English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 30 April 2019 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Malaka

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 20:21-22
20:21. Maka kata Yesus sekali...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 Januari 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: ôSiapakah yang mengangkat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Oktober 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10 menunjuk pada tujuh kali...

Ibadah Doa Malang, 10 Januari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:8-9
8:8 Lalu malaikat yang kedua...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Maret 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah: ada pribadiNya,...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Januari 2011 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Juli 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-25
= nubuat ke-6, yaitu nubuat tentang pohon ara/Israel.
Pohon ara ini ditampilkan...

Ibadah Raya Malang, 16 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Malang, 13 Juni 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih melanjutkan manfaat kenaikan Yesus ke Sorga.
Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Maret 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Manokwari, Papua

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Di manapun kita...

Ibadah Raya Malang, 31 Agustus 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah...

Ibadah Doa Malang, 20 Agustus 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha II Malang, 23 September 2015 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Doa Surabaya, 10 September 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam dan selamat mendengarkan Firman Tuhan, biarlah kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Januari 2020 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1-2
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci
empat puluh dua bulan lamanya."

(terjemahan lama)
11:1. Maka diberikan kepadaku sejenis buluh pengukur yang seperti tongkat rupanya dengan katanya, "Bangkitlah, dan ukurlah Bait Allah, dan tempat korban dan segala orang yang
sembahyang di dalamnya itu;

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan, yaitu pembukaan rahasia firman atau firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan, komando, dan ukuran kerohanian sidang jemaat.
'empat puluh dua bulan'= tiga setengah tahun masa antikris.
'beribadah'= 'sembahyang'.

Ada dua hal yang diukur lewat tongkat pengukur/tongkat gembala--firman penggembalaan--:

  1. Bait Suci Allah= ibadah pelayanan dan kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 05 Januari 2020).


  2. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya--mezbah dupa emas; penyembahan--(diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019, dilanjutkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2020).

AD. 2: MEZBAH DUPA EMAS DAN MEREKA YANG SEMBAHYANG DI DALAMNYA--PENYEMBAHAN

Ukuran doa penyembahan dengan tongkat gembala--firman pengajaran yang benar--yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.
Di dalam ruangan suci Tabernakel ada mezbah dupa emas, dan kalau doa sudah sampai pada ukuran, maka pintu tirai akan terobek.

Yohanes 14: 15
14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Taat dengar-dengaran sama dengan memiliki kasih--mengasihi Tuhan.

Jadi taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara sama dengan memiliki KASIH YANG SEMPURNA.
Penyembahan meningkat, ketaatan akan meningkat sampai daging tidak bersuara, dan kasih juga meningkat mulai dari kasih mula-mula sampai kasih sempurna.

Dalam Tabernakel, kasih sempurna digambarkan dengan dua loh batu:

  1. Loh batu I: berisi empat hukum= mengasihi Tuhan lebih dari semua.
  2. Loh batu II: terdiri dari enam hukum= mengasihi sesama seperti diri sendiri--tidak merugikan sesama; tidak berbuat jahat, tetapi hanya berbuat baik--, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--membalas kejahatan dengan kebaikan.

Inilah ukuran doa penyembahan.
Keluaran 31: 18
31:18. Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

'kedua loh hukum Allah'= dua loh batu.
Tuhan merindukan doa penyembahan kita mencapai ukuran yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; sama dengan memiliki kasih sempurna, supaya kita tidak masuk masa antikris.
Manusia daging tidak punya kasih, tetapi hanya emosi, ambisi, keinginan, dan hawa nafsu daging, sementara ukuran doa penyembahan adalah kasih sempurna.

Oleh sebab itu Tuhan memberikan kasih sempurna--dua loh batu--kepada kita semua--dulu Tuhan memanggil Musa untuk memberikan dua loh batu. Tetapi ada halangan.
Keluaran 32: 4, 9, 7
32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
32:7. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.

Untuk mencapai ukuran doa penyembahan--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; memiliki kasih sempurna--ternyata menghadapi tantangan yaitu berhala lembu emas.
Apa itu berhala lembu emas? 'tegar tengkuk'= keras hati--sementara Musa menerima dua loh batu--kasih sempurna--untuk diberikan kepada umat Israel, di bawah mereka sudah menyembah lembu emas.

