emas dan perak rohani: penebusan oleh darah Yesus; kelepasan dari dosa oleh darah Yesus.

    Jangan sampai kita mencari emas dan perak jasmani sampai berbuat dosa! Salah! Kita harus mengalami penebusan oleh darah Yesus. Emas dan perak jasmani datang, tidak apa-apa, asalkan dosa pergi. Jangan sampai emas dan perak jasmani datang, tetapi dosa juga datang--berbuat dosa untuk mendapatkan yang jasmani. Itu yang menjadi batu sandungan.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Proses penebusan oleh darah Yesus--kelepasan dari dosa--: oleh dorongan pedang firman kita bisa menyadari dosa-dosa kita, menyesali dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama, termasuk dosa warisan.
    Kalau tidak ada pedang firman, kita tidak akan tahu dosa kita.

    Dosa warisan adalah tidak taat (mulai dari peristiwa Adam dan Hawa di taman Eden)--tadi di dalam 1 Petrus 1: 18: 'yang kamu warisi dari nenek moyangmu'. Kita harus bisa terlepas.
    Tidak taat sama dengan dosa bertenung/penyembahan berhala--pada peristiwa Saul saat ia tidak taat, Samuel berkata: Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.

    Dosa warisan juga termasuk adat istiadat yang tidak sesuai dengan firman. Kita harus waspada hari-hari ini.
    Matius 15: 3
    15:3. Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

    Demi adat istiadat kita seringkali melanggar firman Allah.
    Sebenarnya adat istiadat mengatur sopan santun kita saat bertemu orang lain. Tetapi banyak kali adat istiadat mau mengatur soal keselamatan. Kalau keselamatan bergantung pada adat istiadat, lalu kita yang sudah mengerti firman mengikuti itu, di mana Yesus waktu itu? Ini tanda tidak ada penebusan.

    Mari, akui semua, baik dosa warisan--tidak taat dan dosa adat istiadat--maupun dosa sendiri lewat perkataan, perbuatan, sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), sehingga darah Yesus aktif untuk dua hal:


    • Mengampuni dosa kita; menghapus dan menutupi dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi.
    • Menyucikan kita dari segala dosa--mencabut akar-akar dosa, supaya kita tidak berbuat dosa lagi; kita mengalami kelepasan dari dosa.
      1 Yohanes 1: 9
      1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

      Saat itu Tuhan melihat kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu; Tuhan tidak bisa menuntut dosa kita, setan tidak bisa menuduh kita, dan hati nurani tidak bisa menuduh kita. Inilah penebusan yang lebih mahal dari emas dan perak jasmani.

      Kalau hati nurani tidak menuduh kita, maka kita juga tidak mau menuduh orang lain.


    Hasil dari penebusan:


    • Kita mengalami damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan.
    • Kita bisa hidup dalam kebenaran, dan menjadi senjata kebenaran, yaitu hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dalam kebenaran, sesuai dengan firman; kita benar-benar bebas dari maut.

      Amsal 11: 4
      11:4. Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

      Punya harta jasmani, boleh, tetapi ingat, pada zaman antikris berkuasa sampai kedatangan Tuhan, itu semua tidak bisa menjamin kita--ada batas waktunya. Karena itu sangat rugi kalau kita hanya mengejar emas dan perak jasmani sampai tersandung dalam dosa.

      Sebaliknya, kalau hidup dalam kebenaran, kita akan terbebas dari maut, itulah hukuman Allah dan neraka, malah kita diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain.
      Amsal 10: 2-3
      10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
      10:3.
      TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

      'Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna'= tidak ada gunanya kita mendapatkan harta jasmani sampai menipu dan sebagainya.


    Hari-hari ini jangan sampai tersandung dengan tiga hal di atas: takhta/kedudukan, wanita, dan harta--semua berasal dari Tuhan, Dia sudah mengatur semua, kita tinggal mengikuti saja--:


    • Takhta.
      Di dalam nikah perhatikan kedudukan masing-masing. Demikian juga dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.
      Jangan sampai mengejar sesuatu sampai menghalalkan segala cara, itu sama dengan menggali lubang sendiri dan dia akan jatuh ke dalamnya. Jasmani dan rohaninya semakin merosot. Kalau hamba Tuhan, pelayanan semakin merosot sampai ke dunia orang mati--seperti Korah; mati rohani, bersungut, sampai binasa.


    • Wanita= dosa Babel.
      Hati-hati! Kita saling mendoakan hari-hari ini. Bergaul, tahu-tahu sudah ikut merokok.
      Masa-masa perkenalan, pacaran harus lebih sungguh-sungguh lagi karena dosa Babel mengincar kita.


    • Harta= emas dan perak jasmani.
      Supaya tidak tersandung oleh harta benda, kita harus mencari emas dan perak yang rohani yaitu penebusan; kelepasan dari dosa--hidup benar. semakin diberkati justru semakin terlepas dari dosa dan hidup dalam kebenaran. Kita bebas dari maut dan diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain.


