English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 18 Januari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali...

Ibadah Doa Malang, 25 Oktober 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Adri Tuju

Sekuat apapun kehidupan kita, jika tanpa Firman, kehidupan...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Mei 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar...

Ibadah Raya Malang, 08 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:12-13
2:12 "Dan...

Ibadah Doa Malang, 29 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 12:9-15a
12:9 Setelah pergi dari...

Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 07 Juni 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-17
7:15 Karena itu...

Ibadah Doa Malang, 31 Mei 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session III

-- Tentang Bejana Pembasuhan (Kolam Pembasuhan) --

Keluaran 30:17-21 menunjuk pada perintah untuk membuat bejana pembasuhan.
Keluaran...

Ibadah Doa Malang, 02 Agustus 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi...

Ibadah Doa Malang, 21 Agustus 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Amsal 23:2
23:2 Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

'Besar...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 September 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19-24 adalah tentang Mezbah Dupa Emas.
Pengertian...

Ibadah Raya Malang, 01 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Maret 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan Yohanes...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 12

8:12. Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Anak Allah atas dunia dan segala isinya, yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; menolak pemberitaan firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, yang keras dan diulang-ulang untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2019).

Akibatnya: sepertiga matahari, bulan, dan bintang menjadi gelap.
Secara jasmani akan terjadi, tetapi secara rohani artinya: HIDUP DALAM KEGELAPAN; sama dengan tidak menjadi saksi Tuhan tetapi batu sandungan.

Yohanes 11: 10
11:10. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

'terang tidak ada di dalam dirinya'= hidup dalam kegelapan.
Praktik menjadi batu sandungan: gampang tersandung, tersinggung, dan menjadi sandungan bagi orang lain.

Markus 9: 42-43
9:42. "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

'menyesatkan'= menjadi sandungan.
Kalau menjadi batu sandungan, akibatnya: lehernya diikat dengan batu kilangan dan dibuang ke dalam laut, sampai tenggelam di lautan api dan belerang--kebinasaan selamanya.

Siang ini kita belajar tentang PENYEBAB SANDUNGAN. Sandungan berasal dari luar dan dalam, tetapi sandungan yang terbesar justru dari diri kita sendiri, yaitu menyangkut mata, kaki, dan tangan--yang semuanya berhubungan dengan hati manusia.

Markus 9: 43, 45, 47
9:43. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
9:45. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
9:47. Dan jika
matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

MATA
Ada dua hal tentang mata:

  1. Matius 5: 28
    5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

    Di sini memandang dengan mata, tetapi sudah ada keinginan--berkaitan dengan hati; akarnya di hati.

    Yang pertama: MATA NAJIS, artinya memandang perkara-perkara najis, yang didorong oleh HATI yang najis. Hati-hati! Mata ini bisa jadi sandungan.
    Dengan kemajuan teknologi di akhir zaman, bahaya, banyak menjadi sandungan. Hati-hati!


  2. Matius 6: 22
    6:22. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
    6:23. jika
    matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

    Yang kedua: MATA JAHAT, yang didorong oleh HATI yang jahat, yaitu hati yang terikat oleh keinginan akan uang.

    Akibatnya: pandangannya hanya tertuju pada perkara-perkara jasmani, sampai mengorbankan perkara rohani: kebenaran, keselamatan dan lain-lain.
    Contoh: Yudas sampai menjual Yesus; Esau kehilangan hak kesulungan--keselamatan.

Kalau mata najis dan jahat, akibatnya: (ayat 23: 'gelaplah seluruh tubuhmu') seluruh hidup menjadi gelap, dan dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulatnya tidak mati dan apinya tidak padam.
Markus 9: 47
9:47. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

Jaga mata! Ini yang sering menjadi sandungan dalam hidup kita. Sandungan dari luar bisa terjadi, tetapi sebenarnya itu kecil. Sandungan yang terbesar justru dari dalam diri sendiri.
Biarlah kita memiliki pandangan rohani hari-hari ini, supaya kita tidak pernah tersandung.

KAKI--artinya perjalanan hidup
Mazmur 139: 23-24
139:23. Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
139:24. lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Kaki yang menjadi sandungan--JALAN SERONG--didorong oleh HATI yang serong, yaitu menyimpang dari arah yang sebenarnya, yaitu arah menuju Yerusalem.
Karena itu jangan pernah berkata: Beda sedikit. Itu sudah serong!