Hati-hati, istilah 'kaupimpin keluar dari tanah Mesir' berarti sudah menerima berkat, pertolongan, dan mujizat Tuhan--sesuatu yang luar biasa--, tetapi masih bisa keras hati.
Kita sekarang hati-hati, sudah diberkati, ditolong, dipakai, luar biasa, tetapi lengah, masih ada tantangan yaitu keras hati.

Akibat keras hati: 'rusak lakunya', sama dengan durhaka, berarti tidak ada kasih--kasih menjadi dingin. Ini yang bahaya.
Petrus hebat, tetapi ketika Tuhan uji dengan bertanya tiga kali: Adakah engkau mengasihi Aku?, ia sedih karena ia tidak memiliki kasih; ia sudah menyangkal Yesus.

Kita semua diperiksa oleh Tuhan, sudah diberkati, ditolong, dan dipakai. Luar biasa, tetapi apakah kita memiliki kasih atau kita justru keras hati/durhaka--tanpa kasih--?
Matius 24: 12 => khotbah akhir zaman
24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Kasih menjadi dingin= tanpa kasih; hatinya beku; hatinya keras.
Pada akhir zaman kedurhakaan dan kekerasan hati akan meningkat sehingga kasih menjadi dingin, akibatnya tidak bisa memenuhi ukuran doa penyembahan, dan harus masuk aniaya antikris selama tiga setengah tahun.

Ada dua kemungkinan yang terjadi pada saat aniaya antikris:

  1. Sangat sedikit yang rela disiksa dengan dahsyat sampai dipancung karena tidak mau menyembah antikris; ia menerima kembali kasih sempurna; ia tetap menyembah Tuhan untuk memenuhi ukuran doa penyembahan. Dia akan dibangkitkan dan layak untuk menyambut kedatangan Tuhan.


  2. Banyak yang menyangkal Tuhan dengan terang-terangan, ikut menganiaya anak-anak Tuhan yang ketinggalan, dan menyembah antikris--menjadi sama dengan antikris,; tanpa kasih, dan binasa selamanya.

Ini yang terjadi di akhir zaman. Kita harus hati-hati.
Rusak laku atau durhaka, artinya:

  • Durhaka dalam nikah.
    Kaum muda, hati-hati sejak masa perkenalan, pacaran, tunangan, menikah sampai perjalanan nikah. Jaga, jangan sampai durhaka dan bentuk membenci, berkhianat dan lain-lain! Tuhan tolong kita semua.

    Karena itu tujuan pacaran adalah menikah, bukan main-main, karena kalau pacaran sampai berkhianat lalu putus dan lain-lain, itu sudah menimbulkan luka di hati--ada cacatnya.
    Kalau sudah bertunangan lalu berkhianat dan lain-lain, sudah menimbulkan kerusakan.
    Kalau menikah kemudian terjadi pengkhianatan atau perceraian, akan terjadi kematian, kalau kawin lagi dengan yang lain, busuk selama-lamanya.


  • Durhaka dalam ibadah pelayanan: tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan, yang membawa pada kebinasaan.

Karena itu semua harus benar dalam nikah dan pelayanan, supaya tidak menimbulkan luka, kerusakan, kematian, dan kebusukan. Serius!

Tuhan tidak rela kalau gereja Tuhan hanya disiapkan untuk masuk aniaya antikris, apalagi binasa. Dia tidak rela anak-Nya disiksa, cukup Dia yang disiksa.
Keluaran 32: 19
32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

Jalan keluarnya: Tuhan tetap berusaha untuk memberikan kasih-Nya yang sempurna lewat dua loh batu harus dipecahkan--'dipecahkannya pada kaki gunung itu'--, artinya: Dia harus mati di kayu salib. Tidak ada jalan lain untuk memberikan kasih-Nya.

Hasilnya:

  1. Keluaran 32: 20
    32:20. Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

    Hasil pertama: lembu emas dihancurkan--kalau dua loh batu dihancurkan (Yesus mati di salib), lembu emas juga harus dihancurkan.

    Lembu emas menunjuk pada kekerasan hati manusia.
    Sekeras apapun hati manusia kalau bisa melihat kurban Kristus di kayu salib pasti bisa hancur hati--hati terharu--, bukan hancur binasa.