    Hati-hati! Begitu jauh dari Tuhan--sedikit saja tidak setia--, sandungan-sandungan ini akan mulai masuk. Bahaya!


  2. Amsal 3: 13-14
    3:13. Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,
    3:14. karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

    Pengertian kedua emas dan perak rohani: hikmat kebijaksanaan dari sorga.

    Proses untuk mendapatkan hikmat dari sorga:


    • Roh Kudus menolong kita untuk mendengar  firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--mendengar dengan sungguh-sungguh, dan dengan suatu kebutuhan.
    • Roh Kudus menolong kita untuk mengerti firman pengajaran yang benar.
    • Roh Kudus menolong kita untuk percaya firman sehingga firman menjadi iman di dalam hati.
    • Roh Kudus menolong kita untuk mempraktikkan firman, sehingga firman menjadi hikmat dari sorga--emas dan perak rohani.


    Ingat firman Allah pada ibadah tutup buka tahun! Tujuh malaikat dengan tujuh sangkakala sudah siap meniup sangkakalanya. Persiapan kita adalah memperhatikan firman pengajaran yang benar--bunyi sangkakala.
    Perhatian kepada pekerjaan, rumah tangga, kesehatan, dan sekolah, bagus, tetapi harus memuncak sampai memperhatikan bunyi sangkakala.
    Perhatikan cara mendengar firman!

    Lukas 8: 18
    8:18. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

    Perhatikan cara mendengar, artinya:


    • Perhatikan dulu apa yang didengar! Yang didengar harus firman pengajaran yang benar. kalau dicampur-campur, itu sudah ragi, bahaya.
      Pelajaran tentang iman, pertobatan, penggembalaan, sampai kesempurnaan--dari pintu gerbang sampai tabut perjanjian--harus sesuai dengan firman.

      Ruangan maha suci adalah pelajaran tentang Mempelai Pria dan mempelai wanita--tentang nikah. Jangan sampai nikah jasmani kita salah. Kalau nikah jasmani salah, tidak mungkin mencapai nikah rohani--semua memuncak pada nikah.
      Karena itu, kaum muda harus hati-hati. Dari kecil ikut orang tuanya, terakhir gugur di tabut perjanjian--nikah jasmani gugur--, akibatnya tidak mungkin mencapai nikah rohani.

      Kami hamba Tuhan juga begitu. Bagus semua, tetapi tidak tegas soal nikah karena sungkan dan sebagainya. Akibatnya: salah semua, tidak bisa mencapai puncak. Tidak bisa! Semua harus sesuai dengan firman, tidak boleh berubah!


    • Kemudian perhatikan cara mendengar, yaitu dalam urapan Roh Kudus sehingga kita bisa sungguh-sungguh sampai bisa mempraktikkan firman.
    • Terakhir, perhatikan waktu-waktu untuk makan firman. Sebisa mungkin kita harus hadir.

      "Saya ingat perkataan yang disampaikan oleh Pdt Totaijs (alm.): Saat-saat makan firman semacam ini, tidak ada kata 'maaf'. Itu yang saya catat di hati."


    Saat-saat kita mendengar firman adalah saat-saat yang menentukan nasib masa depan kita.

    Kalau sikap kita negatif terhadap pemberitaan firman Allah, apa yang ada pada kita akan diambil, artinya iman diambil, sehingga hilang keselamatan.
    Tetapi kalau sungguh-sungguh, iman akan ditambah dengan hikmat dari sorga. Sungguh-sungguh!

    Kegunaan hikmat sorga: menentukan keberhasilan kita di tengah krisis dunia.
    Pengkhotbah 10: 10
    10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

    Di dalam dunia, manusia memperbesar tenaga untuk menghadapi krisis. Silakan, itu usaha kita, tetapi jangan sampai tidak bisa beribadah. Bahaya! Kita berusaha, tetapi hikmat dari sorga yang menentukan keberhasilan kita di tengah krisis dunia.

    Inilah sandungan dari luar: tiga 'TA':


    • Takhta/kedudukan. Jangan menuntut yang tidak benar sampai menghalalkan segala cara, supaya semuanya jangan merosot sampai mati rohani--bersungut, memfitnah, bahkan menghujat Tuhan.


    • Wanita= dosa Babel. Jangan bilang: kuat, tidak ada apa-apa. Kalau sudah bilang: tidak ada apa-apa. Semakin keras berkata: tidak ada apa-apa, itu berarti sudah apa-apa, sudah terjadi sesuatu; dosa Babel sudah masuk. Bahaya!


    • Harta= emas dan perak jasmani. Boleh punya kekayaan, tetapi harus diimbangi dengan emas dan perak secara rohani:


      1. Penebusan. Tetap jaga kebenaran! Kalau sudah benar, Tuhan akan memberkati.
      2. Hikmat dari sorga--praktik firman--. Ini yang menentukan semuanya.