Jadi hati yang serong mengakibatkan perjalanan hidup serong, menuju pada neraka untuk selamanya.
Markus 9: 45
9:45. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;

Oleh sebab itu, hati harus diselidiki supaya perjalanan hidup kita tidak serong; kita memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Tuhan untuk menyelidiki hati dan pikiran kita--menyucikan--lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang--bunyi sangkakala.

Markus 7: 21-23
7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
7:22. perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Hati dan pikiran yang serong--sama dengan hati dan pikiran yang jahat--berisi dua belas keinginan jahat dan najis--kalau jahat pasti najis. Ini yang menyesatkan kita dari arah perjalanan ke Yerusalem baru menuju ke neraka dan binasa selamanya.

Iri, hujat, kesombongan, dan kebebalan merupakan satu kesatuan. Kalau sudah iri hati, bahaya. Kakak-kakak Yusuf iri terhadap Yusuf. Apa yang dicela? Mimpi Yusuf--firman yang benar yang dicela.
Ini sama dengan menghujat Tuhan, artinya menyalahkan dan menghambat pengajaran yang benar, tetapi membenarkan dan mendukung ajaran-ajaran yang tidak benar.
kalau sudah menghujat, ia akan sombong--merasa benar sendiri bahkan lebih benar dari Tuhan--, sampai bebal--tidak bisa dinasihati, berarti hidupnya serong terus, tidak bisa dikembalikan pada arah yang benar. Kalau dia bisa kembali, sungguh-sungguh kemurahan Tuhan.

Kalau kita masih mau disucikan, mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala--firman pengajaran yang keras, yang diulang-ulang--hati dan pikiran yang serong akan disucikan dari dua belas keinginan jahat dan najis, sehingga hati dan pikiran kita diisi dengan dua belas roti, seperti pada meja roti sajian--meja menunjuk pada hati dan pikiran.
Pada meja roti sajian, dua belas roti disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun--66; menunjuk pada isi dari alkitab, itulah firman pengajaran yang benar.

Hasilnya: perjalanan hidup kita benar-benar menuju Yerusalem baru; tidak serong lagi.

Semua bergantung pada hati! Kalau hati berisi dua belas keinginan jahat dan najis, pasti serong. Hati-hati kalau sudah ada iri hati! Kalau ada iri hati, nanti akan menghujat, memfitnah, menghina.

"Tadi kesaksian seorang ibu. Dia bertahan pada yang benar, malah dihina. Jangan-jangan anaknya sendiri yang menghina atau siapapun; dianggap benar sendiri. Tidak apa-apa, yang penting memang sungguh-sungguh benar seperti alkitab. Kalau tidak benar, jangan. Saat kita benar tetapi dihina, justru akan bertambah mulia, yang penting kita tegas dan tetap benar. Tetapi kalau dipuji-puji, sebentar lagi akan jatuh."

Tadi, jaga hati supaya mata tidak gelap--mata tidak jahat dan najis, tetapi berpandangan yang rohani; hanya tertuju pada Tuhan.
Sekarang hati-hati dengan perjalanan serong. Kalau hati seorang disucikan, hati kita akan berisi firman pengajaran yang benar, sehingga perjalanan hidup kita juga disucikan menjadi perjalanan hidup yang benar, lurus, dan sempit--sakit bagi daging--, yang menuju Yerusalem baru.

Inilah sandungan yang terbesar yaitu dari dalam diri sendiri.
Banyak kita menggunakan sandungan dari luar sebagai alasan. Sebenarnya sandungan terbesar berasal dari dalam: hati ke mata, hati ke kaki, dan hati ke tangan.

TANGAN--artinya perbuatan
Markus 9: 43
9:43. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;

Tangan yang menjadi sandungan adalah MELAKUKAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG SIA-SIA.
Ibrani 9: 14
9:14. betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

'menyucikan hati nurani kita'= ada kaitan dengan HATI.

Perbuatan sia-sia adalah

  1. Perbuatan-perbuatan yang tidak dikaitkan dengan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Biar kita berbuat baik secara jasmani, semua hebat atau secara rohani berbuat baik kepada orang lain, kalau tidak dikaitkan dengan ibadah pelayanan, semua akan sia-sia.