    Buktinya: tidak keras hati lagi tetapi bisa minum air emas yang pahit rasanya--'disuruhnya diminum oleh orang Israel'.
    Artinya:


    1. Kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi, dan kita berjanji pada diri sendiri kita tidak mau berbuat dosa lagi.

      Amsal 28: 13
      28:13. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

      'akan disayangi'= mengalami kasih.
      Mengaku dosa memang pahit bagi daging, tetapi manis bagi jiwa dan roh--titik kebahagiaan kita--; kita menerima dan mengalami kasih Tuhan.


    2. Kita bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


  2. Hasil kedua: setelah dua loh batu dihancurkan, dibentuklah dua loh batu yang baru. Tadinya Musa hanya naik ke gunung untuk menerima dua loh batu--loh batunya dari Tuhan dan ditulisi jari Allah; semua dari Tuhan (gambaran dari Yesus yang disalibkan).
    Sekarang, untuk membentuk dua loh batu yang baru, Musa mengambil batunya dari gunung Sinai dan memahatnya sampai menjadi sama seperti dua loh batu yang mula-mula.

    Dua loh batu yang baru menunjuk pada kehidupan manusia yang menerima kasih Allah yang sempurna/taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara; kehidupan yang sempurna seperti Yesus, itulah mempelai wanita sorga--dua loh batu yang baru sama dengan dua loh batu yang mula-mula.

    Kalau Yesus tidak mati di kayu salib--dua loh batu yang mula-mula tidak dipecahkan--maka kita hanya menjadi lembu emas; sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya. Tetapi bersyukur Yesus rela mati, supaya dibuat lagi dua loh batu yang baru yang sama dengan yang mula-mula, itulah manusia yang keras tetapi mau melembut dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara--menerima kasih yang sempurna--untuk dibentuk menjadi sempurna seperti Yesus.

Proses pembentukan dua loh batu yang baru:

  1. Keluaran 34: 1
    34:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan.

    Batu-batu berserakan diambil oleh Musa untuk dipahat, kemudian dibawa kepada Tuhan untuk ditulisi dengan jari Tuhan.

    Proses pertama pembentukan dua loh batu yang baru: manusia keras hati harus datang kepada Tuhan lewat hamba-Nya--penyerahan diri untuk dipahat/disucikan.

    Yang dipakai dalam proses penyucian adalah:


    • Yeremia 23: 29
      23:29. Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

      Yang pertama: firman pengajaran yang benar, yang keras bagaikan palu untuk menghancurkan batu--menyucikan manusia yang keras hati.


    • Yang kedua: firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan kita sampai kedalaman hati dan pikiran, sehingga tidak ada hal-hal yang disembunyikan di dalam hati dan pikiran--semua disucikan.

      Ibrani 4: 12-13
      4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Apa yang disembunyikan dalam hati dan pikiran? Segala hal yang tidak ada kasih, yaitu tidak sabar, cemburu, iri hati, kikir dan serakah, membanggakan diri, sombong, tidak sopan, justru egois, pemarah bahkan marah tanpa alasan--marah kepada orang benar/orang baik--, menyimpan dosa sendiri dan orang lain bahkan menyebarkan dosa orang lain, suka akan ketidakadilan dan ketidakbenaran--memihak sesuatu.

      1 Korintus 13: 3-7
      13:3. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
      13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
      13:5. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
      13:6. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
      13:7. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
      13:8.
      Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

      Akibatnya: binasa selamanya--tanpa kasih semuanya fana, berkesudahan, dan binasa selamanya.

      Ini yang harus disucikan sehingga hati dan pikiran diisi dengan kasih Allah; kita menerima kasih Allah yang menjadi tabiat dalam hidup kita--dipahat/disucikan dari perkara tanpa kasih--yaitu sabar--sabar menunggu waktu Tuhan (tidak mengambil jalan sendiri di luar firman), sabar dalam penderitaan--, tidak cemburu, tidak sombong, tetapi sopan dan seterusnya, sampai kekal selamanya--'Kasih tidak berkesudahan'.


    Kesimpulan: proses pembentukan dua loh batu yang baru kita alami lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian--; kita bersekutu dengan Anak Allah di dalam firman dan kurban Kristus.