  3. Kisah Rasul 3: 6-8
    3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
    3:7. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
    3:8. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

    Pengertian ketiga emas dan perak rohani: kuasa nama Yesus--dikaitkan dengan menyeru nama Yesus.
    Hari-hari ini kita harus banyak menyembah Tuhan; berseru dan berserah kepada-Nya.

    Hasilnya:


    • Orang lumpuh sejak lahir bisa berjalan= kuasa kelahiran baru/kuasa pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar.
      Dari dulu hidup kita tidak bisa berubah, sebut nama Yesus!

      Pembaharuan apa? Menjadi emas dan perak.


      1. Perak= jujur. Tidak boleh ada 'TA' keempat, yaitu dusTA.
        Amsal 10: 20
        10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

        Kalau ada tiga 'TA', pasti ada dusta. Tetapi kalau tidak ada tiga 'TA' pasti jujur; tidak ada 'TA' keempat.
        Selama ada dusTA, pasti tersandung; salah satu dari tiga 'TA' pasti ada, entah satu 'TA' atau ketiga-tiganya.

        Kita harus jujur hari-hari ini. Jangan sembunyi-sembunyi.


      2. Emas= tabiat ilahi yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--Yesus taat sampai mati di kayu salib.
        Kalau tidak jujur, tidak akan bisa taat; kalau jujur, baru bisa taat.


    • Mujizat jasmani juga terjadi: kuasa kesembuhan--lumpuh bisa berjalan--; kuasa untuk menghapus segala kemustahilan; kuasa pertolongan Tuhan.

      Malam ini bebaskan semua dari tiga 'TA'! Buktinya adalah tidak ada dusta--jujur dan taat. Kita bisa menyeru nama Yesus, dan kita mengalami kuasa kesembuhan, kuasa pertolongan Tuhan, dan kuasa untuk menghapus segala kemustahilan. Mari menyeru nama Yesus!


    • Dari lumpuh bisa berjalan= kuasa pengangkatan; semua berhasil dan indah pada waktunya.
      Pengangkatan dari tilam--orang lumpuh tidur di tilam--= pemulihan dari kehancuran nikah dan buah nikah.

      Sebut nama Yesus setiap saat! Dia pencipta nikah, Dia mampu untuk memperbaiki nikah dan buah nikah kita dengan cara-Nya sendiri. Serahkan kepada Tuhan!


    • Jujur dan taat sama dengan kembali ke Firdaus. Artinya: mulai sekarang kita bersuasana Firdaus. Begitu tidak taat, suasana Firdaus hilang.
      Adam dan Hawa tidak taat--memakan buah yang dilarang Tuhan--, belum diusir, masih ditanya dulu oleh Tuhan, tetapi mereka tidak jujur, sehingga diusir dari Firdaus. Kalau Adam dan Hawa jujur, mereka masih bisa kembali taat dan tetap di Firdaus.

      Saat ditanya oleh Tuhan, Adam menjawab: Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan--Adam menyalahkan perempuan, bahkan menyalahkan Tuhan karena Dia yang memberikan Hawa kepada Adam.
      Waktu pertama diberi isteri, memuji Tuhan. Jangan begitu! Ini adalah orang egois. Kita menikah awal-awal senang, kemudian berkata ini itu yang tidak baik. Jangan begitu! Hadapi semua dengan kejujuran dan ketaatan, dan nikah itu akan dipulihkan Tuhan.

      Malam ini kalau kita mau jujur dan taat, kita bisa kembali ke suasana Firdaus--penjahatpun yang disalib di sebelah Yesus bisa kembali ke Firdaus karena ia jujur mengaku dan taat.
      Mungkin kita sudah kehilangan suasana Firdaus--kebahagiaan dan lain-lain--, kembali jujur dan taat. Serukan nama Yesus! Ada kuasa dan mujizat Tuhan menolong kita.


    • Kalau Yesus datang kembali, saat bunyi sangkakala terakhir kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, kita menyambut kedatangan-Nya dengan sorak sorai: Haleluya. Kita masuk Firdaus, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru.

Dalam keadaan apa saja, sebut nama Yesus malam ini. Dia akan menolong kita.
Menghadapi jalan buntu, kehancuran, kemustahilan dan lain-lain, keadaan apa saja secara jasmani dan rohani, sebut nama Yesus. Dia akan menolong kita semua. Yang sudah berhasil juga sebut nama Yesus.
Kalau tidak ada yang mau tahu, kesempatan bersama Yesus seorang diri seperti penjahat di sebelah Yesus.

Apapun keadaan kita, saat bisa menyebut nama Yesus, ada kuasa dari nama-Nya sesuai dengan yang kita butuhkan malam ini. Percaya, Dia tidak jauh dari kita. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Semua yang hancur sudah ditanggung Tuhan di kayu salib, dan Dia akan memberikan Firdaus kepada kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top