  2. Perbuatan dosa sampai puncaknya dosa. Kalau tidak mau beribadah melayani Tuhan, arahnya pasti lain. Misalnya dipakai untuk menyalurkan bantuan untuk orang miskin, tetapi karena tidak beribadah, lama-lama ia akan berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan dan nikah yang salah)--melayani setan.

Tanpa ibadah pelayanan, semua akan menjadi sia-sia.
Oleh sebab itu Tuhan selalu memperjuangkan ibadah pelayanan kita:

  • Di dalam perjanjian lama, Tuhan memperjuangkan ibadah pelayanan bangsa Israel lewat menghukum Mesir dengan sepuluh tulah.
  • Dulu bangsa kafir tidak boleh beribadah melayani Tuhan sampai kitab kisah rasul 10, tetapi di perjanjian baru Tuhan memperjuangkan ibadah pelayanan bangsa kafir lewat Ia harus dihukum mati di kayu salib.

Mengapa Tuhan memperjuangkan ibadah pelayanan bangsa kafir?

  1. Yang pertama: karena Ia tahu bahwa tanpa ibadah pelayanan semua aktivitas kita di dunia akan menjadi sia-sia dan tidak berguna--seperti jerami yang hanya menunggu untuk dibakar--kitab maleakhi 3--; hidup kitapun sia-sia tanpa ibadah.

    Maleakhi 3: 18-4: 1
    3:18. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
    4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi
    seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

    Tuhan menebus kita, supaya kita bisa beribadah, bukan kuliah. Sekalipun kita miskin, kalau kita mau beribadah, kita akan berguna di hadapan Tuhan.
    Kalau Tuhan menebus kita supaya kita bisa kuliah, sementara kita tidak beribadah, itu berarti terlalu menghina Tuhan--orang di luar Tuhan bisa kuliah yang hebat.

    Sia-sia dan tidak berguna sama dengan menjadi sandungan, bahkan dikuasai dosa sampai puncaknya dosa--ulat bangkai yang tidak mati di neraka dan apinya tidak padam; disiksa terus. Tanpa ibadah pelayanan arahnya ke sana. Yang sudah beribadahpun masih harus sungguh-sungguh, karena masih ada yang seperti Hofni dan Pinehas--perselingkuhan di rumah Tuhan. Ngeri sekali!

    "Waktu anak saya masih kecil, ada teman-temannya di gereja lain ada yang bicara begitu: Papanya dia dengan si A--sesama pelayan. Saya pernah mendengar. Itu terjadi, apalagi yang tidak beribadah melayani, ngeri sekali."


  2. Yang kedua: Tuhan memperjuangkan ibadah pelayanan karena di dalam ibadah pelayanan kita menerima janji secara dobel: janji untuk hidup sekarang di masa yang sulit sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal selamanya.
    1 Timotius 4: 8-10
    4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    'Latihan badani'= termasuk latihan berdagang dan sebagainya.

Perjuangkan ibadah lebih dari segala perkara di dunia! Di dunia kalau ada orang tawarkan uang, apa kita capek? Sampai tengah malampun kita layani. Tetapi untuk ibadah, sedikit-sedikit capek. Bahaya! Kalau capek, lihat perjuangan Yesus untuk kita di kayu salib. Dia berjuang sampai mati terkutuk--Dia yang baik sampai menjadi terkutuk. Luar biasa! Itu yang membuat kita selalu ingin berjuang untuk ibadah pelayanan lebih dari perkara di dunia.

Kalau hati, mata, tangan, dan kaki suci, kita tidak akan tersandung tetapi kita bisa setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai puncaknya yaitu menyembah Dia.
1 Timotius 2: 8
2:8. Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Menyembah= hati suci; tanpa marah dan tanpa perselisihan.
Laki-laki gambaran dari kekuatan. Kekuatan doa adalah sampai menembusi hadirat Tuhan.
Hati suci= hati damai.
Suci dan damai, kita akan melihat Tuhan.
'menadahkan tangan yang suci'= perbuatan, termasuk perjalanan hidup yang suci.

Inilah doa penyembahan yang kuat dan berkenan kepada Tuhan--bagaikan bau harum di hadirat Tuhan; menarik belas kasih Tuhan kepada kita semua.

Hari-hari ini jangan tersandung! Jaga hati, mata, kaki, dan tangan! Selain perbuatan benar dan baik, perhatikan ibadah sungguh-sungguh, tidak rugi. Yakinlah!