    Mohon malam ini, kalau mau menjadi dua loh batu yang baru mulai dengan merelakan diri yang keras untuk dipahat sampai diisi kasih Allah dan kasih Allah menjadi tabiat kita.


  2. Keluaran 34: 2-3
    34:2. Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu.
    34:3. Tetapi janganlah ada seorangpun yang naik bersama-sama dengan engkau dan juga seorangpun tidak boleh kelihatan di seluruh gunung itu, bahkan kambing domba dan lembu sapipun tidak boleh makan rumput di sekitar gunung itu."

    Proses kedua pembentukan dua loh batu yang baru: penyerahan diri untuk diasingkan/dipilih--hanya Musa yang boleh mendekati gunung Sinai, yang lain tidak boleh.

    Dipilih artinya dari sekian banyak hanya dipilih satu untuk dipakai oleh Tuhan--tadi kita disucikan, setelah itu kita dipakai Tuhan.
    Kalau mau menjadi sama dengan Tuhan, dosa-dosa serahkan dulu, kemudian layani Tuhan.
    Tahun ini adalah tahun ibadah pelayanan sampai memuncak pada penyembahan, bahkan mencapai ukuran doa penyembahan yaitu memiliki kasih yang sempurna.

    Ada dua kesalahan dalam pelayanan:


    • Belum disucikan tetapi sudah melayani. Ini sama dengan melayani diri sendiri, bukan Tuhan, sampai melayani Setan.
      Contoh: Saulus, sebelum menjadi Paulus, ia semangat melayani tetapi untuk menyiksa dan membunuh orang lain.


    • Sudah disucikan tetapi tidak mau melayani. Ini berarti melayani diri sendiri sampai melayani Setan.


    Jadi, proses pemilihan untuk dipakai oleh Tuhan adalah proses yang ketat dan sungguh-sungguh; dari seluruh bangsa di dunia hanya dipilih satu bangsa yaitu Israel, dari dua belas suku Israel dipilih satu suku yaitu suku Lewi, dari berbagai bani di suku Lewi hanya dipilih bani Kehat, dari bani Kehat hanya dipilih satu keluarga yaitu Harun dan anak-anaknya. Ketat sekali!

    Keluaran 29: 1
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Efesus 4: 7, 11-12
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Dua ayat ini jelas, yaitu disucikan dulu baru memegang jabatan imam.
    Kehidupan yang dipakai Tuhan adalah kehidupan yang disucikan sehingga diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    1 Korintus 14: 12
    14:12. Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

    Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Kita membangun tubuh Kristus--'untuk membangun Jemaat'--, bukan merusak.

    Kesimpulan: proses pembentukan dua loh batu yang baru kita alami lewat ketekunan dalam ibadah raya--pelita emas--; kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.


  3. Keluaran 34: 8
    34:8. Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

    Proses ketiga pembentukan dua loh batu yang baru: penyerahan diri untuk menyembah Tuhan.

    Tanda-tanda kehidupan yang menyembah Tuhan:


    • Keluaran 34: 4
      34:4. Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya.

      Yang pertama: 'seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya'= taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara.


    • Keluaran 34: 5
      34:5. Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.

      Yang kedua: 'menyerukan nama TUHAN'= memuliakan nama Tuhan lewat perkataan dan perbuatan yang benar dan baik, bukan memilukan atau memalukan Tuhan.


    • Keluaran 34: 29
      34:29. Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

      Yang ketiga: 'kulit mukanya bercahaya'= mengalami keubahan hidup sampai satu waktu menjadi sempurna seperti Yesus.


    Kesimpulan: proses pembentukan dua loh batu yang baru kita alami lewat ketekunan dalam ibadah doa--mezbah dupa emas--; kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Jadi, proses pembentukan dua loh batu yang baru terjadi dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Jangan lari ke mana-mana tetapi tekun.
Di dalam kandang penggembalaan kita disucikan, diberi jabatan dan karunia, banyak menyembah, sampai diubahkan menjadi sempurna.
Perhatikan ketekunan dalam tiga macam ibadah!

Keluaran 34: 27-28
34:27. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel."
34:28. Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Lewat kandang penggembalaan kehidupan kita sedang ditulisi dengan kasih Allah yang sempurna--'Kesepuluh Firman'.
Malam ini jangan dingin lagi, tetapi pulang dengan kasih Allah.