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging untuk mematikan virus, bakteri, dan ulat dosa yang bersarang di dalam daging dengan segala hawa nafsunya. Tingkatkan doa penyembahan karena kita melawan virus dosa yang ada di dalam daging!
Sudah berdoa satu jam, kalau kurang, tambah dengan doa puasa

Virus, bakteri, dan ulat itu busuk. Salah satu contoh: Maria menghadapi Lazarus mati empat hari--kebusukan.
Jalannya hanya tersungkur. Maria bergumul melawan virus, bakteri, dan ulat bangkai yang membusukkan Lazarus.

Yohanes 11: 32, 43-44
11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
11:43. Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
11:44. Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

'biarkan ia pergi'= Yobel; kebebasan.
Mungkin pekerjaan kita busuk, mari beribadah melayani Tuhan sampai bisa menyembah Tuhan.
Maria tersungkur di kaki Tuhan, artinya: hanya mengaku tanah liat yang banyak kekurangan dan kelemahan secara rohani--suka marah, iri, dosa--, dan secara jasmani--tidak mampu apa-apa.
Maria tersungkur di kaki Tuhan dan ditambah dengan perkataan iman; hanya percaya dan berharap Tuhan--'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati'.

Kita mengaku kalau kita banyak dosa, tidak mampu, dan ditambah dengan kata-kata iman, kita hanya percaya dan berharap Tuhan; bergantung sepenuh kepada Tuhan. Kata-kata iman inilah yang dipegang oleh Tuhan: Kalau ada Tuhan, aku pasti ditolong.

Kalau kita sudah tersungkur--hancur hati--dan percaya berharap Tuhan sepenuhnya--berseru dan berserah kepada-Nya--, belas kasih Tuhan akan turun; Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya.
Iman ditambah belas kasih sama dengan mujizat terjadi untuk memulihkan kebusukan secara dobel:

  1. Kebusukan secara jasmani, artinya:


    1. Sesuatu yang tidak berharga lagi; sia-sia; gagal total, dan tidak indah; tidak ada masa depan. Tuhan bisa memulihkan semuanya.
    2. Kebusukan rumah tangga. Ini yang kita hadapi.
    3. Sesuatu yang sudah mustahil secara mustahil--sudah mati empat hari mau diapakan lagi?


    Mari berseru kepada Tuhan dengan hancur hati. Tuhan akan memulihkan dan menyelesaikan semuanya tepat pada waktunya: mustahil menjadi tidak mustahil, gagal menjadi berhasil dan indah, yang tidak berharga menjadi berharga.


  2. Kebusukan secara rohani--bangkai rohani--:


    1. Busuk dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Biarlah kita hidup benar dan suci.
    2. Rumah tangga busuk; hancur, biar dipulihkan lagi oleh Tuhan.
      Ingat, dalam pemberkatan nikah: dua menjadi satu. Perjuangkan! Biarpun yang satu berkhianat meninggalkan kita, kita tetap berjuang supaya dua menjadi satu, jangan berkhianat juga.

      Tuhan akan memulihkan nikah dan buah nikah sampai berbahagia.


    Dan jika Tuhan datang kedua kali, semua akan dipulihkan menjadi sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Yerusalem baru selamanya.

Apapun yang kita hadapi, jangan tersandung, kecewa, dan putus asa. Masih ada Tuhan di tengah-tengah kita. Karena Maria memiliki kata-kata iman, Lazarus benar-benar dibangkitkan, sampai yang terakhir, kata-kata iman kita adalah: Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kita siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

Tersungkur apapun kelemahan dan kekurangan kita! Serahkan kepada Tuhan! Kebusukan apapun yang kita hadapi, Tuhan tolong semuanya.
Jaga kesucian hati, mata, kaki, dan tangan!

Bukan hanya bisa menolong yang lemah, yang busukpun Tuhan bisa menolong.
Tuhan tidak melihat besarnya masalah, kebusukan, kehancuran, dan kemustahilan kita, tetapi Dia melihat pengakuan kita bahwa kita tidak layak, tidak bisa apa-apa, dan hanya ada kata-kata iman: Hanya Engkau, Tuhan, tidak ada yang lain. Dia yang menentukan semuanya.

Sebut nama Yesus kalau tidak mampu: Kalau ada Tuhan, tidak akan ada bangkai. Semua pasti selesai, dan siang ini kita semuanya bebas--Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.".

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top