Kegunaan kasih Allah yang sempurna:

  1. Roma 8: 35-36
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

    Yang pertama: kasih Allah memberikan kekuatan ekstra kepada domba-domba sembelihan yang tidak berdaya.

    Sehebat apapun kita di dunia, kita hanya domba sembelihan. Yang dibutuhkan adalah kasih Allah sehingga kita menjadi kuat teguh hati--tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; tetap percaya dan berharap Tuhan.


  2. Roma 13: 8
    13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Yang kedua: kasih Allah menghapuskan segala hutang, terutama hutang dosa.
    Selesaikan semua dosa lewat saling mengaku dan mengampuni, sampai kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan!

    Tetapi hutang yang lain--segala sesuatu yang belum beres--juga dibereskan oleh Tuhan, sampai yang mustahil sekalipun juga dibereskan--kasih Tuhan berperang ganti kita untuk menyelesaikan segala masalah yang mustahil.


  3. Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Yang ketiga: kasih Allah menyatukan dan menyempurnakan sampai kita sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selama-lamanya.

Sungguh-sungguh, ukuran penyembahan adalah kasih yang sempurna; taat sampai daging tidak bersuara. Manusia tidak punya kasih, karena itu Tuhan mau memberikan kasih-Nya, tetapi banyak kali ditolak karena kekerasan hati--durhaka dalam nikah dan ibadah pelayanan sampai menjadi sama dengan antikris.
Tuhan tidak rela, Dia harus mati di kayu salib untuk memberikan kasih-Nya kepada kita; membentuk dua loh batu yang baru menjadi sama dengan Dia.

Prosesnya: menyerahkan diri untuk disucikan, melayani Tuhan, dan menyembah Dia, sampai dua loh batu terbentuk dan ditulisi kasih Allah.
Jangan tanpa kasih! Bawa pulang kasih Allah.

Bukti memiliki kasih Allah: kuat teguh hati. Kita tidak mundur setapakpun; tidak terpisah dari Tuhan; tidak menyerah kalah apapun yang kita hadapi tetapi tetap setia berkobar dan percaya berharap Tuhan.
Kemudian semua yang belum beres dibereskan, sampai kita disatukan dan disempurnakan untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai.

Kita menerima kasih Allah lewat perjamuan suci.
Kita sembah Dia, berseru apapun keadaan kita. Kasih Tuhan tidak pernah berubah dalam kehidupan kita.

Secara pribadi, apakah kita dalam bahaya, kemustahilan, cacian, kekurangan, atau berkat, semua enak? Jangan terpisah, biarlah kasih-Nya tetap di dalam kita. Jangan ada yang menggantikan kasih Allah! Kalau suami, istri, anak, orang tua tidak mau tahu, kesempatan bergantung pada Tuhan, kalau mereka sangat perhatian, baik, tetapi jangan bergantung pada mereka, satu waktu akan kecewa. Hanya Yesus mempelai kita yang tidak pernah meninggalkan kita.

Mungkin kasih sudah dingin, sudah jauh dari Tuhan, ragu-ragu, banyak pertanyaan, ada penderitaan, kepahitan dan lain-lain, serahkan kepada Tuhan.
Berseru kepada Dia, kalau tidak kuat sebut: Yesus! Biarlah hanya ada kasih Allah di dada kita, bukan yang lain. Kalau diisi dengan yang lain, celaka kita, kita akan berada dalam kelemahan dan kekurangan, tetapi kalau diisi kasih Allah kita tidak akan mundur setapakpun karena Tuhan selalu beserta kita, Dia menggendong kita; tangan kasih-Nya yang berperang ganti kita semua.

Ada kekuatan baru dari Tuhan; ada harapan baru. Dia sudah dihancurkan di kayu salib, sehingga apa yang hancur bisa menjadi baik, gagal menjadi berhasil dan indah. Semua yang mustahil sudah ditanggung Dia di kayu salib. Tangan kasih-Nya mampu menolong kita semua, sampai nanti kita dan keluarga kita bersama-sama dengan Dia. Ingat keluarga kita masing-masing, jangan ada yang ketinggalan, tetapi biar tangan kasih-Nya memeluk kita sekeluarga.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top